Gilaaaa. Ternyata FF ini panjang bukan main.
Gak tamat2. Hahaha. Mianhe reader🙂

Author suka lupa sama ff yang lama2.

Hehehe..

3 PART 10

Hari ini aku diperbolehkan pulang oleh dokter karena ia yakin aku sudah lebih baik. Kepalaku yang sempat terbentur lantai waktu aku jatuh juga sudah lebih baik. Rupanya aku sempat melupakan kyu oppa karena sebelum kepalaku kebentur aku terkena syok yang disebakan oleh kyu oppa.
Aku langsung diantar kyu oppa ke hotel tempatku training karena aku harus mengikuti training yang masih tersisa 1 minggu. Aku tiak diperbolehkan pulang di hari sabtu minggu karena aku harus mengejar ketertinggalanku selama aku di rumah sakit.

Terpaksa aku tetap berada di hotel untuk belajar sendiri. Semua teman2ku pulang dan baru kembali senin nanti. Kerjaanku selama sendirian di hotel adalah membaca materi, makan, tidur, dan begitu seterusnya. Aku hampir mati bosan karenanya. Untung masih ada mama, papa dan kyu oppa yang rajin meneleponku.
“mama,aku bosan sekali deh di sini. Gak ada siapa2 tapi aku gak bisa pulang. Huhuhu,” kataku mengadu pada mama saat beliau meneleponku.
“sabar ya,sayang. Kan tinggal seminggu lagi. Tahan ya,” kata mama menenangkan aku.
aku menuruti apa kata mama dan segera mengembalikan semangatku. Saat aku sedang mempelajari materi trainingku, pintu kamarku dibel oleh seseorang. Aku membuka pintu dan melihat kyuhyun oppa datang sambil membawa makanan untukku.
“sayangku, apa kabar? Kamu pasti sangat merindukan aku ya?” tanya kyuhyun oppa dengan genit.
Aku tertawa terbahak2 saking gelinya mendengar kata2 kyuhyun oppa.
“kok ketawa sih?” katanya padaku. “ini aku bawakan makanan untukmu. Aku membuatnya sendiri loh.”
“oppa yang membuatnya?” tanyaku tidak percaya. Seumur2 aku hidup belum pernah aku dengar bahwa masakan kyu oppa enak. Kalaupun iya, itu hanya untuk dirinya sendiri.
“hei,jangan begitu dong. Aku bisa masak tahu,” katanya berbangga diri.
“baiklah,aku percaya padamu,oppa,” sahutku lalu mulai memakan masakannya. Baru sesuap yang masuk ke mulutku, aku sudah mengernyitkan hidungku. “oppa, masakanmu terlalu asin. Huhu,” kataku memprotes.
“ah yang benar? Masa sih?” kyu oppa tidak percaya padaku maka dia mencoba masakannya dengan lidahnya sendiri. “gak kok, enak rasanya.”“asin tau! emang sebelum oppa bawa kesini tidak oppa coba dulu ya?” aku pura2 mengomel.
“maaf ya,sayang. Aku sudah mencobanya kok tapi aku tidak tahu ini sudah terlalu asin untuk kamu,” jawab kyu oppa merasa bersalah.
Aku tertawa penuh kemenangan melihat wajah kyu oppa. “bingo! Oppa ketipu! Masakanmu enak,” seruku senang lalu memakan kembali masakan kyu oppa.
“haish. Anak ini. Dasar bandel ya,” sahut kyu oppa sambil memencet hidungku.
“oppa! Aku tidak bisa bernafas,” kataku mencoba bernafas dari mulut.
Kyu oppa lalu melepaskan tangannya dari hidungku. “makanya jangan suka iseng padaku. Hehehe,” sahutnya sambil cengengesan.
Setelah selesai makan, aku kembali menekuni materi2 trainingku sedangkan kyu oppa seru sendiri dengan mainannya. Dia kadang berteriak cukup kencang kalau dia kalah dan aku pasti langsung menegurnya menandakan kalau aku terganggu.
Pintu kamarku tiba2 terbuka dan masuklah seung hee. Dia memandangku sebentar lalu menoleh ke arah kyu oppa dan berteriak histeris, “kyuhyun oppa!”. Seunghee juga memeluk oppa dengan erat. Aku mengerti kenapa seunghee seperti itu jadi aku tidak mempermasalahkannya. Yang jadi ada masalah sekarang adalah seunghee melihat kyu oppa berada di kamar ini hanya berdua denganku. Orang paling bodoh di dunia pun pasti akan menyangka satu hal : kyu oppa punya hubungan denganku.
Benar saja firasatku. setelah puas berfoto-foto ria dengan kyu oppa, seunghee mulai bertanya2. “oppa sedang apa di sini? Kenapa menemui sasa?” tanya seunghee pada kyuhyun oppa.
Kyu oppa sedang mencari2 alasan tapi dia tidak menemukannya. Akhirnya aku yang jawab, “dia menyerahkan titipan terima kasih dari hankyung oppa untukku.”
“kalau begitu, kenapa oppa masih berada di sini? Kenapa tidak langsung pulang saja?” tanya seunghee lagi.
Aku dan kyu oppa sama sekali tidak punya ide untuk mengelabui seunghee. Kyu oppa akhirnya menyuap seunghee. “seunghee, aku janji padamu akses belakang panggung untuk perform kami minggu depan asal kamu tidak menyebarkan berita aku di sini. Ok?”
mendengar tawaran kyu oppa, tanpa pikir panjang seunghee menyanggupinya tapi aku menyangsikannya.
Aku melihat seunghee mempostingkan foto tersebut ke dalam blognya beserta tulisan2 yang tidak dapat aku baca karena ketutup badan seunghee.
Iseng2 aku mengoogle blognya dan aku membacanya.
Seunghee memasukkan foto2 terbagusnya dengan kyu oppa dengan tulisan : sangat senang hari ini bisa foto langsung dengan kyu oppa! Aku tidak menyangka dia bisa berada di kamar trainingku! Saat aku masuk, aku melihatnya sedang bermain starcraft di laptopnya sedangkan teman sekamarku sibuk membaca bahan trainingnya. Kalian masih ingat kan wanita yang muncul di dorm super junior beberapa waktu lalu. Tetangga suju itu loh. Kalau kalian lupa aku post fotonya juga di sini.
Aku melihat ada fotoku sewaktu syuting dorm super junior. Lalu aku melanjutkan membaca blog seunghee.
Aku tidak tahu ada apa sebenarnya antara temanku ini dengan kyu oppa atau anggota suju yang lain tapi aku rasa dia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan oppa2 kita.
aku kecewa seunghee tidak dapat memenuhi janjinya pada kyuhyun oppa. Karena itu, aku mengingatkan dia akan janjinya pada kyu oppa. Aku cukup bicara sekali dan dia langsung mengerti. Dia segera menghapus postingan blognya tersebut dan aku berterima kasih karenanya.
Setelah Seunghee menghapus blognya, aku mengecek lagi untuk meyakinkan diriku sendiri tapi ternyata Seunghee terlambat. Sudah banyak blog lain yang mengopi blognya. Aku segera memberitahukan hal ini kepada Kyuhyun Oppa.
“Oppa, Seunghee melanggar janjinya. Dia mengupload foto-foto kalian ke blognya. Aku sudah menyuruhnya menghapusnya tapi sudah banyak orang yang mengopinya. Gimana ini?” tanyaku cemas.
“Haissh. Dasar orang itu bikin susah saja,” sahut Kyuhyun Oppa. “Masalah ini biar aku yang pikirkan, kamu fokus saja ke kerjaanmu.”
“Gak bisa, Oppa. Aku juga ikut tanggung jawab,” kataku menolak Kyuhyun Oppa menanggungnya sendirian. “Bagaimana kalo manajer Oppa sampai tahu apa yang terjadi?”
“Aku juga tidak tahu. Masalah ini akan kita pikirkan nanti saja ya. Oke, sayang?”
Kalau sudah begini, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku hanya bisa pasrah menghadapi hari esok. Apapun yang terjadi, aku tidak boleh membiarkan Kyuhyun Oppa menanggungnya sendirian.
Minggu terakhir trainingku dimulai. Aku berharap semuanya dapat berjalan dengan lancar selancar aliran air di kamar mandi ini. Meskipun masalah yang sdg aku hadapi membuatku pusing aku tetap berharap Tuhan membantuku menyelesaikannya.
Sejak tadi malam aku belum lagi berkomunikasi dgn kyu oppa untuk membicarakan berita tentang dirinya yang lagi heboh di internet.
Setelah mandi,aku segera sarapan dan mengikuti training. Aku sadar badanku ada di tempat training tapi pikiranku melayang memikirkan kyu oppa. Aku takut harus putus lagi kalau sampai hubungan kami diketahui manajernya.
Setiap ada waktu luang aku mencoba menghubungi kyu oppa tapi tidak pernah bisa. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku harus menemui kyu oppa untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya. Sekitar jam 10 malam, aku keluar dari hotel dan
kembali ke apartemen.
Saat sudah sampai di apartemen, aku langsung menuju dorm kyuhyun oppa. Pintu dorm dibukakan oleh bibi yang bekerja di situ karena belum ada satupun member super junior yang pulang. Mereka masih show. Aku menunggu kurang lebih 3 jam sampai ada anggota super junior yang pulang tapi kyuhyun oppa belum juga pulang.
“Aah, Sasa. Sedang apa disini? Menunggu kyuhyun?” tanya donghae oppa.
“Nde,oppa. Kmana dia? Kenapa belum pulang?” aku menanyakannya.
“Oh, aku tidak tahu Sasa. Dia masih ada di studio sepertinya,” jawab donghae. “Kenapa tidak kamu telpon saja?”
“Tidak diangkat-angkat, Oppa.”
“Ooh. Kalau begitu kamu tunggu saja sebntar lagi ya. Mungkin dia akan pulang sebentar lagi.”
“Nde, Oppa.”
Aku menunggu Kyuhyun Oppa dengan cemas karena sekarang sudah hampir jam 2 pagi padahal aku harus kembali ke hotel jam 4. Aku akan menunggu sampai jam setengah 4, kalau oppa tidak juga datang aku akan pulang. Untungnya sekitar jam 3, kyuhyun oppa sampai di dorm.
“oppa, akhirnya kau pulang juga. Aku sudah lama menunggumu,” kataku begitu aku melihat kyu oppa masuk.
“kebetulan sekali. Kita emang harus bicara,” sahut kyu oppa.
Kyuhyun Oppa mengajakku duduk di meja makan. Kami duduk saling berhadapan. “Manajer mengetahui hubungan kita,” kata Kyuhyun Oppa membuka pembicaraan.
“Darimana dia tahu? Apa ada yang memberi tahu dia?” tanyaku. Aku merasa kami sudah menutupi hubungan ini rapat2 dari semua pihak kecuali anggota super junior yang lain. Aku yakin suju oppa tidak mungkin membocorkannya.
“aku tidak tahu. Yang aku tahu, dia melihat berita di internet tentang kehadiranku di tempat trainingmu kemarin. Dia tadi bertanya padaku apa yang aku lakukan di sana dan aku menjawab sama dengan yang kamu katakan kemarin dengan Seunghee. Aku berusaha menyakinkannya dengan alasan itu tapi dia tidak percaya,” jawab kyuhyun oppa menjelaskan. “Dia justru memperingatkan aku akibat-akibat kalau aku terus pacaran denganmu.”
“Terus kita harus bagaimana, Oppa? Apa yang harus kita lakukan?” tanyaku dengan cemas. Aku tidak mau jika aku harus putus. Itu adalah kemungkinan yang seharusnya tidak terjadi.
“Aku sudah mempertimbangkan semuanya masak-masak dan aku sudah memutuskan satu jalan keluar,” jawab Kyuhyun Oppa. Dia mengatakan semuanya dengan lancar padaku seperti dia sudah mempersiapkan semuanya.
“Apa keputusan Oppa?” tanyaku yang tambah cemas. Aku merasa Kyuhyun Oppa sudah membuat keputusan yang terbaik tapi akan menyakiti beberapa orang.
“Kita harus putus. Tidak ada jalan lain. Aku tidak mau menyulitkanmu lagi. Selain itu, aku tidak mau sesuatu terjadi dengan super junior atau ELF hanya karena keegoisanku,” jawab kyuhyun oppa. “Aku sebenarnya tidak mau melakukan ini tapi aku tidak menemukan jalan keluar lain yang lebih baik.”
Aku mengerti maksudnya. Dia sama sekali tidak ingin mengorbankanku tapi itu lebih baik dripada mengorbankan super junior. Kalau dia sampai mengorbankan super junior itu berarti akan menyakiti jutaan orang sedangkan dia hanya akan menyakiti satu orang jika mengorbankan aku.
“Tidak ada jalan lain?” tanyaku lagi berusaha mencari kemungkinan lain. “Kita bisa hubungan dekat tanpa perlu pacaran. Aku tidak butuh status.”
Aku mengemukakan segala ide yang ada di pikiranku agar aku tidak perlu berpisah dari kyu oppa. Aku tidak mau lagi kehilangan dia. Untuk selamanya, aku hanya mau bersama kyuhyun oppa.
“Tidak. Aku tidak mau hts-an denganmu. Itu akan lebih parah akibatnya kalau ketahuan. Sudah aku bilang, aku tidak mau menyulitkanmu,” jawab kyuhyun oppa dengan tegas.
Seketika, badanku lemas. Aku tidak bisa bicara banyak. Hubungan kami memang sudah tidak bisa diteruskan. Bagaimanapun aku memperjuangkannya, kyu oppa tetap tidak akan mau lagi menjalin hubungan denganku.
“Baiklah kalau oppa maunya begitu. Mungkin ini yang terbaik,” kataku menyetujui walaupun sebenarnya aku sangat tidak ingin hal ini terjadi.
Aku segera kembali ke hotel untuk mengikuti training lagi. Sepanjang sisa training, aku sama sekali tidak bisa konsentrasi. Seluruh pikiranku masih saja tertuju pada kyu oppa. Kadang aku mencoba menghubunginya tapi tidak berhasil. Telpon atau sms ku tidak ada yang dibalas satupun.
Sepanjang sejarah hidupku, masa ini adalah masa yang paling berat. Aku tidak mempunyai semangat untuk melakukan apapun bahkan untuk makan sekalipun aku tidak berminat.
“Sasa,kamu kenapa? sakit ya? Kamu terlihat pucat,” tanya bang reymond saat makan malam terakhir.
“Hah? Masa sih bang? Aku baik-baik saja kok,” jawabku sambil memegang wajahku.
“Tapi dari kemarin aku perhatikan kamu lemas dan tidak bersemangat. Apa ada masalah?” tanya bang reymond lebih lanjut.
“Aku tidak kenapa-kenapa kok,bang. Tenang saja,” jawabku berbohong.
“Okelah kalau kamu bilang begitu. Setelah selesai makan, aku akan mengantarmu pulang ya,” sahut bang Reymond.
Bang reymond benar-benar memperhatikan aku atau apa aku kelihatan sangat tidak bersemangat sampai-sampai bang reymond bisa berkata seperti itu. Apa aku mungkin sudah terlihat seperti orang yang sudah tidak punya harapan hidup lagi.
Setelah makan, bang reymond menepati janjinya untuk mengantarkan aku pulang ke apartemen bahkan memaksa untuk membawakan barang-barangku sampai ke kamar. Saat aku dan bang reymond mau naik lift ternyata ada kyuhyun oppa yang sudah lebih dulu masuk ke dalam lift.
“ah,annyonghaseyo,” sapaku kepada kyu oppa dengan kaku.
Kyuhyun oppa membalas, “annyonghaseyo.”
Sepanjang berada di lift, aku sama sekali tidak berbicara dengan kyu oppa. Bahkan saat sudah sampai saatnya aku keluar, aku hanya membungkukan badan sedikit sebagai tanda aku pamit keluar duluan.
“bukannya yang tadi itu pacarmu ya? kamu kenapa dengan dia? Sedang berantem?” tanya bang reymond setelah kami keluar dari lift.
“ah,gak apa-apa kok bang. Kami hanya sudah ptus beberapa hari lalu,” jawabku.
“putus? Kenapa bisa?” tanyanya lagi.
“Ceritanya panjang,bang.”
“Apa karena itu beberapa hari belakangan ini kamu tidak bersemangat?” tanya bang reymond tepat pada sasaran.
“Kurang lebih begitu, bang. Jangan di bahas lagi ya, bang. Aku capek membahasnya nanti,” jawabku mengakui semuanya.
Bang reymond mengerti apa mauku. Dia tidak bertanya lagi padaku tentang Kyuhyun Oppa. Dia bahkan langsung pulang setelah menaruh barang-barangku di kamar dan menyuruhku istirahat.

.Kyuhyun pov.
“Haishh! Kenapa aku harus satu lift dengan mereka sih?!” Aku menggerutu sendiri setelah Sasa dan laki-laki yang bersamanya itu keluar dari lift. “Buat apa dia berada di sini sambil membawa tas lagi. Apa dia mau menginap di apartemen Sasa?! Tidak. Tidak mungkin.”
Aku merasa sangat kacau setelah melihat Sasa bersama dengan pria lain. Bagaimana mungkin Sasa bisa langsung bersama dia padahal kami baru putus beberapa hari. Aku tahu dari dulu pria itu sudah mengincar Sasa makanya aku sangat tidak senang jika Sasa bersamanya. Saat berada di lift tadi, aku ingin sekali menonjok pria itu tapi aku berhasil mengendalikan emosiku.
“Yaa,kyuhyunaa! Kau tidak makan dulu bersama kami?” tanya eeteuk hyung begitu melihat aku masuk ke dalam apartemen kami.
Aku melihat Eeteuk hyung sedang makan bersama Heechul hyung dan Kibum hyung. “Ah ani,hyung. Aku capek, mau tidur saja,” jawabku lalu masuk ke dalam kamar.
Aku mencoba untuk tidur tapi tidak bisa. Wajah Sasa bersama pria tadi terus saja terbayang di pikiranku. Aku membayangkan apa yang sedang mereka lakukan sekarang dan hal itu benar-benar membuatku kacau.
Aku tahu bahwa akulah yang telah melepaskannya dan sudah menjadi hak Sasa sekarang jika ada pria yang mendekatinya tapi aku tidak mau melihat Sasa bersama pria lain, walaupun pria itu lebih baik dariku.
“Haiiish!” seruku kesal karena tidak bisa melupakan Sasa.
Aku berpindah dari tempat tidur ke meja belajarku. Aku menyalakan laptop dan mulai bermain starcraft, game kesukaanku. Aku yang tidak bisa konsentrasi selalu saja kalah. “haish!!” teriakku kencang saat aku kalah main.
Tiba-tiba donghae hyung datang ke kamarku. “ada apa, kyuhyunaa? Knp kamu teriak-teriak?” tanya donghae hyung padaku.
Teriakanku tadi membangunkan donghae hyung. “Mian,hyung. Aku hanya kalah main saja. Mianhe,” kataku.
“haish. Dasar kau mengganggu saja. Aku kembali tidur kalau gitu.”
Donghae hyung segera kembli ke kamarnya sedangkan aku mematikan laptopku. Aku tidak bisa bermain lagi karena bisa mengganggu yang lain. Aku mencoba mengalihkan perhatianku dengan menonton tivi tapi ternyata tidak berhasil. Aku akhirnya keluar dari apartemen.
Awalnya aku berencana untuk pergi ke kedai kopi 24 jam di lobi apartemen tapi entah kenapa aku justru berhenti di lantai 10. Aku keluar dari lift dan menuju kamar Sasa. Aku berdiri di depan kamarnya tanpa berbuat apa-apa, hanya memandang pintu kamarnya sambil sesekali berharap Sasa tiba-tiba keluar agar aku bisa memeluknya. Aku tahu itu hanya kemustahilan. Aku baru kembali ke dorm ku sekitar jam 6 pagi karena aku ingat harus segera syuting.

-to be continued-