Cast :

Super Junior-M Henry

CN Blue Yonghwa

MBLAQ Lee Joon

DBSK Yunho

Jung HyunAh

Super Girls

Super Junior

f(x) Amber

4minute HyunA

 

HyunAh berlari dengan terburu-buru menuju studio SG. Ia ingin segera sampai ke studio dan bertemu dengan namja pujaannya. Ya, hari ini ia akan latihan lagi bersama Henry. Sudah dua minggu ini HyunAh tak bisa tidur dengan tenang karena memikirkan Henry dan setiap pagi pun ia terbangun pagi-pagi sekali karena tidurnya yang tidak nyenyak. Dua minggu ini HyunAh disibukkan dengan berbagai persiapan comback SG minggu depan. HyunAh sudah sangat ingin meluruskan banyak hal pada Henry. HyunAh yakin kejadian malam itu pasti membuat Henry shock dan berpikir yang tidak-tidak. ‘Jika terjadi sesuatu yang buruk pada hubungannya dengan Henry gara-gara kejadian malam itu, akan kubunuh Joon!’ begitu pikir HyunAh.

-flashback start-

“Yaaa~~ Joon! Apa yang membuatmu membutuhkanu saat ini juga? Apa ada yang penting?” tanya HyunAh pada Joon segera setelah dirinya sudah berada didalam mobil Joon.

“Jagiyaa, wae?? Tidak suka??” tanya Joon dengan jurus aegyo nya

“Tentu saja, tidak suka!” jawab HyunAh sewot

“Kau ini kenapa?  Tidak biasanya kau begini Hyun.” kata Joon

“Aah, arraaa. Ck. Ini semua gara-gara namja tadi itu! Lalu kenapa kau mau ikut denganku, Hyun? Aku kan tadi sudah memberikanmu pilihan. Kalau tidak mau ya tinggal saja, kenapa ikut denganku. Tidak rela meninggalkannya?” omel Joon panjang lebar

“Tentu saja tidak rela.” jawab HyunAh”Yaa~~! Joon pabo!” lanjut HyunAh sambil menjitak kepala Joon sebelum kembali ditanya oleh namja itu

“Yaa~~!! Hyun!! Waaee??” protes Joon

“Joonie pabo. Kalau tadi aku tidak ikut denganmu apa kau bisa terima? Seperti baru kenal kau saja. Kalau tadi aku tidak menurutimu, kau pasti akan semakin ribut dengan Henry. Lebih parah lagi, kau bisa saja memukulnya. Selain itu kau pasti akan marah padaku, tidak mau bicara padaku dan bisa saja kau juga melampiaskan kekesalanmu pada Yonghwa.  Aaassshh!” jawab HyunAh tak kalah panjang

“hehehe” cengir Joon

“Kau ini selalu saja. Kita akan kemana? Awas kalau tidak penting!” tanya HyunAh

“Tentu saja penting. Kau akan menemaniku ke supermarket kemudian kau akan memasakkan makanan untukku. Aku lapar Hyun.” jawab Joon dengan  polos

“Mwo?? Ya~~ Joon!! Kau kan bisa pergi ke restoran jika lapar. Kenapa kau harus menjemputku tiba-tiba hanya karena kau lapar dan memintaku untuk memasakkan  makanan untukmu.” protes HyunAh

“Aahh sudahlah kalau begitu aku akan………” belum selesai HyunAh berbicara, Joon sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan kencang.

“Kajja Hyunnie!!” seru Joon bersemangat

“Yaa! Yaaa!! Jooonnnn, hentikan mobilnya. Aku mau turun dan kembaliiiiiii.” rengek HyunAh tapi tampaknya tak digubris oleh Joon yang menginjak pedal gas semakin dalam.

-flashback end-

Seperti tak ingin kehilangan waktu lebih banyak lagi, HyunAh terus berlari secepat mungkin menuju studio. Bahkan ia tak ingin membuang-buang waktu dengan menunggu lift, HyunAh berlari menaiki tangga menuju lantai 5 tempat studio SG berada.

“Hhh..hhh.. Akhirnya sampai juga.”  gumam HyunAh terengah-engah ketika menginjakkan kaki di ujung tangga teratas di lantai 5.

Sambil tersenyum-senyum HyunAh segera menyusuri lorong-lorong, menuju studio SG. Semakin mendekati studio terdengarlah suara petikan gitar, yang HyunAh yakin pasti Henry yang memainkannya. HyunAh pun semakin bersemangat menemui Henry, ia mempercepat langkahnya menuju studio. Namun, perlahan-lahan senyum diwajah HyunAh agak memudar, langkah HyunAh pun berangsur-angsur melambat, kemudian langkahnya terhenti ketika HyunAh melihat Henry sedang bersama dengan orang lain di dalam studio. Seseorang yang HyunAh kenal, terlihat seperti namja tapi HyunAh yakin ia adalah seorang yeoja, yeoja yang lebih muda darinya. Hal yang membuat senyum di wajah HyunAh memudar dan langkah HyunAh terhenti bukanlah karena Henry sedang berada di dalam studio dan berdua saja dengan seorang yeoja, melainkan karena raut wajah Henry yang begitu gembira. Selain itu, suasana diantara keduanya pun begitu akrab. Henry memainkan keyboard dan yeoja itu memainkan gitar. Ya, ternyata petikan gitar yang HyunAh dengar tadi bukanlah petikan gitar Henry, melainkan yeoja itu. Henry dan yeoja itu sedang bercengkrama satu sama lain, sesekali mereka tertawa, terlihat sangat nyaman.

“Kenapa ada rasa yang tidak enak begini?” gumam HyunAh sambil meraba dan memegang dadanya

“Aahh tidak..  tidak… Kenapa juga aku jadi menghentikan langkahku untuk memasuki studio? Kenapa aku merasa aku akan mengganggu mereka jika aku masuk kedalam studio? Ini kan studio ku, lagipula aku memang akan latihan disini. Kalaupun mereka akan merasa terganggu, kenapa harus aku yang harus keluar, kenapa tudak mereka saja?” tiba-tiba saja HyunAh mengomel sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

“Ya~~ Jung HyunAh! Apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa kau jadi mengomel sendiri? Kenapa juga harus punya rasa tidak enak dan tidak nyaman?” lanjut HyunAh berbicara pada dirinya sendiri sambil memukul-mukul pelan kepalanya

”Positive thinking, Hyun. Be positive. Woosshhaahh. Inhale.. Exhale.. ” gumam HyunAh pada dirinya sendiri sambil menggerak-gerakkan tangannya naik turun mengikuti tarikan dan hembusan nafasnya

“HyunAh apa yang sedang kau lakukan di depan pintu? Kenapa tidak masuk kedalam studio?” tanya koreografer HyunAh dan yang tiba-tiba saja sudah berada disamping HyunAh tanpa yeoja itu sadari.

”Ah, sonsengnim! Animida, joneun baru saja tiba dan akan segera masuk ke dalam studio.” jawab HyunAh setengah kaget dan kemudian segera berjalan memasuki studio

Mendengar suara sonsengnim yang memanggil HyunAh, Henry dan yeoja itu menghentikan obrolannya, tawanya, dan permainan alat musik mereka. Mereka pun menoleh ke arah pintu tepat ketika HyunAh dan sang koreografer memasuki studio.

“Annyeonghaseyo, sonsengnim. Annyeong, eonni!” seru yeoja itu sambil tersenyum

“Annyeonghaseyo” balas koreografer

”Annyeong” balas HyunAh sambil tersenyum

”I guess dance practice will start. I’ll go to my studio then. Bye! See you later, Henry” kata yeoja itu

“See you later, Amber!” balas Henry

“Hi” sapa HyunAh

”Hi” balas Henry

HyunAh dan Henry saling menyapa satu sama lain dengan tingkah yang kaku dan kemudian saling berdiam-diaman sambil sesekali saling melirik tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Terlihat HyunAh ingin memulai pembicaraan namun ia mengurungkan niatnya. Terlihat pula Henry juga ingin memulai pembicaraan namun ia juga mengurungkan niatnya. HyunAh dan Henry sama-sama bingung, entah harus memulai pembicaraan darimana. Dari kejadian menyenangkan malam itu, dimana mereka berciuman? Tentu saja tidak mungkin. Baru mengingatnya saja mungkin wajah HyunAh sudah seperti udang rebus. Atau dari kejadian tidak menyenangkan malam itu, dimana Lee Joon terlibat diantara mereka? Tentu saja tidak mungkin juga. Baru mengingatnya saja mungkin Henry sudah emosi.

”You seem like quite close to Amber.” kata HyunAh mencoba membuka pembicaraan

“Yeah. But we are not as close as you and Joon. Yet.” jawab Henry agak sewot

“Henry. You know… Mm, what you saw yesterday. I’m sure, it doesn’t like you think.” kata HyunAh

”What do I think?” jawab Henry datar

“Joon and I….” jawab HyunAh mencoba menjelaskan

”Okay, are you ready guys? Can we start it?” tanya koreografer memutus kata-kata HyunAh

“Ne, sonsengnim.” Jawab Henry yang kemudian segera menuju ke tengah studio.

Dengan menghela nafas panjang dan dengan tidak rela, HyunAh pun segera menyusul Henry dan koreografer mereka ke tengah studio untuk segera memulai latihan. Latihan mereka berjalan cukup baik. Berkat latihan ’private’ mereka semalam, koreografer sudah tidak mengomel lagi karena kurangnya chemistry diantara mereka. Sepanjang latihan Henry tidak melepaskan tatapannya dari mata HyunAh. Namun, HyunAh merasa tatapan Henry kali ini berbeda. Bukan tatapan Henry yang biasanya. Bukan tatapan menyenangkan. HyunAh merasa ada amarah, kebingungan, kekecewaan, pertanyaan didalam tatapan Henry padanya.

”Well done! Good! Great!” puji koreografer sambil bertepuk tangan

”Kaliah hebat hari ini, aku rasa materi kalian akan lebih cepat selesai jika setiap kali latihan kalian seperti ini. Kooperatif. Mudah diarahkan. Sedikit polesan lagi and it would be perfect!” kata koreografer

“Okay! Sudah hampir seharian kita latihan, kita akhiri latihan intensive kita hari ini. See you on next practice!” lanjut koreografer

“Ne, sonsengnim. Kamsahamnida. Annyeonghigaseyo.” Kata HyunAh

“Thanks, sonsengnim. See you on next practice. Bye!” kata Henry

“Annyeonghigyeseyo! Bye!” kata sonsengnim

Setelah mengucapkan terima kasih dan salam pada koreografer Henry segera bergegas merapikan barang-barang nya. HyunAh merasa Henry tidak seperti biasanya. Ada yang aneh pada Henry hari ini.

”Tidak biasanya Henry seperti ini. Hari ini ia tidak mengajakku bicara sepatah kata pun. Henry terlalu diam padaku hari ini. Apa dia marah padaku?” gumam HyunAh

”Hey, Henry! What are you gonna do? Mm, do you wanna to go out somewhere? It’s not late yet.” tanya HyunAh mencoba mencairkan suasana

“I’m sorry, Hyun. I’ve already promised Amber. We will hang out tonight.” jawab Henry tanpa ekspresi sambil tetap merapikan barang-barangnya.

“Oh, okay. I got it.” jawab HyunAh kecewa

“Maybe next time. We will still have lots of time to go out after practice, won’t we?” kata HyunAh dengan senyum yang sedikit dipaksakan berusaha menutupi kekecewaannya

Tiba-tiba handphone Henry berdering….

“Hello? Yeah, of course. I’ll be there in a minute. Okay, see you!” kata Henry pada seseorang diseberang telepon, yang HyunAh yakin adalah Amber.

“I’ve got to go now,Hyun. Bye.” kata Henry pada HyunAh setelah menutup teleponnya. Tidak mengacuhkan kata-kata HyunAh sebelumnya dan kemudian segera meninggalkan HyunAh sendiri di dalam studio tanpa menunggu jawaban dari HyunAh.

”………….” hening, tak ada suara, HyunAh terdiam, berdiri tak beranjak selangkah pun dari tempatnya berdiri dimana Henry meninggalkannya.

Tanpa HyunAh sadari matanya mulai memerah dan berkaca-kaca sambil (lagi-lagi) memegang dan meraba dadanya.

“Lagi-lagi ada rasa tidak enak disini.” gumam HyunAh pelan

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Henry!” kata Amber sambil melambai-lambai di lobby gedung SM

”Amber!” balas Henry

“Let’s go!” kata Amber

“Where will we go?” tanya Henry

“There is a famous coffee shop near here. I wanna go there.” jawab Amber

“Okay.” jawab Henry

Henry menepati janjinya menemani Amber kemanapun Amber akan pergi malam ini. Namun, pikirannya tetap tertuju pada HyunAh. Henry memikirkan sikapnya hari ini pada HyunAh. Henry sadar hari ini ia bersikap berbeda pada HyunAh. Ia sadar bahwa ia sangat cuek, tak acuh dan kurang ramah pada HyunAh hari ini. Bahkan ia juga sadar bahwa hari ini ia sama sekali tak mengajak HyunAh berbicara.

”She must be sad. What did I do? It must be I’m jealous” gumam Henry

“What?” kata Amber

“Mm, what?” kata Henry tersadar dari lamunannya

”You’ve just talked about something” tanya Amber

“Aah, no. It’s alright” jawab Henry

Setelah memesan minuman, mereka pun segera mencari tempat duduk untuk menikmati kopi mereka sambil mengobrol. Lagi-lagi pikiran Henry melayang. Ia kembali memikirkan HyunAh.

’Why was I being so bad to her today? She has just wanted to explain everything to me but I stopped it. It was not her fault. I was just too scared to hear her explanation. What if she wanted to tell me that Joon is her boyfriend?  I was just being a coward. I was afraid to face everything. I was so stupid. And wait… I’ve just refused her. I’ve said I had to go with Amber. Oh my God! What did you do Henry? She must think that I’m…… Oh, damn! Do you want to take revenge to her, Henry? Did you do it on purpose to make her jealous? Stupid!’ pikir Henry kemudian memukul pelan kepalanya

“Henry?” panggil Amber

“Hey, Henry?” panggil Amber lagi sambil melambai-lambaikan tanggannya di depan wajah Henry

“Yup?” jawab Henry yang (lagi-lagi) tersadar dari pikirannya sendiri

“Why did you hit your head? Dizzy? Or you don’t like this coffee shop, do you?” tanya Amber

“Oh no no no, I’m okay and I like this place. Don’t worry.” jawab Henry sambil tersenyum

“Why doesn’t she come yet?” gumam Amber

“Waiting for someone?” tanya Henry

“Actually, no I’m not.  But my friend told me that she is on her way here.” jawab Amber

“Who is she?” tanya Henry

“HyunA” jawab Amber

“HyunAh??” tanya Henry terkejut

“It’s not Jung HyunAh eonni. It’s Kim HyunA. She is a member of 4minute. She said she will come here with her friend. When I told her I’m here, she asks me to wait her and not to leave this place until she come” kata Amber

“Anyway, lots of thought? You seem like thinking about something. You can share it to me, if you don’t mind. Maybe I can help you.” lanjut Amber

“Mm, I’m okay. I was just…..” kata Henry

“Oh, here she is!” kata Amber tiba-tiba menghentikan kata-kata Henry

”HyunA? Where?” tanya Henry

“There she is. Oh, who is he? The guy whom she comes with.” Kata Amber sambil berdiri dan melihat ke arah pintu masuk.

Henry pun  mengikuti arah pandang Amber, tepat pada saat itu ia melihat seorang yeoja yang seperti Amber sebutkan bernama HyunA datang bersama seorang namja.

”Ohh. Is he……” kata Henry

”Ohh, he is Joon. The guy who comes with HyunA is Joon” jawab Amber sebelum Henry menyelesaikan kata-katanya

“Joon again.“ gumam Henry

“Wait…. Why does he come with HyunA? He is Hyunnie’s boyfriend, isn’t he? Did he cheat Hyunnie?” gumam Henry lagi

“Amber!!” seru HyunA bersemangat

“HyunA!!” seru Amber tak kalah semangat kemudian memeluk HyunA

Amber dan HyunA segera berjalan menuju tempat duduk mereka dan asik mengobrol sendiri tanpa memperdulikan Joon dan Henry.

”Kau lagi” kata Joon dengan nada malas

”Kau lagi juga” balas Henry

”HyunA? Why do you come with HyunA? Is she your girlfriend? What about Hyunnie?” tanya Henry tanpa basa basi

“And you? Amber? Kenapa datang bersama Amber? Hyunnie kemana? Kenapa kau tidak mengajak Hyunnie? Bukankah kau latihan bersamanya sore ini?” tanya Joon dengan nada serius

”Kenapa kau tidak menjemputnya dan malah berkencan dengan orang lain?” tanya Henry lagi

”Apa kau meninggalkannya sendiri dan malah pergi bersama Amber?” tanya Joon lagi

”Kau.. Jawab pertanyaannku!” kata Henry

”Kau juga.. Jawab pertanyaanku!” kata Joon

“ Apa kau menelantarkan Hyunnie?” tanya Henry dan Joon bersamaan

“Damn!” gumam Henry kesal

”Asshh!” gumam Joon kesal

Joon segera mengambil handphone di kantongnya dan menghubungi HyunAh namun tak ada jawaban.

Berkali-kali mencoba tetap tak ada jawaban.

”Ayolah, Hyun jawab telponku!” seru Joon

Karena tetap tak ada jawaban Joon segera menelpon sahabatnya yang juga kakak kembar HyunAh, Yonghwa.

”Yaa~~ kau jangan diam saja! Coba hubungi HyunAh terus. Kalau sudah tersambung dan ia jawab segera berikan handphone mu kepadaku. Jika ada apa-apa dengannya, mati kau!“ ancam Joon

“Tanpa kau suruh pun aku sudah tau. Kau kira dari tadi aku menghubungi siapa? Kau juga. Jika terjadi sesuatu hal pada nya, aku akan buat perhitungan denganmu!” balas Henry

”Yeoboseyo? Joon?”

“Odiya, Yong?”

“Studio. Latihan. Wae?”

“Hyunnie bersamamu?”

“Ani. Dia bilang mungkin akan pergi sepulang latihan. Waeyo? Apa dia tidak bersamamu? Aku kira dia pergi bersamamu.”

“Ani. Aku sedang di coffee shop bersama chingudeul.”

“Apa mungkin dia sedang bersama Henry? Hyunnie latihan dengan nya kan?”

”Tidak mungkin, aku bertemu dengan Henry disini.”

“Sudah kau coba menghubunginya?”

“Sudah. Namun tak ada jawaban.”

“Araseo. Aku akan mencoba menghubungi Hyunnie. Jika tidak diangkat aku akan menghubungi Super Girls members dan Yunho hyung.”

“Araseo, aku akan mencoba menyusulnya ke SM siapa tau dia masih disana”

“Kau kan tidak bisa masuk ke dalam SM, Joon. Sudah tidak apa-apa, kau bersenang-senanglah dengan teman-temanmu. Aku yang akan ke SM menyusul Hyunnie dan menjemputnya.”

”Ya~~ Jung Yonghwa apa maksudmu? Aku tidak bisa tenang jika Hyunnie belum ditemukan. Kau pikir aku siapanya Hyunnie? Aku ini oppa nya. Mana bisa aku bersenang-senang sedangkan dongsaengku entah ada dimana. Bagaimana kau bisa tenang begitu sih?”

”Bukan begitu, maksudku kau disitu saja dulu. Aku akan mengabari segera bagaimana perkembangannya. Jangan panik. Mungkin saja Hyunnie sudah pulang ke dorm atau sedang bersama Yunho hyung atau sedang bersenang-senang dengan teman-temannya. Hyunnie bukan anak kecil lagi Joon. Berilah dia sedikit kebebasan, jangan perlakukan dia seperti anak kecil terus. Dia juga punya kehidupannya sendiri kan? Hyunnie sudah dewasa. Kau ini posesif sekali melebihi aku dan Yunho hyung, oppadeul Hyunnie. Kalau kau ini namchin Hyunnie sih wajar saja kau posesif melebihi kami.”

”Aku memang posesif terhadap Hyunnie. Apa aku harus menjadi namchin Hyunnie untuk posesif? Aku ini juga oppanya. Oppa nya! Wae? Tidak boleh aku khawatir dengan nya? Tidak boleh aku posesif pada Hyunnie? Araseo, cepat kabari aku secepatnya. Jika dalam setengah jam kau tak menelponku aku akan menelponmu dan menysulmu dimanapun kau berada.”

”Araseo… Araseo.. Tenanglah dulu Joon.”

”Eo”

Joon segera mengakhiri sambungan telponnya dengan Yonghwa. Henry yang sedari tadi mencoba menghubungi HyunAh tetapi belum ada jawaban dari HyunAh, diam-diam mendengarkan seluruh pembicaraan Joon dan Yonghwa. Lagi-lagi Henry terkejut dengan apa yang di dengarnya. Dari pembicaraan Joon dan Yonghwa juga tersirat bahwa Joon bukanlah namja chingu HyunAh. Henry mendengar dengan jelas, Joon berkata bahwa HyunAh sudah ia anggap sebagai dongsaengnya sendiri. Henry juga mendengar dengan samar-samar seluruh kata-kata Yonghwa di telepon yang mengatakan bahwa Joon sangat posesif terhadap HyunAh  bahkan melebihi Yunho hyung dan Yonghwa.

”So… All these time. I was wrong. It’s just misunderstanding.” gumam Henry

“Yaa~~ Henry! Malah melamun! Apa kau sudah berhasil menghubungi HyunAh?” tanya Joon galak membuyarkan pikiran Henry

“Aniyo. HyunAh tak menjawab telponnya.” Jawab Henry setengah sadar

“Aaasshh!” gerutu Joon

“Aku akan menyusul HyunAh ke SM. Aku akan mencarinya. Kau tidak bisa tapi aku bisa.” seru Henry tiba-tiba kemudian bergegas akan menuju pintu untuk keluar.

Namun….

”Ya~~ Ya~~ Ya~~! Sudahlah kita tunggu saja kabar dari Yonghwa. Yonghwa sudah pergi mencari Hyunnie. Kita tunggu setengah jam lagi. Jika belum ketemu baru kita akan membantu Yonghwa mencari Hyunnie.” kata Joon sambil menarik jaket bagian belakang Henry menghentikan langkah Henry

”Aku tau kau khawatir. Tapi bersabarlah setengah jam lagi.” lanjut Joon kemudian segera menarik dan merangkul Henry kemudian menyeretnya menuju tempat duduk dimana HyunA dan Amber sedang asik mengobrol.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

”Hyunnie, jebaaall angkat telponnya” seru Yonghwa kesal

“Aaasshh!” omel Yonghwa kesal ketika teleponnya tak kunjung dijawab oleh HyunAh

Yonghwa segera mempercepat laju mobilnya menuju gedung SM. Selama perjalanan, Yonghwa tak henti-hentinya berusaha menghubungi HyunAh, namun hasilnya tetap nihil.

”Yeoboseyo?”

”Hyung! Eodiya? Apa masih di gedung SM?”

”Yonghwa-yaa. Ne, aku masih berada di kantor. Wae?“

“Oh, Thanks God! Yunho hyung, tolong cek ke studio SG apa HyunAh masih ada disitu?”

“Wae Yong? HyunAh susah dihubungi?”

“Ne, hyung”

“Araseo, tunggu sebentar”

Tanpa menutup sambungan teleponnya Yonghwa menunggu. Terdengar suara terengah-engah Yunho diseberang telepon menandakan bahwa Yunho sedang berlari menuju studio SG untuk melihat apakah HyunAh masih ada disana.

“Yong, eobso. Hyunnie tak ada disini. Mungkin dia sudah pulang ke dorm? Atau mungkin dia sedang pergi bersama teman-temannya? Atau sedang bersama Joon.”

“Ani, hyung. Hyunnie sedang tidak bersama Joon.  Atau mungkin Hyunnie sedang bersama MinAh ya?”

”Ani Yong. MinAh disini bersamaku.”

”Atau mungkin dia sedang bersama Hyejin?”

”Aku rasa tidak juga Yong. Karena baru saja aku melihat Hyejin sedang bersama Kyu dan sepertinya mereka akan keluar bersama Changminnie juga.”

”Bagaimana dengan Henry, oppa?” kata MinAh tiba-tiba menyambar telepon dari tangan Yunho

”Aku rasa tidak Min. Kata Joon, Henry sedang ada di tempat yang sama dengan dirinya berada saat ini”

”Coba hubungi ke dorm, oppa. Aku akan membantu mencari Hyunnie juga.”

”Baiklah aku coba cek ke dorm SG. Mungkin ia sudah pulang.”

”Kabari aku segera Yong. Aku akan mencoba mencari ke tempat dimana Hyejin, Kyu dan Minnie berada. Mungkin saja Hyunnie kesana. Walau kemungkinannya kecil tapi patut dicoba.” kata Yunho yang sudah merebut teleponnya kembali dari MinAh.

”Araseo hyung. Gomawo MinAh.”

Yonghwa menutup teleponnya dan kemudian segera menghubungi dorm SG.

”Yoeboseyo?”

”Hamun-ssi?”

“Nuguseyo?”

“Jung Yonghwa”

“Ah, ne. Waeyo Yonghwa oppa?”

“Hyunnie sudah pulang?”

“Aniyo. Hyunnie eonni belum pulang.”

“Ada apa memang Yong oppa? Ini  Jihyo”

Jihyo langsung menyambar telepon dari tangan Hamun ketika mengetahui bahwa Yonghwa menelpon ke dorm untuk mencari HyunAh. ’Tidak biasanya Yonghwa oppa menelpon ke dorm untuk mencari Hyunnie eonni. Sebelum menelpon ke dorm SG, Yonghwa oppa pasti sudah berusaha menelpon Hyunnie eonni setidaknya 5 menit sekali tetapi tak ada jawaban, kemudian Yonghwa oppa sudah menelpon Joon, Yunho oppa, MinAh eonni, dan Hyejin eonni tetapi Yonghwa oppa juga belum tau Hyunnie eonni ada dimana sehingga sampailah akhirnya Yonghwa oppa menghubungi dorm.’ Begitu pikir Jihyo

”Apa kau tak bisa menemukan Hyunnie eonni, oppa?”

”Ne. Hyunnie tidak menghubungiku sama sekali hari ini. Aku kira Joon bersamanya. Tapi tampaknya Joon juga tidak dihubungi oleh Hyunnie hari ini. Kapan terakhir kau bertemu dengannya Jihyo-ya?”

”Hyunnie eonni hari ini berangkat ke kantor pagi-pagi sekali oppa. Sejak itu kami belum bertemu dengannya lagi. Kami juga belum menerima teleponnya atau menghubunginya.”

”Mm, coba tolong kau tengok ke kamar Hyunnie. Apakah dia benar-benar tak ada disana?”

“Ne. Jjamkanman oppa. Hamun-aaa coba tolong cek ke kamar Hyunnie eonni, apakah ia benar-benar tak ada di kamarnya?” teriak Jihyon pada Hamun

“Eobso eonni” terdengar suara Hamun dari kejauhan

“Araseo. Tolong kabari aku segera jika Hyunnie sudah pulang ya Jihyo, Hamun. Buthakdeurimnida. Gomawo”

Yonghwa segera memutuskan sambungan teleponnya.

“Hyunnie eodiyaaa??” kata Yonghwa kesal

“Aahh baaatttaaaa!” seru Yonghwa tiba-tiba setelah teringat sesuatu

“Pabo! Kenapa tidak terpikir sejak tadi! Hyun pasti ada disana!” kata Yonghwa bersemangat

Yonghwa segera memutar arah mobilnya, menginjak pedal gas lebih dalam lagi, mempercepat laju mobilnya menuju suatu tempat yang sudah beberapa lama tidak ia kunjungi.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Seorang yeoja sedang melamun sambil memainkan sebuah piano di sudut ruangan di dalam sebuah rumah besar. Yeoja ini benar-benar tak sadar jika ia sedang dicari oleh banyak orang. Mungkin ia sadar bahwa tindakan menyendirinya ini akan membuat banyak orang bingung dan mencarinya, akan lebih tepat jika dikatakan bahwa yeoja ini sedang tak ingin peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Ia hanya butuh ketenangan dan ia hanya ingin sendiri.

”Hyun!” seru seseorang tiba-tiba dari kejauhan

Suara keras pintu yang dibuka dan panggilan lantang dari seorang namja membuyarkan lamunan HyunAh, namun semua itu tak menghentikan permainan piano nya.

”Hyun!!” teriak seseorang itu lebih keras lagi

”Yonghwa yaaa. Ada apa teriak-teriak begitu?”  tanya Tn. Jung

”Datang-datang langsung ribut mencari Hyunnie. Apa kau benar-benar tak bisa berpisah dari Hyunnie, Yong?” tanya Ny. Jung

”Appa.. Eomma.. Apa Hyunnie dirumah?” Tanya Yonghwa pada appa-eommanya dengan tidak sabar

“Kenapa begitu terburu-terburu begitu, Yong?” tanya Tn. Jung lagi

”Tenang lah dulu. Kenapa kau jadi tidak sabaran begini hanya untuk menemui dongsaengmu. Hyunnie ada di……..” kata Ny. Jung

Belum sempat Ny. Jung menyelesaikan kata-katanya, Yonghwa segera berlari ke sebuah ruangan dimana piano kesayangan HyunAh berada. Yonghwa mendengar alunan piano yang sangat dapat dipastikan bahwa HyunAh lah yang memainkan piano itu.

”Hyunnie……” kata Yonghwa lega

Yonghwa segera mengirimkan pesan pada Joon, Yunho, Hyejin, dan Jihyo bahwa ia sudah menemukan HyunAh, agar semuanya tenang. Kemudian sambil menghela nafas panjang, perlahan Yonghwa mendekati dongsaeng satu-satunya yang sangat ia sayangi itu, yang tetap saja memainkan piano tanpa berkutik sedikit pun.

”Hyuunnn, benar dugaanku kau ada disini” kata Yonghwa sambil memeluk HyunAh dari belakang, membuat HyunAh menghentikan permainan piano nya

”Oppa, wae?” kata HyunAh kemudian membalikkan tubuhnya menghadap oppa kesayangannya itu

”Kenapa kau pulang tidak bilang pada siapapun? Kami semua mencemaskanmu. Aku. Hyung. Members. Terutama si Joon. Dia yang pertama kali panik.” kata Yonghwa lembut, sambil tersenyum, kemudian sedikit terkekeh

”Joon oppa kan selalu saja. Posesif. Hahaha” jawab HyunAh dengan tawa yang sedikit dipaksakan

”Jadi, kau kenapa?” tanya Yonghwa

”Aku? Kenapa? Mm, aku juga tidak tau oppa, apa yang sebenarnya sedang terjadi, apa yang sedang aku rasakan. Aku hanya sedang ingin sendiri. Jadi aku memutuskan pulang ke Busan.”  jawab HyunAh jujur

”Memang apa yang sedang kau rasakan Hyun? Deskripsikan. Mungkin aku bisa membantumu.” tanya Yonghwa sambil mengelus kepala HyunAh

Tiba-tiba saja HyunAh memeluk Yonghwa erat, kemudian mulai menceritakan segalanya. Kejadian beberapa tahun lalu. Alasannya kembali ke Korea. Alasannya masuk SM. MP3 Player kesayangannya.  Kejadian malam itu. Kejadian hari ini. Rasa tidak enak yang ada di dadanya yang ia rasakan tadi. Rasa tidak nyaman dan tidak tenang yang sedang ia rasakan saat ini. Serta segalanya terkait Henry. Karena sudah tak kuat lagi menahan semuanya sendiri, HyunAh memutuskan untuk berkata jujur pada Yonghwa.

”Araseo” kata Yonghwa

Ya, itulah kata pertama yang diucapkan Yonghwa saat HyunAh selesai menceritakan semuanya.

”Apa kau sudah tau oppa?” tanya HyunAh terkejut mendengar komentar Yonghwa yang sangat singkat

”Ne. Tentu saja aku tau semua dongsaengi! Aku sudah tau sejak dulu. Bahkan sejak aku menjemputmu ke Amerika. Naega Jung Yonghwa. Kembaranmu. Bagaimana aku bisa tidak tau semua itu. Aku mengenalmu lebih dari kau mengenal dirimu sendiri.” jawab Yonghwa sambil tersenyum dan mencubit hidung HyunAh dengan gemas.

“Lalu kenapa oppa bersikap seolah-olah tak tau apa-apa? Dan tidak peduli?” tanya HyunAh penasaran sambil sedikit memanyunkan bibirnya

”Yaa~~ Hyun pabo!” kata Yonghwa sambil menjitak lembut kepala HyunAh

”Siapa bilang aku tidak peduli? Bukankah aku selalu ada disampingmu saat kau merasa risau dan sedih? Kau pikir aku tidak tau kau kenapa? Aku hanya tidak mau mencampuri urusan pribadimu. Aku menghargai privasimu, Hyun.” lanjut Yonghwa sambil mengacak-acak rambut HyunAh

”Lagipula aku baru benar-benar yakin tentang semuanya, tentang apa yang sebenarnya terjadi ketika aku kedua kalinya bertemu Henry. Saat malam itu kau pergi bersama Joon.” kata Yonghwa

”Daaann aku juga tau kau kenapa Hyun“ lanjut Yonghwa

”Memangnya aku kenapa oppa?” tanya HyunAh polos

”Kau pasti jealous pada Amber. Sudahlah jujur saja. Itulah kenapa kau jadi uring-uringan begini Hyun. Itulah kenapa bisa ada rasa tidak enak disini.” kata Yonghwa sambil menunjuk dadanya

”……..” Mendengar penjelasan Yonghwa, HyunAh diam saja.

”Lihat wajahmu Hyun! Merah begitu! Hahahaha. Sudahlah jujur saja pada oppamu ini. Aku tidak akan mengatakannya pada siapapun. Appa, Eomma, Hyung, Joon tidak akan tau.” kata Yonghwa menggoda dongsaeng nya

”Ya~~!! Oppa! Sudahlah jangan membuatku semakin malu” rajuk HyunAh pada Yonghwa

”Tidak ada yang salah denganmu Hyun. Tidak ada yang salah ketika kau mencintai seseorang.” lanjut Yonghwa

”Tapi Oppa…… Bagaimana jika Henry benar-benar bersama Amber? Apa yang harus aku lakukan Oppa? Bertahun-tahun aku menunggu. Bertahun-tahun aku selalu terbayang-bayangi oleh Henry. Jika sekarang aku harus kembali bertemu dengannya namu ia bersama yeoja lain, bagaimana Oppa?” tanya HyunAh

”Tenanglah, Hyun. Hadapilah semuanya dengan pikiran yang tenang dan hati yang lapang. Ingatlah satu hal Hyun. Apapun yang terjadi nantinya. Ingatlah baik-baik satu hal ini. Cinta tidak bisa dipaksakan, Hyun. Jika memang sebenarnya atau nantinya  Henry bersama Amber atau bersama yeoja lain kau harus bisa merelakannya, Hyun. Ingat itu. Cinta tidak bias dipaksakan.” jelas Yonghwa pada HyunAh.

Yonghwa sebenarnya sudah bisa menebak semua ini akan berakhir bagaimana. Yonghwa sudah bisa membaca apa yang sebenarnya dirasakan oleh Henry dan HyunAh. Namun, Yonghwa hanya ingin HyunAh belajar sesuatu. Yonghwa tidak ingin mencampuri urusan pribadi Henry dan HyunAh. Yonghwa ingin apapun yang terjadi nanti semua adalah berkat usaha mereka berdua. Sedangkan tugas Yonghwa adalah menjadi penengah, penasihat, dan penjaga HyunAh ketika HyunAh membutuhkannya.

“Mm, satu lagi……. Kau juga harus usaha Hyun! Jangan pasif! Tapi juga jangan agresif. Ingat itu.” Lanjut Yonghwa sambil tertawa kemudian memeluk HyunAh.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Henry berlari dengan terburu-buru menuju studio SG. Ia ingin segera sampai ke studio dan bertemu dengan HyunAh. Ya, hari ini ia ada jadwal latihan untuk persiapan konser SG yang sudah tinggal 5 bulan lagi. Ini berarti ia akan bertemu HyunAh hari ini, begitu pikir Henry. Semalam tidur Henry tidak nyenyak karena memikirkan HyunAh. Henry ingin meluruskan semuanya hari ini juga. Henry sudah tidak ingin ada salah paham lagi antara dirinya dan HyunAh. Henry yakin kejadian semalam pasti membuat HyunAh salah paham. Henry mempercepat langkahnya menaiki tangga menuju lantai 5 tempat studio SG berada. Begitu menginjakkan kaki di lantai 5, Henry segera berlari menuju studio SG dengan harapan ia dapat langsung bertemu dengan HyunAh. Namun……. studio SG kosong. Tak ada siapapun disana.

“It’s not as usual. HyunAh always comes earlier. It’s just 15 minutes before the practice starts, why she doesn’t come yet?” gumam Henry

“Hyun?”  kata Henry begitu mendengar pintu studio dibuka

“Hi, Henry!” kata seseorang yang baru saja masuk ke dalam studio

”Oh, sonsengnim. Annyeonghaseyo.” kata henry menyadari yang baru saja masuk adalah koreografer mereka

“Waiting for HyunAh? We don’t have to wait her, Henry.” kata koreografer

“Waeyo Sonsengnim?” tanya Henry penasaran

“Untuk 3 bulan ke depan kalian akan latihan terpisah. Hari ini HyunAh akan ke Jepang. Selama 2 minggu ke depan sebelum comeback, SG untuk mempersiapkan album Japan mereka. Rencananya SG akan comeback di Korea dan Japan dalam waktu yang hampir bersamaan. Setelah SG kembali ke Korea pun mereka akan disibukkan dengan jadwal comeback dan jika sudah ada waktu luang mereka akan kembali ke Jepang. Ya begitulah, jadwal yang sangat padat sebelum konser. Jadi mungkin kalian akan latihan bersama lagi 1 bulan sebelum konser, jika beruntung. Kemungkinan terburuk, jika permintaan terhadap SG meningkat, mungkin kalian akan kembali latihan bersama hanya beberapa minggu sebelum konser.” jelas koreografer pada Henry

”What??” seru Henry dengan terkejut

”Sudah tidak perlu khawatir. Aku yakin kalian pasti bisa. Hanya dengan 2 latihan latihan sebelumnya saja sudah 75% materi kalian kuasai. Kau tidak perlu khawatir. Kalau begitu bagaimana jika……… ” kata koreografer yang mencoba menenangjan Henry, karena ia kira Henry khawatir tentang performance nya bersama HyunAh. Belum selesai koreografer berkata tiba-tiba……..

“Hey Henry! Hey! Kau mau kemana? Hey Henry!!”  teriak koreografer ketika Henry tiba-tiba berlari keluar studio entah kemana

”Huuffhh… I guess latihan hari ini dibatalkan” gumam koreografer kemudian beranjak pergi keluar dari studio SG

Henry kembali berlari kencang menuju studio Super Junior untuk mencari informasi mengenai SG.

”Hyung! Hyung!”  seru Henry sembari terengah-engah ketika sampai di studio Super Junior

“Wae Henry?” tanya Kyuhyun

“Why Henry?” tanya Siwon

“Adaapa Henry? Bukannya sekarang jadwalmu latihan di studio SG?” tanya Leeteuk

”Kenapa kau terengah-engah begitu Henry?” tanya Sungmin yang baru saja masuk kedalam studio Super Junior sambil menepuk bahu Henry

”Hyungdeul! Apakah kalian tau kapan SG akan ke Jepang? Kapan? Hari inikah? Jam berapa?” tanya Henry buru-buru

“Setauku memang hari ini, MinAh kemarin sibuk packing ketika aku main ke dorm SG” jawab Leeteuk

“Benar, aku dan Siwon hyung membantu Jihyo dan Hamun membeli beberapa barang. Benar kan Hyung?” kata Sungmin

“Ne, karena mereka akan pergi ke Jepang cukup lama, 2 minggu jadi kami membantu membeli beberapa perlengkapan.”  jelas Siwon

”Yaa~~ Hyungdeul! Jam berapa pesawat mereka berangkat?” tanya Henry setengah berteriak

”Kira-kira 45 menit lagi Henry. Waeyo?” kata Kyuhyun

Tanpa menjawab pertanyaan Kyu, Henry segera berlari  keluar studio dan segera menuruni tangga menuju lobby SM.

’What? She goes toJapan? For 2 weeks? She doesn’t tell me anything! There is possibility that I won’t have much time after SG’s comeback? When will I meet her again? Next 3 months??NO WAY! I have to explain everything and make it clear right now. I can’t wait again. I don’t want to wait any longer. Past few years is enough!’ begitu pikir Henry

Henry mempercepat larinya menuju lobby SM. Ketika ia sedang menuruni tangga terakhir dan menuju pintu gedung SM, ia berpapasan dengan Amber.

“Hi! Henry! Wow wow, where are going? Why are you in a hurry? Urgent matter?” sapa dan tanya Amber saat melihat Henry

Namun sayang, sapaan dan pertanyaan Amber tak di hiraukan oleh Henry. Yang ada di pikiran Henry saat ini hanyalah ia harus segera mencari taxi dan menyusul HyunAh ke bandara.

“Incheon Airport!” kata Henry begitu ia masuk ke dalam sebuah taxi yang bertengger di depan pintu masuk gedung SM.

~To be continue~