Superstar part 1

@gurlindah93

Cast:

Park MinAh

Jung HyunAh

Song Hyejin

Choi Jihyo

Kang Hamun

DBSK

SJ

Tahun 2005

“MinAh, aku bakal debut jadi member Super Junior bulan depan” kata Hyukjae di telepon. MinAh yang baru pulang sekolah langsung heboh “Kyaaaaaa~ oppa!! Chukkae.. Congratulations.. Akhirnya mimpimu jadi kenyataan, aku ikut senang.. Saranghae oppa, kekasihku akan jadi penyanyi.. Kyaaaa~”  sambil melemparkan tasnya dan loncat-loncat di tempat tidur. Dia sangat bahagia karena pacarnya, Lee Hyukjae akan debut sebagai penyanyi setelah bertahun-tahun menjadi trainee di SM entertainment.

“Gomawo MinAh..” kata Hyukjae pendek “Lalu bagaimana dengan oppaku?” MinAh menanyakan oppanya, Park Jungsoo yang juga trainee di SM. “Oppamu akan menjadi teman 1 grupku” jawab Hyukjae “Jinjja?? Kyaaaaaa~” teriakan MinAh semakin keras. “MinAh jangan keras-keras kalau bicara” tegur ummanya dari luar kamar “Ne umma..” sahut MinAh yang kemudian memelankan suaranya “Jadi oppa, kita akan makin sering bertemu dan kencan. Aku akan beralasan kalau aku ingin menemui Jungsoo oppa padahal aku akan menemuimu. Hehehehe…” kata MinAh menyampaikan ide nakalnya ke Hyukjae.

MinAh dan Hyukjae memang pertama kali bertemu di gedung SM ketika dia menjenguk Jungsoo, dan MinAh dikenalkan ke Hyukjae yang juga seorang trainee. Umur mereka yang tidak terlalu jauh membuat mereka sangat akrab dan 1 tahun kemudian mereka resmi berpacaran. MinAh sangat mendukung 2 lelaki yang dia cintai dalam menggapai cita-cita mereka sebagai entertainer. Tiap semingu sekali MinAh mengunjungi gedung SM untuk menemui oppanya tetapi lebih sering sih untuk  berpacaran dengan Hyukjae, dan mengunjungi Jungsoo oppa adalah alasan yang diberikan MinAh kepada orang tuanya.

“MinAh….” panggil Hyukjae dari seberang telpon, “Ne oppa..??” jawab MinAh yang masih loncat-loncat di tempat tidur. “Aku ingin…….. kita putus…….” kata Hyukjae pelan “Mwo????” teriak MinAh yang langsung berhenti loncat-loncat. “Aku ingin kita putus” kata Hyukjae dengan suara bergetar .

“Wae oppa?? Kita baru saja melewati 1st anniversary kita, dan selama ini tidak ada masalah besar yang terjadi pada kita. Apa aku membuat kesalahan?” tanya MinAh hampir menangis. “Ani, kamu tidak pernah membuat kesalahan, kamu selalu membahagiakanku” jawab Hyukjae yang terdengar tulus “Lalu apa oppa? Kenapa tiba-tiba oppa ingin putus??” kali ini air mata MinAh sudah mengalir pelan. “Aku ingin konsentrasi dengan karierku, kamu tau sendiri bagaimana susahnya aku menjadi trainee dan akhirnya debut sebagai member boyband” jelas Hyukjae.

“Lalu kenapa oppa, bukankah aku selalu mendukung dan mendoakan oppa dalam menggapai cita-cita oppa? Aku tidak pernah mengeluh walau kita tidak punya waktu untuk kencan seperti teman-temanku yang lain. Aku yang selalu mengalah dan mendatangi oppa ke gedung SM. Atau jangan-jangan hal itu malah mengganggu oppa?” tanya MinAh setengah histeris yang masih tidak percaya bahwa percintaannya yang dia perjuangkan mati-matian akan segera berakhir, atau sudah berakhir.

“Ani.. Supportmu benar-benar membantuku dan aku sangat menghargai hal itu, tapi itulah yang membuatku ingin mengakhiri hubungan ini. Aku tidak pernah dan tidak akan pernah bisa memberimu hubungan yang normal, aku akan sangat sibuk dan berkonsentrasi dengan grupku. Jika menjadi trainee saja aku sudah tidak bisa membahagiakanmu, bagaimana nanti?” kata Hyukjae berusaha menjelaskan kepada MinAh.

“Tapi aku bahagia oppa, mendengar suaramu saja sudah membuatku bahagia dan tenang. Aku bisa menerima kalau kita bertemu hanya semingggu sekali, bahkan sebulan sekali, asalkan aku tau kalau oppa ada untuk aku, dan aku ada untuk oppa” kata MinAh yang semakin histeris. Tangisannya sudah tidak bisa dibendung lagi, MinAh berpikir bagaimana mungkin hubungan yang sudah dibina selama setahun ini berakhir dengan alasan yang sebenarnya sudah terjadi bahkan sejak hari pertama mereka jadian.

“Mianhae MinAh, jeongmal mianhae..” kata Hyukjae penuh penyesalan kemudian menutup telponnya. “Oppa jangan ditutup, oppa.. oppaaaaaaaa!!!” teriak MinAh di telpon walaupun dia tau tidak ada yang mendengarnya di seberang sana.

Selama setengah jam MinAh hanya bisa menangis histeris di kamarnya, dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Hyukjae. Kalau memang akhirnya seperti ini buat apa Hyukjae menyatakan cintanya, karena dari awal mereka berdua tau suatu saat Hyukjae akan debut sebagai entertainer.

“Oppaaaaaa… Oppaaaaaaaaaaaaa.. Oppaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” kata MinAh saat Jungsoo menerima telponnya, dia ingin bercerita kepada oppanya tetapi hatinya sangat sakit sehingga tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. “MinAh, ada apa?? Jawab oppa… MinAh.. Park MinAh..” kata Jungsoo yang panik mendengar adiknya menangis dengan histeris. “Oppaaaaaaa… Aku patah hati…” kata MinAh di sela-sela tangisnya. “Mwo?? Patah hati?? Maksudmu kamu putus sama Hyukjae?? Oke, oke, aku akan segera pulang, tapi oppa akan meminta penjelasan kepada Hyukjae dulu.. Jangan menangis, jangan buat oppa khawatir. Oppa akan pulang, tunggu oppa” dan Jungsoo langsung menutup telponnya.

“MinAh, ada apa..??” tanya umma dan menghampiri anak gadisnya yang sedang menangis histeris di kamar “Umma.. Ummaaaaaaa.. Hyukjae oppa memutuskanku.. huhuhhuhuhuhuuuu”  jawab MinAh masih terus menangis dan langsung memeluk ummanya.

Satu jam kemudian Jungsoo datang dan langsung memeluk adiknya. Dia tau adiknya patah hati karena cinta pertamanya. “Oppaaaaaaaaaaaaaaaa..” tangis MinAh semakin keras “MinAh, Hyukjae sudah menjelaskan semuanya, dia tidak ingin membuatmu kesepian. Jangan menangis lagi ya..” Jungsoo berusaha menjelaskannya yang malah membuat MinAh semakin menangis “Wae oppa?? Wae?? Aku sudah berusaha keras membahagiakan Lee Hyukjae, aku tau kami akan jarang bertemu, aku isa menerima itu. Tapi kenapa dia memutuskanku?? Wae????” MinAh masih terus saja menangis dan Jungsoo membiarkan adiknya menangis.

Setelah beberapa saat MinAh sudah nampak lebih baik dan mengontrol emosinya.

“MinAh lebih baik kamu tidur, istirahat. Nanti bicaralah lagi dengan oppa” kata umma dengan tegas “Tapi umma, aku harus kembali ke kantor, ada latihan untuk mempersiapkan debut kami….” sela Jungsoo “Jungsoo kali ini adikmu lebih butuh kehadiranmu daripada teman-temanmu, sudah bertahun-tahun kamu tidak ada untuk adikmu, sekarang adikmu benar-benar butuh kamu, bukan suaramu” umma mengatakannya dengan sangat tegas, sehingga Jungsoo tidak bisa membantahnya.

“Yoboseyo Siwon-aah, tolong beritahu teman-teman yang lain aku tidak bisa  ikut latihan dan sepertinya aku akan tidur di rumah malam ini…” kata Jungsoo sambil berjalan keluar kamar MinAh.

“Sudah tidurlah, kamu butuh istirahat. Lihat, matamu sudah sebesar bola tenis begitu, bagaimana bisa mencari pengganti Hyukjae kalau penampilanmu begini..” canda umma “Ummaaaaaaaaaa…” kata MinAh sambil merajuk. “Selamat tidur sayang..” setelah menyelimuti MinAh, umma mencium keningnya dan langsung keluar kamar.

MinAh yang terlalu lelah berkata pada dirinya sendiri “Park MinAh, besok pagi kamu harus bisa melupakan Lee Hyukjae” dan MinAh langsung tertidur karena terlalu capek menangis.

***

“Hoaaaaaahhhmmm” MinAh terbangun dan kaget mendapati Jungsoo duduk di sebelahnya sambil memainkan hpnya. “Morning dongsaeng..” sapa Jungsoo tanpa melihat ke arah MinAh. “Oppa, jangan memakai bahasa Inggris lagi, bahasa Inggrismu itu sungguh aneh..” ejek MinAh “Biarin, daripada ngigau semalaman ‘Hyukjae oppa… Jangan tinggalkan aku..’” balas Jungsoo.

MinAh yang merasa sangat malu langsung memukul oppanya dengan bantal “Oppa!!! Apa yang kamu katakan. Kamu terlalu melebih-lebihkan” “Siapa yang melebih-lebihkan, aku mendengarnya dengan telingaku sendiri dan terbangun setiap kamu mengigau. Akhirnya waktu tidurku berkurang, kamu tau itu??” kata Jungsoo yang kali ini menatap adiknya dengan melotot. “Siapa suruh tidur di sini..??” bentak MinAh untuk menutupi rasa malunya sambil melihat ke arah jam dinding di kamarnya.

“Astaga oppa, sekarang sudah jam 8, aku terlambat, kenapa oppa tidak membangunkanku??” kata MinAh panik. “Tenang.. Umma yang menyuruhmu tetap tidur dan membiarkanmu bolos untuk hari ini..” sahut Jungsoo  dan kembali sibuk dengan hpnya. “Oooohhhh..” MinAh kembali meringkuk di dalam selimutnya. “Oppa belum menjawabku, kenapa oppa tidur di sini?” tanya MinAh penasaran “Umma yang memaksaku, terpaksa aku ijin ke teman-teman dan trainerku” jawab Jungsoo.

Mendengar kata teman-teman, MinAh langsung teringat teman oppanya yang juga mantan kekasihnya, Lee Hyukjae. “Oppa.. bagaimana kalau oppa tidak usah debut bersama Super Junior?” pertanyaan MinAh langsung membuat Jungsoo menatap MinAh dengan terkejut. “Mwo?? Hanya gara-gara adikku patah hati, aku tidak boleh debut sebagai penyanyi yang merupakan cita-citaku sejak dulu?? Shiro!!” “Tapi yang membuat adikmu patah hati itu teman satu grupmu oppa.. Oppa mau aku selamanya patah hati gara-gara Hyukjae?? Tiap ketemu oppa pasti ketemu dia.. Huuuhhh!!” kata MinAh dengan kecewa

“Park MinAh, kalau aku keluar, aku kerja apa? Aku sudah mengorbankan pendidikanku dan selangkah lagi cita-citaku akan terkabul. Aku akan terus melanjutkan cita-citaku apapun yang terjadi. Dan masalah bertemu dengan Hyukjae, kamu bukan anak kecil lagi, masak mau berantem sama orang selamanya? Lagian dia memutuskanmu bukan untuk menjadi musuhmu, tapi untuk kembali jadi temanmu dan membahagiakanmu.. Ciihhh ada-ada saja” kata Jungsoo kembali  sibuk dengan hpnya.

MinAh yang sangat kesal dengan oppanya merebut hp oppanya “Oppa bisa kerja apa saja, wiraswasta kek, atau kerja di kantor appa. Kan banyak pekerjaan lain” MinAh masih kukuh dengan permintaannya. “Haiiiisshh adikku ini tidak pernah dewasa. Kamu tau apa saja yang kukorbankan demi mendapatkan posisi ini. Waktu dengan keluarga, waktu…..”

“Aku tidak ingin oppa meninggalkanku seperti Hyukjae meninggalkanku gara-gara debut sebagai entertainer” potong MinAh sambil menangis. “Oppa tau, kata Hyukjae kalau jadi entertainer, dia tidak akan punya waktu untukku karena akan sangat sibuk. Rasanya oppapun akan seperti itu…”

Jungsoo yang terkejut dengan pernyataan adiknya langsung memeluk MinAh “MinAh, kamu adalah adikku satu-satunya, darah yang mengalir di nadimu sama seperti darahku. Mana mungkin aku akan melupakanmu. Setiap aku berkaca aku melihat wajahmu di depanku, setiap aku bernafas rasanya seperti mencium aroma tubuhmu. Jadi kamu bisa membayangkan betapa berartinya kamu untuk oppa. Oppa tidak akan pernah melupakanmu, arasseo??”

MinAh merasa sangat tenang setelah mendengar perkataan yang tulus dari oppanya, MinAh yakin oppanya tidak seperti Hyukjae, dan itu sangat melegakan MinAh. “Ne oppa, mianhae.. Aku tau oppa tidak akan meninggalkanku” kata MinAh sambil berusaha tersenyum.

“MinAh, Jungsoo, ayo sarapan.. MinAh belum makan dari tadi malam..” teriak ummanya dari luar kamar. “Ne umma.. Park MinAh, hapus air matamu, kita makan sekarang. Kajja..” ajak Jungsoo “Gomawo oppa” kata MinAh sambil menghapus air matanya dan keluar kamar.

***

Sebulan setelah kejadian itu, Jungsoo, Hyukjae dan 11 namja lainnya debut sebagai boyband Super Junior, oppanya diberi tugas sebagai leader. Tapi MinAh sekalipun tidak pernah datang untuk melihat penampilan oppa dan teman-temannya, bahkan MinAh sudah tidak pernah menginjak gedung SM lagi seperti dulu. Ya, itu semua karena Lee Hyukjae, karena MinAh masih mencintai cinta pertamanya itu, dan sangat menyakitkan melihatnya sebagai penyanyi yang membuat Hyukjae meninggalkan MinAh.

Beberapa bulan setelah debut, Jungsoo mengajak semua teman-teman segrupnya ke rumahnya untuk merayakan 25 tahun pernikahan orang tuanya. MinAh sudah tidak bisa mengelak lagi, karena itu permintaan khusus dari kedua orang tua dan oppanya. MinAh tidak sanggup menolak karena MinAh sadar selama ini dia sudah sangat egois dengan tidak pernah mengunjungi oppanya lagi. Lagipula MinAh merasa sudah mulai bisa melupakan sakit hatinya dan dia sudah bisa melihat penampilan oppanya di tv walaupun hanya sebentar. MinAh tidak mau jadi anak manja dan egois.

“MinAh, mianhae kalau oppa bawa teman-teman oppa ke rumah. Oppa ingin mengajak mereka merasakan kebahagiaan kita karena kami bertiga belas sudah bekerja sangat keras, jadi oppa pikir kami butuh sedikit hiburan” kata Jungsoo saat MinAh mempersiapkan bakaran barbeque di halaman belakang rumah mereka yang tidak terlalu luas.

MinAh menghentikan kegiatannya dan menatap oppanya “Gwenchana oppa, aku sudah baik-baik saja. Tapi mianhae kalau aku tidak bisa berperilaku terlalu menyenangkan nanti, tapi aku akan berusaha keras untuk membuat semua orang bahagia” kata MinAh sambil tersenyum. “Gomawo dongsaeng, aku sangat menghargainya” Jungsoo langsung memeluk adiknya dan bersyukur adiknya  sekarang sudah lebih dewasa karena kejadian patah hatinya itu.

Tepat jam 7 malam semua member Super Junior sudah berkumpul di rumah keluarga Park. “Baik ayo kita berdoa bersama untuk kebahagiaan keluarga kami, dan semoga orang tuaku akan langgeng selamanya” Jungsoo memberi sambutan dengan nada yang membuat semua tertawa.

Setelah berdoa, mereka semua langsung keluar untuk berkumpul di halaman belakang. Karena jumlah member yang banyak, halaman itu menjadi terasa sempit.

“Annyeong MinAh..” sapa seseorang kepada MinAh yang sedang membakar sosis. “Annyeong Hyukjae oppa” balas MinAh datar.

“Sudah lama kita tidak bertemu, kamu tidak pernah melihat performance kami secara langsung, padahal umma dan appamu pernah mengunjungi kami” kata Hyukjae sambil tersenyum untuk menyairkan suasana. “Mianhae, aku sibuk oppa, sebentar lagi akan mengikuti ujian akhir” jawab MinAh dengan nada yang masih datar.

Dan mereka berdua terdiam dengan pikiran masing-masing.

“Mianhae MinAh. Mianhae, aku sudah sangat menyakitimu. Aku harap kamu mau memaafkanku” kata Hyukjae tiba-tiba dengan penuh penyesalan. MinAh menatap namja yang pernah dia cintai dan berusaha tersenyum “Gwenchana oppa, aku sudah baik-baik saja. Mianhae kalau aku pernah menjadi bebanmu. Dan gomawo untuk semua kenangan yang oppa berikan”

MinAh yang takut air matanya jatuh langsung menunggalkan tempat itu dan masuk ke kamarnya. Di dalam kamar MinAh menangis tanpa suara karena tidak ingin ada yang mendengarnya. “Aku tidak ingin lagi berpacaran dengan artis. Tidak akan pernah…” Janji MinAh kepada dirinya sendiri.

***

Malam tahun baru 2011

“MinAh onni, nanti ada Leeteuk oppa..” teriak Kang Hamun kepada MinAh yang sedang browsing dengan laptopnya di dalam kamar Song Hyejin. “Ara.. Oppa sudah mengirimkan sms tadi pagi” jawab MinAh sambil terus menatap layar laptopnya.

“MinAh onni itu punya kakak kaya Leeteuk oppa kok cuek bebek gitu, heran deh..” kata Choi Jihyo. “Kalau aku sih sudah pamer ke semua orang..” kata Hamun sambil terus memelototi layar tv.

“Kalian tau, bahkan ELF tidak tau wajah MinAh, karena minAh tidak pernah mau muncul di tv, radio, atau di manapun sebagai adik Leeteuk, leader Super Junior. Yang ada malah foto candid MinAh pas di depan rumah atau sekolah. Dan anehnya MinAh selalu tau kalau ada paparazzi atau ELF di sekitarnya, dia bakal sigap nutupin mukanya. Hebat kau Park MinAh..” puji Hyejin. MinAh masih tidak bergeming dari laptopnya.

MinAh dan keempat sahabatnya sedang menghabiskan malam tahun baru di rumah Song Hyejin sahabatnya sejak SMA. Persahabatan MinAh sangat unik, karena 5 sahabat itu mempunyai umur dan profesi yang berbeda. Song Hyejin adalah sahabatnya sejak SMA, Jung HyunAh adalah tetangga MinAh yang juga teman kuliah Hyejin, Kang Hamun adalah sepupu Hyejin yang sering main dan menginap di rumah Hyejin, sedangkan Choi Jihyo adalah tetangga Hyejin sekaligus saudara jauh dari HyunAh. Dan mereka sering bertemu di rumah Hyejin yang mereka sebut sebagai markas mereka, maklum Hyejin adalah anak tunggal keluarga kaya raya.

“SBS gayo daejun tahun ini bagus loh, artisnya keren-keren” kata Jihyo yang memang penggemar berat Lee Sungmin, member Super Junior yang juga teman Jungsoo. “Btw MinAh onni, kapan onni mau ajak aku kenalan sama Sungmin oppa?” tanya Jihyo sambil merajuk. “Molla..tunggu oppaku ngajak aja” jawab MinAh acuh tak acuh.

“Yaaa MinAh, kenapa kamu masih dingin begitu sih, kejadian itu sudah lama. Eunhyuk pasti sudah melupakanmu, dan kamu juga sudah melupakannya, aku yakin 1000%” kata Hyejin yang tau perjalanan cinta MinAh yang cukup tragis itu. “100 untuk Song Hyejin, aku dan Hyukjae sudah saling melupakan, tapi aku memang tidak tertarik dengan gosip-gosip para artis itu. Lagupun aku suka yang benar-benar bagus” kata Minah skeptis.

“Ciiiihhh” kata HyunAh sambil membawakan camilan yang dia buat sendiri “Hati-hati, kamu bisa termakan omonganmu sendiri Park MinAh. Nanti tiba-tiba kamu jatuh cinta dengan kpop idol, sang superstar” HyunAh berusaha mengingatkan MinAh bahwa apapun bisa terjadi jika Tuhan menghendaki. “Ne…” jawab MinAh pendek, masih acuh tak acuh.

“Orang Korea kok tidak suka artis Korea. Aneh..” celetuk Hamun yang membuat semua orang di kamar itu tertawa, kecuali park MinAh.

Kamar mereka menjadi sangat ribut ketika acara SBS gayo daejun dimulai. “Whoaaaaaaa… Siapa itu…?” tanya Hyejin sambil menunjuk 2 namja super tampan yang sedang muncul di tv “Bukannya itu Yunho dan Changmin?? Itu loh, member yang tersisa dari DBSK. Yang lain kan sudah keluar. Mereka mau comeback Januari ini, itu iklan comeback mereka..” kata Jihyo yang memang mengikuti perkembangan idol-idol Korea.

“Mereka benar-benar tampan. Eh berarti mereka kan sunbae Leeteuk oppa ya Min?” tanya HyunAh sambil menuangkan lemon tea ke gelas-gelas mereka yang sayangnya tidak mendapat jawaban dari MinAh yang terpaku pada laptopnya. “Iya onni, mereka terlihat luar biasa” kata Hamun mengagumi iklan 30 detik yang muncul berkali-kali di tv itu.

MinAh yang penasaran dengan sumber dari keributan itu dan merasa kalau dulu memang pernah beberapa kali bertemu dengan member DBSK melirik tv dengan ogah-ogahan. “Hmmmmmm aku ingat mereka…” kata MinAh dalam hati dan kembali sibuk dengan laptopnya.

tbc