Superstar part 3

@gurlindah93

Cast:

Park MinAh

Jung HyunAh

Song Hyejin

Choi Jihyo

Kang Hamun

DBSK

SJ

“Akhirnya selesai juga syuting untuk pv kita” kata Changmin lega setelah 2 hari menyelesaikan syuting untuk pv terbaru DBSK. Yunho dan Changmin keluar dari gedung tempat mereka syuting menuju van mereka yang akan membawa keduanya kembali ke hotel tempat mereka menginap.

Changmin hampir menabrak Yunho yang tiba-tiba berhenti “Hyung.. Ada apa?” tanya Changmin pada Yunho yang akhir-akhir ini hobby berhenti mendadak ketika sedang berjalan.Yunho memperhatikan sekumpulan yeoja yang berjalan kaki tidak jauh dari mereka. Dari dandanannya nampak sekali sekumpulan yeoja itu akan menghadiri sebuah pesta.

“Loh itu kan yeoja yang hyung tabrak di Incheon, ternyata dia ke Jepang juga. Sebenarnya siapa dia?” tanya Changmin setelah mengamati pusat perhatian hyungnya.

Yunho tidak memberikan jawaban, dia hanya terpaku pada sekumpulan yeoja itu yang kini sedang mengobrol dan tertawa-tawa dengan bahagia. “Hyung!” Changmin berusaha mengembalikan kesadaran hyungnya “Yeoja itu adik Leeteuk hyung” jawab Yunho tidak mengalihkan pandangannya.

“Yang mana? Yang kau tabrak itu? Yang pakai minidress kuning itu?” tanya Changmin yang ikut memperhatikan pusat perhatian hyungnya karena penasaran. “Ne, pantas saja aku merasa tidak asing dengan wajahnya. Kau ingat Changminnie, dia adik Leeteuk hyung yang dulu sering sekali datang ke gedung SM untuk bertemu dengan oppanya. Aku dengar dia sempat berpacaran dengan Hyukjae” jelas Yunho.

“Aaaaaaahhh aku ingat, dia gadis yang cukup menyenangkan, hampir semua staff mengenalnya dan menyukainya, dia bagaikan adik bagi semua orang. Eh tapi sepertinya waktu kita ketemu di airport dia berubah, jadi agak tidak ramah” kata Changmin mereplay kejadian di airport beberapa hari lalu.

Yunho dan Changmin jadi terpaku pada gerombolan yang makin heboh itu, dan akhirnya gerombolan itu menghilang di sebuah club yang tidak jauh dari sana. “Lalu bagaimana dengan Hyukjae? Mereka masih bersama?” tanya Yunho penasaran “Molla, tapi nampaknya sudah putus. Makanya sejak saat itu MinAh-ssi tidak pernah lagi datang ke gedung SM” jawab Changmin.

“Changminnie, aku tidak menyangka kamu mengikuti gosip yang beredar di gedung SM. Ckckckck” kata Yunho menggoda Changmin dan tidak menyangka magnaenya itu ternyata suka bergosip. “Andwae! Aku dengar dari Kyuhyun, dia pernah menceritakannya padaku. Aku bukan tukang gosip hyung” kata Changmin membela diri. “Hahahahahahaha kajja, aku lelah” Yunho tertawa dengan tawa khasnya, dia bahagia bisa menggoda magnaenya.

Sampai di club, MinAh dan kawan-kawan langsung mencari tempat duduk. Mereka memesan 4 orange juice karena tidak ingin mabuk, besok mereka sudah pulang ke Korea dan mereka tidak ingin pulang dalam keadaan pusing. Kalau MinAh malah tidak bisa minum sama sekali karena dia gampang mabuk, jadi dia tidak pernah minum kalau sedang pesta.

“Wooohhhoooooo come on ladies, let’s rock the dance floor” ajak MinAh sang ratu pesta mengajak teman-temannya.

Di lantai dansa mereka menari mengikuti hentakan musik yang dimainkan DJ yang nampaknya berasal dari Eropa.

Di sebelah mereka ada segerombolan gadis Jepang yang sedang heboh membicarakan sesuatu, mereka mendengar kata ‘Yunho’, ‘Changmin’ dan ‘Tohoshinki’. “Nampaknya mereka sedang membicarakan DBSK” kata Hyejin pada MinAh “Ne, tidak heran, DBSK kan memang sangat terkenal di sini” jelas MinAh. Dia ingat ketika oppanya masih menjadi trainee, DBSK sudah memulai debut di Jepang dan nampaknya berhasil hingga saat ini.

***

Sampai di Korea, satu-satunya hal yang ingin dilakukan MinAh adalah tidur di kamarnya yang menurutnya paling nyaman di dunia. Tapi bahkan belum sampai Seoul, MinAh sudah tertidur di dalam mobil.

“Aigoo.. MinAh onni benar-benar doyan tidur ya” komentar Jihyo yang meihat MinAh langsung terlelap di dalam mobil. “Begitulah Park MinAh, adik dari leader Super Junior” sahut Hyejin “Eh tapi Leeteuk oppa juga mirip banget sama MinAh, gampang banget tidurnya. Dulu waktu aku masih SD, dia pernah ketiduran di kamarku gara-gara nungguin aku dan MinAh main boneka” kata HyunAh mengingat kenangan masa kecilnya bersama Park bersaudara.

“Huwaaaaaaa jadi Leeteuk oppa pernah tidur di kamar onni? Beruntungnya onni” kata Hamun heboh. “Yaa Kang Hamun, sejak kapan kamu jadi heboh begini? Ketularan Jihyo ya??” keluh Hyejin yang syok melihat sepupunya jadi heboh gara-gara superstar Korea. “Kenapa ketularan aku onni” tanya Jihyo tidak terima sambil mengedi-kedipkan matanya. “Hahahahhaa kamu aneh Choi Jihyo, jangan bertingkah seperti itu lagi” kata HyunAh yang tidak tahan melihat Jihyo bertingkah genit dan kekanak-kanakan seperti itu.

Sampai di rumah, MinAh langsung masuk ke kamarnya setelah menyapa umma appanya. “MinAh kamu disuruh telpon Jungsoo kalau sudah sampai rumah” kata umma yang menyusul MinAh ke kamarnya. “Aku lelah sekali umma, capek. Besok saja aku telpon oppa, koper ini aja aku buka besok setelah pulang kerja” kata MinAh menunjuk kopernya yang masih rapi belum disentuh.

“Ya sudah, nanti umma bilang ke Jungsoo. Kamu tidurlah cepat, besok sudah masuk kerja kan? Jaljayo..” “Jaljayo umma” setelah umma menutup pintu, MinAh langsung berbaring di tempat tidur dan tertidur tak lama setelahnya, bahkan dengan sepatu yang masih menempel di kakinya.

***

MinAh hampir saja terlambat masuk kerja kalau tidak dibangunkan umma. “MinAh!!!” sapa Minyoung yang melihat MinAh baru datang ke kantor. “Mana oleh-olehku?” todong Minyoung yang memang dijanjikan oleh-oleh dari Jepang oleh MinAh. “Minyoung, kenapa kamu langsung minta oleh-oleh? Bukannya tanya keadaanku atau apa” kata MinAh yang pura-pura kesal dengan tingkah temannya.

“Yaaaa MinAh, aku sudah tau keadaanmu, kamu terlihat sangat sehat, bahagia walau nampak sedikit capek. Itu terlihat dengan jelas oleh mata kepalaku, tapi lain halnya dengan oleh-oleh yang kau janjikan, aku tidak melihatnya di manapun juga” kata Minyoung sambil mengintip tas dan meja kerja MinAh tetapi tidak menemukan apapun yang bisa disebut sebagai oleh-oleh.

“Hahahahaha mianhae Minyoung-aah, aku terlalu lelah tadi malam, bahkan koperku belum aku sentuh masih tertata rapi. Besok aku bawakan, i promise you with all my heart” kata MinAh dengan sangat manis agar Minyoung tidak marah.

“Okay, i’ll keep your promise. Bring it to me tomorrow morning, don’t forget!” kata Minyoung dengan nada setengah mengancam. “Ne..” kata MinAh sambil memeluk temannya itu. “Sudah, jangan peluk-peluk ayo kerja. Jangan merayuku, ingat, aku akan menagihnya besok, kalau sampai ketinggalan, kamu harus pulang ke rumah untuk mengambilnya. Arasseo??” kata Minyoung dengan nada yang lebih mengancam daripada sebelumnya. MinAh hanya bisa tersenyum melihat tingkah Minyoung “Ne Minyoung agasshi, ara..” dan mereka kembali ke pekerjaan mereka.

Baru beberapa menit bekerja tiba-tiba, “Btw MinAh, aku baca artikel tentang DBSK yang katanya menabrak penggemarnya sampai jatuh. Daaaannn rasanya aku kenal penggemarnya itu” selidik Minyoung.

“Ani, artikel itu ngawur, aku bukan penggemarnya yang nungguin mereka di airport. Aku tidak sengaja ketemu mereka di airport waktu aku mau berangkat ke Jepang, dia tidak sengaja menabrakku sampai hak sepatuku patah gara-gara jalannya tidak pake mata” jelas MinAh yang masih agak kesal gara-gara sepatunya.

“Terus gimana tampang mereka? Seganteng di tv? Apa kata Yunho setelah nabrak kamu? Aku pensaraan” kali ini Minyoung benar-benar menginterogasi MinAh dan melupakan pekerjaannya. “Mereka lebih ganteng daripada di tv, auranya keliatan banget kalau mereka emang superstar. Dia cuma ngomong joesonghamnida dan minjemin sandal jepitnya gara-gara sudah matahin hak sepatuku. Gitu doang sih, biasa aja” jawab MinAh jujur dengan mata tetap terpaku pada layar komputernya.

“Huwaaaaa kamu dikasih sandal sama Yunho, kalau aku sih pasti langsung pingsan” kata Minyoung heboh “Haaasssshhh itu aku terpaksa nerima daripada tidak pake alas kaki, kan sepatuku yang lain ada di koper. Ntar juga aku balikin” kata MinAh datar. “Andwae, jangan dibalikin, disimpen aja, buat kenang-kenangan. Dari superstar U-know Yunho, siapa yang tidak mauuu..” Minyoung berusaha memberi nasihat dari sudut pandang seorang penggemar kepada temannya itu. “Sudah, ayo kerja lagi” kata MinAh yang membuat Minyoung menghentikan segala daya upayanya untuk membuat temannya sadar bahwa yang mereka bicarakan ini seorang Jung Yunho.

Sampai di rumah, MinAh sudah disambut Jungsoo yang sudah berbaring dengan nyaman di tempat tidurnya. “Oppa?? Kapan kau datang??” “Barusan” kata Jungsoo sambil memainkan hpnya. “Di mana mobilmu oppa? Akhir-akhir ini oppa pulang tanpa membawa mobil. Sudah dijual?” tanya MinAh penuh selidik “Andwae, aku selalu bareng Siwon, aku kan lagi hemat bensin. Dia mengantarku ke sini dan menjemputku kembali. Dia tidak pernah menolak jika aku minta tolong hahahahaa” kata Jungsoo sambil tertawa puas.

“Oppa, tidak kusangka oppa sepelit ini. Lalu Siwon oppa kok mau-maunya antar jemput oppa, dia tidak sadar kalau sudah diperbudak oleh leadernya. Ciiihh” kata MinAh sambil membongkar kopernya. “Siapa yang memperbudak Siwon, kau tau sendiri kan dia orangnya sangat baik, jadi tidak bisa menolak permintaan orang lain terutama hyungnya yang paling tampan ini” kata Jungsoo sambil berkaca.

“Terus oppa ngapain ke sini? Jangan-jangan oppa benar-benar pengangguran ya?” tanya MinAh asal, dia memilah-milah oleh-oleh yang dia beli di Jepang. “Jaga bicaramu agasshi! Tidak mungkin aku dipecat, ada-ada saja. Aku ke sini ngapain lagi kalau bukan minta oleh-oleh dari adikku” jawab Jungsoo sambil mengulurkan tangannya.

MinAh mencari-cari sesuatu di antara barang-barang yang sudah berserakan tidak karuan “Nih” akhirnya Minah menemukan kotak yang dia cari.

Jungsoo menerimanya dan langsung membukanya “Omo, bagus sekali. Ini pasti mahal” kata Jungsoo sambil memakai jam tangan yang dibelikan MinAh untuknya. “Ne oppa, ini sangat mahal, seharga sepatumu, makanya jangan hilang” kata MinAh menyindir hobby Jungsoo yaitu mengumpulkan sepatu-sepatu yang mahalnya luar biasa, bahkan ada yang seharga gaji MinAh sebulan.

“Sudah Park MinAh, jangan menyindirku, aku sudah mengurangi kebiasaanku membeli sepatu” Jungsoo membela diri “Tapi rasanya sepatu yang oppa pindahkan ke rumah ini semakin banyak ya” kata MinAh yang masih sibuk memilah-milah oleh-oleh. “Cerewet” keluh Jungsoo “Biarin” jawab MinAh.

“Eh ini apa, kotaknya mirip kaya kotak jamku?” tanya Jungsoo sambil membuka kotak yang mirip dengan kotaknya, hanya saja warnanya pink “Whoaa jam ini mirip dengan punyaku, tapi lebih kecil dan berwarna pink. Apa ini milikmu? Apa kita kembaran?” tanya Jungsoo sambil mengamati jam itu. “Ani, aku beli dua soalnya ada promosi beli 1 gratis 1” jawab MinAh asal.

“Jeongmal? Kirain kamu sengaja beli supaya kita kembaran” sahut Jungsoo agak sedih. “Hahahahaha aku bercanda oppa, iya aku beli kembaran, kita kan sudah lama tidak punya barang kembar” MinAh merasa tidak enak melihat oppanya sedih karena candaanya.

“Jinjja? Kamu sengaja beli kembar untuk kita? Kyaaaaa saranghae nae dongsaeng. Gomawo” Jungsoo menjadi heboh dan memeluk adiknya dengan sangat erat. “Eeeeerrggghhh oppa aku tidak bisa bernafas. Iya iya cheonmaneyo, sudah oppa aku mengerti kebahagiaanmu. Aku mau ganti baju” kata MinAh “Ne, ne.. Arasseo, gomawo MinAh” kata Jungsoo masih tersenyum bahagia yang langsung meninggalkan MinAh di dalam kamarnya sendirian.

Setelah membongkar semua isi kopernya, MinAh menemukan bungkusan asing yang dia yakin bukan oleh-oleh. Setelah dibuka ternyata isinya sandal jepit yang dipinjamkan Yunho kepadanya “Apa aku titipin oppa ya? Oppa pasti ketemu Yunho-ssi di kantornya” tapi setelah MinAh pikir-pikir akan sangat tidak sopan kalau dia mengembaikannya melalui orang lain “Hhhhhh ya sudah, biar aku yang kembalikan sendiri, siapa tau suatu saat ketemu Yunho-ssi. Siapa tauuu… dunia ini kan sempit” gumam MinAh pada dirinya sendiri dan memasukkan sandal jepit Yunho ke dalam plastiknya dan disimpan di dalam lemari.

***

Memasuki bulan Maret, MinAh sudah menyiapkan diri untuk menghadapi kehebohan yang pasti akan ditimbulkan Jungsoo dalam rangka merayakan ulang tahun MinAh seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Yoboseyo MinAh, lagi ngapain?” tanya Hyejin yang menelepon MinAh di hari minggu pagi “Nganggur” jawab MinAh malas-malasan karena baru bangun. “Ayo nanti temani aku belanja di Lotte, aku akan mengajak yang lain juga. Aku tidak menerima penolakan, jam 11 siang aku jemput kamu dan HyunAh. See you later” dan Hyejin langsung menutup telponnya, ini berarti MinAh tidak bisa menolak permintaan Hyejin.

Dengan malas-malasan MinAh keluar dari kamar dan menuju kamar mandi karena sekarang sudah jam 9 yang artinya 2 jam lagi Hyejin akan menjemputnya.

“Umma aku mau pergi dijemput Hyejin” kata MinAh yang bertemu dengan ummanya dalam perjalanannya ke kamar mandi. “Ne, jangan pulang malam-malam, umma mengalami kesulitan yang luar biasa untuk membangunkanmu tiap hari Senin, arasseo?” perintah ummanya “Hehehee aniyo umma, ini tidak akan sampai tengah malam” kata MinAh langsung masuk ke kamar mandi sebelum diomeli ummanya gara-gara kesulitan MinAh untuk bangun pagi.

“Dasar, kakak adik sama saja, hobby tidur” gumam umma yang didengar MinAh sebelum masuk kamar mandi. “Hahahahaa kasihan umma” komentar MinAh mengenai ummanya yang punya 2 anak yang sama-sama hobby tidur.

Tepat jam 11 Hyejin datang bersama ketiga temannya untuk menjemput MinAh. 25 menit kemudian mereka sampai di Lotte mart dan tempat tujuan mereka pertama tidak lain tidak bukan adalah counter pakaian.

Setelah 2 jam berbelanja tanpa henti mereka memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran pizza langganan mereka.

“MinAh, kamu sudah ada rencana di mana merayakan ulang tahunmu Sabtu besok?” tanya HyunAh sambil menunggu pesanan mereka datang. “Aku menunggu kejutan apa lagi yang akan diberikan Leeteuk oppa buat onni” kata Hamun yang 2 tahun terakhir selalu terlibat dalam kejutan-kejutan yang dibuat opleh Jungsoo.

“Hamun-aah, seharusnya aku yang bertanya padamu, kan kamu yang selalu jadi anak buah Jungsoo oppa dalam mengagetkanku” sahut MinAh yang merasa dipermainkan oleh namja berumur 28 tahun dan yeoja umur 16 tahun.

“Aniyo onni, Leeteuk oppa belum menghubungi sama sekali, biasanya sih tanggal segini sudah sibuk nelponin aku” jelas Hamun. “Hmmm mungkin Jungsoo oppa sudah lelah, dia kan tambah tua. Hahahahha” kata MinAh yang lega karena tidak ada kejutan-kejutan yang kadang-kadang membuatnya tidak habis pikir dengan kelakuan oppanya.

“Kamu harus lebih menghargai perbuatan oppamu Min” nasihat HyunAh “Ne onni, Leeteuk oppa pasti sangat menyayangi onni” kata Jihyo ikut-ikutan memberi nasihat.

MinAh yang sedang sibuk dengan pizzanya hanya bisa mengangguk-angguk “Ne, ara.. Tapi kadang-kadang tingkah lakunya itu benar-benar di luar akal sehat. Masak oppa pernah mengunci umma-appa di dalam kamar yang sudah dihias waktu wedding anniversary mereka tahun lalu.. Aneh kan??”

“Hahahahhahaa jinjjayo?? Leeteuk oppa benar-benar ajaib” komentar Hyejin. “Sudah ayo makan, ngomongin oppa melulu jadi lupa nih sama makanan” kata MinAh.

***

Seperti biasa, MinAh terlambat hampir setiap hari Senin. “Park MinAh, kenapa kamu selalu terlambat setiap hari Senin?” tanya Minyoung yang melihat MinAh berlari-lari karena terlambat “Hei Minyoung aku terlambat bukan setiap Senin, tapi kadang-kadang saja” MinAh membela dirinya. “Aiissshhh sama saja, 3 minggu ini kamu selalu terlambat setiap hari Senin. Ckckckck kasihan ummamu yang selalu membangunkanmu setiap pagi” komentar Minyoung lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

Kriiing kriiing telpon MinAh berbunyi, dia langsung mengangkatnya setelah tau yang menelepon oppanya “Yoboseyo oppa” “Yoboseyo Park MinAh.. Yeppeo dongsaeng, kamu ingat Sabtu besok adalah ulang tahunmu?” kata Jungsoo to the point “Ne oppa, ada apa? Jangan bilang kamu mau memberi kejutan seperti tahun-tahun sebelumnya” MinAh berdoa agar tidak ada kejutan aneh-aneh dari oppanya.

“Ani.. Kali ini bukan kejutan, tapi undangan.. Hehee” kata Jungsoo sambil tersenyum “Maksud oppa?” MinAh benar-benar tidak mengerti jalan pikiran oppanya.

“Begini MinAh, aku akan mengisi acara yang cukup besar, ulang tahun sebuah perusahaan yang memproduksi mobil” “Lalu kenapa oppa? Oppa kan sudah biasa mengisi acara-acara besar. Lalu apa hubungannya sama aku?” MinAh sudah tidak sabar dengan penjelasan oppanya yang berbelit-belit.

“Acaranya tepat di hari ulang tahunmu, dan kamu harus datang. Oppa tidak menerima penolakan, oppa juga sudah menghubungi teman-temanmu dan mereka semua bersedia hadir. Jadi kamu harus datang, tidak boleh tidak!” kata Jungsoo yang lebih menyerupai perintah.

“Tapi oppa….” sebelum MinAh menyelesaikan kata-katanya, Jungsoo sudah menutup telponnya. Mau tidak mau MinAh harus mematuhi perintah Jungsoo karena Jungsoo bisa sangat keras kepala kalau perintahnya tidak dituruti.

***

Sabtu pagi HyunAh sudah mengagetkan MinAh “Park MinAh, tadi pagi aku sudah mengirimkan BBM untuk mengucapkan selamat ulang tahun ya. Sekarang aku mau tidur dulu, ngantuk” kata HyunAh  langsung berbaring di sebelah MinAh.

MinAh melihat tas besar yang dibawa HyunAh, dia tahu sahabatnya ini akan berada di rumahnya sampai mereka pergi nanti sore. “Hyun, ngapain kamu pagi-pagi ke sini kalau masih ngantuk?” tanya MinAh penasaran “Semua orang di rumah akan pergi siang ini, aku malas sendirian” jawab HyunAh pendek. “Dasar..” kata MinAh, dia kemudian bangkit dari tempat tidur dan membuka tirai kamarnya. Dia melihat mobil HyunAh sudah diparkir di bawah yang berarti nanti mereka akan pergi menggunakan mobil HyunAh. Karena masih mengantuk juga, MinAh memutuskan untuk ikut tidur bersama HyunAh.

Sore hari semua sibuk berdandan dengan maksimal, karena selama bertahun-tahun bersahabat baru kali ini mereka diajak MinAh ke acara di mana Super Junior akan tampil. Hyejin memakai tanktop dan mini skirt, HyunAh memakai minidress yang dibelinya di Jepang, Hamun dan Jihyo memilih memakai  celana jins dan kaos kasual yang sangat manis, sedangkan MinAh memakai jumpsuit pendek yang dia beli di Lotte mart minggu lalu.

Kriiing kriiing telpon MinAh berbunyi dan dia tau itu pasti Jungsoo yang memastikan MinAh akan datang “Yoboseyo oppa, aku dan teman-temanku sedang bersiap-siap. Tenang saja aku akan datang” kata MinAh bahkan sebelum Jungsoo bicara “Hohohoo adikku benar-benar pintar, tau apa yang ada di dalam pikiranku. Oke, nanti kamu langsung masuk saja dan menunjukkan undangan VIP yang sudah kuberikan padamu kemarin” kata Jungsoo puas karena adiknya tidak akan kabur. “Ne oppa, ne.. Sampai bertemu nanti. Gomawo” kata MinAh mengakhiri pembicaraan.

“Oppamu takut kamu tidak datang ya Min?” tanya HyunAh ”Ne…. Dan tampaknya dia tidak peduli kalau aku terpaksa datang ke sana” keluh MinAh “Yaaa Park MInAh, Leeteuk oppa kan ingin memberimu hadiah ulang tahun dan inilah hadiahnya. Hargailah niat baik Leeteuk oppa, menurutku dia ingin kamu melihat performancenya secara langsung” kata Hyejin yang menurut MinAh kata-kata itu benar dan masuk akal.

“Sudah ayo, sekarang sudah jam setengah lima, acaranya dimulai setengah jam lagi, aku tidak mau terlambat melihat semua performance” kata Jihyo yang paling excited karena hari ini bisa dipastikan mimpinya untuk bertemu Lee Sungmin akan terkabul.

Sampai di tempat acara berlangsung, ternyata sudah ramai dan penuh, untung saja mereka undangan VIP, jadi tidak perlu mengantri. Mereka dapat tempat duduk paling depan dan tepat di tengah-tengah panggung. “Waaaaahhh tempat kita luar biasa onni” kata Hamun mengagumi panggung yang besar di depannya.

tbc