3 PART 8
Hari ini aku akan memulai satu bulan nonstop trainingku sebagai karyawan baru. Aku yakin ini akan jadi pengalaman yang paling mengesankan sekaligus membosankan seumur hidupku. Setiap peserta training wajib mengikuti training mulai dari jam 5 pagi sampe 8 malam, 5 hari seminggu.
Dari jadwal yg telah diberikan, setiap peserta hanya punya waktu libur sabtu dan minggu. Aku berharap tetap bisa bertemu dengan kyuhyun oppa di sela-sela kesibukan kami.
Setiap peserta training dipasang-pasangkan untuk menempati satu kamar. Aku kebagian satu kamar dengan seorang wanita bernama Park Seung Hee. Kebetulan sekali, dia adalah fans berat super junior. Karena itu, sejak pertama kali bertemu di hotel ini dia langsung mengenaliku.
“Kamu Sasa yang satu apartemen dengan Suju kan?” tanyanya tanpa malu2. “Aku melihatmu kemaren di tivi. Apa hankyung oppa sudah sembuh?”
“Ah, ya. Hankyung oppa sudah membaik. Mulai hari ini dia bisa ikut show lagi. Tenang saja,” jawabku.“Syukurlah. Kami, ELF, mencemaskannya setengah mati. Terima kasih telah mengantarkannya ke dokter,” kata seung hee berterima kasih padaku.
Aku membalasnya dengan senyuman. Aku merasa tidak pantas terus menerus dianggap penolong hankyung. Seolah-olah kalo tidak ada aku, oppa akan mati. Haish.
“Kamu mau mandi duluan, seung hee?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.
“Kamu saja duluan, Sasa. Aku masih mau membereskan barang-barangku. Lagipula menurut jadwal, opening ceremony akan dimulai jam 10 pagi,” jawab seung hee.
“Oke kalo gitu,” sahutku. Aku lalu segera mandi. Selesai mandi, aku mencoba menelepon mamaku untuk mengabarkan keadaanku tapi teleponnya tidak diangkat. Lalu aku mencoba untuk menghubungi kyuhyun oppa yang tumben-tumbennya tersambung.
“Hai,sayang,” sahut kyu oppa ceria. “Sudah mulai acaranya?”
“Belum,oppa. Ini masih beres-beres dulu,” jawabku. “Oppa lagi apa? Tumben bisa angkat teleponku.”
“Lagi nunggu perform nih sambil maen game,” katanya.
“Maen mulu kamu tuh.”
“Gak ada kamu soalnya. Daripada bosen, yah maen game aja deh.”
Aku lalu menceritakan kepada kyuhyun oppa bahwa aku punya libur di hari sabtu dan minggu jadi mungkin kami bisa bertemu walaupun aku ragu. Weekend biasanya job suju penuh sepenuh-penuhnya.
jam 10 kurang, aku dan seung hee turun ke meeting room di lantai 2. Semua peserta training sudah berkumpul begitu juga dengan beberapa pimpinan dan pengawas.
bang reymond bertindak sebagai master of ceremony. Acara lalu dibuka oleh wakil pimpinan perusahaan. Setelah itu,kami diberitahu bahwa kami mempunyai empat koordinator untuk semua peserta training. Selama training, aku berada di bawah pengawasan bang reymond.
setelah upacara pembukaan, kami makan siang. Barulah setelah itu training dimulai.
semua acara dijadwalkan sama setiap harinya. Jadi rasanya aku tidak perlu capek2 membaca jadwal setiap harinya.
selesai training jam 8 malam,aku kembali ke kamar dan tidak sengaja bertemu dengan bang reymond di lift.
“apa kamu merasa bosan tadi?” tanyanya mengenai training hari pertamaku.
“lumayan bang, tapi aku menikmatinya. Aku akan belajar dengan cepat, ” jawabku.
“baguslah kalau begitu. Aku berharap banyak loh padamu.”
aku tidak mengerti kenapa bang rey berharap padaku tapi aku tidak sempat bertanya padanya karena lift sudah berhenti di lantaiku.
“sampai jumpa besok,sasa.”
aku lalu masuk kamar dan langsung istirahat karena jadwal besok dimulai jam 4 pagi. Huaaa!
hari berikutnya dimulai dengan senam pagi bersama dahulu baru memulai materi jam 7 pagi. Baru 3 hari ikut training aku sudah bosan sekali. Aku hanya makan,belajar,tidur,makan lagi dan terus berulang seperti itu setiap hari. Aku ingin bertemu dengan kyu oppa. Karena itu,aku sangat senang sekali waktu hari sabtu datang.
jam 6 pagi baru saja datang tapi aku sudah sampai di apartemenku. Aku merasa senang sekali bisa kembali kesini.
aku lalu mengirimkan sms untuk kyuhyun oppa yang memberitahukan bahwa aku sangat merindukan dan ingin bertemu dirinya. Aku juga memberi tahu aku menunggunya di apartemenku.
sekitar jam 8 pagi, pintu kamarku sudah di bel. Dengan girang aku membuka pintu karena aku pikir yang datang adalah kyu oppa tapi ternyata bang reymond.
“hai,sasa. Aku mencarimu tadi di hotel tapi kata seung hee kau sudah pulang jadi aku menyusulmu ke sini,” kata bang reymond.
“iya,bang. Aku perlu membereskan apartemenku karena sudah 5hari aku tinggal,” sahutku memberi alasan yang cukup masuk akal agar tidak ketara bahwa aku sebenarnya bosan di sana.
“sasa,aku tahu kamu sedang libur tapi aku perlu bantuanmu sekarang,” katanya dengan jelas.
“apa yang bisa aku lakukan untuk abang?” tanyaku yang bersedia membantu.
Bang reymond lalu menjelaskan padaku bahwa training di minggu kedua akan sepenuhnya kerja kelompok dan dia menunjuk aku sebagai ketuanya. Setiap kelompok diwajibkan membuat satu saja perencanaan untuk memproduksi mobil baru.
“kalian harus menyiapkan plan yang menarik agar perusahaan mau memproduksi mobil kalian,” kata bng reymond. “aku sangat berharap padamu,sasa.”
bang reymond sedang menjelaskan mengenai training minggu keduaku saat bel pintu kamarku berbunyi.
aku permisi pada bang reymond untuk membuka pintu. Setelah aku membuka pintu, kyu oppa masuk dan memelukku.
“akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Kamu terlihat lebih cantik,” katanya lalu menciumku.
Dia mendorongku masuk. Aku mencoba melawannya karena aku tidak mau dia tiba2 melihat bang reymond ada disana tapi aku kalah kuat. Kyu oppa berhenti mendorongku saat dia melihat bang reymond sedang duduk di ruang tiviku.
“annyeonghaseyo,” sapa kyu oppa dengan ramah.
“annyeonghaseyo,” balas bang reymond juga tidak kalah ramah. “reymond imnida. I’m sasa’s boss.”
“ah,reymond. She told me about you a few days ago. Nice to meet you,” sahut kyu oppa jauh lebih ramah tapi aku menangkap aura kami akan bertengkar sebentar lagi. “apa aku mengganggu?”
“ah,tidak. Urusan kami sudah selesai. Saya pamit pulang,” jawab bang reymond.
aku lalu mengantarkan bng reymond keluar sebentar. Saat aku kembali ke ruang tamu,aku melihat kyu oppa sudah pasang tampang garang. Feelingku tampaknya benar.
“mau apa dia kesini?!” tanya kyu oppa dengan galak.
“membicarakan training untuk minggu kedua,” jawabku lembut.
“emang gak bisa diomongin di sana aja? Kenapa harus ke apartemenmu segala?” kyu oppa terus saja mengomel.
aku berusaha merayunya agar tidak lagi marah. “tadinya dia mau bicara di hotel tapi aku keburu pulang. Aku sudah tidak sabar bertemu denganmu,oppa,” kataku menjelaskan.
kyu oppa mulai melunak tapi dia masih ngomel, “ya kalo gitu,nanti aja hari senin. Atau kalau mendesak ya lewat telpon!”
aku memegang wajah kyu oppa dan mengarahkannya padaku. “sudah,jangan ngomel terus. Oppa sudah membuang waktuku untuk bermesraan denganmu,” kataku lalu mencium kening dan kedua pipinya.
Kyu oppa lalu tersenyum dan berkata, “kamu selalu tahu cara menenangkanku.”
“itulah kehebatanku. Hehehe.”
aku menyiapkan sarapan dan dua cangkir teh manis untuk kami berdua. Kami menikmatinya sambil ngobrol.
“oppa akan ngapain aja hari ini?” tanyaku.
“entahlah. Aku lelah sekali. Aku sebenarnya ingin istirahat saja tapi jadwalku sangat penuh,” jawabnya.
“semangat dong,sayang! Aku dukung kamu terus,” sahutku.
“terima kasih,” kata kyu oppa sambil mengelus kepalaku. “oh ya. Bagaimana kalau kamu ikut saja denganku? Itung2 menemaniku.”
sesungguhnya aku tidak mau karena aku tidak mau ketemu dengan manajernya yang melarang kami untuk berhubungan tapi aku juga tidak ingin menolak permintaan oppa. Aku perlu berpikir lebih panjang lagi.
“oppa,kamu masih ingat kan kalau kita pacaran diam2? Kalau aku ikut menemanimu pasti akan ketahuan,” kataku menolak permintaannya demi tidak ketahuannya hubungan kami.
“oh iya sih. Kalau begitu aku pasti akan sangat kesepian nanti,” sahutnya kecewa.
“oppa,fighting!” seruku memberi semangat. “nanti setelah kamu selesai bekerja, kamu boleh tidur di kamarku.”
“tidur bersama?” tanya kyu oppa dengan semangat.
“of course not! You sleep in my bed and i’ll sleep in another bed dong,sayang.”
kyu oppa langsung memanyunkan bibirnya seperti anak kecil. Aku gemas sekali melihatnya.
“aduh. Lucunya sayangku kalau manyun gitu,” kataku menggoda kyuhyun oppa.
“ah,dasar nyebelin,” sahut kyuhyun oppa. “oh ya, aku harus kembali ke dorm sekarang. Ada yang harus dikerjakan.”
“kenapa harus sekarang? Kita kan baru ketemu.”
“kalau begitu,kamu ikut saja yuk.”
kyuhyun oppa menggandengku ke apartemennya di lantai 12. Begitu aku masuk, anggota Super junior yang lain menyanyikan selamat ulang tahun untukku.
“happy bday to you. Happy bday to you.”
aku terkejut bukan main dengan apa yang mereka lakukan. Mereka sukses membuat pesta kejutan untukku. Aku berterima kasih karena mereka semua ingat ulang tahunku padahal aku sendiri lupa.
“selamat ulang tahun, yeodongsaeng ku tersayang. Semoga panjang umur dan sukses selalu ya. Oppa menyayangimu,” kata eeteuk oppa sambil memelukku. Aku merasa dia benar2 seperti abang kandungku.
setelah itu gantian anggota super junior lain yang memberikan selamat kepadaku. Beberapa dari mereka bahkan memberikan aku hadiah.
“sasa,aku memberikan kura2 ini untukmu. Dijaga baik2 ya. Ttakuma pasti sedih kalau saudaranya ada apa2,” kata yesung oppa sambil memberikan seekor kura2 yang sangat cantik padaku.
“terima kasih,oppa. Aku akan menjaganya,” sahutku senang.
selain kura2, aku juga mendapatkan seekor anjing mungil dari donghae,eunhyuk dan sungmin oppa. Mereka bertiga patungan untuk membeli anjing itu.
“sasa, aku dan hankyung hyung sepakat utk memberikan kamu hadiah. Kami tahu hadiah kami tidak tahan lama tapi hanya ini yang bisa kami berikan padamu,” kata ryeowook oppa sambil membuka tudung saji di atas meja makan. “kami berdua memasaknya khusus untukmu.”
ryeowook oppa dan hankyung oppa memasak seluruh makanan yang ada di atas meja makan untukku. Walaupun tidak tahan lama tapi aku sangat berterima kasih. Hadiah yang aku terima belum berhenti di situ ternyata. Masih ada kyuhyun oppa yang memberikan aku kotak yang tersegel dengan rapi dengan kartu ucapan tertempel di atasnya.
kartu ulang tahun itu bertuliskan : selamat ulang tahun sayangku. Ini hadiah dariku. Kamu buka saja di apartemenmu ya. JANGAN BUKA DISINI! Saranghae. -gamekyu.
kami lalu makan bersama untuk merayakan ulang tahunku. Semua masakan ryeowook oppa dan hankyung oppa bersih tak bersisa. Aku merasa sangat senang meskipun setelah kami makan, mereka pergi meninggalkan aku sendirian lagi.
aku segera kembali ke kamar untuk membuka hadiah dari kyu oppa. Dengan pelan aku membuka segel2 yang tertempel agar kotaknya tidak rusak. Setelah berhasil membuka segelnya, aku membuka kotak tersebut. Di dalamya ternyata kotak yang lebih kecil yg ditopang oleh styrofoam. Aku membuka kotak kecil tersebut dan menemukan cincin emas putih polos tanpa hiasan apapun.
Di dalam kotak itu juga ada secarik kertas bertuliskan : semoga kau suka ya. Aku terpaksa membeli yang polos karena aku memakai pasangannya. Orang2 tidak akan curiga melihatnya. Maaf ya,sayang.
“dasar bodoh,” gumamku sangat bahagia.
aku langsung memakai cincin tersebut di jari tengahku. Terlihat seperti aksesoris biasa tapi aku sangat menyukainya.
tiba-tiba teleponku berdering. Aku segera menyambutnya, “halo.”
“kak sasa! Apa kabar? Selamat ulang tahun ya,” kata Ine dengan senang. “mama tua udah nyampe kak?”
“nyampe? Nyampe mana?” tanyaku tidak mengerti apa yang dikatakan Ine.
“oh. Eh,kak. Apa kabar siwon oppa ku di sana?” tanya Ine mengalihkan pembicaraan.
“baik2 saja. Lagi sibuk promo album baru tuh,” jawabku.
“oh gitu ya. Pantes jarang bls pesanku. Huhu. Oh ya kak, liburan semester nanti aku main ke korea ya. Nanti nginep di apartemen kakak.”
“ok dek. Sip sip.”
baru saja aku menutup telepon,bel kamarku berbunyi. “siapa ya yang datang jam segini?” tanyaku pada diri sendiri. Begitu aku membuka pintu, mama dan papaku langsung masuk dan memelukku padahal aku masih kaget melihat kedatangan mereka.
“selamat ulang tahun ya,sayang,” kata mama sambil memberikan sebuah tas dan sepatu sebagai hadiah ulang tahunku.
papa lalu gantian mengucapkan selamat sambil memberikan sebuah handphone baru kepadaku. “maaf kami telat karena papa harus cari handphone ini dulu baru kemari,” kata papaku.
“papa,mama. .sengaja kesini untuk ulang tahunku ya?” tanyaku masih tidak percaya.
“kejutan,sayang,” jawab mamaku dengan santai.
selagi papa dan mamaku beristirahat,aku menyiapkan makan siang untuk kami semua.
“mama papa sampai kapan disini?” tanyaku.
“ehm. Kira2 3 atau 4 hari. Papa mau ketemu sama temen papa yang bantuin kamu cari apartemen ini,” jawab mama.
“berarti kita cuman ketemu hari ini sama besok dong,ma. Senin kan sasa harus training lagi,” kataku dengan sedih.
“kayaknya sih gitu,sayang. Sudahlah,tidak usah sedih. Kamu harus konsentrasi dengan kerjaanmu,” sahut mama dengan bijak.
aku sangat senang bicara dengan mamaku kalau sudah menyangkut masalah perasaan karena dia tidak akan menyalah2kan perasaanku. Beda dengan papa yang lebih menangani semuanya dengan logika. Jadi, aku lebih senang bicara dengan papaku kalau sudah menyangkut hal2 yang membutuhkan hasil yang rasional.
selesai makan siang, kami bertiga jalan2 ke pusat perbelanjaan di seoul yang menjual barang2 dengan harga murah. Mamaku sangat senang berada disini karena itu artinya bisnisnya akan berjalan. Dia membeli banyak sekali barang seperti tas,dompet,sepatu,baju,aksesoris dan sebagainya untuk dijual lagi di Singapura atau Indonesia.
Oh ya,mamaku punya beberapa butik di Indonesia yang dikelola oleh mamanya Ine. Mama memasok semua barang dagangan di butik itu sedangkan mama Ine bertugas menjualnya. Selama ini yang aku tahu sih butiknya lancar jaya, pemasukannya lancar jaya juga.
papa bukan tipe orang yang suka berbelanja seperti mama. Sebenarnya kalau papa bisa memilih, dia akan memilih untuk tidur saja di apartemen tapi dia tahu harus ada orang yang membantu mama membawa belanjaannya. Jadi, papa hanya diam saja sambil mengikuti mama berjalan kesana kemari.
mama baru puas berbelanja kira2 setelah 10 jam mengitari pusat perbelanjaan ini. Kakiku sudah pegal sepegal2nya dibuat mama. Tanganku juga sudah kaku sekaku2nya karena membawa banyak sekali barang belanjaannya. Hari sudah malam dan kami sepakat untuk kembali ke apartemen setelah makan malam.
aku memandang ruang tamuku dengan takjub melihat begitu banyak belanjaan mama yang kami taruh di situ. Aku begitu penasaran akan apa yang dibeli mama sehingga aku dengan rajinnya menghitung jumlah belanjaan mama. Total ada selusin sepatu, dua puluh tas, sekotak penuh aksesoris dan delapan potong baju. Tanpa sadar, aku berdecak kagum sendiri.
“barang2 tersebut banyak dicari tapi belum masuk di Indonesia jadi pasti laku keras deh dan untung mama akan lebih banyak. Hohoho,” kata mama dengan senang.
karena kami sudah lelah maka kami langsung istirahat setelah mandi. Karena kamar di sini hanya ada satu, maka kami tidur bertiga dalam satu kamar. Mama dan papaku tidur di tempat tidurku sedangkan aku tidur di lantai beralaskan kasur tipis yang bisa dilipat dan dibawa kemana2.
keesokan paginya, mamaku bangun lebih pagi dari siapapun di apartemen ini. Karenanya,begitu aku bangun aku bisa langsung menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh mama. Apartemenku juga sudah rapi dibuat mama. Mama hanya butuh beberapa jam untuk merapikannya sedangkan aku butuh waktu berminggu2.
saat aku sarapan,mama membereskan belanjaannya. Dia memasukkan belanjaannya satu per satu ke dalam kardus dengan rapi. Saat aku bertanya, “apa mama gak kerepotan bawa itu semua nanti?” mamaku menjawab, “ya gak lah. Kan mama kirim dari sini ke jakarta,sayang. Repot amat mama bawa2.”
aku benar2 bodoh. Saat aku dilahirkan,yang namanya pos itu sudah ada tapi aku lupa bahwa hal itu ada. Hahahaha.
hari ini tidak banyak yang akan aku lakukan karena aku harus siap2 untuk kembali lagi ke hotel nanti malam. Besok jam 4 pagi aku sudah harus memulai trainingku lagi.
Saat kami makan siang, tiba2 bang reymond datang ke apartemenku bersama dengan jimi. Mama langsung berpikir yang tidak2 begitu melihat bang reymond.
“dia pacarmu ya?” tanya mama dengan centil. “kok tidak cerita2 dengan mama sih?”
“bukan,ma. Dia itu atasanku, namanya reymond. Sedangkan adik kecil yang bersamanya itu adalah Jimi. Mereka kakak beradik,” kataku menjelaskan pada mama.
aku memang belum cerita pada mama siapa pacarku sebenarnya karena kalau aku ceritakan,mama pasti akan syok. Mama mengenal kyu oppa dengan baik bahkan menganggapnya sebagai anaknya sendiri tapi dia pasti akan menentangku kalo aku pacaran dengannya. Alasannya cuman dua yaitu karena dia artis dan bukan orang Indonesia.
belum berapa lama kenal, bang reymond dan papaku sudah lengket sekali. Mereka ngobrol dengan sangat akrab. Rupanya pikiran mereka sejalan sehingga nyambung ngobrolin apapun.
papa yang merasa enjoy dgn bang reymond bahkan mengajaknya ikut makan malam bersama kami. Awalnya sih bang reymond menolak tapi Jimi yang masih mau bermain bersama aku dan mamaku tidak mau pulang. Jadilah kami makan malam berlima.
setelah makan malam, bang reymond meminta ijin pulang sekalian mengantarkanku untuk kembali ke tempat training. Mama dan papaku pun setuju.
“kedua orang tuamu sangat baik ya,sasa. Terima kasih atas jamuan makan malamnya tadi,” kata bang reymond dalam perjalanan.
“haha. Sama2,bang. Mama papa emang gitu. Baik sama semua orang,” sahutku.
“kamu beruntung punya orang tua sebaik mereka,” kata bng reymond memuji.
“terima kasih,abang,” balasku.
begitu aku sampai di hotel, aku langsung masuk ke kamarku dan beristirahat. Aku melihat seung hee belum kembali jadi aku biarkan saja pintunya tidak terkunci dari dalam biar ia bisa membuka dari luar saat dia datang.

-to be continued-