Ayo kita lanjut ke part 4.. Hihihihi..
Baca ini lagi jadi maluuu🙂

PART 4

Kyuhyun Oppa menyetir mobilnya dengan cepat menuju bandara. Aku melihat jalan dan merasa takjub. Bagaimana Oppa tahu jalan ke bandara padahal dia belum pernah sama sekali ke Jakarta. Baru kali ini dia kesini, udah bisa nyetir dari hotelnya ke kampusku. Terus dari kampus ke bandara. Oppa-ku yang satu ini emang ajaib. Walaupun Oppa tahu jalan ke bandara tapi dia tahu gak ya kondisi jalanan Jakarta yang macetnya amit-amit? Apalagi jam pulang kerja begini, pasti macet dimana-mana.
“Oppa, apa di Korea pernah macet?” tanyaku.
“Pernah tapi tidak sering,” jawabnya.
“Terus bagaimana rasanya kena macet di sini?”
“Aku belum terkena macet di sini.”
Aku lihat kayaknya Kyuhyun Oppa tidak peduli dengan jalanan di sekitar. Bagi dia yang penting sekarang sampai bandara sebelum semua hyung-nya kembali ke Korea. Aku hanya duduk diam sambil memandang ngeri cara menyetirnya. Ya Tuhan, Kyuhyun Oppa lebih mengerikan kalo menyetir dibandingkan di semua video clipnya.Setelah aku heran bagaimana Kyuhyun Oppa bisa mengetahui jalan di Jakarta. Sekarang aku heran bagaimana bisa kami telah sampai di bandara tanpa terkena macet sedikitpun. Padahal sekarang masih jam lima sore, artinya seharusnya jalanan masih macet. Ya ampun, apa Oppa punya kekuatan khusus dalam melewati macet ya?
Kyuhyun Oppa langsung memarkir mobilnya dengan rapi. Setahuku, dari berita-berita di internet, Oppa kurang mahir dalam urusan memarkir mobil. Tapi sekarang dia bisa memarkir mobilnya tanpa harus berulang kali memaju-mundurkan mobilnya. Rupanya Oppa sudah mengalami perkembangan pesat dalam hal memarkir mobil. Hahaha.
Oppa lalu menyuruhku turun. Aku menunggunya keluar dan mengunci mobil. Awalnya, aku pikir aku bisa santai tapi tampaknya tidak mungkin. Setelah mengunci mobil, Kyuhyun Oppa mengajakku berlari mengejar Super Junior.
“Ayo, cepat lari. Nanti kita gak keburu,” kata Kyuhyun Oppa.
Aku berlari mengikutinya tanpa sadar kalo kami berlari ke terminal kedatangan bukannya terminal keberangkatan.
“Kyuhyun Oppa. Kok kita lari ke terminal kedatangan?” tanyaku tersengal-sengal.
“Kami memang janjian ketemu di terminal kedatangan tapi berangkatnya tetap dari keberangkatan sepertinya. Aku tidak begitu mengerti,”jawab Kyuhyun Oppa.
Kami terus berlari sampai akhirnya kami tiba di tempat yang sepertinya tempat janjian Kyuhyun Oppa bertemu dengan anggota SuJu yang lain, tapi aku tidak melihat ada anggota Super Junior di sini. Yang ada hanya orang-orang yang sedang menunggu kedatangan kerabat mereka atau apalah.
Jujur saja, berada di tempat umum bersama seorang artis internasional seperti Kyuhyun Oppa membuatku agak risih. Aku yakin yang mengenal Super Junior di Indonesia belum sebanyak orang yang mengenal Vierra atau Krisdayanti tapi aku juga yakin banyak mata yang melihat Kyuhyun Oppa. Walaupun Oppa sudah memakai topi dan kacamata untuk menyamarkan wajahnya, masih ada beberapa orang yang mengenalinya. Itu terbukti dari beberapa kamera yang memotret kami.
Dengan sudut mataku, aku berhasil menangkap kamera-kamera itu memotret kami. Dalam hati, aku berdoa semoga tidak ada yang meminta foto, tanda tangan atau apalah secara langsung. Aku sedang tidak mau menghadapi keramaian hanya karena ada artis di sebelahku.
Gak berapa lama kemudian, aku melihat Siwon, Ryeowook dan Hangeng Oppa turun dari mobil. Kyuhyun Oppa segera menghampiri mereka sambil menggandengku. Untung saja, Super Junior selalu menyiapkan pengawal-pengawal di setiap perjalanan mereka. Karena begitu Kyuhyun Oppa bergabung dengan Siwon Oppa dan yang lainnnya, beberapa orang cewek segera berlari ke arah kami dengan histeris.
“Oppa! Oppa!” seru mereka.
Layaknya seorang artis, Oppa-oppa hanya tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah mereka sambil terus berjalan masuk ke dalam. Siwon Oppa berjalan di depan diikuti oleh Ryeowook Oppa dan Hangeng Oppa di belakangnya. Sedangkan aku dan Kyuhyun Oppa berjalan di belakang mereka berdua.
Begitu sampai di dalam, aku merasa sudah agak aman karena terminal kedatangan biasanya tidak seramai terminal keberangkatan. Jadi, kemungkinan orang-orang mengerubungi Super Junior itu kecil. Tapi aku merasa kasihan dengan fans-fans Suju yang berada di luar. Mereka pasti sangat senang bisa melihat Suju secara langsung tanpa direncanakan pula. Tapi mereka tidak bisa berada lebih dekat karena berbagai hal.
Kami lalu bertemu dengan seseorang yang akan menunjukkan jalan dari terminal kedatangan ke ruangan yang disediakan khusus untuk Suju, dimana ruangan itu berada di terminal keberangkatan. Kali ini, aku bisa berjalan santai.
Sambil berjalan, aku memperhatikan Oppa-oppa yang berjalan di depanku. Aku merasa mereka tetap terlihat keren walaupun tidak berdandan seperti kalo mau show. Wajah mereka termasuk kategori ganteng lah. Badan mereka juga bagus-bagus, hanya saja mereka terlalu kurus untuk tinggi badan mereka.
Sepanjang perjalanan ke terminal keberangkatan, aku berkesempatan ngobrol dengan Hankyung Oppa. “Pesawatnya berangkat jam berapa, Oppa?” tanyaku pada Hankyung Oppa.
“Ehm, sekitar satu atau satu setengah jam lagi mungkin.”
Aku kaget mendengar jawaban Hangeng Oppa. Mereka berangkat satu jam lagi tapi aku diharuskan berlari mengejar mereka sampai aku hampir kehabisan napas. Awas kau, Kyuhyun Oppa!! Hahh..
Kami telah sampai di terminal keberangkatan dan aku merasakan suasana yang lebih mengerikan daripada di terminal kedatangan. Aku melihat di luar banyak sekali fans-fans SuJu yang berteriak-teriak histeris dan mencoba untuk menerobos masuk. Tapi petugas keamanan berhasil mencegah mereka. Di dalam pun, Suju dijaga oleh beberapa petugas keamanan lain.
Dari jauh, aku melihat Shindong Oppa, Kibum Oppa dan Henry Oppa sedang check in. Kami pun bergabung dengan mereka. Siwon Oppa, Ryeowook Oppa dan Hankyung Oppa menyusul check-in. Setelah itu kami bersama-sama ke ruangan yang telah disiapkan khusus diiringi dengan ratusan blitz kamera. Mataku sampai berkunang-kunang dibuat blitx tersebut.
“Hyung, rupanya semua ELF Indonesia sudah tahu kedatangan kita ya,” kata Henry Oppa pada Shindong Oppa.
“Iya. Mana mungkin kita dapat menyembunyikan sesuatu dari para ELF,” sahut Shindong Oppa.
“Tapi mereka tahu darimana?” tanya Ryeowook Oppa.
“Entahlah. Yang aku tahu, dari tadi pagi twitter ku penuh oleh ELF Indonesia yang bertanya apa Super Junior sedang ada di Indonesia,” jawab Shindong Oppa. “Aku tidak mampu menjawabnya karena banyak sekali yang bertanya.”
“Aku juga melihat beberapa berita di internet,” kata Hankyung Oppa sambil membaca sebuah berita dari handphonenya. “Rata-rata menulis seperti ini, Super Junior yang dijadwalkan kembali ke Korea hari ini, 21 Maret, rupanya mempercepat jadwalnya. Salah seorang sumber memberitahu bahwa Suju check-out dari hotel setelah selesai konser dan beberapa orang menyaksikan mereka berada di bandara. Kami berpikir, Suju akan kembali ke Korea tapi rupanya, mereka ke Indonesia!”
“Belum lagi, Kyuhyun yang langsung kelihatan di tempat umum begitu sampai. Hahahaha,” sahut Shindong.
“Mianhe, hyung. Aku tidak bisa menahannya lebih lama. Aku butuh refreshing,” jawab Kyuhyun Oppa.
Awalnya, aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan tapi Kyuhyun Oppa menerjemahkannya dan membuat aku paham apa yang sedang terjadi. ELF Indonesia sudah mengetahui keberadaan Super Junior. Aku langsung membayangkan apa yang akan terjadi besok kalo mereka tahu Kyuhyun Oppa masih berada di Indonesia.
“Lalu nasib Oppa besok bagaimana? Oppa kan masih akan berada di Indonesia,” tanyaku.
“Karena itu aku ikut ke bandara. Mereka harus menyangka aku ikut kembali ke Korea,” jawab Kyuhyun Oppa. “Sebenarnya aku tidak mau membohongi mereka tapi ini hal terbaik yang bisa dilakukan agar tidak terjadi kerisuhan.”
Beberapa orang yang tidak ikut-ikut mengejar Super Junior mungkin memang tidak tertarik dengan Super Junior tapi mata mereka tetap menatap Super junior. Bagaimana mereka gak menatap Suju? Sejak keluar dari mobil saja, mereka sudah berpakaian mencolok pake kacamata, masker dan topi serta beberapa orang pengawal. Belum lagi cewek-cewek yang mengejar SuJu dan kamera-kamera yang mengikuti SuJu.
Aku berpikir jadi artis itu serba salah ya. Gak tampil menyolok dan tampil menyolok sama-sama bikin ribet. Aku sendiri lebih memilih mereka menyolok seperti ini karena kalo mereka gak pake pengawal terus gak pake topi, masker atau apalah buat menyamar pasti banyak yang ngenalin terus nanti jadi rame deh. Tambah repot.
Saat Kyuhyun Oppa menerjemahkan pembicaraannya dengan Oppa yang lain, tanpa kami sadar lanngkah kaki kami agak melambat sehingga kami agak jauh tertinggal dari yang lain. Karena itu Kyuhyun Oppa memanggil salah satu anggota yang lain. “Siwon Hyung!” seru Kyuhyun Oppa. “Wait us!”
Siwon Oppa menoleh ke arah kami dan melambaikan tangan untuk menyuruh kami menyusul mereka, “Kyuhyun! Quick. Quick!”
Kyuhyun Oppa mempercepat langkahnya dan aku mengikutinya dari belakang. Beberapa detik kemudian, kami sudah bergabung lagi dengan mereka. Rupanya kami sudah sampai di ruang tunggu yang khusus disiapkan untuk Suju. Di depan ruangan tersebut rupanya ada Heechul Oppa yang baru membeli makanan. Aku menyapanya karena aku yang benar-benar tepat di hadapannnya.
“Annyeonghaseyo,” ucapku pada mereka semua sambil membungkungkan badan sedikit.
“Annyeonghaseyo,” balas Heechul Oppa dengan dingin. “Kamu terlihat sangat capek. Apa yang habis kamu lakukan?”
“Aku habis berlari kesini, Oppa. Kyuhyun Oppa membuatku terburu-buru,” jawabku dengan sopan.
“Oh, magnae. Forgive him.”
“It’s okay, Oppa. No problem,” balasku
Sejak awal, aku tidak terlalu dekat dengan Heechul Oppa karena dia memang orang yang sulit untuk didekati. Setiap aku berusaha mendekatinya, Heechul Oppa akan selalu membatasi. Berbeda dengan Eeteuk Oppa dan Kangin Oppa yang langsung dekat denganku.
Kyuhyun Oppa mengajakku masuk ke dalam ruang tunggu menemui anggota SuJu yang lain tapi sebelum masuk aku berhasil menahannya sebentar. “Oppa!” panggilku dengan nada yang agak kesal pada Kyuhyun.
“Kenapa?” tanyanya.
“Pesawat masih 1 jam lagi tapi Oppa menyuruhku berlari seperti dikejar hantu. Teganyaaa kau, Oppa,” jawabku.
“Mianhe, Sasa. I have to. Kalo gak gitu, nanti susah ketemunya. SuJu kan ditaruh di ruang khusus. Oppa gak tau ruangan ini dimana jadi Oppa mengejar sampai ketemu yang lain dulu di sini. Forgive me,” jawab Kyuhyun Oppa menjelaskan. “Selain itu, kalo gak bareng-bareng gini, kita bakal repot mengahadapi semua ELF yang sudah mengetahui keberadaan Suju. Maaf ya, Sa.”
Aku mengerti maksud Kyuhyun Oppa demi kebaikan hanya saja aku masih kesal karena harus berlari sampai hampir mati. Akhirnya aku cuman berjalan masuk dalam diam di samping Kyuhyun Oppa.
Meskipun aku terlalu lelah, pengalaman berlari-lari seperti ini adalah salah satu pengalaman terseru. Aku heran betapa kuatnya mereka mengahadapi ini setiap saat. Mereka lelah pasti dengan kerjaan mereka tapi dapat tambahan lelah dari lari-larian seperti ini. Salutnya aku pada mereka karena mereka tidak mengeluh.Aku bersyukur bisa bersama Super Junior di saat-saat terakhir mereka di sini.
Dalam ruangan ini, semua anggota Super Junior berkumpul sebelum pesawat membawa mereka kembali ke Korea. Aku melihat Heechul Oppa langsung duduk bersama Hangeng Oppa dan mengobrol seru. Eeteuk Oppa tidur di kursinya. Di sebelah Eeteuk Oppa ada Eunhyuk Oppa yang serius nonton lewat PSP nya. Di belahan ruang yang lain ada Yesung Oppa dan Kangin Oppa yang sedang bermain sesuatu. Semuanya terlihat sangat lelah dan berharap cepat pulang.
Aku masih diam saat Kyuhyun Oppa mengandengku untuk duduk di sebelah Sungmin Oppa. “Kamu tunggu di sini ya, Sa. Oppa ada urusan sebentar dengan manajer,” katanya padaku lalu beralih ke Sungmin Oppa. “Hyung, aku titip Sasa sebentar saja.”
“Oke, Kyuhyun,” jawab Sungmin Oppa.
Kyuhyun Oppa lalu pergi menemui manajernya dan meninggalkan aku dengan Sungmin Oppa. Sungmin Oppa pun mengajakku ngobrol, “Hi. Udah lama kenal Kyuhyun?”
“Ehm, lumayan. Sudah 9 atau 10 tahun mungkin. Emang kenapa, oppa?” jawabku.
“Ga apa. Berarti kamu lebih lama kenal dia daripada aku ya. Hehehe. Kamu ingin jadi artis gak?”
Aku berpikir sebentar dan membayangkan pengalaman yang baru saja aku alami. “Gak sih tapi kalo jalan hidupku nanti kayak gitu ya aku terima aja lah. Pasti capek ya jadi artis, Oppa?”
“Humm, iya sih. Cuman kalo udah show ketemu penggemar, ngeliat orang berteriak histeris cuman karena liat kita, rasanya seneng banget. Rasanya usaha keras tuh gak sia-sia. Cuman kalo acara udah selesai, capeknya bukan main. Hahaha.”
“Iya, Oppa. Keliatan kok dari wajah Oppa. Capek sekali pasti. Aku aja baru mengikuti Oppa beberapa hari udah capek.”
“Hahahaha. Oppa selalu merasa senang kalo ada yang mengejar-ngejar Oppa seperti itu. Karena bagi Oppa itu bentuk apresiasi mereka terhadap semua kerja keras Oppa. Itu berarti Super Junior digemari juga di Indonesia. Hehehehe.”
“Iya sih. Makanya aku salut sama Super Junior. Hal seperti ini selalu terjadi kan Oppa?”
Sungmin Oppa menganggukan kepalanya sambil tersenyum. “Oh ya, Sa. Kyuhyun udah cerita keputusan meeting kita tadi?”
“Belum,” jawabku sambil mengelenggkan kepala. “Emang apa keputusannya, Oppa?”
“Super Junior bakal konser di Jakarta loh tahun depan atau mungkin satu setengah tahun lagi. Nanti kita bakal bawain lagu-lagu hits kita dari album pertama sampai keempat.”
“Keempat? Emangnya udah ada?”
Sungmin Oppa lalu tertawa, “Hahaha. Kita ini pulang buat rekaman album keempat, Sa. Kita mulai rekaman minggu depan. Makanya jangan lupa suruh Kyuhyun pulang ke Korea ya kalo udah waktunya.”
“Hahaha. Oh iya, aku lupa. Kyuhyun Oppa pasti pulang kok, Oppa. Dia cuman sebentar kok di sini.”
“Iya, katanya. Kalo dia ngerasa keenakan, bisa nambah-nambah sendiri liburannya.”
“Hahaha. Gak akan kok, Oppa. Dia kan konsekuen sama kerjaannya.”
Tiba-tiba yesung Oppa datang menghampiri kami. “Hai, Sasa,” sapanya. “Mau mengantarkan kami pulang ya?”
“Iya. Aku pasti akan merindukan kalian,” jawabku.
“Tenang saja. Tahun depan kami akan kembali kok. Hohohoho.”
Yesung oppa lalu mengambil Sungmin Oppa sejenak dariku. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan karena mereka berbicara dalam bahasa Korea, yang sama sekali aku tidak tahu grammar-nya. Aku pun menyibukkan diri dengan mendengarkan lagu dari iPodku.
Aku punya kebiasaan buruk kalo soal dengerin lagu, yaitu ketiduran. Aku baru mendengarkan 2 setengah lagu saat aku tertidur. Aku tidur sangat nyenyak sampai-sampai aku bermimpi yang sangat indah. Sayangnya aku gak mampu mengingat mimpi itu saat aku terbangun.
“Sa, Sasa. Bangun,” panggil seseorang. “Pesawatnya udah mau datang.”
“Hah?? Maaf, aku tertidur,” kataku setelah terbangun.
Kyuhyun Oppa tersenyum. “Gak apa-apa, Sasa,” sahutnya. “Ayo, kita foto-foto dulu sebelum semuanya pulang.”
Seketika satu ruangan pun menjadi ramai sekali hanya karena mau foto bareng. Kami semua sibuk menyusun posisi. Ada yang duduk di lantai, ada yang berdiri, ada yang tiduran. Tidak lupa semuanya sibuk bergaya. Semuanya bergaya aneh-aneh, apalagi anggota Super junior.
Aku lihat Heechul Oppa bergaya centil. Eeteuk Oppa bergaya sok manis. Lalu ada Eunhyuk Oppa yang hanya berdiri diam. Sedangkan Siwon Oppa cukup hanya tersenyum. Shindong Oppa tiduran di depan kami semua dan masih banyak gaya lain dari anggota Super Junior yang lain.
Kami juga berfoto bersama seluruh kru yang ada, termasuk pegawai-pegawai bandara yang ada di ruangan tersebut. Setelah berfoto ramai-ramai, aku mendapat kejutan dari Eeteuk Oppa. “Hei, kalian jangan bubar dulu. Kita foto dulu sama Sasa. Hadiah sebelum kita pulang,” seru Eeteuk oppa pada anggota Super Junior yang lain.
Anggota Super Junior yang lain mengikuti perkataan Eeteuk Oppa. Aku berdiri di tengah dengan Eeteuk Oppa berdiri di sebelahku sambil merangkul bahuku. Sedangkan di sebelahku lagi adalah Kangin Oppa yang mengandeng lenganku seolah-olah aku mempelai wanitanya. Aku hanya tertawa melihat tingkah mereka. Dalam foto itu sepertinya semuanya tersenyum lebar. Aku bahkan sampai memamerkan gigiku.
Setelah berfoto bersama, aku bersalaman dengan semua anggota Suju. Saat bersalaman itu lah aku meminta foto dengan mereka sendiri-sendiri. Karena yang berada paling dekat denganku adalah Kyuhyun Oppa maka aku meminta tolong dia untuk mengambil fotoku bersama dengan Oppa yang lain.
“Oppa, tolong fotoin aku sama Siwon Oppa,” kataku memohon saat aku bersalaman dengan Siwon Oppa.
Tanpa aku meminta dua kali, Kyuhyun oppa mengambil foto kami. Ada 14 anggota SuJu yang lain yang berfoto denganku, termasuk Zhou Mi dan Henry Oppa, maka 14 kali juga Kyuhyun Oppa melakukan pengambilan foto. Aku merasa itu cukup lah sebagai hukumannya karena membuat aku nyaris pingsan karena seharian diburu-buru.
Aku melihat anggota Suju yang lain juga menyalam dan memeluk Kyuhyun Oppa. “Kyuhyun, jangan lupa pulang ya. Kalo kamu gak pulang, kita gak bisa rekaman,” kata Eeteuk Oppa.
“Ok, hyung. Tenang saja,” jawab Kyuhyun sambil tersenyum. “Aku pasti pulang kok. Hahahaha.”
Eeteuk Oppa juga berpamitan padaku. “Kami pulang dulu ya, sayang. Jaga dirimu baik-baik di sini. Aku mau melihatmu di Super Show tahun depan. Ok, sayang?” kata Eeteuk Oppa lalu memelukku. Selain Eeteuk Oppa, Kangin Oppa dan beberapa anggota yang lain berpamitan padaku diiringi dengan pelukan perpisahan. Aku senang mereka menganggapku sebagai adik mereka.
Setelah semua anggota Super Junior pergi meninggalkan ruangan ini, aku mengajak Kyuhyun Oppa pulang. Aku ingin istirahat karena badanku sangat lelah. “Hah, capek sekali. Ayo, kita pulang, Oppa,” ajakku pada Kyuhyun Oppa.
“Tampaknya kita belum bisa pulang. ELF pasti masih ada yang berada di luar. Kita tunggu sebentar lagi saja di sini,” jawab Kyuhyun Oppa.
Mungkin saja masih banyak ELF yang berada di luar tapi aku capeeeeeeeeeek sekali. Aku mau tidur. Aku berharap Kyuhyun Oppa mengerti keinginanku tapi keinginan tinggallah keinginan. Akhirnya aku duduk saja di salah satu kursi dekat televisi. Aku menyalakannya dan menonton salah satu acara infotainment.
Kyuhyun Oppa menyusul duduk di sebelahku beberapa saat kemudian sambil membawa sepiring kentang goreng dan segelas jus alpukat. “Silahkan, nona. Ini kentang goreng dan jus alpukatnya,” kata Kyuhyun Oppa padaku.
Aku melihat Kyuhyun Oppa sambil tertawa melihat gayanya yang sok-sok pelayan restoran. “Terima kasih,” kataku.
“Selamat menikmati,” balas Kyuhyun Oppa.
Aku mengambil kentang goreng dan jus alpukat dari tangan Kyuhyun Oppa dan bertanya polos, “Kok cuman satu? Buat Kyuhyun Oppa mana?”
“Loh, ini buat berdua. Biar romantis,” jawab Kyuhyun Oppa sambil nyengir dan mengangkat salah satu alisnya dua kali.
“Hauahahaha. Sok romantis. Bilang aja lagi kere. Jadi artis internasional kok kere. Hahaha.”
“Kamu tau aja deh. Uang rupiahku cuman cukup beli ini. Maaf ya.”
Aku tersenyum melihat Kyuhyun Oppa. Dia memang orang yang baik. Mana mungkin aku bisa marah sama Oppa sebaik dia. Apalagi dia sudah menjaga aku selama aku berada di sini. Hahaha. Senang rasanya punya Oppa yang sangat baik seperti ini.
Sambil menonton televisi, kami berdua menikmati kentang dan jus alpukat kami. Kyuhyun Oppa lebih banyak menghabiskan kentang daripada aku sedangkan aku lebih banyak menghabiskan jus alpukatnya.
Sekitar jam 9 malam, Kyuhyun Oppa mengajakku pulang karena dia rasa bandara sudah tidak penuh oleh ELF. Untung saja perasaannya benar. Sejak kami keluar dari ruang tunggu tersebut sampai berada di mobil tidak ada seorang pun yang mengejar-mengejar atau berteriak histeris.
Kyuhyun Oppa menyalakan mobil dan mulai menyetir pulang ke hotel. Lagi-lagi aku merasa takjub. Dalam perjalanan pulang, Oppa bisa mengendarai mobilnya dengan selamat sampai di hotel tanpa kesasar sedikitpun.
“Oppa, bagaimana bisa kamu gak kesasar menyetir di Jakarta? Padahal kamu kan belum pernah kesini,” tanyaku takjub.
Oppa lalu menunjuk ke sebuah alat yang di pasang di atas dashboard mobil. “GPS. Ini namanya pemanfaatan kecanggihan teknologi secara efisien.”
Aku merasa bodoh sejadi-jadinya. Selama ini aku sangat kenal dengan apa yang namanya GPS tapi aku tidak pernah memperhatikan keberadaan benda itu di mobil ini. Semua ini karena aku selalu mengalami percepatan jika bersama Kyuhyun Oppa sehingga aku kurang memperhatikan hal-hal di sekitarku. Aku merasa malu sekali.
Sampai di hotel, Kyuhyun Oppa memberikan aku sebuah kunci kamar dan mengajakku naik lift. Saat lift berhenti di lantai 2, Kyuhyun Oppa mengajakku keluar. Dia berjalan menuju sebuah kamar dan berhenti di depan kamar nomor 203. Dia mengeluarkan kunci kamar dari saku bajunya lalu membuka pintu kamar tersebut.
“Tunggu di sini sebentar,” katanya padaku. Akupun menunggunya di depan kamar itu. Tak lama kemudian dia keluar lagi. Dia menyerahkan setumpuk pakaian lengkap kepadaku. “Segera mandi dan tunggu aku memanggilmu ya,” kata Kyuhyun Oppa. “Kamarmu, nomor 204, ada di seberang kamarku. Kalo ada apa-apa, segera keluar dan panggil aku. Oke?”
“Baiklah,” jawabku.
Aku lalu pergi ke kamarku. Aku segera mandi dan mengganti pakaian yang telah aku pakai dari tadi pagi dengan pakaian yang baru saja diberikan oleh Kyuhyun Oppa. Aku rasa semakin lama aku bersama dengan Kyuhyun Oppa, semakin sering aku memakai pakaiannya. Lama-lama gayaku akan semakin seperti cowok.
Tadi pagi, saat dia meminjamkan se-set pakaian, ternyata pakaian itu adalah pakaiannya. Soalnya pakaian itu cukup kegedean padaku dan pakaian itu sangat bergaya Kyuhyun. Sekarang, aku harus memakai lagi pakaiannya.
Aku mengambil pakaian dari tumpukan yang diberikan oleh Kyuhyun Oppa, ternyata bukan pakaiannya tapi pakaianku. Darimana orang ini mendapatkannya. Astaga, gak mungkin dia ngambil dari lemariku kan? Aneh.
Kyuhyun Oppa lalu menelpon ke kamarku. “Ayo, keluar dari kamar sekarang,” kata Kyuhyun Oppa.
“Oke,” jawabku.
Aku pun keluar kamar dan menemui Kyuhyun Oppa yang sudah siap di depan kamarku. Dia tertawa cengengesan. “Hahaha. Hebat kan aku bisa mendapatkan pakaianmu?”
“Bagaimana caranya?” tanyaku penasaran.
“Sebelum menjemput kamu ke kampus, aku ke kos mu bertanya sama bibi kamu kemana. Terus aku minta saja pakaianmu sama bibi di kos. Ternyata pakaianmu masih ada yang disetrika, jadi ya Oppa bawa saja tadi sekalian.”
“Tapi bagaimana mintanya. Oppa kan gak bisa bahasa Indonesia.”
“Ternyata bibi bisa bahasa inggris sedikit. Ya sudah, kami komunikasi dengan bahasa Inggris dan bahasa tubuh. Hahaha. Hebat kan Oppamu ini?”
Aku cuman menggeleng-geleng heran. Bisa-bisanya orang ini ingat minta bajuku ke bibi di saat dia panik mencariku serta diburu-buru ke bandara. Dasar aneh.
“Oh ya, jangan lupa cuci pakaianku yang kamu pakai tadi ya. Sampai bersih dan wangi. Oke?” kata Oppa padaku sambil tertawa iseng.
“Grr. Iya. Iya.”
Kyuhyun Oppa lalu tertawa sangat lebar. “Ya sudah, aku cuman mau bilang itu saja. Selamat malam dan selamat tidur,” kata Kyuhyun Oppa.
“Selamat malam dan selamat tidur,” balasku.
Kyuhyun Oppa lalu kembali ke kamarnya. Aku pun masuk ke dalam kamarku dan naik ke tempat tidur. Aku menarik selimutku lalu menyalakan televisi. Aku menyalakan televisi bukan karena mau menontonnya tapi karena mau tidur. Aku terbiasa tidur sambil menyalakan sesuatu agar kamar terdengar ramai.
Saat aku hendak tidur, hape ku berbunyi tanda ada sms masuk. Aku membaca SMS yang ternyata dari Kyuhyun oppa.
Aku senang sekali hari ini. Biarpun melelahkan, senang rasanya bisa liburan. Bisa main-main dan istirahat sebentar dari semua jadwal yang sangat penuh. Terima kasih sudah mau menemaniku. Maaf merepotkan. Saranghae…
Haduuuh, Oppa. Aku tidak punya pulsa untuk membalas SMS mu. Bagaimana ini?? Aku kebingungan sendiri. Aku bingung bagaimana membalas sms nya. Akhirnya aku menelepon saja ke kamarnya.
“Oppa, aku belum punya pulsa untuk balas SMS mu. Maaf ya,” kataku begitu dia mengangkat telepon. “Aku juga senang hari ini. Dapat pengalaman baru banyak sekali. Ketemu Super junior pula. Terima kasih ya.”
“Hahaha. Baiklah. Sama-sama,” jawab Kyuhyun Oppa. “Yasudah, tidur sana. Aku akan membangunkan kamu kalo kamu kebablasan tidur. Hahahaha.”
“Oke, Oppa. Good night.”
Setelah menutup telepon, aku pun langsung tidur dan bermimpi yang lucu sekali. Aku bermimpi aku ada di Korea dan bertemu lagi dengan semua anggota Suju dan mengalami banyak hal-hal menarik di sana.

-to be continued-