Here we go for the 2nd part!🙂

Cast:
Henry – Super Junior M
Jung Yonghwa – CNBlue
Lee Joon – MBLAQ
Jung HyunAh

Enjoy!🙂

Hari ini HyunAh datang ke kampus seperti biasa, namun suasana kampus tidak seperti biasa. Para mahasiswa, mahasiswi, dosen, bahkan pegawai kampus mulai dari staff kantor sampai petugas keamanan dan kebersihan semua berbisik-bisik ketika HyunAh lewat.
“Aasshh! Ini semua gara-gara showcase konyol itu. Hidupku tidak tenang lagi disini, akan aku akhiri semua ini.” gumam HyunAh penuh emosi.
Ya, beginilah suasana kampus sejak pengumuman performer showcase tahun ini ditempel di papan pengumuman kampus.Pengumuman itu mulai ditempel di hari HyunAh bertengkar dengan Yonghwa setelah sekian lama, di hari HyunAh pertama kali bertatap muka dengan namja bernama Henry, mahasiswa seangkatan HyunAh yang jarang terlihat di kampus karena sedang disibukkan dengan kegiatan-kegiatan pasca audisi, pre-debut, debut dan sebagainya. Kabarnya bakat Henry sangatlah luar biasa sampai-sampai ia sudah digaet oleh sebuah management di usianya yang sangat muda.
HyunAh baru menyadari hal itu keesokan harinya, setelah suasana kampus menjadi sangat tidak nyaman bagi HyunAh. Ia kira apa yang disampaikan oleh dekannya tempo hari bahwa ia akan berpartisipasi dalam showcase hanyalah ancaman atau bualan belaka.
“What did she does?”
“Is she cheating?”
“How could she becomes the chosen performer while her talent is just average?”
“Is she seduce the principle?”
Pertanyaan, sindiran, protes, komentar itu hanya sedikit dari banyak tuduhan, sangkaan atau sejenisnya yang selalu ditujukan pada HyunAh ketika ia lewat. Sudah 2 minggu ini seantero kampus membicarakan HyunAh karena ia terpilih sebagai salah satu performer di acara tahunan yang selalu dinanti-nantikan. Semua orang mempertanyakan bagaimana bisa seorang yeoja Asia yang biasa-biasa saja, atau bahkan tidak berbakat (menurut orang-orang) bisa berpartisipasi dalam acara besar seperti itu.
HyunAh sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, ia pun segera bergegas menuju kantor dekan dan mengajukan surat pengunduran diri/surat penolakan untuk menjadi performer showcase. Namun apa daya dekan HyunAh tidak menerima penolakan, karena menurut sang dekan, HyunAh sangat pasif. Ia adalah mahasiswi jurusan Music Performance yang sudah setahun berada disini tetapi hampir tidak pernah melakukan performance, kecuali saat ujian. Itupun dengan predikat “good” bukan “excellent atau outstanding” alias biasa-biasa saja.
“Ms. Jung, it is not right. Think about this opportunity once again, it could be your key to get your dream. You are not you were dear, Ms. Jung whom I met at last year university entrance exam. She was really great. She was a multitalented girl. If you meet her could you please tell her that we really miss her.” pesan pak dekan untuk HyunAh saat HyunAh akan meninggalkan ruangan dekan.
Kata-kata dekan itu terngiang-ngiang di kepala HyunAh. Sambil berjalan entah kemana, dirinya pun bertanya-tanya kenapa ia berubah. Tak ada semangat sama sekali untuk menjadi performer. Tak bisa dipungkiri, jawaban dari semua ini adalah Yonghwa dan Joon. Yonghwa adalah semangat dan partnernya untuk bernyanyi sedangkan Joon adalah semangat dan partnernya untuk menari. Ketika Joon pergi ke Seoul untuk mengejar mimpinya ia kesal, namun masih ada Yonghwa disisinya. Ketika Yonghwa pergi ke Seoul juga, hancurlah rasanya hidup HyunAh, ia merasa Yonghwa dan Joon meninggalkannya sendiri, tidak mengajaknya untuk meraih mimpi mereka bersama, menjadi artis. Tidak lama setelah itu, tanpa pikir panjang HyunAh memaksa appa-eommanya agar bisa mengirimnya kuliah ke Luar Negeri. Ia juga sengaja tidak memberitahu Yonghwa tentang rencana itu. Apapun dan bagaimanapun HyunAh tetap akan pergi. Ia melupakan mimpinya untuk menjadi artis, yang ia tau ia hanya ingin lari dari semuanya. Dan disinilah ia berada, bersemangat ketika masuk university tapi tidak bersemangat untuk keluar.
“Heh? Kenapa aku bisa sampai di ruangan ini lagi? Hahaha kaki ini tau saja kemana harus melangkah disaat suntuk begini.” seru HyunAh saat tersadar dari lamunan dan pemikirannya sendiri, tau-tau ia sudah berada (lagi-lagi) di studio ini, studio yang lengkap dengan berbagai instrument, alat, juga kaca besarnya, hanya saja letaknya cukup terpencil dari area pusat kampus yang ramai.
HyunAh pun masuk keruangan itu, meletakkan tasnya, membuka jaketnya, mengeluarkan mp3 playernya dan langsung menyambungkannya dengan speaker yang ada disitu. Ia mulai memutar lagu-lagu upbeat dari playlistnya. Begitu musik dimulai, tanpa perlu aba-aba lagi, HyunAh mulai menari dan menyanyi dengan penuh semangat untuk menumpahkan emosinya.
1 lagu..
2 lagu..
3 lagu… Ditengah-tengah lagu ke 3 ia tiba-tiba menghentikan gerakannya.
“Mwo?? Keaktifan?? Tidakkah cukup saat ujian? Kalaupun aku lulus ujian dengan nilai yang biasa-biasa saja apa salahnya? Yang penting kan lulus? Apa urusan mereka? Main atur-atur saja seenaknya. Memaksa seenaknya. Mereka tidak tau aku kan? Okay, fine! I’ll show them who the real I am. Tanpa Yonghwa pun ak juga bisa! Tentu saja, naega Jung HyunAh!! Pasti bisa! Lihat saja!!” teriak HyunAh tiba-tiba, menumpahkan rasa tidak terimanya, ia sadar betul ada atau tidak ada Yonghwa dan Joon ia harus bisa melewati ini semua.
Sebenarnya Jung HyunAh adalah gadis yang bersemangat dan sangat berbakat, satu-satunya masalah adalah ia kurang ekspresif dan cenderung pendiam jika sendirian di lingkungan baru. Lain halnya jika ada Yonghwa dan Joon disampingnya, ia akan menjadi sosok yang ekspresif dan ramai.
“xixixixixixixixi” kekeh seseorang, yang dari tadi memperhatikan HyunAh, dengan sangat pelan.
“This is the real Lady Jung. Interesting, right?! ” gumam seseorang ke handphone nya, ia diam-diam merekam tarian dan nyanyian HyunAh.
“I am sooo sure that she is a real multitalented girl.“ serunya lagi pelan.
HyunAh tidak sadar bahwa di ruangan itu tidak hanya ada dirinya seorang, ada seseorang lainnya yang tertidur, tetapi terbangun karena mendengar suara pintu dibuka dan suara musik. Seseorang itu tidak serta merta marah-marah bahkan ia tidak bersuara karena ada orang yang mengganggu tidurnya, Tanpa perlu membuka mata pun ia sudah tau bahwa yang sedang menari dan menyanyi itu adalah HyunAh. Ia cukup senang karena ternyata yeoja yang ia nantikan akhirnya datang juga. Ia pun tersenyum dan pelan-pelan membuka mata. Melihat yeoja favoritnya itu menari dan menari dengan penuh semangat ia pun mengeluarkan handphone nya dan merekam apa yang yeoja itu lakukan.
Studio ini bukan hanya tempat favorit HyunAh untuk berlatih tetapi juga merupakan tempat favorit seseorang itu untuk tidur, membaca, mendengarkan dan menulis lagu. Sudah setahun ini, sesosok manusia ini secara tidak sengaja memperhatikan HyunAh. Setiap dirinya sedang tidur, membaca ataupun mendengarkan-menulis lagu di pojokan di balik tumpukan barang-barang di studio ini selalu saja tiba-tiba HyunAh masuk dan mulai menari dan menyanyi. Tanpa sesosok itu sadari memperhatikan HyunAh sudah menjadi hobinya.
~~Brruukkkkk!!~~
Barang-barang yang djadikan tumpuan seseorang yang sedang merekam itu jatuh dan mengeluarkan bunyi yang cukup mengagetkan. HyunAh pun terkejut dan dengan segera menoleh ke sumber suara tadi. Terlihatlah seorang namja yang sedang tersungkur gara-gara menghindari barang-barang yang jatuh.
“Nuguseyo? Umm, I mean, who’s there?” tanya HyunAh.
Namja itu dengan terburu-buru menyimpan kembali handphone nya. Jangan sampai yeoja ini tau, pikir namja itu.
“Oh, Hi !!” saut namja sambil berdiri
“You are….Henry?? What are you doing in here?” tanya HyunAh
“Yeah, Lady Jung you do remember my name finally” jawab Henry dengan gembira
“I asked, what are you doing in here? Are you……” tanya HyunAh lagi
“No no I‘m definitely not a stalker, HyunAh. HyunAh, right? Your Korean name. Do you mind If I call you HyunAh?” cerocos Henry memotong kalimat HyunAh sambil menepuk nepuk pakaiannya membersihkan debu barang-barang yang menempel di baju dan celananya.
“Who is Yonghwa, by the way? Is he the guy who was talked to you on the phone at that time, Hyun? Is he your ex?” tanya Henry lagi sebelum HyunAh sempat menjawab pertanyaan sebelumnya
“I’ll go” jawab HyunAh begegas merapikan barang-barangnya. Ia tidak habis pikir. Lagi-lagi ia harus bertemu dengan namja ini. Namja cute tapi aneh yang selalu bertanya dan bertanya tentang dirinya.
“Mwo? Cute? Oh God, I must be crazy” seru HyunAh dalam hati
“Wait!! Wait Hyun!! Don’t go” seru Henry sambil menarik tangan HyunAh.
“Why?” menoleh ke arah Henry
“Would you dance with me?” tanya Henry
“What? Dancing? With you? Right now?” tanya HyunAh
“Oh come on Hyun, I saw you dancing. We’ve already in dancing studio, so why not? Come on!” pinta Henry sambil menggandeng HyunAh ke tengah studio dengan semangatnya.
Henry segera memutar musik upbeat, yang dia compose sendiri, dari mp3 playernya dan mulai menari. Melihat Henry menari HyunAh pun tidak bisa tinggal diam. HyunAh mulai mengikuti irama dan menari bersama Henry.
“Aahh pantas saja dia punya banyak fans dan digadang-gadang akan memberikan penampilan yang spektakuler. Dia sangat keren dan memang benar-benar cute. Dia berbakat sekali.” batin HyunAh sambil menari dengan Henry.
Ditengah tarian mereka, tiba-tiba HyunAh terpeleset dan hampir terjatuh kebelakang. Henry berniat untuk menarik HyunAh agar tidak jatuh tetapi karena terlalu bersemangat menarik, Henry yang malah terjatuh kebelakang dan HyunAh tertarik kedepan jatuh menimpa Henry.
“Ouch!” kata Henry
“Sorry sorry. It’s because of me. Henry, are you okay?” tanya HyunAh sambil mencoba berdiri
“I’m okay. Are you okay? Are you hurt?” tanya Henry sambil menahan HyunAh dipelukannya. Ditatapnya mata HyunAh dalam-dalam.
“Yes I’m okay, too. I’m really sorry.” jawab HyunAh tertunduk merasa bersalah
“Hey Hyun, it’s okay. Don’t feel guilty.” saut Henry atas rasa bersalah HyunAh sambil mengangkat wajah yeoja didepannya yang hanya berjarak beberapa cm dari wajahnya.
Perlahan tapi pasti wajah Henry mendekati wajah HyunAh. HyunAh pun (entah kenapa) secara reflek menutup matanya. Henry tersenyum melihat tingkah yeoja dihadapannya.
“She’s so shy, look at her pink face. She is so interesting” kata Henry dalam hati sambil tetap mendekatkan wajahnya ke wajah HyunAh.
daaaaaannnnnn…….
“Rrrrttt Rrrrttttt”
Getar handphone membuyarkan segalanya. HyunAh segera membuka mata, bangkit dan mengecek handphone nya di tas. Begitu pula dengan Henry yang juga segera bangkit untuk mengecek handphone nya di sudut ruangan.
“ It is just my alarm” saut Henry dengan kecewa dari sudut ruangan
“oh okay, umm I’d better go home” jawab HyunAh sambil terburu-buru melangkah keluar studio meninggalkan Henry. HyunAh begitu salah tingkah dan muka nya pun masih merah.
“Hey Lady Jung, wait for me. I’ll take you home” teriak Henry yang segera berlari menyusul HyunAh saat melihat HyunAh sudah berjalan keluar studio.
“Lady Jung, you walk so fast. Let’s walk together.” kata Henry begitu dirinya bisa menyusul HyunAh dan dengan santai nya mengalungkan tangan kananya ke bahu HyunAh.
“Hey Henry what are you doing?” seru HyunAh malu-malu salah tingkah sambil berusaha melepaskan tangan Henry dari bahunya. Namun, tampaknya Henry menahannya dengan kuat sehingga HyunAh pun menyerah membiarkan tangan namja itu bertengger di bahunya.
Di sepanjang jalan menuju apartement HyunAh, Henry tak henti-hentinya bertanya kepada HyunAh dan seperti biasa HyunAh hanya menjawab sekenanya. Henry juga menggoda HyunAh dengan berbagai hal yang membuat HyunAh tertawa terbahak-bahak.
“Here we are, your apartment.” Kata Henry ketika mereka sampai di depan apartment tempat tinggal HyunAh.
“Thanks for taking me home. Thanks for today. Today was fun.” kata HyunAh
“Sure. Me too.” timpal Henry
“Don’t worry Hyun, start from today your days will be fun.” tambah Henry dalam hati.
“Sleep well, don’t forget to dream of me” seru Henry sambil sedikit membungkuk untuk menatap langsung mata HyunAh
“Just go inside. I’ll go home after you go inside.” kata Henry sambil menepuk-nepuk pelan kepala HyunAh.
Sejak pertemuan hari ini, mereka menjadi sangat akrab. Setiap hari mereka menyempatkan bertemu di studio favorit mereka walau hanya sebentar dan setiap hari pula Henry akan mengantarkan HyunAh pulang ke apartementnya dengan senang hati. Entah apa sebenarnya yang dirasakan Henry dan HyunAh tapi yang mereka tau dengan jelas bahwa mereka merasa nyaman dengan kedekatan ini.

~To be continued~