by @gyumontic

 

ENJOY!!!

Cast still same with the others part🙂

 

PART 6

Author pov

Hamun mengetuk-ketuk kamar Kyuhyun dan memanggil Hyejin yang sedang berbaring di dalamnya. “Hyejin, kau harus kuliah! Cepat siap-siap!” seru Hamun. Hyejin bangkit berdiri dan dengan segala tenaga yang tersisa ia bersiap-siap pergi ke kampus. Tanpa make-up ataupun baju yang bagus, Hyejin pergi ke kampus. Ia bahkan tidak peduli Hamun terus mengikutinya sepanjang hari bahkan sampai mereka kembali ke rumah.

Hamun berjalan lebih dahulu masuk ke dalam rumah. Hyejin melihat Hamun mengangkat telepon dan berbicara pelan. Hamun melihat Hyejin sejenak lalu kembali fokus ke teleponnya. Hyejin yakin yang menelepon adalah Kyuhyun.

Hyejin menghambur masuk ke kamarnya, membanting pintu dan menguncinya. “Hyejin! Song Hyejin! Buka pintunya sekarang! Jangan bertingkah seperti anak kecil! BUKA!” teriak Hamun sambil menggedor-gedor pintunya. Hyejin membalas tidak lebih lembut dari suara Hamun, “PERGI KAU! Bisa-bisanya kau tidak memberikan telepon Kyu padaku! Bisa-bisanya…” suara Hyejin mulai melemah, “Kyu tidak menghubungiku. Ia malah meneleponmu.”

“Karena itu, buka pintunya! Aku akan menjelaskan semuanya!” ujar Hamun dengan tenang. Entah kenapa ia ingin menjelaskan bahwa Kyu meneleponnya hanya untuk menanyakan Hyejin. Kyu menelepon Hamun karena Hyejin tidak mau menerima telepon darinya dan Hamun merasa tidak enak jika tidak menyampaikannya walaupun seharusnya ia senang.

Hyejin membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Hamun masuk ke dalam kamar. “Apa yang ingin kau jelaskan?” tanya Hyejin dengan galak.

Hamun tidak mau lagi berbasa-basi. “Kyu itu meneleponku karena kau tidak menjawab teleponnya, bodoh. Dia ingin mengetahui keadaanmu tapi karena kau tampaknya masih marah jadi menurutmu siapa yang harus dia hubungi kecuali aku?” jawab Hamun.

“Aku tidak marah. Aku tidak tahu dia meneleponku. Hapeku mati,” sahut Hyejin yang memang sudah putus asa dengan ponselnya sehingga ia lupa untuk mencharge batere ponselnya.

“Nah! Apalagi itu. Pantas kan dia menghubungiku? Karena aku yang menggantikannya!” ujar Hamun tegas.

Hyejin merasa jawaban Hamun ada benarnya tapi ia tetap merasa kurang. “Kalau begitu kenapa dia tidak datang menemuiku langsung?”

Hamun ingin menjitak Hyejin tapi dia berjanji tidak akan bertingkah kekanakan. Dia harus tetap cool dan tidak merepotkan. “Kau tahu Kyu banyak kerjaan di Taiwan apalagi ayahnya sedang sakit. Dia pikir kau masih marah padanya padahal kau hanya sedang merajuk tidak jelas. Kenapa kau banyak sekali menuntut sih?! Kenapa tidak kau saja yang menemuinya? Kau mau hubungan kalian berakhir konyol seperti ini?!” omel Hamun membuat Hyejin sadar bahwa ia sudah membuat kesalahan fatal dengan terus-terusan merajuk. Jika ia tidak segera bertindak, mungkin hubungannya dengan Kyuhyun akan benar-benar berakhir.

“Hamun, siapkan mobil dan koperku. Aku akan pergi ke Taiwan sekarang,” kata Hyejin dengan tegas.

“Sekarang?” tanya Hamun tidak percaya.

“Iya sekarang. Aku akan pergi menemui Kyuhyun,” jawab Hyejin lalu mulai sibuk dengan hape dan tiket pesawat.

Hamun menyiapkan segalanya dengan sempurna. Hyejin pun siap berangkat. “Hamun, terima kasih atas semuanya. Maaf aku pernah membencimu,” ucap Hyejin sebelum meluncur ke bandara. Hamun tersenyum dan memeluk Hyejin. “Baik-baiklah dengan Kyuhyun. Ia akan mati tanpamu,” ucap Hamun dengan tulus. Setengah hatinya sudah merelakan Kyuhyun karena ia tahu hanya ada Hyejin, Hyejin dan Hyejin di hati Kyuhyun. Dirinya tidak lebih dari teman bagi Kyu.

Hamun melambaikan tangan mengantar kepergian Hyejin. Saat mobil Hyejin pergi, mobil Siwon datang. “Kemana Hyejin pergi?” tanya Siwon.

“Menemui Kyu ke Taiwan. Kau ada perlu apa ke sini?” balas Hamun.

“Mengajakmu jalan-jalan. Ayo!” Siwon pun memasukkan Hamun ke dalam mobil dan mengajaknya ke sebuah bukit.

“Buat apa mengajakku ke bukit?” tanya Hamun.

Siwon melihat langit dengan kening berkerut. “Tadinya mau melihat bintang tapi tampaknya mereka sedang tidak muncul. Bintang memang pintar,” ucap Siwon.

Hamun ikut memandang langit dan mengerutkan keningnya juga. “Kenapa kau bilang bintang pintar?” tanya Hamun bingung. Siwon mengalihkan pandangannya dari langit ke Hamun. “Karena ia tahu ada bintang yang lebih bersinar yang akan muncul.” Siwon melemparkan senyumnya dan membuat Hamun terpaku.

Wajah Hamun tersipu malu. Hatinya pun berdebar tidak karuan sekarang, membuatnya salah tingkah. “Aku mau pulang,” kata Hamun tidak sinkron dengan hatinya yang tetap ingin berada di sini bersama Siwon.

Siwon mengerutkan kening tanda ia kecewa. Tangannya menggengam Hamun agar jangan pergi. “Aku mohon pertimbangkan aku. Aku sangat mencintaimu,” kata Siwon lalu mencium Hamun.

Jantung Hamun rasanya mau keluar. Ia tidak berkata apa-apa. Tubuhnya kaku, otaknya pun beku. Hanya hatinya yang sangat berbunga-bunga. Ketidakseimbangan dalam tubuhnya itu yang membuat dirinya melepaskan diri dari Siwon. Ia bisa mati jantungan kalau lebih lama lagi bersama pria yang mulai memiliki hatinya itu.

 

TO BE CONTINUED >.< kekekeke