Stand by you by @gurlindah93

Cast:
Park MinAh
Jung Yunho
Song Hyejin
Kang Hamun
Choi Jihyo
Jung Hyunah
Yang Seungho
Han Gayoon

*****

MinAh melihat kalender di kamarnya, dan dia menghela nafas melihat 2 lingkaran di sana. Satu untuk UAS dan satu lagi untuk sidang skripsinya, jaraknya hanya 2 minggu. “Baiklah, Park MinAh hwaiting! Semua pasti akan berjalan lancar” kata MinAh pada dirinya sendiri yang bulan depan akan menghadapi salah satu fase terpenting dalam hidupnya.

Sambil malas-malasan dia keluar kamarnya, mengambil handuk, dan masuk kamar mandi.
“Yaaaa MinAh!! Cepatlah, aku sudah terlambat kerja!!” teriak Jungsoo kakaknya sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi. “Aku baru 10 menit di sini oppa, sabarlah! Salah sendiri tadi terlambat bangun” balas MinAh dari dalam kamar mandi. Jungsoo yang tau kalau adiknya tidak pernah kurang dari 25 menit jika berada dalam kamar mandi semakin keras menggedor pintu kamar mandi “Cepatlah Park MinAh!! Atau aku tidak akan meminjamkan printerku” ancam Jungsoo. “Aku akan mengatakannya pada appa kalau kau tak ingin adikmu lulus kuliah, oppa!” teriak MinAh yang sangat membutuhkan printer oppanya karena printernya sedang rusak.

“Sudah, sudah. Kalian berdua sudah tua tapi masih teriak-teriak seperti anak SD. Park Jungsoo jangan mengancam adikmu, dukung dia agar cepat lulus kuliah. Mandi di kamar mandi umma saja kalau kau memang terlambat” Kata ummanya yang tiba-tiba berada di luar kamar mandi. “Hahahahahaahaaa rasakan itu Park Jungso” kata MinAh penuh kemenangan. “Dan kau Park MinAh, cepatlah selesaikan mandimu, ini kamar mandi umum. Bangunlah jam 4 pagi kalau mau berendam” kata ummanya yang membuat Jungsoo balik menertawakan MinAh “Hahahahahahhahahaaa rasakan itu Park MinAh” ejek Jungsoo sambil berjalan menuju kamar mandi di dalam kamar orang tua mereka. “Sial kau Park Jungsoo” kata MinAh sambil berbisik karena takut ummanya akan mendengar dan memarahinya lagi.

Seperti biasa, MinAh selalu terlambat kuliah pagi. “Untung dosennya HaeRi gangsanim” batin MinAh sebelum masuk kelas. MinAh mengetuk pintu dan langsung membukanya.

Deg!!! Tiba-tiba saja jantung MinAh berdetak lebih kencang daripada biasanya. “Park MinAh” panggil dosen yang sedang berdiri di depan kelas. “Ne Yunho gangsanim..” jawab MinAh yang membuatnya semakin deg-degan. “Sepertinya kebisaanmu terlambat masuk kuliah pagi tidak pernah berubah sejak semester satu sampai sekarang kau hampir lulus” kata Yunho tenang tapi dalam. “Joesonghamnida gangsanim” jawab MinAh sambil menunduk. Dia tidak berani dan tidak ingin menatap mata gangsanimnya itu.

“Kau boleh duduk” suruh Yunho “Gamsahamnida” kata MinAh, dan dia langsung duduk di sebelah Choi Jihyo dan 3 temannya yang lain. Keempat temannya memberi tatapan penuh arti pada MinAh yang dibalas dengan pasrah oleh MinAh.

Akhirnya setelah 2 jam, satu-satunya mata kuliah di semester ini berakhir. “Yaa Park Minah, kenapa kau selalu terlambat?” tanya Song Hyejin salah satu sahabatnya. “Iya, dan yang mengajar Yunho oppa pula” kata Jung HyunAh sahabatnya yang lain sambil menekankan kata-kata ‘Jung Yunho’ dosen yang diam-diam disukai oleh MinAh. “Aku mana tau kalau hari ini Yunho oppa yang mengajar, kukira HaeRi gangsanim” kata MinAh penuh sesal. “Yaaa bagaimana kau bisa mengambil hati Yunho oppa kalau kau selalu terlambat” kata Jihyo dengan berkedip-kedip menggoda MinAh. “Choi Jihyo-aahh!! Jangan keras-keras“ bentak MinAh sambil membekap temannya yang memang usil itu “brbrbrbbbrbrbbrbbrppp” kata Jihyo sambil berusaha melepaskan tangan MinAh dari mulutnya.

“Aaaaaaaaaawwwwww!!!” teriak MinAh yang kesakitan karena tangannya digigit oleh Jihyo “Hahahahahhahahaa” kata Jihyo penuh kemenangan “Awas kau Choi Jihyo” MinAh sudah berusaha membalas Jihyo dengan menggigit tangan Jihyo tetapi langsung dilerai oleh Kang Hamun wanita paling sabar dan waras di geng MinAh yang populer itu. “Sudah berantemnya nanti aja, sekarang kita makan dulu. Aku lapaaarrr” kata Hamun dengan gaya aegyo-nya “Hei Hamun jangan keluarkan aegyomu di depan kami, keluarkan saja di depan Siwon oppa” kata Jihyo menyebut nama kakaknya yang disukai Hamun, seketika itu pula wajah Hamun memerah yang membuat mereka berempat tertawa. “Tapi aku mau menaruh buku dulu di loker” kata MinAh di tengah tawanya.

Sampai di depan loker, mereka menaruh buku di loker mereka masing-masing. “Book, again” kata MinAh sambil menghela nafas. Teman-temannya langsung berkumpul di depan loker MinAh sambil melihat buku apalagi yang diletakkan secara rahasia di dalam loker MinAh. “Itu kan buku yang kamu butuhkan untuk skripsimu Min” kata HyunAh, “Iya..” jawab MinAh pendek. “Anggap saja itu rejeki” kata Hyejin, “Hu-uh” sahut Jihyo.

Akhirnya MinAh mengambil buku setebal novel Harry Potter jilid 7 itu dan berjalan mengikuti teman-temannya ke kantin. MinAh ingat ketika pertama kali dia mendapat kiriman buku-buku yang kebetulan dia butuhkan untuk kuliah sejak semester 2, baik buku asli maupun fotocopy-nya. Sang pengirim tidak pernah memberi tulisan ataupun keterangan apapun, MinAh bahkan pernah mengumumkannya melalui radio kampus sebagai barang yang tidak sengaja dia temukan karena dia takut ada orang lain yang ternyata memilikinya dan salah memasukkan ke dalam loker MinAh. Tetapi 2 minggu sejak diumumkan tidak ada yang mendatangi MinAh dan mengambil buku itu. Sejak saat itu MinAh selalu mendapat kiriman buku-buku secara rahasia.

“Hhhhhhh..” MinAh mengehela nafas memikirkan hal itu. “Sudahlah MinAh, mungkin orang itu orang yang memperhatikanmu dan ingn kamu berhasil di bidang akademis” kata Hyejin yang tidak tega melihat sahabatnya itu memikirkan buku-buku rahasianya. “Iya Min, atau dia diam-diam naksir kamu” goda HyunAh sambil mencolek bahu MinAh. “Aiiisshhhh… kalau dia perhatian atau naksir aku,mustinya dia bilang dong siapa dia. Tidak malah bikin aku penasaran setengah mati gini” keluh MinAh. “Aigoo.. Kalau aku lebih milih dikasih barang-barang mahal, dompet, kacamata hitam, tas” kata Jihyo si evil princess. “Kamu sudah punya semua, bahkan bisa ambil sendiri di department store milik appamu” sahut Hyejin merujuk pada Hyundai, salah satu department store terbesar di Korea milik keluarga Jihyo, “Tapi aku kan suka kalau dikasih barang-barang itu dari orang yang suka sama aku, contohnya Sungmin oppa” jawab Jihyo manja. Mau bagaimana lagi, Jihyo dan pacarnya Lee Sungmin memang berasal dari keluarga kaya raya di Korea ini, hartanya tidak akan habis 15 turunan kalau kata Hamun.

“Hai pop girls!!!” kata seorang namja yang berjalan ke arah mereka berlima. “Yaaa Yang Seungho, jangan memanggil kami dengan sebutan itu” kata MinAh ke Seungho tetangga sekaligus sahabatnya sejak bayi. Ya, sejak bayi karena umur mereka hanya terpaut 2 bulan, Seungho lahir pada bulan Januari sedangkan MinAh pada bulan Maret. “Itu kenyataan, MinAh yeobo.. Kalian memang populer, tidak salah kan kalau aku panggil pop girls” jawab Seungho dengan genit. “Hahahahaa kau memang namja yang paling mengerti kami, Seungho” sahut Jihyo dengan lebih genit.

“Yaaa kalian berdua ini, ingat pacar-pacar kalian” kata MinAh sambil melirik Han Gayoon, pacar Seungho, kembang kampus di angkatan 2008. “Annyeong onnideul, bangapseumnida” sapa Gayoon ramah kepada mereka berlima. “Annyeong Gayoon-ssi” jawab MinAh dan kawan-kawan. “Apa kabar haelmonim? Sudah sehat” tanya Hyunah. Adiknya Jung Shinhye merupakan sahabat dari Gayoon, jadi mereka sering bertemu. “Haelmonim sudah sehat onni, ternyata beliau hanya kecapekan berkebun. Hehehe.” jawab Gayoon sambil tersenyum dan memerkan deretan giginya yang rapi dan putih. “Seungho-aah, kau merupakan namja paling beruntung di dunia ini. Bagaimana bisa namja setengil dirimu punya pacar secantik dan sebaik Gayoon?” tanya MinAh dengan nada skeptisnya. Seungho yang sudah terbiasa dengan tingkah laku MinAh tertawa dan menjawab dengan tengil “Yaa Park MinAh, Gayoon yang merasa sangat beruntung sudah mendapatkanku, iya kan jagi?”. “Ne, oppa” jawab Gayoon sambil tersenyum malu. “Hahahahaha Yang Seungho daebak!!!” kata Jihyo yang memang cocok sekali dengan Seungho.

“Apa itu? Buku rahasia lagi?” tanya Seungho sambil menunjuk buku yang baru saja MinAh temukan di loker, MinAh menjawab sambil malas-malasan “Ne… Kamu yakin tidak tau siapa yang naruh buku ini di lokerku?” “Ani.. Kalau aku tau pasti langsung aku kasih tau sahabatku terseksi ini” sahut Seungho. MinAh kembali berpikir, tidak mungkin oppanya yang memberi buku-buku itu, oppanya selalu menjawab “Ani.. Buat apa aku repot-repot membelikanmu buku-buku mahal itu, aku dulu waktu kuliah beli sendiri pake duit jajan. Mending aku pake buat nonton sama Sora” aaahhh oppanya itu memang benar-benar pelit, dia lebih memilih bersenang-senang dengan pacarnya Kang Sora. Sedangkan orang tuanya akan menjawab “Ya mungkin salah satu temanmu atau dosenmu yang dekat denganmu diam-diam memberikannya buat kamu, jadi kamu bisa lebih rajin belajar. Terima saja, anggap rejeki” dipikir bagaimanapun tidak ada temannya yang mau berbaik hati memberikan buku-buku itu secara gratis. Begitu pula dengan dosennya, walaupun dia dekat dengan banyak dosen tapi gangsadeulnya tidak mungkin memberikan buku-buku itu. Haaiiisshh akhirnya MinAh memutuskan untuk tidak memikirkannya dan lebih berkonsentrasi pada UAS dan skripsinya.

***

Semakin mendekati UAS, MinAh dan teman-temannya semakin sering berkunjung ke apartment Yunho. Hal itu bukan karena MinAh ingin mendekati atau cari perhatian pada Yunho (walaupun MinAh sering, eh sangat sering curi-curi pandang ke dosennya itu, yang membuat MinAh tidak konsentrasi dengan pelajarannya dan teman-temannya selalu menggodanya karena hal itu), tetapi karena Yunho memang sering mengajari MinAh dan teman-temannya sejak semester pertama perkuliahannya.

4 tahun yang lalu

Sebagai mahasiswa baru di jurusan psikologi ini MinAh tidak mempunyai teman karena teman-teman SMAnya tidak ada yang memilih jurusan psikologi. Di hari pertama perkuliahan setelah ospek MinAh dibuat terkejut dengan dosen yang saat ini berdiri di depannya. Namja itu masih sangat muda, berusia sekitar 23 tahun yang berarti 5 tahun lebih muda daripada MinAh, tinggi, dengan badan tegap seperti penyanyi yang sering MinAh lihat di televisi. “Kamu tau, dia itu alumni universitas ini yang sangat pintar, namanya Jung Yunho. Dia lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,8” Kata gadis yang nampaknya kaya raya yang duduk di belakang MinAh sambil menunjuk dosen itu “Hmmmm dia tampan. Dan dia sekarang sedang kuliah lagi untuk mengambil magister profesi psikolog. Luar biasa” jawab teman si gadis yang nampak lebih kalem dan anggun.

“Baiklah teman-teman, saya akan menunjuk 5 mahasiswa baru untuk mengikuti lomba yang diadakan Universitas X. Lomba itu diperuntukkan bagi mahasiswa baru psikologi yang belum tahu apapun tentang ilmu psikologi, formatnya akan seperti lomba debat. Saya diberi tanggung jawab untuk melatih mahasiswa yang akan saya pilih untuk mewakili universitas ini. Mahasiswa pertama, Jung Hyunah” kata dosen itu dengan penuh karisma “Ne..” kata gadis kalem yang duduk di belakang Minah. “Kang Hamun” “Ne..” sahut gadis berkacamata yang terlihat sangat pintar dan manis beberapa baris di depan MinAh. “Song Hyejin” “Ne..” jawab seorang gadis dengan penuh percaya diri sambil tersenyum yang duduk sederet dengan MinAh. “Choi Jihyo” “Ne..” jawab si princess yang duduk di belakang MinAh dengan lantang.

“Park MinAh”

“Mwo???” kata MinAh setengah berteriak yang membuat seisi kelas menoleh kepadanya. “Park MinAh” panggil sang dosen untuk kedua kalinya sambil menatap MinAh “Ne..” jawab MinAh dengan nada terkejutnya. “Baik, kalian berlima setelah pelajaran ini berkumpul di ruangan saya”

Flashback end

Dan itulah yang membuat MinAh bertemu dengan keempat gadisnya dan lomba itu pula yang membuat mereka berlima sering belajar bersama di apartment Yunho, sang dosen yang mempertemukan mereka berlima, sang pop girls.

“Yaa MinAh, jangan melamun terus” tegur Yunho “Heh? Eh mianhae oppa..” kata MinAh yang langsung kembali konsentrasi dengan bukunya, sedangkan teman-temannya cekikikan melihat MinAh yang selalu hilang konsentrasi setia dekat dengan Yunho.
“Oppa, mahasiswa lain tidak ada yang belajar di sini?” tanya Hyejin. Mereka memanggil oppa karena Yunho tidak mau suasana belajar di luar ruang kuliah menjadi kaku, oleh karena itu Yunho meminta mereka memanggil oppa jika di luar kampus.

“Tidak ada, ngurusin kalian berlima sudah susahnya minta ampun, apalagi kalo nambah manusia yang minta kuajarin” jawab Yunho asal sambil mengetik bahannya untuk mengajar besok. “Tapi oppa, oppa pasti bahagia kan sering bertemu kami. Secara kami kan geng populer di kampus kita” pancing Jihyo sambil melirik MinAh. MinAh yang merasa pertanyaan itu ditujukan untuk memancing Yunho hanya diam saja pura-pura membaca tetapi telinganya langsung konsentrasi mendengar jawaban Yunho.

“ Yaa Jihyo sejak kapan aku tertarik dengan kepopuleran kalian” jawab Yunho sambil menatap Jihyo tajam. Jihyo yang tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Yunho langsung membuang muka dan menggumam “Huuhh dasar tidak pernah jujur”. “Sudah ayo belajar lagi minggu depan kita sudah UAS. Mianhae oppa..” kata Hamun menetralisir suasana, “Ne, ayo kalian belajar” perintah Yunho dan kemudian kembli sibuk dengan laptopnya. MinAh hanya bisa kecewa karena ternyata cintanya benar-benar bertepuk sebelah tangan.

***

Hari ini jadwal UAS MinAh dan sahabat-sahabatnya. Minah yang sangat stress sampai terbangun pukul 4 pagi, akhirnya dia memutuskan untuk belajar lagi dan membuka bukunya. Di bukunya ada tulisan tangan Yunho yang membuat hatinya sakit karena cintanya tidak terbalas.

Tiba-tiba ide yang luar biasa muncul di kepala MinAh “Kalau sidangku lulus dan aku dapat nilai A, aku akan mengungkapkan cintaku pada jung Yunho apapun hasilnya” kata MinAh pada dirinya sendiri, pikirnya toh kalaupun dia ditolak dia tidak akan menyesal, mereka akan berpisah dan memiliki jalan hidup yang berbeda “Kecuali kalau ada keajaiban aku akan bertemu dengan Yunho oppa lagi”

Kemudian dia menelepon Seungho untuk memberi tahukan ide gilanya itu “Yoboseyo. Yaa Park MinAh, jam berapa sekarang, tidak tahukah kamu kalau aku masih mengantuk!” semprot Seungho “Seungho-aah aku mau bilang sesuatu, ini sangat penting bagi kehidupan percintaanku” kata MinAh tenang “Kehidupan percintaan apa?? Kamu suka Yunho hyung? Aku sudah tau. Jadi…”

“Aku mau mengungkapkannya pada Yunho oppa..” kata MinAh setengah berbisik. “Mwo?? Mworago??” kata Seungho kaget, bahkan cenderung berteriak “Sssssttt.. misalnya aku lulus dan dapat nilai A aku mau mengatakan pada Yunho oppa kalau aku mencintainya, dan aku tidak peduli dengan jawaban atau reaksinya, toh aku dan dia ada kemungkinan tidak akan bertemu lagi kecuali Tuhan mengehendaki. Well, itupun beberapa puluh tahun lagi. Ya ampun Yang Seungho, bahkan sekarang aku sudah sangat cemas. Jangan-jangan aku sudah menderita anxiety disorder, atau mungkin bipolar disorder??” kata MinAh panjang lebar tanpa ada jeda. “Park MinAh kau itu hanya deg-degan karena 2 minggu lagi akan mengungkapkan cinta pada namja, eh bukan namja biasa, tapi pada dosenmu yang sudah kau pendam selama 4 tahun. Tenanglah..” kata Seungho berusaha menenangkan MinAh. “Hmmmm baiklah, lebih baik aku mandi sekarang. Sampai jumpa di kampus Seungho-ku sayang. Gomawo. Muaaaahh..” dan MinAh langsung menutup telponnya tanpa Seungho sempat membalasnya.

Seungho yang tahu betul dan mengenal Park MinAh hanya bisa geleng-geleng kepala dan langsung mengirim bbm pada Gayoon ‘Jagi, tahukah kau hal paling gila yang kudengar pagi ini? Sahabatku tersayang Park MinAh akan mengungkapkan rasa cintanya pada sang dosen Jung Yunho jika dia lulus sidang dan mendapat nilai A. Gila bukan? Tapi aku akan mendukungnya, selalu..’ setelah mengirimnya Seungho langsung tidur lagi karena dia tidak ada ujian hari ini.

***

Setelah ujian MinAh dan kawan-kawan langsung menuju kantin, setelah mereka semua duduk MinAh langsung bicara “Nae yeojadeul, aku sudah berjanji pada diriku bahwa jika aku lulus sidang dan mendapat nilai A aku akan mengungkapkan persaanku pada Jung Yunho” MinAh berusaha tenang ketika mengatakan itu, tetapi nadanya bergetar menunjukkan bahwa sang pembicara sama sekali tidak tenang.

“Uhuk uhuk!!” Hyunah yang sedang minum langsung tersedak, Hyejin yang sedang menelepon kekasihnya Cho Kyuhyun langsung menutup telponnya, dan yang paling heboh tentu saja Choi Jihyo “Mwo??? Kau akan apa Park MinAh?? Mengatakan cinta pada brbrbrbrppbrlprpr” sebelum Jihyo melanjutkan kata-katanya, Hamun sudah menutup mulutnya. “Ssssttt Choi Jihyo!!” kaya Hamun. MinAh hanya bisa menundukkan kepala karena ya seperti yang Seungho bilang mereka populer jadi semua mata di akntin sudah menoleh pada meja mereka. “Aaahh gwenchana.. Gwenchana..” kata Jihyo berusaha menetralkan suasana. Setelah semua makhluk di kantin kembali pada kegiatan masing-masing Jihyo melanjutkan kata-katanya, kali ini dengan berbisik “Mianhae MinAh sayang, aku hanya terkejut, perlu digarisbawahi, sangat terkejut.Bagaimana bisa seorang Park MinAh yang skeptis, gengsinya tinggi dan cuek mau mengatakan perasaannya lebih dulu ke seorang namja, eh dosen??”.

“Ne Park MinAh, demi langit dan bumi, apa yang terlintas di pikiranmu??” tanya Hyejin menatap MinAh dengan mata terbelalak saking ngerinya. “Entahlah yeojadeul, tadi pagi waktu aku belajar buat UAS hari ini aku merasa perlu semangat yang lebih untuk menghadapi sidangku 2 minggu lagi. Dan tiba-tiba ide tergila ini muncul begitu saja, setelah kupikir-pikir tidak ada salahnya kan. Setelah aku lulus aku mau kerja atau kuliah lagi, dan rasanya aku tidak akan kuliah di sini kalau aku jadi menyatakan cinta dan ditolak, tidak ada penyesalan. Aku juga tidak mau jadi orang munafik yang menyimpan perasaannya selama 4 tahun tanpa berusaha apa-apa, kalian tau sendiri aku terkenal sebagai orang yang paling tidak suka sama kebohongan dan kemunafikan. Jadi kalau aku tidak mengungkapkannya aku sama aja dengan orang-orang yang aku benci itu” kata MinAh berusaha tegar sambil melihat ke arah luar, menahan agar air matanya tidak tumpah.

Sahabatnya yang tau bagaimana perasaan MinAh hanya bisa terdiam “Park Minah hwaiting!” kata Hyunah memberi semangat “Park MinAh cantik, hwaiting!” susul Hyejin “Park MinAh hwaiting!!” kata mereka berempat. MinAh yang bisa merasakan ketulusan dari sahabat-sahabatnya ikut tertawa “Gomawo yeojadeul.. Saranghae..” kata MinAh dari hati yang paling dalam.

***

MinAh bersiap-siap ke apartment Yunho, sendirian, untuk belajar menghadapi sidang 10 hari lagi. “Aiisshh mereka berempat pasti sengaja tidak mau ikut, mereka berempat membiarkan aku berdua dengan Yunho oppa” kata MinAh sambil memilih-milih baju yang akan dipakainya menemui Yunho. “Park MinAh, kau mau kencan ya??” tanya Jungsoo penuh selidik yang entah datang dari mana tiba-tiba sudah berada di samping MinAh. “Ya ampun oppa, oppa datang dari mana? Mengagetkanku saja. Aku mau belajar di rumah Yunho gangsanim, 10 hari lagi aku sidang oppa. Oppa tidak mau adeknya ini tidak lulus kan??” jawab MinAh sambil kembali memilih baju. Dia menimbang-nimbang apakah akan memakai dress berwarna pastel dengan model kasual tetapi sangat manis yang belum pernah dia pakai. “Tapi pilihan bajumu berkata bahwa kau akan kencan Park MinAh” goda Jungsoo “Oppa cepat keluar dari sini” usir MinAh sambil mendorong oppanya keluar dari kamarnya. “Jungsoo, Sora sudah datang!” kata umma mereka “Ne umma, aku keluar” jawab Jungsoo sambil berlari keluar dari kamar adiknya sebelum dilempar bantal oleh adik satu-satunya itu.

Ting tong.. MinAh memencet bel apartment Yunho dengan deg-degan sambil mengecek dressnya “Tenang MinAh, ini bukan kencan” kata MinAh dalam hati. Klek.. Yunho membuka pintu apartmentnya. Yunho nampak sangat luar biasa tampan, dia baru selesai mandi yang nampak dari rambutnya yang masih agak basah, kaos yang dipakai semakin mempertegas dadanya yang bidang. “Aiisshh apa yang kau pikirkan Park MinAh” MinAh berusaha menenangkan diri. Yunho mengamati MinAh dari atas sampai bawah “I… ini baju yang kemarin baru kupakai hanya sebentar oppa, jadi sayang kalau dicuci padahal belum kotor. Tapi tenang saja, aku sudah memakai parfum kok, jadi tidak akan bau” kata MinAh meracau untuk menutupi kegugupannya dilihat seperti itu oleh Yunho. “Masuklah” kata Yunho singkat. “Park MinAh, apa yang kau katakan” bisik MinAh pada dirirnya sendiri. Sesampai di ruang tamu MinAh langsung duduk dan meletakkan buku-bukunya di meja tempatnya biasa belajar bersama teman-temannya. “Mau minum apa?” tanya Yunho seperti biasa jika MinAh dan teman-temannya datang. “Orange juice, oppa.. Gamsahamnida” jawab MinAh juga seperti yang biasa dia berikan setiap belajar bersama Yunho, dan yang paling luar biasa, Yunho selalu menyediakan orange juice di apartmentnya.

Setelah Yunho memberikan orange juice sesuai permintaan MinAh, tiba-tiba MinAh mengeluarkan pertanyaan terbodoh “Oppa, kenapa di sini selalu tersedia orange juice? Setiap aku minta orange juice, pasti oppa berikan, kalau permintaan teman-teman lain kadang-kadang tidak ada” dan setelah mengeluarkan pertanyaan itu MinAh langsung mengutuk dirinya sendiri “Bodoh kau Park MinAh, apa yang kau tanyakan”. “Uhuk uhuk!!” Yunho yang sedang meminum tehnya langsung tersedak “Oppa, gwenchana??” tanya MinAh panik sambil menepuk-nepuk punggung Yunho. “Ne, nan gwenchana. Pertanyaanmu sungguh bodoh Park MinAh, tentu saja karena aku suka orange juice” jawab Yunho sambil menyalakan laptopnya “Mianhae oppa, aku hanya penasaran” kata MinAh penuh sesal. “Ya sudah ayo belajar” suruh Yunho.

Setelah 2 jam tanpa henti belajar, MinAh merasa sangat lelah “Oppa, aku lelah, boleh istirahat sebentar?” tanya MinAh setengah merajuk “Oke, setengah jam ya..” jawab Yunho. “Gomawo oppa” kata MinAh sambil memberikan senyum termanis dan tertulusnya pada Yunho “N..Ne..” sahut Yunho yang langsung pergi ke dapur. “Park MinAh, apa-apaan itu, pertanyaan bodoh, merajuk. Otakmu sudah tidak waras.. Kyaaa” kata MinAh frustasi. Yunho datang sambil membawa kripik kentang dan orange juice 1 liter. “Nih..” kata Yunho sambil meuangkan orange juice untuk dirinya dan MinAh

“Aaaaahh jeongmal gomawo oppa, ini kripik kentang favoritku. Oppa tau dari mana aku suka kripik kentang?” tanya MinAh sambil mengambil kripik kentang favoritnya itu. “Uhuk uhuk uhuk!!” untuk kedua kalinya Yunho tersedak. “Mi.. Mianhae oppa” kata MinAh panik “Ya tentu saja karena aku juga suka kripik kentang uhuk uhuk!! Aku permisi mau ke kamar sebentar uhuk uhuk!!” kata Yunho lalu meninggalkan MinAh sendirian di ruang tamu. “Park MinAh, kau benar-benar bodoh!! Oppa memang tidak menyukaimu, tapi jangan lakukan hal-hal bodoh di depannya. Lebih baik kau diam” kata MinAh dengan sangat kesal.

Sambil menunggu Yunho keluar dari kamar, MinAh berjalan-jalan melihat-lihat ruang tamu Yunho, karena kalau ada teman-temannya dia tidak akan bisa melakukannya dengan bebas. Di atas televisi ada foto Yunho dan adik perempuannya serta kedua orang tua mereka. “Adiknya sangat cantik, pantas Yunho oppa punya selera yang tinggi terhadap wanita” gumam MinAh sambil mengingat wajah Jun Jihyeon, mantan pacar Yunho ketika masih kuliah. MinAh beberapa kali melihatnya karena Jihyeon adalah dosen di fakultas ekonomi di universitasnya. Yunho dan Jihyeon juga sempat beberapa kali terlihat bersama untuk mengobrol. “Aiiissshh Jihyeon unni sangat cantik dan elegan, berbeda jauh denganku”.

“Park MinAh, ayo belajar lagi” panggil Yunho “Ne oppa” jawab MinAh dan kembali ke ruang tamu. Sebelum mulai belajar MinAh bertanya pada Yunho “Oppa, adikmu cantik sekali, oppa kangen sama dia??” “Namanya Jiyeol, dia cantik sekali. Aku kangen padanya, tapi dia sangat dewasa, jadi kalau aku bilang sedang kangen,dia akan langsung menjawab bahwa dia tidak apa-apa di Gwangju, dia baik-baik saja sendirian di sana. Aku tau itu hanya alasannya agar aku tidak mengkhawatirkannya.” Kata Yunho penuh sesal. MinAh yang tidak mau semakin membuat Yunho sedih langsung membuka bukunya “Ternyata oppa kesepian di sini, sama seperti adiknya. Tapi keinginan untuk menggapai cita-citanya sangat besar dan dia mengorbankan perasaannya sendiri. Andaikan aku bisa jadi kekuatannya” kata MinAh dalam hati sambil melirik Yunho.

***

Hari inipun tiba, hari di mana MinAh harus menjalani sidangnya demi masa depannya. Hari di mana MinAh harus mengungkapkan perasaanya pada Yunho jika dia mendapat nilai A. “Park MinAh, kau pasti bisa melewatinya” katanya di depan kaca. Sebelum berangkat dia pamit pada umma, appa, dan oppanya. Mereka semua mendoakan dan memberi semangat pada MinAh, bahkan oppanya memeluk dan mencium MinAh, hal yang sudah lama tidak dilakukan Jungsoo.

Sampai di kampus, keempat temannya sudah menunggu “Park MinAh, hwaiting!!” kata mereka berempat sambil memeluk MinAh, MinAh yang sangat terharu dengan perhatian sahabat-sahabatnya hanya bisa berterima kasih.

Setelah 2 jam MinAh keluar ruang sidang. “Bagaimana hasilnya??” tanya Seungho dan Gayoon. Sedangkan keempat sahabatnya hanya bisa menutup mata menunggu hasil sidang MinAh. “Sayang sekali aku dapat A” kata MinAh “Kyaaaaaaaaaaaaa” semua berteriak “Selamat MinAh” “Aku yakin kamu bisa” “Katakan cintamu sekarang” tiba-tiba Hamun menyeletuk dan semua terdiam. “Janji adalah janji Park MinAh” kata Hyunah. “Baik aku akan ke apartment Yunho oppa sekarang, aku tau dia tidak mengajar hari ini” jawab MinAh yang disambut tawa bahagia dari sahabat-sahabatnya.

Setelah menelepon umma, appa, dan oppanya untuk memberitakan kabar kelulusan ini, MinAh bersiap-siap ke apartment Yunho. “Park MinAh, kamu mau kami temani??” tanya Hyejin ragu-ragu di kamar mandi sambil menunggu MinAh merapikan make upnya. “Jeongmal?? Kalian mau menemaniku?? Aku senang sekali.. Temani aku sampai depan apartment Yunho oppa ya..” jawab MinAh bahagia. “Pasti..” kata mereka berempat sambil tertawa dan menggoda MinAh.

20 menit setelah menempuh perjalanan, mereka berlima sampai di depan apartment Yunho. “Akhirnya..” kata MinAh “Yeaayyy, ayo Park MinAh, taklukkan hati sang dosen” kata Jihyo memberi semangat. “Teman-teman, ayo sembunyi” kata Hamun tiba-tiba sambil mengajak mereka sembunyi di balik pohon di depan apartment Yunho.
MinAh dan teman-temannya melihat Yunho di depan apartment, bersama Jihyeon, mengobrol sambil berangkulan, tertawa sangat bahagia. Hati MinAh sangat sakit, tapi dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh “Di depanku, Yunho oppa tidak pernah tertawa sebahagia itu”. Teman-teman MinAh hanya bisa terdiam sambil mengawasi Yunho dan Jihyeon yang nampak seperti pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Akhrinya Jihyeon pulang, tapi sebelumnya dia mencium pipi Yunho dengan lembut, dan Yunho terlihat sangat bahagia mendapat ciuman dari Jihyeon. MinAh sudah tidak bisa membendung air matanya lagi. Dia berlari ke taman di dekat apartment Yunho dan menangis sejadi-jadinya.
Dia ditolak bahkan sebelum menyatakan perasaannya. Sahabat-sahabat MinAh berusaha menghiburnya tetapi tidak berani mengatak sepatah katapun karena takut membuat MinAh terluka lebih dalam.

Setelah 25 menit menangis dikelilingi sahabat-sahabatnya, MinAh akhirnya berbicara “Kalian pulang saja sekarang, sudah mulai gelap. Aku mau di sini sebentar lagi” “Andwae, aku akan menemanimu sampai kapanpun” kata Jihyo menolak permintaan MinAh. “Aku juga akan tetap di sini Park MinAh” kata Hyunah yang terlihat ingin menangis juga karena melihat sahabatnya patah hati. “Jebal, aku benar-benar ingin sendiri. Aku akan menghubungi kalian kalau aku butuh kalian, tapi untuk saat ini aku ingin sendiri” “Sudahlah, MinAh ingin sendiri, hargai keinginannya” kata Hyejin “Ayo kita pulang, tapi MinAh, kalau ada apa-apa jangan segan untuk menelepon kami, kapanpun” kali ini Hamun yang bicara. “Ne, aku tidak akan bunuh diri kok. Tenang saja” kata MinAh sambil berusaha tertawa. Akhirnya satu persatu sahabatnya memeluk MinAh dan berpamitan. “Kalau orang tuaku atau Jungsoo oppa menelepon kalian, bilang saja aku sedang jalan-jalan di mall sendirian” pinta MinAh sebelum sahabatnya pergi. “Ne, Park MinAh” jawab Hyejin mewakili teman-temannya.

MinAh duduk di situ sampai matahari benar-benar tak nampak. Dia tidak menangis, hanya terdiam, memikirkan perjalanan cintanya selama 4 tahun. Semua suka duka yang dia rasakan ketika menyimpan rasa cinta terhadap Jung Yunho, namja yang sedikit banyak telah merubah hidupnya, dan memberi kenangan-kenangan yang priceless. 4 tahun yang berat sekaligus indah, yang membuat MinAh tertawa mengenang masa-masa awal kuliah sampai sekarang dia sudah lulus. MinAh berpikir, kalau dia bisa menahan perasaannya selama 4 tahun mengapa saat ini dia tidak bisa menahan rasa sakitnya untuk beberapa saat saja? Toh rasa sakit itu hanya akan bertahan 1 minggu, atau paling lama 1 bulan. Dan MinAh tidak ingin jadi orang yang munafik.

Tanpa MinAh sadari dia sudah ada di depan apartment Yunho. Ting tong.. Yunho membukakan pintu dan langsung memeluk MinAh. Tunggu, apa MinAh sedang bermimpi?? Yunho memeluknya??

“Aku sudah menunggumu cukup lama Park MinAh..” kata Yunho masih memeluk MinAh. “Mwo?” MinAh yang masih tidak mengerti keadaan ini hanya bisa tertegun kaget. “Nado. Nado saranghae..” Bisik Yunho yang membuat MinAh semakin bingung “Maksud oppa??”
“Aku tau kau ke sini untuk menyatakan perasaanmu padaku, aku tau semua rencanamu, tentang sidang, nilai A, dan pernyataan cintamu” kata Yunho dengan tegas “Oppa, tau dari mana?? Seungho??” tebak MinAh “Bukan, tapi dari Gayoon, Han Gayoon..” sangkal Yunho

“Tapi bagaimana mungkin? Aku tidak pernah bercerita apa-apa pada Gayoon, oh mungkin Seungho yang cerita, tapi bagaimana bisa dia kenal dengan oppa?” tanya MinAh masih dalam kebingungannya. “Begini Park MinAh, Han Gayoon itu sepupuku, ummanya adalah adik dari appaku. Awalnya aku tidak ada keinginan untuk minta tolong dia, mengingat aku bisa melaksanakan tugas memata-mataimu sejak semester 1, sejak aku jatuh cinta padamu, bisa kulakukan dengan sangat baik” “Maksud oppa, semua buku-buku itu…”

“Ne.. itu semua aku yang memberikan. Aku mengawasi kuliahmu, nilai-nilaimu, untuk memberimu semangat belajar, untuk memberi tau bahwa aku selalu ada di sampingmu walau kamu tidak tau siapa orang misterius itu, tapi aku senang melihatmu membawa buku-bukuku dan belajar hingga mendapat nilai memuaskan. Aku merasa sangat bahagia” MinAh yang terkejut dan bahagia hanya bisa memeluk Yunho dengan lebh erat “Aku kira orang yang mengirimkan buku-buku itu psikopat hehhee” kata MinAh jujur “Hei, mana ada psikopat sekarismatik aku” kata Yunho dengan kesal “Aiisshh itu juga pasti dari Gayoon” tebak MinAh “Pintar! Setelah aku tau Gayoon berpacaran dengan Seungho aku dibantu Gayoon memata-mataimu. Well itupun terpaksa karena dia melihatku memasukkan buku ke dalam lokermu, dan Gayoon mengancam akan melaporkan padamu jika tidak diperbolehkan membantuku. Akhirnya aku terima tawarannya, semua hal tentangmu aku tau dari Gayoon, karena Seungho adalah tipe lelaki yang tidak bisa kehilangan cintanya dan secara otomatis dia menceritakan semua hal pada cintanya itu. Fyi, sepertinya aku dan Seungho setipe, hati-hati ya kalau aku menceritakan semua hal padamu” kata Yunho memberi warning

“Tenang saja oppa, aku juga akan melakukannya kok” jawab MinAh malu-malu “Aku menyukai oppa sejak oppa mengajariku dalam mempersiapkan lomba debat. Tapi aku mahasiswa baru, bisa apa, banyak sekali mahasiswa senior yang menyukaimu, aku hanya bisa melihatmu dan menyimpan perasaan ini, selama 4 tahun” sambung MinAh menceritakan awal mula dia menyukai Yunho “Lalu hari ini kamu mau menyatakan perasaanmu karena tidak mau jadi orang munafik yang berpaling dari perasaannya sendiri?” “Ne, oppa..” jawab MinAH mantap. “Lalu kenapa kamu membuatku menunggu? Aku sudah mempersiapkan kejutan, aku yang akan menyatakan cinta duluan begitu kamu datang, tapi kamu malah baru datang jam segini dengan tampang kucel pula” tanya Yunho penasaran “Aku sudah di sini dari tadi sore, tapi aku melihat oppa dan Jihyeon unni keluar dari apartment sambil tersenyum bahagia, dia bahkan mencium pipimu dengan mesra” kata MinAh menjelaskan apa yang dia lihat tadi sore “Hahahahhaha Jihyeon memang mantan pacarku, tapi dia akan menikah bulan depan. Dia ke sini untuk memberi undangan. Tentu saja aku bahagia mendengar dia akan menikah, dia kan sahabatku” jelas Yunho “Hehehe mianhae oppa” MinAh malu mengingat kesalahpahamannya tadi sore.

Yunho melepaskan pelukannya dan menatap MinAh dengan dalam “Jadi yeobo, karena kamu sudah menungguku selama 4 tahun, maukah kamu menungguku 2 tahun lagi?” tanya Yunho tiba-tiba yang membuat MinAh bingung “Mwo? Menunggu untuk apa oppa?” “Menunggu untuk jadi istriku. Rasanya aku ingin menikahimu sekarang, tapi aku belum punya apa-apa untuk membahagiakanmu dan calon anak kita, jadi kuharap kamu mau menunggu 2 tahun lagi. Aku yakin 2 tahun lagi aku bisa menjadi suami dan ayah yang lebih bertanggung jawab” kata Yunho dengan yakin.

“Jadi oppa melamarku?” tanya MinAh, Yunho mengangguk mengiyakan pertanyaan MinAh. “Ne, oppa aku mau menunggu 2 tahun lagi, dan aku janji aku bakal bisa jadi kekuatan oppa”. Yunho yang tersenyum bahagia mencium MinAh dengan sangat manis yang dibalas MinAh dengan ciuman yang manis dan penuh cinta pula

***

The end

This is my 1st ff, jadi mianhae kalo tidak memuaskan.. Terima kasih sudah membaca..
@gurlindah93