Superstar part 9

@gurlindah93

Cast:

Park MinAh
Jung HyunAh
Song Hyejin
Choi Jihyo
Kang Hamun
DBSK
SJ

 

MinAh sudah menyadarinya, hal yang dia anggap paling tabu sejak dia putus dengan Hyukjae kini malah dia alami.

Minggu depan iklan yang dikerjakan oleh MinAh akan segera rilis, CF akan mulai ditayangkan di tv, dan posternya akan dipajang di semua toko elektronik di Korea. MinAh dan timnya kembali sibuk untuk mempersiapkan semuanya termasuk konferensi pers yang akan dihadiri DBSK sehari sebelum iklan itu rilis.“Onni akan datang kan?” tanya Jiwon “Molla, kan sudah ada manajer Kim yang akan menjadi spokeperson mewakili perusahaan. Kalau kamu harus datang, kan sutradaranya, kamu harus melihat respon pers terhadap CF yang kamu buat” jawab MinAh sambil mengetik rundown acara konferensi pers. “Andwae, onni juga harus datang, onni kan ketua project ini. Kalau iklan ini berhasil onni yang harus bertanggung jawab” Jiwon tidak terima kalau onninya tidak menikmati keberhasilan mereka “Hahahaha sudah ayo kerja lagi” kata MinAh kembali fokus pada pekerjaannya.

Kriing kriing “Yoboseyo” MinAh mengangkat telponnya “Yaa Park MinAh, sudah berkali-kali aku meneleponmu tapi tidak diangkat, ngapain aja?” Yunho berteriak dari seberang telpon “Yaa Jung Yunho, aku sedang mengurus konferensi persmu untuk hari Sabtu besok. Aku harus berkonsentrasi membuat rundown dan sebagainya, kamu kira ini gampang?” jawab MinAh balas berteriak. “Mwo? Ooohh baguslah, aku tenang. Jadi bagaimana kemajuan iklan ini, konferensi persnya akan daebak kan?” tanya Yunho sambil mengunyah sesuatu “Yunho-ssi, kalau sedang telpon jangan sambil makan. Daebak? Tentu saja, otakku kan memang daebak” kata MinAh kali ini sambil memeriksa media yang akan datang pada saat konferensi pers nanti. “Oke Park MinAh, aku percayakan semua padamu. Sampai bertemu saat konferensi pers, ingat kamu harus datang awas kalau tidak” ancam Yunho “Ne aku janji akan datang, annyeong” MinAh langsung menutup telponnya. “Jiwon, doamu terkabul aku akan datang ke konferensi pers. Aiisshh ini semua gara-gara namja satu itu, Jung Yunho awas kau” MinAh mengomel-ngomel sendiri sambil melanjutkan pekerjaannya yang membuat teman-teman MinAh tertawa melihatnya.

Saat seluruh anggota tim sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sekretaris Cha datang menemui MinAh “MinAh-ssi, manajer Kim ingin anda dan tim anda ke ruangan meeting karena CF dan poster iklan sudah jadi” “Ne, gamsahamnida sekretaris Cha” jawab MinAh “Chingudeul, mari kita melihat hasil kerja keras kita selama lebih dari 2 bulan ini. Kajja” ajak MinAh pada teman-teman satu timnya.

Di ruang meeting mereka diperlihatkan 3 CF masing-masing berdurasi 60 detik, adegan Yunho dan Changmin dijadikan satu tetapi dibuat berselang-seling sehingga menjadikan CF itu lebih bermakna. Setelah CF kini giliran foto-foto untuk poster yang akan dipajang di seluruh pelosok negeri, MinAh terkejut melihat hasil fotonya karena pose Yunho dan MinAh nampak sangat natural dengan warna yang luar biasa romantis. Tanpa disadari wajah MinAh menjadi memerah, dia deg-degan karena foto-foto itu. “Yorobeun, hasilnya ternyata sangat luar biasa, apresiasi tinggi saya berikan kepada MinAh-ssi selaku kepala project ini sekaligus model iklannya sehingga membuat CF dan foto-fotonya nampak natural. Park MinAh-ssi jeongmal gamsahamnida” kata manajer Kim sambil bertepuk tangan dengan meriah diikuti semua orang di ruangan itu “Aniyo, kalau tidak ada tim hebat ini saya tidak bisa bekerja, Jiwon-ssi dan Doojoon-ssi bekerja dengan luar biasa sehingga iklan ini nampak sempurna. Jeongmal gamsahamnida yorobeun” kata MinAh sambil membungkuk, semua orang kembali bertepuk tangan dengan bahagia.

 

***

Hari Sabtu MinAh sudah sampai di hotel tempat konferensi pers jam 7 pagi karena konferensi pers akan berlangsung mulai jam 9 pagi, MinAh mengurus semuanya hingga ke hal-hal detail seperti microphone dan tempat duduk. Jam 9 tepat semua media sudah datang, MinAh ke backstage untuk menunggu DBSK datang, “MinAh-ssi” sapa manajer Han diikuti oleh Yunho dan Changmin di belakangnya. MinAh hampir pingsan melihat Yunho, dengan v-neck t-shirt putih dibungkus jaket kulit berwarna merah dan celana jins berwarna biru gelap Yunho terlihat sangat menawan. Nampaknya Yunho juga begitu, dia tidak berkedip melihat MinAh yang memakai mini dress kasual berwarna peach.

Setelah 5 menit semua dirasa sudah siap, DBSK dan manajer Kim keluar untuk menyapa media disusul MinAh dan beberapa rekannya yang berdiri di samping panggung “Annyeonghaseyo” sapa mereka bertiga. Awalnya konferensi pers dibuka oleh manajer Kim yang menceritakan produk yang diiklankan oleh DBSK dan alasan perusahaan memilih DBSK, kemudian sesi tanya jawab tentang produk dan komentar DBSK tentang penunjukan mereka sebagai model iklan ini. 30 menit kemudian tiba pada sesi pemutaran CF dan foto-foto posternya, semua berkomentar “Waaaahhh” atau “Iklan yang romantis” bahkan ada juga yang berkomentar “Nampaknya mereka berdua benar-benar pacaran” sambil melirik Yunho dan MinAh. Yunho menikmati CF dan foto-foto itu dengan tersenyum terkadang dia bertepuk tangan, MinAh mengawasi Yunho untuk melihat bagaimana reaksinya. Setelah selesai penayangan acara masuk pada sesi tanya jawab kedua tentang CF dan poster iklan, awalnya sesi tanya jawab berjalan dengan tertib sampai ada 1 media yang bertanya “Jadi apakah Park MinAh-ssi dipilih karena model aslinya sakit, atau karena dia memang kekasih Jung Yunho?” dan membuat semua media ikut-ikutan bertanya hal-hal seperti itu. Manajer Kim langsung menutup acara konferensi pers karena mereka memang tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu, tapi media masih penasaran sehingga mengejar Yunho dan MinAh. MinAh bingung dengan situasi ini, banyak media mengerubunginya dan dia berusaha menghindar dari kerumunan itu.

Tiba-tiba ada yang menarik tangan MinAh menjauhi kerumunan itu, MinAh tau tangan hangat itu milik siapa, MinAh menggenggamnya dan mengikuti ke mana tangan itu membawanya. Mereka berlari menjauhi kerumunan kemudian berhenti sampai mereka yakin tidak ada yang berhasil mengejar mereka “Yaaa Jung Yunho, di mana kita” kata MinAh terengah-engah kecapekan “Molla, aku hanya berlari menjauhi mereka, tidak melihat arah” Yunho terengah-engah juga lalu duduk di lantai. MinAh memperhatikan sekeliling, sepertinya mereka berada di sebuah paviliun “Jung Yunho berikan hpmu” perintah MinAh mengulurkan tangannya ke Yunho “Shiro” Yunho menolaknya “Wae?” tanya MinAh frustasi “Yaa Park MinAh, apa hobbymu hanya berteriak-teriak saja? Baik di telpon maupun bertemu langsung kamu selalu saja berteriak. Aku tidak membawa hp” kata Yunho menyandarkan kepalanya di dinding “Matilah kita, aku juga tidak membawa hp” MinAh menyesali kebodohannya yang meninggalkan hpnya di tas.

“Sudahlah, lebih baik kita istirahat dulu di sini, aku sangat lelah” Yunho menarik tangan MinAh hingga MinAh duduk di sebelahnya. Karena merasa lelah juga MinAh menuruti Yunho dan duduk di sebelah Yunho, mereka duduk dalam diam masih saling berpegangan tangan. 10 menit kemudian Yunho bertanya “Apa kamu masih lelah?” “Ani, aku sudah lebih baik” jawab MinAh “Oke, ayo kita cari jalan keluar dari sini” Yunho berdiri diikuti MinAh. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan “Park MinAh, aku heran kenapa kamu selalu tersesat. Merepotkan saja” kata Yunho, MinAh hanya tersenyum dan mempererat genggamannya.

Hanya dalam waktu 5 menit mereka sudah kembali ke tempat konferensi pers tadi, nampaknya mereka hanya berputar-putar karena yang ada di pikiran mereka hanyalah melarikan diri dari media yang menggila mengejar mereka. “Yunho, Park MinAh-ssi dari mana saja kalian?” tanya manajer Han, mereka melepaskan genggaman tangan mereka “Hanya berjalan-jalan di sekitar sini, kita mau pulang hyung?” Yunho mencari alasan yang cukup masuk akal “Ne, kajja. Annyeong MinAh-ssi” pamit manajer Han pada MinAh “Annyeong” Changmin juga berpamitan “Annyeong” jawab MinAh, lalu mereka pergi meninggalkan MinAh di sana sendirian. Kemudian MinAh berjalan ke backstage untuk membereskan barang-barangnya, di sana hanya ada beberapa staff yang sedang membersihkan ruangan. MinAh memilih pulang naik taksi karena ingin cepat sampai di rumah.

Sampai di rumah MinAh segera masuk kamar dan mengunci diri, dia ingin sendirian. Malamnya umma mengetuk pintu kamar MinAh untuk mengajaknya makan “MinAh ayo makan, ada Jungsoo” karena merasa lapar setelah seharian tidak makan, MinAh keluar menuju meja makan. Di meja makan oppanya sudah duduk sambil baca koran “Oppa, ngapain di sini?” tanya MinAh “Aku ada libur makanya menginap di sini, Senin pagi sudah pulang untuk mempersiapkan comeback Super Junior” jelas Jungsoo meletakkan korannya dan mulai mengambil semua makanan yang ada di meja makan “Jeongmal? Super Junior akan comeback? Syukurlah, aku kira Super Junior akan comeback setelah oppa selesai wajib militer” celetuk MinAh “Yaa Park MinAh” Jungsoo melotot pada adiknya, dan dibalas dengan tatapan yang tidak kalah kejam oleh MinAh “Sudah, di meja makan jangan bertengkar” lerai appa yang hafal betul tingkah laku kedua anaknya kalau makan bersama di meja makan.

Selesai makan malam MinAh kembali ke kamarnya karena ingin menyendiri sedangkan Jungsoo memilih menonton drama di ruang keluarga. Kriing kriing “Yoboseyo HyunAh” kata MinAh “Yoboseyo Park MinAh, aku tidak sabar melihat CFmu besok dan posternya juga. Kyaaaa temanku seorang artis” kata HyunAh dengan nada riang “Hmmmm posternya bagus, Doojoon kan memang berbakat” komentar MinAh melirik poster yang dia bawa pulang ke rumah. “Gara-gara Doojoon atau gara-gara lawanmu Jung Yunho? Hihihihii” goda HyunAh “Yaa Jung HyunAh, apa maksudmu? Lalu bagaimana denganmu dan Changmin? Oke?” tanya MinAh “Ne, tahukah kamu kami sempat berkencan tapi tidak ada yang menyadarinya, hebat kan kami?” HyunAh terdengar sangat senang menceritakan kencannya dengan kekasihnya “Chukkae, mereka berhasil kalian kelabui hehehehe” lalu MinAh dan HyunAh mengobrol sampai 1 jam. Selesai bertelepon dengan HyunAh, MinAh menyalakan komputer dan bermain zuma sampai jam 11 malam. Tiba-tiba MinAh ingin tidur dengan Jungsoo, sudah lama dia tidak tidur berdua dengan oppanya.

MinAh keluar kamar dan pergi ke kamar oppanya. Tok tok.. “Oppaa..” kata MinAh mengetuk pintu Jungsoo “Ne, masuk” suruh Jungsoo. MinAh membuka pintu dan melihat oppanya sedang membaca buku di tempat tidur, MinAh langsung nyelonong ke sebelah Jungsoo dan masuk ke dalam selimutnya. “Tumben ke sini” Jungsoo bertanya dengan heran “Hmmmm” jawab MinAh.

“Oppa..” panggil MinAh “Ne” Jungsoo masih berkonsentrasi membaca bukunya “Oppa, rasanya aku jatuh cinta pada Jung Yunho” kata MinAh sambil meletakkan kepalanya ke dada Jungsoo “Hmmmm” komentar Jungsoo sambil membelai kepala adiknya “Oppa, aku jatuh cinta pada superstar” MinAh semakin menengelamkan wajahnya ke dada Jungsoo dan mulai menangis. “Lalu kenapa?” kali ini Jungsoo mendekap MinAh “Oppa tidak ingat aku pernah patah hati gara-gara superstar? Alasannya memutuskanku adalah karena dia menjadi artis, tapi kini aku malah jatuh cinta pada artis. Ottokae?” curhat MinAh sambil terisak “Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta pada artis, artis kan juga manusia hanya pekerjaannya yang berbeda. Menurut oppa Yunho berbeda dengan Hyukjae, dia lebih bertanggung jawab dan dewasa. Oppa sangat mengenalnya dan dia memang patut dicintai, begitu pula kamu adikku sayang yang patut dicintai oleh pangeran yang baik hati dan menghargaimu” kata-kata Jungsoo malah makin membuat MinAh menangis “Tapi aku takut oppa, aku takut kejadian yang dulu akan terulang lagi” kata MinAh “Satu hal yang harus kamu ingat Park MinAh, oppa akan selalu mendukung dan menghargai keputusanmu, apapun itu. Dan mungkin kini sudah saatnya kamu berani mencintai seseorang lagi siapapun dia” Jungsoo memang selalu bisa memberi kekuatan pada MinAh. Jungsoo membiarkan MinAh menangis karena dia tau adiknya sudah cukup lama menyimpan kegundahannya, setelah lelah menangis MinAh tertidur di pelukan Jungsoo.

 

***

Setelah perilisan iklan Yunho tidak pernah menghubungi MinAh, jujur MinAh merasa sangat kesepian. Setiap melihat CF diputar MinAh hanya menghela nafas, dan karena MinAh adalah yeoja yang gengsinya tinggi maka MinAh tidak pernah mencoba menghubungi Yunho terlebih dulu.

“Park MinAh, melamun saja kamu dari tadi. Ayo makan, kajja” ajak Minyoung pada MinAh. MinAh mengikuti Minyoung ke cafe di lantai 2 dengan malas-malasan. MinAh hanya memesan burger karena dirinya memang sedang tidak berselera makan “MinAh, kamu tau nanti DBSK akan ke sini, mereka akan menemui dewan direksi sebelum melakukan fan signing di lantai 1” kata Minyoung “Mwo? Jinjja?” MinAh kaget karena dia tidak tau berita sebesar ini “Yaaa tadi sekretaris Cha sudah menginformasikan saat briefing pagi, kamu malamun terus sih” jelas Minyoung “Mianhae” kata MinAh pendek “Mwo? Dasar aneh, ngapain minta maaf segala” Minyoung kaget dengan sikap MinAh. Ada secercah harapan bagi MinAh untuk bertemu Yunho hari ini, paling tidak MinAh bisa melihat secara langsung wajah Yunho. MinAh senyum-senyum sendiri dan menghabiskan makanannya.

Tidak lama kemudian mata MinAh menatap sesosok namja yang dia rindukan, Yunho berjalan menuju lift bersama manajer Han dan Changmin. MinAh tau Yunho melihatnya, tapi Yunho tidak mengatakan apapun bahkan menyapanya saja tidak, dia berpura-pura tidak melihat MinAh. MinAh lemas, dia marah dan kecewa, mungkin MinAh memang tidak berjodoh dengan seorang superstar. Alhasil hari itu MinAh menjadi bad mood, dia ingin secepatnya pulang.

Saat di rumah dia mengomel-ngomel sendiri di kamarnya “Yaaa Jung Yunho, kamu pikir kamu siapa? Baru menciumku 2 kali kamu sudah sombong, pura-pura tidak melihatku. Oke, lalu kenapa kalau aku menyukaimu? Apa kau berhak memainkan perasaanku?” semprot MinAh pada poster iklan di kamarnya. Setelah lelah marah-marah MinAh tertidur tanpa makan malam, lalu dalam tidurnya MinAh menangis. Entah untuk apa air mata itu, apa dia menangisi Yunho yang ternyata tidak mencintainya atau dia menangisi dirinya sendiri yang terlanjur mencintai Yunho. Entahlah.

 

***

Besoknya MinAh memilih bermalas-malasan di kamar menikmati Sabtunya, dia bertekad tidak akan memikirkan namja bernama Jung Yunho. “Kyaaaaaa!!!” teriaknya ketika wajah namja itu tiba-tiba muncul di pikirannya lagi “Park MinAh! Jangan berteriak-teriak, pagi ini sudah 8 kali kamu berteriak-teriak tanpa sebab. Daripada berteriak-teriak lebih baik kamu bantu umma dan ahjumma membersihkan rumah” perintah ummanya “Waaahhh umma dari tadi menghitung teriakanku ya.. Hebat” kata MinAh sambil bertepuk tangan, kalau sedang stress MinAh memang suka bertindak tidak wajar contohnya kali ini. “Sudahlah” kata umma menutup pintu dan membiarkan anaknya tenggelam dalam dunianya. MinAh keluar kamar hanya untuk makan dan kencing, selebihnya dihabiskannya di kamar sambil bermain komputer, membaca novel sampai tidur, entah sudah berapa jam MinAh tidur jika diakumulasikan.

Nampaknya MinAh tidak akan keluar kamar hingga hari Minggu sampai ada sms yang terkirim ke hpnya ‘Park MinAh, aku ingin bertemu denganmu. Kutunggu di restoran SM lantai 2 jam 7 malam nanti. Kamu tidak boleh menolak, tidak boleh mengatakan tidak, dan tidak boleh tidak datang. Sampai bertemu’ dari Jung Yunho “Aiiissshh apa-apaan dia, kemarin tidak menyapaku sekarang minta bertemu. Kyaaaaaaa!!!!” omel MinAh. Akalnya yang masih waras mengatakan MinAh tidak boleh datang, tapi hatinya menyuruh untuk datang.

Jam 7 tepat MinAh datang ke restoran SM yang terletak 1 blok dengan gedung SM, restoran khusus artis-artis SM ini biasa dipakai manajemen SM untuk jamuan makan. Di sana nampak sangat sepi, MinAh langsung naik ke lantai 2 tapi ternyata di lantai 2 juga sepi ‘Yaa odisseo?’ MinAh mengirimkan sms ke Yunho ‘Masuk saja ke ruang pertemuan A’ jawab Yunho beberapa detik kemudian.

MinAh masuk ke ruang pertemuan A, di sana sedang diputar slide foto-foto MinAh dengan berbagai ekspresi melalui proyektor dan backsound lagu She dari DBSK. Di tengah ruangan ada lilin-lilin yang ditata sedemikian rupa hingga membentuk lambang hati dan tulisan ‘Park MinAh’, Yunho berdiri di tengah hati itu sambil membawa sebuket bunga yang dirangkai persis dengan rangkaian bunga yang Yunho kirimkan saat MinAh sakit.

“Saranghae Park MinAh, neol saranghae” kata Yunho sambil tersenyum dengan sangat manis, MinAh tidak bisa berkata apa-apa dia hanya menatap Yunho dengan takjub. “Park MinAh, saranghae.. Kalau kamu menerimaku sebagai kekasihmu masuklah ke sini, kalau tidak aku akan menarikmu” kata Yunho tenang “Mwo? Apa kau gila Jung Yunho?” MinAh masih tidak percaya dengan apa yang Yunho katakan, dia takut Yunho sedang mabuk atau apa sehingga tidak menyadari kata-katanya. “Sebenarnya aku tau kamu juga mencintaiku, tapi aku tidak tau apakah kamu mau menjadi kekasihku terkait dengan statusku sebagai superstar. Aku tau kamu menjadi phobia dengan superstar sejak Hyukjae memutuskanmu, tapi kali ini berbeda, aku jamin itu” jelas Yunho, terlihat kalau dia mengenal MinAh luar dalam. MinAh masih saja terdiam “Tapi aku juga memberitahumu, sekali kamu menginjakkan kakimu di sini kamu harus siap dengan segala konsekuensi jika berpacaran dengan artis, tidak bisa berkencan di mana saja, hubungan kita akan selalu kusangkal, bahkan kita akan jarang….” “Nado, nado saranghae Jung Yunho. Sejak menyadari kalau aku mencintaimu aku sudah tau semua konsekuensi itu, dan aku bisa menerimanya” MinAh masuk ke dalam lilin hati dan memeluk Yunho. “Gomawo, jeongmal gomawo” kata Yunho balas memeluk MinAh “Kapan kamu menyiapkan semua ini?” tanya MinAh terkesan dengan persiapan matang yang Yunho lakukan “Slide itu aku yang buat sendiri, diajari oleh Changmin pastinya. Lilin dan reservasi restoran ini dilakukan oleh Leeteuk hyung, dia pinjam dengan alasan akan makan malam dengan keluarganya di sini” jawab Yunho “Oppa? Jungsoo oppa? Dia tau semua ini?” MinAh tidak menyangka oppanya berada di balik semua ini “Ne, dia tau semua semua, sejak awal aku menyukaimu, sampai aku berusaha keras merebut hatimu, dia tau semua. Dan dia juga yang memberitahuku kalau kamupun mencintaiku” kata Yunho sambil tertawa “Yaaa aku tidak menyangka kalian berdua berkomplot. Lalu ada apa dengan kemarin? Kenapa kamu tidak menyapaku padahal kamu tau kalau aku ada di cafe? Dan sebelumnya, kamu juga tidak menghubungiku” MinAh masih bingung dengan tingkah laku Yunho kemarin “Mianhae, aku hanya terlalu gugup. Rasanya aku tidak ingin bertemu denganmu dulu sampai aku menyatakan perasaanku dan memintamu menjadi kekasihku untuk menyiapkan mentalku” Yunho memberi penjelasan yang membuat MinAh lega “Lalu…” sebelum MinAh menyelesaikan kata-katanya bibir Yunho sudah bertautan dengan bibir MinAh, mereka berciuman kali ini dengan sadar. Ciuman itu semakin lama semakin menggebu-gebu, tangan MinAh meremas rambut Yunho dan Yunho semakin mempererat pelukannya di pinggang MinAh. “Jung.. Yun.. ho..” MinAh melepaskan ciumannya sambil terengah-engah “Ne” Yunho juga terengah-engah, wajah mereka berdua memerah “Aku tidak akan melepaskanmu walau kamu memintanya” kata MinAh kemudian menarik Yunho ke dalam pelukannya dan mulai menciumnya lagi, Yunho membalas dengan ciuman yang lebih panas.

 

***

Sudah hampir satu bulan Yunho dan MinAh resmi pacaran, tapi MinAh belum pernah sekalipun merasakan kencan bahkan untuk bertemu saja susahnya minta ampun. MinAh tidak mempermasalahkannya, yang MinAh permasalahkan adalah berita yang akhir-akhir ini berkembang ‘U-know Yunho dan Park MinAh berpacaran? Rasanya seperti mempercayai UFO, banyak bukti tapi sebenarnya tidak benar’ “Aiiiissshhh apa-apaan ini!!” omel MinAh di kamar Hyejin “Hahahahaa sabar onni, tapi berita ini memang aneh, masak onni disamakan dengan UFO?” Hamun tertawa ngakak diikuti oleh Jiyo. “Mana HyunAh?” tanya MinAh yang tidak melihat HyunAh di manapun di kamar ini “Sedang menyiapkan makanan untuk nanti malam” jawab Jihyo sambil nonton tv. Hari ini adalah hari ulang tahun Hyejin, jadi nanti malam akan diadakan pesta tetapi hanya dihadiri oleh kelima sahabat ini karena masing-masing pasangan kabarnya akan datang bahkan sang tuan rumah sedang berduaan di ruang tv, kebetulan Super Junior sedang tidak ada jadwal. “Mungkin HyunAh onni agak stress karena Changmin oppa belum tentu datang” celetuk Hamun, MinAh menghela nafas. Yunho dan Changmin memang belum tentu datang karena mereka ada schedule lain, MinAh bisa mengerti tapi HyunAh tidak karena sudah hampir 2 bulan dia tidak bertemu Changmin walau setiap hari mereka berkomunikasi.

Malamnya Donghae dan Sungmin datang bersama sambil membawa kue tart yang besar, Hamun dan Jihyo menyambut kedatangan kekasih-kekasih mereka dan menyiapkan kue tart bersama walau sebenarnya tidak ada yang perlu disiapkan karena kue tart itu sudah lengkap dengan lilinnya.  HyunAh menyibukkan diri di dapur walau tamunya hanya 10 orang, sedangkan MinAh duduk di pinggir kolam renang sambil melihat foto-fotonya bersama Yunho.

Tiba-tiba ada yang menutup matanya “Yaaa HyunAh jangan main-main” tapi tidak ada sahutan “Yun?” tanya MinAh ragu-ragu “Hehehehe” Yunho tertawa, MinAh langsung memeluk Yunho “Apa kamu sangat merindukanku sampai melihat-lihat fotoku?” tanya Yunho “Ne, jeongmal bogoshipo” jawab MinAh, lalu Yunho mencium MinAh untuk melampiaskan rasa rindu yang mendalam.

Yunho dan MinAh duduk di pinggir kolam renang sambil mengobrol “Yunho, MinAh, ayo masuk Hyejin akan meniup lilin” panggil HyunAh kali ini dengan senyum di wajahnya “Lihatlah setelah magnaemu datang dia langsung tersenyum, aku tidak membayangkan kalau kalian tidak datang” kata Minah menggandeng tangan Yunho ke dalam. Di dalam rumah, MinAh dan kawan-kawan dengan pasangan masing-masing mengelilingi Hyejin yang akan meniup lilin “Saengil chukkaehamnida, saengil chukkaehamnida..” karena yang bernyanyi adalah penyanyi maka lagu selamat ulang tahun menjadi terdengar merdu “Tiup lilinnya” kata mereka setelah Hyejin meniup lilin Kyuhyun menciumnya dan memberikan sebuah kotak yang dibungkus dengan indah, dan semua bertepuk tangan dengan meriah “Aku akan menjemputmu tanggal 15 besok jam 5 sore” bisik Yunho pada MinAh “Mwo? Ada apa? Ke mana?” tanya MinAh dia hanya tau kalau tanggal 15 adalah perayaan 1 bulan mereka berpacaran, tapi dia tidak tau kenapa Yunho mengajaknya pergi. “Lihat saja nanti, jangan lupa bawa makanan, kita akan piknik” jawab Yunho sambil mengedipkan mata.

 

***

Tanggal 15 MinAh menyiapkan makanan yang akan dia bawa “Ada-ada saja. Piknik? Dapat ide dari mana dia?” gumam MinAh. MinAh memilih baju kasual yaitu kaos, cardigan, dan celana pendek yang membuatnya nyaman ketika piknik nanti. ‘Keluarlah, aku di depan’ sms dari Yunho. Setelah berpamitan dia langsung keluar, Yunho meminjam mobil entah siapa lagi kali ini karena dia selalu meminjam mobil orang lain jika ingin menemui MinAh. Di dalam mobil Yunho sudah siap dengan topi dan kacamata hitam andalannya “Annyeong” sapa Yunho “Annyeong jadi mau ke mana kita?” tanya MinAh “Lihat saja nanti”  jawab Yunho lalu mengemudikan mobilnya.

MinAh dibawa keluar kota Seoul tapi tau belum tau tujuannya, setelah 1 jam lebih mereka berhenti di sebuah padang rumput yang sangat luas dan indah “Mau ke mana kita?” tanya MinAh keluar dari mobil “Ikuti saja aku, jangan lupa bawa bekal makananmu” kata Yunho dan berjalan mendahului MinAh. MinAh mengikuti Yunho berjalan memasuki padang rumput, sekitar 5 menit berjalan Yunho berhenti “Kita duduk di sini” ajak Yunho, MinAh mengeluarkan tikar dan bekal makanannya. “Ini luar biasa Jung Yunho, tau dari mana kau tempat ini?” MinAh mengagumi sekelilingnya, tidak ada pepohonan di padang rumput ini yang membuatnya nampak tidak ada batas, seperti bumi tanpa bangunan. “Dulu aku sering ke sini saat masih training, kalau stress aku ke sini untuk menenangkan pikiran dan fisik setelah berlatih tanpa henti, teman sekolahku yang memberi tau tempat ini. Di sini jarang ada orang, bus juga lewat hanya 4 kali sehari. Oleh karena itu aku mengajakmu ke sini, yeoja pertama yang kuajak ke sini” kata Yunho sambil menatap MinAh yang membuat MinAh tersipu.

Selesai makan mereka tiduran di atas tikar untuk menikmati bintang yang bertebaran “Rasanya kita ada di rumah beratapkan berlian” kata MinAh bercanda “Ne, tapi rumah masa depan kita akan lebih indah daripada ini bahkan dindingnyapun akan terbuat dari berlian” sahut Yunho “Hahahahaa kau gila Jung Yunho” rumah masa depan mereka? Apa maksudnya itu, MinAh hanya tertawa memikirkannya. Yunho berguling ke kanan dan kini dia menindih tubuh MinAh, MinAh terpaku “Aku harap kamu mau menungguku hingga waktunya tiba kita mempublikasikan hubungan kita, setelah itu terjadi mulai berpikirlah untuk menghabiskan masa tuamu bersamaku” kata Yunho sambil menatap MinAh dengan sangat dalam dan tulus “Yaa Jung Yunho, kenapa kamu tidak meminta persetujuanku terlebih dahulu?” MinAh berkata dengan gugup karena Yunho ada di atasnya, wajah mereka begitu dekat, tubuh mereka malah menempel tidak ada batas. “Tidak perlu, aku tau kamu akan menyetujuinya, aku tau kamu sudah menyiapkan nama untuk anak-anak kita” Yunho tersenyum jahil “Jungsoo oppa!” MinAh tidak menyangka oppanya membaca daftar nama yang dibuat MinAh untuk nama anak-anaknya kelak “GR, belum tentu ayah dari anak-anakku adalah kamu” MinAh mengelak “Mau taruhan?” tantang Yunho kemudian mencium bibir MinAh dan MinAh membalasnya, dia mengalungkan tangannya ke Yunho mendorongtubuh Yunho semakin menempel ke tubuhnya, seolah-olah mereka tidak akan terpisahkan. Nampaknya MinAh melanggar janjinya sendiri, dia menyerahkan hatinya pada seorang superstar.

 

The end

 

Yeay! Finally it’s done. Thanks for reading this fanfiction from the beginning, readers.😉

Note: adegan lilin itu terinspirasi dari kejadian nyata yang dilakukan Jung Yunho untuk mantan kekasihnya ;p