Cast :

Super Junior-M Henry

CN Blue Yonghwa

MBLAQ Lee Joon

DBSK Yunho

Jung HyunAh

Park MinAh

 

“Siapa dia, Hyun?” tanya Joon sambil melemparkan death glare pada Henry

“Apa yang dia lakukan?” tanya Joon lagi pada HyunAh dengan tatapan serius

“Henry-imnida” kata Henry tiba-tiba bersuara

“Aku tau kau Henry. Super Junior-M. Tapi apa hubunganmu dengan HyunAh? Kenapa kau ada disini bersama uri Hyunnie?” tanya Joon

“Aku partner HyunAh. Kau? Apa hubunganmu dengan HyunAh? Kenapa kau kesini? Kau bukan artis SM kan?” tanya Henry balik

“Partner? Performance? Apa kalian latihan disini? Di taman? Berdua? Yang benar saja, tidak mungkin. Aku? Tentu saja aku kesini untuk menjemput uri Hyunnie. Untuk apalagi?” jawab Joon sinis.“Kenapa kau yang harus menjemput HyunAh?” tanya Henry

“Memang kenapa? Kau keberatan? Lagipula kalau bukan aku, siapa? Yonghwa lagi? Andwae! HyunAh milikku malam ini, tidak akan aku biarkan uri Hyunnie direbut oleh siapapun, sekalipun itu Yonghwa!” kata Joon penuh percaya diri

“Disini ada oppa HyunAh, Yunho hyung, yang bisa mengantar HyunAh atau SG MinAh yang bisa pulang bersama HyunAh. Kenapa harus kau? Kenapa harus Yonghwa? Lagipula apa katamu? Malam ini HyunAh milikmu? Kau pikir HyunAh apa? Barang?” kata Henry yang sudah mulai emosi

“Yaa yaa~~!! Joonie oppa! Henry-ya! Apa yang kalian lakukan?! Stop it.. Jebaall..” kata HyunAh yang sudah mulai pusing. Namun tampaknya baik Joon maupun Henry tak ada yang menghiraukannya.

“Neo!! Kau mau merebut uri HyunAh dariku rupanya, huh?? Kau belum tau siapa aku?” kata Joon emosi sambil menunjuk Henry

“Kalau benar kenapa memangnya? Kau keberatan? Memang kau siapanya HyunAh?” jawab Henry menantang

“Yaa~~ Jung HyunAh! Kemari! Ayo kita pergi dari sini” kata Joon dengan nada tinggi

“Hey! Jangan seperti itu pada HyunAh!” kata Henry

“Okay, Hyun kau pilih, kau mau pergi bersamaku atau tinggal disini dengan namja menyebalkan ini?” tanya Joon pada HyunAh

“Hyun, tinggal disini saja denganku. Kenapa kau harus ikut dengan namja yang tidak kalah menyebalkannya ini? Memang siapa dia? Stay here with me, please” kata Henry pada HyunAh

“Stop it!!! Apa-apaan sih kalian ini?!” kata HyunAh sedikit berteriak membuat Joon dan Henry terdiam seketika

“Huuffhh. I’m really sorry Henry but I think I have to go with Joonie oppa right now.” kata HyunAh dengan nada menyesal pada Henry.

HyunAh mengambil keputusan ini dengan sangat terpaksa. HyunAh sungguh tidak ingin meninggalkan Henry, ia ingin menghabiskan waktu bersama Henry. Tetapi jika ia lebih memilih tinggal disini bersama Henry, maka Joon akan mengamuk. HyunAh paham betul jika Joon sudah begini maka lebih baik HyunAh menuruti keinginan Joon. Paling Joon hanya sedang kesepian dan ingin ditemani bermain. Tidak seperti oppadeulnya, Yonghwa dan Yunho yang protektif, Joon seorang oppa yang overprotective dan posesif. Joon sangat sayang pada HyunAh, seperti Yonghwa dan Yunho, namun karena sifat posesifnya itu Joon bisa tidak rela dan tidak terima jika HyunAh bersama orang lain atau lebih mementingkan orang lain ketimbang dirinya, even itu Yonghwa dan Yunho.

“See? Uri Hyunnie tidak akan menolakku. Uri Hyunnie pasti akan memilih bersamaku.” kata Joon pada Henry

“Yaa~~ oppa! Kalau kau mulai lagi lebih baik aku menelpon Yonghwa oppa dan minta dia menjemputku!” kata HyunAh pada Joon

“Arraseo, jagiya! Jangan marah begitu.” kata Joon dengan senyum lebar di wajahnya sambil mencubit hidung HyunAh

“Jeongmal mianhae Henry. I’ll see you tomorrow. Jangan salah sangka padaku, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Joonie oppa ini…..”

HyunAh terburu-buru memberikan pejelasan pada henry namun kata-kata HyunAh terputus karena Joon segera menariknya pergi.

“Kajja jagiya” kata Joon sambil memeluk dan menarik HyunAh pergi

“Yaaa~~! oppa! Jjamkanman! Aku belum selesai bicara pada Henry!” kata HyunAh sambil meronta-ronta melepaskan dirinya dari pelukan Joon namun tidak berhasil.

Henry tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain memandangi kepergian HyunAh. Di kepala Henry saat ini timbul berbagai sangkaan, dugaan, dan pertanyaan.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Henry segera kembali ke dalam gedung SM. Dengan langkah gontai dan dengan berbagai pikiran berkecamuk di otaknya, Henry menuju studio SG dimana ia masih meninggalkan barang-barangnya.

“Damn!” teriak Henry di dalam studio SG yang kosong

Henry segera menyambar gitar akustik yang ada di dalam studio. Henry mulai memetik gitar itu, terdengarlah alunan melodi, disusul dengan suara Henry yang merdu

Girl when I see you I go Cra Cra Crazy

I just wish for you to be my Baby

I wish to see your heart but I have no way (of doing so),

Can I hold your hand?

Perhaps you are also thinking of me right now,

You got me goin’ crazy, crazy, crazy, yea

If we are together, I will be willing to do anything

Oh Baby baby baby

My love, I give it all to you

I am here

My heart, will not give up

You are my only

Girl this is not an accident, you are my girl

I can’t get my mind off ya, off ya (off my mind) […]

Entah mengapa Henry tiba-tiba memainkan lagu ciptaannya itu. Setiap teringat HyunAh, lagu itu selalu terlintas di pikiran Henry. Tanpa diduga, tanpa Henry sadari, ada seseorang yang sedari tadi berdiri di depan pintu studio, mendengarkan alunan gitar dan nyanyian Henry.

“Annyeonghaseyo. nice song.” kata seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam studio menghentikan alunan gitar dan nyanyian Henry serta membuyarkan lamunannya.

“Annyeonghaseyo” jawab Henry yang tersadar dari lamunannya

“Oh..” pekik Henry begitu mengetahui siapa yang menyapa nya

“Masih ingat padaku?” kata seseorang itu

“Ne, Yonghwa-ssi.” jawab Henry

“Benar sekali, Henry-ssi” kata Yonghwa

“Ah, kau masih mengingatku juga Yonghwa-ssi. Mencari HyunAh?” kata Henry dengan nada tidak bersemangat

“Tentu saja aku mengingatmu, Henry-ssi. Benar, aku mencari HyunAh. “ jawab Yonghwa

“Sayang sekali, kau kalah cepat. HyunAh sudah pergi bersama sainganmu.”  jawab Henry dengan malas-malasan

“Mworaguyo? Sainganku?” tanya Yonghwa yang tidak paham dengan maksud Henry

“Iya, sainganmu. Namja yang banyak bicara itu. The guy who always call HyunAh, jagiya.” jawab Henry asal-asalan

“Aaahh. Joon. Hahaha. Sainganku? Bisa saja kau, Henry-ssi” jawab Yonghwa

Yonghwa segera mengeluakan handphone dari kantong celananya. Memencet nomor HyunAh.  Setelah beberapa saat menunggu tiba-tiba sambungan terputus sebelum diangkat menandakan bahwa sambungan telepon Yonghwa di-reject oleh seseorang diseberang sana, yang tentu nya bukan HyunAh.

“Selalu saja. Very Joon. hahaha” gumam Yonghwa

Yonghwa segera memencet nomor lain. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya panggilan Yonghwa dijawab.

“ Yonghwa-ya! Waeyo?”

“HyunAh bersamamu kan?” kata Yonghwa

“Hyunnie? Ani. Perlu aku bantu mencari?”

“Sudahlah tidak usah basa-basi, cepat jawab aku” kata Yonghwa

“Yaaa~~ ck, darimana kau tau?”

“Tentu saja aku tau, siapa lagi yang berani “menculik” Hyunnie selain dirimu, huh? Pabo.” kata Yonghwa

“hahaha. Apa kau menjemput Hyunnie di SM? Mianhae aku lupa bilang kkkkkk”

“Tidak usah berpura-pura, kau tau aku pasti akan menjemput Hyunnie. Kau sengaja mengerjaiku kan? Ingin membuatku panik dan marah karena Hyunnie menghilang,huh?” kata Yonghwa

“hahahahahahaahahaha. Tentu saja!”

“ Araseo. Jangan pulang malam-malam. Kalau sampai tengah malam Hyunnie belum pulang, aku akan mencarimu dan membunuhmu! “ kata Yonghwa

“Araseo”

“Ingat, aku serius Joon.” kata Yonghwa kemudian menutup telepon nya.

Walaupun terlihat sibuk dengan gitar di tangannya, diam-diam Henry mendengarkan dan mengikuti pembicaraan Yonghwa dan Joon di telepon.

“Apa itu Joon?” tanya Henry berbasa-basi

“Benar” jawab Yonghwa

“Apa kau tidak jealous?” tanya Henry tiba-tiba dengan sedikit sebal

“Jealous? Tentu saja.” jawab Yonghwa asal

“Lalu, kenapa kau bisa tenang begitu?” tanya Henry lagi

“Kenapa aku harus tidak tenang? Anyway, lagu yang kau nyanyikan tadi lagu siapa?” tanya Yonghwa

“Lagu ciptaanku, waeyo?” tanya Henry

“Aniyo.  Sepertinya aku pernah mendengarnya. Tapi dimana ya?” kata Yonghwa sedikit berpikir

“ Tidak mungkin. Lagu ini belum di-publish. Mungkin kau salah mengenali lagu” jawab Hnery sebal

“Tidak mungkin aku salah mengenali lagu.” jawab Yonghwa

Henry mendengus sebal ketika mendengar jawaban Yonghwa

“How confident” gumam Henry

“Aahh. MP3 Player itu!” kata Yonghwa tiba-tiba

“Kau? Apa kau tau MP3 playerku? Apa HyunAh menunjukkannya padamu? Kau pernah mendengarkan isi MP3 playerku yang ada pada HyunAh?? Apa HyunAh memperdengarkannya padamu?” kata Henry terkejut

“Aniyo. Aah, pantas saja. Jadi begitu. Aku pernah melihat sebuah MP3 player di atas meja rias di kamar Hyunnie. Aku merasa warna dan bentuknya bukan tipikal Hyunnie, jadi aku mengutak atiknya dan sempat mendengarkan lagu barusan ada di dalamnya, namun tiba-tiba Hyunnie merebut kembali MP3 itu dari tanganku dan mengamuk. Baru kali itu aku melihat Hyunnie mengamuk hanya gara-gara aku menyentuh barangnya. Tampaknya sejak itu Hyunnie selalu membawanya kemana-mana. Jadi, MP3 itu milikmu rupanya.” jelas Yonghwa dengan santai

“Mwo?!! Kau pernah masuk ke kamar HyunAh?!!” tanya Henry lebih terkejut lagi

“Tentu saja. Setiap hari malah. Tidak hanya masuk. Kadang aku juga tidur disana.” jawab Yonghwa dengan polos

“Mwoooo????!! “ kata Henry dengan sangat keras tidak bisa menahan keterkejutannya

“Kau ini kenapa Henry-ssi?” tanya Yonghwa

“Aku kenapa??Kau… HyunAh….” tanya Henry balik

“….” Yonghwa terdiam, dari mimiknya Yonghwa tampak (lagi-lagi) tidak paham dengan Henry

“hahahahahahahahahahaha” tawa Yonghwa pun pecah ketika tiba-tiba ia paham akan sesuatu

“Kau tidak tau siapa aku, Henry-ssi?” tanya Yonghwa disela tawa nya

“Kenapa kau tertawa Yonghwa-ssi? Apa yang lucu? Tentu saja aku tau, kau Yonghwa vocalist and guitarist CN Blue kan?” tanya dan jawab Henry dengan polos

“hahahahahahahahahaahahahaha. Ternyata benar. Kau juga tidak tau siapa Joon?” tanya Yonghwa lagi

“Kenapa kau masih tertawa Yonghwa-ssi? Apa yang lucu sebenarnya? Tentu saja aku tau, Joon salah satu member MBLAQ kan?” tanya dan jawab Henry (lagi-lagi) dengan polos

“hahahahahahahahahaahahahaha. Ternyata benar. Pantas saja. Jadi begitu. Hahahahahaaha” kata Yonghwa yang tetap tidak bisa menghentikan tawanya

“Yaa~~ Yonghwa-ssi. Ada apa sebenarnya ini? Ah iya, kau bukan SM Family kan? Kenapa kau bisa ada disini? Kenapa kau bisa masuk ke gedung SM?” tanya Henry

Belum sempat Yonghwa menjawab dan menjelaskan tiba-tiba ada dua orang masuk kedalam studio SG.

“Wah wah wah ada apa ini? Tampak seru sekali.” kata seorang namja

“Henry-ssi, kau sudah kenal dengan Yonghwa rupanya?” kata seorang yeoja

“Aahh, hyung!” kata Yonghwa segera menjabat tangan dan berpelukan sebentar dengan namja itu

“ MinAh-ssi, Yunho hyung” sapa Henry

“Kau sudah kenal dengan dongsaeng ku ini rupanya Henry” kata Yunho

“Dongsaeng?” tanya Henry bingung

“Brother” kata MinAh membantu menjelaskan

“Brother?” tanya Henry yang masih bingung

“Ne, hyung. Ini kedua kali kami tidak sengaja bertemu.” kata Yonghwa menanggapi Yunho sambil tersenyum-senyum menahan tawa

“Ne. Yonghwa, nae dongsaengi.” Kata Yunho lagi

“Yonghwa-ssi, neo dongsaeng hyung? Keurom, HyunAh?” tanya Henry

“Ne. Yonghwa dan HyunAh, nae dongsaengdeul.” jelas Yunho

“Yonghwa oppa itu juga Yunho oppa dongsaengi. Kakak kembar HyunAh. Anyway, mana HyunAh? Kok tidak keliatan? Yonghwa oppa mau menjemput Hyunnie kan?” tanya MinAh

“Twins?” gumam Henry pelan, namun tak ada yang mengacuhkan Henry. Hanya Yonghwa yang sedikit terkikik mendengar gumaman Henry.

“Biasa. Joon.” kata Yonghwa menjawab pertanyaan MinAh

“Aahh Joon selalu saja begitu pada Hyunnie” kata MinAh menggoda Henry. Ia tiba-tiba ingat bahwa siang tadi Henry begitu penasaran tentang siapa Joon dan apa hubungan Joon dengan HyunAh.

“Joon? Lagi? Yaa~~ Yonghwa kenapa kau biarkan. Apa Joon ‘bersama’ uri Hyunnie?” tanya Yunho

“Iya hyung. Saat ini uri Hyunnie bersama Joon” jawab Yonghwa

“Apa?? Uri Hyunnie berkencan dengan Joon? Jadi benar?” tanya MinAh dengan keras, sengaja ingin mengkonfirmasi sesuatu hal terhadap Henry. MinAh memang sejak awal sudah menaruh rasa curiga pada Henry. MinAh merasa ada sesuatu hal antara Henry dan HyunAh.

“Mwoo??!” pekik Henry, namun (lagi-lagi) tak ada yang mengacuhkan Henry.

Yonghwa dan MinAh sedari tadi sebenarnya, secara tidak langsung, mengamati gerak-gerik Henry. Setelah mendengar keterkejutan Henry, Yonghwa dan MinAh menyadari semuanya, mereka semakin yakin dengan dugaan mereka masing-masing.

“Kalau masalah itu aku tidak tau MinAh. Sebenarnya si aku tidak setuju jika Hyunnie bersama Joon. Aku tidak mau punya saudara ipar seperti dia. Tapi jika uri Hyunnie suka ya bagaimana lagi. Hahahaha” kata Yonghwa asal sambil melirik Henry

“Aku juga tidak mau. Lebih baik aku punya saudara ipar Changmin daripada Joon. Apa uri Hyunnie benar-benar suka pada Joon? Padahal aku mau menjodohkannya dengan uri Minnie” tanya Yunho pada Yonghwa

“Kalau Joonie oppa sih tidak usah ditanya lagi, jagiya. Dia pasti tidak akan menolak Hyunnie. Iya kan Yong oppa?” saut MinAh

“Yaa~~ hyung. Jangan menjodoh-jodohkan uri Hyunnie begitu. Aku tidak tau apa dia suka pada Joon atau tidak. Tanya saja sendiri padanya. Hahahahaha” kata Yonghwa berpura-pura tidak tau, sengaja menggoda Henry dan membuatnya penasaran. Yonghwa tau sedari tadi henry mengikuti pembicaraan mereka.

“Anyway hyung, kenapa MinAh memanggilmu jagiya? Apa kalian sudah jadian?” tanya Yonghwa mengalihkan pembicaraan

“……” Yunho dan MinAh hanya tersenyum-senyum malu

“Wah wah kalau begitu ayo hyung, MinAh kalian harus mentraktirku sekarang juga! Tidak percuma juga ya aku datang kesini. Gagal menjemput uri Hyunnie tapi mendapat traktiran. Hahaha. Kajja hyuunng!!” kata Yonghwa penuh semangat segera merangkul dan menarik hyung nya itu keluar dari studio.

“Kau tidak ikut Henry?” tanya MinAh

“…..” tak ada jawaban dari Henry. Karena saat ini Henry sedang mencerna informasi-informasi mengejutkan yang baru saja ia dapat.

“Baiklah kalau begitu. Annyeong, Henry-ssi” kata MinAh meninggalkan Henry sendiri di dalam studio, kemudian segera menyusul Yunho dan Yonghwa yang sudah menunggu di depan studio.

“So, both of them are Yunho hyung dongsaengi? HyunAh and Yonghwa are twins?” gumam Henry sendirian

“Joon is very close to HyunAh? Joon likes HyunAh? But, HyunAH?? “ gumam Henry lagi

“Hey Henry!” panggil seseorang di depan pintu studio dengan tiba-tiba, membuyarkan pikiran-pikiran Henry dan membuat Henry segera menoleh

“Yonghwa-ssi” kata Henry begitu melihat seseorang yang memanggilnya di ambang pintu

“Jangan membuat uri dongsaengi menangis lagi. Sudah cukup kau membuatnya merana selama 2-3 tahun ini. If it happened, I’ll look for you and I’ll kill you. I mean it.” kata Yonghwa dengan tatapan serius

“……” Henry (lagi-lagi) terkejut dan hanya bisa membelalakkan mata. ‘Apa dia tau semuanya?’ pikir Henry.

“Take your chance. Goodluck! Hahaha See you!” kata Yonghwa kemudian segera berlari menyusul Yunho dan MinAh yang sudah berjalan menuju lift lebih dulu, meninggalkan Henry dengan penuh kegalauan dan sejuta tanya.

~To be continued~