Aku segera masuk saat Ine membuka pintunya. Aku menunggu Ine untuk masuk tapi yang ada justru Kyuhyun Oppa yang masuk.
“Mianhe, ine. Aku pinjam kakakmu sebentar. Siwon hyung akan mengantarkanmu pulang,” kata Kyuhyun oppa pada Ine.
Dia lalu menutup pintu mobil lalu membawaku pergi entah kemana.
“Kau mau membawaku kemana?” bentakku kesal.
“Sasa, tenangkan dulu dirimu baru kita selesaikan masalah ini ya,” kata Kyuhyun oppa dengan lembut. 180 derajat berbeda dengan yang dia lakukan di ruang tunggu tadi.
“Terserah kau,” kataku tidak peduli.
“Sasa. Mianhe jeongmal mianhe. Jangan marah lagi padaku. Aku minta maaf karena telah kelepasan membentakmu seperti tadi. Sungguh, aku minta maaf.”
“Kamu pikir minta maaf aja cukup?!”“Kalo gitu, apapun yang kamu minta bakal aku kabulin.”
Aku tahu Kyuhyun Oppa meminta maaf dengan tulus. Permintaan maafnya yang tulus telah mengalahkan amarahku yang sebenarnya gak beralasan. Aku sadar memang aku yang salah jadi seharusnya aku bisa menahan diri tapi aku tidak suka dibentak seperti itu, jadi aku balas membentaknya tadi.
“Baiklah, permintaan maafmu aku terima. Tapi jangan sekali-kali membentakku lagi dengan cara seperti itu,” katakku mulai melunak.
“Arraseo. Asal kau tidak membuatku kesal sepanjang hari seperti tadi,” sahut Kyuhyun Oppa.
“Permintaan maafmu bersyarat hah?”
“Tidak, aku bercanda, sayang. Aku hanya merasa kesal dan cemburu karena kau abaikan padahal dengan yang lainnya kau bisa mengobrol dengan akrab.”
“Salahmu.”
“Kok bisa salahku?”
Aku tidak akan menjelaskan untuk kedua kalinya kenapa aku bisa sampai seperti tadi. Setengah mati menghindarinya agar tidak merasa kekacauan dalam diriku. Tidak akan pernah aku jelaskan lagi. Cukup sekali meskipun itu sambil marah-marah.
“Aku tahu kok kamu menjauhiku karena ulahku sendiri. Kamu jadi deg-degan kan setiap aku berada di dekatmu,” lanjut Kyuhun Oppa.
“Haaiiish, kamu kok pede sekali sih, Oppa,” sahutku.
“Aku tidak kepedean. Kamu kan bilang sendiri tadi padaku,” kata Kyuhyun Oppa membela diri. Dia tidak terima aku sebut kepedean. Mendengar jawabannya, aku terdiam. Aku tidak berani melawan.
“Jadi, sekarang kita ini?” tanya Kyuhyun Oppa meminta suatu kejelasan.
“Baikan. Sudah tidak berantem lagi,” jawabku santai.
“Iya aku tau kalo soal itu,” sahut Kyuhyun Oppa. “Maksudku, soal hubungan kita. Bukannya tadi kamu bilang cinta padaku ya?”
Haissssh, ternyata dia mendengarkan bentakanku dengan benar. Aku kelepasan bicara telah jatuh cinta padanya padahal seharusnya aku tidak membicarakannya seperti itu. Aku memalingkan wajahku ke jendela agar Kyuhyun Oppa tidak memandang wajahku yang memerah karena malu setengah mati.
“Oppa… kita ganti topik pembicaraan lain saja ya? Kita kan sudah berdamai,” kataku meminta pembicaraan yang lain.
“Kau pikir aku gila sampai mau mengubahnya? Bertahun-tahun aku menunggu saat seperti ini tahu. Kau pasti tidak tahu betapa senangnya aku waktu kau bilang deg-degan dan kacau karena aku. Apalagi aku akhirnya berhasil membuatmu suka padaku. Aku akan membahasnya sampai kau bilang kita pacaran. Titik,” sahut Kyuhyun Oppa menolak permintaanku.
“Oppa,” kataku mulai merajuk. Aku sudah malu setengah mati dibuatnya dan aku yakin kalau dia melanjutkan untuk membahasnya, aku pasti akan 100% mati gaya di depannya.
“Hahaha. Aku bercanda kok. Aku hanya ingin menggoda pacar baruku yang cantik saja. Maaf ya, sayang.”
Kyuhyun Oppa lalu mengecup pipiku dan aku benar-benar mati gaya dibuatnya. Hari ini aku kalah total dibuat oleh Kyuhyun Oppa. Dia berhasil mengacaukan aku sekaligus membuatku menyatakan perasaanku padanya.
—–
Aku langsung masuk ke kamarku begitu kami berdua sudah sampai di hotel. Di dalam kamar, aku melihat Ine sedang ngobrol dengan eeteuk oppa dan siwon oppa. Pembicaraan mereka seketika berhenti saat melihat kami berdua masuk.
“Kyuhyunaa, kamu sudah tidak bad mood lagi?” tanya Eeteuk oppa.
“Semua sudah beres,” jawab Kyuhyun Oppa sambil nyengir. “Maaf aku menyusahkanmu, eeteuk hyung.”
“Tenang saja, yang penting kamu sudah lebih baik untuk konser besok. Jangan mengacaukannya ya,” kata Eeteuk Oppa.
“Arraseo. Gomawo, hyung,” sahut Kyuhyun Oppa.
“Arraseo.”
Eeteuk Oppa lalu keluar dari kamar dan mungkin kembali ke kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Siwon Oppa dan Ine masih berada di kamarku.
“Oppa, kunci mobilku,” pinta Ine kepada Kyuhyun Oppa. “Aku harus pulang sekarang karena mama sudah menelepon menyuruh pulang.”
“Oke. Maaf ya sudah merepotkanmu juga,” sahut Kyuhyun Oppa.
“Tidak apa,” jawab Ine. “Kak Sasa, aku pulang dulu ya. Sampai jumpa besok. Aku akan menjemputmu besok ya.”
“Baiklah. Jangan telat ya, sayang,” kataku pada Ine. “Hati-hati di jalan. Salam buat mama muda ya.”
Ine menganggukan kepala lalu keluar dari kamarku disusul oleh Siwon Oppa. “Biar aku mengantarmu sampai bawah, Ine,” katanya pada Ine.
Tanpa segan, Ine menyambut tawaran tersebut. Dia lalu kembali berbicara kepada Kyuhyun Oppa, “Jangan macam-macam pada kakakku ya. Jaga dirinya baik-baik.”
“Siap bos!” sahut Kyuhyun Oppa. “Aku tidak akan melukainya semili pun.”
Setelah itu, Kyuhyun Oppa menutup pintu kamar sedangkan aku naik ke tempaat tidurku. Aku merasa lelah sekali hari ini. Sehari yang menguras emosi dan tenaga.
“Kau sudah mau tidur?” tanya Kyuhyun Oppa padaku. “Sekarang baru jam 7 malam. Aku kan masih mau pacaran denganmu.”
Sungguh aku ingin tertawa geli mendengar Kyuhyun Oppa mengatakan keinginannya dengan nada manja. Tidak pernah aku bayangkan aku akan mendengar Kyuhyun Oppa seperti itu. Selama ini aku selalu menganggap Kyuhyun Oppa adalah seorang pria yang dewasa yang tidak akan mungkin bermanja-manja.
Hal ini membuatku ingin menggoda Kyuhyun Oppa. Aku berpura-pura menolak bersama dengannya malam ini.
“Aku capek, Oppa. Aku mau tidur,” kataku.
“Aah, andwee. Sekarang masih jam 7. Temani aku sebentar saja. Ayo dong, sayang,” sahutnya memaksaku.
“Gak mau ah. Aku mau tidur.” Aku pura-pura bersikeras untuk tidur.
Aku pikir Kyuhyun Oppa akan memaksaku untuk menemaninya tapi ternyata dia malah menyuruhku untuk istirahat. “Baiklah. Kalau gitu, kamu istirahat saja sekarang. Nanti aku akan membawakan makan malam untukmu ya? Biar kamu gak sakit.”
Aku jadi merasa bersalah karena berpura-pura tidak mau menemani Kyuhyun Oppa padahal hanya sebentar. “Oppa, aku bercanda kok. Aku mau menemani kamu,” kataku pada kyuhyun Oppa.
“Aah, ani. Gak perlu kok, sayang. Kamu istirahat aja ya,” sahut Kyuhyun Oppa.
“Oppa, aku beneran mau nemenin kamu kok. Serius” kataku lagi. Aku berusaha menyakinkan Kyuhyun Oppa bahwa aku mau menemaninya tapi Kyuhyun Oppa tetap menyuruhku istirahat.
Aku tidak berdebat lagi. Aku menuruti Kyuhyun Oppa dan menyelimuti badanku sampai sebatas leher. Kyuhyun Oppa lalu mendekatiku dan aku masih merasa tersengat listrik jika dia berada di dekatku. Dia mengelus kepalaku dan aku langsung bereaksi sangat aneh.
“Oppa!” pekikku sambil menarik selimut sampai menutup kepalaku.
“Apa?” tanyanya lembut tapi aku mendengar nada suaranya yang sedang menahan tawa.
“Tidak ada apa-apa,” jawabku dari dalam sellimut. “Sudah sana kembali ke kamarmu.”
“Hahaha. Dasar anak kecil. Selamat tidur ya.”
Aku tidak berani menurunkan selimutku sampai aku mendengar pintu ditutup oleh Kyuhyun Oppa tanda dia sudah keluar dari kamar. Aku merasakan jantungku berdebar sangat kencang. Aku rasa aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya.

.Kyuhyun POV.
Aku langsung kembali ke kamarku setelah keluar dari kamar Sasa. Begitu masuk kamar, aku langsung memeluk Donghae hyung dan bahkan menciumnya. “Aaaah, semoga konser besok berjalan dengan lancar,” kataku dengan senang.
“Kau kenapa, Kyuhyun? Tiba-tiba menciumku. Apa kamu sudah gila?” tanya Donghae Oppa padaku yang sepertinya kaget menerima ciuman dariku karena aku bukan tipe orang yang suka mencium orang lain.
Aku tertawa terbahak-bahak lalu menjawabnya, “Dari dulu aku emang sudah gila tapi hari ini puncaknya.”
Bertahun-tahun aku hampir gila karena memendam perasaan dan hari ini semua kegilaanku semakin memuncak hari ini. Itu semua disebabkan oleh Sasa, satu-satunya perempuan yang mampu membuat aku seperti ini.
“Kau kenapa sih?” tanya Donghae hyung lebih lanjut tapi aku hanya tertawa. Aku tidak mau menceritakan hal ini kepada siapapun karena aku masih mau menyimpan kebahagiaan ini sendirian.
“Sudahlah, hyung. Ayo kita temui member yang lain untuk mempersiapkan konser kita besok,” kataku lalu merangkul Donghae hyung ke kamar Eeteuk hyung.
Donghae hyung membunyikan bel pintu kamar Eeteuk hyung beberapa kali sebelum akhirnya pintu dibukakan oleh Shindong hyung. Kami berdua segera masuk dan bergabung dengan yang lain. Sebagian besar sudah berkumpul, tinggal Ryeowook dan Hankyung hyung yang masih berada di kamar mereka.
“Hei, kyuhyunaa! Bagaimana hubunganmu dengan Sasa? Apa sudah ada keputusannya?” tanya Eeteuk hyung tiba-tiba.
Aku tidak bisa menutupi kebahagiaanku dari hyung yang satu ini. Aku tersenyum sangat lebar sambil membentuk lambang OK dengan jempol dan telunjukku. Tanpa aku sangka-sangka Eeteuk hyung langsung memelukku dan berseru, “Kau memang jagoanku, dongsaeng!”
Member lain ikut-ikutan memelukku sampai-sampai aku terjatuh di lantai. Hal yang awalnya pelukan beralih menjadi timpa-timpaan di lantai. Aku hampir tidak bisa bernafas karean ditimpa beberapa orang tapi aku tetap merasa senang.
Setelah semua member berkumpul, kami memulai persiapan untuk konser besok. Aku sangat bersemangat untuk konser besok sampai-sampai aku lupa bahwa aku telah berjanji membawakan makan malam untuk Sasa. Aku terlalu fokus pada konser besok.

Sekitar jam 12an, aku terbangun karena kelaparan. Aku mau keluar kamar mencari makan tapi seseorang di depan kamarku menghentikanku. Yang aku tahu dia adalah manajer Suju tapi aku tidak tahu namanya.
“Kita perlu bicara sebentar,” katanya padaku.
“Ada apa, manajer?” tanyaku.
“Ini mengenai Kyuhyun,” jawabnya.
“Ada apa dengan dia?”
“Langsung saja, kami tidak tahu sedekat apa hubungan kamu dengan kyuhyun tapi kami tidak setuju jika Kyuhyun berpacaran. Selain karena itu melanggar kontraknya, hal itu juga akan menyulitkan kalian berdua.”
“Maksudnya?”
“Kalo sampai Kyuhyun ketahuan berpacaran, hal ini pasti akan mengganggu pekerjaannya. Konsentrasinya jadi terpecah antara kamu dan Super Junior.”
Aku terkejut. Ternyata selama ini, Kyuhyun Oppa tidak diperbolehkan pacaran oleh manajemennya. Kenapa Kyuhyun Oppa tidak pernah bilang padaku? Dia malah terus-terusan mendekatiku. Ini sama aja dengan berbohong kan? Aku sedih dan kecewa.
“Saya tidak peduli apapun bentuk hubungan kalian, yang pasti kalo sampai kalian ketahuan pacaran, hal itu akan menjadi masalah,” lanjut manajer tersebut lalu pergi.
Manajer tersebut sukses berat membuat aku kehilangan hasrat untuk makan. Aku baru tahu kalau pacaran adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam kontrak Suju. Ternyata selama ini aku berjuang untuk hal yang sebenarnya percuma.
Seketika aku terduduk lemas di atas tempat tidur. Kepalaku pusing. Pikiranku kacau. Aku tidak mengerti harus bagaimana. Aku harus membicarakannya dengan Kyuhyun oppa tapi hal ini pasti akan menganggu konsentrasinya. Karena itu, aku harus menahannya sampai dia selesai konser.
Keesokan paginya, sekitar jam 5 pagi, Kyuhyun Oppa mendatangi kamarku. Dia meminta maaf karena lupa membawakan makan malam untukku dan aku berbohong bahwa aku telah makan malam sendirian.
“Sasa, mian. Aku lupa membawakan makan malam untuk kamu. Sungguh, aku tidak sengaja,” kata Kyuhyun Oppa.
“Gak apa, Oppa. Aku sudah makan kok semalam,” sahutku berbohong agar Kyuhyun Oppa tidak mencemaskanku. Dia harus konsentrasi untuk super show.
Aku mengerti bahwa Kyuhyun Oppa pasti sangat lelah karena jadwalnya yang padat dan aku tidak mau merepotkannya lebih lagi.
“Sasa, hari ini aku akan sibuk sekali. Aku harus segera siap-siap dari jam 7 nanti. Maaf kalo aku tidak bisa menemanimu ya. Sebelum konser, kami harus persiapan dan konferensi pers terlebih dahulu,” kata Kyuhyun oppa terburu-buru.
“Arra, Oppa. Tenang saja,” sahutku.
“Bagus kalo begitu. Aku harus kembali latihan sekarang. Kamu baik-baik ya di kamar.”
“Arra, Oppa.”
Selama Oppa bersama denganku, aku harus bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Konsentrasinya tidak boleh terganggu. Dia harus fokus untuk Super Show malam ini.
Konser baru dimulai sekitar jam 5 sore. Hal ini berarti aku masih mempunyai lebih dari 9 jam waktu kosong. Karena itu, aku menelepon Ine untuk datang menemaniku.
“Ine, ke hotel dong. Kakak sendirian nih. Kyuhyun Oppa sibuk,” kataku di telepon.
“Ehm, iya Kak. Nanti aku kesana. Aku masih ngantuk,” sahut Ine.
“Jam berapa?” tanyaku.
“Yah, sekitar jam 10 atau 11 an ya, Kak,” jawab Ine.
Aku melihat jam tanganku. Masih jam 7 pagi. Berarti Ine baru datang 3 jam lagi. Aku sebenarnya ingin memaksa dia untuk datang sekarang tapi itu tidak mungkin. Akhirnya aku mengiyakan saja, yang penting dia nanti datang menemaniku.
Aku segera mandi dan menghabiskan waktu selama mungkin di dalam kamar mandi. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Untuk keluar kamar saja rasanya aku malas sekali. Selesai mandi, aku memesan sarapan untuk diantar ke kamarku. Sarapan itu datang beberapa menit kemudian. Aku memakannya sambil menonton tivi.
Ine baru datang beberapa jam kemudian. Dia bilang akan datang paling lambat jam 11an tapi realitanya dia baru tiba di kamarku jam 1 siang!! Aku kesal setengah mati karenanya.
“Ineeee. Kenapa baru datang jam 1?” tanyaku kesal.
“Sori, kak. Aku harus ke kantor mama dulu, nganterin kerjaannya yang ketinggalan. Udah gitu, aku pake acara nyasar dulu lagi,” jawabnya.
“hiiiih. Kalo gitu, telpon kek. Kakak nungguin tahu. Tahu gitu kakak tidur dulu deh. Haaaaissssh,” kataku.
“Sori, kak. Sori,” sahut Ine meminta maaf. “Kakak emang daritadi sendirian? Kyuhyun Oppa mana?”
“Dia sibuk. Harus persiapan macam-macam. Katanya ada konferensi pers juga. Kakak gak ngerti lah.”
“Kalo Siwon Oppa?” tanya Ine lagi.
“Ya, sama aja lah,” jawabku sekenanya karena masih kesal.
Ine lalu duduk di atas tempat tidurku dan menonton tivi. “Oh ya, Kak. Gimana sama Kyuhyun Oppa? Udah jelas hubungan kalian?” tanya Ine tiba-tiba.
Pertanyaan Ine mengingatkanku akan manajer yang mendatangiku tadi malam. Aku menimbang-nimbang apa sebaiknya aku bercerita pada Ine atau tidak. Akhirnya, aku cerita padanya.
“Ine, kemaren itu sebenarnya hubungan kakak udah jelas tapi malam-malam manajernya SuJu datang ke kamar Kakak. Dia bilang, Kyuhyun oppa gak boleh pacaran. Kakak jadi bingung,” kataku pada Ine.
“Loh? Yang bener kak? Kalo gitu, kenapa Kyuhyun Oppa tetap mau pacaran?” tanya Ine lagi. Dia juga merasa kebingungan seperti aku.
“Kakak juga gak ngerti. Menurut kamu, kakak harus gimana dong?”
“Yah, kakak harus ngomong lah sama Kyuhyun Oppa. Tanya kenapa dia gak ngasih tahu kalo dia tuh sebenernya gak boleh pacaran. Minta penjelasan, Kak.”
“Iya, kakak juga maunya kayak gitu. Rencananya abis super show, kakak mau ngomong sama Kyuhyun Oppa.”
Ine mengangguk setuju. Dia juga mendukung jika aku harus tau dengan jelas apa maksud dari semua ini. Aku harus tahu kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya padaku.
Sekitar jam 3 sore, aku dan Ine keluar dari hotel untuk segera pergi ke lokasi Super Show. Aku tidak bisa berangkat bersama dengan anggota SuJu seperti biasa karena mereka sudah ada di lokasi sejak tadi siang.
Dalam perjalanan menuju lokasi, henponku berbunyi. Aku melihat nomor telepon yang tertera di layarku. Ternyata dia adalah Kyuhyun Oppa.
“Halo. Ada apa, Oppa?” tanyaku.
“Kamu sudah berangkat?” sahut Oppa.
“Ini lagi di jalan,” jawabku. “Kenapa?”
“Nothing. Baguslah kalo sudah jalan. Aku melihat jalanan sekitar sini macet total. Jadi lebih baik kamu cepat datang biar tidak terlambat.”
“Arraseo, Oppa. Sebentar lagi kami sampai.”
“Hati-hati ya.”
Aku menutup telepon lalu memperhatikan jalan. Benar kata Kyuhyun Oppa. Jalanannya macet sekali. Biasanya dari hotel ke lokasi konser hanya memakan waktu 10 menit. Tapi sudah setengah jam aku berjalan, mobil masih di setengah perjalanan menuju lokasi.
“Kak, coba ambilkan tasku,” kata Ine padaku. “Coba cek di dalamnya ada tiket konsernya atau tidak.”
Aku mengambil tasnya dari jok belakang dan menaruhnya di pangkuanku. Astaga, anak ini. Baru inget tiket konser setelah kami hampir sampai di lokasi?! Aku lalu membuka tasnya dan mengeceknya. Aku menemukan 2 tiket konser kelas VVIP dan 2 backstage pass.
“Kamu beliin kakak tiket konser kelas VVIP?” tanyaku kaget. “Terus, gimana caranya kamu bisa dapat backstage pass?”
“Hahaha. Kakak itu bodoh atau idiot sih?” sahut Ine. “Kakak pasti lupa siapa promotor super show ya?”
“Emang siapa?” tanyaku.
“Papanya Edo, Kak. Sebelum putus, dia kasih aku tiket dan backstage pass ini. Setelah putus, ya gak mungkin lah dia minta lagi. Gengsi kalii,” jawab Ine santai lalu nyengir senang.
Aku hanya bisa tertawa saja melihatnya. Aku tahu itu adalah salah satu bentuk keberuntungan yang didapatnya. Aku yakin, ine tidak pernah meminta tiket tersebut kepada Edo. Tapi kalo dikasih, dia tidak akan menolak.
Dengan backstage pass, mobil Ine bisa diparkir di daerah yang khusus memang disiapkan untuk tempat parkir mobil Suju dan kru yang ikut campur dalam konser. Ine memarkir mobil lalu mengajakku turun. Sepertinya Ine sudah mengerti sekali jalan masuk menuju backstage Super show karena dia yang menuntunku dalam perjalanan menuju ke sana.
“Ine, kok kamu ngerti sih dimana backstage-nya dan segala macamnya?” tanyaku heran.
“Hahaha. Edo sudah menjelaskannya padaku kak beberapa waktu lalu,” jawab Ine santai. “Tenang saja. Kakak pasti sampai dengan selamat ke dalam.”
Aku mempercayakan semuanya ke Ine. Dan dia memang tidak salah. Saat ini, aku sudah berada di belakang panggung Super Show. Puluhan orang hilir-mudik mempersiapkan konser. Sedangkan Super Junior sedang di ruang rias karena aku melihat Siwon Oppa baru saja keluar dari sana.
Dia melihat kami berdua dan langsung menyapa kami. “Annyonghaseyo, Sasa, Ine. Kalian baru sampai?” tanyanya.
“Annyonghaseyo, Oppa,” balas Ine. “Iya, kita baru saja sampai. Apa kalian sudah siap?”
“Aah, ani. Kami masih di dandani di ruang rias. Konser baru akan mulai sejam lagi,” jawab Siwon Oppa. “Kalian tidak mencari tempat duduk kalian? Aku rasa penonton sudah mulai berdatangan.”
“Aah, kami akan kesana sebentar lagi, Oppa,” jawab Ine.
“Oh iya, Sasa tidak bertemu dengan Kyuhyun dulu kah?” tanya Siwon Oppa padaku.
“Aah, tidak usah, Oppa. Dia perlu konsentrasi. Nanti aku akan memberinya kabar lewat sms saja,” jawabku.
“Ah, arraseo. Kalo gitu, aku kembali dulu ke ruang rias ya. Selamat menikmati konser kami.”
“Gomawo, Oppa,” sahut aku dan ine bersamaan.
Ine lalu mengajakku untuk mencari tempat duduk di kelas VVIP. Tempat duduk ini dapat melihat Suju dari dekat dan dijamin memuaskan.
Setelah aku duduk, aku mengirimkan sms untuk Kyuhyun Oppa.
Oppa, aku sudah duduk manis di tempatku untuk menonton konsermu. Selamat berjuang ya. Semoga konsermu sukses. Fighting, Oppa!
Sejam kemudian, arena konser gelap. Hanya ada lampu-lampu sorot yang menyinari panggung. Meskipun belom ada satu pun anggota Super Junior yang muncul, tapi teriakan histeris sudah muncul dari berbagai sisi. Setiap orang, yang sebagian besar adalah cewek, meneriakkan nama personil-personil kesukaan mereka. Aku tertawa geli saat aku dengar cewek di sebelahku berteriak, “Kyuhyun Oppa, menikahlah denganku. Aku tidak bisa hidup tanpamu!”
Bukan aku mengejek dia tapi bagaimana bisa dia begitu mencintai Kyuhyun Oppa sebagai idolanya meskipun mereka tidak pernah kenal dekat dengan idolanya. Aku sih senang-senang saja. Hal itu berarti Kyuhyun Oppa berhasil dalam karirnya.
Aku mendengar intro lagu It’s You mulai dimainkan dan semua penggemar yang kumpul di sini sekarang semakin berteriak histerik. “Oppa! Oppa! Super Junior!”
Sedetik kemudian, Hangeng muncul diikuti yang lain dan konser pun dimulai. Mereka menampilkan yang terbaik untuk konser ini. Dari segi vokal dan koreografi, super junior lebih berkembang dibandingkan super show sebelumnya.
Setelah menyanyikan beberapa lagu, setiap member mulai memperkenalkan diri. Setiap member selesai memperkenalkan diri, semua fansnya pasti berteriak. “Saranghae! Saranghae!”
Aku memang menikmati konser ini tapi sebagian pikiranku masih memikirkan bagaimana aku harus bicara dengan Kyuhyun Oppa. Karena itu, aku ingin sekali konser ini cepat selesai sehingga aku bisa cepat bicara dengannya.

.To be continued.