Cast :

Super Junior-M Henry

CN Blue Yonghwa

MBLAQ Lee Joon

DBSK Yunho

Jung HyunAh

Super Junior

Super Girls

 

“Mari silakan masuk” kata sekretaris Kim

“Kamsahamnida” kata Henry

“Henry!! Mari duduk.” kata SME boss begitu melihat Henry masuk ke ruangannya

“Ne sajangnim” kata Henry

“Sesuai dengan yang sudah aku beritahukan tempo hari bahwa kau akan menjadi special guest di 1st concert Super Girls. Namun aku belum memberitahukan padamu apa yang harus kau tampilkan. Benar bukan?” kata SME boss pada Henry

“Ne sajangnim” kata Henry lagi

“Aku mau kau menari bersama salah satu member Super Girls. Mengenai konsep sudah aku beritahukan pada koreografer kalian. Mengenai partnermu…. dia tampaknya ada di studio SG di lantai 5 sekarang. Hari ini adalah jadwal latian kalian yang pertama. Koreografer kalian akan datang jam 3 nanti. ” kata SME boss

“Pardon me, sajangnim? Today? Konsernya masih 6 bulan lagi kan sajangnim? SG comeback masih bulan depan. Kenapa terburu-buru?” tanya Henry yang terkejut dengan penjelasan SME boss.“Aku ingin persiapan yang sangat matang apalagi ini konser pertama mereka. Kenapa Henry? Apa kau keberatan? ” tanya SME boss

“Animida, hanya terkejut saja, Sajangnim” kata Henry.

Kalau dipikir-pikir lagi, Henry harusnya malah senang jika persiapan konser sudah dimulai dari sekarang, ini berarti dia akan tinggal di Korea lebih lama, berarti waktunya bersama HyunAh lebih banyak dan kesempatannya untuk memastikan hubungannya dengan HyunAh terbuka lebar

“Baik kalau begitu kau boleh menyusul partner mu di studio SG” kata SME boss

“Ne, algetseumnida sajangnim. Kalau begitu saya permisi. Kamsahamnida” jawab Henry

Henry segera beranjak dari kursi nya dan menuju pintu hendak keluar dari ruangan SME boss dengan diantar oleh sekretaris Kim. Sesampainya Henry di pintu ruangan, SME boss tiba-tiba berkata….

“Oiya Henry! Tolong sampaikan pada partnermu bahwa kau adalah salah satu special guest di 1st concert SG ya. Aku lupa belum memberitahukan pada partnermu bahwa kau lah yang akan menari bersamanya. Aku baru memberitahukan kalau dia akan menari bersama salah satu member Suju. Mungkin dia akan sedikit terkejut dan tidak menyangka bahwa partnernya adalah kau. Selamat latihan!!” seru SME boss dengan penuh semangat, bersamaan dengan pintu ruangan yang menutup.

“What?? He hasn’t told her yet? He wants me to tell her that I’m her partner? I don’t even know who my partner is. How can I tell her? What a weird boss!” gerutu Henry

Henry segera menuju tangga untuk turun ke lantai 5, ke studio SG. Ia memutuskan untuk mencari tau tentang partnernya sekaligus menunggu sang koreografer sambil bersiap-siap latihan di studio SG.

“Hmm, who is my partner? Based on information that I got from Come to Play yesterday, SG lead dancer is Park MinAh. Maybe she’s my partner.” gumam Henry sambil menuruni tangga menuju lantai 5

“Hmm, it can be Choi Jihyo, too. She is the main dancer. Or maybe, it can be… Aahh no no no no no it can’t be HyunAh. You wish Henry!” kata Henry pada dirinya sendiri

Tidak terasa Henry sudah sampai di lantai 5, ia segera menyusuri lorong-lorong menuju studio SG yang suda pernah ia datangi sebelumnya. Semakin dekat dengan studio SG Henry mendengar alunan musik ballad dari piano yang dimainkan kemudian disusul dengan suara yeoja bernyanyi. ‘Suara HyunAh, tidak salah lagi’ batin Henry yang kemudian segera mempercepat langkahnya, setengah berlari menuju studio SG. Sesampainya di depan studio SG Henry memperlambat langkahnya karena ia melihat seorang yeoja sedang terduduk sambil memejamkan mata di depan studio di dekat pintu. Henry segera mendekati yeoja itu dengan perlahan.

“Permisi, kenapa kau ada disini? Kenapa tidak masuk? Ada apa?” tanya Henry

“Ssstt, pelankan suaramu” kata yeoja itu tanpa membuka matanya

“Itu HyunAh kan?” tanya Henry sambil menoleh ke dalam studio

“Ya siapa lagi yang betah bermain piano dan bernyanyi sendirian di dalam studio selain HyunAh. Lagu ballad lagi. Semua juga tau.” jawab yeoja itu sambil tetap memejamkan matanya

“Kenapa kau tidak masuk saja ke dalam studio?” tanya Henry

“Aasshh, jangan keras-keras, berisik. Tidak bisakah kau membiarkan aku istirahat sebentar sebelum latihan?? Kau ini banyak bertanya.” omel yeoja itu sambil tiba-tiba bangun dan berdiri

“Oopss! Henry-ssi ! You are Super Junior M Henry-ssi, right? Ahh I’m really sorry. I didn’t mean it. I’m MinAh, Park MinAh. Nice to meet you.” kata MinAh malu-malu sambil sedikit membungkukkan badannya, baru menyadari siapa yang dari tadi berbicara padanya

“Aah ne, I’m Henry. Bangapseumnida. Gwaenchanayo. Tapi sedang apa kau disni Park MinAh-ssi? Kenapa tidak masuk kedalam studio dan bergabung dengan HyunAh?” kata Henry ramah

“Aku menunggu HyunAh selesai memainkan lagunya. Jika sedang memainkan lagu ini berarti dia ingin sendiri dan sedang tidak ingin diganggu.” jawab MinAh

“Lalu sampai kapan kau akan menunggu disini Park MinAh-ssi? “ tanya Henry

“Sampai mood nya membaik. Tidak lama kok paling sampai dia selesai memainkan lagunya itu. HyunAh selalu begitu jika sedang teringat sesuatu hal yang mengganggunya. Selalu lagu ini yang dimainkan dan dinyanyikannya. Sampai-sampai semua orang  menyebut lagu ini sebagai HyunAh’s OST.” jawab MinAh sambil memandang kedalam studio

“Lagu apa ini Park MinAh-ssi?” tanya Henry sambil ikut memperhatikan HyunAh

“Lagu lama milik BoA eonni. Waiting. Entah HyunAh sebenarnya menunggu siapa. Dia tidak pernah bercerita. Kalau ditanya dia hanya menjawab tidak ada alasan khusus, lagu ini adalah lagu favoritnya.” jawab MinAh

Mendengar penjelasan MinAh, Henry tiba-tiba terdiam sambil tetap memperhatikan HyunAh yang sedang memainkan piano sambil bernyanyi di dalam studio. Mendengarkan liriknya dengan seksama. Menikmati alunan musik dan suara HyunAh. Semakin ia mendengarkan semakin tersentuh hatinya. Kehangatan menjalar di dadanya.

‘Are you waiting for me, Hyun? Or somebody else? Yonghwa? Joon? Which one?’ tanyanya dalam hati tanpa melepaskan pandangan dari yeoja yang disayanginya itu.

“ Hey? Helloo?” kata MinAh sambil melambai-lambaikan tangannya di depan muka Henry

“Yepp Park MinAh-ssi” jawab Henry

“Panggil MinAh saja. Kenapa kau jadi melamun Henry?” tanya MinAh

“Ah tidak aku hanya terlalu menikmati permainan piano dan nyanyian HyunAh saja. Ah itu dia sudah selesai. Ayo kita masuk. Bukannya kau bilang kau akan latihan? Let’s go! Lady first.” jawab Henry agak salah tingkah sambil tersenyum kemudian mempersilahkan MinAh untuk segera memasuki studio

MinAh segera memasuki studio kemudian diikuti oleh Henry. MinAh merasa ada sesuatu yang aneh pada Henry, tapi MinAh belum tau apa sesuatu yang aneh itu. Apalagi mendengar Henry dari awal menyebut HyunAh tanpa embel-embel ‘ssi’.

“Ah iya MinAh, apa kau akan berlatih untuk 1st concert SG 6 bulan lagi?” tanya Henry pada MinAh sambil berjalan bersama masuk kedalam studio

“Benar sekali. Kenapa?” jawab MinAh

“Kalau begitu kau pasti partnerku! Kau akan menari kan di Special Performance di SG concert? Bersama salah seorang member Suju. Member Suju itu aku. Aku adalah salah satu special guest kalian. Mohon bantuanmu ya, mari kita bekerja sama.” kata Henry dengan semangat

“Apa? Tapi tapi… Ya~~ Henry…” belum sempat MinAh menjawab, Henry sudah berlari menghampiri HyunAh

“Hi Lady Jung!” sapa Henry

“Henry!” kata HyunAh terkejut

“Waeyo, kenapa terkejut? Terlalu senang karena bertemu denganku lagi kah?” goda Henry

“Yaa~~ Henry! Selalu saja!” kata HyunAh tersenyum diiringi tawa Henry

“Hey, wow kau berbicara dalam bahasa Korea. Anyway sedang apa kau disini?” kata HyunAh

“Tentu saja. Hihihi Kau bertanya kenapa aku disini? Kau tidak suka jika aku disini?”  tanya Henry

“Bukan begitu. Kau ini membuatku serba salah saja.” Jawab HyunAh yang lagi-lagi diiringi tawa Henry

“Jadi kalau begitu kau suka kaann aku ada disini?” tanya Henry lagi

“Yaa~~! Henry! Aku juga tidak bilang begitu” jawab HyunAh dengan muka merah

“By the way sedang apa kau disini Henry? Kau belum menjawab pertanyaanku” tanya HyunAh kembali meluruskan pembicaraan sambil tetap salah tingkah

“Aku kesini karena aku akan berlatih dengan MinAh. Aku salah satu special guest di 1st concert kalian. Kau senang kaann aku ada di konser kalian” jawab Henry sambil tersenyum-senyum melihat HyunAh, yang sedang salah tingkah, lekat-lekat

“Hey kalian berdua tampak asik sekali. Baru sebentar bertemu sudah akrab” sela MinAh sambil meletakkan tas nya dipinggir studio

“Wah wah tampaknya bertambah satu namja yang bisa membuat uri HyunAh jadi malu-malu sampai bermuka merah begitu selain Joon ” kata MinAh melihat HyunAh salah tingkah

“Joon? MBLAQ Lee Joon?” tanya Henry

“Iya, Joon yang mana lagi. Hanya Joon itu yang bisa membuat uri HyunAh salah tingkah. Uri Hyun kan Poker Face Queen, unexpressive. Kau memecahkan rekor Henry!” Jawab MinAh sambil tertawa

“Memang apa hubungannnya Joon dengan HyunAh?” tanya henry

“Kau tidak tau? Semua orang juga tau kalau Joon……” jawab MinAh

“Sudaahh sudaahh. Masa kalian membicarakan orang langsung didepan orangnya? Helllooo aku ada disini” kata HyunAh memutus kata-kata MinAh, sambil memanyunkan bibirnya

“Hahahahahahaahahaha” tawa MinAh pun semakin tak tertahankan

“Kau memang objek menarik untuk digoda Hyun.” lanjut MinAh sambil tetap tertawa

“ Hey mengenai Joon tadi..” sambung Henry

“Ah iya, Joon itu adalah….” jawab MinAh

“Annyeonghaseyooooo!!” seru seseorang (lagi-lagi) memutus kata-kata MinAh

“Annyeonghaseyo sonsengnim” jawab MinAh dan HyunAh

“Aahh, Henry. Long time no see. How’re you?” tanya sonsengnim koreografer Super Junior

“I’m fine. Thanks. And you?” jawab Henry

“Never better” jawab koreografer kami

“Baik, semua sudah ada disini, kita bisa memulai latihan perdana untuk SG concert. Tetapi.. MinAh kenapa kau ada disini? Seharusnya kau kan ada di studio DBSK bukan di studio SG” lanjut koreografer

“Studio DBSK? Oh aku latihan dancenya di studio DBSK bukan di studio SG?” tanya MinAh

“Mmm, karena MinAh adalah partnerku maka aku juga harus pindah kesana?” tanya Henry dengan nada kecewa karena jika ia harus berpindah studio maka ia tidak bisa berlama-lama bertemu HyunAh

“Tidak. Bukan. MinAh harusnya sekarang ada di studio DBSK untuk latihan vocal bukan dance. Karena MinAh akan duet dengan Yunho. Sedangkan kau Henry, kau tetap disini dan partnermu adalah HyunAh bukan MinAh. HyunAh akan menampilkan dance performance berpasangan denganmu. Semua orang sudah tau bahwa MinAh adalah Lead Dancer SG dan HyunAh adalah salah satu Lead Vocal SG, Sajangnim ingin membuat konsep yang berbeda di 1st concert SG. Begitulah kira-kira rencananya yang aku tau.” jelas koreografer sonsengnim

“Mwo??”

“What??”

Seru HyunAh, MinAh dan Henry bersamaan. Bedanya, MinAh dan HyunAh terkejut agak kurang senang sedangkan Henry terkejut senang. MinAh tau bahwa partnernya adalah Yunho (tentu saja MinAh sudah tau hal ini dari sumber yang lain, Yunho) tetapi yang membuat MinAh terkejut adalah duet, menyanyi, bukan menari bersama dengan Yunho. Yang membuat HyunAh terkejut adalah bahwa dirinya harus  menari bukan menyanyi dalam special performance di 1st SG concert, terlebih lagi partner nya adalah Henry. HyunAh sungguh tidak menyangka akan bertemu dan berhubungan kembali dengan Henry karena hal ini. Sedangkan Henry, Henry terkejut karena partner nya bukanlah MinAh atau Jihyo melainkan HyunAh yang awalnya ia kira hal ini tidaklah mungkin, hanyalah angan-angan nya saja.

“ Lalu bagaimana dengan Hamun, Jihyo dan Hyejin?” tanya MinAh

“Dari informasi yang aku terima, Lead Vocal yang lain, Hamun, akan menampilkan dance performance juga, dengan Donghae. Lead Rapper Jihyo, akan menampilkan band performance dengan Sungmin dan Siwon. Sedangkan Leader Hyejin akan duet dengan Kyuhyun, ballad song. Special concept for special group, kata Sajangnim. Mereka juga sedang berlatih saat ini. Hamun dan Donghae di studio SJ, Jihyo-Sungmin-Siwon di studio TRAX, sedangkan Hyejin dan Kyu di studio BoA. Jadi.. tunggu apalagi Park MinAh segeralah berangkat ke studio DBSK, Yunho dan vocal coach pasti sudah menunggumu. Ayo cepat!” kata koreografer sonsengnim

“Ne, algetseumnida!” jawab MinAh terburu-buru mengambil tasnya kemudian segera berlari ke studio DBSK.

“HyunAh dan Henry, bisa kita mulai latihannya?” kata koreografer

“Ne” jawab HyunAh dan Henry

“Jadi, dance performance kalian akan terbagi menjadi 3 bagian. Dance performance ini bukan hanya sekedar dance performance biasa, akan ada cerita dari part ke part. Part 1, HyunAh solo dengan lagu Poker Face by Lady Gaga. Menceritakan seorang yeoja yang cuek dan tidak ekspresif yang menarik perhatian seorang namja. Part 2, Henry solo dengan lagu Baby by Justin Bieber.  Menceritakan seorang namja berusaha menarik perhatian dan simpati yeoja itu. Last part, HyunAh&Henry  dance performance dengan lagu Down (medley remix version + candlelight version) by Jay sean.  Cerita ini akan berakhir pada namja itu berhasil meyakinkan yeoja itu untuk menjadi kekasihnya.” kata koreografer mengawali latihan mereka.

Penjelasan sang koreografer cukup membuat HyunAh sangat sangat terkejut. Mengetahui dirinya akan menari bukan menyanyi di special performance 1st concert SG sudah membuatnya terkejut. Ditambah dengan mengetahui bahwa partnernya adalah Henry, membuat HyunAh semakin terkejut. Apalagi mengetahui konsep performance mereka yang seperti ini, membuatnya sangat sangat terkejut. ‘Ottoke?? Bertemu dengan Henry kembali dan memulai pembicaraan dengannya saja masih terasa awkward dan membuatku salah tingkah. Bagaimana aku harus menari bersamanya? Dengan konsep yang seperti itu pula.’ begitu pikir HyunAh.

“Hmm. Ne, algetseumnida” jawab HyunAh dengan pasrah

“Yes, I got it” jawab Henry dengan semangat

Henry dan HyunAh pun segera memulai latihan. Koreografer  mulai mengajarkan gerakan-gerakan, step-step dance yang akan mereka tampilkan. Walaupun HyunAh bukan lead dancer tapi HyunAh bisa dengan cepat menghafal gerakan-gerakan dan step-step yang diajarkan. Kalau Henry, tidak perlu diragukan lagi, tentu saja Henry dapat dengan sangat mudah menghafal gerakan-gerakan dan step-step yang diajarkan.

“Yeah! One and two and three and four. Tingkatkan powermu, HyunAh! Bukan begitu, tapi begini.. Ya benar begitu.. Good Job, Henry! Great!”  kata koreografer di sela-sela latihan

Latihan untuk part 1 berjalan lancar..

Part 2 pun berjalan lancar…

Part 3 juga berjalan lancar… Awalnya…

Namun, ketika latihan memasuki bagian akhir part 3…..

“Yaa~~ stop stop stop!” kata koreografer tiba-tiba

“HyunAh?? waeyo? Ketika kau menari berdampingan bersama Henry, kau terlihat nyaman, kompak dan keren sekali. Kenapa ketika kau dan henry berdekatan dan bersentuhan gerakanmu tiba-tiba jadi kaku dan terlihat tidak nyaman begitu? You have to get the moves, the soul. Kau juga harus berekspresi. Seperti menyanyi, menari juga membutuhkan eye contact. Henry sudah melakukan tugasnya dengan baik, dia sudah berusaha memulai kontak mata denganmu, kau hanya tinggal merespon nya, mengikuti irama nya, flow nya. Tapi kau malah menghindar. Relax, santai!” omel koreografer

“Ne” jawab HyunAh singkat

HyunAh tak bisa berbicara apa-apa lagi. Jika hanya menari sendiri atau berdampingan dengan Henry, bukanlah masalah besar bagi HyunAh. Tetapi jika harus berdekatan dengan Henry, itu baru masalah besar bagi HyunAh. Bagaimana tidak? Ketika Henry menyentuh tangannya atau tubuhnya jantungnya berdegup sangat kencang. Lalu bagaimana ia bisa menari dengan santai?

“Ayo kita ulangi lagi. One, two, three, four..” kata koreografer

HyunAh mulai mencoba lagi, memperbaiki kesalahannya, menenangkan perasannya, tetapi…

“Stop!” kata koreografer

“HyunAh? Kenapa kau malah terlihat gugup begitu? Dan kau Henry, kenapa malah jadi salah tingkah seperti HyunAh? Apa ada masalah diantara kalian?” lanjut koreografer

“Animida sonsengnim” jawab HyunAh

“Lalu?” tanya koreografer lagi

“Maybe we just need break” jawab Henry

“Baik kalau begitu, latihan hari ini sampai disini dulu. Aku tidak tau ada apa diantara kalian, tetapi aku mau pada latihan besok masalah ini sudah clear. Arraseo??! Mungkin juga kalian memang hanya kelelahan. Beristirahatlah kalau begitu. Sampai jumpa besok, jam dan tempat yang sama.” kata koregrafer sonsengnim

“Algetseumnida. Kamsahamnida.” jawab HyunAh

“Sure” jawab Henry

Koreografer mereka kemudian segera membereskan barangnya dan keluar dari studio meninggalkan Henry dan HyunAh berdua saja. Hening. Tak ada suara. Henry dan HyunAh hanya duduk saling berjauhan tak berbicara sepatah kata pun. Entah karena memang kelelahan atau karena alasan lain.

“Sebaiknya aku pulang dan beristirahat. Mungkin aku memang terlalu lelah.” kata HyunAh tiba-tiba memecah kesunyian.

HyunAh sudah beranjak dari duduknya, membawa tas hendak keluar studio ketika tiba-tiba Henry menarik tangannya, menahannya untuk pergi.

“Wait Hyun.” kata Henry

“Will you dance with me?” tanya Henry

“What? I think I’ve just told you that I’m tired. You know our choreographer said that we have to rest, too.” jawab HyunAh

“Oh, come on Hyun!  Both of us know it. It’s not about we are exhausted and we have to rest. There is something else. Don’t pretend that there is no something between us.“ jawab Henry menarik tangan HyunAh kembali ke dalam studio

Henry meletakkan tas HyunAh, memutar kembali lagu Down. Menggandeng HyunAh ke tengah studio dan mulai menari.

“Come on, Hyun”  kata Henry

HyunAh yang tadinya menolak, tiba-tiba saja sudah mengikuti gerakan-gerakan Henry. Hati kecilnya mengatakan bahwa ia juga menginginkan ini. Saat-saat berdua dengan Henry yang ia nantikan selama ini. Henry dan HyunAh pun menari bersama, menikmati setiap gerakan, melakukan kontak mata, melepaskan semua kecanggungan diantara mereka, sampai mereka benar-benar merasa nyaman kembali satu sama lain. Akhirnya mereka dapat menyelesaikan latihan part 3 dengan baik. Dance performance mereka berakhir dengan posisi Henry memeluk HyunAh dari belakang.

“See, we did it, Hyun.” kata Henry sambil tersenyum senang

“Yeah, we did it” kata HyunAh sambil tersenyum lebar

Kemudian mereka pun saling pandang melalui pantulan kaca. Masih dengan posisi yang sama. Setelah beberapa saat…

“Tampaknya ini sudah saatnya kita benar-benar pulang. Sudah malam.”  kata HyunAh tiba-tiba sambil melepaskan pelukan Henry,terburu-buru mengambil tasnya dan segera berlari keluar studio

“Hyun! Wait!” teriak Henry

Tetapi tampaknya HyunAh tidak menggubris panggilan Henry. HyunAh terus berlari dan berlari. Ia berlari menuruni tangga menuju lobby SM dan segera keluar. Henry tidak tinggal diam, melihat hyunAh berlari, ia segera mengejar HyunAh.

“Hey, Hyun! Kau mau kemana?” kata seorang namja di lobby ketika melihat HyunAh berlari

“Hey, Hyun! Jung HyunAh!” kata namja itu lagi.

HyunAh tidak bisa mendengar apapun saat ini, HyunAh hanya membutuhkan udara segar karena ia merasa dadanya sesak dan tidak bisa bernafas. HyunAh berlari menuju taman di halaman gedung SM. Sedangkan Henry tetap mengejar dibelakangnya hingga sampai di taman di halaman gedung SM.

“Hey, please don’t go” kata Henry sambil menarik HyunAh, hingga HyunAh berada di pelukannya, kali ini berhadapan

“Hey, lepaskan. Apa yang kau lakukan?” kata HyunAh berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Henry

“Just 1 minute, please” jawab Henry sambil menahan HyunAh tetap dipelukannya sampai HyunAh berhenti meronta-ronta.

Henry bisa merasakan jantung HyunAh berdegup sangat kencang. Henry tau bahwa yeoja kesayangannya itu hanya salah tingkah dan tidak tau harus bagaimana maka dari itu ia berlari menghindar. Bagaimanapun HyunAh tetaplah HyunAh yang dulu, yang henry kenal sebagai yeoja pemalu.

“Please don’t go. Don’t leave me anymore. I really miss you, you know. I’ve been looking for you all this time. You don’t know how long I’ve been waiting to see you again, to hug you again” kata Henry melepaskan pelukannya kemudian menunduk memandang wajah HyunAh dan menatap lekat-lekat mata yeoja itu, sambil tetap tidak melepaskan tangannya dari pinggang HyunAh.

“And to…”

Belum sempat Henry menyelesaikan ucapannya. Henry tiba-tiba mengecup lembut bibir HyunAh.

“…kiss you again” lanjut Henry setelah melepaskan ciumannya sambil tersenyum dan menatap mata HyunAh dengan penuh kasih sayang

Kemudian Henry mengecup bibir HyunAh sekali lagi. Namun kali ini, Henry bisa merasakan bahwa HyunAh membalas ciumannya. Untungnya saat ini mereka terhalang oleh pepohonan sehingga orang-orang disekitar tidak menyadari  keberadaan mereka dan tidak tau apa yang mereka lakukan. Jika hal ini sampai diketahui oleh publik,  publik bisa gempar. Selama beberapa saat mereka berciuman, tak lama kemudian mereka melepaskan ciuman mereka  dan saling tersenyum satu sama lain.

“Hyun!” suara seorang namja mengagetkan Henry dan HyunAh, membuat mereka melepaskan pelukannya.

“Kau dimana Hyun? Aku melihatmu tadi” kata namja itu yang terdengar semakin dekat diiringi dengan suara langkah kaki diantara rerumputan.

“Ah rupanya kau disitu Hyun.  Aku memanggilmu dari tadi, tapi kau tampaknya tidak dengar dan terus berlari. Apa yang kau lakukan disini?” tanya namja itu sambil menatap HyunAh

“Aku melihat seorang namja mengejarmu tadi. Gwaenchanayo? Apa dia mengganggumu? Apa dia menyakitimu? Kau belum juga pulang padahal hari sudah sangat malam. Aku menelponmu dan mengirimkan pesan tetapi tidak ada yang kau jawab. Aku sangat mengkhawatirkanmu makanya aku menjemputmu kesini.” kata namja itu lagi sambil menghampiri HyunAh dan kemudian memeluk HyunAh.

Setelah melepaskan pelukannya pada HyunAh, namja itu tersadar bahwa ada orang lain disamping HyunAh. Namja itu pun menoleh.

“Kau! Kau yang kulihat tadi mengejar uri HyunAh.” kata namja itu terkejut sambil menunjuk Henry

“Siapa dia, Hyun?” sambil melemparkan death glare pada Henry

“Apa yang dia lakukan?” tanya namja itu lagi pada HyunAh dengan tatapan serius

Henry mengenali namja di depannya itu. Namja itu adalah salah satu namja yang ada di salah satu foto HyunAh, juga salah satu namja yang dihubungi oleh HyunAh di Come to Play tempo hari.

‘Dia lagi. Apa yang dia lakukan disini? Kenapa dia memeluk HyunAh? Kenapa dia mengkhawatirkan HyunAh? Siapa sebenarnya dia? Apa hubungannya dengan HyunAh?’ pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepala Henry

Ya betul, tidak salah lagi namja ini adalah…..

 

Lee Joon.

 

~To be continued~