Superstar part 6

@gurlindah93

Cast:

Park MinAh
Jung HyunAh
Song Hyejin
Choi Jihyo
Kang Hamun
DBSK
SJ

Sudah 2 hari Yunho tidak mengirim sms ke MinAh, terakhir kali adalah saat Yunho sampai di Jepang dan menanyakan apa Yunho bisa memakai jam saat syuting CF. Pertanyaan yang tidak penting pikir MinAh.

MinAh mengecek hpnya setiap jam, siapa tau Yunho mengirimkan sms dan MinAh tidak mendengarnya. “Hhhhhhhhh” MinAh menghela nafas panjang. “Ada apa?” tanya Minyoung “Ani” jawab MinAh. “Apa kau memikirkan projectmu yang sebentar lagi diproduksi?” “Kira-kira begitu” MinAh sambil mengetik laporan yang harus diserahkan siang ini.“MinAh, aku dengar Yunho sedang di Jepang. Lalu bagaimana dengan kelanjutan iklan kalian?” Minyoung bertanya karena biasanya setiap hari MinAh selalu disms atau ditelpon oleh Yunho, dan kemudian MinAh akan ngomel-ngomel sendiri. “Buat apa ngurusin orang yang tidak memberi kabar sama sekali selama 2 hari” semprot MinAh pada Minyoung lalu kembali pada komputernya. Minyoung tidak merasa marah, dia malah senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku MinAh yang semakin galau karena tidak dihubungi Yunho.

“Minyoung-aah, mianhae..” kata MinAh pelan dari biliknya “Gwenchana..” sahut Minyoung. Sepertinya temannya itu tidak menyadari apa yang sedang dia rasakan.

***

Besok DBSK akan pulang ke Korea dan MinAh benar-benar merasa kesal karena tidak ada kabar dari mereka. Kriing kriing “Yoboseyo Hamun?” “Onni, onni sedang sibuk?” tanya Hamun “Ani, ada apa?” sebenarnya MinAh masih merasa kesal tapi dia tidak bisa menolak magnaenya yang ingin curhat dengannya.

“Onni aku bingung. Siwon oppa sangat baik padaku, dia sangat memperhatikanku. Setiap malam Siwon oppa selalu menelponku, menanyakan keadaanku. Tapi aku selalu deg-degan dengan Donghae oppa, dia begitu manis. Aku serasa putri jika di dekatnya, dia akan menuruti segala keinginanku. Onni, ottokae??” Hamun terdengar bingung.

“Hamun-aah, siapa yang membuatmu paling nyaman?” tanya MinAh “Molla, dua-duanya membuatku nyaman. Huwaaaa gimana nih onni, aku tidak mau menyakiti dua-duanya” suara Hamun terdengar bergetar.

“Onni tidak bisa membantumu banyak, hanya kamu yang bisa memutuskan karena hanya kamu yang merasakannya. Siapa yang paling membuatmu berdebar, siapa yang paling kamu rindukan” entah kenapa ketika mengatakan itu terbayang wajah Yunho.

“Gomawo onni, aku akan mencoba mengetahui perasaanku sendiri” kata Hamun dengan agak riang, seperti Hamun yang biasanya. “Ne, jangan terlalu dipikirkan, biarkan saja mengalir. Annyeong Hamun-aah” MinAH menutup pembicaraan mereka.

“Semua teman-temanku mempunyai cerita cintanya sendiri-sendiri, sedangkan aku? Tertinggal 10 langkah di belakang, bahkan oleh Hamun” gumam MinAh memikirkan percintaan teman-temannya dengan superstar mereka.

Kriiing kriiing “Yoboseyo oppa. Ada apa meneleponku malam-malam begini?” tanya MinAh yang sebenarnya sudah mengantuk. “MinAh, aku merindukanmu. Hehehehe Bagaimana dengan projectmu? Sekitar 10 hari lagi sudah mulai diproduksi kan?” tanya Jungsoo “Ne, tapi hoobaemu  itu seenaknya saja meninggalkan Korea dan tidak memberi kabar sama sekali. Dia membiarkanku bekerja sendirian, artis macam apa itu. Kalau saja aku tidak ingat kerja kerasku selama ini dan bahwa dia hoobaemu, pasti sudah kusemprot habis-habisan dia” curhat MinAh panjang lebar.

“Hahahahaha siapa? Yunho?? Dia kan sibuk sekali Min, jadi mungkin tidak bisa memberi kabar” kata Jungsoo berusaha mendinginkan hati adiknya “Mwo? Tapi di Korea sesibuk-sibuknya dia, dia selalu bisa mengirimkan sms atau menelponku” nampak sekali MinAh sangat kesal. “Ne.. aku dengar besok dia pulang, kau bisa menemuinya Min..” kata Jungsoo mengingatkan adiknya bahwa besok Yunho akan kembali ke Korea “Ne oppa. Sudah ah aku mau tidur, capek ngomongin hoobaemu itu. Jalja oppa..” “Jalja dongsaeng..” Jungsoo menutup telponnya, tapi sebelumnya MinAh sempat mendengar oppanya tertawa entah karena apa.

***

Besoknya MinAh datang paling pagi karena ada laporannya yang belum selesai. “Tumben sudah datang” kata Minyoung terkejut melihat MinAh sudah datang “Nih belum selesai, sebelum makan siang kan sudah harus kukirim” MinAh menunjuk layar komputernya dan kembali tenggelam dengan pekerjaanya.

Siangnya MinAh dan Minyoung makan siang di cafe kantor mereka karena ingin makan Western food. Ketika sedang menunggu pesanannya datang telponnya berbunyi ‘Jung Yunho’ “Ada apa dia meneleponku, apa dia sudah datang?” Batin MinAh sambil mengangkat telponnya “Yoboseyo” “Yoboseyo MinAh, aku baru datang dari Jepang. Nanti malam datanglah ke dormku, kita akan mengadakan rapat” kata Yunho.

Kata-kata Yunho tentu saja membuat MinAh kesal, sudah lama tidak memberi kabar tiba-tiba seenaknya saja menyuruh-nyuruh orang “Yaaaaa Jung Yunho! Sudah 3 hari kamu tidak memberi kabar, sekarang tiba-tiba minta rapat, di dormmu pula. Apa kamu tidak tau kesulitanku selama 3 hari ini? Rasanya semua pekerjaanku tidak ada yang benar, dan itu semua gara-gara kamu Jung Yunho!” semprot MinAh tanpa henti, mengeluarkan unek-uneknya yang selama ini dia pendam.

“Apa kau merindukanku Park MinAh?” tanya Yunho “Mwo? Ani..” MinAh yakin wajahnya sudah memerah saat ini.

“Hahahhahaa oke, sampai bertemu nanti jam 6 di dormku”  Yunho langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari MinAh.

MinAh masih terdiam, deg-degan. “Park MinAh, apa yang telah kau lakukan” kata MinAh pada dirinya sendiri.

“Kenapa wajahmu Min? Apa kamu sakit? Gwenchanayo? Wajahmu merah” kata Minyoung yang baru datang dari kamar mandi. “Ani.. nan gwenchana..” MinAh masih tidak bisa mengontrol wajahnya, apalagi perasaannya.

Selesai mengerjakan pekerjaannya di kantor, MinAh mengirimkan BBM ke Jungsoo ‘oppa, di mana alamat dorm DBSK?’. Setelah mendapat balasan dari Jungsoo MinAh segera ke subway untuk pergi ke dorm DBSK.

Setelah 40 menit perjalanan naik kereta dan bus, MinAh sampai di dorm DBSK. MinAh menelepon Yunho untuk mengabarkan kedatangannya “Yoboseyo Yunho-ssi, aku sudah sampai” “Ne, langsung saja saja menemui satpam dan resepsionis, nanti kamu bilang Park MinAh ingin bertemu Jung Yunho” kata Yunho “Ne” jawab MinAh.

Di pos satpam MinAh berkata “Park MinAh ingin bertemu Jung Yunho” “Ooohh silahkan agasshi” kata satpam itu mempersilahkan MinAh masuk. Begitu pula di resepsionis, hanya dengan kata-kata “Park MinAh ingin bertemu Jung Yunho” MinAh langsung dipersilahkan masuk.

Ting tong.. MinAh membunyikan bel dorm DBSK “Park MinAh-ssi, silahkan masuk” kata seorang yeoja berambut blonde yang dapat MinAh kenali sebagai coordinator wardrobe DBSK, atau Jung Yunho lebih tepatnya karena MinAh melihat dia hanya mengurusi Yunho saja.

“MinAh-ssi, sudah lama tidak bertemu” sapa Changmin dari dapur “Annyeong Changmin-ssi, apa kabar” balas MinAh “Aku baik-baik saja, tapi berbeda dengan hyung” kata Changmin menunjuk Yunho yang sedang tiduran di sofa ruang tamu. “Yaaa Changminnie, aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing karena kelelahan” kata Yunho yang tangannya sedang dipijat oleh blonde coordi itu.

“Ilsook hyung sedang keluar, tapi sebentar lagi datang, tunggu sebentar” kata Yunho pada MinAh, “Ne, aku akan menunggunya” MinAh memilih duduk di meja makan sambil mengamati Changmin yang sedang memakan burger ukuran besar.

“Tolong buatkan aku bubur” kata Yunho entah pada siapa, “Biar aku yang memasak” sambar MinAh sambil melirik blonde coordi yang akan berdiri, tetapi karena MinAh sudah menjawab diapun duduk lagi, kali ini menonton tv.

MinAh menuju dapur dan menyiapkan semua bahan untuk membuat bubur “MinAh-ssi, dia itu coordinator kami, namanya Choi Haewon” kata Changmin “Ne” sahut MinAh tidak terlalu mempedulikan Changmin dan terus memasak.

Setelah 25 menit bubur yang dibuat MinAh akhirnya matang, dia menyerahkan pada Yunho untuk segera dimakan. “Lama sekali ya masaknya” komentar Yunho sambil memakan bubur buatan MinAh “Cerewet” jawab MinAh “Errrrggghhh kenapa dia selalu membuatku kesal sih” batin MinAh.

Yunho menghabiskan buburnya dalam waktu 5 menit “Gomawo MinAh. Apa kau begitu mengkhawatirkanku sampai menawarkan diri untuk membuatkan bubur?” tanya Yunho “Andwae, aku hanya khawatir model iklanku sakit saat syuting CF atau pemotretan nanti” jawab MinAh sambil membawa mangkoknya ke dapur.

Tak lama setelah itu, manajer Han datang dan mereka semua langsung mengadakan rapat termasuk dengan Haewon karena dia adalah coordinator wardrobe DBSK. Ada beberapa hal yang perlu ditambahkan karena mereka baru membeli pernak-pernik di Jepang yang menurut mereka bisa dipakai untuk CF karena sesuai dengan konsep iklannya.

Jam 10 malam mereka baru menyelesaikan rapat, “MinAh-ssi, aku akan mengantarkanmu pulang ke rumah. Sekarang sudah terlalu malam” kata manajer Han “Aniyo, saya bisa pulang sendiri. Gamsahamnida” kata MinAh menolak tawaran manajer Han karena tidak ingin merepotkan.

“Andwae hyung, aku yang akan mengantarkan MinAh pulang” kata Yunho tiba-tiba, langsung menyambar kunci mobil manajer Han. “Tidak usah Yunho-ssi, aku bisa pulang sendiri” MinAh masih tetap menolak, tetapi tidak didengar olah Yunho karena dia masuk ke dalam kamarnya. Tidak lama kemudian dia keluar sambil memakai topi, jaket, dan membawa plastik besar.

“Kamu masih sakit Yun” kata manajer Han “Gwenchana, aku sudah sehat. Tadi sudah menghabiskan bubur semangkok besar” Yunho masih memaksa, dia bahkan sudah memakai sandalnya dan keluar dari dorm. “Yaaa Park MinAh.. Ppali” kata Yunho pada MinAh yang masih bengong.

Karena tidak ingin membuat keributan akhirnya MinAh menuruti kemauan Yunho “Annyeong, sampai bertemu lagi..” pamit MinAh pada semua orang di sana “Hati-hati MinAh-ssi” kata Changmin.

MinAh mengikuti Yunho menuju parkiran mobil, di dalam mobil MinAh akhirnya bertanya “Yunho-ssi kenapa kamu memaksa mengantarkan aku pulang? Tumben baik” MinAh benar-benar tidak habis pikir dengan perubahan drastis sikap Yunho “Soalnya aku ingin” jawab Yunho pendek.

“Mwo? Maksudmu?” MinAh merasa tidak puas dengan jawaban Yunho “Soalnya aku ingin mengantarmu pulang, aku ingin lebih lama bertemu denganmu setelah beberapa hari ini kita tidak berkomunikasi. Puas?” kata Yunho sambil menyetir. MinAh hanya terdiam, dia kehabisan kata-kata, tidak percaya dengan jawaban Yunho.

Selama perjalanan mereka berdua hanya terdiam, Yunho bahkan tidak bertanya di mana rumah MinAh karena pada kenyataannya 25 menit kemudian MinAh sudah sampai di rumahnya.

“Gomawo Yunho-ssi” kata MinAh mengucapkan terima kasih dan membuka pintu mobil “Tunggu” kata Yunho, dia mengambil plastik besar yang tadi dibawanya dari dorm dan diberikan ke MinAh “Apa ini?” tanya MinAh “Saengil chukkaehamnida Park MinAh, ini kado ulang tahunmu. Mianhae terlambat memberikannya, aku baru menemukan yang cocok untukmu di Jepang kemarin” kata Yunho sambil tersenyum sangat manis.

MinAh menerima kado itu dan mengucapkan terima kasih “Gomawo Yunho-ssi” katanya langsung keluar dari mobil. Dia tidak ingin Yunho melihat wajahnya memerah karena malu dan deg-degan.

Sampai di kamar MinAh langsung membuka kadonya, ternyata isinya adalah sepatu yang mirip dengan miliknya yang patah tapi yang ini nampak lebih mahal. Setelah dicoba ternyata sangat pas di kaki MinAh, MinAh senyum-senyum sendiri melihat sepatu itu.

Teert teert ‘Semoga sepatu itu bisa menggantikan sepatumu yang patah. Jalja’ tulis Yunho ‘Ne, sepatu ini bisa mengobati rasa rinduku pada sepatu patahku itu kkk-. Jeongmal gomawo’ balas MinAh.

MinAh tidur dengan sangat nyenyak malam itu. Karena terlalu nyenyak besoknya dia terlambat bangun, alhasil terlambat masuk kantor.

“Aigoo, bagaimana bisa aku kesiangan saat umma pergi. Tidak ada yang membangunkanku” kata MinAh di dalam kereta sambil ngos-ngosan karena berlari-lari mengejar kereta.

“Annyeong onni, boleh kami berfoto bersama onni?” tanya 2 orang siswa SMP yang nampaknya akan berangkat sekolah “Ne” jawab MinAh. Setelah berfoto bersama, salah satu dari mereka memberikan bungkusan cukup besar kepada MinAh “Onni, boleh kami menitipkan ini untuk Leeteuk oppa?” tanyanya sambil malu-malu “Gwenchana” MinAh menerima bungkusan itu yang ternyata cukup berat. “Gomawo onni” “Cheonmaneyo” jawab MinAh, bersamaan dengan itu kereta berhenti di stasiun yang MinAh tuju.

Biasanya MinAh hanya butuh 10 menit untuk berjalan ke kantornya, tapi dengan membawa bungkusan ini waktu yang dibutuhkan MinAh menjadi 2 kali lipat.

“Yaaa MinAh, ada apa denganmu?” tanya Minyoung melihat temannya datang membawa bungkusan besar sambil ngos-ngosan “Aku terlambat bangun karena ummaku pergi, di dalam kereta diajak foto bersama fans oppaku, dan dititipi bungkusan ini oleh mereka” jelas MinAH tentang kejadian yang dia alami pagi ini secara berurutan. “Kenapa tidak kamu tolak saja titipan mereka itu? Kan berat sekali tuh” Minyoung menunjuk bungkusan yang diletakkan MinAh di meja kerjanya “Andwae! Apa kata mereka kalau adik Leeteuk menolak titipan dari fans untuk oppanya, bisa jelek nama Jungsoo oppa” kata MinAh dan mulai bekerja.

Teert teert.. MinAh membaca sms yang masuk ‘Selamat pagi, semoga sepatu dariku dipakai ke kantor’ dari Jung Yunho. MinAh tersenyum sambil menatap sepatu yang dia kenakan hari ini ‘Aniyo, aku tidak memakainya’ balas MinAh ‘Aku tidak percaya, akan kubuktikan nanti’ MinAh bingung dengan sms Yunho ‘Mwo? Maksudmu?’ tapi tidak ada balasan dari Yunho.

Siangnya MinAh dan Minyoung makan siang di cafe kantor bersama beberapa rekan mereka. Tiba-tiba cafe menjadi riuh ketika beberapa orang datang, MinAh dan kawan-kawan terlalu fokus pada makanan mereka dan tidak terlalu ngeh dengan apa yang terjadi.

“Park MinAh” panggil seseorang “Ne” jawab MinAh dan mencari arah suara itu. Dilihatnya Yunho, Changmin, manajer Han, dan Haewon duduk di pojok cafe itu. MinAh benar-benar kaget, sedangkan seluruh orang di cafe berbisik-bisik heboh.

Yunho berjalan ke arah MinAh “Tidak kusangka kita bertemu di sini, padahal tadinya aku mau menemuimu di ruangan manajer Kim untuk membuktikan sesuatu” kata Yunho sambil melirik ke arah kaki MinAh. MinAh mengerti maksud Yunho dan seketika itu wajahnya menjadi memerah “Yaaa Jung Yunho, aku kan tidak tau kalau kamu akan ke sini” kata MinAh menaikkan nada suaranya agar tidak ada yang menyadari bahwa MinAh sedang sangat malu, dan sangat deg-degan.

“Hahaha, aku selalu berkata jujur Min. Oke, sampai bertemu nanti” kata Yunho sambil tersenyum jahil dan meninggalkan MinAh untuk kembali ke mejanya. MinAh hanya bisa diam, dia benar-benar bingung, dia merasa kesal dan malu tapi juga senang. Entah apa yang sebenarnya MinAh rasakan, semuanya campur aduk.

“Min, itu Yunho. Ya ampun, tampan sekali. Changmin juga..” komentar teman-temannya MinAh. MinAh tidak bisa menjawab apalagi berkomentar, dia hanya menghabiskan makanannya dalam diam. Sekitar lima belas menit kemudian MinAh dan kawan-kawan menghabiskan makanannya “Kajja” ajak Minyoung “Mmmmm kalian kembalilah dulu, aku menyusul” kata MinAh “Mwo? Wae? Kamu sakit?” tanya Minyoung cemas “Aniyo, hanya agak mulas, mungkin terlalu pedas makanannya” kata MinAh jelas-jelas berbohong sambil melirik ke arah meja di pojok yang masih berisi Yunho dan kawan-kawan.

Alasan MinAh sebenarnya adalah dia tidak ingin Yunho melihatnya memakai sepatu pemberian Yunho karena MinAh sudah berbohong bahwa dia tidak memakainya hari ini. Memang sih Yunho sudah tau, tapi tetap saja daripada saat dia jalan Yunho menertawakannya, lebih baik dia menunggu gerombolan itu pergi terlebih dahulu.

Sepuluh menit kemudian MinAh melihat dari ekor matanya Changmin pergi meninggalkan cafe, MinAh langsung pura-pura sibuk memainkan hpnya sambil minum milkshake cokelatnya. Setelah dirasa aman, MinAh beranjak dari tempat duduknya. Ketika berdiri MinAh baru menyadari kalau Yunho masih duduk di tempatnya, memperhatikan MinAh. “Sial, kenapa dia masih di sana. Kalau aku duduk lagi dia akan curiga dan semakin menertawakanku” batin MinAh.

Mau tidak mau MinAh meneruskan berjalan keluar dari cafe menuju lift. Saat menunggu lift Yunho datang dan berdiri di sebelahnya, MinAh pura-pura cuek sambil meminum milkshakenya. “Sepatu yang bagus, cocok sekali di kakimu” komentar Yunho tanpa melihat MinAh “Ne, gomawo” jawab MinAh masih berpura-pura cuek. Triing! Manajer Kim mengirimkan BBM menyuruh  MinAh segera ke ruangannya sambil membawa keperluan iklan.

Pintu lift terbuka, MinAh segera masuk ke dalam lift dan memencet angka 4. “Agasshi, apa kau tau kalau bohong itu dosa?” tanya Yunho “Ne, arasseo. Wae?” jawab MinAh “Aniyo, hanya penasaran, apa ya yang membuat seorang yeoja bisa berbohong pada namja. Mungkin karena yeoja itu terlalu membencinya, atau malah terlalu menyukainya” kata Yunho. MinAh tidak menjawab sambil berharap ada orang lain yang masuk lift, tapi sepertinya Tuhan memang tidak suka pembohong karena sampai lantai 4 tidak ada satu orangpun yang menghentikan liftnya.

MinAh segera menuju mejanya untuk mengambil keperluan iklannya, “Apa itu?” tanya Yunho yang tanpa MinAh sadari mengikutinya. “Mwo? Apa yang kau lakukan di sini” tanya MinAh kaget “Aniyo, hanya mengikutimu saja. Jadi apa itu?” Yunho menunjuk bungkusan besar di meja MinAh “Kado dari fans untuk oppaku” jawab MinAh terburu-buru membereskan barangnya sampai ada beberapa yang terjatuh. Yunho membantu mengambil barang-barang yang terjatuh “Kajja” ajak MinAh. “Hey tunggu, terus ini bagaimana?” Yunho memperlihatkan barang-barang MinAh yang dibawa oleh Yunho “Bantu aku membawakannya, buat apa kamu mengikutiku kalau tidak mau membantuku. Kajja” MinAh segera berjalan mendahului Yunho. Yunho hanya tersenyum dan segera mengikuti MinAh ke ruangan manajer Kim.

Sampai di sana semua sedang menunggu Yunho dan MinAh “Hyung, dari tadi ke mana saja, lama sekali, katanya cuma mau beli milkshake” protes Changmin “Mianhae Changmin-aah” jawab Yunho meletakkan barang-barang MinAh di meja.

“Park MinAh, kenapa lama sekali, kamu sudah tau kan kalau kita ada rapat. Dan kenapa Yunho-ssi membawakan barang-barangmu” tegur manajer pada MinAh “Jeosonghamnida….” “Gwenchana manajer Kim, tadi kulihat MinAh-ssi bolak-balik ke kamar mandi, mungkin perutnya sakit sekali. Makanya saya bantu dia membawa barang-barangnya agar lebih cepat sampai di sini” kata Yunho memotong kata-kata MinAh sambil melirik MinAh, yang MinAh balas dengan melotot “Apa-apaan itu, ke kamar mandi bolak-balik?? Ggrrrrr”. MinAh tau Yunho berusaha membantunya, tapi alasannya bolak-balik ke kamar mandi? Memalukan!

“Ne manajer, Yunho-ssi benar. Joesonghamnida yorobeun” kata MinAh meminta maaf pada semua yang ada di situ. “Oke, sekarang kita mulai saja rapatnya. Kami ada jadwal lain 1 jam lagi” kata manajer Han.

1 jam kemudian rapat diakhiri, MinAh membereskan barang-barangnya dibantu Yunho “Ngapain kamu?” bisik MinAh “Membantumu, aku yakin kamu tidak bisa membawanya sendirian” balas Yunho sambil berbisik juga. MinAh hanya terdiam karena pada kenyataannya dia memang tidak bisa membawa semuanya sendiri.

Sampai di meja MinAh, “Gomawo” kata MinAh “Atas apa?” tanya Yunho “Sudah membantuku membawakan barang-barangku” jawab MinAh “Yakin cuma itu?” Yunho benar-benar membuat MinAh kesal “Ne, terima kasih atas sepatunya, terima kasih sudah membantuku mencari alasan di depan manajer Kim tadi. Puas? Sekarang pergilah, manajer Han dan Changmin sudah menunggumu. Ohya Haewon agasshi juga” kata-kata terakhir diucapkan MinAh penuh tekanan dengan kekesalan yang berlipat-lipat. MinAh duduk di kursinya dan mulai menyalakan komputernya agar Yunho segera pergi dari sana.

“Hahahaha sampai bertemu lagi. Annyeong” kata Yunho yang kemudian membelai puncak kepala MinAh dan pergi begitu saja. MinAh merasa kaku, dia tidak bisa berpikir, tidak bisa melakukan apapaun, dan tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Minyoung padanya.

***

Besoknya MinAh hanya berbaring di tempat tidur seharian karena tamu bulanannya datang pagi ini, dan itu artinya MinAh akan mengalami kram perut yang amat sangat seharian ini.

Kriing kriing Yunho menelepon “Yoboseyo” kata MinAh “MinAh, kau harus datang ke dormku sekarang, ada beberapa hal yang tidak aku mengerti” perintah Yunho. “Tapi kemarin kan sudah dibahas semua dan tidak ada revisi” bantah MinAh “Sudahlah, pokoknya aku ingin membicarakannya sekarang juga” Yunho memaksa MinAh datang ke dormnya sekarang juga. “Yunho-ssi, sekarang hari Sabtu” MinAh masih berusaha membantah Yunho “Oleh karena itu kamu harus datang, aku ingin bertemu sekarang” akhirnya MinAh mengalah “Ne, aku akan ke dormmu sekarang” kata MinAh pasrah. “Hehehe kutunggu sekarang, ppali” Yunho terdengar senang tapi tidak begitu dengan MinAh, dia harus melawan rasa sakitnya untuk bertemu Yunho “Aku ingin mencincangnya” batin MinAh geram.

Setelah mandi dan berganti baju MinAh segera berangkat ke dorm DBSK. Di tengah jalan Yunho mengirimkan SMS ‘Ppali’ tulis Yunho ‘Tunggu, aku sedang di jalan’ balas MinAh. Untuk mempersingkat waktu MinAh memutuskan naik taksi “Chungdamdong ahjussi” kata MinAh pada supir taksi.

tbc