annyeong chingudeul ^^
enjoy this ff hehehe
sorry keterlambatan posting🙂
written by : gyumontic

*****

Aku bangun pagi sekali agar sempat mempersiapkan bekal makanan ke kantor. Aku juga mempersiapkan bekal makanan khas Indonesia untuk bang reymond . Aku memasukkan nasi rames ke tempat makannya yang akan aku serahkan nanti siang.

“Kak, buat makanan buat siapa?” tanya Ine tiba-tiba sehingga membuatku kaget. Aku tidak tahu kalau dia sudah bangun.

“Ine, kamu bikin kaget kakak aja deh! Hahh,” sahutku. “Kakak buat bekal buat ke kantor.”

“Kok buat dua? Satu lagi buat siapa?”

“Oh, buat atasan kakak. Namanya bang reymond. Orangnya baik deh, dek. Kapan-kapan kakak kenalin deh.”

Ine tersenyum kecut mendengar jawabanku. “Kayaknya kakak seneng banget nyebut namanya. Buat apa kakak bikin bekal buat dia juga? kakak pacaran sama dia sekarang?!” tanyanya dengan galak.

“Jangan galak-galak dong sama kakak. Kakak gak pacaran kok sama dia. Bekal ini cuman tanda terima kasih karena dia udah baik banget sama kakak,” jawabku.

“Baru kenal sebentar sama bang reymond aja kakak udah ngasih bekal. Terus buat kyuhyun oppa yang udah baik buanget selama bertahun-tahun, kakak bikinin apa?” Ine melontarkan pertanyaan dengan sinis.

Aku memilih untuk diam saja daripada nanti aku harus bertengkar dengan Ine. Setelah bekal beres, aku segera mandi dan siap-siap ke kantor. Tidak aku sangka-sangka, bang reymond datang menjemputku.

“Selamat pagi, Sasa,” sapanya setelah aku membukakan pintu apartemen.

“Selamat pagi,” balasku dengan ceria. “Ada apa abang pagi-pagi disini?”

“Jemput kamu. Kita ke kantor sama-sama,” sahut bang reymond. Aku sangat senang mendapatkan perhatian khusus dari bang reymond. Tanpa ragu, aku menerima tawarannya. Sebelum berangkat, aku mengenalkan bang reymond dulu ke Ine.

“Ine, kenalin ini namanya bang reymond,” kataku pada Ine sambil menunjuk bang reymond.

“Reymond.” Bang Reymond menyebutkan namanya sambil menjabat tangan Ine.

“Ine,” balas Ine tanpa minat untuk berkenalan.

Setelah mereka berkenalan, aku lalu pamit untuk pergi ke kantor. Aku berpesan pada Ine untuk menjaga apartemen dengan baik sampai aku pulang.

.Ine POV.

“Haish! Ngapain sih Bang Reymond jemput-jemput kakakku segala? Kak Sasa kan bisa berangkat sendiri,” gerutuku setelah mereka keluar dari apartemen.

Ini sepertinya pertemuan pertamaku dengan Bang Reymond tapi aku merasa pernah melihatnya. Saat tadi kak Sasa mengenalkan Bang reymond padaku, aku jadi teringat seseorang dan menimbulkan rasa sangat tidak senang padanya.

Aku mencoba membuang perasaan tidak enak ini dengan berbagai cara tapi tetap saja tidak hilang. Aku merasa Bang Reymond tidak sebaik yang kak Sasa sangka. Selain itu, aku yakin pernah melihatnya.

Sepanjang hari, aku terus memikirkan dimana aku pernah bertemu dengan dia tapi tidak kunjung menemukan jawaban. Aku lalu membuka-buka galeri hapeku dan menemukan fotoku dengan Edo waktu pacaran dulu yang membuka ingatanku.

“Edo. Bang reymond mirip Edo,” gumamku. “Aku pernah lihat dia di foto keluarga Edo. Edo juga pernah bilang dia punya abang yang tinggal di Korea. Edo bilang hubungan keluarganya sama abangnya gak baik. Selain itu, abangnya udah punya keluarga di sini.”

Aku antara yakin dan tidak yakin apakah bang reymond ini adalah abangnya Edo. Aku ingin sekali menanyakannya langsung ke Edo tapi faktor pulsa menghalangiku. Telpon internasional pasti akan membengkakan tagihanku.

Rupanya rasa penasaranku lebih besar daripada ketakutanku akan tagihan yang membengkak. Aku akhirnya menelepon Edo.

“Hai, do. Apa kabar lo?” tanyaku basa-basi sebelum menanyakan tentang abangnya.

“Baik. Lo sendiri apa kabar? Gimana ujian kemaren? Lancar?” sahut Edo dengan ramah.

“Lancar, puji Tuhan,” kataku. Aku berbasa-basi cukup lama dan merasa beruntung dulu kami putus baik-baik. Jadi, aku masih bisa bertanya macam-macam tentang keluarganya.

“Eh, do. Abang lo yang di Korea, apa kabar? Siapa namanya?” tanyaku mulai mengorek-orek tentang abangnya.

“Oh, bang Reymond. Kayaknya baik-baik aja deh. Udah lama juga gak komunikasi. Gue juga udah lama gak chat sama anaknya, Jimi,” jawab Edo tanpa curiga padaku.

“Abang lo kerja dimana sih di Korea? Kira-kira dia bisa masukin gue kesana gak ya? Hahaha.”

“Dia kerja di Hyundai, Ne. Itu perusahaan orang, mana bisa dia masukin lo ke situ seenaknya.”

“Terus kakak ipar lo, istri bang reymond maksud gue, kerja dimana?”

“Kalo itu gue kurang tahu, Ne. Bang reymond gak pernah cerita banyak soal istrinya. Gue ketemu juga baru sekali sama istrinya.”

“Kok gitu?”

“Bokap nyokap dulu gak setuju bang reymond nikah sama cewek itu. Gak tau kenapa. Terus bang reymond kawin lari kesana. Ceritanya panjang, bisa semaleman gue ceritanya.”

Bener dugaan gue. Bang Reymond yang dikenalin kak Sasa tadi pasti adalah bang reymond nya Edo. Gak salah lagi. Bang reymond si Edo juga kerja di Hyundai, perusahaan tempat kak Sasa kerja. Kemungkinan besar, bang reymond ini pasti atasan kak Sasa.

Hanya ada satu hal lagi yang harus dipastikan, yaitu rumah tangga bang reymond. Kalau bang reymond emang udah punya istri dan anak, ngapain dia jemput-jemput kak Sasa segala. Tiba-tiba aku merasa cemas dengan kak Sasa. Aku yakin pasti ada apa-apa antara kak Sasa dan bang Reymond.

Setelah aku menelepon Edo, aku segera menelepon Kyuhyun Oppa untuk menceritakan semua kecurigaanku.

“Oppa, kamu dimana? Aku perlu bicara denganmu tentang kak Sasa dan bang Reymond,” kataku tanpa bertele-tele.

“Haish. Masalah itu lagi. Nanti malam saja kita bicara. Aku lagi sibuk sekali. Ok,dek?” sahut Kyuhyun Oppa lalu menutup teleponnya.

Aku benar-benar pulang lebih malam dari biasanya hari ini karena aku harus menemani bang reymond memakan bekal yang aku berikan siang tadi.

“Abang, bekal itu jangan dimakan. Itu harusnya buat tadi siang. Udah gak bagus lagi,” kataku pada bang reymond.

“Gak apa. Kamu udah capek bikin bekal ini buat aku jadi harus aku makan,” sahutnya lalu mulai makan bekal dariku.

Bang Reymond baru sempat memakan bekal itu malam ini karena seharian ini dia sibuk rapat dengan pimpinan dan supervisor yang lain padahal aku siapkan bekal itu untuk makan siangnya.

“Masakanmu enak. Aku suka sekali. Terima kasih banyak ya,” bang reymond memuji masakanku dan aku sangat senang mendengarnya.

“Terima kasih kembali,” sahutku.

Setelah makan, Bang Reymond lalu mengantarkan aku pulang sampai ke depan pintu kamarku. “Sekali lagi, terima kasih ya atas bekal makananmu, Sa,” kata bang Reymond.

Aku yakin setelah mengucapkan terima kasih, bang Reymond akan menciumku jadi aku menutup mataku. Hanya saja, saat aku sudah siap ada pengganggu yang datang. Dia menarikku menjauh dari Bang Reymond.

“Ah,hyung. Sudah malam. Lebih baik hyung pulang sekarang. Sasa butuh istirahat,” kata Kyuhyun oppa pada bang Reymond.

Aku benar-benar kesal dengan ulah Kyuhyun Oppa. Dia tidak berhak untuk menggangguku lagi. Karena itu, setelah bang Reymond pulang aku langsung memarahinya, “Kamu itu benar-benar reseh ya. Kamu gak berhak buat ganggu aku lagi.”

Kyuhyun Oppa tidak menjawab sedikitpun. Dia malah memencet bel pintu kamarku. “Buat apa kamu kesini?! Jangan harap kamu bisa masuk ke dalam selangkah pun!” seruku penuh dengan amarah.

“Okay. Aku hanya mau memastikan kamu masuk ke dalam dengan selamat,” jawab Kyuhyun dengan santai.

Ine lalu membuka pintu apartemen dan aku langsung masuk sambil berteriak pada Ine, “Jangan biarkan dia masuk, Ne. Kalau tidak, aku akan sangat marah padamu!”

Aku lalu masuk kamar tidurku sambil membanting pintu dengan kencang. Aku benar-benar marah pada Kyuhyun Oppa. Dia selalu saja muncul dalam hidupku. Saat sudah berpisah pun, dia tetap menampakkan diri. Membuat aku semakin susah melupakannya.

.Kyuhyun POV.

“Kenapa dengan Kak Sasa? Apa yang terjadi sampai dia marah-marah begitu?” tanya Ine padaku setelah mendengar bantingan pintu yang sangat keras dari kamar tidur Sasa.

“Aku baru saja menganggu kemesraannya dengan atasannya itu. Oppa gak mau lihat Sasa dicium pria lain!” jawabku emosi.

“Apa?! Kak Sasa mau dicium bang Reymond?!” sahut Ine yang sepertinya sangat terkejut.

“Iya,” jawabku singkat.

“Kita harus membahas itu sekarang, Oppa.” ine menanggapiku juga dengan emosi. Dia juga mempersilahkan aku masuk walaupun Sasa sudah melarangnya.

Sepertinya Sasa tahu aku masuk ke dalam apartemennya karena aku mendengar dia berteriak dari kamarnya, “Ine. Udah kakak bilang, jangan bawa dia masuk!”

“Sori, kak. Aku ada perlu sama Kyuhyun Oppa. Begitu urusanku selesai, aku janji akan menendangnya keluar,” sahut Ine dengan teriakan yang setingkat lebih rendah dari teriakan Sasa.

Aku tidak peduli kalau Sasa sedang marah sekarang karena aku mengganggunya. Aku hanya tidak mau melihat dia bersama pria lain. Aku tahu ini egois tapi aku tidak peduli. Aku juga tidak peduli kalau saat ini dia tidak suka aku ada di sini.

“Apa yang ingin kamu sampaikan pada Oppa?” tanyaku langsung pada inti pembicaraan.

“Aku merasa ada yang salah dengan bang reymond,” jawab Ine.

“Apa yang salah? Terus apa hubungannya dengan Sasa?” tanyaku lagi.

“Aku yakin Bang Reymond lagi deketin kak Sasa padahal dia udah punya anak dan istri,” jawab Ine mengejutkanku.

“Kamu tau darimana? Jangan bicara sembarangan kamu, dek.”

“Gak kok, oppa. Aku tau langsung dari adeknya, Edo. Oppa ingat Edo kan? Edo bilang bang reymond itu tinggal di Korea sama anaknya, Jimi. Tapi Edo gak tau soal istrinya bang reymond.”

“Jimi?” aku teringat cerita Sasa sewaktu kami berantem pertama kali karena dia jalan-jalan sama Reymond dan Jimi tanpa sepengetahuanku. “Jimi anaknya? Sasa cerita pada Oppa kalau Jimi itu adiknya Reymond.”

“Adek? Gak mungkin. Edo gak mungkin bohong apalagi salah informasi soal keluarganya sendiri.” Ine bereaksi sangat keras saat aku menyebutkan Jimi adalah adiknya Reymond. Aku lalu menceritakan apapun yang pernah Sasa ceritakan tentang reymond dan Jimi padaku.

“Ini namanya kak Sasa udah ditipu mentah-mentah. Gak bisa dibiarin!” Ine berkomentar setelah aku menceritakan semuanya.

“Oppa tahu. Kita harus kasih tahu kakakmu tapi dia pasti tidak percaya. Kamu punya bukti yang lebih kuat dari omongan Edo?”

“Gak punya tapi aku akan segera punya, Oppa. Aku akan menyelidikinya. Lihat saja. Gak akan aku biarkan kak Sasa jatuh ke laki-laki itu.”

Aku senang mendengar Ine tidak mau kakaknya bersama pria lain. Dengan senang hati, aku akan membantunya demi kebaikan Sasa.

Aku tidak pernah menyangka bahwa laki-laki itu sudah berkeluarga. Dari awal memang aku sudah tidak suka padanya karena dia mau mendekati Sasa ternyata memang ada yang tidak beres pada dirinya.

“Kalo gitu besok aku akan ngomong sama kak Sasa,” kata Ine mengakhiri pembicaraan.

“Oke, dek. Ngomongnya baik-baik ya. Jangan sampai kamu kena marah kayak Oppa,” sahutku setuju. “Oppa bakal lakukan apapun buat kebaikan kak Sasa.”

“Kamu memang menyebalkan, Oppa. Seharusnya kamu gak putus jadi masalahnya tidak perlu seribet ini,” sahut Ine menyalahkanku yang tidak bisa aku bantah.

Aku tidak tahu apa yang akan dibicarakan Ine sehingga harus membangunkan aku pagi-pagi seperti ini. Meskipun aku ingin sekali pura-pura tidak mendengar suaranya tapi toh percuma saja. “Ada apa, Ne?” tanyaku.

“Aku mau ngomong sama kakak tapi kakak janji dulu jangan marah sama aku. Kita harus sama-sama rasional, sama-sama tenang. Janji ya,Kak?” sahut Ine.

Ine benar-benar membuatku bingung. Dia belum mengatakan apapun tapi sudah menyuruhku berjanji macam-macam. “Ada apa emangnya, Ne? Kakak janji gak bakal marah. Ayo, bicaralah,” kataku menyuruhnya segera bercerita.

Ine menghela nafas sebentar lalu mulai berbicara, “Udah sejauh apa hubungan kakak sama bang reymond?”

Tidak aku sangka Ine akan berbicara tentang bang Reymond apalagi soal hubunganku dengan pria itu. “Ya, gak sejauh apa-apa, dek. Cuman suka jalan bareng aja. Emang kenapa?” jawabku dengan jujur.

“Kakak yakin cuman sebatas itu?” tanya Ine seperti mau menyelidikiku.

“Iya, dek. Kakak yakin. Emang kenapa sih?” kataku.

“Gak apa-apa. Kakak suka sama dia?” tanya Ine lagi.

Lama-lama aku merasa Ine sedang menginterogasi hubunganku dengan Ine. Daripada dia bertanya macam-macam, lebih baik aku langsung saja menceritakan semuanya.

“Kakak emang deket sama bang Reymond dan Jimi, adiknya, hanya sebagai teman tapi akhir-akhir ini kakak ngerasa ada yang lain dari bang Reymond. Kayaknya dia suka sama kakak tapi gak tahu lagi deh.”

“Terus kakak suka gak sama dia?” sela Ine.

“Bentar, dek. Kakak belum selesai cerita ini,” sahutku. “Jujur aja, kakak senang dapat perhatian khusus dari dia. Dia memperlakukan kakak dengan begitu spesial dan mampu membuat kakak jadi jauh lebih baik sejak diputusin Kyuhyun oppa. Hanya saja kakak gak semudah itu lupa sama Kyuhyun oppa.”

“Kakak masih sayang sama Kyuhyun oppa?”

“Ya iyalah, dek tapi hubungan kakak sama oppa gak ada harapan. Kakak udah rela dek ngorbanin apa aja supaya hubungan kakak sama dia bisa bertahan tapi Kyu oppa tidak mau. Jadi mungkin gak ada salahnya kalau kakak buka hati buat bang Reymond.”

“Iya, kakak emang gak salah buka hati tapi jangan buat bang reymond. Dia udah punya anak sama istri, kak,”kata Ine.

Omongan Ine benar-benar mengejutkanku. “Jangan ngomong sembarangan kamu, dek.” Aku menegur Ine karena menuduh bang Reymond sudah berkeluarga padahal jelas bang reymond single.

“Aku gak sembarangan, kak. Aku udah tanya langsung ke Edo. Bang reymond itu abangnya Edo yang tinggal di Korea, kerja di Hyundai, perusahaan tempat kakak kerja, dan punya anak namanya Jimi tapi gak tahu istrinya dimana. Kalau kakak gak percaya, kakak telepon aja Edo. Tanya semuanya,” kata Ine menjelaskan semua hal yang tidak masuk akal buatku.

Gak mungkin orang sebaik bang Reymond bohong tapi Ine juga gak mungkin bohong padaku apalagi memfitnah bang Reymond hanya agar aku tidak bersama pria lain.

“Kakak bukan gak percaya sama kamu ya, dek tapi kakak gak punya bukti kalau bang Reymond udah berkeluarga,” kataku berusaha tidak langsung percaya kepada Ine tapi tidak juga jadi mempercayai bang Reymond. Aku harus lebih hati-hati.

“Aku tahu kakak akan bilang gitu dan aku akan berusaha mencari buktinya. Bukti pertama adalah keluarganya, kak. Aku yakin Edo dan keluarganya bisa jelasin semua tapi aku akan cari bukti lain. Aku cuman gak mau kakak sakit hati lagi nanti.”

Aku akan sangat berterima kasih pada Ine kalau ternyata semua omongannya benar tapi untuk sekarang aku masih akan memperlakukan bang reymond dengan baik seperti bang Reymond memperlakukan aku.

“Aku mau tanya satu hal lagi. Kakak mau balikan lagi sama Kyu oppa?” kata Ine.

“Jujur aja iya, dek. Tapi kayaknya susah,” jawabku sejujur-jujurnya. “Kalo sama bang Reymond pasti jauh lebih mudah.”

Setelah selesai bicara, Ine minta izin padaku untuk keluar olahraga pagi dengan Siwon oppa. Aku mencium ada kedekatan terselubung di antara mereka berdua. Aku hanya bisa berharap Ine tidak mengalami apa yang aku alami sekarang.

“Hati-hati ya, dek kalau berhubungan dengan member super junior. Jangan sampai sakit hati kayak kakak.” Aku berpesan pada Ine sebelum dia pergi.

“Aku gak kayak kakak sama kyuhyun oppa yang payah. Sama keadaan aja kalah. Kalau aku sih aku perjuangin,” sahut Sasa dengan tegas.

Ucapannya itu benar-benar menamparku. Aku dan Kyuhyun oppa memang tidak ada usaha untuk mempertahankan hubungan kami. Kami terlalu takut akan akibat dari hubungan kami, yang belum tentu terjadi.

.Ine POV.

Sebenarnya aku ingin sekali minta maaf pada kak Sasa karena aku telah membohonginya. Aku tidak pergi olahraga dengan Siwon Oppa tapi pergi ke dorm SuJu untuk berbicara dengan Kyuhyun Oppa. Kalau aku bilang yang sebenarnya, kak Sasa pasti akan tidak akan bercerita lagi padaku karena dia tahu aku akan menyampaikannya ke Kyuhyun oppa.

“Oppa, aku sudah di depan kamarmu. Bukakan pintu dong,” kataku menelepon Kyuhyun Oppa. Aku tidak berani membunyikan bel pagi-pagi karena bisa membangunkan semua member yang lain.

Kyuhyun Oppa lalu membukakan pintu dan mempersilahkan aku masuk. Dia menyuruhku duduk di dapur agar tidak mengganggu yang lain.

“Kamu udah bicara dengan Sasa?” tanya Kyuhyun oppa.

“Udah. Kakak gak percaya sama aku. Dia mau bukti yang lebih kuat,” jawabku.

“Seperti dugaan kita kan? Terus kapan kita mulai cari buktinya?” kata Kyuhyun Oppa tidak sabaran.

“Secepatnya, Oppa. Aku harus nyari tahu dulu tempat tinggal dan informasi lain. Sabar dong, oppa.”

“Aku sabar, Ne. Tapi kalau sampai Sasa jatuh ke tangan Reymond gimana? Bisa tamat riwayatku!”

“Makanya, jangan lepasin kak Sasa. Udah mau diambil orang baru ribet. Hash.”

Kyuhyun oppa tidak menyahut. Dia hanya menghela nafas panjang.

“Yah, mau gimana lagi? Aku tidak bisa melanggar kontrak,”kata Kyu oppa dengan jawaban yang sama sampai kupingku bosan mendengarnya.

“Itu lagi. Masih sama-sama sayang, kenapa gak diperjuangin sih? Belum apa-apa udah nyerah. Kalian berdua sama payahnya,” lanjutku.

“Dasar cerewet!” kata kyuhyun oppa sambil nyengir senang. “Sasa bilang apalagi selain dia masih sayang sama aku?”

“Dia masih mau kok balikan sama Oppa tapi. . .”

“Tapi apa?”

“Dia juga mau membuka hati untuk pria lain,” jawabku santai. “dan itu bukan tanggung jawabku. Oppa harus berjuang sendiri kalo gak mau kak Sasa sama cowok lain.”

“Haish. Iya, iya Oppa tahu ah. Dasar cerewet!” kata Kyuhyun Oppa lalu meninggalkanku.

Untung saja tiba-tiba Siwon Oppa datang menemaniku dan mengajakku jalan-jalan. Berdua. Terima kasih Tuhan aku tidak jadi berbohong pada kak Sasa.

.Kyuhyun POV.

“Siwon hyung harus mentraktirku nanti,” kataku pada Siwon hyung sebelum dia pergi jalan-jalan dengan Ine.

Aku memberitahunya Ine akan datang ke dorm pagi-pagi karena ada perlu denganku. Setelah itu, Siwon hyung mungkin bisa mengajaknya jalan pagi dan mereka bisa lebih dekat. Siwon hyung tahu kami tidak bisa berhubungan dengan wanita tapi dia sepertinya tidak sepayah aku.

Aku kembali ke kamarku dan membuka laptop untuk bermain game. Tiba-tiba Sungmin hyung masuk dan bertanya, “Sepertinya tadi aku mendengar Siwon datang. Kemana dia sekarang? Kok tidak ada?”

“Pergi jalan pagi sama Ine,” jawabku sambil menyalakan laptop.

“Ine adiknya Sasa itu ya?”

Aku hanya mengangguk.

“Sasa udah lama gak main ke dorm kita. Apa dia sedang sibuk? Kenapa kamu gak pernah ngajak dia ke sini?”

“Aah, hyung. Kami sudah putus. Jelas saja aku jadi tidak pernah mengajaknya lagi,” jawabku malas.

“Kenapa?” tanya Sungmin hyung.

“Manajer melarang kami berhubungan. Dia bilang kalau aku tetap meneruskan hubunganku dengan Sasa, itu akan menyulitkan kita semua termasuk ELF. Aku tidak mau menyulitkan kalian.”

“Menyulitkan kita? Super junior maksudmu?” tanya sungmin hyung yang lagi-lagi hanya aku balas dengan anggukan kepala.

“Dasar bodoh. Kenapa kamu gak cerita ke kami? Kamu pikir Super Junior dan ELF selemah itu? Kamu pikir kita akan pecah hanya karena magnae kami punya pacar? Kamu benar-benar bodoh, Kyuhyun.”

Aku tidak menyangka Sungmin hyung akan berbicara seperti itu. Aku pikir dia akan setuju denganku yang melepaskan Sasa demi Suju dan ELF. “Hyung mendukungku dengan Sasa?” tanyaku.

“Bukan hanya aku. Semua hyung mu senang tahu waktu kamu punya pacar apalagi waktu Sasa pindah kesini. Kami pikir kalian akan semakin dekat.”

“Maaf hyung aku tidak tahu. Aku tidak menyangka kalian mendukungku.”

“Maaf kami juga tidak pernah punya waktu untuk membicarakan ini. Kami malah membiarkanmu sendirian.”

“haha. Tidak apa-apa, hyung. Aku sudah terlanjur melepas Sasa dan sepertinya dia sudah membuka hati untuk orang lain.”

“Rebut hatinya kembali. Ingat, kami semua mendukungmu.”

“Nde. gomawo, hyung.”

Sungmin oppa menyadarkanku bahwa yang aku lakukan keliru. Aku begitu terburu-buru mengambil keputusan tanpa bertanya terlebih dahulu kepada satu pun hyung yang aku miliki. Aku salah telah memandang lemah hubungan Suju dan ELF. Aku harus berjuang merebut hati Sasa kembali.