Annyeong yeorobun🙂
@gyumontic kembali lagi dengan ff suju.
Honestly, ini ff pertama yang author buat.. Mian kalau bahasanya masih aneh bin ajaib. Author pun udah lupa sapa aja cast nya.. Hahaha.
Hope you enjoy🙂

Start!!

Sekarang udah jam 8 malam, telat setengah jam dari perjanjian, tapi gak tau kenapa aku belum dijemput. Akhirnya aku nelpon orang yang janji akan jemput aku, “ Halo Kak, kok kakak belum jemput aku?”

“Sori banget nih dek, kamu bisa berangkat sendiri aja duluan gak? Soalnya aku lagi ada masalah nih,” jawab kak Jason yang janji akan menjemputku tadi.

“Kakak kenapa gak bilang daritadi, kak? Padahal aku udah nunggu lama,” sahutku.

“Sekali lagi sori ya dek,” jawab kak Jason.

“Oke, oke.”Aku lalu menutup telpon dan merapikan diri lagi. “Haiiiish. Bilang kek daritadi. Bikin nunggu aja,” gerutuku kesal sambil menguncir rambut. Aku lalu mengunci kamar, turun ke bawah dan pamit kepada bibi yang mengurus kos-kosan.

Oh ya, kenalin namaku Lisa tapi biasa dipanggil Sasa. Saat ini sebenernya aku ada janji mau ke ulang tahun kak Lee dengan dijemput dia tapi ternyata gak jadi karena dia gak tau ada masalah apa. Haduh, sebenarnya aku malas sekali kalo harus sendirian ke sana tapi karena sudah diundang yasudah aku terpaksalah dataaaaang.

Aku sedang membuka pagar saat aku sadar ada laki-laki yang sedang bersender pada mobilnya sambil melihatku. “Oppa!” seruku padanya. Aku langsung menghampirinya dan memeluknya. “Oh oppa, I miss you so much. You’re so busy. I can’t reach you through the phone even internet. I’m sad, oppa.”

“I’m so sorry, yeodongsaeng. My schedule is too full,” jawabnya. “I’m too tired. Mian haeyo.”

“It’s okay,” sahutku. “Oh, i miss you so, oppa.”

Aku memeluk oppa-ku lebih erat.

Oppa adalah salah satu orang yang paling aku sayangi di hidupku. Aku kenal dia beberapa tahun lalu saat aku liburan ke Seoul, Korea Selatan. Waktu itu aku masih umur 10 tahun dan secara gak sengaja aku terpisah dari rombongan tour ku. Alhasil, aku kesasar entah dimana dan gak sengaja ketemu oppa yang akhirnya membantuku kembali ke rombonganku.

Waktu itu aku tidak tahu kalo dia adalah calon artis yang bakal terkenal di seluruh Asia. Maklum, masih kecil. Aku ingat, waktu itu aku hanya bisa nangis sambil bilang, i’m lost. Lalu dia nganterin aku ke kantor polisi dan menjelaskan semuanya. Singkat cerita, aku berhasil kembali pada mamaku yang sudah panik setengah mati.

“Oppa, how are you? How can you get here?” tanyaku.

“I’m fine, yeodongsaeng. It’s not too hard to get here if i have a free day. Hehehe,” jawab oppa. “Oh, where are you going. It’s seems you’re in hurry.”

“I wanna come to my friend’s birthday. Why?”

“Ehm. I just wanna hang out with you but…”

“It’s okay. We’ll come to my friend’s birthday, just a while, then i’ll be with you all nite long. I promise.”

“Okay. You’re so nice yeodongsaeng. Saranghae.”

Aku cuman tersenyum. Aku begitu senang bisa ketemu lagi dengan oppa setelah hampir beberapa tahun gak ketemu. Dia terlalu sibuk. Tahun lalu aku sempat kembali ke Korea untuk bertemu dengannya. Hanya saja jadwal kedatanganku tidak cocok dengan jadwal keartisannya. Alhasil, aku pulang ke Indonesia dengan rasa kecewa.

Salahku sih aku tidak memberitahunya dulu. Yang aku tahu, saat itu jadwal oppa memang ada di Seoul tapi aku gak tau kalo ternyata dia tidak bisa pulang ke dorm-nya. Padahal aku sudah menunggunya di sana sepanjang malam. Ah, sudahlah gak usah diinget-inget lagi. Sampai sekarang oppa gak tahu akan hal itu.

Oppa menyuruh aku masuk mobilnya dan aku menurutinya. Setelah menutup pintu mobil untukku, Oppa masuk ke dalam mobil lewat sisi yang berseberangan. “where are we going, sa?” tanya Oppa.

“Lalala Restaurant. It’s not far from here,” jawabku.

Oppa meminta supirnya untuk melaju ke restoran itu. Aku merasa cemas apa supirnya Oppa tau jalan ke restoran itu tapi sepertinya supir ini sudah fasih dengan jalan-jalan di Jakarta dan mengetahui semua letak-letak restoran.

Sambil berjalan, aku dan Oppa mengobrol. “How’s your study, Sasa? Is it ok?”

“So far so good, oppa. Don’t worry,” jawabku sambil mengacungkan kedua jempolku.

“Hahaha. Good girl.”

Tiba-tiba ponselku berbunyi nyaring, “sorry sorry sorry sorry . . .”

Aku menjawab telpon tersebut, “Halo?”

“Halo dek, kamu udah berangkat?” tanya kak Lee.

“Udah, kak. Ini lagi di jalan. Aku bawa temen gapapa ya?”

“Ok, gapapa. Ati-ati ya. See you.”

Aku lalu menutup telpon dan Oppa tertawa terbahak-bahak.

“What’s wrong, Oppa?” tanyaku bingung karena Oppa tiba-tiba tertawa seperti itu.

“Nothing. Nothing. Just feel awkward. Do you still use “sorry sorry” as your ringtone?” kata Oppa.

“Yes. Why not? I like that song and that’s your hit of the year, Oppa,” jawabku.

“I know. I just never think you’ll be my fans too. Hahahaha.”

“Oh, oppa. I hate you so much. How can you say that? You should know i’ll be your fans. It’s human nature. You should send me your albums and dvds but you’ve sent nothing. Huh.”

“Mianhe. I don’t have enough time. Mian.”

Aku hanya diam. Aku sedikit tersinggung dan merasa kesal.

“Hei, yeodongsaeng. Mianhe. I promise will send you everything about me. Please forgive me,” kata Oppa meminta maaf.

Aku tetap diam.

“Hei. Don’t make me sad. I’ve just finished my concert a few hours ago and i went here immediately to see you. Please, don’t make me dissapointed. I’m missing you, Sasa.”

Bukannya memaafkannya tapi aku justru panik menyadari satu hal. “Oppa! How’s your concert? You must be so tired now!” seruku panik.

“My concert was awesome. Poorly, you weren’t coming,” jawab Oppa.

“Mianhe, Oppa. I don’t have enough money to see your concert and it’s on another country. No i don’t have money.”

Oppa tertawa mendengar jawabanku. Meskipun dia tertawa gembira tapi aku bisa lihat dari wajahnya kalau dia kecapekan. Dia seharusnya istirahat bukan jalan-jalan seperti ini.

“Oppa, you should take a rest after your hectic schedule. Why didyou come here?” tanyaku.

“I got my three free days after concert. I decided to visit you. I wanna see you,” jawabku.

“Oppa.. You’re so nice,” pujiku terharu.

Aku merasa senang sekaligus terharu karena dia masih mengingat aku meskipun dia begitu sibuk dan jadwalnya begitu penuh.

Hanya dalam hitungan menit kami berdua sudah sampai di Lalala. Restoran ini letaknya cukup dekat dengan kos ku. Aku menggandeng Oppa masuk ke dalam karena aku takut dia merasa asing disini.

“Sasa! Sini. Sini sini!” seru temanku, Delia, yang telah melihat kedatanganku lebih dulu.

Aku menoleh ke arah suara tersebut lalu menggandeng oppa ke meja mereka. Aku melihat sudah banyak yang datang, yang hampir seluruhnya aku kenal. “Hai, selamat malam semua. Sori ya telat,” sapaku. Aku lalu mendatangi kak Lee yang sedang berulang tahun dan menyelamatinya, “Happy birthday ya kak.”

“Thanks ya dek,” jawab kak Lee.

Masih dengan menggandeng oppa, aku mencari kursi yang tersisa. Akhirnya aku dan oppa duduk si bagian tengah, karena cuman di situ sisa kursi pas tersisa dua.

“Ihiy, bawa siapa nih adek?” celetuk salah satu seniorku, Jerry.

“Oh, ini temenku dari Korea,” sahutku santai.

“Temen atau temen dek? Ihiyy.”

Tanpa menggubris perkataan kak Jerry aku menyuruh Oppa untuk memperkenalkan dirinya, “Introduce yourself to him, oppa.”

“Oh, hello. I’m kyuhyun,” katanya singkat sambil membungkukan badan sedikit.

“I’m Jerry. Nice to see you. Enjoy Indonesia,” sahut Jerry ramah.

“Thank you.” Kyuhyun oppa kembali duduk.

Makanan telah datang dan aku menaruh secukupnya ke piringku. Tapi aku melihat Kyuhyun oppa tidak mengambil apa-apa. Aku sadar dia tidak biasa dengan makanan Indonesia. Maka aku menawarkannya untuk mencicipi makananku terlebih dahulu.Aku lalu menyuapi Kyuhyun oppa setengah sendok ikan gurame asam manis, lalu kepiting saus padang dan yang terakhir adalah sayur kangkung.

“I feel like your mommy, Oppa. Hahahaha,” kataku sambil tertawa.

“I feel you like my grandmommy. Hahahaha,” balasnya dengan tawa yang lebih keras.

Melihat dari tampangnya, aku tahu dia menyukai semuanya. Akhirnya aku menaruh semua makanan itu ditambah nasi putih ke piringnya.

“Enjoy your meal, oppa,” kataku.

Aku terlalu asik makan sambil ngobrol dengan Oppa sampai tidak menyadari bahwa banyak mata tertuju pada kami berdua. Ehm, bukan pada kami berdua tapi pada Oppa.

“Sa, sa,” panggil Delia. Aku menyahutnya hanya dengan bahasa tubuh. Delia lalu bertanya, “Dia itu Kyuhyun-nya Super Junior?”

Aku cuman menggangguk sambil mengunyah makanan dengan nikmatnya.

“Pantesan aja banyak yang ngeliatin ke sini. Lo juga gila sih bawa-bawa artis ke sini,” kata Delia.

Aku langsung melirik kanan kiri dan membenarkan perkataan Delia. Banyak cewek sedang melihat Oppa dari jauh sambil berbisik-bisik. Aku terkadang lupa bahwa Oppa adalah salah satu personil Super Junior yang terkenal di seluruh Asia.

Kyuhyun oppa belum menghabiskan makanannya saat seorang cewek tiba-tiba datang sambil membawa kamera lalu bertanya, “Are you Kyuhyun? Kyuhyun Super Junior?”

Nah, ini dia baru diomongin udah datang. Dasar fans, gak bisa liat idolanya santai bentar ya? Aku ngerti sih di Indonesia emang susah banget ketemu sama Super Junior. Makanya begitu ada kesempatan kenapa gak digunain, ya kan? Tapi please deh. Aaaargh!

Aku memandangi Kyuhyun oppa. Aku tahu dia bingung harus jujur atau tidak. Kalo dia jawab ya, suasana pasti akan jadi ramai. Kalo dia jawab tidak, pasti ketahuan dari aksennya kalo dia berbohong. Akhirnya Kyuhyun oppa hanya menjawabnya dengan anggukan. Setelah itu, Kyuhyun oppa berfoto dengan cewek itu dan cewek itu pun pergi.

“Thank you,” kata cewek itu lalu pergi.

Begitu cewek itu pergi, fans cewek oppa yang lain hampir mendatangi meja kami tapi Kyuhyun oppa langsung mengajakku pulang dan aku gak mungkin menolaknya secara dia gak kenal Indonesia. Aku gak mungkin membiarkan dia jalan sendiri di Indonesia.

Aku berpamitan kepada semuanya secepat kilat dan mempercepat langkah menyusul Kyuhyun oppa yang
sudah lebih dulu masuk mobil. Aku merasa sedikit kesal saat oppa cepat-cepat masuk ke mobil tanpa pamitan kepada teman-temanku. Tapi aku tidak jadi mempermasalahkannya saat aku lihat sekitar 20an cewek berkerumun beberapa meter di belakang mobil. Tanpa menyia-nyiakan waktu, oppa langsung meminta supirnya ngebut entah kemana.

“Sasa, mianhe,” kata Oppa. “I didn’t mean to ruin your night.”

“It’s okay, Oppa. I understand. Relax,” jawabku. “So where will be going?”

Oppa hanya mengangkat bahunya. Dia berpikir sebentar lalu berkata kepada supirnya, “Back to hotel.”

Supir Kyuhyun oppa menyetir mobil sampai ke hotel tempat oppa menginap. Oppa menginap di salah satu hotel terbaik di Jakarta, yang bahkan belum pernah aku masuki seumur hidup. Ya Tuhan, enaknya jadi artis ya bisa nginep-nginep di hotel bagus. Bolak-balik keluar negeri. Dapat duit banyak, tapi capeknya gak ketulungan.

“Sasa, wait me at lobby ya. I’ll come with you with a surprise!” kata Oppa.

Aku menuruti Oppa. Aku duduk di sebelah aquarium sambil membaca koran. Gak sampe 15 menit, Oppa udah kembali bersama dengan kejutannya. “Eeteuk Oppa!” seruku.

“Hai, uri yeodongsaeng. How are you?” tanya Eeteuk Oppa.

“I’m fine. How are you, Oppa?”

“I’m so tired but i want a holiday. So, i came here. Because you’re my holiday, sasa.”

Aku lalu tertawa.

“Oh, i’m so sleepy. I have to go to bed now. See you tomorrow, darling.”

Eeteuk Oppa lalu memelukku dan kembali ke kamarnya. Sekarang aku tinggal berdua lagi dengan Kyuhyun oppa. “Oppa, how can Eeteuk Oppa came with you?” tanyaku.

“He’s too worry to leave his magnae alone. Hahaha,” jawab Kyuhyun oppa.

Aku baru sekali ketemu Eeteuk Oppa. Selama ini aku kenal dia hanya melalui chatting. Aku kenal Oppa pun karena dikenalin Kyuhyun Oppa sewaktu kita berdua Skype-ing. Tapi aku merasa sudah dekat dengannya karena Oppa emang orang yang gampang dekat sama siapa saja. Aku jadi ngerasa nyaman kalo sama dia.

“Oppa, you said you wanna hangout with me. Where will be going?” tanyaku pada Kyuhyun Oppa.

“I wanna go somewhere but i’m too tired. Is it okay if we spend this night in here?”

“It’s okay, Oppa.”

Kyuhyun Oppa menggandengku masuk ke salah satu 24 hours shop. Kami lalu duduk di salah satu meja yang paling dekat dengan kasir. Kyuhyun Oppa memesan makanan untukku dan dirinya sendiri lalu duduk di sebelahku.

“Thanks for accompany me this night,” kata Kyuhyun Oppa.

“Oppa… Don’t treat me like i’m nobody. I’m your yeodongsaeng. I’m happy right here right now with you, Oppa,” sahutku.

Makanan pesanan Kyuhyun oppa lalu datang. Dua cangkir hot chocolate dan dua roti coklat. Keduanya adalah makanan favoritku. “Humm, chocolate. Yummy..”

“Your body reminds me your favourite,” kata Oppa.

“Humm?” tanyaku bingung.

“Your body is fat! So i remember you like chocolates so much. Hahaha.”

“Oh , your skin reminds me with the wall. Hahaha.”

Kami berdua lalu mengobrol panjang lebar tentang kehidupan kami setelah udah lama banget gak ketemu. Dari ceritanya aku baru tahu bahwa pekerjaannya sangat keras. Otak dan tenaganya begitu diperas. Tapi dia tetap konsekuen dengan kontraknya.

-to be continued-