Annyeong yeorobuuun🙂
Akhirnya semua author blog ini punya ff.. Senang rasanya..
Ini FF pertama author @DittaShierlly. Semoga memuaskan🙂

Cast:
Henry
Jung Yonghwa
Jung HyunAh
Lee Joon

Start!

“Shireooo! Andwe!” teriak HyunAh melalui telepon genggamnya.
“Kau saja tidak bilang padaku sebelumnya, kenapa aku harus bilang padamu, oppa? Apa? Kau tidak bermaksud seperti itu? Lalu seperti apa? Apa? Kau benar-benar menyayangiku? Apa ini yang dinamakan kau sayang padaku? Kau janji kalau kau akan selalu disampingku dan tidak akan meninggalkanku, oppa. Kau juga janji kalau kita akan meraih mimpi kita bersama-sama. Tapi apa? Kau malah pergi meninggalkanku demi mimpimu sendiri, tanpa kau beritahukan dan diskusikan lebih dulu padaku. Kemana saja kau 1 tahun ini?? Kenapa baru sekarang?? Oppa menyebalkan!!” sambung HyunAh lalu menutup telepon genggamnya tanpa menunggu jawaban dari si penelpon.“Yaaaaa~ neo nappeun saram!! Seenaknya sendiri!!” teriak HyunAh kepada telepon genggamnya yang tak bersalah sambil terisak menahan tangis.
“Rrrrrtttt Rrrrttttt Biip biiipp~~” telepon genggam HyunAh berbunyi tanda ada sebuah pesan yang baru masuk ke inbox HyunAh.
From : Yonghwa oppa
Uljima HyunAh-ya. Aku tau saat ini kau pasti sedang menangis. Aku ingin menelponmu kembali sekarang, tapi aku tau kalaupun aku menelponmu kembali, kau pasti tidak akan menerimanya. Uljima Hyun jebal. Mianhae, jeongmal mianhae. Aku tau aku yang salah. Aku bukan bermaksud meninggalkanmu. Kumohon pulanglah. Pulanglah dongsaengi, jebbaaaalll . Yaa Jung HyunAh, jeongmal bogoshiposeo. Uri Hyunnie, saranghae! *jeongmal bogoshipo, jeongmal saranghae, pulanglah jebaalll*
Membaca isi pesan dari Yonghwa itu, HyunAh tak bisa lagi menahan tangisnya, tangisnya pun pecah. Pesan itu dari Jung Yonghwa, yang merupakan kakak kembarnya. Yonghwa dan HyunAh hampir tidak bisa dipisahkan. Sejak dilahirkan mereka selalu bersama-sama tanpa pernah berpisah, sampai 1 tahun lalu, tepat sesaat setelah upacara kelulusan SMA.

-flashback start-
“HyunAh-yaaaaa~~!! “ teriak Yonghwa sambil setengah berlari terburu-buru mencari adik kembar kesayangannya itu keseluruh sudut sekolah. Hari itu adalah hari kelulusan mereka dari sebuah SMA di kampung halaman mereka, Busan. Walau mereka lahir Seoul tetapi mereka tumbuh besar dan berkembang di Busan.
“Disitu rupanya kau Hyun.” seru Yonghwa saat menemukan adiknya itu sedang ngobrol dengan sahabat karibnya yang datang untuk merayakan kelulusannya dan adik kembarnya. Yonghwa setengah berlari langsung menghampiri adiknya dan memeluknya dengan erat sekilas sambil bersuka cita.
“Yaa oppa, wae? Kau tampak senang sekali. Apa iya hanya karena ini hari kelulusan? Ani, apa karena ada Chansung oppa? Hahaha kidding. Pasti ada hubungannya dengan musik” kata HyunAh menggoda oppanya sambil menepuk-nepuk punggung oppanya itu.
“Tunggu tunggu, kau memanggilku apa? Chansung?? Yaaa~~ Hyuunnn!!! Panggil ak Joon, Hyun. Jangan panggil ak Chansung lagi.” protes namja sahabat karib Yonghwa.
“Namamu kan memang Lee Chansung! Ooopppsss hahaha! Araaa araaa, Joonie oppa. Just kidding. Lee Joon. Benar kan? Hehehe” saut HyunAh atas protes sahabat karib yang sudah ia anggap seperti oppa nya sendiri.
“Tapiii Yaa~~ Yongie oppa, kau belum jawab pertanyaanku tadi? Malah ketawa-ketawa saja melihatku dan Joonie oppa. Ada apa denganmu? Girang begitu. Musik kan pastiiii” sambung HyunAh saat sadar bahwa Yonghwa belum menjawab pertanyaannya tadi.
“Tentu sajaaaa. Percaya atau tidak? Mulai besok aku akan pindah ke Seoul, Hyun!! Aku akan tinggal di Seoul karena aku akan menjadi trainee di sebuah academy milik sebuah label, FNC. Selangkah lagi sebelum impianku menjadi kenyataan Hyun! Kembali ke Seoul tempat kelahiran kita, Yow Seoul!! Wooohoo mimpiku untuk menjadi seorang leader dari sebuah band terkenal akan terwujud Hyun! Bukankah ini berita yang spektakuler Hyun?? Berita baik di hari yang baik. Benar kan?” cerita Yonghwa berapi-api penuh semangat kepada HyunAh.
“Mwo???? Seoul? Besok?” seru HyunAh dengan sangat terkejut
“Kau kenapa Hyun? Bukankah ini kabar yang sangat luar biasa baik untuk oppamu Hyun?” timpal Joon
“Iya benar. Ya~~ Hyun wae? Apa kau terlalu terkejut dan terlalu senang?” saut Yonghwa
“Harusnya aku yang bertanya kepada oppa? Wae?? Bukankah kita sudah mendaftar untuk ikut ujian masuk university? Trainee di F&C Academy milik label FNC? Apa maksudnya semua itu? Kenapa aku tidak tau. Pertama Joon oppa yang pergi, sekarang oppa ku sendiri juga begitu. Apa kau tidak ingat? Apa kau lupa? Neo!! Aaashhhh!!” teriak HyunAh kepada mereka kemudian berlari meninggalkan oppadeulnya itu”

-flashback end-

Teringat kejadian 1 tahun yang lalu itu membuat HyunAh luar biasa sedih. Di satu sisi HyunAh masih kesal dengan oppa nya itu, di satu sisi HyunAh juga sangat merindukannya. Bagi HyunAh Yonghwa adalah segalanya, soulmate. Yonghwa pun pasti akan merasakan hal yang sama, karena mereka adalah anak kembar yang memang mempunyai ikatan batin yang sangat kuat.
“Hiks. Hiks. Oppa.” isak HyunAh.
“Are you okay?” seru seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul dari arah belakang HyunAh.
“Yes, I’m okay. Thanks. Excuse me, I have to go home” jawab HyunAh setengah menoleh kepada seorang laki-laki yang muncul itu sambil bergegas pergi.
“Hey wait, are you really okay? What are you doing in here? Sitting in here, in the park, at night, and alone? And oh are you crying?” sambungnya tanpa memperdulikan HyunAh yang sudah mulai berjalan pergi meninggalkannya.
“You look very familiar to me. Err are you study on the same college with me? Oww, I remember, you are that multitalented girl. One of representatives that is participated on the next month showcase, aren’t you? You are in the same major too with me, am I right? “ tanya laki-laki itu sambil berjalan mengikuti HyunAh dibelakangnya.
“By the way, I saw you cried. What happen to you? Can I help you? Who is he? The one that has just talked to you on the phone. Is he your BF? Or your ex- BF?“ lanjut laki-laki itu terus bertanya dan bertanya, walaupun tak satupun pertanyaan tersebut ditanggapi oleh HyunAh.
Sambil terus berjalan dan mengacuhkan laki-laki itu, HyunAh pun berpikir, “Siapa laki-laki yang mengikutiku ini. Siapa dia? Apa dia memang satu kampus denganku? Kenapa dia terus mengikutiku? Kenapa dia tidak menyerah dan meninggalkanku tetapi malah bertanya dan terus bertanya? Mana pertanyaannya mulai aneh-aneh. Aassshhh!” seru HyunAh dalam hati.
++++

Saat ini, HyunAh adalah salah seorang mahasiswi University of Toronto, Canada. Music Performance Major. HyunAh juga berencana untuk mengambil short-term program di Berklee College of Music pada tahun akhir kuliahnya. Ini adalah tahun keduanya di universitas ini. Bulan depan kampusnya mengadakan sebuah acara tahunan, sebuah showcase dengan performer pilihan.
“Oh yeah, Ms. Sierra Jung, right?” seru laki-laki itu yang membuat langkah HyunAh yang terhenti
“Jamkkanman..” ucap HyunAh pelan sambil berbalik kea rah laki-laki itu untuk tau siapa sebenarnya laki-laki yang mengajaknya (ah tidak) lebih tepatnya memaksanya untuk ngobrol itu.
“Aaah, sepertinya dia laki-laki itu kalau aku tidak salah. Laki-laki yang popular itu. Yang punya banyak fans di kampus. Laki-laki yang katanya berbakat dan akan jadi pusat perhatian di showcase bulan depan. Salah satu performer yang digadang-gadang akan menampilkan performance yang spektakuler itu. Anyway, darimana dia tau namaku? bagaimana dia tau aku berpartisipasi di showcase bulan depan? apa? multitalented girl? siapa? aku? kenapa dia bilang begitu? Apa karena aku terpilih berpartisipasi di showcase bulan depan? Ahh terpilih itu hanya kebetulan saja, aku sama sekali tidak berniat untuk tampil sebenarnya dan aku pun bukan mahasiswi yang menonjol dan berprestasi sejauh ini biasa saja” tanya HyunAh lagi dalam hati, sambil mengamati laki-laki itu dari ujung kepala sampai kaki.
“Are you….” seru HyunAh pelan
“Are you alright? don’t be sad and don’t cry. You look ugly when you cry but I’m sure 100% you will look so beautiful when you smile. So please smile. He didn’t deserve for your tears.“ tanya laki-laki itu lagi memotong kalimat HyunAh dan tiba-tiba saja laki-laki itu sudah berada tepat didepan HyunAh, sedikit membungkuk untuk menatap langsung mata HyunAh.
HyunAh tidak mengerti apa maksud kalimat terakhir laki-laki itu tapi yang HyunAh tau pasti tatapan laki-laki itu membuat HyunAh sedikit melayang. Matanya yang indah membuat HyunAh terpesona (ah bukan) melongo (ah bukan juga) terpana (kurang tepat pula) ah apapun lah nama rasa itu serta membuat HyunAh mendadak lupa apa yang akan dia katakan tadi.
“ You had better go home now, it is too dangerous for beautiful girl like you in the park, at night, and alone. Mm, should I take you home?” sambung laki-laki itu sambil mengelus dan sedikit menepuk-nepuk kepala HyunAh. HyunAh semakin melayang namun segera memaksa dirinya agar segera kembali menapak ke bumi.
“Ah, it’s okay. I can go home by myself. I’ll go home. Bye.” seru HyunAh dengan tanpa ekspresi, salah tingkah dan kemudian dengan terburu-buru meninggalkan laki-laki itu.
“Hey, Lady Jung!“ teriak laki-laki itu dari kejauhan saat HyunAh sudah pergi melangkah jauh meninggalkannya.
“ I’m Henry, by the way!! Nice to meet you!!” teriaknya lagi. Walau terdengar samar-samar dari jarak yang agak jauh tapi HyunAh bisa mengingat nama itu.
Sambil tersenyum-senyum mengingat kejadian yang baru saja terjadi di taman, HyunAh melangkah pasti kembali kerumahnya atau lebih tepatnya apartement tempat tinggalnya saat ini. Baginya tempat tinggalnya saat ini bukanlah rumah karena tidak ada Yonghwa, appa dan eomma didalamnya. Tanpa HyunAh sadari ia telah melupakan masalahnya dengan Yonghwa untuk sesaat. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah nama itu dan rasa itu.

~To be continued~
By @DittaShierlly