For the first one up forever #1

Cast

: Miranda

: Park Jungsoo

O.Cast.

: Kim Heechul

: Lee Hyukjae

: Lee Seohyun

Genre  : Friendship, Romance

Lenght : Continue

Mian kalo ini ff gaje banget, apalagi typo bertebaran dimana-mana. Hahah😀

Happy reading gurlssss🙂

 

*staring at you from a distance was enough to calm my heart – NoName*

*****

“can only be viewed from a distance” ya hanya itu yg bisa ku lakukan sekarang. Memandangi, dan mengagumi nya dari kejauhan. Kami berbeda, sangat berbeda. Aku hanya wanita culun, jelek dan pintar, berbeda dengannya tampan, kaya dan pintar. Semua wanita ingin menjadi pacarnya, ya pasti termaksuk diriku.

“Mira ah, waeyo? Gwencana?” Suara yura membangun kan ku dari lamunanku. Aku hanya tersenyum menangguk, sambil terus memandanginya. “Omo, aku ingin mengenalnya” gumamku dalam hati.

Hari ini rasanya aku sangat lelah, aku menyusuri lorong sekolah bersama empat temanku. Aku hanya mendengar percakapan keempat teman ku, pikiran dan hatiku masih bersama dengannya. Ya pandanganku menemukan sosok nya lagi, lelaki yg tersenyum kearah ku itu membuatku melayang.

“Ya Tuhan dia sangat tampan”

“Mwo? Siapa mir? Mana yg tampan?”

“Huh? Kalian tausah kompak begitu. Mengagetkanku saja. Sudah lupakan..”

Aku berlalu meninggalkan pandanganku, tak ingin teman-teman ku tahu. Sama saja itu membunuhku, sore itu terakhir kali aku melihat namja itu hari ini.

Karena arah rumahku berlainan arah dengan keempat temanku, aku berjalan sendiri seperti biasa. Hem aku masih memikirkan ‘dia’ haha aku hanya bisa memanggilnya ‘dia’ karena tak tahu siapa namanya. Tiba-tiba lamunanku terhenti, ketika sesuatu menabrakku. *gubrak*

“Au!!! Appo” ucapku serempak dengan orang yg menabrakku. aku jatuh tersungkur, rasanya sakit.

“Kau taapa?” Ucap namja itu

“Ne…” Ucapan ku terhenti seketika saat ku melihat wajah namja itu. Ya dia orang yg sangat aku kagumi. Wajahnya tersenyum manis kepadaku, ya kau tau itu rasanya seperti melayang ke langit ke7. Hahah

“Kenapa melihatkku seperti itu? Kau terluka” ucapannya membuyarkan lamunanku

“Ani, hem…” Ucapku bingung

“Park Jungsoo immida” ucapnya dengan senyum mautnya

Yatuhan ini saat yg aku tunggu, akhirnya aku mengetahui namanya. Aaaa rasanya ingin jingkrak-jingkrak sambil moonwalk, hahah tapi mustahil. Sebuah tangan melambai-lambai di depan wajahku. Seketika lamunan ku buyar lagi.

“Hem boleh ku tau namamu?”

“Huh? Miranda immida” jawabku gugup

“Tenang saja tausah gugup begitu, aku tau aku tampan. Hahah”

Ya kau park jungsoo kau memang tampan, tapi kau terlalu pd. Ia pun berdiri, dan membantu ku berdiri. Ya dia memegang tanganku, aaaaa oke sekali ini lagi dia membuatku tak percaya.

******

Author Pov-

Siang itu terlihat lima orang perempuan cupu memandangi segerombolan namja tampan sedang bermain bola. Ya, keadaan itu mengenaskan, karena ada genk perempuan yg-bisa-dibilang-cantik juga memandang segerombolan namja tampan itu. Mira memandang lurus kearah jungsoo, jungsoo yg merasa diperhatikan pun menoleh dan melempar senyum kearah mira. Ya seketika itu juga, mira tersenyum lebar. Namun, salah satu genk cantik itu melihatnya dan mulai menghampiri mira.

“Kau perempuan jelek!! Untuk apa memandangi jungsoo ha?! Kau tak lihat dirimu?!” Ucap haera dengan nada tinggi.

“Ya!! Apa hak mu haera’shi? Jungsoo saja tak protes kenapa kau yg sinis huh?” Jawab yura membela mira. Terlihat ketegangan disana, merasa sudah tak beres mira pun angkat bicara.

“Mian haera, aku pergi”

Mira pun pergi bersama teman-temannya, haera pun tersenyum puas melihat mira pergi. Iapun kembali ke genk nya, jungsoo yg melihat kejadian itu hanya terdiam melihat mira berjalan pergi.

“Mira-ah kenapa kau mengalah dan merelakan harga dirimu diinjak-injak huh?” Tanya nari bingung

“Ah nari, aku hanya tak ingin bermasalah dengan haera. Kau tau kan dia siapa?” Jawab mira lemas

“Lihat saja haera bertemu dengan ku akan kubalas kau!!” Ucap yura berapi-api

Mira, ahra dan sora hanya menghela napas mendengar yura marah. Mereka tau percuma saja kalo dibantah malah akan tambah memanas hati yura. Ya keluarga haera adalah donatur terbesar kedua setelah keluarga jungsoo tentunya.

Mira Pov-

Sore ini aku pulang sendiri menuju rumahku. Ya keempat temanku itu ada acara sendiri, ya aku maklumi karena mereka masih punya keluarga berbeda denganku. Didepan pagar sekolah, aku melihat seorang namja yg aku sukai ya siapa lagi kalo bukan jungsoo. Dia terlihat sangat tampan dengan seragam yg dibalut sweater putih dan sneakers merah. Hem akupun mempercepat langkah untuk bisa melihatnya dengan dekat.

“Hem mira-ah, kita bertemu lagi”

Yatuhan ia menyapaku dengan senyuman mautnya itu.

“Ne jungsoo, kau sedang menunggu seseorang?” Tanyaku hati-hati

“Ne, aku menunggu kau. Hem kaja kita pulang bersama. Sudah lama aku menunggumu, heheh”

Mwo?!! Ia sengaja menungguku? Ohtuhan bangunkan aku jika aku bermimpi. Saat aku masih sibuk berfikir, ia menggapai tanganku dan menariknya agar aku jalan.

“Kaja! Aku tak mau kau kehujanan”

“Jungsoo, chakkaman!” Aku menghentikan langkahku, iapun akhirnya berhenti.

“Mwo?”

“Mobilmu? Kau kemanakan mobilmu?”

“Oh haha, itu dibawa oleh hyukjae aku ingin berjalan denganmu. Kaja!”

Saat aku masih ber-o-ria dia menggenggam tanganku, dan menarikku. Aishh apa takbisakah dia tak menarikku? Ah jungsoo kau membuatku payah dihadapan mu.

Saat sampai di apartemenku, hujan turun derasnya. Itu sukses membuatku lebih lama bersama jungsoo.

“Hem jungsoo, ini apartemen ku, mian kalo tak sebagus rumahmu” ujarku pelan

“Aishh, gak ngaruh. Ohya, kau tinggal sendiri? Kemana oemma dan appa mu?”

Aku terdiam, menarik nafas sejenak untuk menjawabnya.

“Ne, orangtuaku sudah meninggal lama, disini aku sendiri tapi aku masih punya hyung yg bekerja di busan” jawabku parau

“Mianhe mira, aku tak bermaksut…”

“Haha taapa jungsoo ah, ohya sebentar aku ingin membuat teh hangat dulu kau duduk saja dulu”

Aku pun memotong pembicaraannya, dan berlari menuju dapur untuk menghindari ia melihatku menangis.

Author Pov-

Mira keluar dengan dua cangkir berisi teh hangat. Wajahnya sudah senang lagi, ia berhasil menutupi kesedihannya. Ia duduk disebelah jungsoo, ia melepas kaca mata yg selalu menutupi mata indahnya. Kepangan rambutnya pun sudah terbuka, ya munculah rambut indah mira yg selama ini hanya ia, kakaknya dan teman-temannya yg tau.

“Mi..mira-ah, apa ini kau?” Tanya jungsoo terbata

“Ne, waeyo jungsoo?” Tanya mira bingung

“Ah ani, heheh… Ayo lanjutkan minumnya. Udara dingin sekali”

Mira terlihat bingung melihat tingkah laku jungsoo, dan jungsoo pun bingung kenapa hatinya berdegup kencang. Keadaan berubah menjadi canggung, taada obrolan lagi hanya saling mencuri pandang tanpa eyecontac. Akhirnya hujan pun berhenti, jungsoo pun mengeluarkan iphonenya dan menelfon seseorang.

“Hyuk jemput aku di ,,,,,” Ia menutup telfonnya dan berpamitan kepada mira. Tak lama, iapun pergi dari apartemen itu. Mira masih senyum-senyum sendiri mengingat jungsoo mengantarnya pulang.

******

Author Pov-

Jam makan siang tiba, seperti biasa kantin sekolah dipenuhi oleh murid-murid yg kelaparan. Terlihat jungsoo dan anak kaya lainnya termaksut haera dan genk cantik lainnya makan bersama disuatu meja khusus. Mira hanya bisa memandangi jungsoo dari kejauhan, berharap ada keajaiban datang merubahnya menjadi cinderella. Ternyata ada sesosok namja yg bukan lain adalah heechul sahabat jungsoo memperhatikan mira.

Setelah makan siang, seperti biasa jungsoo heechul hyukjae dan anak yg lain bermain bola. Dan pasti, ada genk cantik yg menonton bersebrangan dengan mira dan teman-temannya. Namun siang ini, heechul hanya menonton tak ikut bermain. Maria, yg bukan lain adalah pengikut haera menghampiri heechul yg berada tak jauh darinya.

“Hem kau tak main hee?” Tanya maria

“Wae? Aku sedang malas” jawab heechul datar

“Oh hee apa nanti malam kau ada acara?”

“Ani, aku pergi dulu maria”

Heechul pun pergi meninggalkan maria, terlihat kekesalan dari wajah maria. Heechul berjalan mantap menuju yeoja berkacamata dan berambut kepang di seberangnya. Maria masih terus memandangi heechul, yg telah berada di seberang nya.

“Hem arashi, apa aku mengganggumu?”

Mendengar itu, mira dan teman-temannya kaget bukan kepalang. Ya heechul, lebih tepatnya Kim Heechul cucu dari pemilik sekolah ini menghampiri mereka.

“A ani kim heechul” jawab mira terbata. Teman-temannya masih bengong, menatap wajah tampan pluss dingin heechul. Heechul pun mengajak mira duduk dibawah pohon dan mengajaknya berbincang. Jungsoo yg melihatnya pun hanya menaikan alisnya, pikirannya kini tertuju pada sahabatnya dan yeoja cupu itu. Begitupun maria, mukanya memerah menahan kesal. Heechul mengacuhkannya dan lebih memilih mengobrol dengan mira.

“Cih! Kau pikir kau hebat? Matilah kau Miranda!!” Gumam maria sarcatic.

Mira Pov-

Huh, hari ini aku pulang sendiri lagi. Memang teman-temanku jahat aku ditinggal lagi. Hem kulihat ada dua orang yeoja diujung koridor. Hem siapakah dia? Aku berjalan menuju ujung koridor, karena disanalah pintu keluar. Saat aku sampai di ujung koridor, tangan ku ditahan oleh salah satu yeoja itu. Ya itu maria dan haera.

“Mau apa kalian?” Tanyaku gugup

“Cih! Tausah pura-pura bego! Ikut kami!!” Bentak maria. Akupun ditarik paksa oleh kedua monster itu, dimasukkan kedalam kamar mandi wanita.

“Yak! Mau apa kalian” bentakku panik melihat maria mengeluarkan lakban hitam dan dua utas tali tambang. Ya mulutku di lakban dan kedua kaki tanganku diikat tali tambang. Tubuhku disiram air dingin.

“Haha sukurin kau mira!! Rasakan balasanku dan maria” ucap haera bangga. Mereka pun keluar meninggalkan ku dengan tawa yg mendera. Aku hanya bisa menangis dan berharap ada yg menolongku.

Author Pov-

Jungsoo berjalan panik, raut mukanya sangat tidak enak. Ia menyusuri semua kelas dan ruangan yg ada di sekolah itu. Ia mencari mira, firasatnya tak enak saat ia menyambangi apartemen mira tapi taada orang.

“Mira-ah dimana kamu? Jebal jangan membuatku panik” jungsoo mulai pasrah, ia tak menemukan mira di setiap ruangan. Ia berfikir, ya ada satu ruangan tepatnya 5 ruangan kamar mandi wanita yg belum ia periksa. 4 kamar mandi sudah ia periksa, namun nihil.

“Ya tinggal 1 kamar mandi lagi, dan itu harapan satu-satunya”

Benar saja, jungsoo akhirnya menemukan mira dikamar mandi terakhir. Tapi, ia menemukan mira dengan keadaan menyedihkan, mira tak sadarkan diri kaki dan tangannya terikat tambang dan mulutnya terpelester lakban.

“Mira irona!! Jebal irona!! Teriak jungsoo.

Jungsoo pun melepaskan ikatan dikaki dan tangan serta lakban di bibir mira. Tanpa berfikir, iapun memapah mira penuh cemas menuju mobilnya.

*******

To Be Continue gurlsssss😉