Cast :
Henry Lau- Super Junior M
Jung HyunAh
Jung Yonghwa
Lee Joon

Didalam sebuah kamar, seorang namja sedang sibuk dengan laptop dan segala peralatannya. Biasanya, jika sedang disibukkan dengan laptop dan segala peralatannya, namja ini sedang menciptakan sebuah musik. Namun kali ini tidak, kali ini berbeda. Namja ini sedang sibuk meng-edit, menggabungkan beberapa video hasil rekaman dari handphone nya. Video-video yang berisikan seorang yeoja yang sedang menyanyi, menari, ataupun bermain alat musik.
“Hmm, what can I do with this?” gumam namja itu sambil memegang sebuah CD.
“Ahhh, I know!” sambung namja itu sambil menjetikkan jarinya.Ia segera mencari-cari kartu nama yang ia dapatkan sekitar dua taun lalu. Ia lupa meletakkannya dimana. Ia sibuk mencari di dompet, di tas, di laci, diseluruh sudut kamar, namun tak ada hasil. Tak lama kemudian ia baru sadar bahwa ia telah menyimpan nomor yang tercantum dalam kartu nama itu ke dalam phone book handphone nya. Ia segera mencari nomor tersebut dan menghubunginya.
“Henry!” kata seseorang di telepon.
“Good evening, Boss. Mm, I’m so sorry for disturbing you. You are in Canada, aren’t you? Can I meet you?” kata Henry pada seseorang diseberang telepon
“Oh, what a coincidence you want to meet me, too. Okay, I’ll go there, Boss. Please wait for me.” sambung Henry bersemangat, segera mengambil jaket dan berlari keluar kamar sambil memegang sebuah CD.
“Mom, I’m going out. Don’t wait for me.” seru Henry kepada eomma nya sambil setengah berlari.
“Henry, have you finished packing?” tanya eomma Henry tapi tampaknya Henry tidak mendengarnya karena tak ada jawaban, yang terdengar hanyalah suara pintu yang menutup.
+++++++++++++++++++++++++++++++++
Di waktu yang berdekatan, tetapi di belahan bumi lain, seorang namja mencoba menelpon boss besar sebuah perusahaan entertainment tempatnya berkarir.
“Yeoboseyo? Ne, sajangnim. Mm, ada yang saya ingin berikan pada anda. Oh, anda tidak sedang berada di Seoul? Anda berada di Canada saat ini? Oh baiklah, kalau begitu. Ah tidak, saya hanya ingin menunjukkan sebuah video pada anda. Ya, dikatakan penting ya tidak juga sajangnim. Tetapi jika dikatakan tidak penting ya cukup penting. Saya hanya ingin anda melihat video ini sajangnim. Mungkin anda akan tertarik. Apa? Saya bisa mengirimkannya pada anda sekarang melalui jaringan kantor? Baiklah akan saya kirim segera, mohon ditunggu sajangnim. Saya harap anda dapat menikmatinya dan mempertimbangkannya. Apa? Ah iya dia seseorang yang penting, sajangnim.” kata namja itu
+++++++++++++++++++++++++++++++++
Di sebuah ruangan hotel di Canada, seorang ahjussi sedang menonton 2 video yang dikirimkan padanya hari ini. Video yang satu adalah potongan-potongan video yang digabungkan berisi seorang yeoja yang sedang menari sambil bernyanyi dan terkadang bermain alat musik di sebuah studio. Video yang satu lagi berisi seorang yeoja yang sedang bernyanyi dengan sebuah band membawakan sebuah lagu rock. Jika dilihat nampaknya kedua video ini direkam diam-diam karena yeoja dalam video sama sekali tidak menoleh kearah kamera. Ia merasa heran dengan kejadian malam ini. Ada 2 orang namjadeul memberikan masing-masing sebuah video padanya, sama-sama memohon pada dirinya untuk melihat isi video itu dan mempertimbangkan yeoja yang ada dalam video itu sebagai trainee di perusahaannya. Yang lebih mengherankan lagi, yeoja dalam kedua video itu adalah yeoja yang sama.
“Aahh menarik sekali. 2 namjadeul mengajukan seorang yeoja yang sama. Jung HyunAh, akan kutemui kau besok, aku akan melihat langsung penampilanmu. Mari kita liat bakat lain dirimu, sepertinya kau kandidat yang cocok untuk menjadi salah satu member dari project terbaru ku” kata ahjussi tersebut
“Sekretaris Kim, besok kita akan mampir ke Showcase Music Performance, University of Toronto. Tolong beritahukan pada Henry bahwa aku sendiri yang akan menjemputnya. Dia tau apa yang aku maksud.“ kata ahjussi itu kepada sekretarisnya.
“Aahh 1 lagi, Sekretaris Kim. Tolong segera siapkan undangan sebagai trainee untuk Ms. Sierra Jung, akan aku butuhkan undangan itu besok.” sambung ahjussi itu
“Ne, sajangnim algetseumnida.” jawab sekretaris Kim.
+++++++++++++++++++++++++++++++++
~~Ting Tong~~
Suara bel di sebuah apartment dibunyikan oleh seseorang.
“I’m coming~~” seru seorang yeoja
“Oh, Henry! What are you doing in here?” sambung yeoja itu setelah melihat siapa yang membunyikan bel apartmentnya.
“Let’s walk around the park, Hyun.“ saut Henry sambil (lagi-lagi) menarik tangan HyunAh.
“What happen to you? We’ve just met this afternoon” kata HyunAh setelah beberapa saat mereka berjalan-jalan santai di taman dekat apartment HyunAh dalam diam dan hanya bergandengan tangan.
“I just want to meet you” kata Henry sambil tersenyum. Tapi di senyumnya tampak ada yang berbeda.
“What a reason, Henry. It’s already night. It’s cold and I didn’t bring my coat. Plus, tomorrow will be the day. Showcase. We should take a rest.” kata HyunAh.
“I know. But we don’t know when we can walk around like this again, right?.” jawab Henry
“What do you mean, Henry? We still have a lot of time. Tomorrow? The day after tomorrow? Next week? Next month?” kata HyunAh
“Yeah right. As long as outside campus, right? haha” kata Henry sambil melepas jaketnya dan memakaikan jaket tersebut ke tubuh HyunAh.
“If we act like this in the middle of campus crowd, maybe your number of antis will be greater. Hahahahaha. Or…… should we do it?” goda Henry ketika melihat wajah HyunAh yang sudah mulai pucat.
“Hah! Okay! Should we try it? I’m quite curious what will happen if people in Campus know that we‘re close to each other. Mm, why we have to worry? We’re not in the kind of relationship like they think, right?. Hahaha” tantang HyunAh, balik menggoda Henry untuk menutupi salah tingkahnya karena perlakuan dan godaan Henry.
“I don’t want to. You will have more problems because of my fans. Haha.” jawab Henry sambil menggandeng HyunAh dan mengajaknya berjalan-jalan kembali.
“Ooww how confident you are! By the way, I still don’t know what kind of artist are you? Singer? Dancer? Solo? member of boy band or band? Or what? In which management? In which country? International? Local?” tanya HyunAh pada Henry
“Hahaha. Let’s go home.” jawab Henry menarik HyunAh kembali ke apartment, setelah membaca pesan melalui handphonenya, tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan HyunAh.
Begitulah Henry dan HyunAh, jika dikatakan bahwa mereka dekat, nyatanya mereka tidak mengenal betul satu sama lain. HyunAh sampai saat ini tidak tau jika Henry adalah salah seorang artis SM yang sudah memulai debut nya tahun lalu dan tahun ini dia akan debut bersama Super Junior-M di China. Sedangkan Henry, sampai saat ini pun ia tidak tau siapa itu Yonghwa, ia tidak tau bahwa Yonghwa adalah saudara kembar HyunAh. Henry tetap menyangka bahwa Yonghwa adalah mantan pacar HyunAh. Tapi jika dikatakan bahwa mereka tidak dekat, nyatanya mereka memang dekat. Mereka bukan tempat curhat satu sama lain, HyunAh tidak mengetahui segala sesuatu tentang Henry, begitu pula sebaliknya. Tetapi entah bagaimana Henry dapat memahami HyunAh dan HyunAh dapat memahami Henry. Mereka mengetahui apa yang disukai dan apa yang tidak disukai oleh satu sama lain, bagaimana gaya lagu favorit mereka, bagaimana gaya bermusik mereka. Mereka hanya merasa nyaman ketika mereka bersama.
“You are so quiet tonight, Henry. Are you nervous because of tomorrow’s performance? xixixi” kata HyunAh begitu sampai di depan apartmentnya
Tiba-tiba Henry memeluknya dengan erat. HyunAh terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu dan mencoba melepaskan diri, namun ditahan oleh Henry.
“Please, just for a second” kata Henry
Henry melepas pelukannya dan dengan tiba-tiba pula ia mendekatkan wajahnya ke wajah HyunAh. Mengecup lembut bibir HyunAh. HyunAh pun membalas ciuman Henry. Tak berapa lama, mereka melepaskan ciuman mereka dan saling tersenyum satu sama lain.
“hahahahaha, look at your face. It’s pink. You are so shy.” goda Henry pada HyunAh
HyunAh pun hanya menunduk malu-malu dan salah tingkah.
“Just go inside, good luck for tomorrow.” kata Henry sambil menunduk menatap mata HyunAh dan menepuk-nepuk kepala HyunAh.
“Mmm, should I kiss you again?” kata Henry menggoda HyunAh.
Seketika wajah HyunAh kembali memerah.
“Yaaa~~ Henry!” kata HyunAh
“hahahahahaha, bye. Sleep well” kata Henry sambil mengacak-ngacak rambut HyunAh dan kemudian melangkah pergi.
“Hey Lady Jung!!!” teriak Henry dari kejauhan ketika HyunAh hampir menutup pinyu apartment nya.
“Just bring it!! Do your best for tomorrow!! I know you can!” sambungnya lagi sambil melambai-lambaikan tangannya.
“I believe in fate and destiny. I hope fate will make us together again next time in the future, Hyun. See you later” kata Henry dalam hati.
+++++++++++++++++++++++++++++++++
Hari ini adalah big day bagi HyunAh dan Henry serta bagi performer-performer showcase pilihan lainnya. HyunAh adalah performer ke-4 dan Henry adalah performer ke-5 sekaligus performer penutup.
Saat tiba di kampus, HyunAh segera menuju gedung tempat showcase diadakan. Begitu ia masuk ia melihat Henry sedang berbincang-bincang dengan seorang ahjussi dan juga dekan di sudut ruangan. Ahjussi itu terlihat seperti orang penting. Namun, HyunAh sudah tidak sempat lagi untuk mencari tau karena ia sudah dipanggil oleh stylish untuk bersiap-siap. Setelah bersiap-siap, ia kembali mencari Henry tetapi ia tidak dapat menemukannya.
Acara pun dimulai, performer demi performer pun tampil. Saat ini yang sedang tampil adalah performer ke-3, yang berarti setelah ini adalah giliran HyunAh untuk tampil. HyunAh menunggu gilirannya di backstage dalam diam dan dalam kondisi sangat gugup.
“Seandainya Yonghwa dan Joon ada disini” gumam HyunAh pelan
“I heard it. Yonghwa again, but you add Joon this time. Who are they? You make me so jealous” kata seorang namja yang membuat HyunAh menoleh. Wajah HyunAh pucat sekali karena gugup.
“Oh hey, Lady Jung! Look at your face. You must be nervous! Come on, let’s this expert calm you down.” kata Henry sambil tersenyum, menarik HyunAh berdiri dan memeluknya.
“Ya~~ Henry!” kata HyunAh melepaskan pelukan Henry, bertepatan dengan MC memanggil Ms. Sierra Jung keatas panggung.
“Goodluck!” kata Henry sembari tertawa
HyunAh pun segera ke atas panggung, ia membawakan sebuah lagu lawas berjudul Heaven milik Bryan Adams yang di aransemen ulang oleh DJ Sammy dalam 2 versi, remix dan candlelight. HyunAh menyanyi dan menari membawakan kedua versi tersebut secara medley. Penampilan HyunAh terbilang sukses karena gedung ini dipenuhi suara tepukan dan tidak sedikit pula yang memberikan HyunAh standing applause.
“Thank you very much” kata HyunAh lalu kembali ke backstage tepat disaat MC memanggil nama Henry Lau untuk tampil.
“Congratulation, you did it. You’ve proved to all people that you deserve for this opportunity.” Kata Henry ketika mereka berpapasan di tangga backstage sambil mengecup pipi HyunAh.
Wajah HyunAh merah seketika. Belum sempat HyunAh berbicara, Henry sudah berlari ke panggung menuju piano sambil membawa biola nya. Henry membawakan lagu Baby milik Justin Bieber dan I’m Yours milik Jason Mraz. Penampilannya sungguh-sungguh luar biasa. Ia memainkan piano dan biola, dancing dan juga menyanyi tentunya. Memang tepat sekali ia menjadi performer penutup. Ketika HyunAh sedang terpana melihat penampilan Henry, seseorang menepuk bahunya.
“Hi, excuse me. Are you Ms. Sierra Jung?” kata ahjussi didepannya
“Yes, I’m Sierra Jung” kata HyunAh
“Can I talk to you for a second? Please come with me, if you don’t mind. I want to talk to you about important matter.” kata ahjussi itu
Ahjussi itu mengajak HyunAh ke café kampus untuk membicarakan hal yang penting.
“Annyeonghaseyo, I’m Secretary Kim from SM Entertainment Korea, I would like to give you this special invitation. This is the invitation for you to join us as SME trainee. This is a special offering from our boss for special persons. SME has a new special project. This is a good opportunity for you Jung HyunAh-ssi. You can think about this offering first. If you are interested, you can call me, Jung HyunAh-ssi. I’ll give you 2 months to think. Kalau begitu saya pamit agassi, saya menunggu kabar baik darimu.” kata Secretary Kim seraya berpamitan.
HyunAh masih duduk termenung di café, memikirkan kata-kata secretary Kim tadi. Banyak pemikiran yang terlintas di kepala HyunAh saat ini. Salah satunya adalah namja bernama Jung Yunho. Sambil memegang undangan dari SME tersebut HyunAh bangkit dan bergegas menuju gedung showcase kembali untuk menemui Henry, saat ini hanya Henry lah yang bisa ia ajak berdiskusi pikir HyunAh.
Begitu HyunAh sampai di gedung showcase, ternyata acara tersebut telah usai. HyunAh mencari Henry ke seluruh sudut ruangan gedung namun HyunAh tidak dapat menemukan Henry. HyunAh segera berlari menuju studio favorit mereka. ‘Henry pasti ada disitu’ pikirnya. Karena terlalu fokus mencari Henry, HyunAh tidak mendengar ada seorang namja muda yang memanggil dirinya.
“HyunAh! Jung HyunAh! Sierra Jung! Yaa~~ Hyunnie! Hey Wait! Where are you going?” teriak namja itu. Menyadari HyunAh tidak mendengarnya, ia segera berlari mengikuti HyunAh.
HyunAh berlari menuju studio favoritnya, sambil melemparkan pandangan keseantero kampus. mungkin saja ia akan bertemu Henry dalam perjalanan menuju studio begitu pikirnya, namun hasilnya nihil. Begitu sampai di studio ia segera masuk dan memanggil-manggil Henry tetapi tidak ada yang menyaut. Seketika perasaan HyunAh menjadi tidak enak. HyunAh mencari dan terus mencari di setiap sudut studio tetapi tidak ada siapa-siapa disitu. Ia mencoba menghubungi Henry tetapi handphone nya mati.
“Aasshh kemana namja ini, ketika aku membutuhkannya kenapa malah tidak ada” gerutu HyunAh sambil tetap menoleh ke sudut-sudut ruangan kalau-kalau Henry bersembunyi untuk menggoda dirinya. Namun tetap tidak ada siapa-siapa di studio itu.
“Apa itu?” tanya HyunAh ketika ia melihat ada secarik kertas dan sebuah mp3 player, yang ia kenali sebagai mp3 player milik Henry, diatas speaker.
HyunAh segera mendekatinya dan membacanya.
Confession
Girl when I see you I go Cra Cra Crazy
I just wish for you to be my Baby
I wish to see your heart but I have no way (of doing so),
Can I hold your hand?

Perhaps you are also thinking of me right now,
You got me goin’ crazy, crazy, crazy, yea
If we are together, I will be willing to do anything
Oh Baby baby baby

My love, I give it all to you
I am here
My heart, will not give up
You are my only
Girl this is not an accident, you are my girl
I can’t get my mind off ya, off ya (off my mind)

Even if the sky falls down it does not matter, I will not regret,
No matter how heavy the burden I will carry it (have me Baby)
Just say ok, and come with me
So take my hand and baby don’t let go

Oh how am I going to tell you (how am I to you)
What am I to do? (How should I)
Am I giving enough,
My feelings towards you are too strong~ too strong~ (My Love)
I dont want to let go ~
To JHA – From HL

Setelah membaca secarik kertas itu HyunAh mengambil mp3 yang ada disana. Ia segera memutarnya, ternyata dalam mp3 itu ada sebuah lagu. Sebuah lagu akustik, hanya ada suara Henry dan suara gitar. Ya lagu itu adalah lagu yang liriknya tertera di secarik kertas yang tergeletak itu. Lagu itu rupanya adalah lagu ciptaan Henry yang berjudul Confession. HyunAh mendengarkan lagu itu dengan penuh perasaan, HyunAh menyukainya. HyunAh memang menyukai lagu acoustic ballad. Tapi tunggu, selain lagu itu ada rekaman lain di mp3 ini.

“Hey Lady Jung! When you hear this recording, maybe I’ve already at the flight to China. Next week is my debut with Super Junior-M in China. I don’t know yet how long I’ll stay in China. I don’t know yet when I’ll come back. I don’t know yet I’ll come back to Canada after I’ve left China or I’ll go to other countries first. Yes, I am a singer, a dancer and a member of a boy band called Super Junior-M. It’s one of Super Junior’s sub units. I did my first debut last year. 2 years ago I was a trainee in SME. I didn’t mean to not being honest to you. I did want to tell you everything after the showcase but I couldn’t find you. I didn’t mean to leave you like this. So, I left my song for you with all my heart in it. I love you Jung HyunAh. I’ll call you! Let’s meet when I’m back! Bye bye!”

Mendengar hal itu HyunAh menangis sejadi-jadinya. HyunAh baru menyadari bahwa dirinya juga sangat menyayangi Henry. Ia menyesal kenapa di saat-saat mereka bersama kemarin ia tidak terbuka pada Henry, kenapa ia tidak benar-benar menikmati dan memanfaatkan kebersamaan mereka. Sekarang ia tidak tau kapan lagi ia kan bertemu dengan Henry. Tepat pada saat itu seorang namja berlari menyeruak masuk kedalam studio begitu melihat HyunAh menangis.
“Hyunnie! Hyunnie! Kau kenapa? Hyun jangan menangis jebaaalll. Uljimaaaa” kata namja itu
HyunAh pun segera memeluk namja itu seerat-eratnya. Tanpa melihat wajahnya pun HyunAh sudah tau siapa namja yang dipeluknya itu.
“Opppaaaaaaaaaa” kata HyunAh sambil menangis tersedu-sedu dan tetap memeluk erat kakak kembarnya, Yonghwa.

~To be continued~