Oppa, kissue ,,,,,,
Cast : Kim Jongwoon
Jung Hyorin
Support cast : Lee Hyukjae
Kim Seohyun
Kim Ryeowook
Raisa Lee

WARNING !!!!!

Gaje Allert J

Enjoy Reading Chingu J

ALL HYORIN POV

Bulan ini adalah bulan paling sibuk di tahun 2011. My Final Exam Project sudah hampir selesai, tinggal menunggu final touch pada miniatur desain ku. Well, aku kuliah di jurusan arsitek dan ini adalah tugas akhir tahun terakhir ku, so aku harus membuatnya se-perfect mungkin.

“haaaaa … “

Aku terdampar di ruang tengah rumah ku sekarang, dengan kertas-kertas berserakan di meja dan beberapa barang-barang untuk miniature ku. Ini masih pukul 6pagi dan aku sudah se-berantakan ini. Well, memang dari semalam aku belum tidur sih. Aku dengar Seo dan Rai-ya sedang berperang dengan alat-alat masak di dapur.

Yahh, Seo-ah memang tinggal bersamaku dan Rai-ya bilang dia ingin Pajamas Party semalam.
Dengan langkah gontai aku menuju dapur. Ku dengar Seo-ah dan Rai-ya sedang berdebat kecil hanya karena kimchi apa yang cocok untuk sup tofu mereka (–“)

“ sudah ku bilang yang cocok itu dubu kimchi, Rai-ya .. “ ini suara Seo-ah sambil memegang 1 kotak kimchi dubu.
“ kita sudah masak sup tofu, kenapa kita juga harus makan kimchi dubu, Seo-ah? Kita harus mengimbangi nya dengan jjigae kimchi kan?” kini giliran Rai-ya yang ngotot sambil memegang 1 kotak kimchi jigae.
“ tapi tetap saja masih enak dubu kimchi untuk sup tofu … “
“ enak kimchi jjigae Seo-ah, ada rasa asin dan pedas nya yang cocok untuk sup tofu ini.”

Aku hanya mendengus sambil minum air putih langsung dari botol nya.“ sudahlah, kalian makan nya dengan kimchi kesukaan kalian masing-masing saja.” Aku langsung duduk manis di meja makan dan segera mengambil nasi.

“ Hyo-ah ! kau kan belum cuci muka dan sikat gigi ! “ seru Seo-ah dan Rai-ya. Sambil menatap ku garang. Kompak sekali mereka setelah tadi berdebat masalah kimchi.
“ Ne eomma.” Aku langsung bergegas ke kamar mandi sebelum sandal rumah Seo-ah melayang ke kepalaku karena aku panggil eomma.

Sarapan pagi ini pun damai seperti biasa. Damai yang aku maksud adalah aku dan Seo-ah yang saling berteriak karena aku yang tidak suka sayur dan Seo-ah yang terus memaksaku makan sayur. Sedangkan Rai-ya hanya tertawa melihat nya dan malah ikut menjejalkan sayur ke mangkuk nasi ku.

Dan seperti biasa juga aku selalu bilang akan mencuci piring SENDIRI untuk menghindari sayuran sialan itu masuk ke perutku.
Dan disini lah aku sekarang mencuci piring yang ternyata 2x lipat lebih banyak karena ada Rai-ya dirumah (–“)

Saat aku kembali ke ruang tengah aku lihat Seo-ah dan Rai-ya sedang mengutak-atik miniature ku.

“ YAA ! apa yang kalian lakukan?” seru ku pada mereka.
“ kami kan sudah bilang kalau kami akan membantu mu menyelesaikan ini Hyo-ah.” Jawab Rai-ya.
“ Ne. dan ini tinggal membersihkanny kan?” jawab Seo-ah smbil memegang kuas kecil ku.

Oke. Jadi miniature yang sedari tadi aku maksud adalah miniature taman hiburan. Dan aku kuliah di jurusan arsitek.

#reader : sedari tadi ngoceh baru sekarang di kasih tahunya?
*timpuk author pake Heechul oppa*
*langsung tangkep trus kunciin dalam kamar..hahahahaha J*
#abaikan author sharapp ini

Back to the ff.

“ baiklah kalau begitu. Tolong kalian bereskan yaa, aku mandi dulu.” Kata ku pasrah menyerahkan miniature hidup-mati ku pada mereka. #apadehh

*skip acara mandinya*

Saat aku kembali keruang tengah hanya Seo-ah yang aku lihat.

“ mana Rai-ya?” Tanya ku pada Seo-ah sambil mengeringkan rambutku dengan handuk.
“di depan. Sedang bertemu dengan Wookie oppa.”
Aku hanya ber-oh ria menanggapi nya. Aku pun berniat untuk member salam pada Wookie oppa sekalian menanyakan kabar Jong-pa ku. Berani sekali dia tidak menghubungi ku 3 hari ini. Tapi saat aku mulai sampai pada tirai yang memisah kan ruang tengah dan depan, aku langsung shock. Aku langsung tercekat.

WHAT THE H**L !!!!

Oke. Mereka memang sudah pacaran cukup lama. 1 tahun bukan waktu yang sebentar kan. Dan wajar saja kan kalau mereka ciuman. Tapi bukan itu masalah nya. Ini masih pagi, baru jam8 dan mereka sudah menyuguhui ku pemandangan “jahanam” seperti ini.
Hellooooo.. Apa mereka tidak sadar sedang ada dimana mereka?
Apa mereka pikir disini tidak ada orang?
Dan coba lihat itu (mana bisa kita lihat? –“) ciuman mereka begitu dalam.

Dengan sedikit gemetar aku kembali duduk di sebelah Seo-ah. Aku masih tidak bisa menghilangkan “pemandangan indah” tadi dari kepalaku.

“ waeyo?” Tanya Seo-ah, mungkin heran melihat wajah pucatku.
“ ahh.. ani.” Aku masih belum bisa mengendalikan diriku.
“ ini aku sudah buatkan jus wortel untukmu.”
“gomawo.” Dengan tangan gemetar aku meraih gelas dimeja dekat miniature ku.
Dan……
Spalssss (suara air tumpah)
Aku yang masih “melongo” belum bisa mencerna apa yang terjadi.
5 detik
15 detik
27 detik
“ AAAAAAAAAAAAAAA …… “
Aku langsung mengakat miniature ku dan mengungsikannya. Seo-ah membereskan kertas-kertas desain ku. Dan RyeSa couple hanya bengong menatapku.

“ YA ! Hyo-ah ada apa dengamu?” Seo-ah membentakku.
“ A a aku … “
“ Kau ini kenapa sih?” Tanya Rai-ya dengan wajah sedikit panik dan heran.
“ Huuuffttt … “ aku menghela nafas panjang.
“ Ini gara-gara kalian tahu … “ jawabku sambil memandang RyeSa couple.
“ kami ???” “ waeyo???” Tanya mereka kompak.
“ Kenapa pagi-pagi begini kalian sudah berkencan. Dan apa-apaan tadi di ruang depan?” aku sedikit marah entah karena apa.

Wookie oppa dan Rai-ya saling berpandangan lalu tersenyum mengerti. Rai-y mendekati ku dank u lihat Wookie oppa terkikik geli.

“ jadi kau lihat apa yang kami lakukan tadi Hyo-ah?” Rai-ya merangkul pundak ku dan tersenyum jail kea rah ku.

Oke. Pasti muka ku sudah seperti kepiting rebus sekarang. Dan yang bisa aku lakukan hanya menunduk malu.

“ hey hey. Apa-apaan reaksi mu ini, haa??” Rai-ya terus saja menggoda ku.
“memang apa sih yang kalian lakukan?” Tanya Seo-ah heran.
“ kissing.” Jawab Rai-ya singkat.

Beberapa detik kemudian ku dengar Seo-ah dan Rai-ya tertawa keras. Aku hanya menghentakan kaki ku lalu menghindari mereka dengan duduk menelungkupkan kaki ku di atas sofa dan membenamkan wajah ku di antara kaki ku.

Ku rasakan Seo-ah dan Rai-ya duduk di sampingku. Mereka merangkul pundakku dn terus saja menggodaku.

“ oh ayolah Hyo-ah .. “ kata Seo-ah,” kenapa jadi kau yang malu sih, kan yang ciuman Rai-ya.”
“ iya Hyo-ah saying .. ada apa denganmu??” ku dengar Rai-ya terkikik geli.
“ apa kau belum pernah ciuman dengan Ye-pa?? haa ??”
“ emang iya sih hyung ku itu “agak” aneh, tapi masak iya kau belum dicium nya??” kali ini Wookie oppa yang bersuara.
“ bukan hanya huyng mu saja yang aneh oppa, Hyo-ah kami ini kan juga tipe yeoja cuek.” Kata Seo-ah.
“ iya benar. Entah bagaimana gaya mereka pacaran.” Kata Rai-ya membenarkan.

Aku langsung mendongakan kepalaku dan menatap mereka tajam. Dan yang bisa aku lakukan hanya menghela nafas saja, yahh karena memang apa yang mereka katakana itu benar sih.

“ terserah kalian mau bilang apa yang jelas itu artinya Jong-pa menghargai ku tahuu..” aku sedikit ketus menjawab mereka.
“ tapi apa kau tidak heran kenapa Jong-pa mu itu tidak pernah mencium mu??” kata Rai-ya.
“ yang dia lakukan terhadap mu Cuma pegangan tangan doang kan, Hyo-ah??” Tanya Seo-ah.
“ dan apa kau tidak tertarik saat kau melihat bibirnya yang tipis-tipis sexy itu??” kata Rai-ya.
“ YAA .. Jagi apa yang kau katakan itu haaa ??” seperti nya Wookie oppa sedikit galak.
“ ooppss .. hhehehehe .. mian oppa aku tidak sengaja mengatakannya .. “ jawab Rai-ya dengan sedikit nada merayu (?)
‘ haaaa .. sudahlah kalian pergi kencan saja sana jangan menggoda lagi.” Aku sedikit cemberut melihat tingkah mereka.
Mereka hanya tertawa menanggapi ku.
‘ aku dan Rye-pa memang mau pergi kencan kok. Hehehe J” jawab Rai-ya.
Aku pun menoleh ke arah Seo-ah. Dan dia hanya tersenyum gaje.
“ aku mau mengunjungi Hyukie di dorm hari ini. Mianhe Hyo-ah aku tidak bisa membantu memperbaiki miniaturmu.” Kata Seo-ah sambil tetap tersenyum gaje.
“ haaa …. Oke silahkan kalian pergi kencan.” Jawab ku setengah mengusir mereka,yahh daripada mereka menggoda terus lebih baik aku sendiri saja yng memperbaiki miniature ku.
“ baiklah, kalau begitu kami pergi dulu.” Rai-ya berdiri dan menggamit lengan Wookie oppa.
“ pai-pai Hyo-ah seo-ah.”
“ anyeong Hyo-ah Seo-ah.” Pamit mereka.
“ ne. anyeong.” Jawab ku ketus. Mereka masih saja cekikikan gaje.

Setelah mereka pergi kulihat Seo-ah berlalu ke kamarnya. Mungkin dia sedang bersolek untuk mengunjungi monyet mesum nya itu.
# mian Hyukie opaa J

Beberapa saat kemudian aku lihat Seo-ah sudah rapi.
“ kau mau pergi sekarang?” Tanya ku ketika dia sampai di ruang tengah.
“ne.” jawab nya singkat.”mian aku tidak bisa membantumu.” Katanya lagi.
“ gwencana. Aku bisa mengatasinya sendiri.” Jawabku.
“ oke. Aku pergi dulu. Ada pancake di kulkas kalu kau mau.” Katanya sebelum meraih ganggang pintu.
“ ne. gomawo Seo-ah.” Jawb ku sedikit berteriak.
“ anyeong.” Pamitnya.
“ne.”

Sepergi nya Seo-ah aku langsung membenamkan diri pada miniature ku. Tidak lupa aku menyalakan musik dari dvd dn yah pastinya itu dvd super junior lahh.

Saking asyiknya aku tidak menyadari bahwa jam sudah menunjukan pukul 12.30 siang. Perut ku juga sudah mulai berbunyi. Aku buka kulkas dn menemukan pancake buatan Seo-ah. Aku pun langsung memakan dengan lahap dan kembali “berkencan” dengan miniature ku.

Setelah aku berhasil menyelesaikannya aku pun menyingkirkannya ke tempat yang aman. Dan entah bagaimana critanya aku kembali ingat”obrolan” ku dengan Rai-ya dan Seo-ah tadi. Dan apa kalian tahu, theme song juga pas banget, “its has to be you” nya Jong-pa.

Hey …..
Kenapa aku membayangkan bibirnya sih.
Tiba-tiba aku membayangkan adegan RyeSa couple tadi dn mengganti mereka dengan aku dan Jong-pa.
Oh Tuhan !!! apa yang terjadi padaku ????
Aku mengacak rambutku frustasi.

Lebih baik aku nonton Spongebobs Squarpants saja untuk menghilangkan fantasy gilaku ini (–“)

Saat aku mencoba memfokuskan pikiranku pada si konyol kuning kotak dan si bodoh bintang merah muda itu, aku dengar bel rumah ku berbunyi.
Dengan malas aku membukanya, dan masa bodoh dengan penampilan acak-acakan ku.

Aku hanya melongo saat aku membuka pintu dan aku lihat siapa yang datang.
“ Tuhan kenapa kau datangkan dia saat pikiran ku sedang kacau begini ??” aku hanya bisa membatin dan menelan ludah.

“ masuklah opaa.” Aku pun masuk dan aku dengar langkahnya mengikuti ku sambil tak lupa menutup pintu.
“ apa kau baik-baik saja Rin-ah?” Tanya Jong-pa setelah kami duduk di ruang tengah dengan meja yang sangat berantakan ini. Aku pun tak ambil pusing dengan keadaan meja dan keadaan ku sendiri.
“ne oppa. Tentu saja. Waeyo?” aku menjawabnya sambil menyenderkn kepala ku pada punggung sofa.
“ kau terlihat berantakan Rin-ah.” Tiba-tiba Jong-pa menarik kepala ku dan menyenerkannya ke bahu nya yang sedikit kurus itu.
“istirahat lah sebentar Jagi….” Entah mengapa aku hanya menurutinya dan tidak salah kan kalau aku sedikit manja padanya, mengingat kami bukan pasangan romantic seperti RyeSa ataupun HyukSeo.

Aku bergerak mencari posisi paling nyaman untuk memeluk nya. Hingga akhirnya mendapatkannya dan mencoba memejamkan mataku. Aku dengar degup jantung nya begitu cepat, sama seperti ku ternyata.

“ apa dia gugup karena aku memeluknya sedikit manja begini?” Tanya ku entah pada siapa dalam hati.

“ Oppa … “ akhirnya aku memberanikan diri bertanya pada nya. Entah aku yang terlalu polos atau bodoh hingga menanyakannya, aku tidak peduli.
“ Eh. Kau tidak tidur jagi ?” Tanya nya sambil mengelus rambutku.
“ Kenapa detak jantung mu begitu cepat oppa ?” aku sedikit mendongak untuk melihat nya dan Hey… kenapa mata ku hanya fokus pada bibirnya sihh.
“ Eh. Itu … I tu karena … “ entah mengapa dia gugup begini menjawabnya.
“ Hhmm .. “ aku mendongak lagi lebih jelas dan menatap nya dengan tatapan polos ku ( atau mungkin bodoh) dan mata ku yang agak sayu.

Dia diam untuk sesaat.

“ Karena aku sangat merindukan mu Jagi.” Jawab nya sambil mencium puncak kepala ku. Dan Jong-pa pun langsung menarikku dalam pelukan hangatnya.
“ Nado boshipo oppa.” Jawab ku sambil mengeratkan pelukanku padanya.
“ Aku sudah belikan macarons kesukaan mu, makanlah dulu.” Kata nya dan aku mata ku langsung berbinar mendengar kata macarons.
“ Ne oppa.” Aku langsung bangkit meraih kotak macarons yang dia bawa.

Kami pun makan macarons sambil bercanda melepas kerinduaan kami (?)
Dan pada suatu waktu kami bercanda aku menggelitiknya hingga aku jatuh tertidur di sofa dan dia menunduk menatapku. Kami terdiam cukup lama. Jong-pa semakin mempersempit jarak di antara kami, tangan kiri nya menopang tubuh nya agar tidak menindihku, kurasa.

Entah apa yang ada dipikirannya, dia mengelus pipiku dengan tangan kanannya yang bebas. Aku hanya bisa tersipu malu lalu memalingkan wajah ku.
“ Jagi ..” dia menarik daguku hingga aku menatapnya lagi.
“ May I kiss you ?” Jong-pa menatapku dalam. Aku sedikit kaget dan hanya menatapnya.

Tiba-tiba aku mengingat fantsy liarku tadi.
Aku hanya diam untuk beberapa saat.

“ May I kiss you, jagi ?” dia bertanya lagi dn bisa kupastikan wajah ku sudah memerah sekarang.

Jong-pa tersenyum dan mendekatkan bibirnya pada bibirku. Yang kulakukan hanya memejamkan mata. Dan ….

CHU ….

Aku merasakan bibir lembutnya mengecup lembut bibir atas ku. Dan dia sedikit melumatnya. Aku yang tidak tahu apa-apa malh bergetar. Kurasakan dia menghentikan kecupan bibirnya.

“ Saranghae jagiya.” Sedikit berbisik dia mengatakannya.
Dan aku hanya tersenyum.
Jong-pa memeluk ku dengan posisi kami yang berbaring di sofa.

_the end_

Mianhe kalau banyak typo..
Jangan lupa RCL nya yaaa…
Kamsahamnida J
Deep bow bareng Hee-pa J