Superstar part 7

@gurlindah93

Cast:

Park MinAh
Jung HyunAh
Song Hyejin
Choi Jihyo
Kang Hamun
DBSK
SJ

Di dalam taksi MinAh sudah merasa lemas, kram perutnya benar-benar tidak bisa ditahan.

Ting tong.. Yunho membukakan pintu “Annyeong, ayo masuk” ajak Yunho “Ne” MinAh hanya bisa menuruti kata-kata Yunho. Di ruang tamu Yunho malah menyalakan tv “Jadi  Yunho-ssi apa yang harus dirubah?” tanya MinAh, semakin cepat dibahas akan semakin cepat dia pulang.

“MinAh kenapa kamu pucat sekali, apa kamu sakit?” Yunho malah balik bertanya dan memegang kening MinAh “Gwenchana, ayo cepat dibahas. Di mana Changmin-ssi dan manajer Han?” MinAh mengecek sekeliling dorm tapi tak ada siapapun “Mereka masih keluar tapi akan datang sebentar lagi. Kamu berkeringat dingin Min” Yunho memegang tangan MinAh yang memang sudah mengeluarkan keringat dingin. “Aku hanya sedang kram perut karena mendapat tamu bulanan” kata MinAh sambil memegangi perutnya dan merintih, Yunho nampak sangat cemas dia tidak tau apa yang harus dilakukan.Akhirnya Yunho membopongnya ke dalam kamarnya, MinAh sudah tidak bisa protes lagi karena dia sudah tidak bertenaga bahkan untuk bicara. Selain itu MinAh merasa sangat nyaman dan tenang dalam pelukan Yunho. MinAh diturunkan di tempat tidur yang hangat dan wangi yang MinAh yakin pasti tempat tidur Yunho.

“Yoboseyo hyung, Leeteuk hyung. MinAh sedang ada di dormku tapi ternyata dia sedang kram perut karena tamu bulanan, dia terlihat sangat kesakitan, ottokae?” ternyata Yunho menelepon Jungsoo karena panik “Mianhae hyung, aku tidak tau kalau dia sedang sakit. Aku hanya ingin bertemu dengannya. Mianhae..” dari suaranya nampak Yunho sangat menyesal. MinAh tersenyum kecil senang karena Jungsoo memarahi Yunho gara-gara dia.

“MinAh, kamu bisa berjalan? Aku akan mengantarkanmu pulang” tanya Yunho, “Ne, aku bisa pulang sendiri” jawab MinAh, dia tidak ingin merepotkan Yunho karena dia sudah membatalkan rapat mereka. “Shiro!! Aku akan mengantarmu pulang” kemudian Yunho membantu MinAh berdiri dan memapahnya berjalan menuju mobil.

MinAh merasa Yunho agak ngebut ketika menyetir “Yun, hati-hati” kata MinAh “Ne” Yunho menjawab sambil tetap berkonsentrasi pada jalan karena jalanan cukup ramai di malam Minggu seperti ini.

“Min, kenapa tadi kamu tidak bilang kalau sedang sakit seperti ini, kalau aku tau aku pasti membatalkannya dan menyuruhmu istirahat di rumah” tanya Yunho tidak melepaskan pandangannya dari jalan “Katanya kamu ingin bertemu, aku juga ingin bertemu” jawab MinAh pendek. MinAh bisa melihat Yunho tersenyum, kemudian mereka berdua terdiam.

Sampai di rumah MinAh ternyata umma-appa sudah menunggu di luar, nampaknya Jungsoo sudah mengabarkan keadaan MinAh ke orang tua mereka. MinAh sudah akan keluar tapi Yunho melarangnya “Tunggu saja di sini” kata Yunho buru-buru turun dari mobil. Kemudian Yunho membopong MinAh keluar dari mobil dan membawanya masuk ke rumah “Di sini kamar MinAh” kata umma menunjukkan kamar MinAh, tidak lama kemudian MinAh sudah berbaring di tempat tidurnya.

“Joesonghamnida ahjussi, ahjumma. Saya tidak tau kalau MinAh-ssi sedang sakit, jadi saya menyuruhnya datang untuk rapat” kata Yunho penuh tanggung jawab pada umma-appa “Gwenchana Yunho-ssi, MinAh memang begitu setiap bulan kalau tamunya datang. Istirahat sebentar dia akan lebih baik. Ahjumma buatkan teh dulu” kata umma kemudian keluar kamar untuk membuat teh. “MinAh memang seperti itu kalau sudah menyangkut pekerjaan, tidak pernah memikirkan keadaan dirinya. Gwenchana.. Ahjussi keluar dulu” kata appa menepuk bahu Yunho dan meninggalkan Yunho dan MinAh di kamar.

“Mianhae MinAh, jeongmal mianhae” kata Yunho mengambil kursi dan duduk di samping tempat tidur MinAh “Gwenchana” balas MinAh lirih.

Setelah minum teh hangat buatan umma, MinAh langsung tertidur dengan nyenyak. Kram perutnya sudah mulai berkurang, mungkin karena tehnya mungkin juga karena tangan Yunho yang terus memegang perut MinAh.

Malamnya MinAh bermimpi ada yang mencium kening, hidung, dan bibirnya. Mimpi itu terasa sangat nyata karena MinAh bisa merasakan desahan nafas namja itu, bahkan bau tubuhnya nampak tak asing.

***

Besoknya MinAh bangun jam 9 pagi, perutnya sudah jauh lebih baik. MinAh melihat hpnya, tidak ada sms atau missed call dari Yunho. Dengan sedikit kecewa dia keluar kamar, di luar kamar hanya ada ummanya, dia tau appanya sedang latihan tenis. “Umma” panggil MinAh menyusul umma duduk di ruang makan. “Sudah bangun? Dari tadi oppamu menelepon umma terus, nanti telponlah dia. Ini makanlah” kata umma menyodorkan roti gandum dengan telur di dalamnya. MinAh mengambilnya dan memakannya.

“Kamu tidak tanya di mana Yunho-ssi?” tanya umma tiba-tiba “Mwo?” MinAh melihat ke segala arah di rumah tapi tidak menemukan siapa-siapa. “Dia sudah pulang, tapi tadi malam dia menungguimu terus sampai jam 3 pagi. Kalau appa tidak memaksanya pulang mungkin dia akan menungguimu sampai kamu bangun” terang umma “Jeongmal?” tanya MinAh sedikit tidak percaya “Ne” jawab umma.

“Buat apa dia menungguiku, pasti dia merasa bersalah. Tapi dia belum menghubungiku sama sekali” kata MinAH dalam hati sambil memeriksa hpnya. Tiba-tiba hpnya berbunyi, ternyata Hyejin meneleponnya “Yoboseyo Hyejin-aah” “MinAh!!! Gwenchanayo? Aku dengar dari Kyuhyun kamu sakit ya? Terus diantar Yunho oppa pulang, emang kamu lagi di mana sih kok bisa Yunho oppa yang mengantar pulang?” tanya Hyejin bertubi-tubi.

MinAh pindah ke kamar agar lebih bebas berbicara dengan Hyejin “Tadi malam aku ke dormnya, rencananya mau rapat tapi aku sedang kram perut, kamu tau sendiri kan gimana kalau aku lagi kram perut. Singkat cerita dia mengantarkan aku pulang karena merasa bersalah” jelas Hyejin “Hahahahahaa dia pasti sangat khawatir. Kata Kyu, Leeteuk oppa marah-marah di dorm, katanya Yunho oppa tidak bisa menjaga adiknya. Ckckck oppamu ternyata bisa menyeramkan seperti itu ya Min” kata Hyejin panjang lebar. MinAh hanya bisa tertawa mendengar tingkah laku oppanya, ya begitulah Jungsoo pada MinAh, over protective.

“Hye, gimana perkembanganmu sama Kyu?” tanya MinAh, dia merasa penasaran dengan perkembangan percintaan sahabatnya ini “Hmmmm baik-baik saja. Beberapa kali dia ke rumahku, memang sih belum ada pernyataan cinta dari tapi aku tenang-tenang saja, soalnya suatu saat pasti ada pengakuan. Hehehee.. Yang perlu kita cemaskan adalah magnae kita, dia dikelilingi 2 lelaki tampan dan baik hati” kata Hyejin “Hmmmm feelingku sih dia memilih Siwon oppa, tapi terserah dia sih, mau pilih siapapun oke, kan dia yang punya hati” komentar MinAh tentang magnaenya. “Hhhhhh ya sudah ya, yang penting aku tau kamu sudah baik-baik saja. Anneyong, aku mau mandi” “Annyeong” MinAh menutup telponnya.

Baru saja ditutup telponnya sudah berbunyi lagi “Yoboseyo Hyun” “Park MinAh, apa yang terjadi, Changmin bilang kamu tadi malam sakit ya? Terus diantar Yunho oppa pulang” HyunAh terdengar cemas “Ne, tapi aku sudah baik-baik saja, tadi malam aku kram perut waktu mau rapat di dorm DBSK” MinAh menjelaskan agar temannya yang gampang cemas ini menjadi tenang “Oh syukurlah, eh kamu sudah baca berita di internet?” tanya HyunAh “Ani, ada apa emang?” jawab MinAh. “Ada kamu” kata HyunAh yang membuat MinAh kaget “Mwo? Aku? Berita apa?” MinAh cepat-cepat menyalakan komputernya “Baca saja sendiri, eh sudah ya Changmin mau telpon aku. Cepat sembuh sayang” HyunAh langsung menutup telponnya.

‘Ada hubungan apa antara U-know Yunho dan Park MinAh, adik dari Leeteuk?’ judul headline pada beberapa artikel di internet lengkap dengan foto Yunho yang sedang membopong MinAh. “Aigoo.. mereka mengada-ada, dan bagaimana mereka bisa mendapat fotoku tadi malam. Dasaaaaaarrr” MinAh mengamuk dan segera menelepon oppanya.

“Yoboseyo MinAh, gwenchanayo?” tanya Jungsoo “Nan gwenchana oppa, jangan khawatir” jawab MinAh “Hhhhh dasar Yunho, bisa-bisanya menyuruhmu rapat dalam keadaan sakit, dia sudah gila” nada Jungsoo menjadi tinggi ketika mengatakannya, sepertinya dia masih kesal dengan Yunho. “Gwenchana oppa, jeongmal.. Mmmmmm oppa, apa oppa sudah membaca berita pagi ini?” tanya MinAh pelan, dia takut oppanya semakin mengamuk.

“Sudah, sekarang manajerku sedang berbicara dengan manajer DBSK. Mungkin aku akan mengklarifikasi lewat twitter, kamu diam saja ya, jangan menjawab pertanyaan dari wartawan” kata Jungsoo tenang “Ne, aku akan diam. Mianhae oppa, aku sudah membuatmu dalam kesulitan” MinAh merasa tidak enak karena artikel-artikel itu membawa nama oppanya. “Hahaha gwenchana, aku sudah tau suatu saat akan terjadi hal seperti ini” Jungsoo malah tertawa mendengar adiknya yang bingung memikirkannya.

“Oppa, jangan marahi Yunho-ssi, dia tidak bersalah, jebal” pinta MinAh “Ne, tenang saja, aku sudah memarahinya semalam. Sekarang kamu istirahatlah, jangan pikirkan berita-berita itu lagi” kata Jungsoo “Ne oppa, gomawo” MinAh menutup telponnya dan memilih berbaring di tempat tidur.

Tiba-tiba Jihyo mengirim BBM ‘onni, gwenchanayo? Aku sudah baca berita hari ini dan sudah mendengar cerita lengkapnya dari Leeteuk oppa karena sekarang aku sedang di dorm Super Junior untuk menemui Sungmin oppa’ ‘Nan gwenchana Jihyo-aah. Ne, kamu bersenang-senanglah dengan Sungmin’ balas MinAh.

Kemudian MinAh membaca satu persatu mention yang masuk, ada yang bilang dia caper pada Yunho karena kebetulan dia adik Leeteuk, ada yang bilang sakitnya dibuat-buat, malah ada yang mengatakan dia hamil dengan Yunho “Apa orang-orang ini sudah gila?” semprot MinAh.

Tidak lama kemudian oppanya membuat klarifikasi lewat twitter ‘Adikku @minahpark87 tidak ada hubungan dengan DBSK U-know Yunho, Yunho hanya mengantarkannya pulang karena sakit saat mereka sedang rapat untuk project mereka. Gamsahamnida atas pengertiannya’ MinAh tersenyum membaca tweet oppanya dan meretweetnya.

Malamnya, “MinAh ada kiriman bunga” kata ummanya mengetuk pintu kamar MinAh “Mwo dari siapa umma?” tanya MinAh menerima rangkaian bunga yang kecil tapi sangat cantik dan menyenangkan “Molla, lihat saja sendiri” kata umma.

MinAh membaca kartunya ‘Mianhae, jeongmal mianhae. YH’ MinAh tersenyum membacanya, dia mengirimkan sms ke Yunho ‘Gomawo untuk bunganya, gomawo sudah mengantarkan aku pulang, dan gomawo mau menemaniku melewati rasa sakit’. Tidak lama kemudian Yunho membalas ‘Cheonmaneyo agasshi, selamat tidur’ MinAh sudah lama tidak meraskan hal seperti ini, dia tersenyum sambil meletakkan rangkaian bunga dari Yunho di meja riasnya.

***

Selama seminggu MinAh benar-benar berkonsentrasi mengerjakan project iklan ini, setiap hari dia lembur.

Hari Jumat siang ketika MinAh rapat dengan timnya, dia mendapatkan kabar buruk, salah satu model wanitanya tidak bisa syuting karena sedang diopname gara-gara gangguan pencernaan “Joesonghamnida MinAh-ssi, baru tadi malam Sunmin-ssi masuk rumah sakit. Apa perlu saya carikan penggantinya?” tanya manajer agency “Aniyo, gwenchanayo, saya akan mencari jalan keluarnya. Gamsahamnida” kata MinAh, dia langsung lemas. “Onni, ada apa?” tanya Jiwon salah satu anggota tim MinAh “Sunmin sedang sakit besok tidak bisa syuting. Padahal hanya dia yang cocok dengan karakter gadis yang kita butuhkan” kata MinAh “Besok kan syutingnya, Ottokae?” Jiwoon ikut panik “Aku akan menghubungi manajer Han dulu karena aku dan manajer Han yang mengcasting Sunmin” kata MinAh.

“Yoboseyo manajer Han, sekarang manajer sedang ada di mana?” tanya MinAh di telpon “Sedang di jalan, rencananya mau ke kantor MinAh-ssi. Ada apa?” MinAh merasa sangat diberkati “Kita bicarakan di kantor saja, akan saya tunggu di ruang meeting lantai 4” MinAh langsung meninggalkan timnya dan beranjak ke ruang meeting.

Setelah menunggu 20 menit manajer Han datang bersama Yunho, Changmin, dan Haewon. MinAh merasa agak kikuk bertemu dengan Yunho setelah kejadian waktu itu, walaupun setiap hari mereka berkomunikasi. “Annyeong MinAh-ssi apa ada masalah?” tanya manajer Han “Sunmin-ssi salah satu model kita sedang sakit jadi dia positif tidak bisa syuting besok. Ottokae?” MinAh menjelaskan permasalahannya dengan setenang mungkin agar tidak membuat cemas yang lain.

“Hmmmm tidak adakah penggantinya?” manajer Han ternyata sangat tenang di situasi yang kritis begini, pantas saja DBSK sangat sukses. “Aniyo, kita sudah mengcasting semua model di agency itu dann tidak ada yang cocok dengan karakter yang kita butuhkan” jelas MinAh, “Rasanya semua artis di agency kita juga sudah ada jadwal” kata manajer Han.

“Bagaimana kalau MinAh-ssi saja yang jadi modelnya? Menurutku MinAh-ssi cocok dengan karakter yang kita butuhkan” tiba-tiba Haewon melontarkan ide yang luar biasa tidak masuk akal bagi MinAh “Mwo? Aku? Andwae! Aku tidak bisa berakting” MinAh jelas saja menolak, apa dia sudah gila?

“Aku setuju, bagaimana kalau MinAh-ssi saja yang menggantikan modelnya? Adegannya kan tidak terlalu sulit, hanya 60 detik pula. Bagaimana menurut kalian Yunho, Changmin?” tanya manajer Han pada Yunho dan Changmin. MinAh berharap mereka menolaknya. “Aku sih terserah hyung” jawab Changmin “Nado, lagipula kita tidak punya waktu lagi untuk mencari model baru” Yunho mengatakannya sambil melirik MinAh seolah menyuruh MinAh menerima saja.

“Jadi bagaimana MinAh-ssi? Kami semua tidak ada yang keberatan” manajer minta kepastian dari MinAh. MinAh berpikir apa yang sebaiknya dia lakukan, sudah tidak ada waktu lagi untuk mencari model. “Baiklah, aku mau” akhirnya MinAh menerima tawaran itu dengan pasrah.

“Geurae, jadi kita bisa syuting besok” kata manajer Han gembira. Yunho hanya tersenyum penuh makna, sedangkan MinAh sangat stress karena tidak tau apa yang harus dia lakukan besok.

***

Besoknya MinAh datang ke lokasi syuting naik taksi, di perjalanan Jungsoo mengirimkan BBM ‘Hwaiting!’. MinAh benar-benar deg-degan, perutnya mulas, rasanya MinAh ingin balik ke rumah tapi kemudian dia ingat kerja kerasnya selama lebih dari 1 bulan ini.

Sampai di lokasi ternyata Yunho sudah di sana sedang didandani. Timnya sudah bekerja mempersiapkan lighting dan sebagainya “Onni, ayo cepat duduk, Minra onni akan mendandanimu” suruh Jiwon riang, dia tidak tau kalau MinAh sedang cemas saat ini.

MinAh duduk di sebelah Yunho “Selamat pagi MinAh, wajahmu terlihat pucat” sapa Yunho “Aku sedang deg-degan. Puas?” jawab MinAh, dia tau jawabannya terlalu kasar tapi dia sangat cemas, keberhasilan iklan ini bergantung padanya, mulai konsep hingga aktingnya semua ada di tangannya.

“Tenanglah, semua akan baik-baik saja tidak usah terlalu cemas. Atau kamu cemas karena akan beradu akting denganku?” goda Yunho “Yaaaaaa Jung Yunho!” MinAh melotot, tapi Yunho malah tertawa melihatnya.

“Kenapa kamu sendirian? Mana Changmin?” tanya MinAh yang tidak menemukan Changmin di manapun “Dia akan menyusul bersama Ilsook hyung, aku tadi ke sini duluan karena aku menyetir sendiri” jawab Yunho.

Tidak lama kemudian Changmin datang dan langsung didandani. Setelah semua siap mereka mulai berakting, Changmin take duluan bersama model, pertama Changmin take untuk CF handycam, kemudian untuk CF DVD player, dan terakhir untuk CF LCD tv. Dalam waktu 2,5 jam Changmin menyelesaikan CF yang masing-masing berdurasi 60 detik “Bagus Changmin-ssi, gamsahamnida” kata Jiwon sutradara CF ini.

Sekarang giliran MinAh dan Yunho, take pertama adalah untuk CF handycam. Diceritakan MinAh sedang berjalan-jalan di taman dan direkam oleh Yunho, MinAh berakting tertawa-tawa semampunya sedangkan Yunho nampak benar-benar menikmatinya syutingnya. Ternyata hanya dibutuhkan satu kali take “Onni, aktingmu bagus sekali, sangat natural. Yunho-ssi juga sepertinya benar-benar menikmati saat-saat merekam MinAh onni. Kalian berdua sudah punya chemistry yang kuat. Ayo kita lanjutkan ke CF berikutnya” kata Jiwon, dia adalah lulusan penyutradaraan yang terdampar di bagian SDM. MinAh dan Yunho hanya bisa berterimakasih.

Syuting CF kedua dilakukan di salah satu rumah dekat taman lokasi syuting pertama, rumah itu sangat indah. Ceritanya Yunho akan memberi MinAh kejutan dengan memutarkan rekamannya, di sini MinAh tidak ambil bagian karena ceritanya hanya Yunho yang menyiapkan rekaman tersebut. Setelah 2 kali take, Yunho menyelesaikan syuting CF keduanya.

Dan CF terakhir ini adalah yang paling sulit untuk MinAh karena ada adegan di mana Yunho harus memeluknya di sofa saat bersama-sama menonton video buatan Yunho. MinAh berdoa semoga adegan ini hanya dilakukan satu kali.

Take pertama nampak sangat lancar sampai adegan terakhir ketika memeluk MinAh, Yunho melakukannya terlalu cepat, tidak tepat dengan arahan Jiwon “Mianhae” kata Yunho. Akhirnya diulang lagi dari awal karena Jiwon ingin mendapat adegan yang sempurna.

Take kedua lagi-lagi Yunho melakukan kesalahan di adegan memeluk MinAh, kali ini dia memeluk sambil meremas lengan MinAh sampai MinAh berteriak kesakitan “Mianhae” kata Yunho sekali lagi.

Take ketiga Yunho membuat kesalahan yang cukup fatal, dia lupa dialognya saat memeluk MinAh “Mianahe” kata Yunho pada Jiwon. “Yaaaa Jung Yunho, kamu selalu meminta maaf pada Jiwon, kenapa kamu tidak meminta maaf padaku. Awas kalau salah lagi” ancam MinAh. Yunho hanya senyum-senyum diomelin oleh MinAh.

Setelah 8 kali take, take kesembilan berjalan dengan baik dan sempurna, bahkan di akhir adegan Yunho mencium kening MinAh yang sebenarnya tidak tertulis di script. Sebenarnya MinAh sangat kaget, tapi dia tidak mau adegan ini diulang untuk yang kesepuluh kalinya, jadi MinAh menampakkan tampang cool dan bahagia layaknya seorang yeoja yang mendapatkan ciuman dari kekasihnya.

Semua orang bertepuk tangan bahagia, entah karena syuting sudah selesai, atau karena adegan tambahan yang tidak diduga itu.

“Jung Yunho apa kau lakukan tadi?” tanya MinAh di perjalanan menuju restoran untuk makan malam “Apa yang kulakukan?” Yunho pura-pura tidak mengerti maksud MinAh. “Yang itu tadi, adegan terakhir yang tidak ada di script” MinAh tidak mau menyebutkan kata-kata ‘mencium kening’, dia tidak mau Yunho merasa dirinya ke-GR-an. “Aku tidak mengerti maksudmu Min” Yunho masih saja pura-pura tidak mengerti maksud MinAh “Aiiissshhhh sudahlah, lupakan saja” MinAh menjadi kesal dan diam saja selama perjalanan, Yunho melirik MinAh dan tersenyum.

Di restoran, mereka menyewa satu ruangan besar untuk menjaga privasi mereka. “Baik sebelum kita mulai makan, mari kita bersulang untuk proses syuting hari ini yang berjalan lancar. Terima kasih pada MinAh-ssi atas persiapan yang sangat matang dan sempurna tadi. Ohya terima kasih juga karena mau menjadi model dadakan yang ternyata bisa menciptakan chemistry yang luar biasa kuat dengan Yunho, terutama adegan terakhir itu. Jeongmal gomawoyo” kata manajer Han memberi sambutan diiringi tepuk tangan heboh dari semua orang di sana. “Park MinAh! Park MinAh! Sambutan! Sambutan!” kata orang-orang. “Ne, cheonmaneyo atas pujiannya manajer Han, untuk semua orang yang bekerja keras hari ini gamsahamnida. Besok kita akan bekerja lagi dengan semangat yang sama seperti hari ini. Gomawo yorobeun” sambutan MinAh yang membuat semua orang semakin heboh.

Pulangnya MinAh diantar oleh van DBSK, karena mereka tidak tega membiarkan MinAh pulang sendirian naik taksi. “Minah-ssi, bagaimana keadaanmu? Maaf kemarin Yunho memaksamu untuk rapat” kata manajer Han di dalam van, Yunho hanya diam saja.

“Gwenchana, kramnya hanya 1 hari kok, setiap bulan saya selalu mengalaminya. Gwenchana” kata MinAh “Ne, hyung memaksaku pulang saat bersama HyunAh, padahal menurutku tidak ada yang perlu dirubah” kata Changmin, “Menurutku juga” batin MinAh.

Sampai di rumah MinAh memilih cepat-cepat tidur karena besoknya dia harus bangun pagi untuk mengurus pemotretan yang akan diadakan di 2 tempat, di studio dan di taman+rumah tempat mereka kemarin syuting CF.

***

Pagi-pagi MinAh diantarkan appanya ke studio tempat pemotretan berlangsung karena dekat dengan lapangan tenis tempat appanya biasa berlatih.

Di studio baru nampak timnya yang sedang sibuk “Doojoon-ssi, bagaimana persiapannya?” tanya MinAh pada Yang Doojoon, fotografer profesional milik perusahaan tempatnya bekerja. “Oke, MinAh-ssi, hanya menunggu modelnya datang” jawab Doojoon.

Lima menit kemudian Yunho, Changmin dan staff mereka datang. Sebelum didandani, Yunho mendatangi Doojoon dan mereka berbincang-bincang serius. “Apa yang mereka bicarakan sambil berbisik-bisik begitu” pikir MinAh.

Setelah itu mereka menjalani pemotretan selama 2 jam, cukup cepat karena DBSK sudah terlalu sering menjalani pemotretan, jadi cukup mudah bagi mereka untuk mengikuti arahan Doojoon. Kemudian mereka langsung pindah ke perumahan tempat mereka melakukan syuting kemarin.

Di sana sudah banyak fans DBSK, tetapi mereka tidak boleh mendekati lokasi pemotretan karena akan menganggu. “Yunho oppa!!” “Changmin oppa!!” teriak mereka, bahkan beberapa dari mereka nampak menangis.

“Ckckckck banyak juga ya yang ke sini, tau dari mana mereka kalau lokasi pemotretan ada sini” kata MinAh mengomentari banyaknya fans di sana “Aaaaahhh masak onni tidak tau, mereka kan memang seperti itu onni, selalu tau apa yang idola mereka lakukan. Menyeramkan” komentar Jiwon. MinAh membenarkan perkataan Jiwon, dia sudah pernah menjadi korbannya.

Saat MinAh sedang mengawasi jalannya pemotretan tiba-tiba Doojoon memanggilnya “MinAh-ssi, bagaimana kalau kamu ikut dalam pemotretan ini. Kulihat kemarin kamu dan Yunho-ssi punya chemistry yang kuat, pasti akan daebak” MinAh jelas saja terkejut dengan ide itu “Shiro, itu di luar rencana. Lagipula tidak persiapan apapun, wardrobe, make up, apalagi model pasangan Changmin tidak ada” MinAh menolaknya dengan banyak alasan. “Gwenchana, bajumu sudah pantas, dan Minra pasti mau mendandanimu. Untuk masalah Changmin, aku sudah mengambil beberapa foto kemarin, aku tinggal memilihnya. Ayolah, Minra tolong dandani MinAh-ssi” kata Doojoon pada Minra “Ne, ayo MinAh” ajak Minra sambil menarik tangan MinAh.

20 menit kemudian MinAh selesai didandani, dengan kikuk dia mendatangi Yunho dan memulai pemotretan. Doojoon mengarahkan mereka dengan sabar, dia mengarahkan banyak adegan, ada yang berjalan sambil bergandengan tangan, saling menatap, tertidur di taman. Yunho dan MinAh dapat melakukan semua arahan Doojoon dengan natural, seolah-olah mereka memang menginginkan adegan-adegan tersebut.

MinAh heran dengan komentar Doojoon yang selalu mengatakan “Bagus, bagus” atau “Chemistrinya dapat, tergambar jelas di kamera”padahal MinAh tidak mempunyai persiapan apapun. Yang ada di pikiran MinAh adalah menyelesaikan pemotretan ini secepatnya.

Selesai pemotretan MinAh merasa lelah sekali dan berharap hasilnya setimpal dengan apa yang sudah dia lakukan selama ini.

tbc