Hahahahaha..
Part 5 dataaaang..
Masih dengan kepolosan author @gyumontic hampir 2 tahun lalu🙂

PART 5
Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, aku bisa bangun pagi, sangat pagi malah. Biasanya aku bangun pagi itu jam 7 atau 8 an tapi hari ini aku berhasil bangun jam 5 pagi. Entah apa yang buat aku bisa bangun sepagi ini tapi aku rasa karena aku belum terbiasa dengan kamar yang aku tempati.
Aku menyalakan tv dan memilih-milih channel. Dari channel satu sampai sekian tidak ada acara yang menarik, kecuali kartun Tom & Jerry yang disiarkan salah satu channel tv.Tom &Jerry selalu menjadi kartun favoritku sejak aku kecil. Aku suka cara mereka saling membenci dan mengelabui satu sama lain. Sayangnya, Tom selalu yang sial. Dia selalu disalahkan dan menderita karena sesuatu yang diperbuat Jerry. Walaupun aku merasa kasihan, tetap saja aku selalu ketawa ngakak kalo liat mereka kejar-kejaran.Seperti adegan yang aku tonton sekarang, Jerry habis mencuri makanan dari kulkas. Lalu majikan Tom yang melihat makanan gak ada, menyalahkan Tom. Singkat cerita, Tom mengejar-ngejar Jerry. Seketika itu juga tawaku meledak. Ya Tuhan, orang yang bikin kartun ini pinter banget. Gambarnya aja bagus-bagus apalagi ceritanya. Pantesan tahan lama.
Selagi aku menonton, tiba-tiba kak Jason meneleponku. “Sasa, kamu dimana?” tanyanya tanpa menyapaku terlebih dahulu.
“Di hotel kak,” jawabku. “Maaf tidak mengabari kakak. Aku gak punya pulsa sama sekali. Maaf ya, kak.”
“Kamu ngapain di sana? Sama siapa?” tanya kak Jason lagi.
“Aku sama Kyuhyun Oppa di sini tapi dia di kamar yang lain. Kemaren aku ikut ke bandara nganterin Super Junior pulang,” jawabku.
“Oh, gitu,” sahutnya pelan. “aku rasa kamu sudah mulai melupakan aku karena Kyuhyun-mu itu.”
Aku terkejut dengan perkataan kak Jason. Dia belum pernah seperti ini sebelumnya. Beberapa bulan lalu, aku sempat tidak menghubunginya selama seminggu karena kehabisan pulsa tapi dia tidak mempermasalahkannya bahkan dia rajin meneleponku.
“Bukan gitu maksudku, kak. Kyuhyun Oppa kan jarang sekali ke Indonesia. Selain itu, dia tidak mungkin aku tinggalkan sendirian di sini jadi aku harus menemaninya,” kataku berusaha menjelaskan.
“Terserah kamu saja, Sa.”
Kak Jason lalu menutup teleponnya. Aku bingung sendiri apa yang terjadi pada kak Jason. Mungkin perkataan kak Jason benar, sejak Kyuhyun Oppa muncul aku jadi agak melupakan kak Jason. Seluruh waktuku tersita hanya untuk Kyuhyun Oppa. Menurutku itu hal yang wajar karena aku dan Kyuhyun Oppa jarang sekali bertemu dan sekali kami bertemu, kami harus memanfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin.
Satu jam kemudian, Tom&Jerry sudah habis dan diganti Doraemon. Posisi nontonku juga sudah berubah, dari duduk menjadi tiduran. Aku merasa mataku sudah mulai merem-merem tapi aku paksa untuk tetap menonton. Tapi ternyata aku tidak kuasa melawan kehendak alam. Baru lima menit nonton doraemon, aku sudah ketiduran.
Dalam tidurku aku mimpi ada yang memanggil-manggil aku dengan lembut, “Sasa.. Sasa.”
Aku terlena oleh panggilan itu dan semakin lelap tidurnya sampai ada suara yang berat menyerukan namaku, “Sasa! Sasa! Wake up!” seru suara Kyuhyun Oppa yang seketika membangunkan aku. “Haiiisssh! Wake up, girl!”
Haduh, Kyuhun Oppa.. Ngapain sih kamu bangunin aku pagi-pagi gini? Aku masih ngantuk niih. Huhu. Aku menggerutu dalam hati. Aku bukannya bangun, malah semakin menyusup ke dalam selimut.
“Sasa! Wake up please,” seru Kyuhyun Oppa dengan nada memohon.
Aku memang sudah terbangun tapi masih dengan mata tertutup. Badanku masih belum mau meninggalkan tempat tidur yang begitu nyaman ini. Kyuhyun Oppa mulai menarik selimutku tapi aku gak mau kalah. Aku balas menariknya sampai menutupi kepalaku.
“Oh my god!! Susahnya bangunin kamu, Sasa,” seru Kyuhyun Oppa. “Wake up! It’s 10 o’clock already. Hey, girl!”
“10 menit lagi ya, Oppa. Aku masih ngantuk,” sahutku.
“Gak, bangun sekarang!”
Kyuhyun Oppa mengagetkan aku dengan nada suaranya yang meninggi. Sepertinya dia sedang marah padaku karena susah dibangunkan. Karena takut, aku pun memilih untuk bangun. Aku gak mau tiba-tiba aku ditinggal sendirian di sini sepanjang hari karena dia marah padaku. Lebih parah lagi, kalo dia balik ke Korea saat ini juga.
“Kyuhyun Oppa…” Aku mengekspresikan ketakutanku hanya dengan menyebut namanya. Aku tidak bisa bilang apa-apa lagi kecuali namanya karena aku sudah cukup terkejut.
“Mianhe, Sasa,” katanya sambil duduk di sampingku. “Aku sudah mengetuk pintu kamarmu, menelpon handphone dan telepon kamarmu berkali-kali, tapi kamu sama sekali gak menjawab. Oppa pikir kamu kenapa-kenapa. Oppa panik. Oppa akhirnya harus meminjam kunci cadangan kamar ini tahu. Ternyata kamu masih tidur.”
Oppa menghela napas panjang. Dari wajahnya aku tahu dia sangat mengkhawatirkan aku. Aku jadi merasa bersalah atas itu. Oppa sudah begitu baik padaku tapi aku, untuk bangun saja, susah sekali membalas kebaikannya.
“Oppa, maaf,” kataku. “Aku tidak bermaksud membuatmu cemas seperti ini.”
“Sudah, tidak usah dipikirkan. Kamu segera siap-siap ya. Kita sarapan setengah jam lagi, abis itu kita jalan-jalan.”
Mendengar kata jalan-jalan, aku langsung teringat Delia dan Cinta yang mengajakku jalan-jalan kemaren. Aku lupa memberi kabar kepada mereka. Aku segera mengambil handphoneku dan, benar saja, sudah ada sms dari Delia.
Sa, dr smlm gw sms lo ga dbls. Yud, akhrnya gw ngmg sm Cinta aja. Kita berdua sepakat renang + fitness di Fit4ever jam 9, trus jalan2 ke Plaina deh skalian mkn siang. Gue jemput apa ketemuan dsna? Bls.
Aku melihat jam di layar hapeku menunjukkan jam 10 lewat 15 menit. Mati deh gue gak ada kabar sama sekali. Bisa disemprot sama Delia nih kalo gak ngabarin. Udah ga ikut ke Fit4ever, masa iya harus gak ikut makan siang bareng juga. Tapi, Oppa juga mengajakku jalan-jalan. Haduh, aku harus gimana? Aku gak mungkin mengorbankan Oppa atau Delia dan Cinta. Gimana dong ini?
Aku bingung mencari jalan keluar. Aku memutuskan untuk mendiskusikannya saja dengan Kyuhyun Oppa. “Oppa,” panggilku ragu.
“What?” tanyanya.
Aku merasa bodoh sekali. Masa untuk membicarakan hal ini dengan Oppa, aku tidak tahu harus memulainya darimana. Aku menimbang-nimbang untuk bicara tapi yang ada aku justru menyodorkan handphone ku kepada Kyuhyun Oppa dengan maksud supaya Kyuhyun Oppa membaca sms dari Delia.
Kyuhyun Oppa hanya menampakkan ekspresi kebingungan. “Apa? Kamu mau kasih handphone mu buat aku?” tanya Kyuhyun Oppa padaku.
“Tolong baca sms ini,” jawabku.
Kyuhyun Oppa mengambil hapeku dan mulai melihat layar handphoneku. “Apa yang harus aku baca, Sa? Aku gak ngerti satu pun kata di SMS ini.”
Mampus. Bodoh banget sih gue. SMS Delia kan pake Bahasa Indonesia. Bisa-bisanya gue lupa kalo Oppa itu orang Korea yang gak bisa berbahasa Indonesia. Dengan menghela nafas panjang, aku terpaksa memberitahukannya sendiri.
“Oppa, gini. Ehm, sebenernya kemarin aku janji sama Delia dan Cinta untuk jalan bareng,” kataku memulai diskusi.
“Lalu?” tanya Kyuhyun Oppa.
“Oppa kan juga ngajak aku jalan-jalan. Aku gak mungkin ngorbanin Oppa buat jalan-jalan sama mereka dan begitu juga sebaliknya. Ehm, enaknya gimana ya Oppa?”
Sedetik, aku menangkap ekspresi kekecewaan Oppa tapi dia membuangnya dengan cepat. “Honestly, Oppa maunya hari ini jalan berdua aja sama kamu tapi kalo keadaannya udah kayak gini, ya mau gimana lagi. Kita jalan-jalan sama mereka aja. Jalan kemana?”
“Tadinya jam 9 mau renang sama fitness dulu tapi aku udah telat. Sekarang paling cuman bisa ikut jalan-jalan ke Plaina aja sekalian makan siang.”
“Ok. Kita kesana nanti.”
Aku tidak menyangka Oppa akan mengalah semudah ini. Aku pikir dia akan bersikeras mengajakku pergi ke tempat sesuai keinginannya. Aku senang sekali. Aku tidak perlu mengecewakan kedua temanku ataupun Oppa. Kyuhyun Oppa memang orang yang sangat baik.
“Oppa, makasih ya… Makasih banget,” seruku kesenangan sambil meloncat dari tempat tidur untuk memeluk Oppa. “Makasiih banget ya.”
“Iya, iya. Sudah, mandi dulu sana.”
“Iya, tapi aku boleh pinjem hape Oppa dulu gak? Aku mau sms temenku, bilang ketemu di Plaina aja. Aku belum punya pulsa, Hehehe.”
“Dasar kere. Pulsa sms aja gak punya,” gerutu Kyuhyun Oppa dengan maksud bercanda. Oppa memberikan hapenya kepadaku dan aku segera mengirim sms untuk Delia.
Del, ini Sasa. Sorry ya , cyiin. Gw ga pny pulsa. Ntr gue nyusul lo aja ke Plaina ya. Ketemuan di FoodFoodFood aje yee. See u darla. Smoooch❤.
Setelah aku yakin sms sudah sampai ke hape Delia, aku mengembalikan hape Oppa ke orang yang bersangkutan. “Makasih banyak ya, Oppa.”
Aku mengecup kedua pipi Kyuhyun Oppa lalu ngibrit secepatnya ke kamar mandi. Aku merasa senang sekali bisa jalan-jalan dengan 3 orang yang kusayang sekaligus. Wohoooo!! Terima kasih, Tuhan.
Setengah jam kemudian, aku telah pindah dari kamarku ke kamar Oppa. Awalnya aku pikir, Oppa sudah siap dan akan segera mengajakku sarapan tapi yang ada dia malah memanggilku ke kamarnya. Dia menyuruh aku menunggu di sana. Aku terpaksa menuruti Oppa karena aku tidak mau sendirian di kamarku apalagi di luar kamar.
Aku duduk di atas tempat tidurnya dan memperhatikan setiap sudut kamarnya. Kamarnya termasuk rapi karena tidak banyak barang yang berserakan. Baju-baju yang dibawanya tersusun rapi di lemari sedangkan tasnya ditaruh di lemari bagian bawah. Selain itu, aku hanya melihat beberapa kantong yang sepertinya berisi belanjaannya sewaktu di Malaysia dan sepasang sepatu di bawah meja TV.
Sudah 10 menit aku menunggu dan melihat Oppa masih sibuk membereskan rambutnya yang kayaknya susah banget buat dirapikan. “Ya Tuhan, Oppa lama sekali sih beresin rambutnya. Aku aja udah selesai daritadi padahal aku cewek,” kataku yang sudah merasa bosan menunggu Oppa.
“Haiiish, anak ini.. Sudah, jangan berisik. Kalo berisik, nanti gak jadi pergi nih,” sahut Kyuhyun Oppa.
Karena takut tidak jadi pergi, aku memilih diam. Aku memperhatikan saja apa yang dilakukan Kyuhyun Oppa. Aku memberikan beberapa ide untuk merapikan rambutnya. Tapi semua ditolaknya. Ya sudah, aku diam saja.
Aku heran, Kyuhyun Oppa kan sudah potong rambut jadi pendek. Kenapa masih aja susah untuk diberesin sih? Padahal tinggal disisir doang juga udah rapi. Udah ganteng. Walaupun menurutku, meskipun rambutnya kribo atau gundul, dia adalah Oppa-ku yang paling ganteng dan baik hati.
“Sudah, Oppa. Kamu sudah tampan kok, mau gimana pun,” kataku merayu agar kami cepat pergi.
“Dari dulu. Hahaha,” sahutnya sambil tertawa lebar. “Sudahlah, rambutku ini emang gak bisa diatur. Ayo kita langsung pergi saja. Sudah terlalu terlambat untuk sarapan.”
“Assiiiiik,” seruku dengan semangat dan langsung keluar dari kamar Kyuhyun Oppa disusul dengan yang punya kamar.
Setelah mengunci kamarnya, Kyuhyun Oppa mengandengku turun menuju parkiran mobilnya. Kalo biasanya, dia mengajakku naik lift sekarang dia mengajakku turun melalui tangga. Refleks, aku bertanya keheranan padanya, “Oppa, kita kok turun pake tangga?”
“Biar sehat,” jawabnya santai. “Sekali-kali kamu butuh olahraga biar perutmu gak buncit karena gak pernah olahraga. Hahaahha.”
Oppa merasa senang sekali bisa mengejekku seperti itu tapi aku tidak mau kalah. “Biar aja. Biar buncit, masih ada juga orang yang mau jalan sama aku. Pake gandeng-gandeng lagi.”
Bukannya membalas, Kyuhyun Oppa malah tertawa lebih keras. “Huahahahahahaaha. Bodo amat. Wuek :p ,” sahutnya senang.
Sesampainya di samping mobilnya, Kyuhyun Oppa membukakan pintu mobil untukku. “Silahkan masuk,” katanya. Badannya sedikit dibungkukkan sambil melambaikan tangan sebagai tanda mempersilahkan aku masuk mobilnya.
Akupun masuk sambil tertawa geli melihat tingkah Kyuhyun Oppa. “Terima kasih.” Dia bergaya seperti supir yang sangat sopan kepada nona-nya. Kalo aku punya supir sesopan dan seganteng ini, pasti aku akan rajin pergi kemana-mana. Kalo perlu cari alasan buat pergi sama dia. Hahaha.
Selain membukakan pintu, Kyuhyun Oppa juga menutupkannya untukku. Setelah itu, dia menyusul masuk ke dalam mobil. “Kita akan jalan-jalan kemana, Nona?” tanyanya dengan gaya yang sok formal.
Aku tidak kuat lagi menahan tawaku. “Huahahahahahaha. Oppa, kau sangat cocok. Sangat cocok jadi supir. Huahahahaha.”
“Enak aja. Susah-susah training jadi Super Junior masa cocoknya jadi supir. Huuuu.”
Aku tertawa sejadi-jadinya melihat tingkah Kyuhyun Oppa yang sangat lucu. Sejak terakhir kali bertemu, aku hanya bisa melihatnya dari televisi atau di internet. Di sana aku biasanya melihat Kyuhyun Oppa sebagai orang yang pendiam walau ya sekali-sekali ada lucu-lucunya juga tapi jika dibandingkan dengan sekarang, astagaaaa…. Hahahahaha, Kyuhyun Oppa sangat lucu. Sangat konyol dan menggemaskan. Hihihihi.
“Sudah, jangan ketawa terus. Kita mau kemana ini?” tanya Kyuhyun Oppa.
“Ke Plaina, Oppa,” jawabku.
Oppa lalu mengutak-atik GPS-nnya. Dia mengetikkan nama “Plaina” di GPS tersebut dan seketika muncul jalur-jalur menuju ke sana.
“Hohoho. Aku memang hebat,” kata Kyuhyun Oppa pada dirinya sendiri.
Aku cuman tertawa mendengarnya. Dasar Oppa yang aneh.
Oppa menyalakan mesin mobil dan mulai menyetir sesuai dengan petunjuk yang tertera pada GPS di dashboard mobil. Dengan bantuan GPS, Oppa berhasil menyetir dengan selamat ke Plaina tanpa nyasar sedikitpun. Sekarang yang aku bingung, apa dia punya izin mengemudi di Indonesia ya? Bukannya dia hanya punya izin mengemudi di Korea.
Karena penasaran, aku memutuskan untuk bertanya, “Oppa, kau kok bisa menyetir di Indonesia? Emang Oppa punya izinnya?”
“Astaga, Tuhanku. Kamu kenal surat izin mengemudi internasional gak? Kalo kamu punya itu, kamu boleh nyetir di negara manapun. Gitu,” jawab Kyuhyun Oppa.
“Ooh, gitu,” sahutku terpuaskan. Ternyata Oppa memiliki SIM internasional sehingga dia bisa mengemudikan mobil di Indonesia. Aku pikir dia curi-curi. Hehehe.

-to be continued-