Superstar part 5

@gurlindah93

Cast:

Park MinAh

Jung HyunAh

Song Hyejin

Choi Jihyo

Kang Hamun

DBSK

SJ

Seperti biasa setiap Senin MinAh terlambat bangun, dia pergi ke subway dengan terburu-buru. Ketika menunggu keretanya datang ada 4 orang siswa SMA mendatanginya “Annyeong MinAh onni. Boleh kami berfoto bersamamu?” tanya salah satunya. Dengan terpaksa MinAh melayani permintaan mereka, konsekuensinya MinAh semakin terlambat masuk kantor.

“Ckckckck, adik Leeteuk leader Super Junior selalu terlambat masuk kantor setiap hari Senin” komentar Minyoung menggoda MinAh yang baru datang dengan tamapng kucel karena habis berlari-lari. “Yaaaa Lee Minyoung. Diam kau” bentak MinAh kesal. “Hahahahaa mianhae, MinAh. Eh di mejamu sudah ada project untuk iklan terbaru yang akan dibuat oleh perusahaan, model iklannya adalah artis terkenal. Kamu disuruh ke ruangan tuan Dongwoon untuk membicarakan masalah project ini” kata Minyoung.

“Mwo? Kenapa harus aku? Ini kan pekerjaan bagian marketing..” kata MinAh sambil membuka-buka 1 jilid proposal dan 2 jilid manual book project iklan terbaru. “Molla, cepatlah ke ruang manajer” sahut Minyoung sambil melanjutkan pekerjaannya.

Tok tok.. “Masuk” kata Kim Dongwoon, manajer SDM dari dalam ruangannya. “Kata Minyoung-ssi tuan memanggil saya” MinAh masuk ke ruangan manajernya yang sangat nyaman. “Ne, duduklah” sang manajer mempersilahkan MinAh duduk di sofa.

“Kamu pasti sudah mendengar garis besar project yang kuserahkan padamu kan?” manajer Kim bicara langsung to the point pada inti pembicaraan. “Ne tuan. Joesonghamnida, tapi kenapa bukan bagian marketing yang mengurusi project iklan ini?” tanya MinAh bingung. “Bagian marketing kantor pusat sudah terlalu sibuk mengurusi project lain yang lebih besar yang berhubungan dengan distributor kita di Amerika dan Eropa, jadi perhatian mereka sudah tersedot untuk project itu. Dewan direksi akhirnya menyerahkan project ini padaku karena menurut mereka bagian yang kupimpin ini punya youth energy yang besar hahahaha” jelas manajer Kim pada MinAh dengan gayanya yang selalu konyol.

“Lalu kenapa saya yang ditunjuk, kan masih banyak sunbae lain yang lebih berpengalaman” MinAh meminta penjelasan lebih detail. “Karena kamu sangat berbakat, sangat luwes dalam menghadapi orang, dan tambahannya kamu adik dari Leeteuk-ssi. Jadi sedikit banyak kamu tau bagaimana seorang entertainer bekerja, karena model kita kali ini adalah artis terkenal yang sayangnya belum kita ketahui siapa dia. Perusahaan masih dalam tahap deal dengan manajemen artis tersebut” kata manajer Kim jujur.

MinAh mencerna kata-kata manajernya yang benar dan memang masuk akal. “Jadi bagaimana MinAh? Kamu sanggup?” tanya tuan Dongwoon meminta kepastian dari MinAh.

“Ne, saya akan berusaha dengan maksimal untuk membuat project ini berhasil” Minah berpikir ini adalah tantangan terbesarnya selama bekerja di sini, jadi mengapa tidak dicoba. MinAh meyakinkan dirinya bahwa dia bisa menyelesaikan project ini dengan baik.

***


Selama 2 minggu MinAh benar-benar berkonsentrasi untuk mengerjakan project besar pertamanya. Tidak ada waktu untuk jalan-jalan, bersenang-senang. Semua waktunya hanya untuk project iklan yang akan masuk proses produksi 3 minggu lagi.

Perusahaannya tidak pernah mau bekerja sama dengan perusahaan iklan karena selama ini iklan-iklan dikerjakan oleh bagian marketing yang biasanya mengerjakan project iklan. Tapi kali ini MinAh yang menjadi kepala project padahal MinAh tidak pernah tau bagaimana proses pembuatan iklan, jadi terpaksa dia belajar dari nol. Untungnya Kim Youngjae sunbaenim dari bagian marketing mau mengajari MinAh, dengan balasan MinAh membantunya mendekati Minyoung.

“Aiiisssshh siapa sebenarnya model iklan itu, kalau aku tau kan akan lebih mudah untuk membuat konsepnya, disesuaikan dengan karakter artis itu” gumam MinAh yang sedang menghadapi laptopnya di dalam kamarnya.

Tiba-tiba MinAh mempunyai ide untuk menelpon oppanya, siapa tau oppanya punya petunjuk. “Yoboseyo MinAh” kata oppanya di seberang telpon “Yoboseyo oppa. Apa aku mengganggu?” MinAh takut kalau ternyata oppanya sedang sibuk “Ani, ada apa? Aku lagi tidur-tiduran di dorm”

MinAh menceritakan project yang ditugaskan padanya dengan lengkap serta artis misterius yang akan jadi model iklannya. “Apa oppa atau member lainnya pernah diajak untuk membintangi iklan perusahaanku?” MinAh bertanya karena ada kemungkinan artis yang dimaksud adalah oppanya sendiri atau member Super Junior lainnya.

“Ani, aku tidak pernah membicarakan masalah iklan dengan perusahaanmu. Member lain juga setauku tidak. Apa project ini menyusahkanmu?” tanya oppanya “Sebenarnya tidak oppa, masih bisa kuhandle, tapi 3 minggu lagi sudah mulai proses produksi dan akan lebih baik kalau aku tau siapa artis itu untuk menyesuaikan dengan konsep yang akan kubuat. Lagipula, apa dibutuhkan waktu selama ini untuk mencapai kata deal dan tanda tangan kontrak?” keluh MinAh. “Tergantung manajemen dan perusahaan yang akan menggunakan jasa mereka, kalau semua sudah sesuai bagi kedua belah pihak pasti cepat selesai” jelas Jungsoo sesuai pengalamannya yang pernah beberapa kali menjadi model iklan.

“Hhhhhhh semoga artis itu tidak menyusahkan dan menerima konsep yang sudah kubuat. Salah sendiri ribet masalah kontrak, pokoknya kalau mengeluh sedikit saja langsung kusemprot tuh artis” curhat MinAh yang membuat Jungsoo tertawa “Sabar nae dongsaeng, begitulah kalau kamu bekerja sama dengan artis, tidak terduga. Sudahlah, kamu jangan terlalu stress, sekarang tidurlah semua pasti akan beres sesuai keinginanmu. Kamu sudah berusaha dengan baik dan maksimal” kata Jungsoo berusaha menenangkan adiknya.

“Ne oppa, gomawo” MinAh beruntung mempunyai oppa yang walau kadang-kadang ajaib, tapi sangat menyayangi dan melindunginya “Jalja yeppeo..” “Jalja kyeopta..” MinAh mengakhiri pembicaraannya dan segera merebahkan diri di tempat tidur untuk menyegarkan pikiran sambil berharap besok akan ada titik terang untuk projectnya ini.

***

Esoknya MinAh datang dengan tampang seperti zombie, dia tidak bisa tidur semalam karena memikirkan projectnya.

“Whooaaaa MinAh, kenapa dengan wajahmu itu?” tanya Minyoung kaget melihat wajah temannya. “Aniyo..” jawab MinAh datar sambil menyalakan komputernya. Tiba-tiba sekretaris Cha mendatangi MinAh “MinAh-ssi, anda dipanggil manajer Kim di ruangannya, anda diminta untuk membawa semua yang dibutuhkan untuk project iklan anda” “Ne.. Gamsahamnida..” jawab MinAh. Setelah menyiapkan semua, dengan agak malas MinAh ke ruangan manajernya. “Semoga ada kabar baik” gumam MinAh.

Tok tok.. “Masuklah MinAh-ssi” “Tuan memanggil saya?” tanya MinAh dengan tidak bersemangat. “MinAh-ssi, kau tampak sangat lelah sekali. Jeosonghamnida karena selama ini kita belum tau siapa model iklannya, aku tau itu sangat menyulitkanmu” kata manajer Kim dengan nada menyesal. “Gwenchana tuan, ini sudah menjadi resiko kerja saya” kata MinAh.

“Tapi kemarin kita sudah mencapai kata sepakat dengan artis tersebut, sebentar lagi mereka akan datang” perkataan manajer Kim membuat senyum MinAh merekah kembali, dia merasa Tuhan sudah membantunya memudahkan project ini.

Teett teett “Ne sekretaris Cha?” tanya manajer Kim pada sekretarisnya melalui interkom “Mereka sudah datang tuan” “Suruh mereka masuk” perintah manajer Kim.

MinAh sudah tidak sabar ingin bertemu mereka, dia ingin segera membicarakan konsep, proses produksi, pasca produksi, sampai iklan itu dirilis dengan mereka agar dirinya bisa segera merevisi jika ada yang tidak sesuai.

“Manajer Kim Dongwoon” panggil seseorang yang baru saja datang, MinAh menoleh ke pintu untuk melihat asal suara itu. Setelah melihat siapa yang baru datang MinAh hanya bisa melongo, dia bingung sekaligus kaget.

“Han Ilsook-imnida” “Jung Yunho-imnida” “Shim Changmin-imnida” mereka bertiga bergantian menyalami manajer Kim. “Ne, Kim Dongwoon-imnida. Saya manajer SDM yang ditugasi untuk mengerjakan project iklan terbaru kami. Ini adalah Park MinAh, karyawan SDM sekaligus kepala project ini” manajer Kim memperkenalkan MinAh yang masih bengong.

“Park MinAh-ssi” panggil manajer Kim untuk menyadarkan MinAh “Ne, Park MinAh-imnida” kata MinAh memperkenalkan diri sambil menyalami mereka satu persatu.

Setelah saling memperkenalkan diri mereka duduk di sofa, MinAh duduk di depan Yunho dan Changmin. “Jeosonghamnida tuan Kim, kami baru bisa bertemu dengan tuan Kim dan MinAh-ssi hari ini padahal sekitar 3 minggu lagi produksi iklan sudah dimulai” kata tuan Han yang MinAh tebak adalah manajer DBSK. “Gwenchana manajer Han, saya sih tidak terlalu terpengaruh, tapi MinAh-ssi pasti terpengaruh karena konsepnya harus disesuaikan dengan image artis yang menjadi model iklan kami” jawab manajer Kim sambil menatap MinAh.

MinAh nampak sekali sebagai objek yang paling menderita di sini “Aniyo manajer, gwencahana” kata MinAh sambil menunduk malu untuk menetralisir suasana. “Tapi setelah saya tau artisnya adalah DBSK, saya merasa lega. Yunho-ssi dan Changmin-ssi pasti sudah kenal MinAh-ssi, adik dari leader Super Junior” kata manajer Kim sambil tersenyum lebar.

“Ne” kata Yunho dan MinAh bersamaan. “Hahahahaha rasanya project ini akan berhasil dengan baik” kata manajer Kim “Ne… Saya yakin itu” sahut manajer Han.

“Semoga semuanya berjalan dengan lancar” kata MinAh dalam hati sambil mempersiapkan bahan presentasi untuk DBSK dan manajernya.

Setelah 3 jam membicarakan project ini tanpa kesulitan yang berarti, mereka memutuskan untuk mengakhirinya karena DBSK ada jadwal lain. “MinAh-ssi, boleh saya tau nomer hp anda?” tanya manajer Han, “Ne” kata MinAh sambil menyebutkan nomer hpnya, MinAh juga menyimpan nomer hp sang manajer dan artisnya.

Mereka berempat memasuki lift yang sama, di dalam lift MinAh dan Yunho bersamaan memencet tombol lift “Silahkan duluan MinAh-ssi” kata Yunho sopan “Ne, gamsahamnida” MinAh memencet angka 4 dan Yunho memencet angka 1.

“MinAh-ssi, kira-kira kapan kami bisa syuting CF dan pemotretan?” tanya Yunho, rencananya hari Sabtu dan Minggu 3 minggu lagi Yunho-ssi” jawab MinAh.

Tring! Lift berhenti di lantai 4.

“MinAh-ssi, karena waktunya sangat mepet kamu harus datang jika diminta untuk rapat di manapun dan kapanpun juga” kata Yunho sambil terstenyum saat MinAh keluar dari lift. “Mwo?” tanya MinAh bersamaan dengan itu pintu lift tertutup.

“Haaassshh apa maunya orang itu. Dasar superstar aneh, tadi waktu rapat diem aja, tidak membantah apa yang aku tawarkan. Sekarang minta rapat seenaknya sendiri” omel MinAh sambil jalan menuju mejanya.

“Jadi siapa artisnya” tanya Minyoung “DBSK” jawab MinAh kesal. “Mwo?? Beruntungnya kamu” komentar Minyoung sambil mengedipkan mata. MinAh tidak mempedulikan Minyoung, yang dia tau dia akan mejadi budak selama 3 minggu ini.

***

Sejak saat itu setiap hari selama seminggu Yunho mengirimkan SMS atau menelepon MinAh unttuk menanyakan progress iklan mereka. Terkadang Yunho menyuruh MinAh mengirimkan file yang Yunho butuhkan, bahkan suatu hari MinAh disuruh membeli keperluan wardrobe sendirian dengan alasan Yunho, Changmin maupun coordinator wardrobe mereka tidak bisa menemani MinAh.

“Yunho-ssi, topi yang ada hanya putih, tidak ada yang hitam” kata MinAh di telpon “Carilah yang warnanya gelap MinAh, masak warna hitam diganti dengan putih? Tidak akan cocok dengan kaosnya”  perintah Yunho “Tapi yang ini modelnya dan bahannya paling bagus di antara yang lain. Kau harus melihatnya dulu” MinAh masih berusaha mempertahankan pendapatnya karena dia sudah berkeliling Myeongdong selama 2 jam untuk mencari topi ini. “Andwae! Carilah yang model dan bahannya mirip tapi warnanya gelap, harusnya kamu bisa mencarinya, kamu kan yang menciptakan konsep ini. Lagipula apa kamu mau aku menciptakan kehebohan gara-gara aku ke Myeongdong sekarang?” kata Yunho yang langsung membuat MinAh menyerah “Ne, akan kucari lagi” MinAh langsung menutup telponnya.

“Orang macam apa dia, seenaknya menyuruh orang. Bahkan coordintaor wardrobe-nya tidak pernah menyuruh-nyuruhku. Awas kau Jung Yunho” MinAh bergumam kesal sambil mencari topi yang diinginkan Yunho.

MinAh-pun memplokamirkan diri sebagai budak Jung Yunho karena MinAh selalu mengikuti apapun kemauan Yunho, “Sabar Park MinAh, setelah 2 minggu ini kau akan bebas” batin MinAh mensugesti dirinya untuk bertahan dengan keadaan ini.

***

MinAh sedang di dalam kereta dalam perjalanan pulang dari kantor sambil melayani permintaan foto bersama dari fans oppanya ketika ada telpon masuk, ‘Jung Yunho’ namja yang akhir-akhir ini selalu merepotkannya “Joesonghamnida, aku harus menerima telpon ini” kata MinAh pada fans itu “Ne onni” jawab mereka senang karena sudah berhasil mendapatkan foto MinAh.

Setelah dirasa cukup jauh dari para fans itu MinAh mengangkat telpon dari Yunho “Yoboseyo Yunho-ssi. Ada apa?” tanya MinAh “MinAh-ssi, kamu di mana?” “Di kereta dalam perjalanan pulang” kata MinAh. “Ada beberapa hal yang harus kutanyakan mengenai project kita. Kamu harus segera ke sini, aku sedang ada pemotretan untuk majalah” perintah Yunho “Tapi Yunho-ssi, aku..” “Tidak ada tapi-tapian. Beberapa hari ke depan aku sangat sibuk di Jepang, tidak ada waktu bertemu” potong Yunho. Setelah memberitahu alamatnya, Yunho langsung menutup telponnya.

Mau tidak mau MinAh harus turun di stasiun terdekat dan mencari kereta menuju tempat Yunho berada sekarang. “Aiiiiisssssshhh apa-apaan orang itu seenaknya menyuruhku menemuinya. Ingat Jung Yunho, aku menemuimu bukan karena kamu, tapi karena kaku tidak ingin kerja kerasku selama ini hancur total gara-gara kamu” omel MinAh di dalam kereta.

Sampai di alamat yang ditunjuk Yunho, MinAh menelepon Yunho “Yoboseyo Yunho-ssi, aku sudah sampai. Aku harus ke mana?” tanya MinAh kesal. “Masuk saja, jangan lupa langsung bilang ke resepsionis Park MinAh ingin bertemu Yunho jangan mengatakan apapun selain itu” kata Yunho langsung menutup telpon. Entah kenapa MinAh merasa Yunho mengatakannya dengan sangat puas.

“Park MinAh ingin bertemu Jung Yunho” kata MinAh begitu sampai di resepsionis. “Ne? Ooohh.. Sebentar agasshi” kata resepsionis itu sambil menyalakan interkomnya untuk menghubungi Yunho.

“Kata Yunho-ssi, MinAh agasshi harus mengatakannya sebanyak 3 kali” “Mwo?? Mengatakan apa?” tanya MinAh tidak mengerti maksud resepsionis itu “Kata-kata yang pertama kali agasshi katakan pada saya tadi” jelasnya sambil menyodorkan gagang interkomnya pada MinAh, resepsionis lainnya hanya bisa senyum-senyum melihatnya.

Karena tidak ingin berdebat MinAh memutuskan untuk melakukan apa yang Yunho inginkan “Park MinAh ingin bertemu Jung Yunho, Park MinAh ingin bertemu Jung Yunho, Park MinAh ingin bertemu Jung Yunho”. “Silahkan masuk agasshi, mereka ada di lantai 3 di ruangan pemotretan D” kata resepsionis itu sambil memberikan kartu visitor pada MinAh.

MinAh dengan segera masuk lift, anehnya di dalam lift MinAh tersenyum sendiri mengingat kejadian barusan. “Aigoo.. Apa yang kau pikirkan Park MinAh” kata MinAh pada dirinya sendiri.

Di depan ruang pemotretan D tiba-tiba MinAh menjadi cemas, sudah seminggu lebih dia tidak bertemu Yunho sejak pertemuannya di kantor. Dia merapikan baju dan rambutnya, setelah dirasa rapi MinAh segera masuk.

Di dalam ruangan pemotretan ternyata DBSK sedang istirahat, Yunho sedang merapikan wardrobe-nya dibantu seorang coordinator blonde yang nampak sangat akrab dengan Yunho, Changmin sedang mengobrol dengan manajer Han.

“MinAh-ssi” panggil manajer Han yang menyadari kedatangan MinAh. “Annyeong” sapa MinAh pada manajer Han dan Changmin. “Annyeong MinAh-ssi, maaf Yunho memaksamu ke sini. Biasanya dia tidak pernah begini, tapi mungkin dia takut iklan ini akan tidak sempurna karena dia selalu terlibat dalam proses produksi” kata manajer Han. “Gwenchana manajer Han, kebetulan saya sedang berada di sekitar sini” kata MinAh sedikit berbohong. “Oke, saya tinggal sebentar, nanti kita akan membahasnya setelah Yunho menyelesaikan bagian solonya” pamit manajer Han. “Ne manajer, silahkan” kata MinAh.

MinAh memperhatikan Yunho yang sedang ditouch-up, ketika Yunho melihat MinAh, Minah memberikan tatapan penuh kekesalan yang dibalas dengan senyum kecil oleh Yunho. “Apa-apaan orang itu” batin MinAh makin kesal.

“MinAh-ssi, mianhae hyung memaksamu ke sini” kata Changmin sambil makan “Gwenchana Changmin-ssi. Tapi apa hyungmu selalu menyebalkan dan egois seperti ini?” tanya MinAh sambil tetap memperhatikan Yunho dengan tatapan ingin membunuh, Yunho hanya senyum-senyum memperhatikan MinAh.

“Sebenarnya tidak pernah, tapi kalau ada yang ingin dia sukai dan ingin didapatkan, dia bisa sangat menyebalkan” jawab Changmin “Yang dia sukai? Yang ingin dia dapatkan? Maksudnya?” MinAh tidak bisa menangkap maksud Changmin. “Aaahh lupakan saja, ohya bagaimana dengan kabar HyunAh?” tanya Changmin sambil berbisik “Dia baik-baik saja. Setiap kami berbicara dia selalu membicarakanmu, berusahalah lebih keras kalau ingin mendapatkan hatinya” kata MinAh sambil terus memperhatikan Yunho yang kini sedang dipotret. “Apa maksudmu MinAh-ssi” kata Changmin mengelak “Hahaha jangan pura-pura Changmin-ssi” kata MinAh.

“Ohya, besok kami akan ke Jepang MinAh-ssi” kata Changmin tiba-tiba “Oooohhh lalu?” tanya MinAh “Cuma mau kasih tau aja kalau hyung tidak ada di Korea selama 3 hari” kata Changmin yang sedang menghabiskan makanannya. “Ara..” jawab MinAh pendek.

Sekitar 15 menit Yunho melakukan pemotretan solonya, sedangkan Changmin sudah duduk di pojokan sambil memegang hpnya dan senyum-senyum sendiri.

Tring! MinAh membaca BBM yang masuk “Mwo?????” teriak MinAh setelah membaca ‘MinAh, aku akan kencan dengan Kyuhyun weekend ini’ BBM dari Hyejin, semua orang di ruangan memperhatikannya bahkan Yunho menghentikan pemotretannya dan menatap MinAh dengan penasaran.

“Joesonghamnida yorobeun, silahkan dilanjutkan” kata MinAh pada semua orang di ruangan itu. ‘Apa maksudmu Song Hyejin?’ balas MinAh ‘Maksudku, Song Hyejin akan berkencan dengan Cho Kyuhyun member dari Super Junior’ tulis Hyejin ‘Apa kau yakin?’ MinAh mempertanyakan keputusan temannya ‘1000% yakin Park MinAh’ jawab Hyejin mantap ‘Baiklah, semoga berhasil dengan kencanmu’ akhirnya MinAh hanya bisa pasrah dan mendukung tindakan temannya ‘Gomawo MinAh sayang :*’ balas Hyejin.

MinAh berpikir teman-temannya sudah gila gara-gara superstar, HyunAh sedang didekati oleh Changmin, Hyejin bahkan sudah kencan dengan Kyuhyun dan MinAh yakin sebentar lagi mereka akan resmi pacaran. Jihyo dan Hamun? Nampaknya akan segera mengikuti jejak onnideulnya.

“MinAh-ssi mari kita membicarakan iklan ini” kata manajer Han, Yunho dan Changmin juga sudah bersama manajer. “Ne” kata MinAh. Mereka mencari tempat yang nyaman untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan iklan. Ternyata tidak banyak yang berubah dari konsep awal buatan MinAh yang membuat MinAh semakin kesal, setelah 1 jam mereka menyelesaikan rapat dadakan itu.

“MinAh, nanti kalau ada yang berubah lagi, aku akan menghubungimu” kata Yunho “Ne Yunho-ssi. Aku pamit dulu, annyeong” kata MinAh yang ingin segera keluar dari ruangan ini sebelum kekesalannya meledak.

“Apa yang diinginkan superstar itu sebenarnya. Selalu membuatku kesal saja” keluh MinAh di depan lift. Tidak disangka namja yang membuat Minah kesal berdiri di sebelah MinAh sambil berkata “Senang bertemu denganmu hari ini MinAh. Aku tidak peduli dengan kekesalanmu dan tatapan ingin membunuhku itu, aku tidak peduli karena aku bahagia” kata Yunho sambil melirik MinAh.

MinAh hanya bisa melongo mendengar kata-kata Yunho, “MinAh, kamu tidak mau turun?” tanya Yunho di dalam lift yang ternyata sudah terbuka. MinAh masuk lift dengan wajah memerah dan Yunho hanya tersenyum melihat ekspresi MinAh. Di dalam lift mereka sama-sama terdiam, MinAh berusaha mengembalikan detak jantungnya ke keadaan normal, sedangkan Yunho memainkan hpnya.

Sampai di lantai 1 MinAh keluar lift terlebih dahulu karena Yunho langsung turun di basement, di luar gedung MinAh bersandar di dinding samping gedung untuk menenangkan dirinya. “Park MinAh, tenanglah, tenang” kata MinAh pada dirinya sendiri sambil memegangi wajahnya. MinAh tidak sadar ada seseorang yang mengawasi MinAh dari dalam mobil yang keluar dari basement.

Di dalam kereta, MinAh masih memikirkan kata-kata Yunho “Aaaahh maksudnya senang bertemu denganku pasti karena aku sudah menuruti keinginannya, dia pasti bahagia sudah memperbudakku. Aaaiiiissshhh” gumam MinAh.

Teerrt teerrt MinAh membuka sms yang masuk ‘Bangapseumnida Park MinAh, sampai bertemu di rapat berikutnya’ dari Jung Yunho. “Dia benar-benar suka membuat orang kesal, seenaknya sendiri. Dasar superstar. Eeerrrgghhh” MinAh menunjuk-nunjuk hpnya seolah-olah hpnya adalah Yunho.

***

Besoknya pagi-pagi sekali MinAh sudah menerima sms dari Yunho ‘Selamat pagi MinAh, semoga tidurmu nyenyak. Aku akan pergi ke Jepang selama 4 hari jadi kita tidak akan bertemu untuk rapat, tapi aku akan selalu mengirim sms padamu untuk mengetahui perkembangan kita. PS: jangan merindukanku’

“Tunggu ada yang aneh, perkembangan kita? Oohh iklan kita maksudnya” gumam MinAh sambil tersenyum dan membalasnya ‘Aku beruntung tidak akan kau suruh menemuimu dengan tiba-tiba dan mendadak Yunho-ssi’ tulis MinAh. MinAh tau seharusnya dia bahagia karena tidak akan diperbudak oleh Yunho selama 4 hari, tapi entah kenapa MinAh malah merasa tidak tenang.

tbc