3 PART 3

Pagi ini aku bangun pagi-pagi sekali karena aku harus belanja kebutuhanku sehari-hari dan bahan-bahan masakan untuk Kyuhyun Oppa. Jam 6 pagi aku sudah keluar dari apartemen dan pergi ke supermarket yang tidak jauh dari apartemenku.
Aku membeli udang, ayam, ikan dan daging sapi serta bumbu-bumbu yang diperlukan untuk masakku nanti siang. Selain itu aku membeli makanan-makanan kecil untuk di apartemen dan barang-barang lain yang aku butuhkan. Saat aku mau membayar semuanya, aku lupa bahwa aku belum beli sayur. Akhirnya, aku balik lagi ke tempat jual sayur dan membeli beberapa ikat kailan.
Belanjaanku yang cukup banyak membuat aku agak susah dalam perjalanan pulang. Untung saja, salah satu penjaga apartemen berbaik hati membawakan belanjaanku mulai dari lantai bawah sampai ke depan kamarku.
“Gamsahamnida, ajhussi,” kataku pada penjaga itu.
Aku lalu masuk ke kamar dan menaruh semua belanjaanku ke dapur. Karena aku masih malas untuk mulai masak akhirnya aku pergi ke kamar dan mengambil laptopku lalu menaruhnya di ruang tivi.Aku menyalakan laptop dan langsung menghubungkannya dengan internet. Seketika, semua jaringan sosial milikku aktif. Pada saat yang bersamaan, Delia dan Cinta juga online. Aku mengirimkan nudge untuk mereka.
“Heh! Ape lo kentut-kentut di laptop gue?” kata Delia melalui Skype.
“Hahaha, kangen gue sama lo ma Cinta,” sahutku.
“Preeet! Kalo udah ada si Kyochon, Gocon, aduh sapapun namanya, lo kan lupa ma kita-kita,” kata Delia judes. Meskipun omongannya pedas tapi aku tidak pernah sakit hati pada Delia, soalnya emang begitu cara dia bicara.
“Namanya Kyuhyun, sayang. Oh ya, gimana kerjaan lo? Lancar?” tanyaku pada Delia. “Jadi ambil S2?”
“Hehehe. Akhirnya kuliah S2 aja dulu gue. Kerjanya entar aja. Katanya bokap gue, mereka masih mampu biayain gue kok.”
“Hahaha. Bagus, bagus.”
“Kapan lo mulai kerja, Sa? Enak gak di Korea?”
“Gue mulai besok masuk kerja. Enak gak enak ya dienak-enakin lah. Udah pilihan gue sendiri gitu.”
“Iye sih.”
“Eh, Del. Si Cinta kemana? Gue nudge YM-nya kok gak ada balasan? Gak kayak lo langsung balas pake Skype.”
“Lagi sibuk kali. Dia lagi prepare buat beasiswa ke Hongkong atau Jepang gitu. Lupa gue.”
“Bah! Deket dong sama gue nanti. Hohoho. Lo gak ikutan, Del?”
“Cih. Kuliah keluar kota aja gak boleh sama emak bapak gue apalagi keluar negeri. Entar-entar aje lah.”
Tiba-tiba bel apartemenku berbunyi. “Tuh, bel lo bunyi. Siapa yang dateng?” kata Delia yang juga mendengar bel itu.
“Mana gue tahu. Bentar ye gue liat dulu,” kataku lalu membuka pintu apartemen.
Ternyata yang datang adalah Kyuhyun Oppa. Dia langsung nyelonong masuk ke dalam apartemenku meskipun belom aku persilahkan. “Kamu akan masak apa untukku? Kamu sudah janji akan masak hari ini kan?” kata Kyuhyun Oppa padaku.
“Iya, nanti aku akan masak untukmu, Oppa. Tenang saja,” sahutku santai.
“Anak pintar,” puji Kyuhyun Oppa padaku. “Kalau begitu, aku pergi dulu ya. Mau memberikan sentuhan terakhir di album baru. Kekekekek.”
Kyuhyun Oppa mengecup pipiku lalu berjalan keluar sedangkan aku kembali pada laptopku.
“Ckckck. Kerja yang bener lo di sana, Sa. Jangan main doang sama si Gocon. Hahahahaha,” kata Delia masih melalui Skype.
Aku sudah pasrah kalo Delia salah menyebut nama Kyuhyun Oppa jadi aku tidak perlu repot-repot selalu mengoreksinya. “Yeee, kerjanya kan mulai besok. Hahaha. Bilang aja lo ngiri. Ya kan?” kataku menggoda Delia.
“Grrr. Enak ye lo bisa mesra-mesraan tiap hari. Bebaaaas lagi.”
“Iye dooong. Hahahaha.”
Tiba-tiba laptopku berbunyi karena ada nudge yang dikirim oleh Cinta. Aku pun segera membalasnya.
Cintaaaaa, darimana aja lo? Lama amat nyahut gue?, ketikku di tab ym kami.
Sori sori gue abis kirim proposal buat beasiswa, balasnya.
Tiba-tiba Delia menyela, “Sa, kenapa lo diem? Sakit perut?”
“Bukan. Lagi YM-an sama Cinta. Bentar ye,” sahutku.
Aku adalah tipe orang yang suka bingung kalo konsentrasiku terpecah. Jadi aku harus menyelesaikan satu hal dulu baru melakukan hal yang lain. Karena itu aku mengirmkan dulu IM untuk Cinta.
Nyalain skype lo dong, sayang. Gue mau ngobrol ma lo. Kangeeeen . L
Dua detik kemudian, balasan Cinta datang.
Sori ya, Sa, gue lagi ga bisa skype-an. Hectic banget nih di kantor gue. Sori sori. Kita ngobrol lagi kapan-kapan aja ya.
Oke deh kalo gitu. Met kerja ya, sayang. Good luck. J
Setelah itu, aku kembali kepada Delia. “Eh, Del. Si Cinta sibuk banget ya?”
“Ya iyalah. Nanya lagi lo. Sekarang aje ye, buat bales sms gue aja gak sempet apa lagi lo ajak chatting,” jawab Delia.
“Kerja dimana sih dia?” tanyaku pada Delia.
“KAP apa gitu. Gak terlalu inget namanya. Susah sih,” jawab Delia sambil tertawa.
“Enak ye punya otak pinter kayak Cinta. Lamar kerja kemana aja diterima,” kataku.
“Iye. Hehehe.”
Aku dan Delia ngobrol lama sekali sampai-sampai aku tidak sadar ini sudah jam makan siang. Karena itu, aku segera memutus pembicaraan kami berdua. “Del, udah dulu ya. Gue mau masak dulu nih. Hihihi,” kataku.
“Oke deh. Masak yang enak lo biar cepet dilamar sama si Gocon. Hahaha.”
“Yayayaya. Apa kata lo deh, Del.”
Aku lalu memutuskan koneksi internet dan mematikan laptop. Setelah itu aku segera berpindah ke dapur. Aku menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak di atas meja. Aku menaruh ayam, udang dan kailan di dalam panci. Sisa dari belanjaanku, aku masukkan kulkas untuk bahan masakku beikutnya.
Aku memotong-motong ayam menjadi beberapa bagian lalu aku siram dengan bumbu siap saji dan mulai menggorengnya. Begitu juga dengan udang, aku mencelupkannya terlebih dahulu lalu melumurinya dengan tepung gurih. Setelah itu aku menggorengnya dalam penggorengan yang berbeda.
Sambil menunggu matang masakanku, aku menelepon Kyuhyun Oppa. “Yaa, Oppa. Kau pulang jam berapa? Aku sudah masak untukmu ini,” kataku sedikit berbohong.
“Sebentar lagi,” jawabnya singkat lalu menutup telponnya.
“Dasar orang sibuk. Ditelpon bentar aja gak bisa,” gumamku sambil menaruh hapeku di atas kulkas.
Setelah ayam dan udang ku matang, aku mulai memasak sayurnya. Karena masih malas, aku masak sayur yang simpel saja. Cukup ditumis dengan bawang dan sedikit garam. Lima menit kemudian, masakanku selesai dan siap disantap.
Aku sudah menunggu 3 jam sejak masakanku selesai tapi Kyuhyun Oppa belum juga pulang. Perutku sudah kelaparan tapi aku masih mau menunggu Kyuhyun Oppa pulang. Aku mencoba menghubungi handphone Kyuhyun Oppa berkali-kali tapi tidak diangkat. Akhirnya, aku menyerah. Aku memutuskan untuk menyantap makananku sendiran saja. Tidak ada gunanya menunggu Kyuhyun Oppa lebih lama. Kalo dia pulang toh akan menghubungiku.
Selesai makan, aku mandi lalu mempersiapkan hal-hal untuk hari pertamaku bekerja besok. Setelah itu aku membereskan beberapa barang yang masih tersimpan dalam kardus-kardus. Aku juga sempat menelepon mamaku sebelum aku menyantap makan malamku di jam 9 malam tapi Kyuhyun Oppa belum saja menghubungiku.
Aku mencoba menghubungi lagi handphone Kyuhyun Oppa tapi tetap tidak diangkat. Akhirnya, aku tidur saja sambil berharap dia akan membunyikan bel kamar apartemenku meskipun itu tengah malam atau pagi-pagi buta. Ternyata aku tidur nyenyak tanpa gangguan sama sekali sampai pagi hari.
Aku segera mandi dan sarapan, tidak peduli lagi deh dengan Kyuhyun Oppa. Kalau dia menghubungiku syukur kalo gak yaudah. Sekitar jam 8 kurang seperempat aku sudah berada di bis untuk menuju kantorku.

-to be continued-