Yeaaaay…
Part 6… Selamat membaca ya …

PART 6
Sekitar jam 12 kurang, kami sudah sampai di Plaina. Kyuhyun Oppa memarkir mobilnya di basement. Dia punya dua alasan kenapa lebih senang parkir di basement. Alasan pertama, mobilnya tidak akan rusak terkena sinar matahari yang begitu terik. Alasan kedua, kalo hujan, dia gak perlu repot hujan-hujanan dulu untuk sampai ke mobil atau menunggu hujan reda.
“Kita ketemuan sama Delia dan Cinta dimana?” tanya Kyuhyun Oppa.
“FoodFoodFood, Oppa,” jawabku. “Minjem hape lagi dong. Mau kasih tau mereka kalau kita udah nyampe.”Kyuhyun Oppa memberikan hapenya padaku dan aku langsung menelepon Delia. Setelah nada sambung berbunyi tiga kali, Delia mengangkat teleponnya, “Halo.”
“Halo, Del. Ini Sasa. Lo dimana?”
“Baru keluar dari Fit4ever. Lo duluan aja ke Plaina, nanti gue sama Cinta nyusul. Ok?”
“Sip. Ketemuan di FoodFoodFood ya. Gue laper, belom makan.”
“Iye. Btw, ini lo pake nomor siapa ya? Kok aneh banget nomornya?”
“Pake hape Kyuhyun Oppa. Pulsa gue abis, cyiiin. Hehehe. Gue kesini sama dia. Ga apa-apa kan?”
“Grrr. Iye, iye gapapa. Dasar. Sms gak dibales, gak ada kabarnya. Giliran muncul, bawa ekor. Tapi kalo ada apa-apa sama ekor lo itu, gue gak tanggung jawab ye. Hahahaha.”
“Oke, oke. Hihihi.”
Aku menutup telepon lalu masuk ke dalam mall bersama Oppa. Kami berdua berjalan langsung menuju FoodFoodFood di lantai 3. FoodFoodFood adalah restoran yang menyediakan segala jenis makanan sesuai dengan keinginan pembelinya dan rasanya sangat enak. Restoran ini mampu menyediakan makanan khas dari seluruh negara. Aku sengaja memilih restoran ini karena ini adalah restoran kesukaanku dan yang paling penting ada free wi-fi. Selain itu, aku ingin mempermudah Kyuhyun Oppa untuk memesan makanan sesuai dengan lidah Koreanya.
Kyuhyun Oppa memilih duduk dekat jendela karena katanya lebih adem. Setelah kami duduk, seorang pelayan datang menghampiri kami. “Selamat siang,” sapanya terlebih dahulu. “Mau langsung pesan atau makanan pembuka dulu?”
“Siang. Saya pesan nasi udang goreng mayonaisse dan kangkung cah. Minumnya air mineral aja,” jawabku tanpa pikir panjang. Aku tidak mau menunggu lebih lama karena perutku sudah kelaparan daritadi.
“Baik,” jawab pelayan tadi sambil mencatat pesananku. Pelayan tersebut berpaling kepada Kyuhyun Oppa. Entah bagaimana caranya, pelayan tersebut mengetahui bahwa Kyuhyun Oppa bukan berasal dari Indonesia jadi dia bertanya dalam bahasa Inggris, “Excuse me, mister. What do you want to reserve?”
“I want jjangmyeon. It’s ramen with black sauce. Oh ya, and green tea. Thank you.”
“Oke. Thank you. Wait a few minutes.”
Pelayan tersebut pergi meninggalkan kami berdua untuk memberikan pesanan kami kepada bagian dapur. Sedangkan kami berdua mulai asik mengobrol. “Oppa, inget ramenya bandara kemaren karena Suju jadi pengen liat beritanya. Ada gak ya?” tanyaku.
“Adalah pasti,” jawab Kyuhyun Oppa. “Coba aja kamu google sekarang pasti langsung muncul semua.”
“Coba ah,” kataku. Aku lalu mengambil hape dan mengaktifkan wifi yang ada. Seketika hapeku sudah terhubung dengan wifi restoran ini. Aku segera membuka google dan mengetikan Super Junior. Beberapa detik kemudian langsung muncul beberapa berita tentang mereka. Mulai dari yang terbaru sampai yang terlama. Aku membuka sebuah blog ELF yang judulnya “SUPER JUNIOR SPOTTED IN INDONESIA!!!”
“Ada! Ada beritanya, Oppa,” kataku pada Kyuhyun Oppa. “Aku bacain ya. Super Junior tertangkap sedang berada di Indonesia tanpa memberi berita sedikitpun kepada ELF. Sesungguhnya ELF kecewa karena sepertinya SUJU tidak menganggap kami ada sehingga mereka tega tidak memberitahukan kedatangan mereka ke Indonesia. Walaupun pihak manajemen telah mengonfirmasi bahwa Suju berada di Indonesia hanya untuk membicarakan suatu hal dengan salah satu promotor Indonesia. Dari pernyataan tersebut sepertinya Super Junior akan konser di Indonesia. Kita berdoa saja semoga Suju tidak lagi mengecewakan kita. Berikut adalah foto-foto mereka di bandara Soekarno-Hatta. Enjoy it.”
“See, langsung ada kan,” sahut Oppa selesai aku membaca berita tersebut.
“Iya, Oppa,” jawabku sambil membuka berita yang lain. “Ada lagi, Oppa. Super Junior rame-rame datang ke Indonesia buat ngomongin konser mereka tahun depan! Yihaaa.. Senengnya bisa ada konser Suju tahun depan. Aku bersumpah akan nonton konser mereka. Asiiik.”
Aku membuka banyak berita mengenai kedatangan Super junior yang mendadak di Indonesia. Aku bahkan banyak menemukan berita yang menyangkut-nyangkutkan aku di berita tersebut. “Oppa, aku ikut-ikutan dimasukkin ke berita!” seruku.
“Apa beritanya?” sahut Oppa santai.
“Di blog ini ada foto-foto kemaren, Oppa. Ada akunya juga, walaupun kelihatan kecil sih. Beritanya gini, kalo diperhatiin baik-baik dari foto-foto ini ada seorang cewek yang selalu ngikutin Oppa-oppa kita selama mereka di Indonesia. Menurut Ocha, ELF Indonesia yang berhasil foto bareng sama Kyuhyun waktu dia makan di sebuah restoran, dia melihat cewek ini sedang bersama Kyuhyun Oppa malam itu. Begitu juga sewaktu Ocha ngejar Suju ke bandara, cewek ini juga ada di sana sama Kyuhyun Oppa. Haduuh, siapa sih cewek ini? Beruntung banget bisa ketemu sama Suju.”
“Kamu beruntung loh Sasa, bisa sama-sama aku terus. Hahaha. Abis itu apalagi?”
“Ada commentnya banyak banget, Oppa.”
“Oh ya? Apa aja commentnya?”
“Gini nih. Yang pertama, iri ih aku sama cewek ini. Beruntung banget. Huhuhu. Aku juga pengen. Hikshiks. Bla bla bla bla. Terus ini nih yang paling parah. Gileee, itu kan temen kuliah gue. Namanya Sasa. Anak ekonomi semester lima bla bla bla. Dibales lagi, Oppa. Sumpah lo? Demi apa? Bla bla bla bla dan seterusnya dan seterusnya.”
“Hahahaha.” Kyuhyun Oppa malah tertawa begitu aku selesai membaca.
“Kok Oppa ketawa?” tanyaku heran.
“Lagian, kamu baca berita sebanyak itu apa gak capek? Gak berbusa tuh mulut? Ckckckck.”
“Capek sih tapi aku kan juga pengen Oppa tahu beritanya.”
“Hahaha. Iya, iya. Terus apa menurutmu gimana soal berita itu? Apa intinya?”
“Yah, ELF kecewa karena Suju gak kasih tau mereka atas kedatangannya ke Indonesia dan mereka berharap Suju benar-benar konser tahun depan. Semoga aja hal ini tidak merenggangkan hubungan Suju dan ELF.”
“Bodoh. Itu mah gak penting. Yang penting, Sa. Mulai hari ini kamu harus hati-hati kemanapun kamu pergi. Kamu udah dikenal oleh fans berarti mereka bakal nyari kamu entah buat apa. Kalo cuman buat kenalan sih gapapa tapi kadang ada yang mengerikan. Mereka gak akan segan-segan mengganggu kamu.”
Begitu mendengar omongan Kyuhyun Oppa, sejumlah pikiran-pikiran mengerikan muncul di kepalaku. Mulai dari aku dijambak-jambak, ditampar, disinisin atau paling parah diteror terus. Hiii, ngerii.
“Oppa… jangan bikin takut gitu dong,” kataku merasa ngeri.
“Sudah, yang penting kamu hati-hati saja ya,” jawabnya.
Gak berapa lama kemudian, makanan yang kami pesan datang. Pelayan menaruh nasi udang goreng mayonaisse dan kangkung cah di depanku sedangkan jjangmyeon ditaruh di depan Kyuhyun Oppa. Begitu juga dengan minumannya, air mineral dihadapanku dan teh hijau di hadapan Kyuhyun Oppa. Hmmm, wangi dari makananku begitu menggoda. “Yummy,” kataku.
“Selamat makan,” sahut Kyuhyun Oppa. Dia lalu mulai memakan makanannya dan merasakan kepuasan yang tidak bisa digambarkan dengan jelas. “Enak, enak banget. Serius.”
Aku juga merasakan hal yang sama dengan Kyuhyun Oppa. Makanan pesananku mampu memuaskan rasa laparku dengan sempurna. Udangnya begitu gurih dan pas di lidah. Huhuhu. Enak banget.
“Sasa, kamu kalo sarapan selalu sebanyak itu?” tanya Oppa tiba-tiba saat aku mau memasukkan sesendok nasi ke mulutku.
“Gak juga cuman aku belum makan dari pagi jadi aku lapar sekali. Yah, sekalian ajalah makan siang. Hihihi.”
“Terus nanti kalo Delia sama Cinta dateng, kamu makan lagi?”
“Kalo laper ya makan lagi, kalo gak ya ngemil aja paling.”
“Astaga, pantesan aja kamu gede. Perut buncit.”
“Biarin, itu artinya aku makmur tahu. Daripada Oppa, kurus kering. Kerempeng. Gak tahu diri, badan lebih tinggi dari aku tapi beratnya masa beratan aku? Astaga. Hidupmu gak sejahtera ya, Oppa? Percuma cari duit banyak tapi gak bisa dinikmatin. Awas Oppa gak ada yang mau sama kamu kalo kamu tetep ceking gitu. Hahaha.”
“Haiiiiish. Anak ini kalo udah ngejek, gak bisa dilawan. Grrr. Kalo gak ada yang mau lagi sama aku ya tinggal nyomot kamu aja. Susah amat.”
Aku cuman tertawa mendengar jawaban dari Kyuhyun Oppa. Dia merasa kesal karena gak bisa membalasku. Di tengah-tengah tawaku, hapeku berdering. Aku segera mengangkatnya. “Halo,” ucapku.
“Halo, Sasa? Kamu ada waktu hari ini? Kita jalan yuk,” balas kak Jason dari seberang.
“Ehm, hari ini aku ada janji jalan-jalan di Plaina sama Delia dan Cinta. Kalau kakak mau, nyusul aja kesini. Gak apa-apa kok,” kataku.
“Oke deh, nanti aku nyusul ya,” sahut kak Jason lalu menutup telepon.
Aku baru mau menaruh hapeku ke dalam tas tapi hape itu berdering lagi. Aku langsung mengangkatnya dan mendengar suara lembut Cinta. “Halo. Sasa? Ini Cinta. Kita kena macet nih di jalan karena ada yang kecelakaan gitu deket Plaina. Lo makan aja duluan ya. See you, sayang.”
“Ok. Ati-ati ya lo berdua di jalan.”
Aku menutup telpon dan kembali menikmati makananku.
“Siapa?” tanya Kyuhyun Oppa.
“Siapa apanya?” jawabku yang justru balik bertanya.
“Siapa yang telepon?”
“Oh, si Cinta. Katanya mereka lagi kejebak macet karena ada yang kecelakaan di jalan deket Plaina. Terus katanya kita makan aja duluan kalo laper.”
“Hahaha, ini namanya apa kalo bukan makan?”
Aku cuman nyengir mendengar perkataan Kyuhyun Oppa. Jelas saja ini namanya makan. Apalagi menu makananku ini. Sangat lengkap. Hehehe.
“Terus yang satu lagi siapa?” tanya Kyuhyun Oppa lagi.
“Itu kak Jason,” jawabku.
“Siapa dia? Pacarmu?” tanya Kyuhyun Oppa penuh selidik.
“Bukan. Kami emang deket sih akhir-akhir ini tapi dia gak nembak-nembak aku, Oppa. Ya sudah, biarin aja lah,” jawabku mencoba tidak memikirkan kak Jason.
“Kamu suka sama dia?” tanya Kyuhyun Oppa lagi.
“Oppa, sudah jangan bahas dia ah,” kataku memohon pengalihan pembicaraan. Aku tidak tahu kenapa aku malas sekali membicarakan kak Jason sekarang padahal biasanya aku sangat bersemangat.
Setelah aku menghabiskan makananku, tiba-tiba ada orang yang memanggilku, “Sa! Kak Sasa!”
Aku menoleh ke kanan kiri untuk mencari tahu siapa yang memanggilku. Ternyata yang memanggilku adalah Ine, adik sepupuku yang masih SMA. Aku sering nginep di rumahnya kalo sedang tidak ada kerjaan di kos-kosan. Sekalian perbaikan gizi. Hehehe.
Aku melihatnya duduk di seberang tempatku dan Kyuhyun Oppa sedang makan. “Hei, Ine. Sini,” kataku. Tanganku melambai mengajaknya bergabung dengan aku dan Kyuhyun Oppa. Ine menangkap sinyal tanganku dan dia pun menghampiri aku.
Aku pun menyuruhnya duduk di sebelahku. “Sini dek. Kamu sama siapa kesini?” tanyaku.
“Edo, kak. Tapi dia lagi cuci tangan. Entar juga kesini,” Jawab Ine. “Kakak sama siapa kesini? Kak Jason ya? Ihhiiiy.”
“Bukan dek. Kakak datang sama ini,” kataku. Aku menunjuk Kyuhyun Oppa. Awalnya aku pikir Ine akan langsung mengetahui siapa yang ada di hadapanku secara Ine kan penggemar berat Suju. Tapi ternyata dia tidak mengenali Kyuhyun Oppa. “Siapa ini, Kak?” tanyanya.
“Kamu gak tau siapa dia?” Aku balik bertanya karena terkejut.
“Mukanya sih kenal tapi aku gak yakin. Aku pernah ketemu dia, Kak?”
“Astaga, Dek. Kamu loh sering lihat dia.”
Kyuhyun Oppa yang memperhatikan kami daritadi tampak bingung karena tidak mengerti apa yang kami bicarakan. Tapi dengan santainya, kyuhyun Oppa memperkenalkan dirinya, “Kyuhyun imnida.”
Sedetik kemudian terdengar pekikan Ine yang sangat kencang, “Kyaaa. Kyuhyun Oppa! Iya, ini Kyuhyun Oppa Super Junior!”
Sebelum pekikan Ine lebih kencang, aku segera membekap mulutnya. Mataku melihat pengunjung-pengunjung di dekat kami menoleh karena pekikan Ine. “Ine, suaramu loh. Iih.”
Tapi Ine tidak peduli. Dia lebih tertarik dengan Kyuhyun Oppa. “Kakak kok gak bilang kalo Oppa ada di Indonesia. Aku pikir dia ikut balik ke Korea kemaren.”
“Kakak aja gak tau dia kesini. Tiba-tiba udah muncul aja ni orang. Yah terus kakak lupa deh ngasih tau gitu. Lagian pulsa kakak juga habis total tal tal tal.”
“Huaaaa, kakak. Jadi bener dong kak yang ngikutin Suju kemana-mana itu kakak? Yang ada di foto-foto itu loh.”
“Iya dek. Tapi kakak gak terus-terusan ngikutin mereka. Karena kakak terus-terusan sama Kyuhyun Oppa makanya keikut terus ke Suju deh.”
“Berarti kakak ketemu juga dong sama Suju?”
“Iya dong. Sama semuanya. Lengkap 15 orang. Hohohoho. Kakak juga foto-foto sama mereka, sarapan bareng. Hihihihi.”
“Ahhhh, Kakak curang mah. Aku juga mau tau Kak.”
“Hehehe. Sorry sorry. Karena sekarang yang ada cuman Kyuhyun Oppa ya sama dia aja ya dek. Hehehe.”
Tidak sengaja, Kyuhyun Oppa tersedak. Dia mulai menepuk-nepuk dadanya sambil mencari minuman. Aku memutus pembicaraanku dengan Ine untuk menolong Oppa. Aku pindah duduk ke sebelahnya dan mulai menepuk-nepuk punggungnya sambil memberinya air mineralku. Oppa segera meminumnya. Beberapa saat kemudian, Oppa sudah kembali normal tapi muka dan matanya sangat merah.
“Oppa, are you alright?” tanya Ine.
Kyuhyun Oppa hanya menganggukan kepalanya lemas. “Terima kasih ya, Sasa,” katanya mengucapkan terima kasih kepadaku.
“Sama-sama, Oppa. Makanya, kalo makan hati-hati ya,” sahutku sambil mengelus-elus punggungnya. “Kalo Oppa udah enakan, makanannya dihabiskan.”
Tanpa banyak bicara, Kyuhyun Oppa menghabiskan makanannya. Tepat setelah Kyuhyun Oppa menelan suapan terakhirnya, Delia dan Cinta datang. Mereka berdua langsung menghampiri kami. “Hei, sori ya lama,” kata Cinta.
“Gak apa-apa,” sahutku. “Kalian makan dulu gih. Biar gak kelaperan.”
Delia dan Cinta duduk lalu memesan makanan. Beberapa saat kemudian, Edo datang dan menghampiri kami. Acara jalan-jalan yang semula hanya untuk berdua akhirnya berkembang menjadi berenam.
Selagi Delia, Cinta, Edo dan Ine memakan makan siangnya, aku berbincang-bincang dengan Delia dan Cinta sedangkan Ine ngobrol dengan Kyuhyun. Dia menanyakan apapun tentang Super Junior untuk memuaskan keingintahuannya. Tampaknya Ine agak melupakan Edo karena itu Edo memilih untuk menghabiskan makanannya dalam diam.
“Edo, kok diem aja sih?” tanyaku.
“Dicuekin Ine, Kak. Ine asik sama itu tuh,” jawab Edo sambil menggedikkan kepala ke arah Kyuhyun.
Aku langsung tertawa ngakak mendengar jawaban Edo. “Oi, dek. Pacarmu itu loh diurus. Sibuk sama Kyuhyun Oppa mulu,” kataku pada Ine.
“Awas kakakmu marah, Ne. Pacarnya diajak ngobrol mulu,” samber Delia.
“Pacar gue darimana? Ckckckck. Gosip,” sahutku menanggapi perkataan Delia.
“Iih, Kakak. Aku bisa ketemu Kyuhyun Oppa itu kan kesempatan langka , kalo sama Edo mah bisa tiap hari,” jawab Ine.
Buseeeeet. Laki mana yang gak sakit hati dengernya meskipun itu cuman sekedar perumpamaan. Karena itu aku menegur Ine dengan halus, “Nanti kalo Edo-nya ngilang, kamu nangis-nangis, kakak gak tanggung loh ya.. Hehehe.”
Ine mengerti maksudku. Maka dari itu dia segera mengalihkan perhatiannya kepada Edo, tidak lagi kepada Kyuhyun. Aku melihat Kyuhyun Oppa, sepertinya dia capek ditanyai banyak macam hal oleh Ine.
“Adekmu itu banyak sekali pertanyaan. Astaga,” kata Kyuhyun Oppa padaku.
Aku tertawa dan menyahutnya, “Dia emang gitu. Tipe interogerator. Selain itu dia ngefans banget sama Suju jadi banyak tanya deh. Maaf ya.”
Beberapa saat kemudian, kak Jason memberitahukan bahwa dia sudah sampai di Plaina. Aku menyuruhnya untuk menyusul ke FoodFoodFood.
“Hai,” sapa kak Jason pada kami semua.
“Hai, kak,” balasku.
Delia menatapku dengan ekspresi kaget. “Lo ajak kak Jason juga?” bisik Delia padaku.
“Iya, emang kenapa? Gak apa-apa kan?” aku bertanya seolah-olah hal ini wajar saja. “Lebih rame kan lebih asik.”
“Lo gile ya? Udah bawa kyuhyun, bawa Jason lagi. Kalo entar ada apa-apa, gue gak tanggung loh ya,” bisik Delia lagi.
“Emang kenapa sih?”
“astaga, Sasa. Masa harus gue jelasin lagi sih? Lo gak takut Jason ngamuk liat lo jalan sama Kyuhyun hah?”
“Loh, gapapa toh. Mereka kan sama-sama deket sama gue.”
“Hah, terserah lo deh Sa.”
Aku menyuruh kak Jason untuk makan lebih dulu tapi dia bilang sudah kenyang. Jadi setelah Kyuhyun Oppa membayar tagihan, kami langsung jalan-jalan. Kami sepakat untuk nonton, main di game center, window shopping dan lain-lain.

-to be continued-