Here we go for part 2.. Hihihihi.
Mianhe.. Aku masih tidak hafal siapa cast-nya selain SUPER JUNIOR!!🙂

PART 2
Aku dan Kyuhyun Oppa mengobrol sampai sangat larut dan aku tidak sadar aku sudah ketiduran saat mendengarkannya bercerita. Begitu bangun aku sudah ada di sebuah kamar. Tampaknya seperti kamar hotel, mungkin salah satu kamar di hotel Kyuhyun Oppa menginap. Aku tidak tahu pasti.
Kebiasaanku setelah bangun tidur adalah mengecek hapeku apakah ada sms atau missed call. Biasanya, setiap pagi ada sms dari kak Jason. Sepertinya hari ini juga masih seperti biasanya. Aku melihat ada sms dari kak Jason yang dikirim sekitar jam 6 pagi.Pagi, Sasa. Apa tidurmu nyenyak tadi malam? Maaf semalam tidak balas sms-mu karena baterai hape kakak keburu abis. Hehehe. Ini aja baru full charge. Acara ulang tahun kakak kemaren lancar kok. Makasih ya udah mau datang. Sayang kamu gak ikut sampe selesai. hehehe. Nanti jangan lupa kuliah ya. Jaga kesehatan. Take care.
Aku segera membalas sms tersebut meskipun nyawaku masih terbang kemana-mana. Pagi, kakak. Aku tidur nyenyak tadi malam. Kk gmn? Nyenyak gak? Mimpiin sasa gak? Hehehe. Kakak juga nanti jangan lupa kuliah juga ya. Semangat buat skripsinya. Take care.
Setelah merasa nyawaku udah terkumpul cukup banyak, aku keluar dari kamar. Aku melihat banyak orang yang begitu sibuk hilir-mudik di sepanjang lorong. Tapi orang-orang tersebut bukan asli Indonesia karena sangat muka Asia Timur. Mereka berbicara sambil berjalan dengan cepat. Sepertinya mereka sedang sibuk mempersiapkan sesuatu.
Karena kondisiku yang belum sadar sepenuhnya tapi memaksa untuk bangun, aku merasa kepalaku mulai pusing. Haduh, kenapa lagi kepalaku ini? Pagi-pagi kok udah gak bersahabat, pikirku. Aku memijit-mijit kepalaku sambil menutup mata. Saking asiknya aku memijat kepalaku sendiri, aku tidak sadar bahwa Kyuhyun oppa sudah ada di depanku.
“Good morning. How’s your sleep? Is it tight?” Kyuhyun Oppa menyapaku dengan ucapan selamat pagi.
“It’s tight. I feel much more fresh than last night,” sahutku.
“Good. Let’s take a bath. I’m waiting for you in restaurant for breakfast,” kata Oppa sambil memberikan pakaian ganti untukku.
Tanpa banyak protes aku menurutinya. Aku segera mandi dan berdandan natural saja. Setelah itu, aku turun ke restoran. Aku melihat restorannya begitu ramai. Apa restoran ini selalu ramai setiap hari ya, pikirku. Kalo iya, berarti makanan di sini enak-enak. Lumayan buat sarapan. Hohoho. Maklum anak kos, kalo sarapan selalu yang minimalis, kalo gak mi instan ya roti.
Aku masuk ke dalam restoran dan mencari-cari Kyuhyun Oppa ditengah-tengah ramainya restoran itu. Aku pikir pasti sulit mencarinya karena selain ramai, restoran ini juga luas. Bisa-bisa aku muterin restoran ini dulu baru ketemu sama Oppa. Tapi ternyata menemukannya tidak sesulit yang aku bayangkan. Aku menemukan Oppa sedang duduk berjejer dengan anggota Super Junior yang lain di salah satu sudut restoran.
Kok ada anggota Super Junior yang lainnya ya? Aku bertanya heran pada diriku sendiri. Ngapain mereka semua kesini ya? Apa ada acara di sini ya? Tapi kayaknya gak mungkin karena gak ada berita-beritanya sama sekali kok.
“Oppa!” seruku saat telah dekat dengan meja makannya.
“Aah, Sasa. Sit here,” sahut Kyuhyun Oppa lalu mempersilahkan aku duduk di sebelahnya. “Haisssh. What take you so long? Did you sleep when you were bathing?”
“I’m sorry, Oppa. I didn’t mean to make you wait for me,” sahutku.
“Hahaha. I’m kidding, Sasa. Forget it,” balas Kyuhyun Oppa sambil tersenyum jahil. “here’s Super Junior. You supposed to introduce yourself to us since we much more famous than you.”
Kyuhyun Oppa dan beberapa anggota Super Junior tertawa mendengar perkataan Kyuhyun Oppa tapi aku tidak. Aku justru memandang Kyuhyun Oppa dengan kesal tapi dia tetap tertawa terbahak-bahak.
Aku lalu berkenalan dengan semua anggota SuJu secara langsung. “Sasa imnida,” kataku memperkenalkan diri.
“Nice to meet you, Sasa,” kata Kibum Oppa. “I’m Kim Ki Bum.
”I know all of you, Oppa” sahutku senang. “Eeteuk Oppa is the leader. Then Yesung Oppa, Kangin Oppa, Sungmin Oppa, Shindong Oppa, Kibum Oppa, Hankyung Oppa, . . . .” Aku menunjuk mereka satu per satu sesuai dengan nama yang aku sebutkan.
“Wow! We’re so popular,” kata Kangin Oppa dengan bangga.
“Yes, you are. Everyone knows you all well,” sahutku. “I have all of your pictures, albums, CDs, DVDs. I love Super Junior so much!”
“We love you too, honey.” Eeteuk Oppa menanggapiku dengan manis dan lucu. Aku melihat Eeteuk Oppa sekarang gak beda seperti yang di TV. Baik dan lucu. “Oh, sit next to me, honey.”
Aku lalu duduk di sebelah Eeteuk Oppa. Kebetulan, Eeteuk Oppa duduk di sebelah Kyuhyun Oppa, yang duduk di sisi paling luar. Jadi aku duduk di antara yang paling tua dan yang paling muda.
“Karena Sasa ELF yang baik sekaligus teman magnae kami maka Oppa selaku leader SuJu akan ngasih Sasa hadiah,” kata Eeteuk Oppa dengan gaya centilnya.
Aku langsung merasa senang karena akan mendapat hadiah dari Suju. Makanya secara reflek aku bertanya, “Hadiah apa?”
“Hadiahnya adalah Oppa akan menyuapi kamu sarapan Oppa. Hohoho. Aaaaa…” Eeteuk Oppa lalu menyuapi aku sesendok nasi, yang gak aku tahu namanya tapi rasanya cukup bikin telingaku panas karena pedes-pedes asem.
“Aaaaah, pedes! Huuu, haaah,” seruku kepedesan sampai menangis. Kangin Oppa lalu memberikan aku segelas air mineral.
“Ooh, cup cup sayang. Minum, minum,” kata Kangin Oppa gak kalah lucunya dari Eeteuk Oppa. “Eeteuk hyung jahat sekali membuat kamu menangis.”
“Aaah, aku tidak tahu dia tidak tahan pedas,” sahut Eeteuk Oppa.
“Aku tidak akan memaafkan eeteuk hyung karena membuat seorang gadis menangis,” balas Kangin Oppa.
Melihat tingkah mereka, aku jadi tertawa. Aku rasa sekarang tangisanku sekarang bukan lagi karena kepedesan tapi karena lihat mereka yang sangat konyol. Mereka sangat cocok satu sama lain. Pantas saja banyak yang menyebut Kang-Teuk (Kangin dan Eeteuk) adalah pasangan terbaik dalam super Junior.
(maaf kalo kecampur-campur bahasa Indonesia –pen)
Eeteuk Oppa dan Kangin Oppa kembali menikmati sarapannya setelah aku sudah merasa tidak kepedasan lagi. Aku lalu mengalihkan pandanganku ke Kyuhyun Oppa.
“What?” tanya Kyuhyun Oppa.
“Oppa, why all of member is here? What happen?” tanyaku pada Kyuhyun Oppa.
“Oh my God, Sasa. I’ve told you last night that we have a meeting here. You forget it, don’t you?” jawab Kyuhyun Oppa.
Aku lupa kalau tadi malam Kyuhyun Oppa memberitahukan padaku kalau mereka akan ada meeting di sini tapi aku tidak tahu meeting itu buat apa. “Oh, Oppa. I’m sorry for my forgetness. My memory isn’t too good. Meeting what for?”
“Our next concert. Super Show 3, i think.”
“Oh, i’m so glad to hear that. At last, Super Junior will hold a concert in Indonesia!” aku sangat senang mendengar kabar bahwa Super Junior akan mengadakan konser. “I think i will get a ticket for the show huh?”
“Yeah, you’ll get your ticket.”
“Yeay!” seruku senang. “When will you back to Korea?”
“I wanna spend my free days in here then i’ll back to Korea to record the 4th album but hyungs will be back this noon,” jawab Kyuhyun Oppa.
“Wow! Double happiness,” sahutku. “Wish you happy in here.”
“Absolutely,” balasnya.
Aku mulai merasa kelaparan, makanya aku segera berdiri untuk mengambil sarapanku tapi Kyuhyun Oppa menahanku. “Mau ngapain?” tanyanya.
“Sarapan. I’m starving…” jawabku memelas.
“It’s your breakfast,” katanya sambil menyodorkan segelas susu coklat dan sepiring penuh nasi goreng.
“Yummy,” sahutku. “You always know what i want, Oppa.”
Aku kembali duduk dan menatap sarapanku dengan takjub. Ini mungkin adalah sarapan yang paling oke selama beberapa minggu terakhir karena akhir-akhir ini aku sedang mengalami kekeringan kantong jadi kalo sarapan ya seadanya saja. Hehehe.
“How do you know i will eat this as my breakfast?” tanyaku sambil memasukkan suapan pertama nasi goreng ke dalam mulutku.
“As usual, From your fatness. Hahahaha,” jawab Kyuhyun Oppa ringan. “Kamu bakal pingsan kalo gak diisi susu sama nasi di pagi hari, ya kan? Oppa ambilin kamu nasi goreng karena cuman itu yang Oppa tau sesuai sama kamu. Yang lainnya makanan cita rasa Korea.”
“Thank you, Oppa…”
Aku segera memakan sarapanku dengan nikmat. Sambil memakan sarapanku, aku ngobrol dengan anggota Super Junior yang lain. “Yesung Oppa, your hair makes you MORE HANDSOME !”
“Really?” tanya Yesung Oppa.
“Yes. You look more handsome and mature with that haircut. I feel you’re a man now. Hihihihi,” jawabku.
Yesung Oppa lalu memamerkan pujianku kepada seluruh anggota SuJu. “Dengar. Kalian dengar kan apa yang dikatakan Sasa tadi? Aku jauh lebih tampan sekarang. Lebih dewasa. Hahahahaha!!”
“Hyung, kau memang sudah seharusnya lebih dewasa. Sudah berapa umurmu sekarang?” celetuk Eunhyuk Oppa.
“HyukJae. I know you envy me. Hahahaha.”
Aku kembali tertawa karena melihat tingkah anggota SuJu. Aku tidak tahu apakah Yesung Oppa sungguh-sungguh dengan perkataannya tapi dari gerak tubuhnya, aku hanya menangkap hal-hal yang membuat aku tertawa.
(maaf, sudah malas pake bahasa inggris.)
Setelah itu aku ngobrol dengan Kangin Oppa. Kangin Oppa mungkin hampir satu tipe dengan Eeteuk Oppa karena mereka sama-sama cepat mendekatkan diri ke orang lain dan sebaliknya, mendekatkan orang lain ke mereka. “Sasa, who’s the most you like from Super Junior member?” tanya Kangin Oppa padaku. Menurutku itu pertanyaan paling konyol yang ingin aku dengar dari Super Junior.
“Ehm,” aku berpura-pura berpikir sebentar. “Kangin Oppa.” Aku menjawab sesantai mungkin tapi aku tahu pasti Kangin Oppa akan menanggapinya dengan sangat lucu dan akan membuat aku tertawa-tawa lagi.
“Me? You like me?” tanyanya seolah-olah tidak percaya.
Aku tidak menjawab apa-apa tapi hanya tertawa melihat wajahnya yang sok-sok polos dan sok-sok sangat terkejut. “Oh, nice girl. Saranghae. I’ll give you all of SuJU stuffs and telephone number of suju member.”
“Thank you, Oppa. Sarangheyo.”
Kangin Oppa tiba-tiba berpindah duduk di sebelahku lalu merangkul bahuku. “Listen that, dongsaeng. She loves me! Hahaha,” kata Kangin Oppa pada Kyuhyun Oppa.
“Yeah, i heard that, hyung,” sahut Kyuhyun Oppa males-malesan. “Oh, hyung. Let your hand go from her.”
Kangin Oppa tidak menggubris Kyuhyun Oppa. Dia tetap saja merangkulkan lengannya ke bahuku. “Sasa, kamu mau tahu kebiasaan buruk uri Kyuhyun? Aku yakin kamu pasti belum tahu segalanya tentang Kyuhyun. Karena itu, mumpung Oppa ada disini, Oppa akan membocorkan semuanya.. Hahaha.” Kangin Oppa menawarkan pembocoran rahasia padaku dengan mata berkilat-kilat nakal. Kyuhyun Oppa tidak bisa berkomentar apa-apa melihat kelakuan Kangin Oppa.
“Kamu mau tahu darimana dulu, Sa?” tanya Kangin Oppa.
“Ehm, darimana ya? Darimana aja, oppa. Ceritakan padaku selengkapnya ya?” sahutku.
“Kalo gitu kita mulai dari waktu Kyuhyun . . .”
“Hyung,” sela Kyuhyun Oppa. “Don’t tell her anything, please. I believe every single word which comes out from you will make me bad. No, please.”
Kyuhyun Oppa memohon dengan muka memelas kepada Kangin Oppa. Aku jadi tidak tega melihatnya tapi bukannya aku merasa kasihan juga tapi aku justru ketawa lagi melihat Kyuhyun Oppa seperti itu.
“Arasseo. Arasseo. I won’t tell her everything,” sahut Kangin Oppa sedikit kecewa.
Kami semua saling mengobrol dengan seru. Tapi sebagian besar dari percakapan kami tidak aku mengerti karena Oppa SuJu selalu menggunakan bahasa Korea jika berbicara satu sama lain. Maka dari itu, Kyuhyun Oppa membantu menerjemahkan percakapan kami semua ke dalam bahasa Inggris, kalo menurut dia itu penting untuk diterjemahkan. Kalo dia anggap tidak penting maka aku pasti akan kehilangan koneksi dari percakapan mereka.
Aku merasa senang sekali pagi ini. Beruntungnya bisa duduk bersama dengan semua anggota SuJu. Bukan hanya sebagai fans tapi juga seperti sebagai adik kecil bagi mereka. Kami sama-sama tertawa saat ada yang bertingkah konyol dan kami sama-sama mendengarkan saat ada yang sedang berbicara serius.
Saat kami sedang tertawa kencang bersama, tiba-tiba sang manajer datang dan memperingkatkan Super Junior untuk bersiap-siap. “10 minutes more. Ballroom A in 2nd floor,” kata sang manajer kepada semuanya.
Manajer memanggil Kyuhyun Oppa secara khusus untuk mengikutinya ke pojokan sementara seluruh anggota Super Junior segera menghabiskan sarapannya dan bersiap-siap ke ballroom A di lantai 2. Mataku sibuk mengikuti kemana Kyuhyun Oppa berjalan bersama manajernya. Di pojokan itu, aku lihat sang manajer sedang menunjuk2 gambar yang ada di sebuah majalah milik Indonesia. Dari gerak tubuh mereka, aku melihat sepertinya ada masalah tapi aku tidak menemukan masalah itu di wajah Kyuhyun Oppa setelah dia kembali ke meja. Dia malah menghabiskan sarapannya dengan santai.
Satu per satu anggota Super junior mulai menghilang kecuali Kyuhyun Oppa yang masih menemaniku sarapan. Aku bertanya padanya saat aku telah benar-benar bedua dengan Kyuhyun Oppa, “Oppa. Aku lihat dari sini tadi, kayaknya ada masalah ya? Kalo boleh tahu, masalah apa?”
“Ehm, tidak apa-apa. Cuman foto sama fans kemaren malem pas acara temen kamu itu langsung masuk majalah. Tuh foto dia upload ke blog, jadi rame deh,” jawab Kyuhyun Oppa.
“Terus sekarang gimana dong, Oppa?” tanyaku bingung. Aku merasa bersalah karena mengajaknya ke sana. Sekarang pasti Oppa kena masalah dengan manajemennya. “Maaf ya, Oppa.”
“It’s okay kok. Bukan salah kamu juga. Oppa yang salah. Oppa seharusnya gak boleh membiarkan orang tahu kalo SuJu ada di Indonesia sekarang tapi Oppa malah foto-foto sama mereka. Masalahnya sekarang ngejelasinnya ke ELF Indonesia itu gimana.”
“Ngejelasin apa, Oppa?” tanyaku.
“Ngejelasin kenapa Super Junior ada disini. Kami kan datang diam-diam,” jawab Kyuhyun Oppa. “Aku jadi merasa bersalah.”
Berbagai ide muncul di kepalaku untuk membantu Kyuhyun Oppa. Aku berfikir alasan apa yang cocok untuk itu. “Bilang aja kalo Oppa kesini liburan, gak sama anggota SuJu yang lain. Yang ada fotonya kan cuman Oppa doang,” saranku pada Kyuhyun Oppa.
“Oh iya sih. Bener juga. Makasih ya sarannya,” jawab Kyuhyun Oppa. “Now, finish your breakfast quickly please, Sasa. I have to go immediately,” kata Kyuhyun Oppa.
Aku berusaha menghabiskan sarapanku secepat mungkin tapi aku tidak bisa. Nasi gorengnya masih banyak karena belum banyak aku sentuh. Aku terlalu asik mengobrol dengan Oppa sampai aku agak melupakan sarapanku walaupun nasi ini sangat amat enak.
“You go first,” kataku dengan mulut penuh nasi.
“No, i can’t leave you alone here.”
Tiba-tiba handphone Kyuhyun Oppa bergetar dan oppa langsung mengangkatnya, “Sorry, hyung. I’ll be right there in 1 minute.” Setelah itu Oppa menutup telponnya dan berpaling kepadaku. “Mian, Sasa. You can’t finish your meal. I promise i will buy you a big chocolate cake after this. Okay?”
Setelah menelan suapan terakhirku, Kyuhyun Oppa langsung menggandengku untuk pergi ke Ballroom A di lantai 2. Oppa melangkah terburu-buru sehingga aku agak seperti berlari. “Oppa, slowly please. I can fall,” kataku pada Kyuhyun Oppa.
“Mian. I’m in hurry.”
Napasku sudah tersenggal-senggal saat kami berdua sampai di Ballroom A. Kyuhyun Oppa langsung ditarik masuk ke dalam ruang rias oleh manajernya. Sedangkan aku ditinggal sendirian di tempat aku berdiri sekarang, di depan Ballroom.
Di sini hanya ada beberapa orang keamanan. Aku rasa semua orang sudah masuk ke dalam karena terdengar suara yang sangat berisik dari dalam. Aku mencoba masuk ke dalam karena buat apa aku ada di sini tanpa berbuat apa-apa tapi ternyata tidak diperbolehkan. Hanya orang-orang yang mendapat undangan khusus yang boleh masuk. Akhirnya, aku turun ke lantai lobby dan duduk di coffee shop. Aku bermaksud menunggu Kyuhyun Oppa disana sampai dia menyelesaikan meeting-nya, sambil makan sedikit roti.
Aku sudah menghabiskan 3 roti dan 2 cangkir hot choco tapi Kyuhyun Oppa belum juga mencariku. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kos-kosan. Lagipula aku kan ada kuliah siang. Sebelum pulang, aku memberi kabar kepada Kyuhyun Oppa bahwa aku pulang ke kos-kosan karena ada kuliah jam 1 siang. Aku pikir Oppa akan membalasnya tapi ternyata sampai aku tiba di kos, Oppa juga belum membalasnya.

-to be continued-