Annyeong chingudeul ^^

this ff written by : esterong

dedicated to : kyujin couple kekekeke

enjoy reading! mian kalo kurang memuaskan huhu

your comments are love for me, so leave somment here ^^

*****

‘PLAK!’ bunyi tamparan menembus gendang telinga siapa saja yang berlalu lalang ditengah lapangan sekolah ini. Suara tamparan tadi menjadi alasan bagi beberapa orang dan pria tampan ini untuk menghentikan langkahnya.

“Aku ingin kita putus,” ujar gadis itu dengan tatapan datar tanpa emosi. Pria yang ditamparnya tadi hanya terdiam sambil menatap penuh dendam punggung gadis yang sudah melenggang pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan apapun.

Tak berapa lama kemudian, kumpulan orang yang tadinya menonton kembali melanjutkan aktivitasnya namun pria itu masih terpaku, sibuk dengan pikirannya sambil mencuri pandang gadis yang berlalu meninggalkan lapangan.

Song Hyejin, itulah nama gadis yang sedang menjadi pokok pikiran dari segala persoalan yang berputar di otak pria itu. Pria itu memang tak mengenal dirinya tapi semua orang mengenal Hyejin dengan label gadis rebel, kehidupan malam, dan sosoknya sebagai seorang playgirl.

Kita memang tak tak boleh menilai orang hanya dari luarnya saja, tapi semua cerita tentang dirinya yang selama ini ia dengar dan beberapa bukti yang tanpa sengaja ia lihat —seperti insiden yang baru terjadi—, seakan memperingatkannya untuk menjaga jarak dan tidak berurusan dengannya.
Itulah kesimpulan yang ia ambil dari proses pemikirannya beberapa menit yang lalu.

Cho Kyuhyun, sebagai satu-satunya cucu yayasan sekolah ini, sudah seharusnya ia selektif dalam memilah teman. Memikirkan efek baik dan buruknya jika bergaul dengan mereka. Dan untuk Song Hyejin, seakan ada papan peringatan bertuliskan “Jangan mendekat.”

*****

Kyuhyun berjalan tanpa memperhatikan langkahnya. Yang ia perdulikan saat ini adalah jarum panjang jam tangannya yang terus berputar melewati angka 12, menandakan kalau 5 menit lagi pelajaran akan dimulai.

Gengsi dengan nama marga pemilik yayasan yang bertengger didepan namanya, ia tak mau dihukum karena alasan konyol, terlambat. Ia mempercepat langkahnya bahkan saat naik-turun tangga sekolah ini. Mungkin karena ambisi yang berlebihan, ia akhirnya kehilangan keseimbangan saat menginjak anak tangga selanjutnya. Tubuh oleng dan tangan kurang gesit untuk menahan tubuhnya. Yang ia lakukan selanjutnya hanya menutup mata dan berharap ia tetap hidup saat matanya terbuka nanti.

“Argh,” suara erangan kesakitan terdengar jelas ditelinga Kyuhyun. Tapi anehnya itu bukan suaranya. Kyuhyun yang tak merasakan sakit di tubuhnya akhirnya membuka mata.

“Argh,” erang gadis yang hidungnya hanya berjarak 2 cm dari hidung Kyuhyun. Raut wajahnya menandakan kalau ia sangat kesakitan.

Otak Kyuhyun sepertinya belum berfungsi dengan baik akibat shock. Namun gadis itu menyadarkannya dengan suaranya yang berkata, “Bisakah kau menyingkirkan badanmu dariku?” Kyuhyun segera bangkit dari atas tubuh gadis yang cukup mungil itu. Cukup ngeri membayangkan bagaimana badan kecil itu bisa menahan berat tubuhnya.

“Argh, tanganku sakit,” pekik gadis itu saat Kyuhyun hendak menarik tangannya untuk membantunya berdiri.

*****

Kyuhyun terdiam sambil dengan seksama memperhatikan guru kesehatan sekolah yang sedang membalut lengan gadis itu. “Walau keseleonya agak parah, untung saja tidak sampai patah. Mungkin akan sembuh dalam waktu satu bulan. Tentu saja kalau kau bisa merawatnya dengan baik, Hyejin,” ujar Leeteuk sem pada Hyejin.

Ya, gadis yang menyelamatkan Kyuhyun dari memar, patah tulang, gegar otak, atau maut yang nyaris merenggut nyawanya adalah Song Hyejin. Gadis yang beberapa waktu lalu bersemayam dalam pikirannya. Gadis yang tak pernah ingin ia campuri kehidupannya.

“Arraseo sem,” jawab Hyejin acuh tak acuh pada Leeteuk sem.

“Untung saja bukan tangan kanan yang terluka,” cetus Kyuhyun memasuki arena percakapan mereka.

“Aku ini kidal,” jawab Hyejin singkat tanpa intonasi yang menggambarkan perasaannya. Tidak ada emosi, tidak ada amarah, namun pernyataan tersebut mampu membuat Kyuhyun semakin pusing.

*****

“Apa yang kulakukan?” desis Kyuhyun tidak pada siapa-siapa, namun pada dirinya sendiri.
Ia mulai mengutuki dirinya yang bertindak tanpa berpikir panjang dan semua kesalahan yang terjadi pada otaknya ini disebabkan oleh gadis yang duduk di pojok kelas sana, Song Hyejin, yang hanya bisa memandang papan tulis tanpa bisa menyalin kembali ke lembar buku tulisnya.

Melihat ketidak-berdayaan gadis itu membuat Kyuhyun menghela nafas panjang, meyakinkan diri atas keputusannya yang didasari oleh rasa kemanusiaan.

“Brak!” suara pintu yang terbuka lebar membuat proses belajar mengajar di kelas Hyejin terhenti. Semua mata tertuju pada Kyuhyun yang sudah mati gaya berdiri di ambang pintu itu.

“Ah, Kyuhyun-nim, ada apa?” tanya sem padanya.
Jakun milik Kyuhyun sesaat bergerak keatas lalu kembali ketempat asalnya, ia baru saja menelan ludah untuk menghilangkan kegugupan dalam dirinya.

“Mulai hari ini aku akan pindah di kelas ini,” ujarnya yang tentu saja langsung menjadi topik hangat untuk dibicarakan oleh semua murid.

Seorang murid top class mau berpindah ke kelas yang isinya hanya berandalan sekolah?
Hanya karena seorang Song Hyejin?

*****

“Kenapa kau masih mengikutiku? Bukankah jam pelajaran sudah selesai?” tanya Hyejin pada pria yang berjalan 5 meter dibelakangnya.

“Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja sampai di rumahmu,” jawabnya yang membuat nona Hyejin mendengus kesal.

“Aku tak pernah memintamu untuk menjagaku selama 24 jam penuh, bahkan aku tak memintamu untuk bertanggung jawab atas luka ini,” ujar Hyejin kesal.

“Itu menurutmu. Tapi menurut pandanganku, aku harus bertanggung jawab. Bahkan kalau bisa, aku ingin menjagamu selama 24 jam penuh selama sebulan kedepan,” jawab Kyuhyun tegas tanpa keraguan yang membuat Hyejin membulatkan matanya.

“Aku tidak setuju dan jangan sampai aku melihatmu lagi selain di sekolah,” seru Hyejin dan beranjak pergi.

*****

Meski langit sudah gelap dan cahaya bintang makin benderang, Kyuhyun tetap kukuh untuk tidak pergi dari tempat itu. Meski ia tak masuk ke dalam apartemen Hyejin, ia menunggunya diluar sambil sesekali menengadah untuk melihat siluet Hyejin yang terpancar dari tirai jendela kamarnya.
Kyuhyun membunuh waktu dengan memainkan batu yang ia tendang berulang kali namun aktivitas kekanakan tersebut terhenti berkat tampang Hyejin yang baru saja keluar dari apartemen itu.

*****

“Cih, ternyata dia memang suka dunia malam seperti ini,” guman Kyuhyun saat ia mengikuti Hyejin masuk ke dalam salah satu club yang terkenal di Seoul. Kenyataan yang sempat membuat Kyuhyun berpikir, “Untuk apa aku susah payah menjaga gadis sepertinya? Pasti banyak lelaki yang bisa ia mintai tolong,” tapi untung saja ia bisa meredam emosinya dan melanjutkan niat baiknya. Dari awal ia sudah memutuskan untuk bertanggung jawab dan menolongnya tanpa memperdulikan latar belakang gadis itu.

Matanya mulai berpendar ke tiap sudut ruangan untuk mencari Hyejin. Mata elangnya terhenti pada satu titik seakan ia telah mendapatkan mangsanya. Tapi bukan seperti elang yang langsung menangkap incarannya, Kyuhyun terdiam untuk mengamati Hyejin dari kejauhan.

“Hai Hyejin, kau kesini juga rupanya. Kenalkan, gadis ini adalah pacarku yang baru, Shin Hyun, sahabatmu sendiri,” ujar pria yang sosoknya sama persis dengan pria yang tadi pagi Hyejin tampar.
“Aku tahu siapa gadis itu. Kau tak perlu menjelaskan tentang hubungan kalian yang bahkan sudah kalian lakukan sebelum aku memutuskanmu,” ujar Hyejin tegas tanpa keraguan tapi tangannya sudah mengepal seakan menahan emosinya untuk tidak keluar.

“Ah, jadi itu alasan mengapa kau menamparku dan memutuskanku tadi pagi? Sejak kapan kau tahu tentang hubungan kami?” tanya pria ini dengan gayanya yang sangat belagu sedangkan gadis yang bernama Shin Hyun hanya menundukkan kepalanya, tak berani bertatapan langsung dengan Hyejin.

Kyuhyun yang melihat kejadian ini rasanya ingin langsung menyeruak ditengah mereka dan menarik jambul pria menyebalkan itu. Tapi Kyuhyun cukup arif untuk tidak menampakkan diri saat ini. Ini bukan saatnya pahlawan memperlihatkan dirinya.

“Iya. Aku melihat sendiri bagaimana kalian berselingkuh dibelakangku,” jawab Hyejin.

“Ah, baguslah. Jadi aku tak perlu repot-repot memutuskanmu dan menghiburmu saat kau menangis karena kutinggalkan,” ujar pria itu.

Kyuhyun memijat pelipisnya saking tidak percaya pada realita kalau di dunia ini ternyata ada pria macam itu. Pria yang merasa dirinya adalah segalanya. Merasa ia paling tampan dan paling hebat.

Hyejin mengeratkan genggamannya. “Mwo? Menangis untukmu?” guman Hyejin. Ia merebut gelas berisi wine yang ada disekitarnya lalu melemparkan isinya tepat di wajah pria itu. “Cih, air mataku terlalu mahal untuk pria macam kau,” lanjut Hyejin.

“Yaa! Kau! Brengsek kau Song Hyejin!” seru pria itu kesetanan. Hyejin tak melakukan apapun, ia hanya menutup matanya.

Tangan pria itu sudah melayang namun tak mendarat mulus dipipi Hyejin karena ada pria yang berdiri bak perisai didapan Hyejin dan menahan gerakan tangan pria sombong itu.

“Jangan berani-berani menyentuh pacarku, Jun Hyun-shi,” ujar pria itu dingin yang membuat Jun Hyun membelalakan matanya.

“Cho.. Kyuhyun?” guman Jun Hyun menyuarakan isi kepalanya.

“Ya, aku Cho Kyuhyun. Cucu Cho Shinwa, pemilik perusahaan Shin. Kurasa kau tahu itu,” ujar Kyuhyun penuh kepercayadirian menyombongkan tahta miliknya.

“Kau.. Pacar Hyejin?” tanyanya makin tak percaya.

Hyejin yang sedari tadi hanya diam, ditarik oleh Kyuhyun kedalam dekapannya. “Iya, Hyejin adalah pacarku. Bahkan sebelum kalian putus. Kau pikir hanya dirimu yang bisa berselingkuh dibelakang Hyejin?” sindir Kyuhyun.

“Yaa kau Hyejin! Brengsek!” maki pria itu membuat Kyuhyun muntap dan memukul pria itu. Cukup sekali, namun cukup membuatnya kesakitan.

“Jangan omonganmu. Kau tak cukup pantas untuk melukai hatinya,” seru Kyuhyun dan berlalu meninggalkan ruangan itu, tak lupa dengan membawa Hyejin bersamanya.

*****

“Sudah kukatakan jangan mengikutiku,” ujar Hyejin. Suaranya terdengar parau, entah mengapa. Mungkinkah ia menahan tangisnya?

“Sudah kukatakan aku akan menjagamu selama 24 jam penuh,” ujar Kyuhyun sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Hyejin. Hyejin tak membalas. Ia terdiam. Ia terlalu lelah untuk berdebat saat ini.

“Menangislah kalau kau memang mau menangis,” ujar Kyuhyun mengisi kesunyian diantara mereka.

“Aku tak ingin menangis,” dusta Hyejin, padahal dari suaranya jelas sekali kalau ia menahan isak tangisnya.

“Bagaimana mungkin seorang gadis yang baru saja dikhianati pacarnya dan sahabatnya tidak menangis? Sekuat apapun dirimu, kau berhak untuk meneteskan air matamu,” ujar Kyuhyun. Kini ia sudah menatap lekat kedua mata Hyejin. Mata yang seakan bisa melongok kedalam lapisan hati yang terdalam membuat Hyejin tak bisa membohongi Kyuhyun. Tanpa bisa ia kendalikan, air matanya mulai mengalir deras. Ia terduduk ditengah jalan itu sambil meluapkan emosinya melalui air mata. Sedangkan Kyuhyun duduk menemaninya dalam diam, tak peduli pandangan para pedestrian.

Saat ini pikiran Kyuhyun sedang disibukkan oleh perdebatan antara hati dan pikirannya.
Pikirannya berkata kalau Hyejin adalah seorang playgirl namun hatinya seakan menyangkal hal itu.
Bagaimana seorang playgirl bisa menangisi pria yang ia putuskan? Hanya satu jawaban, gosip yang selama ini beredar tidak benar.

Feeling can be controlled but tears never lie. Bukankah air matanya sudah membuktikan kalau gadis ini adalah seorang yang tulus?

*****

Bel istirahat berbunyi. Sudah waktunya makan siang. Namun Kyuhyun tak menemukan keberadaan Hyejin. Ia menelusuri tiap koridor dan akhirnya ia menemukan Hyejin. Tapi ia tidak sendirian.

“Hyejin, kudengar kau baru putus dengan pacarmu? Bagaimana kalau kita berpacaran?” tanya pria yang saat ini berdiri disamping Hyejin.

Hyejin tak segera menjawab. Ia masih mempertimbangkan tawaran pria itu. Namun tanpa mereka ketahui, ada pria lain yang sedang mengamati mereka dari kejauhan dan akan segera melaksanakan aksinya sebentar lagi.

“Boleh sa..” tepat sebelum suku kata terakhir keluar dari mulut Hyejin, pria lain itu menariknya masuk kedalam dekapannya.

“Mianhe, Hyejin adalah milikku,” ujarnya dengan senyuman hangat namun aura pembunuh kental sekali terasa.

“Cho Kyuhyun.. Kau..” guman Hyejin shock dengan kemunculan sekaligus perkataan pria ini.

“Apa yang kau tunggu? Pergilah. Aku ada urusan dengan Hyejin,” ujarnya dan tanpa basa-basi pria itu berlalu meninggalkan mereka.

*****

“Mengapa kau menerima pria tadi tanpa berpikir panjang? Apa kau menyukainya?” tanya Kyuhyun seakan menginterogasi Hyejin.

“Untuk melupakan seseorang, kau harus memikirkan orang lain. Perasaan suka bisa muncul kapan saja,” jawab Hyejin lugas.

Kyuhyun menghela nafas, raut wajahnya menandakan kekecewaan. “Padahal kemarin aku sudah berubah pikiran tentangmu. Tapi ternyata aku salah, aku memang seorang playgirl,”

Mendengar kesimpulan yang seakan menghakimi dirinya, emosi Hyejin mulai labil. Tangan mulai menggengam dan air mata mulai mengisi pelupuknya. “Kau tahu apa tentangku Cho Kyuhyun? Kau bahkan belum 2 hari bersamaku. Kau tak berhak menghakimiku kalau kau tak mengenal diriku!” seru Hyejin. Air matanya mulai mengalir.

“Apa kau tidak tahu bagaimana rasanya dibohongi oleh orang yang kau cintai? Bagaimana susahnya melupakan orang yang kau cintai? Apa kau pernah merasakannya? Rasa sakit dan cinta yang datang lalu pergi seenaknya bagaikan heroin bagiku. Aku tak akan bisa move on jika aku tak memulainya dengan pria lain. Apa kau pernah merasakan cinta yang menyakitkan seperti itu? Apa kau pikir aku tak ingin mencintai orang lain dengan sewajarnya? Aku ingin! Aku mau! Kau tak tahu apa-apa tentang diriku!” pekik Hyejin diujung kalimat yang ia selesaikan dengan emosi meluap-luap.
Seluruh tubuhnya bergetar menahan amarahnya.

“Aku memang tak tahu apa-apa tentang dirimu, karena itu ceritakan padaku lebih banyak tentang dirimu. Apa yang kau rasakan, apa yang kau sembuyikan didasar hatimu, apa yang membuatmu sedih. Aku ingin mendengar ceritamu karena aku ingin menjadi temanmu, Song Hyejin,” ujar Kyuhyun.

Sebuah kalimat yang sudah lama Hyejin nantikan, akhirnya terucapkan oleh Cho Kyuhyun.
Tidak tahukah ia kalau hanya dengan kata-kata sederhana itu mampu membuat hidup Hyejin berubah 180 derajat?
Cho Kyuhyun baru saja menyelamatkan Song Hyejin dari dunianya yang sesat, hampa, dan tak berujung.
Lalu bagaimana bisa Kyuhyun yang awalnya sangat menghindari Hyejin kini menawarkan diri untuk menjadi satu-satunya teman Hyejin? Tidak ada yang tahu, bahkan dirinya sendiri tidak tahu. Semuanya terjadi begitu saja. Yang jelas hati Kyuhyun tergerak oleh rasa simpati -untuk saat ini-

“And you don’t have to worry about love. There is always someone for someone. When it’s time, he will come,” kata Kyuhyun menutup pembicaraan singkat di jam istirahat itu.

Kyuhyun berjalan didepan Hyejin. Punggung yang tegap itu seakan menyadarkan Hyejin, kalau pria yang ia nanti kedatangannya sudah tiba. Bahkan ia berada sangat dekat dengannya.
Namun rahasia kelam dalam hidup Hyejin, membuatnya harus mengendalikan perasaannya. Ia harus menghapus rasa cinta yang baru saja tumbuh dalam dirinya.

*****

“Arraseo?” tanya Kyuhyun setelah penjelasannya panjang lebar tentang formula matematika ini.
Hyejin terdiam. Matanya masih mengejar tiap rumus, namun hasilnya adalah nihil. “Argh, aku tak mengerti!” seru Hyejin. Kyuhyun yang ada disampingnya mencuri pandang Hyejin dan menyembunyikan senyumannya.

“Ya sudahlah, kita istirahat dulu,” ujar Kyuhyun yang membuat wajah Hyejin berseri-seri.

“Kau mau makan apa, Hyejin?” tanya Kyuhyun yang kini sudah bersiap di dapur.

“Seperti biasa saja,” ujar Hyejin. Kyuhyun yang sepertinya sudah sangat mengerti Hyejin segera memainkan alat masaknya.

“Tada!” seru Kyuhyun sambil membuka tudung saji yang menutupi makanannya bak koki yang ada di film-film.

“Delicious, like always,” komentar Hyejin yang membuat Kyuhyun tersenyum puas. Ia duduk dihadapan Hyejin dan memandang wajah Hyejin yang sedang menikmati makan malamnya.

“Waeyo?” tanya Hyejin

“Kau ternyata tak seperti gosip yang beredar,”

“Makanya jangan menjudge orang jika kau tak mengenalnya,” balas Hyejin yang membuat Kyuhyun tertawa.

Ya, sudah 2 minggu ini Kyuhyun memiliki gelar baru dibelakang namanya yakni, sahabat Hyejin. Sudah 2 minggu ini Kyuhyun selalu bersama Hyejin, menjaganya sampai jarum pendek menunjukkan angka 10 malam. Hyejin mengijinkan Kyuhyun untuk mengikutinya dan menjaganya, tapi ia tak mau Kyuhyun terlalu terlibat dalam kehidupannya.
Meski Hyejin sudah menceritakan semua tentang dirinya pada Kyuhyun, namun Kyuhyun yakin kalau masih ada rahasia terbesar yang belum ia ungkapkan.

*****

“Ah, sudah jam 10. Haruskah aku pulang?” tanya Kyuhyun usil berniat menggoda Hyejin.
“Jangan harap kau kuperbolehkan menginap disini,” balas Hyejin, sok ketus, dan membuat Kyuhyun tertawa.

Hyejin mengantarkan kepulangan Kyuhyun, namun tepat saat Hyejin membuka pintu apartemennya ia mendapati wanita cantik dengan gaya elegan berdiri dihadapannya. Wanita yang tak ingin ia lihat, apalagi saat ada Kyuhyun bersamanya.

Wanita itu terdiam sesaat, mengamati Kyuhyun yang berdiri dibelakang Hyejin sedangkan Kyuhyun hanya bungkam akibat aura dingin yang terpancar dari kedua orang ini.

“Waeyo?” tanya Hyejin dingin.
“Cih, ternyata kau sama seperti ibumu. Wanita jalang,” makinya.
Tubuh Hyejin mulai bergetar dan tangannya meremas kain celananya.
“Apa kau datang kesini hanya untuk berkata seperti itu padaku?” tanya Hyejin sinis.
“Gadis menjijikan,” makinya lagi sambil melemparkan segenggam uang yang jumlahnya tidak sedikit.
“Jangan pernah menelpon suamiku. Aku akan datang tiap bulan ke tempat ini untuk memberikan uang padamu,” ujarnya lalu melenggang pergi.

Hyejin yang menyadari kalau Kyuhyun sedari tadi melihat kejadian ini segera mengusirnya. Ia tak ingin Kyuhyun melihat dirinya yang kacau. Ia malu pada dirinya dan terlebih pada Kyuhyun.

“Kyuhyun, pergilah,” ujarnya lemah. Ia hanya menunduk, tak berani memperlihatkan wajahnya.
“Hyejin kau..”
“Aku tak apa, pergilah,” ujar Hyejin. Kyuhyun melangkahkan kakinya dan menutup pintu itu.

Hyejin yang mendengar suara pintu tertutup segera terpuruk ke tanah. Semua rasa tak sanggup ia tahan lebih lama. Ia menangis histeris. Hatinya merasakan sakit yang tak tertahankan.

Namun tangis Hyejin sempat terhenti saat ada kehangatan menyusup ke aliran darahnya. “Sudah kukatakan, aku ingin mendengar semua ceritamu. Aku ingin merasakan kesedihanmu. Mengapa kau masih menahan perasaanmu?” ujar suara itu.

“Kyuhyun?”

“Ya, ini aku. Aku memang menutup pintu tapi aku tidak keluar,” jelasnya. “Menangislah Hyejin,” guman Kyuhyun sambil memeluk dan mengelus kepala Hyejin.

Tangan yang besar dan hangat membuat Hyejin jujur pada perasaannya. Ia menangis histeris dalam dekapan Kyuhyun.

Wajah wanita tadi mengingatkannya kenyataan kalau ia adalah anak hasil hubungan gelap dari ibunya dan Yang mulia JungHo, Raja dari dinasti Jung. Keturunan kerajaan yang masih bertahan dan masih dielu-elukan saat ini. Dan keberadaan Hyejin dalam dunia ini tentu saja aib bagi keluarga Kerajaan.

Ibunya mati terbunuh oleh suruhan Kerajaan. Untung saja ayahnya masih sempat menyelamatkan dirinya. Anak yang lahir karena cinta tapi tradisilah yang menghancurkan ikatan itu.

Jadi itu alasan mengapa Hyejin seperti itu selama ini? Rasa terbuang dan sendirian membuat Hyejin mencari pelampiasan dengan pergi ke club dan mencari seseorang yang bisa menjadi sandarannya.

Kyuhyun mengelus kepala Hyejin lembut. Semalaman Hyejin menangis dan tertidur dalam pelukan Kyuhyun, dan Kyuhyun pun terlalu berat untuk melepaskannya. Ia ingin melindunginya, ia ingin menjaganya, ia ingin menjadi sandarannya, ia ingin menjadi segalanya bagi Hyejin.

Entah sejak kapan, rasa yang diawali dengan sebuah simpati kini telah berubah menjadi sebuah perasaan abstrak yang disebut cinta.

*****

“Tada! Hyejin, makanlah. Aku sudah buatkan sandwich terbaik untuk sarapanmu,” seru Kyuhyun dengan wajah riangnya. Senyuman Kyuhyun bagai sihir yang membuat Hyejin  tanpa sadar menyunggingkan senyumannya.

“Yes, like that. A smile is the best makeup any girl can wear,” ujar Kyuhyun yang membuat senyum Hyejin melebar.

“Apa kau selalu bahagia seperti ini?” tanya Hyejin basa basi sambil menyuapkan sandwich ke dalam mulutnya.

“Yes, because being happy doesn’t mean that everything is perfect. It means that you’ve decided to look beyond the imperfections,” jawab Kyuhyun. Jawaban yang sangat menyentuh hati Hyejin.

“Hm, terima kasih. Aku tahu kau bermaksud menghiburku. Tapi emosiku masih labil saat ini. Tidak semudah itu melupakan kejadian semalam,” balas Hyejin jujur.

“No problem, I like when you being honest with me and be yourself. It’s nice to know you’re super comfortable around me. That’s enough for me, Hyejin,” balas Kyuhyun sambil mengelus kepala Hyejin lembut dan saat itu pula Hyejin dan Kyuhyun sama-sama merasakan kalau jantung mereka berdetak sangat kencang, namun hal itu masih menjadi rahasia mereka masing-masing.

*****

“Hyejin, sini,” panggil Kyuhyun sambil menepuk sisi sova disebelahnya. Hyejin pun menghampirinya dan duduk disebelahnya.
“Waeyo?” tanya Hyejin. Kyuhyun memutar badan Hyejin sehingga kini Hyejin duduk membelakanginya.
“Aku mau mengeringkan rambutmu,” ujar Kyuhyun dan Hyejin tak menunjukkan pemberontakan.

Saat Kyuhyun mengeringkan rambut Hyejin, ia dapat melihat sebuah bekas luka di sekeliling lehernya yang tertutup rambutnya.

“Ini luka apa?” tanya Kyuhyun.
“Ah, ini bekas saat ibuku mau mencoba membunuhku,” jawab Hyejin datar namun jelas sekali kalau ia bersedih.
“Tapi ayahku datang dan menghentikan tindakan ibu,” lanjut Hyejin.

Ia terdiam sebentar dan menerawang langit-langit atap dengan tatapan kosong. “Harusnya ayah tidak perlu datang saat itu,”
“Kenapa?”
“Buat apa aku hidup kalau tak ada seorang pun yang menginginkan keberadaanku?”

Mendengar pertanyaan yang menyedihkan itu membuat Kyuhyun tak bisa menyembunyikan perasaannya lagi. Ia ingin Hyejin tahu kalau dirinya ini sangat menginginkan dirinya. Sangat membutuhkan keberadaannya. Karena saat ini Hyejin bagaikan oksigen yang ia butuhkan untuk hidup. Sepenting itulah Hyejin bagi Kyuhyun.

“Apa kau tidak tahu kalau aku menginginkanmu Hyejin?” tanya Kyuhyun yang membuat Hyejin segera memutar badannya dan menatap Kyuhyun penuh selidik.
“Maksudmu?”
“I love you,” jawab Kyuhyun.

Kata-kata yang tak pernah terpikirkan oleh Hyejin akan keluar dari bibir pria yang ia cintai. Tak ada yang bisa menggambarkan perasaannya. Ia terlalu bahagia. Kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Mata menatap mata. Wajah mendekati wajah. Bibir Kyuhyun sudah tiba di bibir Hyejin. Hanya mengecup, tak berani bertindak lebih jauh dari itu. Semua kata dan tindakan seakan membawa Hyejin ke negeri dongeng. Namun semua rasa itu tiba-tiba berganti jadi kesedihan. Ia ingat siapa dirinya. Ia ingat bagaimana kehidupannya. Ia ingat perbedaan status sosial mereka. Dan semua itu menjadi penghalang bagi Hyejin.

“Kenapa?” tanya Hyejin
“I don’t need a reason. Semuanya terjadi begitu saja,”
“Tapi kau harus menghapus perasaanmu,” ujar Hyejin. Kata-kata yang ia lontarkan dengan berat hati.
“Wae?”
“I don’t deserve you. Kau terlalu baik untuk menghabiskan sisa hidupmu bersama gadis sepertiku,”
“Kalau begitu, let me love you in silence,”

Argh. Bagaimana bisa Kyuhyun berkata seperti itu? Hyejin semakin berat melepaskannya.

“Don’t. Hal itu menyakitkan. Aku tak cukup pantas untuk menyakitimu,”
“Siapa yang menentukan takaran pantas atau tidak pantas? I Love you. I just want you. That’s it. All your flaws, mistakes, smiles, giggles, sarcasm. Everything. I just want you, Song Hyejin,”

*****

Hyejin tertegun saat mendapati Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu apartemennya. Tiba-tiba sekelebat bayangan tentang peristiwa kemarin malam kembali berputar di kepala Hyejin, membuat pipinya merona dan jantungnya berdebar.

“Hai, Hyejin,” sapa Kyuhyun dengan gaya riangnya.
Hyejin melirik Kyuhyun, lalu membuang mukanya ke arah lain saat mata mereka tanpa sengaja bertatapan. “H.. Hai,” balas Hyejin. Kaku. Namun Kyuhyun malah tertawa karenanya.
“Apa kau selalu malu-malu seperti ini pada pacarmu?” tanya Kyuhyun penasaran.
“A.. ani. Ini pertama kalinya tubuhku bereaksi seperti ini,” balas Hyejin jujur.
“Mungkin itu karena kau belum terbiasa dengan statusmu yang baru,”
“Status?”
“Yes. Since yesterday, Song Hyejin officially become my girl, right? Remember?” tanya Kyuhyun walau niat aslinya adalah untuk menggoda Hyejin.
Hyejin yang mendengar kata ‘my girl’ keluar dari mulut Kyuhyun hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah menjadi merah seperti apel.

Setelah perdebatan yang cukup lama malam itu, akhirnya Kyuhyun berhasil memenangkan hati Hyejin. Menyadari kalau gadis yang ada disampingnya sudah menjadi miliknya membuat Kyuhyun sangat gembira. Kegembiraan Kyuhyun tak bisa digambarkan hanya dengan sebuah senyuman. Kalau bisa, ia ingin melompat-lompat, berguling-guling, dan berteriak, menyatakan pada semua orang di Seoul bahkan di dunia kalau Song Hyejin adalah gadisnya. Tapi untung saja Kyuhyun masih cukup bijak untuk tidak melakukan hal itu.

“Yaa! Sampai kapan kau mau menggodaku? Kajja! Nanti kita telat,” seru Hyejin sambil menarik tangan Kyuhyun. Jari bertemu jari. Saling bertautan seakan tak ingin melepaskan satu sama lain.

Tapi mungkin karena kedua orang ini sedang di mabuk asmara, mereka sampai tidak merasakan kalau ada orang yang mengamati mereka sedari tadi. Orang yang entah siapa, namun yang pasti ini bukan pertanda bagus.

*****

“Song Hyejin, Cho Kyuhyun, diharap segera menuju ruang Kepala Sekolah,” sebuah panggilan yang membawa Hyejin dan Kyuhyun ke ruangan ini. Bertatapan langsung dengan 2 orang Tuan Cho, Cho Shinwa dan Cho Jinho, kakek dan ayah Cho Kyuhyun. Meski Hyejin dan Kyuhyun tak tahu alasan mereka dipanggil, tapi aura yang mencekam ini mengisyaratkan kalau ada hal buruk yang akan menguji cinta mereka yang masih seumur jagung.

Tanpa menyapa satu sama lain terlebuh dulu, ayah Kyuhyun meletak beberapa foto dihadapan Kyuhyun dan Hyejin. Bukti-bukti kebersamaan mereka selama ini.
“Aku tak pernah melarangmu untuk bertanggung jawab atas luka yang terjadi pada dirinya, Kyuhyun. Tapi apa aku pernah berkata kalau aku mengijinkanmu untuk berhubungan dengannya lebih dari itu?” tanya sang ayah.

“Tapi aku tak bisa mengendalikan perasaanku ayah. Semuanya terjadi begitu saja,” balas Kyuhyun jujur dan tetap menjaga kesopanannya.

“Putuskan segera hubungan kalian,” cetus kakek Kyuhyun. Ucapan yang mampu membuat tubuh Hyejin lemas seketika. Seakan terhubung oleh telepati, Kyuhyun segera menggenggam erat tangan Hyejin, memberinya kekuatan untuk bertahan.

“Aku tidak bisa, kakek,” balas Kyuhyun.

Sang kakek menghela nafasnya, “Sudah kuduga, kalian tidak akan menyerah hanya dengan sebuah teguran. Bagaimana kalau ini..” ujarnya sambil menyerahkan selembar koran pada Kyuhyun dan Hyejin. Sebuah artikel dengan judul yang ditulis besar-besar membuat tubuh Hyejin bergetar. Rasa takut dan emosi bercampur jadi satu.

“Song Hyejin, ternyata adalah anak hasil hubungan gelap antara Yang Mulia JungHo dan mendiang artis Song JoonHe” itulah headline koran tersebut.

“Kakek.. kau..”

“Semua terserah padamu. Kalau kau tak memutuskannya, berita ini akan tersebar di seluruh Korea besok pagi. Apa kau tahu apa akibatnya? Gadis ini bisa saja mati ditangan pembunuh bayaran suruhan Kerajaan,” ujar kakek itu dingin tanpa belas kasih.

Mendengar ancaman gila kakeknya itu membuat Kyuhyun muntab. “Kakek! Kau..”

“Apa itu belum cukup? Atau kau rela mengorbankan marga Cho yang kau bawa demi gadis ini??” seru kakeknya.

Baru saja Kyuhyun mau menjawab, ternyata Hyejin sudah lebih dulu mengambil alih.
“Hentikan Kyuhyun,” ujar Hyejin lemas. Ia berdiri di depan Kyuhyun dan menatap lekat kakek dan ayah Kyuhyun.
“Jangan kau korbankan anakmu hanya demi gadis sepertiku,” ujarnya. “Sesuai permintaanmu, hubungan kami sudah selesai sekarang,” lanjutnya.

Kakek Kyuhyun tersenyum puas namun Kyuhyun sudah tertegun. Ia mematung. Masih berusaha mencerna kalimat Hyejin.

“Apa maksudmu Hyejin?” tanya Kyuhyun
“Bukankah sudah jelas? Kita putus. Kau tak perlu datang lagi ke apartemenku. Aku bisa merawat lukaku sendiri,” balas Hyejin.

Kyuhyun tak menyangka hubungan mereka secepat ini. Namun, andai saja ia tahu, kalau Hyejin pun merasakan sakit yang sama seperti Kyuhyun dibagian hatinya.

*****

Ting Tong! Bunyi bel apartemen Hyejin memaksanya untuk bangkit dari tempat tidur. Dengan mata sembab dan langkah menyeret, ia berjalan menuju pintu dan membukanya. Sosok dihadapannya berkesan keibuan. Terlihat sangat cantik dan elegan. Aura hangat terpancar darinya.

“Bolehkah aku masuk?” tanya nyonya itu dan Hyejin mempersilahkannya. Nyonya itu tidak langsung duduk di sova yang sudah tersedia. Ia berkeliling dan terhenti pada sudut tembok yang banyak memamerkan foto selca Kyuhyun dan Hyejin selama 3 minggu ini. Nyonya itu terdiam sesaat lalu tersenyum lega saat meneliti foto itu satu-persatu.

“Kyuhyun terlihat sangat gembira di semua foto ini,” katanya.

“Bagaimana kau bisa mengenalnya?” tanyanya

“Tentu saja, karena akulah wanita yang melahirkannya,” balasnya yang membuat kedua wanita ini terdiam.

“Lalu apa tujuan anda datang kesini nyonya?” tanya Hyejin sopan namun tak berniat basa-basi.

“Aku ingin kau mengembalikan senyum anakku,” jawabnya. “Ia sangat terpuruk saat kau memutuskan hubungan kalian,” lanjutnya.

“Itu bukan urusanku. Aku tak perduli padanya lagi. Mianhe, aku tidak dapat membantu anda,” dusta Hyejin tanpa berani memandang nyonya itu karena kini air mata mulai mengisi pelupuk matanya.

“Jangan membohongi perasaanmu sendiri nona manis. Kalau kau tak mencintainya, mengapa saat ini kau menangis? Mengapa kau masih menyimpan semua kenangan tentang Kyuhyun? Kenapa? Bukankah jelas sekali kalau kau masih mencintainya?” tanya nyonya itu sambil menarik Hyejin dalam pelukannya. Pelukan hangat seorang ibu yang sudah lama ingin ia rasakan. Hyejin tak bisa mengontrol emosinya. Air matanya terus mengalir. Air mata yang merindukan Kyuhyun.

“Jadi apa yang bisa kulakukan untuk menolong Kyuhyun, nyonya?” tanya Hyejin disela isak tangisnya

“Buatlah dirimu pantas untuk menjadi seorang nyonya Cho Kyuhyun,”

*****

“Yaa, Cho Kyuhyun! Ppali ireona!” seru seorang gadis yang bertumpu diatas badan Kyuhyun.

“Argh, berat. Menyingkirlah,” erang Kyuhyun setengah sadar.

Gadis itu tersenyum lalu menepuk-nepuk pipi Kyuhyun pelan, “Ya, ya, ya, ireona,” ujarnya.
Meski ia tidak sadar, tapi ia tahu kalau sekarang langit masih gelap. Lalu untuk apa ia dibangunkan?!
Kyuhyun yang kesal karena jam tidurnya terganggu, segera bangkit tidurnya. “Yaa! Kau..”
Suara Kyuhyun tak berlanjut. Pita suaranya berhenti bergetar saat ia sudah melihat dengan jelas gadis yang ada dihadapannya.

“Hye.. Jin?”
“Iya, ini aku. Kau susah sekali dibangunkan,” balas Hyejin.
“Hye..Jin?” guman Kyuhyun. Ia masih tak percaya dengan keberadaan orang dihadapannya.
Hyejin yang bisa mengerti kondisi Kyuhyun, segera memeluk Kyuhyun. Memberikan kehangatan agar Kyuhyun percaya kalau kehadirannya adalah nyata.
“Ini aku, sayang,” bisik Hyejin. Kyuhyun membalas pelukannya. Melampiaskan semua rasa rindu yang ia pendam. Rasanya sangat ajaib Hyejin bisa berada di rumahnya, di kamarnya, bahkan didekapannya.

*****

Mata Kyuhyun tak berkedip sedetik pun. Rasanya sayang sekali kehilangan sepersekon waktu untuk memandang Hyejin yang tertidur disampingnya.

“Mengapa kau memutuskanku saat itu?” tanya Kyuhyun sambil memainkan rambut Hyejin yang tergerai. Kyuhyun tidak marah, ia hanya penasaran. Padahal jelas sekali kalau Hyejin masih mencintainya.

“Aku tidak ingin kau sengsara karena aku,” balas Hyejin dengan mata yang tak henti memandang Kyuhyun.

“Lalu bagaimana kau bisa masuk ke dalam sini?” tanya Kyuhyun penasaran. Bukan hal mudah untuk menyelinap kedalam rumah megah yang memiliki cctv dimana-mana.

“Itu.. Rahasia,” balas Hyejin. “Sudahlah, berhenti bertanya. Aku mengantuk, Kyuhyun,” omel Hyejin sambil menarik selimut untuk menutup wajahnya.

Tangan Kyuhyun menarik kembali selimut itu. “Yaa! Hyejin! Kalau kau cuma mau tidur, buat apa kau kemari?!” seru Kyuhyun, setengah kesal karena tak bisa menebak jalan pikiran gadisnya.

“Aku hanya ingin bersamamu. Kau tak mau?” tanya Hyejin. Kyuhyun mengela nafasnya. Semudah itu dirinya luluh pada Hyejin. Ia tak lagi marah, kini Kyuhyun malah sudah memeluk Hyejin erat. Tak mau melepaskannya.

“Aku rindu padamu, Hyejin,” bisik Kyuhyun.

“Will you still love me tomorrow?” tanya Hyejin. Entah mengapa ia melontarkan pertanyaan yang retoris itu.

“Not only tomorrow. I love you, everyday. For the rest of my life,” balas Kyuhyun jujur. Tak ada maksud untuk merayu atau menggoda. Ia hanya ingin jujur pada Hyejin dan perasaannya sendiri.

“Apa kau juga akan mencintaiku seperti itu?” kini giliran Kyuhyun yang bertanya.

“Haruskah aku menjawab pertanyaan yang kau sendiri sudah tahu jawabannya?”

Ya, Hyejin juga sangat mencintai Kyuhyun. Karena itulah ia membulatkan tekad untuk pergi dari kehidupan Kyuhyun selama beberapa tahun kedepan.

*****

6 years later..

“Kerjakan yang benar! Apa untuk hal seperti ini perlu kuajari?!” pekiknya sambil melemparkan sebuah map ke mejanya.

Gadis lain yang berdiri berhadapan dengannya hanya bisa menunduk dan mengucapkan ‘mianhe’ berulang kali.

“Mianhe, Kyuhyun-nim,” ujarnya. Namun seakan tidak menerima alasan, dengan segera Kyuhyun meminta sekretarisnya diganti.

“Tolong carikan aku sekretaris yang handal,” ujar Kyuhyun pada orang yang ia telepon. Gadis yang berdiri dihadapannya tadi kini sudah menghilang. Sepertinya ia sudah tahu kalau ia harus mengemaskan barangnya.

“Ada apa lagi? Ini sudah keberapa kali kau minta sekretaris baru?” tanya orang diseberang sana.

“Yaa, yaa, Siwon hyung, jangan ikut-ikutan mengomeliku. Salah mereka sendiri,” balasnya asal.

“Kau terlalu memaksakan diri untuk untuk bekerja. Makanya emosimu tidak stabil. Beristirahatlah,” ujar Siwon.

Kyuhyun menghela nafasnya, “Aku tidak bisa. Kau tahu sendiri alasannya,”

“Hm, kurasa sudah waktunya kau melupakan gadis itu. Sudah 6 tahun berlalu Kyuhyun,”

“Kalau saja aku tahu bagaimana caranya, hal itu sudah kulakukan sejak dulu,”

Apa yang mereka bicarakan? Mengapa Kyuhyun berubah menjadi orang yang workaholic? Siapa orang yang harus Kyuhyun lupakan? Siapa gadis yang menjadi tokoh utama dalam persoalan ini? Tidak lain adalah Song Hyejin.

…..

Pagi itu harusnya menjadi pagi terindah untuk Kyuhyun. Harapannya, saat ia membuka mata, ia dapat melihat Hyejin berada disisinya.

Namun apa yang terjadi malah kebalikannya. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Hyejin. Yang ada hanya sebuah surat yang bertuliskan:

“Hai Cho Kyuhyun. Maaf kalau aku berpamitan dengan cara seperti ini. Terlalu menyakitkan buatku jika harus berkata langsung. Aku akan pergi. Cukup lama. Aku tak akan memberi tahumu. Dan aku harap kau tidak mencariku. Aku tak akan memintamu untuk menungguku, tapi yang harus kau ketahui adalah I love you, for the rest of my life. Song Hyejin,”

Sebuah surat yang menjadikan pria itu seperti ini. Ia bukan lagi Kyuhyun yang lembut dan ceria. Ia sudah berubah menjadi seorang pria temperamen.

…..

“Baiklah, akan kucarikan sekretaris yang paling baik untukmu,” kata Siwon menutup panggilan hari itu.

Kyuhyun menutup teleponnya dan memijat pelipisnya. Ia terlalu pusing untuk mengurusi semuanya ini sendiri.

*****

Jam sudah menunjuk angka 7. Tinggal 1 jam lagi meeting akan dimulai. Tapi sang Presedir masih terlelap dalam mimpi indahnya. Semua pelayan hanya berani mengintipnya dari ambang pintu. Siapa yang berani membangunkan singa yang sedang tertidur? Tidak ada, kecuali 1 orang.

“Yaa! Cho Kyuhyun, ppali ireona,” seru seorang gadis sambil menyibakkan selimut dari wajah tampan Kyuhyun. Semua yang menjadi saksi insiden pagi itu hanya bisa membantu dalam doa supaya gadis ini sadar akan apa yang ia lakukan.

Telinga Kyuhyun yang merasakan kebisingan dan matanya yang terkena sinar lampu membuat dirinya benar-benar terbangun, tapi sayangnya emosinya juga ikut terbangun.

“YAA! Siapa kau yang berani mengganggu tidur..” kalimat Kyuhyun terputus tepat saat sebuah sandwich mendarat dimulutnya. Tapi yang paling membuat dirinya shock pagi itu bukanlah sikap kurang ajar yang baru saja ia terima, namun sosok gadis yang bertindak tidak sopan itulah yang membuat jantungnya sempat berhenti berdetak.

“Song.. Hyejin?” guman Kyuhyun.

Seakan tidak memperdulikan pertanyaan itu, Hyejin melalang pergi menuju lemari megah disudut kamar itu. Tanpa basa-basi ia segera mengambil satu setel jas, kemeja, dan celana yang harus dikenakan Kyuhyun.

“Makanlah, lalu pakai ini. Dalam 5 menit semua harus selesai,” ujar Hyejin tegas.

Kyuhyun yang masih telalu shock tidak dapat mencerna kalimat itu dengan cepat. Ia hanya termangu sambil menatap mata yang juga masih memandangnya saat ini.

“Ppali, tunggu apa lagi?” seru Hyejin menyadarkan Kyuhyun. Dengan gesit ia segera melaksanakan semua perintah Hyejin.

*****

Berkat kekacauan tadi pagi, akhirnya presentasi Kyuhyun berjalan lancar, bahkan ia berhasil meyakinkan Perusahaan Juke untuk bekerja sama dengan Perusahaan Shin.

Namun bukan masalah omset, keuntungan, investor, strategi dagang, keuangan, yang Kyuhyun pikirkan saat ini. Yang menjadi pertanyaannya adalah, “Apa maksud semua ini?” tanya Kyuhyun sambil menatap gadis yang sudah berdiri dihadapannya. Setelah pulang dari meeting itu, Kyuhyun segera memanggil Hyejin ke ruang kantornya.

“Aku sekretarismu yang baru,” balas Hyejin seadanya.

Kyuhyun yang mendapatkan terlalu banyak kejutan di hari ini tidak dapat menata perasaannya dengan baik. Perasaan senang, marah, sedih, dan haru yang bercampur membuatnya menjadi labil.
Yang jelas, kelabilan itu membuat dirinya mendorong Hyejin yang lemah ke sudut tembok ruang kantornya itu.

Mata bertemu mata, rasanya masih belum mampu menyampaikan semua rasa yang sudah lama terpendam dihati Kyuhyun. Dan tanpa menunggu peringatan, Kyuhyun maju dengan cepat dan mencium bibir Hyejin.

Ciuman yang sangat lama dan terasa asin. Sebulir air mata Kyuhyun mengalir. Air mata yang susah payah ia tahan, akhirnya tertumpah juga.

“Kenapa kau baru datang, Hyejin?” tany Kyuhyun lirih tanpa mengubah posisi. Kyuhyun tetap mengunci Hyejin disudut tembok itu.

“Tidak tahukah kau betapa susahnya untuk masuk ke perusahaan Shin dan mendapat kepercayaan menjadi seorang sekretaris pribadi?” balas Hyejin.

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun tak mengerti kata-kata Hyejin.

“Aku ingin membuktikan pada ayah dan kakekmu, kalau aku pantas untuk menjadi menantu dari keluarga Cho dan pantas untuk menjadi istrimu,” jawab Hyejin.

“Kau meninggalkanku demi alasan itu?” tanya Kyuhyun tak percaya dan dijawab Hyejin dengan anggukan kepala.

Perasaan bahagia dan lega bercampur jadi satu. Kyuhyun menyambar Hyejin dengan pelukannya.
“Kau memang tak bisa ditebak,” bisik Kyuhyun.

*****

“The next girl i will ever love on this earth will be our daughter,” kata Kyuhyun ditengah makan malam romantis yang ia pesan khusus untuk Hyejin.

“Are you seducing me now?” tanya Hyejin dengan pandangan menyelidik.

“Yes, i’m trying,”

“What a pity, you fail,” balas Hyejin dengan senyum kemenangan mengembang diwajahnya.

“How about this one.. Hyejin, you need some jewelry to make you more beautiful,” ujar Kyuhyun. Hyejin yang mulai tertarik, akhirnya masuk dalam alur permainan Kyuhyun.

“Like?” tanya Hyejin.

Kyuhyun merogoh sakunya. Mengeluarkan kotak persegi kecil dan memamerkan kilau benda kecil di dalamnya.

“A wedding ring from me,” balas Kyuhyun sambil menatap lekat-lekat mata Hyejin.

Hyejin tak menjawab. Ia terlalu kaget dan terlalu senang saat ini.

“Hyejin, would you be my wife?” tanyanya.

Hyejin tersenyum, “Cho Kyuhyun, pertanyaanmu itu retoris,”

“Jadi apa sekarang aku boleh mencium calon istriku?”

“Kalau aku menolak, apa yang kau lakukan?”

“Kau tak akan menolak, aku yakin akan pesonaku,” balas Kyuhyun dengan senyum kemenangan mengembang diwajahnya.

God has perfect timing; never early, never late. It takes a little patience and faith, but it’s worth the wait.