3 PART 9
Training minggu keduaku begitu melelahkan. Kami sekelompok harus bekerja ekstra keras untuk membuat sebuah proposal kepada pimpinan untuk memproduksi sebuah mobil baru. Kami berpikir bersama mulai dari merancang mobil apa yang akan diproduksi,anggaran biaya produksinya dan estimasi penjualannya. Kami bekerja dari pagi sampai pagi lagi karena kami hanya diberi waktu sampai hari jumat minggu ini. Selain itu kami harus tetap mengikuti training yang ada. Wuih, benar2 menguras tenaga.
Aku sampai tidak ingat mama dan papaku pulang ke Singapura karena saking sibuknya. Aku baru sadar saat mama meneleponku di hari Rabu.“Sayang,mama papa udah sampai di singapur kemaren malam. Mama mau nelpon kamu untuk pamitan tapi hapemu tidak aktif,” kata mama. “Kamu sibuk sekali ya?”
“Ya ampun,ma. Maafin sasa ya. Sasa bener2 sibuk minggu ini jadi sasa lupa mama harus balik kesana. Maaf ya ma gak bisa nganterin ke bandara,” kataku benar2 merasa bersalah.
“Gapapa sayang. Mama papa ngerti kok. Yang penting kerjaanmu sukses dan lancar. Jangan lupa berdoa ya,sayang.”
untung saja semua yang aku lakukan tersebut, sampai melupakan mama papaku, membuahkan hasil. Walaupun proposal kami tidak diterima oleh pimpinan tapi kami berhasil menjadi proposal terbaik ketiga.
bang reymond memuji hasil kerja keras kami. Dia juga memujiku secara khusus, “kamu memang hebat. Tidak sia2 aku berharap padamu.” aku kaget saat dia mengelus kepalaku.
“haha. Tidak kok,bang. Ini semua kerja keras kelompok,” sahutku.
bang reymond tersenyum. Dia lalu menawarkan untuk mengantarkan aku pulang. Aku tidak menolak tawarannya karena aku sudah lelah harus mengarungi jalan menuju apartemen seorang diri.
“kita sudah sampai,” kata bang reymond saat mobilnya sudah sampai di depan apartemenku.
“terima kasih ya,abang. Maaf merepotkanmu,” kataku sebelum membuka pintu mobilnya.
“sama2,” jawabnya lalu mengecup pipiku dengan cepat. Aku begitu terkejut dibuatnya. Saking terkejutnya,aku tidak mampu berkata apapun. Aku hanya turun dari mobil dengan diam.
tapi hal selanjutnya yang akan aku hadapi jauh lebih mengejutkan. Aku melihat kyu oppa berdiri di depan apartemen sambil menatapku dengan tajam. Aku melihat dia tampaknya marah lagi padaku.
aku mau menghampirinya tapi dia masuk ke dalam apartemen tanpa mempedulikan aku. Aku memanggil2 namanya tapi dia juga tidak menoleh. Begitu juga sampai di lift, dia segera menutup pintu lift saat aku mau menyusulnya masuk.
Terpaksa,aku berlari menyusulnya melalui tangga darurat. Aku berlari sekuat tenaga sampai ke lantai 12. Aku sudah hampir kehabisan nafas saat aku berada di lantai 7. Aku terus menguat2kan diriku agar bisa sampai ke lantai 12. Aku pikir aku akan mati begitu sampai di sana.
“oppa pasti melihat apa yang dilakukan bang reymond. Sial!” gerutuku kesal sambil terur menaiki tangga.
aku sudah sampai di lantai 12 dengan nafas yang sudah terengah2. Aku yakin, jika aku naik tangga lagi, aku pasti mati.
aku segera membunyikan bel pintu dorm super junior. Eeteuk oppa membukakan pintu tersebut untukku.
“kyuhyun oppa ada di dalam?” tanyaku tersengal-sengal.
“iya,” jawab eeteuk oppa bingung. “dia langsung masuk kamarnya begitu sampai. Kamu kenapa sampai kehabisan nafas begini?”
“aku jelaskan nanti,oppa,” kataku sambil masuk menuju kamar kyuhyun oppa.
Aku mencoba membuka pintu kamarnya tapi ternyata dia kunci dari dalam. “oppa,” panggilku sambil mengetuk2 pintu kamarnya.
“pulang sana! Buat apa kesini? Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan hah?!” teriaknya dari dalam kamar.
“oppa,maafkan aku. Aku tidak tahu dia akan menciumku,” kataku dengan gemetar.
“kali ini aku tidak akan memaafkanmu,sasa! Kau pulang saja sana!” teriak kyu oppa.
seketika aku jatuh di depan pintu kamar kyu oppa. Setelah itu tampaknya aku tidak sadar apa yang terjadi. Aku hanya tahu saat terbangun, aku sudah berada di rumah sakit dan ada bang reymond di sampingku.
“akhirnya kamu sadar juga. Kamu tidak sadarkan diri selama 3 hari,” kata bang reymond lega.
“memang apa yang terjadi padaku?” tanyaku.
“aku juga tidak tahu pasti, sasa. Eeteuk dan kyuhyun yang mengantarkan kamu ke rumah sakit,”jawab bang reymond. “aku baru tahu tadi pagi saat aku ke apartemenmu. Tadinya aku mau menjemputmu kembali ke hotel tapi ternyata kamu masuk rumah sakit.”
aku ingat aku terjatuh beberapa hari lalu sampai membentur kepalaku terus aku tidak sadarkan diri sepertinya.
“lalu eeteuk oppa dan kyuhyun oppa dimana?” tanyaku. Aku merasa aneh saat menyebut nama kyuhyun.
“eeteuk sudah pulang karena ada show sedangkan kyuhyun sedang makan siang,” jawabnya.
tiba2 pintu kamar rawatku terbuka dan masuklah seorang pria. “ah,itu kyuhyun sudah datang. Aku akan meninggalkan kalian berdua. Cepat sembuh ya, sasa,” kata bang reymond padaku lalu keluar dari kamar.
tempat bang reymond berdiri tadi diisi oleh pria yang dipanggil kyuhyun oleh bang reymond. Aku sangat mengenalnya karena dia adalah anggota Super Junior tapi buat apa dia ada disini. Bukankah seharusnya dia muncul di televisi.
“annyeonghaseyo,” sapaku pada kyuhyun.
“sasa,kamu sudah sadar. Maafkan aku membuatmu seperti ini,” kata kyuhyun tanpa membalas salamku.
Aku tidak mengerti dgn apa yang dikatakan olehnya. “memang oppa berbuat apa terhadapku?” tanyaku bingung.
“kamu tidak ingat apa yang terjadi?”
“aku terjatuh sampai pingsan tampaknya tapi aku tidak ingat kenapa.”
“kamu ingat kan siapa aku?” kyuhyun mulai bertanya padaku dengan nada cemas.
“ya tahulah. Kamu kyuhyun oppa. Magnae super junior kan?” jawabku. “karena itu,buat apa kamu disini? Bukannya kamu harus show kemana2 ya?”
kyuhyun oppa tidak menjawab pertanyaanku. Dia malah mengajukan pertanyaan lagi, “kamu punya pacar kan,sasa?”
“aku rasa punya tapi aku tidak tahu dia kemana. Tiba2 saja dia menghilang.”
setelah mendengar jawabanku, kyuhyun oppa terduduk di kursi di samping tempat tidurku.
“kamu tidak mengingatku,” katanya dengan sangat sedih. “maafkan aku,sasa. Maaf.”
aku bingung kenapa kyuhyun terus2an meminta maaf padahal dia tidak salah apa2. Seharusnya justru aku yang berterima kasih karena dia sudah mau mengantarkan aku ke rumah sakit.
“oppa, kamu tidak salah apa2 padaku. Justru aku yang harus berterima kasih karena oppa mau mengantarku ke sini,” kataku pada kyuhyun oppa.
“sasa, kamu benar2 tidak mengingat apa yang terjadi kah?” tanya kyuhyun oppa padaku seperti mengharapkan sesuatu padaku.
“aku kan sudah menjelaskannya padamu. Apa harus kujelaskan lagi?” kataku mulai kesal pada kyuhyun oppa.
Kyuhyun oppa mulai memandangku dengan frustasi tapi aku tidak mengerti kenapa dia begitu. “sebaiknya oppa pulang saja. Sepertinya oppa kelelahan,” kataku.
“tidak,aku tidak kelelahan!”seru kyuhyun oppa padaku. “kau harusnya ingat siapa aku,sasa!”
aku ingat aku pernah dibentak sekeras ini juga beberapa waktu lalu tapi aku lupa siapa yang membentakku.
“oppa,kenapa kamu membentakku seperti itu?! Apa salahku?” tanyaku kesal.
“aku adalah pacarmu,sasa! Aku yang membuatmu masuk rumah sakit. Aku berteriak padamu hari sabtu pagi kemarin karena aku lihat si reymond menciummu! Masa kau tidak ingat sih?” kyuhyun oppa berbicara panjang sekali sambil menatap mataku.
Aku masih tidak tahu apa yang dibicarakan oleh kyuhyun oppa makanya aku diam saja. Kemudian kyuhyun oppa memperlihatkan jari tengahku yang dihiasi sebuah cincin sambil berkata, “lihat! cincin ini aku yang memberikannya padamu saat kamu ulang tahun minggu lalu. Aku juga memakai pasangannya.”
aku membuka ingatanku lagi dan mencerna semua omongan kyuhyun oppa. Aku ingat semuanya sekarang. Aku ingat apa yang terjadi. Aku masuk rumah sakit karena aku jatuh pingsan setelah dibentak dengan keras oleh kyuhyun oppa. Aku juga ingat sebelumnya aku berlari menaiki tangga dari lobi sampai lantai 12. Aku juga ingat cincin yang ada di jariku ini adalah pemberiannya. Aku ingat semuanya. Dia adalah pacarku,pantas saja dia ada disini.
Tanpa aku sadari aku mulai menangis. Aku membalikkan badanku membelakangi kyuhyun oppa. “tinggalkan aku. Aku ingin sendiri, oppa,” kataku menahan tangis. Aku tidak mau kyuhyun oppa melihatku menangis karena aku tidak mengerti kenapa aku menangis.
“tidak. Aku akan bersamamu disini. Aku gak mau meninggalkanmu lagi,” jawab kyuhyun oppa. “maafkan aku ya,sasa.”
kyuhyun oppa memelukku dengan erat dan langsung membuatku menangis.
Aku merasa bodoh sekali sampai bisa melupakan orang terpenting dalam hidupku padahal dia selalu bersamaku selama ini. Cuman dia satu2nya yang setia bersamaku selama bertahun2 tanpa banyak menuntut dari diriku. Aku kecewa pada diriku sendiri.
“maafkan aku ya,oppa karena selalu membuatmu marah. Maaf,” kataku memohon maaf dari kyu oppa sambil menangis.
“maaf juga sudah sering membentakmu padahal aku seharusnya bisa bicara baik2. Maaf ya,sayang,” sahut kyu oppa lalu mengecup pipiku.

-to be continued-