ANNYEONG CHINGUDEUL ^^

this ff created by Herentia Soegiri
edited by esterong
original idea by herentia and me (a bit) ^^
Who miss kim kibum? kekekeke this ff dedicated to Kibum and Sonrye couple, also Siwon and Hamun :))

enjoy reading! (งˆヮˆ)ง

*****

Hari ini adalah hari pertama bagi para siswa baru di Mongsang High School. Lingkungan yang baru mengharuskan para siswa baru untuk segera beradaptasi. Dan cara yang paling efektif adalah dengan memiliki teman sebanyak-banyaknya baik teman seangkatan atau pun kakak kelas.

Untuk memperoleh teman yang banyak dalam waktu singkat, diperlukan sebuah image anak baik, seru, dan ramah. Jadi, sangat pantang bagi anak baru untuk membuat masalah di hari pertamanya sekolah, karena hal itu hanya akan menambah musuh.

Tapi sepertinya, konsep pemikiran seperti itu tidak berlaku untuk gadis ini.

“Kau tak mengucapkan ‘mianhe’?” tanya orang dihadapannya, tampaknya ia adalah seorang kakak kelas.

“Perlukah? Sedari tadi aku hanya diam disini dan sunbae yang berjalan kearahku tanpa melihat kedepan. Jadi, bukankah sunbae yang menabrakku?” balas gadis itu yang membuat gadis dihadapannya geram, tapi anehnya gadis yang geram itu langsung pergi meninggalkannya.

“Hamun ah, kenapa kau sudah membuat masalah di hari pertama kita?” tanya gadis lain yang sedari tadi berdiri disamping Hamun.

“Sonrye ah, aku memang tak salah. Jadi aku tak perlu meminta maaf. Dan bukan aku yang membuat masalah,” jelas Hamun. Sonrye menghela nafasnya, “Aku tak mengerti, kita kembar tapi sifat kita berbeda,”

Hamun tersenyum pada saudara kembarnya, “Walau pernah tumbuh bersama di satu rahim, kembar tetap saja merupakan individu yang berbeda. Justru dengan perbedaan karakter itulah, kita bisa saling mengisi,” ujar Hamun.

“Kau benar, baiklah. Aku pergi dulu, ada yang perlu kuambil,” ujar Sonrye lalu pergi meninggalkan Hamun sendirian di lapangan.

….

“Sonrye ah, bukan kah itu Hamun?” ujar teman Sonrye sambil menunjuk kearah Hamun. Sonrye mengalihkan perhatiannya dan mendapati Hamun sedang dikerubungi oleh beberapa sunbae. Sunbae yang menabrak Hamun ada diantara mereka.

Sonrye tak tahu percakapan apa yang terjadi disana, yang jelas, tiba-tiba saja salah seorang subae mengangkat tangannya dan hendak menampar Hamun.

“Hamun!” teriak Sonrye. Sonrye berlari ke tempat Hamun untuk mencegah hal itu tapi ditengah jalan, tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Matanya terpaku pada pemandangan didepannya. Seorang laki-laki jangkung nan tampan lebih dulu tiba didepan Hamun dan menghalau tangan itu.

Sonrye tak tak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi para sunbae tadi akhirnya pergi meninggalkan Hamun dan lelaki itu.

Pria itu menatap Hamun penuh arti dengan senyum manis yang merekah diwajahnya. Ia mengelus kepala Hamun dan menepuk pundak Hamun setelah itu, ia pergi dari hadapan Hamun. Namun, mata Sonrye tetap mengejar punggung pria itu.

Meski bukan dirinya yang ditolong. Meski senyum dan tatapan itu bukan untuk dirinya. Meski kehangatan sentuhan itu Hamun yang merasakan. Tapi entah mengapa, jantung Sonrye yang berdebar sangat kencang. Dan Sonrye pun tersadar, kalau dirinya sudah jatuh cinta pada pria itu.

*****

2 tahun setelah itu,

Ruangan kelas yang sunyi dengan hanya satu orang pembicara tentu sangat tidak mengasyikan. Hal itu pun berlaku pada dua gadis yang duduk di bangku tengah dan berdampingan. Tulisan alphabet bahasa inggris dengan kapur memenuhi papan tulis berwana hijau didepan kelas. Seorang guru muda, berpengetahuan luas serta berparas cantik ternyata tidak dapat membangkitkan semangat dua gadis tersebut.

“So guys, do you understand about passive voice?” tanyanya untuk mengakhiri penjelasan panjangnya.

Tanpa ditanyapun semua murid akan selalu menjawab ‘yes’. Sudah terlalu melelahkan menangkap tulisan alphabet apalagi di tambah grammar. Hal itu sangat mematikan bagi orang-orang Korea, terutama bagi Park bersaudara.

Bukan pada dasarnya malas, mereka hanya sama sekali tidak tertarik. Park Sonrye sibuk dengan pensil dan kertas gambar sedangkan Park Hamun sibuk dengan pensil dan buku tangga nadanya.

“Park Sonrye!” panggilan itu membuat Hamun menengok kepada kembarannya yang ternyata sedang bengong. Hamun segera menendang kaki Sonrye dengan kakinya. Sonrye tersadar dari lamunanya dan siap mengumpat marah, tapi semua terhenti saat ia melihat Ran Sem berdiri didepannya.

“Sonrye Park, can you give me an example of passive voice?”

Sonrye membeku ditempatnya. Mati aku. Jangankan memberikan contoh, apa yang dibahas saja ia tidak tahu. Sonrye segera menengok kesebelahnya dan mendapati Hamun tersenyum hambar. Ia mengerti, sama saja bunuh diri jika bertanya pada saudara kembarnya yang 11-12 dengannya.

Sonrye berpikir keras. “I go crazily like a fan when I see your picture, like this moment I will love you.” Dengan penuh keyakinan Sonrye mengucapkan kalimat itu tanpa jeda, membuat semua murid terperangah.

Setelah mengerjapkan mata beberapa kali, Ran Sem memperhatikan Sonrye lekat-lekat. “You just said a good sentence Park ssi,” puji Sem. Baru saja Sonrye terbang karena pujian, tapi Ran sem kembali melemparnya kebawah dengan melanjutkan kalimatnya yang belum terselesaikan, “But that’s not a passive voice!”

Tepat saat Youngran —Ran Sem— ingin mengomel lebih lanjut, bel tanda pelajaran berakhir terdengar. “Tsk! How lucky!” decak Youngran lalu keluar dari kelas.

“Sejak kapan bahasa inggrismu membaik?” tanya Hamun begitu Ran sem keluar dari kelas.

Sonrye tersenyum lebar. “Aku keren, kan?”

“Jadi, dari mana kau tau kalimat itu?” tanya Hamun lagi tanpa memperdulikan pernyataan narsis Sonrye sebelumnya.

“Lirik lagu. Aku tidak sengaja mengafalnya karena…” Sonrye terdiam sebentar lalu pipinya mulai merona. “Karena aku menuliskannya dalam surat cintaku,”

Mata Hamun melebar. “Untuk siapa?”

“Rahasia. Aku akan memberitahumu nanti,” ujar Sonrye lalu segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri teman sekelasnya yang lain.

*****

Seorang pria bertubuh jangkung berdiri dan membuka lokernya. Dia mengambil sepatu basketnya, menutup kembali lokernya, lalu menguncinya. Ia menengok ke sebelah kanannya dan mendapatkan temannya terpaku memandang isi lokernya. Rasa penasaran yang tinggi membuatnya menengok.

“Uwaa, Kibum ssi kau dapat surat cinta. Zaman sekarang siapa yang masih pakai surat?” temannya terkekeh kecil namun bukan bermaksud mengejek.

“Entahlah. Kau sendiri tidak mau mencoba cara ini pada Hamun, Siwon ssi?” ledeknya.

Siwon terkekeh sambil melihat Kibum yang acuh tak acuh memasukan surat itu ke tas selempangnya. “Haruskah ku coba?” tanya Siwon.

Kibum mengangkat bahunya lalu menutup pintu lokernya dan berjalan lebih dahulu. Siwon merasa sikap Kibum sedikit berbeda hari ini. Tapi setelah dipikir-pikir, ehm.. tidak juga. Kim Kibum memang selalu bersikap tenang terhadap apapun.

“Kau sudah membacanya? Dari siapa?” tanya Siwon lagi, ia masih dirundung rasa penasaran.

Kibum menghentikan langkahnya, menatap tajam Siwon. Mungkin kalau tatapan itu bisa melukai seseorang, Siwon pasti sudah berdarah sekarang. “Okay, okay, I won’t ask again”

*****

“Yaa! Park Sonrye! Apa yang kaulakukan?” tanya Hamun setengah menjerit saat masuk ke kamar Sonrye (mereka). Tak hanya baju-baju dari lemari Sonrye yang berserakan, baju-baju dari lemari Hamun juga bernasib sama.

“Hamun ah, aku sungguh tak tahu apa yang harus ku kenakan,” ucap Sonrye dengan nada memelas dan sedikit aksen ‘aegyo’. Ia sedang melakukan jurus yang biasa ia keluarkan saat membutuhkan pertolongan Hamun. Tingkat keberhasilan jurus ini: 100%.

Hamun mengamati gerak-gerik Sonrye dan dapat menangkap maksud saudaranya. “Seharusnya kau pikir baik-baik sebelum kau serahkan suratnya. Bagaimana bisa aku punya kembaran ceroboh sepertimu?”

“Ayolah Park Hamun, kau tau sendiri kalau tidak ada dirimu apa jadinya aku?” kali ini Sonrye mencoba merayu Hamun.

Hamun mendesah panjang dan mulai merapikan baju-baju yang berserakan disekitar kakinya. “Aku akan membantumu memilih. Besok traktir aku es krim. Ah, dark chocolate juga. Aku mau yang mahal,”

Sonrye langsung tersenyum lebar dan mengambil posisi berdoa. “Tuhan terima kasih kau membuat ibu kami melahirkan diriku dan Hamun bersamaan,”

Hamun menyembunyikan senyumannya. Tentu saja, ia sangat menyayangi Sonrye, rasanya aneh kalau mereka tidak bersama. Sebenarnya, tanpa Sonrye melakukan aegyo atau merayunya, Hamun pasti membantunya. Hanya saja Hamun punya sifat jelek: suka menggoda kembarannya itu.

*****

“Mereka menyebutmu sebagai pria sempurna, tapi aku tidak. Kau tahu kenapa? Karena kau hanya akan menjadi sempurna saat bersamaku. Tahukah kau? Sejak pertama kali melihatmu, aku sudah jatuh hati. Jangan tanya kenapa, karena cinta tak butuh alasan,”

“Mungkin kesannya sangat jadul memberikan surat seperti ini. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana. Cinta membuat seseorang menjadi bodoh dan tidak dapat berpikir lurus,”

“Ada banyak pertanyaan yang retoris dalam cinta. Diam-diam aku mengikutimu, mengambil fotomu dan mencetaknya. I go crazily like a fan when I see your picture. Aku tak pernah seperti ini sebelumnya, tapi sungguh like this moment, I will love you,”

Untuk: Choi Siwon

Dari: Park Sonrye

Ps: Aku mohon, temui aku di taman dekat sekolah jam 4 sore besok.

…..

Disinilah Kim Kibum berada, di taman dekat sekolah yang berjarak 10 meter dari halte bus. Kenapa harus ia yang datang kesini? Lihat, sekarang pukul 16.20 dan dia tetap menunggu gadis itu. Dia bukan Choi Siwon dan tidak ada alasan untuk menunggu. Lalu kenapa ia berada disini?

Apa dia merasa bersalah karena membaca surat yang seharusnya ditunjukan untuk orang lain? Tapi bukan salahnya, karena surat itu ada di lokernya.

Atau karena ia merasa iba pada gadis bernama Park Sonrye, yang jelas-jelas cintanya bertepuk sebelah tangan? Empati? Benarkah ini hanya sebuah empati? Bahkan ia sendiri tidak dapat menjelaskannya.

Ia melihat bus datang dan seorang gadis memakai dress krem selutut turun dari bus. Park Sonrye segera berlari kearah taman. Sungguh tak elegant, tak pantas dengan dressnya yang menimbulkan kesan manis. Dia memasuki taman dan masih tetap berlari. Kibum melihat batu kerikil ditengah taman, dugaanya benar, 3 detik kemudian Sonrye terjatuh karena batu itu.

BRUUKK!

Suara jatuh terdengar cukup keras membuat semua orang ditaman menoleh. Sonrye menahan malu dan berusaha berdiri lagi. Dia tersenyum pada tiap orang yang ada disana, menunjukkan kalau ia baik-baik saja, lalu berjalan lagi.

Sekarang gadis itu terlihat bingung menatap sekelilingnya untuk mencari orang yang ia tunggu. Kibum memutuskan, ini saatnya untuk menghampiri gadis itu.

Begitu berada dihadapan gadis itu Kibum langsung mengulurkan surat beramplop biru itu pada Sonrye. Sonrye menengadah dan melihat Kibum, matanya membesar. Terkejut, malu, penasaran, heran semua itu tersirat diwajahnya. Sonrye menelan ludahnya.

“Ini milikmu, kan?”

Sonrye mengangguk, pikirannya berjalan-jalan mencari tahu alasan, ‘Mengapa Kim Kibum —Ice prince— di sekolahnya bisa memegang suratnya?’

“Kau memasukannya ke lokerku,” Satu kalimat pendek itu menjawab semua pertanyaan dikepala Sonrye.

Mati aku. Sonrye memejamkan matanya lalu segera membukanya lagi. Ia sendiri tak menyangka dirinya sudah berbuat hal begitu bodoh. Mukanya merah padam saat ini. Tak ada yang lebih memalukan selain hal ini dibandingkan 1000 kesalahan yang dibuat Sonrye di masa lalunya.

“Menurutku kau tak punya harapan. Kau pemimpi yang buruk,”

Sonrye mengerjapkan matanya dan melihat ke arah Kibum. Ia merasa hatinya baru saja di tikam sesuatu yang sangat tajam. “Apa maksudmu?”

“Lihat dirimu. Tidak tepat waktu, bodoh, ceroboh dan masih banyak kekurangan lainnya. Apa yang tertulis di suratmu? Kau takkan bisa membuat Siwon menjadi lebih sempurna, jika gadis sepertimu yang disisinya. Kau pikir, itik buruk rupa sepertimu bisa disampingnya?”

Kata-kata itu menusuk hati Sonrye lebih dalam lagi. Yang terburuk adalah, Sonrye tidak dapat membalas kata-kata itu. Kalimat yang dilontarkan tampak begitu benar tanpa bisa disanggah. Sonrye melihat dressnya yang sedikit robek di bagian bawah, ia semakin mengutuki dirinya.

“Jangan mendekati Siwon kalau tak mau terluka lagi. Kau tidak hanya akan mendapat luka fisik seperti dikakimu. Tapi juga luka batin, di hatimu, yang jauh lebih dalam dan menyakitkan. Bodoh itu ada batasnya,” ujar Kibum datar dan dingin sambil menunjuk kaki kanan Sonrye yang lecet karena jatuh tadi.

Sonrye bahkan menahan nafasnya selama Kibum berbicara. Bagaimana bisa seseorang yang baru bertatap mata dengannya 5 menit yang lalu, menyakitinya begini dalam?

“Bangunlah dari mimpimu,” ujar Kibum lalu membalikkan badannya sambil melempar surat itu ke tanah.

Sonrye terpaku di tempatnya, benar-benar terpaku. Tak ada kata yang terucap. Sekalipun, Sonrye tidak dapat menyanggah apa yang dikatakan oleh Kibum. Hanya setitik air mata yang keluar dari pelupuknya melambangkan semuanya.

*****

“Sudah kubilang, aku tidak menyukaimu,”

Orang yang di tolak itu malah tersenyum. “Hamun ssi, tidakkah cukup kau berbohong? Kenapa harus membohongi dirimu sendiri?”

Hamun mendesah panjang dan hendak berkata lagi, tapi sebuah sentuhan hangat di kedua pipinya menghentikan fungsi kerja otak dan jantungnya.

“Kau boleh membohongi semua orang Hamun ssi, tapi tidak denganku. Matamu tidak mengatakan kau membenciku, bahkan saat sekarang aku menyentuhmu. Bukankah segalanya terasa tepat saat ini?”

Pria itu kini menggenggam kedua tangan Hamun, Hamun pun merasa segalanya tepat pada saat itu. Pria didepannya terlalu mengenalnya dan itu sangat merepotkan.

“Aku tak pernah memaksamu mengatakan, kalau kau menyukaiku juga. Aku hanya merasa…” keheningan yang tenang itu membuat Hamun semakin gugup. “Aku membutuhkanmu didekatku. Tidakkah kau merasa hal yang sama? Kenapa kau harus mempersulit semuanya? Jujurlah padaku,”

“Aku mau datang kesini hanya ingin memperjelas hubungan kita, bahwa aku tidak menyukaimu. Kau yang mempersulitku,”

Pria tampan itu mendesah nafas panjang. “Kenapa semua orang menyalahkanku hari ini? Bahkan Kibum juga bersifat dingin padaku,”

Hamun tampak tidak tertarik mendengar kelanjutannya, tapi pria itu melanjutkan ceritanya. “Sejak ia mendapat surat cinta, ia terus marah dalam diam. Itu jauh lebih mengerikan dibanding apapun,”

“Surat cinta?” kini Hamun benar-benar tertarik dengan pembicaraan itu.

“Aku melihat surat cinta, lebih tepatnya amplop biru dengan tulisan ‘LOVE’ dibawahnya. Cukup norak, tapi kupikir kreatif juga. Kibum menyuruhku membuatnya juga untukmu,”

Otak Hamun berpikir cepat. Kalau begitu kedatangan Hamun ke apartement ini sia-sia. Ia datang kesini untuk mencegah Siwon menolak atau lebih tepatnya melukai perasaan Sonrye.

Jadi, selama ini perasaannya salah? Sonrye mencintai Kibum bukan Siwon? Hamun segera menggelengkan kepalanya. Ia terlalu mengerti Park Sonrye dan gadis itu benar-benar menyukai pria yang ada dihadapannya saat ini, Choi Siwon.

Walau tak sepatah katapun Sonrye ungkapkan, tapi Hamun tahu baik saudara kembarnya itu. Otaknya berpikir lagi dan kemungkinan atas pertanyaannya adalah..

“Apa loker Kibum ada disebelah lokermu?” tanya Hamun.

“Bagaimana kau tahu? Jangan-jangan kau memata-mataiku?”

“Nomor lokermu 8421?” tanya Hamun lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Siwon. Ia tahu kalau Siwon hanya menggodanya dan ia tak punya waktu untuk meladeninya.

Siwon menjawab dengan perasaan heran. “Bukan, 8420. 8421 loker Kibum,”

Jawaban terakhir yang Siwon lontarkan membuat Hamun sangat mengerti dengan situasi yang terjadi sekarang. “Aku pulang,” ucap Hamun lalu berlari keluar dari apartement Siwon.

“YA PARK HAMUN!”

*****

Dugaan Hamun tepat, kini saudara kembarnya menangis dibalik selimut. Sudah 2 jam tanpa henti, dan Sonrye sama sekali tidak mau bercerita apapun. Bertemu Kim Kibum lebih parah dibanding bertemu dengan Choi Siwon. Kalau Hamun mempunyai nomor Kibum, ia pasti menelponnya dan memaki-maki pria itu. Entah apa yang terjadi. Hamun hanya bisa menebak-nebak.

“Bukankah harusnya kau bahagia? Kau sudah bisa menyatakan perasaanmu, kan?” pancing Hamun.

Sonrye menyibakkan selimutnya, wajahnya benar-benar berantakan. “Aku benar-benar bodoh. Bagaimana bisa aku memasukkan ke loker yang salah? Bagaimana bisa aku memasukkannya ke kandang beruang kutub?”

Hamun menahan tawanya.

“Wajahnya memang tampan, gayanya memang cool. Ya, dia memang pujaan para wanita. Tapi kenyataan yang mengatakan ia seorang penjahat itu benar. Kata-katanya tajam. Bagaimana bisa ia menyebutku itik buruk rupa? Mungkin hanya wajahnya yang merupakan poin plus di dirinya,”

Hamun terkekeh. “Kau sedang marah padanya atau memujinya?”

Sonrye langsung menekuk mukanya. “Apa aku terdengar tergila-gila padanya? Oh Tuhan, kenapa kau buat aku malu begini?”

“Masalah adalah berkat Park Sonrye,”

“Yeah, itu yang selalu kau katakan Park Hamun,”

Perlahan-lahan Sonrye menceritakan semua yang terjadi. Setiap perkataan Kibum yang masih diingatnya, ia katakan kembali. Jujur, mengulang kata-kata itu cukup menyakitkan buat Sonrye karena ia harus mengingat lagi apa yang telah Kibum ucapkan. Perlahan air matanya mengalir lagi dan Hamun meletakan satu pack tissue dihadapannya.

“Sudah jangan menangis lagi. Dia tidak mengenalmu, Sonrye. Dia tidak pantas membuatmu menangis seperti ini. Kalau kau menangis artinya, apa yang diucapkannya benar,”

“Mmm.. kau benar. Jadi, apa aku harus melupakan Choi Siwon?”

Oh God. Hamun hanya menyunggingkan senyuman tipis dan terlihat sedikit dipaksakan. “Ikuti kata hatimu. Aku mendukungmu,”

Sonrye segera memeluk Hamun erat-erat. Senyumannya mengembang. “Apa jadinya aku tanpamu?”

“Sekarang tidurlah. Jangan biarkan matamu sembab besok pagi. Aku akan mematikan lampu sekarang,” Hamun mematikan lampu kamar mereka dan tidur di samping Sonrye.

*****

Sonrye sekali lagi memberanikan diri untuk memasukan suratnya ke loker Siwon, tapi ia merasa ada seseorang berdiri di belakangnya. Sonrye segera berbalik, pipinya perlahan merona karena malu dan kaget. Kenapa harus orang ini yang melihatnya?

“Ternyata tidak hanya tidak tepat waktu, bodoh, dan ceroboh. Kau juga tak tahu malu,” ucap Kibum lalu membuka lokernya.

“Aku ini pejuang keras, bukannya tidak tepat waktu, bodoh, atau apapun itu,”

“Ya, ya..” Kibum menutup lokernya. “Kau terlalu berjuang keras sampai-sampai aku lelah melihatnya. Jadi, kenapa kau tak menghentikan kebodohanmu, Park Sonrye?”

“Apa kau bisa berkata sesuatu yang lebih baik, Beruang kutub?!” tanya Sonrye dengan muka di tekuk.

Kibum menjulurkan tangannya ke loker tepat disebelah muka Sonrye. Jarak mereka hanya sekitar 50 cm dan itu benar-benar membuat Sonrye terintimidasi. Kibum mendekatkan wajahnya kearah Sonrye. Hidung Kibum yang mancung, hampir saja menyentuh hidung Sonrye.

“Aku mohon berhentilah melukai dirimu sendiri,” ucap  Kibum yang lebih terdengar seperti bisikan. Kibum menjauhkan dirinya dan segera pergi masuk ke kelas.

Sonrye mendengarkan suara pintu terbuka lalu tertutup. Saat itu pertahanannya runtuh, kakinya tidak dapat menopang berat badannya, sehingga ia jatuh terduduk di lantai. Dia mengingat semuanya. Tatapan matanya, hembusan nafasnya, dan wangi mint dari mulutnya. Sonrye berusaha berdiri dan berlari ke kamar mandi.

Dia segera membasuh wajahnya lalu menatap dirinya di cermin. Anehnya, dia kembali mengingat tatapan Kibum. Bola mata yang terpatul dicermin seakan bola mata milik Kibum. Bola mata itu tidak menunjukkan suatu sindirin melainkan sebuah rasa sakit.

*****

Hamun mendesah panjang dan menatap keluar sekolah melalui jendela. Tiba-tiba sepasang matanya menangkap kedatangan seorang pria bertubuh jangkung. Perlahan jantungnya berdetak kencang. Hamun bahkan tak bisa melepaskan pandangannya.

Bahkan sekarang ia tak sadar, bahwa disebelahnya sudah ada seseorang. Hingga ketika pria itu masuk kedalam gedung, Hamun baru menyadari kehadiran orang disebelahnya. Mata Hamun terperanjat tapi ia berusaha bersikap tenang.

“Annyeonghaseyo Yoora sem,” sapa Hamun dengan sikap setenang mungkin.

Yoora tersenyum lalu mengacak rambut Hamun pelan. “Kau pasti sudah berjuang keras. Tapi membohongi hati itu tidak baik,” ujar Yoora.

“A..a..aku tidak..”

Tiba-tiba saja Yoora menjulurkan jari telunjuknya dan menggoyangkannya ke kanan dan kiri. “Jangan mengatakan yang bertentangan dengan hati. Tidak ada gunanya menyayangi orang lain tapi menyakiti diri sendiri. Kau tahu benar dia juga menyukaimu,”

Mata Hamun berkaca-kaca tapi ia tidak mau air matanya mengalir, ia menggigit bibirnya kuat-kuat.

“Sonrye itu tidak selemah yang kau kira Hamun ssi,”

“Tapi sem, Sonrye menyukainya lebih dulu bahkan sebelum aku. Sangat tidak adil. Kenapa kami harus kembar? Kenapa kami harus menyukai orang yang sama?” Air mata Hamun akhirnya mengalir dari pelupuk matanya. Sudah lama ia ingin mengeluarkan semua isi hatinya.

“Ini bukan masalah ‘siapa yang lebih dulu’. Tapi ini masalah ‘siapa yang lebih mencintai dan dicintai’. Laki-laki tak hanya dirinya, kan? Kau seakan berkata Siwon-goon adalah satu-satu pria yang baik bagi kalian berdua. Melihat kalian berdua saling menyakiti diri sendiri.. sangat tidak enak dipandang,”

“Sem…”

Yoora tersenyum dan menghapus air mata Hamun. “Kau tahu Sonrye dengan baik, bukan? Seharusnya kau mengerti apa yang sebenarnya yang ia inginkan. Aku sangat dekat dengan kalian berdua dan aku juga mengerti kalian. Sekarang kembalilah ke kelas dan tersenyumlah,”

*****

“Untuk apa membeli minum?” tanya Hamun begitu melihat Sonrye membawa satu botol air mineral dan menaiki tangga bersama Hamun.

“Untuk Choi Siwon,” jawab Sonrye dengan senyum mengembang.

Hamun kembali terdiam. Ia kembali sibuk dengan pikirannya tapi melihat senyum Sonrye tadi, ia memaksakan dirinya untuk tersenyum.

Mereka sampai di lantai 5, di lapangan indoor sekolah mereka. Anggota basket sedang latihan bersama. Hamun memperhatikan Siwon yang baru saja melakukan slam dunk dan terlihat sangat keren. Bahkan beberapa anak perempuan disana sudah meneriakkan nama Siwon.

“Hamun!! Dia sangat keren! Ya Tuhan, jantungku mau copot!”

Hamun tersenyum memandang Sonrye, dia mengangguk setuju. Siwon menyadari kehadiran Hamun. Mata mereka saling bertatapan lalu Siwon tersenyum manis padanya. Oh God. Hamun merasa detak jantungnya kembali abnormal.

“Ya Tuhan.. Hamun! Dia tersenyum! Dia tersenyum kearahku!” ujar Sonrye dengan excited.

Hamun segera membesarkan matanya dan menatap Sonrye. ‘Tidak, dia tersenyum kearahku. Matanya memandangku,’ Ingin sekali Hamun mengucapkan itu.

“Mati aku, bagaimana ini Hamun? Jangan-jangan dia juga menyukaiku?”

“Tidak,” sahut Hamun spontan. “Ng.. maksudku, tidak salah lagi,” ucapnya setelah berpikir.

Sonrye segera tersenyum memeluk Hamun kilat. “Baiklah, aku akan memberikan minuman ini padanya. Kau tunggu disini,”

Sonrye melangkah yakin kearah anggota basket yang sedang beristirahat. Sonrye terlalu fokus pada Siwon yang sedang berbincang dengan teman segrupnya. Tinggal beberapa langkah lagi hingga Sonrye berdiri dihadapannya tapi Sonrye menyandung salah satu tas milik anggota basket.

“Sonrye!” teriakan Hamun terdengar di telinga Sonrye.

BRAK! BRUK!!

Sonrye tidak merasa sakit, ia malah merasa nyaman. Perlahan ia membuka matanya, lalu matanya terpaku. Seseorang menyelamatkannya, tapi bukan orang ini yang Sonrye harapkan.

“Berdiri,” ucap orang itu dengan dingin.

Sonrye segera tersadar dan menarik dirinya sambil terus menatap orang berbalut seragam basket itu. Nomor 21 besar-besar tertulis disana dan diatasnya tulisan Kim Kibum juga tertera. Sonrye memejamkan matanya lagi, ia siap dimarahi. Menahan malu karena semua mata menatapnya saat ini.

“Sudah ku bilang jangan lakukan hal yang menyakiti dirimu sendiri,” ujar Kibum sambil menyodorkan minuman yang tadi di beli Sonrye.

Sonrye mengambilnya dengan pipi memanas. Ia melihat Kibum yang berjalan pergi dan mencari sesuatu didalam tasnya.

“Aish, aku lupa bawa minum. Siwon ssi, bagi minummu,” ujar Kibum sambil menjulurkan tangannya kearah Siwon.

“Punyaku tinggal sedikit, minta saja pada gadis yang baru kau tolong,”

Sonrye yang sadar segera melangkah kearah Kibum dan menyodorkan botol air mineralnya sambil sedikit menunduk. “Maafkan aku,”

Kibum mengambil botol itu dan segera meminumnya. “Permintaan maafmu kuterima,” ucapnya lalu tersenyum kecil.

Hanya sebuah tarikan bibir kecil, tapi hal itu berdampak sangat besar bagi Sonrye. Sonrye bahkan baru sadar kembali ketika Hamun memegang tangannya. “Oppa sudah menunggu dibawah. Ayo kita pulang,” ujar Hamun.

*****

“Kibum ah, bagi minummu,” ujar Siwon dan mengambil botol mineral yang tadi diberikan Sonrye. Kibum yang sedang mengganti baju langsung merebut kembali botol minuman itu. Mengeluarkan satu botol minuman lain yang masih penuh dari tas dan memberikannya pada Siwon.

Siwon tersenyum penuh arti lalu meneguk minumannya. “ Sonrye.. tidak buruk juga,”

“Pikirkan saja Hamun-mu itu,” ujar Kibum lalu memasukan baju basketnya yang sudah dibungkus plastik kedalam tas.

“Sejak kapan kau menyukainya?”

Kibum menutup tasnya dan menyelempangkannya lalu menatap kearah Siwon. “Sejak dia menjadi bagian dari hari-hariku,” ujarnya lalu keluar dari ruang ganti.

“Ternyata dia menyukainya sampai seperti itu,” guman Siwon.

Siwon lalu beralih pada botol minum yang tadi diberikan Kibum. Siwon kembali mengingat kejadian kecil tadi. Siwon mengajak Kibum berbicara tapi pria itu fokus pada satu titik, dimana seorang gadis sedang berjalan sambil membawa satu botol air minum. Siwon berusaha mengajaknya bicara lagi tapi di detik berikutnya, Kibum malah berdiri dan berlari kearah gadis itu. Seakan Kibum tahu kalau gadis itu akan menyandung tas dan terjatuh.

Siwon tersenyum kecil lalu mengirimkan sebuah pesan singkat melalui Handphonenya. ‘Apa kau sudah makan? Aku belum. Jangan lupa makan, aku merindukanmu.’

Tak lama kemudian handphone Siwon berbunyi. ‘Tak ada hubungannya makan dengan merindukanku. Makan yang banyak.’

Senyum Siwon mengembang, begitu Donghae masuk ke ruang ganti Siwon langsung memeluknya. “Donghae ssi, dia membalas smsku! Akhirnya dia membalasnya!”

Donghae yang tak mengerti hanya berusaha melepaskan pelukan Siwon, “Oh, okay.. Pakai bajumu dulu,”

*****

“Okay, seperti biasa. Park bersaudara kalian tidak lulus lagi dalam pelajaran Fisika. Apa pelajaranku begitu susah?”

“Yunhee sem, pelajaranmu tidak susah hanya.. kurang menarik,” jawab Sonrye blak-blakan. Hamun disebelahnya mengangguk-ngangguk.

“Apa?” aura marah sudah mulai keluar dari diri Yunhee tapi berusaha ditahannya.

“Oh, tadi aku hanya sembarangan bicara,”

“Aku benar-benar tak mengerti. Ini pelajaran paling gampang pada semester ini dan kalian masih dapat merah. Aku akan memberikan kalian tugas untuk memperbaiki nilai kalian yang sudah sangat hancur,”

“Songsaenim…” panggil Park bersaudara dengan nada memelas.

Yunhee mengambil 2 buku kumpulan soal fisika yang cukup tebal. “Kerjakan halaman 135 sampai halaman 150. Total ada 50 soal. Berikan padaku 3 hari lagi. Sebelum festival kebudayaan dimulai,”

“ SONGSAENIM!!” seru Park bersaudara.

“Oh, jangan mengeluh. Aku sudah berbaik hati pada kalian. Kalian boleh bertanya pada siapapun. Terutama Choi Siwon dan Kim Kibum, mereka mendapat nilai sempurna dalam ulangan kali ini,”

Hati Sonrye dan Hamun langsung mencelos dari tempatnya. Mereka berjalan keluar ruang guru dengan lemas.

“Tahu tidak Hamun, terkadang Tuhan tidak adil?”

“Kau benar,”

“Bagaimana bisa mereka tampan dan pintar?” ujar Sonrye dan Hamun mengangguk setuju.

“Siapa yang tampan dan pintar?”

Hamun segera menoleh pada pria jangkung disebelahnya. Sedetik kemudian dia menghela napas.

“Nah Sonrye ssi, bolehkah aku pinjam saudaramu? Aku punya sedikit masalah di ruangan OSIS sehingga aku membutuhkannya,”

Sonrye tak dapat menjawab, ia hanya dapat menganggukan kepalanya berkali-kali. Otaknya tak dapat berfungsi dengan baik. “Oh damn, seharusnya aku minta ikut!” ujar Sonrye begitu Siwon dan Hamun hilang di ujung pertigaan koridor.

*****

“Oh, jadi ini yang kau sebut dengan masalah?” tanya Hamun begitu mereka sampai di ruang OSIS.

“Tentu saja. ‘Park Hamun mengacuhkanku selama seminggu’ adalah suatu masalah. Aku senang kau dapat nilai merah,”

Hamun mendengus dan duduk diatas meja. “Jadi, kau senang melihat aku dimarahi Yunhee sem?”

Siwon tersenyum usil sambil mengangkat bahunya lalu ia membuka buku soal fisika. “Masalahmu adalah masalahku. Jadi Hamun ssi, mana yang kau tidak mengerti?”

“Memangnya aku meminta kau mengajarkanku?”

“Oh, Hamun ssi, aku tahu kau memerlukan bantuanku,”

“Sonrye lebih membutuhkanmu. Nilainya kali ini lebih jelek dariku,”

Siwon tersenyum lalu mendekatkan dirinya pada Hamun. Siwon tak tahu hal itu membuat Hamun hampir mati mendadak. “Kalau begitu aku yang membutuhkanmu. Selesaikan? Mari kita belajar,”

“Siwon ssi,” panggil Hamun begitu Siwon duduk di kursi. “Aku sudah terang-terangan menolakmu, kenapa kau lakukan hal ini?” tanya Hamun dengan nada serius, ia menunduk ke bawah dan tak berani mengangkat wajahmu.

“Kenapa kau menanyakan hal bodoh?” Siwon terkekeh. “Aku bukan orang yang suka menyerah. Aku terlalu mengenalmu Hamun ssi, begitu pun sebaliknya. Dalam cinta itu banyak hal yang retoris,”

“Jangan beri aku jawaban rancu begitu,” ujar Hamun dengan nada yang lebih tinggi.

“Kenapa aku melakukannya? Karena aku akan mencintaimu lagi dan lagi, sebanyak kau menolakku. Aku akan mencintaimu sampai waktu kita berhenti berputar. Aku tak suka membohongi diriku, karena itu, bukankah ini saatnya kau berhenti membohongi dirimu?”

Hamun menahan air matanya yang ingin jatuh, dia berjalan ke kursi disamping Siwon dan mengambil pensilnya. “Cepat ajari aku,”

Siwon mengacak rambut Hamun dengan penuh kasih. Siwon baru ingin mulai menjelaskan nomor satu tapi Hamun sudah menuliskan sesuatu di kertasnya.

‘128√e 980’

“Kau menciptakan rumus baru?” ledek Siwon.

Hamun mencoret bagian atas dari tulisannya. ’128√e 980’ lalu menuliskan sesuatu disampingnya. ‘I love you’

Siwon mengerjap berkali-kali, melihat kearah Hamun yang kini tersenyum malu. Hal itu membuat senyum Siwon mengembang. Ia mendekatkan wajahnya kearah Hamun, semakin dekat hingga hidung mereka saling bersentuhan. “Terima kasih,” ucapnya dengan lembut lalu bibirnya bertaut dengan bibir Hamun yang lembut.

*****

Mata Sonrye membesar, langkahnya tertarik kebelakang sekali. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja yang ia lihat. Siwon mencium Hamun, Park Hamun, saudara Park Sonrye —kembarannya—.  Badannya seakan lemas. Untungnya, seseorang menahan badannya dengan memegang kedua bahunya dari belakang, memutar badannya dan menarik dirinya dalam pelukkan orang itu.

“Menangislah,” ucapnya datar dan dingin seperti biasa.

Sonrye melingkarkan tangannya di punggung pria bernama Kim Kibum itu dan mulai menangis sejadi-jadinya. “A..a.. aku tak mau menyerah,” ucapnya pelan diiringi isak tangisnya.

Kibum hanya diam, wajahnya terlihat lebih menyedihkan dari pada Sonrye yang sedang menangis.

‘Kenapa kau menangis untuknya? Kau sendiri sudah tahu, kan? Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri? Aku sungguh tak dapat mengerti dirimu. Aku mencintaimu. Aku akan menicntaimu lebih dari kau mencintainya.’ Kalimat-kalimat ini ingin sekali Kibum ucapkan pada gadis dalam pelukannya. “Pikirkan tugas fisika-mu dulu baru pikirkan caramu untuk tidak menyerah,” Hanya itu yang akhirnya dapat ia ucapkan.

Sonrye menghapus air matanya lalu tersenyum kearah Kibum. “Kau akan membantuku, kan?”

‘Apapun yang kau butuhkan,’ batin Kibum.

Kibum menghela nafas. “Kau sungguh gadis yang merepotkan, Park Sonrye,”

*****

Yunhee sem terlihat puas setelah mengoreksi 4 lembar kertas folio yang ada dimejanya. “Seharusnya saat ulangan kalian menjawab seperti ini. Sekarang keluarlah,”

“Jadi sem, rapor kami?”

“Aku akan menulis angka 7 disana. Nikmati masa SMA kalian,”

Hamun dan Sonrye langsung memeluk Yunhee erat-erat. “Kamsahamnida songsaenim. Neo choigo!”

“Arra, arra, keluar kalian,”

Hamun dan Sonrye langsung berlari keluar ruang guru. “Kita berhasil Hamun ah! Angka 7!” Sonrye langsung memeluk Hamun. Awalnya Hamun merasa canggung karena 3 hari belakangan ini Sonrye bersikap acuh padanya, tapi akhirnya Hamun membalas pelukan Sonrye.

“Maafkan aku Hamun, 3 hari ini aku terlalu banyak berpikir. Oh ya, Hamun ah, bisa kah kau tolong aku? Aku mau berjalan-jalan dengan Siwon, berkeliling stand-stand di sekolah. Maukan kau membantuku?”

Hamun terperanjat, akhirnya ia hanya tersenyum dan mengangguk.

“Kau memang kembaranku. Mari kita cari Siwon!” Sonrye tersenyum lebar, senyum termanis yang Hamun lihat. 3 hari terakhir ini, Sonrye tak pernah tersenyum kearah Hamun. Hamun mengangguk dan saat itu ia melihat Siwon dan Kibum berjalan kearah mereka.

“Hamun, itu dia! Ayo bantu aku!”

Hamun terpaku sesaat lalu mengangguk. Ia berjalan mendekati Siwon. “Siwon ssi, aku ada sedikit urusan dengan Kibum ssi. Bisakah kau temani Sonrye sebentar saja? Aku takut dia hilang. Hari ini sekolah ramai sekali,” ujar Hamun. Saat ia menoleh kebelakang, Sonrye memberikan tanda ‘Ok’ dengan jarinya.

“ Nah, Kibum ssi, ayo kita pergi,” Hamun langsung menyeret Kibum pergi kearah yang berlawanan.

*****

Sudah 15 menit lebih Sonrye mengoceh, tapi Siwon hanya tersenyum dan menimpali sekedarnya. Sonrye benar-benar merasa tidak nyaman. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan lebih lanjut. Akhirnya ia bercerita tentang dirinya dan Hamun.

“Aku sangat suka selai strawberi sedangkan Hamun lebih suka selai coklat,”

“Jadi, Hamun suka coklat?”

Sonrye langsung mengangguk dan tersenyum. “Hamun suka coklat, es krim, terong, ayam. Ia hobby tidur di kelas. Biasanya kalau aku berantem dengan oppa, dia yang selalu menengahi. Hamun selalu tahu kapan waktunya untuk bicara dan berhenti. Kadang dia bisa jadi sangat menyebalkan dan dingin, tapi kalau dipikir-pikir, memang aku yang membuatnya marah. Karena sudah terbiasa bersama sejak kecil rasanya aneh jika terpisah,”

“Hamun memang begitu. Dia selalu memikirkan orang lain,”

Sonrye mengangguk setuju. “Dia terlalu menjaga perasaan orang lain. Karena itu kuharap dia bisa bahagia,”

Siwon tersenyum tulus, senyuman yang Sonrye tahu, di tunjukkan untuk Hamun. “Aku menyukaimu Siwon ssi,”

Siwon berhenti melangkah dan melihat kearah Sonrye yang satu langkah didepannya. Sonrye membelakanginya, Siwon dapat mendengar suara Sonrye bergetar.

“Aku paling benci menyerah, kecuali dalam hal yang tidak kusukai. Tapi karena aku menyukaimu, aku jadi sulit menyerah,”

“Ma..”

“Jangan sela ucapanku, aku tak suka orang memotong kalimatku,”

Siwon bisa mendengar suara Sonrye dibuat bernada marah.

“Aku  menyukaimu yang menyukai Park Hamun,”

Kalimat itu membuat mata Siwon membesar, ia sungguh tak dapat menebak gadis didepannya. Sonrye berbalik, memandang Siwon sambil tersenyum lalu membungkukkan badannya. “Terima kasih sudah menyukai Hamun,”

“Aku menyukaimu sejak kau menolong Hamun dihari pertama masuk sekolah. Saat Hamun dikerjai kakak kelas, kau menolongnya, kan? Aku melihat semuanya. Sejak saat itu aku mengagumi dan melihat kearahmu. Dan aku juga melihat, cara kau memandang kearah Hamun dan tersenyum kearahnya berbeda dengan cara kau memandangku dan gadis-gadis lain. Aku rasa itu cukup keren,” lanjut Sonrye lalu ia terkekeh mengenang masa lalunya.

“Aku berusaha mengejarmu dan ingin Hamun juga melakukan hal yang sama sepertiku. Terkadang ia tampak seperti sama sekali tak menyukaimu tapi aku memahaminya lebih dari siapapun. Maka percayalah, ia juga menyukaimu. Dan.. aku melihat kalian berciuman,”

Muka Siwon langsung memerah, ia tak menyangka seseorang akan melihat mereka. “Ah.. ah.. itu..”

“Kau tidak perlu menjelaskannya. Cinta itu sesuatu yang retoris. Aku menangis saat melihatnya karena aku bahagia, akhirnya ada seseorang dapat membuka hati Hamun yang tertutup. Karena itu aku menyukaimu Siwon ssi,”

Sonrye maju selangkah mendekati Siwon. “Berjanjilah kau akan mencintainya,” ujarnya sambil memberikan jari kelingkingnya. “Aku selalu melakukan ini saat berjanji dengan Hamun,”

Siwon tertawa lalu menautkan jari kelingkingnya. “Aku akan mencintainya,”

*****

“Jadi, kenapa kau bawa aku kesini?” tanya Kibum dengan dingin.

“Entahlah,”

“Yaa, Park Hamun, ini tidak lucu. Apa Sonrye memintamu melakukan ini?”

Hamun mendesah. “Kalau iya, memangnya kenapa?”

Kibum beranjak pergi tapi Hamun menahan tangannya. “Dia hanya akan sakit hati. Kau sendiri tahu itu, kan? Kau menyukai Choi Siwon dan Choi Siwon juga menyukaimu,” ujar Kibum.

“Lalu kenapa? Kenapa kau panik?” Hamun ganti bertanya.

Kibum terdiam ditempatnya. “Bukankah kau yang seharusnya panik?” Kibum balas bertanya.

Hamun melepaskan genggamannya. “Kenapa sulit sekali kau mengatakan ‘karena aku menyukainya. Karena aku tak mau ia terluka.’ Kau sungguh pria yang merepotkan,”

Kali ini Kibum yang mendesah. “Jadi, apa maumu Park Hamun?”

“Jujurlah pada dirimu sendiri. Sekarang saatnya untuk berhenti membohongi diri, kan?” ujar Hamun lalu tersenyum. “Itu yang selalu Siwon katakan padaku. Selama ini aku memikirkan, bagaimana kalau Sonrye sakit hati? Bagaimana kalau Sonrye sampai marah padaku? dan masih banyak ‘bagaimana’ yang lain,”

“Tapi akhirnya, aku mengerti Kibum ssi, lebih baik aku menyakiti Sonrye sekarang sebelum ia benar-benar tersakiti nanti. Laki-laki tak hanya Choi Siwon seorang, kan? Sekarang aku melihat seorang pria yang pantas untuknya,” lanjut Hamun lalu melangkah satu kali kedepan Kibum. “Dan aku cukup menyukaimu,”

Mata Kibum membesar dan melihat kearah mata Hamun.

“Aku melihat bagaimana kau seakan siap menangkap Sonrye saat ia jatuh. Aku melihat ada botol air yang masih penuh dalam tasmu. Aku melihat bagaimana cara kau memandanganya lalu tersenyum saat ia memalingkan wajahnya, dan aku melihat kau memeluknya dengan wajah sangat terluka,”

Muka Kibum langsung memerah, ia tak menyangka Hamun memiliki penilaian yang jeli. “Ah.. ah.. itu,”

“Kau tidak perlu menjelaskannya. Cinta itu sesuatu yang retoris. Aku menangis saat sampai di rumah karena kau terlihat sangat tersiksa menyukai saudara kembaranku. Dia memang tidak sensitive tapi ia orang terbaik yang pernah kukenal dalam hidupku. Dan kau menyukainya dengan cara yang berbeda. Karena itu aku menyukaimu Kibum ssi,” Hamun tersenyum lebar.

“Berjanjilah kau akan mencintainya,” ujarnya sambil memberikan jari kelingkingnya. “Aku selalu melakukan ini saat berjanji dengan Sonrye,”

Kibum tertawa lalu menautkan kelingkingnya pada kelingking Hamun. “Aku akan mencintainya lebih dari kau menyayanginya,”

Hamun tertawa. “Kesannya kau akan merebut Sonrye dariku. Oh God, Aku benar-benar menyukaimu,”

“Pikirkan saja Siwon-mu,” balas Kibum yang disambut dengan tawa kecil oleh keduanya.

*****

Dua minggu setelah Festival,

Sonrye, Hamun, Kibum dan Siwon membuka loker mereka. Senyum mereka mengembang saat menemukan sebuah amplop surat ada diatas tumpukan buku mereka.

‘Hari ini aku akan mencintaimu lebih lagi. Bagaimana denganmu?’

PS: Temui aku ditaman sekolah jam 4 sore.’

“Kenapa Siwon ssi menuliskan hal yang sama seperti Kibum? Mereka sungguh tidak kreatif,” omel Sonrye setelah membaca isinya.

“Bukankah kita juga menuliskan hal yang sama pada mereka?”  timpal Hamun lalu memasukan surat itu ke mapnya.

Sonrye hanya tersenyum penuh makna.

…..

“Seperti biasa, Sonrye-mu sangat norak,”  ujar Siwon sambil melihat amplop Kibum yang digambar hati besar didepannya.

Kibum tersenyum lalu menutup lokernya. “Kalau kau iri suruh Hamun-mu melakukannya juga,”

Siwon mengambil surat Kibum dan membukanya. “Hei apa-apaan ini? Kenapa isinya berbeda dengan punyaku?”

‘Hei, tak adakah tempat lain selain taman itu? Kau hancurkan aku disana dan setiap hari kau mengajakku kesana? Bagaimana aku akan mencintaimu jika kau tak kreatif? Biarkan Hamun dan Siwon ke taman hari ini. Aku mau makan es krim hari ini.’

Ps : ‘128√e 980’

“Lihat punyamu,” Kibum mengambil punya siwon.

‘Aku akan mencitaimu lagi hari ini. Jam 4? Oke.’

PS :  ‘128√e 980’ 

Kibum segera mengembalikannya pada Siwon dan merebut surat miliknya.

“Kau tahu toko es krim yang enak? Dia sungguh gadis yang merepotkan,” tanya Kibum setelah membaca suratnya.

“Bukankah Sonrye menyuruhmu lebih kreatif? Pikirkan saja sendiri,” ujar Siwon lalu masuk ke kelas lebih dahulu.

*****

“Oke, Kim Kibum ssi, ini sangat kreatif,”

“Apa yang kau harapkan dariku? Apa aku terlihat seperti pria yang suka makan makanan manis dan masuk ke toko yang manis?”

Sonrye menggembungkan pipinya. “Kau sungguh tak romantis,”

“Kau hanya bilang kau ingin makan eskrim,”

“Tapi bukan berarti kita pergi ke supermarket dan membelinya dari mesin pendingin lalu memakannya di depan took, kan?” Sonrye mengeluarkan semua unek-uneknya lalu melanjutkan memakan eskrim yang baru saja dibelikan Kibum.

“Apa setiap pergi denganku kau harus mengomel?”

“Oh, baiklah. Jadi, kau tak suka pergi denganku?” Sonrye segera berjalan meninggalkan Kibum.

“YA! YA! PARK SONRYE!”  Kibum memanggil Sonrye tapi Sonrye malah mempercepat langkahnya. Sedetik kemudian Kibum melihat Sonrye menyandung kursi taman.

Sonrye kehilangan keseimbangannya dan untungnya Kibum ada disana untuk menahan tangan gadis itu lalu menarik Sonrye dalam pelukannya.

Sonrye mengerjap-ngerjap matanya dan melihat Kibum sudah memeluknya dengan erat. Pipinya merona, jantungnya berdetak tak karuan.

“Ya Tuhan Park Sonrye, kau pasti ingin aku cepat mati. Berhentilah melukai dirimu sendiri,” ujarnya.

Sonrye merasakan detak jantung Kibum terasa begitu cepat dan itu membuatnya sangat nyaman. “Hehehe,” Senyumannya mengembang, semuanya terasa begitu tepat saat ini.

“Kau senang melihatku jantungan?” tanya Kibum dengan kesal.

Gelak tawa Sonrye semakin tak bisa terhenti.  “Aku menyukainya,”

“Kau pasti punya kelainan jiwa,”

Sonrye tak bisa menghentikan tawa dan senyumannya. “Aku menyukainya saat kau memelukku seperti ini. Aku menyukai saat kau dekat denganku. Aku menyukai saat kau menggenggam tanganku dengan malu-malu. Aku menyukai saat kau membantuku belajar. Aku suka kau marah saat mendengarkan omelanku, asal kau jangan berteriak padaku. Kata-katamu yang menyakitkan itu, entah kenapa, aku juga menyukainya walau itu sangat menyebalkan. Dan aku paling menyukaimu saat kau menyelamatkanku, kau terlihat keren seperti saat ini. Tanpa bisa kutahan rasanya perasaan suka ini membuncah. Aku mencintaimu amat sangat,” ujar Sonrye panjang lebar dan itu spontan ia ucapkan. Kini setelah ia sadar ia telah mengucapkan semua. Pipinya memanas, ia tak bisa menarik kalimat-kalimatnya.

Kibum terdiam di tempatnya, gadis ini sungguh tahu cara membuat orang gila karenanya. “Kau mau tahu hal lain yang membuatmu akan mencintaiku?”

“Apa itu?” tanya Sonrye seperti menantang. Ia sudah mengucapkan semua hal rasanya.

Kibum melepaskan pelukannya dan berjalan kedepan Sonrye. “Tutup matamu,” perintahnya.

Sonrye mengangguk lalu menjulurkan tangannya siap menerima sesuatu. Kibum tertawa, ia hanya menggenggam tangan Sonrye erat lalu mendekatkan dirinya dan mencium Sonrye dengan lembut. Sonrye membuka matanya kaget tapi Kibum benar, Sonrye jatuh hati dengan hal itu. Sonrye menutup matanya lagi.

“Aku sungguh mengenalmu, Park Sonrye,” ucapnya setelah mengakhiri ciuman mereka.

Sonrye menyentuh bibirnya dengan jemarinya, matanya membesar memperhatikan laki-laki didepannya yang tersenyum nakal. Tiga detik setelah Sonrye terpaku, ia segera memeluk Kibum. “Aku mencintaimu Kim Kibum,”

“Aku akan mencintaimu lebih dari kau mencintaiku kalau begitu. Apa yang harus kutulis besok untuk surat kita?”

“Tulis dengan hatimu. Aku akan menantikannya,”

****

“Jadi, akhirnya Kim Kibum hanya membawanya ke super market? Oh, itu sungguh Kim Kibum,” ujar Hamun sambil menguap es krimnya ke mulutnya.

Sekarang Park Hamun dan Choi Siwon sedang ada di toko eskrim dengan interior yang manis. Sebagian besar pengunjungnya wanita dan beberapa pasangan termasuk Hamun dan Siwon. Siwon dan Kibum berencana mengajak mereka makan eskrim disini namun tiba-tiba Kibum mengganti tujuan perginya dan membawa kabur Sonrye dengan motor ke super market.

“Aku yakin Sonrye akan mengomel. Tapi tenang saja, Kibum pasti akan dapat mengatasinya,” timpal Siwon.

Hamun mengangguk setuju dan menyuap eskrim terakhirnya ke mulut. “Jadi, Tuan Choi, apa yang akan kita lakukan pada hari ini?”

“Sesuatu yang menyenangkan Nyonya Choi,”

Hamun terperanjat mendengar dirinya dipanggil Nyonya Choi.

“Saat kau menikah denganku orang-orang akan memanggilmu seperti itu,”

“Oh God, you must thinking we are still students,”

“Bukankah seseorang harus memikirkan beberapa tahun kedepan juga? Kau tidak mungkin menderita saat bersamaku, aku punya back up cukup kuat,” candanya

“Kau tau benar aku sangat-sangat menyukaimu, kan?”

“Kalau kau mau mengatakan itu harusnya kau belikan aku cincin dulu,” ujar Hamun.

“Oh, aku membawanya,” ujar Siwon lalu ia mengeluarkan spidol dari sakunya, menarik tangan Hamun lalu menggambar sesuatu di jari manis Hamun.

Hamun tertawa lalu melihat hasil gambar Siwon.  “Kau tega membiarkanku memakai cincin sejelek ini?”

“Oh, jangan mengeluh Hamun. Sini ku perbaiki,” Siwon kembali menarik tangan Hamun. Ditulisnya sesuatu disana.

“Saranghae?” baca hamun. “Ok, usaha yang cukup bagus untuk membuat tanganku kotor. Berikan tanganmu,”

Hamun langsung menggambar cincin di tangan Siwon yang hasilnya tidak kalah buruk dari Siwon, lalu menuliskan sesuatu disampinya, ‘nado’

Siwon tersenyum melihatnya. Siwon dan Hamun menjejerkan tangan mereka, lalu Siwon menggenggam tangan Hamun erat. Hal itu cukup membuat Hamun salah tingkah. Selanjutnya ia mencium telapak tangan Hamun.

“Baiklah mari kita lanjutkan kencan kita,”

Hamun tertawa, pria dihadapannya ini jelas tahu cara menangkap hatinya.

“Ayo kita keluar,”

Mereka berjalan keluar toko . Tangan Siwon menggandeng tangan Hamun, membuat Hamun merasakan kehangatan yang menyenangkan. Hamun memberikan tanda agar Siwon mendekat, setelah itu mencium pipi Siwon kilat.

Siwon memegang pipinya lalu mengacak rambut Hamun. “Jadi apa yang harus kutulis untuk besok untuk surat kita?”

END.