Annyeong yeorobuuun!!
Part 2 is published..

This is the last sequel from FF pertama author @gyumontic yang tidak pernah dipost. Hihihi.

Hope you enjoy.

Cast :
Super Junior
Lisa
Ine
Reymond
and many more

3 PART 2
Sekitar jam setengah 12 waktu Korea, handphone ku berdering. Aku mengambilnya dari atas meja dekatku. Aku melihat layarnya. Ternyata dari mamaku. “Sasa, kamu udah sampai?”
“Udah, ma. Daritadi,” jawabku.
“Kok gak ngabarin? Kebiasaan deh kamu itu,” kata mama lagi padaku.
“Sori, sori ma. Aku lupa. Soalnya aku langsung beres-beres begitu nyampe. Selesai beres-beres, aku tidur karena kecapekan. Mama lagi apa?”
“Gak lagi ngapa-ngapain. Kamu lagi tidur ya?”
“Iya,ma.”
“Udah makan?”
Nah, ini dia kalo udah ditanya soal makan. Aku sangat suka makan tapi aku juga sangat suka lupa makan. Aku terpaksa berbohong pada mamaku karena kalau tidak mama pasti akan cemas setengah mati, “Sudah, ma.”
“Yasudah kalo gitu. Selamat tidur lagi ya. Jangan lupa belanja kebutuhan-kebutuhanmu.”
“Iya, ma. Salam buat papa ya.”
Aku menutup telepon dan melanjutkan tidurku. Delapan jam kemudian, aku bangun. Aku mau menyiapkan sarapan saat aku ingat bahwa kamarku ini belum terisi apa-apa. Akhirnya aku segera mandi dan keluar untuk mencari sarapan.
Saat aku turun, aku bertemu dengan Eeteuk dan Eunhyuk Oppa di dalam lift.
“Sasa, what are you doing here?” tanya Eeteuk Oppa terkejut melihatku.“Annyonghaseyo, Oppa,” sapaku pada Eeteuk Oppa dan Eunhyuk Oppa. “Aku tinggal di sini sekarang. Mulai minggu depan aku akan bekerja di Korea.”
“Aaah, berarti mulai hari ini kita tetangga ya?” kata Eeteuk Oppa.
“Begitulah kira-kira, Oppa,” jawabku. “Eeteuk Oppa dan Eunhyuk Oppa mau kemana? Kok pagi-pagi gini sudah keluar?”
“Kami ada syuting, Sasa,” jawab Eunhyuk Oppa.
“Jam 8 pagi?!” seruku tidak percaya. Dari yang pernah aku baca di internet, mereka baru pulang ke dorm sekitar jam 2 pagi. Sekarang, mereka harus segera syuting lagi jam 8 pagi. Benar-benar kerja keras.
“Iya, begitulah kegiatan kami sehari-hari,” sahut Eunhyuk Oppa.
“Kalian hanya berdua?” tanyaku.
Eunhyuk Oppa mengangguk. “Yang lain punya job yang berbeda,” kata Eunhyuk Oppa.
“Ooh gitu,” sahutku.
“Kamu sendiri mau kemana, Sasa?” tanya Eeteuk Oppa.
“Aku mau sarapan. Perutku lapar belum makan dari kemarin malam.”
“Aah, kebetulan sekali aku punya kenalan yang memiliki restoran paling enak di sekitar sini. Letaknya kurang lebih tiga gedung dari sini. Nama restorannya adalah Koppyo. Selamat mencoba ya,” kata Eeteuk Oppa padaku.
Setelah itu, kami berpisah. Aku pergi ke restoran yang dimaksudkan oleh Eeteuk Oppa. Tampaknya omongan eeteuk Oppa memang benar. Masih pagi saja, restoran itu sudah penuh sampai-sampai aku harus bawa pulang sarapanku.
“Ahjussi. Aku bawa pulang 1 bubur ayam dan 1 daging asap ya,” kataku pada paman yang menjual makanan tersebut.
Aku baru menunggu dua menit saat makanan tersebut diantarkan padaku. Setelah membayar, aku membawa pulang makananku. Di tengah jalan, aku bertemu dengan anak laki-laki yang sedang menangis di pinggir jalan.
Aku menghampirinya dan bertanya, “Hei, why are you crying?”
“I’m lost,” jawabnya.
Aku jadi teringat waktu aku seumur anak ini, aku juga tersesat di Seoul. Untung saja ada Kyuhyun Oppa yang menolongku. Sekarang kejadian itu tejadi lagi padaku hanya saja aku memiliki peran yang berbeda.
“Where are you from?” tanyaku lagi pada anak itu.
“Indonesia,” jawabnya sambil menangis.
Ternyata anak ini benar-benar sepertiku. Bahkan asal negaranya pun sama. “Aaah, kamu dari Indonesia toh,” kataku yang secara langsung berbahasa Indonesia. “Sedang apa kamu di sini?”
“Aku dan kakakku baru saja selesai berbelanja dan mau kembali ke hotel tapi aku lepas dari gandengannya,” jawab anak kecil itu dengan polos.
“Baiklah kalo begitu. Mari kita cari hotelmu bersama-sama ya.”
Anak kecil itu mengangguk. Aku lalu berjalan bersamanya menyusuri jalan-jalan sambil sesekali bertanya pada orang-orang di jalan dimana letak Seoul Plaza Hotel. Setelah satu jam berjalan, kami menemukan letak hotel tersebut. Aku menyerahkan anak kecil itu pada resepsionis yang ternyata sudah dipesankan bahwa kalo anak kecil ini kembali segera menghubungi kakaknya.
Tidak berapa lama setelah dihubungi resepsionis, kakak anak kecil itu datang. Dia mengucapkan banyak terima kasih kepadaku. “Terima kasih. Terima kasih,” katanya padaku saat tahu aku juga orang Indonesia. “Maaf kami tidak bisa membalas kebaikanmu.”
“Tidak apa-apa. Saya juga senang bisa membantu,” kataku. “Kalo begitu, saya permisi dahulu.”
Aku pamit pulang. Saat aku keluar dari hotel, aku langsung bingung aku harus jalan kemana untuk kembali ke apartemenku. Akhirnya aku naik taksi karena aku masih belum tahu jalur-jalur bus yang ada di sini. Aku pikir jarak hotel dengan apartemenku jauh ternyata sangat dekat. Baru 10 menit, aku sudah sampai di depan apartemenku.
Setelah aku membayar taksi, aku turun dan masuk ke dalam apartemenku. Aku langsung menyantap sarapanku yang tak begitu lama diganggu oleh bunyi bel pintu apartemenku. Haiiiish, siapa ganggu aku yang lagi asik makan gini sih? Gerutuku kesal dalam hati.
Aku membuka pintu apartemenku dan melihat Yesung Oppa berdiri di depan kamarku. “Yesung Oppa!” seruku sambil memeluknya. “Bagaimana bisa kau tahu aku disini?”
“Kyuhyun memberitahuku kemaren bahwa kamu pindah ke sini jadi aku ingin mengunjungi kamu,” jawab Yesung Oppa.
Tidak biasanya Yesung Oppa seperti ini. Dia bukan tipe-tipe yang terlalu suka mengunjungi tetangga baru. Dia pasti punya maksud lain. “Hahaha. Oppa, sudah langsung saja. Ada perlu apa kesini?” tanyaku langsung.
“Hehehe. Ketahuan ya?” sahut Yesung Oppa sambil tertawa nyengir. “Kami membutuhkan bantuanmu untuk membereskan apartemen kami, Sasa. Nanti siang bakal ada stasiun tv yang mendatangi apartemen kami.”
“Loh, emang Oppa yang lain kemana?” tanyaku.
“Pergi. Tersisa aku, Ryeowook dan Donghae saja. Aku mohon. Bantu kami,” kata Yesung Oppa memohon.
Aku tidak tega menolaknya. Maka setelah aku mengambil handphone dan dompetku, aku mengikuti Yesung Oppa naik ke lantai 11, letak apartemen mereka. Yesung Oppa langsung mempersilahkan aku masuk ke dalam apartemennya.
Apartemen ini memang jauh lebih besar dari apartemenku. Pantas saja mereka membutuhkan tenaga lebih banyak untuk membersihkannya. Di dalam aku melihat Ryeowook Oppa dan Donghae Oppa sudah mulai bersih-bersih.
Aku menyapa mereka, “Annyonghaseyo, Oppa.”
“Annyonghaseyo,” balas Donghae Oppa sopan.
Berbeda orang berbeda pula reaksinya. Jika Donghae Oppa hanya membalasku dengan sopan, Ryeowook Oppa langsung memelukku. “Sasa, apa kabar? Jadi benar kamu tinggal di sini sekarang?”
“Iya, Oppa. Aku tinggal di sini sekarang,” jawabku.
“Asiiik. Aku jadi punya teman untuk mengurus hyung-ku,” katanya.
Aku cuman tertawa mendengarnya. Ryeowook oppa memang begitu orangnya. Dia sangat suka mengurus semua anggota Super Junior. Aku jamin, selama ada Ryeowook Oppa semua anggota Suju tidak akan pernah ada yang kelaparan. Hanya saja, kenapa aku harus dibawa-bawa. Mengurus diri sendiri saja sudah susah apalagi harus mengurus 13 pria macam mereka.
Saat pertama kali bertemu, Ryeowook Oppa sudah lengket denganku. Walaupun kami jarang bicara tapi sekalinya kami bersama-sama pasti akan terjadi hal-hal yang menakjubkan. Contohnya seperti sekarang ini, kami bisa langsung membersihkan apartemen sambil ngobrolin kelakuan-kelakuan Super Junior yang membuatnya resah.
“Kau tahu Sasa? Kadang aku suka cemas kalau tiap pagi-pagi buta Eunhyuk hyung baru pulang. Apa dia sudah makan atau belum. Aku khawatir,” kata Ryeowook Oppa padaku saat kami membersihkan kamar Eunhyuk Oppa.
Setelah kami sepakat apartemen ini telah bersih dan siap dikunjungi, aku dan Ryeowook Oppa sibuk memasak di dapur sedangkan Yesung dan Donghae Oppa istirahat di depan tivi.
“Kalian masak apa?” tanya Yesung Oppa dari ruang tivi. “Baunya harum sekali. Rasanya pasti enak.”
“Kami masak ikan asam manis, hyung. Kamu mau kan?” sahut Ryeowook Oppa.
“Apapun yang kalian masak pasti akan kami makan karena kami sudah kelapaaaaraaaan,” kata Donghae Oppa.
“Hahaha. Sabar ya, Oppa,” kataku pada mereka berdua. Lalu aku bertanya pada Ryeowook Oppa, “Stasiun tv yang akan meliput dorm akan datang jam berapa, Oppa?”
“Kira-kira jam 1, Sa. Kenapa emangnya?”
“Kok belum pada pulang ya, Oppa?”
“Memang semua masih sibuk dengan kegiatan masing-masing. Hari ini jadwalku, Yesung hyung, dan Donghae hyung untuk liputan nanti. Sedangkan dari apartemen atas nanti ada Kibum hyung, kangin hyung dan hangeng hyung.”
Ryeowook Oppa menjelaskan bahwa setiap harinya mereka punya jadwal berbeda-beda yang telah disusun oleh manajernya. Mereka akan bersama-sama kalau memang acara tersebut membutuhkan mereka tampil ber13 sekaligus.
“Tapi kalau nanti ada yang pulang lebih dulu dari jadwal dan sempat ikut yah ikut deh,” lanjut Ryeowook Oppa.
Setelah aku dan ryeowook Oppa selesai menyiapkan makanan, Donghae Oppa menelpon anggota Suju yang ada di apartemen lantai 12. “Hyung, kami punya banyak makanan enak di sini. Cepatlah kemari,” kata Donghae pada salah satu anggota Suju yang dia panggil hyung. Itu berarti kalo gak kangin Oppa ya hangeng Oppa.
Gak lama bel apartemen ini berbunyi. Donghae Oppa segera membukakan pintu dan masuklah 4 pria ke dalam. “Humm, harum sekali,” kata Kangin Oppa memberikan komentar. “Siapa yang masak?”
Yesung menarikku dan memamerkan diriku kepada Oppa yang baru saja datang. “Uri yeodongsaeng, Sasa,” katanya bangga. “Dia juga membantu kami membersihkan apartemen ini.”
“Yaaa, Yesung. Kau curang. Kalau begitu kalian berempat membersihkan tempat ini sedangkan kami hanya bertiga,” protes Hangeng Oppa.
“Siapa cepat dia dapat, Hyung,” sahut Yesung Oppa sambil tekekeh-kekeh.
Sungmin Oppa yang terakhir masuk langsung duduk di kursi makan dan mengambil nasi. Dia mulai memakan masakanku dan Ryeowook Oppa. “Tak sia-sia kami memiliki adik seperti kalian. Masakan kalian enak sekali.”
“Terima kasih, Sungmin Oppa,” kataku berterima kasih.
“Yaa, Sungmin! Enak sekali kamu sudah makan padahal kamu kan seharusnya belum pulang,” protes Kangin Oppa yang langsung mengambil nasi dan makan seperti Sungmin Oppa. Hal ini lalu diikuti oleh Oppa-oppa yang lain. Komentar mereka juga sama. “Masakan kalian enak sekali! TOP!” kata mereka kepada aku dan Ryeowook Oppa.
“Gomawo, hyung,” kata Ryeowook Oppa. Dia merasa senang sekali masakannya dibilang enak dan tentu saja habis bis bis bis dilahap oleh mereka semua. Aku dan Ryeowook Oppa hampir tidak kebagian.
Tepat setelah aku membereskan semua piring-piring, Kyuhyun Oppa masuk diikuti dengan orang dari stasiun tv. Mereka membawa perlengkapan syuting dengan lengkap. Mulai dari kamera, lighting, mic dan lain-lain.
Kangin Oppa menyambut dan mempersilahkan mereka masuk. “Annyonghaseyo. Silahkan masuk,” kata kangin Oppa pada kru televisi tersebut.
Setelah berbasa-basi sebentar, mereka segera memulai syuting. Syuting diatur seolah-olah para kru sudah merekam kegiatan Suju dalam dorm sejak para kru dibukakan pintu. Selanjutnya semua, berjalan natural. Suju menjawab apa yang ditanyakan dan memberikan apa yang diminta.
“Uri neun SUPER JUNIOR!” seru mereka bersamaan sambil menunjukkan telapak tangan mereka sebagai tanda membuka acara.
“Terima kasih karena sudah mau datang ke dorm kami,” kata Kangin sebagai juru bicara. “Untung saja kalian datang tepat setelah kami makan. Karena kalau tidak, kami tidak punya tambahan porsi untuk semua. Kekekekeek.”
Karena Kangin tertawa, yang lain juga ikut tertawa kecuali Kibum dan Kyuhyun Oppa yang hanya tersenyum. “Yaa, hyung. Kalian kenapa tidak menyisakan makanan untukku?” kata Kyuhyun Oppa pura-pura protes.
“Kami kan tidak tahu kamu akan pulang kapan. Jadi daripada basi, mending kami makan semuanya. Hahaha,” jawab Yesung Oppa.
Kru lalu bertanya siapa yang biasa masak makanan untuk semua anggota Super Junior. Donghae Oppa menjawab, “Biasanya kami punya ahjumma yang akan memasak untuk kami tapi hari ini ryeowook oppa dan salah satu teman kami memasak makanan untuk kami.”
Ryeowook Oppa lalu menarikku dari dapur dan memperkenalkan aku ke depan kamera. “Kenalkan ini teman kami. Namanya Sasa,” katanya.
Dengan gugup aku membungkukan badan dan mengucapkan salam, “Annyonghaseyo. Sasa imnida.”
“Dia membantuku menyiapkan makan siang untuk kami semua,” kata Ryeowook Oppa.
Kru lalu meminta anggota untuk menampilkan kamar mereka satu per satu. Saat kamera berpindah-pindah dari satu kamar ke kamar lain, aku dan Kyuhyun Oppa tetap berada di ruang tamu.
“Haiiish, besok kamu harus memasak untukku,” kata Kyuhyun Oppa tiba-tiba. “Bertahun-tahun aku mengenalmu belum pernah kamu masak untukku tapi hyung-hyung ku yang baru kamu kenal malah sudah kamu berikan masakan yang enak-enak.”
Aku hanya tertawa mendengar Kyuhyun Oppa. “Aku hanya membantu saja tadi. Seharusnya Oppa berterima kasih padaku karena aku telah membereskan kamarmu yang sangat berantakan itu,” kataku.
“Ah, tidak peduli. Pokoknya besok kau harus masak khusus untukku,” kata Kyuhyun oppa memaksa.
“Arra. Arra. Aku akan memasak khusus untukmu besok,” sahutku.
Setelah itu, Kangin Oppa memanggil Kyuhyun untuk menampilkan kamarnya. Kyuhyun oppa pun meninggalkan aku dan sibuk dengan syutingnya. Aku pamit pulang kepada Ryeowook oppa yang kebetulan melewatiku.
Aku kembali ke kamarku dan beristirahat sejenak. Aku capeeeek sekali setelah seharian ini kerjaanku hanyalah muter-muter bantu anak hilang menemukan induknya, beresin apartemen orang dan masak porsi banyak untuk Super Junior.

-to be continued-