Cast : Super Girls (Song Hyejin, Park MinAh, Jung HyunAh, Choi Jihyo, Kang Hamun)

   Bang Na Ra (fictional character, will appear later)

   Super Junior (now Choi Siwon and Cho Kyuhyun)

   Mysterious casts, spesial for date with Super Girls😀

 

“Oppa?” panggil Jihyo, menjulurkan kepalanya ke sela pintu kamar Siwon.

“Hyonnie?” seru Siwon, namun Jihyo tidak bisa melihat sosok oppanya di dalam kamar. Akhirnya tanpa menunggu lagi dirinya segera berlari ke tempat tidur Siwon dan bergelung di dalam selimut.

“Kau belum tidur?” Tanya Siwon keluar dari kamar mandi.

“Mmmhh heeemmm,” gumam Jihyo menggelengkan kepalanya. “Aku malam ini tidur di sini ya?”

Siwon mengerenyitkan dahinya, sepertinya sudah lama sekali dongsaeng satu-satunya ini meminta untuk ditemani tidurnya. Seingat Siwon jauh lebih lama, saat Jihyo belum mengenal Kyuhyun, sebelum posisi oppanya tergeser oleh maknaenya itu.

“Ne, dongsaengi,” Siwon merebahkan diri di tempat tidur dan memeluk Jihyo. Dan seketika ia bisa merasakan piyamanya basah, Hyonnie-nya menangis.

“Ada apa, Hyonnie? Kau bertengkar dengan Sungmin hyung?”

“Tidak,” jawab Jihyo singkat.

“Lalu ada apa?” Siwon mengelus kepala adiknya.

“Minggu kemarin, aku tidak sengaja mendengar percakapan ayah dan Hyejin unnie,” Jihyo berusaha menstabilkan suaranya. “Ayah bilang, ayah bilang Sooman ahjussi akan menambahkan satu member lagi ke dalam Super Girls,”

“Mwo?!” seru Siwon. Sepertinya ia pernah mengalami hal ini, bersama Super Junior, saat semua member menolak rencana pemasukan Kyuhyun ke dalam Super Junior.

“Aku tidak mau ada member baru, oppa.” Kini Jihyo sudah tidak bisa membendung tangisannya. “Aku tidak mau dia masuk ke dalam grup kami.”

“Dia, dia siapa?”

“Na Ra, Bang Na Ra.”

****

Hyejin menggenggam mug kopinya dengan erat, seolah tidak ingin ada orang yang merebut kopinya, sama seperti apa yang ia rasakan beberapa hari ini. Ia tidak ingin ada orang yang merebut Super Girls dengan cara menambahkan member baru.

“Unnie, mengapa kita berkumpul sepagi ini?” Tanya Hamun memecah pikiran Hyejin.

“Apa Jihyo sudah datang?” Hyejin mengalihkan pertanyaan sang magnae.

“Baru saja Jihyo unnie datang, ada di ruang tamu, bersama MinAh dan HyunAh unnie,” jawab Hamun.

Hyejin meletakkan mug kopinya, menarik napas dalam-dalam, “Ayo kita ke ruang tamu,” seru Hyejin menggandeng Hamun berjalan menuju ruang tamu.

Hyejin memandang satu persatu membernya yang sudah menunggu di ruang tamu ia bisa melihat kebingungan di wajah MinAh, HyunAh, dan Hamun. Namun tidak dengan Jihyo. Matanya bengkak. Hyejin langsung mengetahui jika evil membernya sudah mengetahui apa yang ia ingin bicarakan sepagi ini.

“Lee Sooman akan menambahkan satu member baru ke grup kita,” ujar Hyejin tanpa basa-basi, ia memang tidak ingin berbasa-basi hari ini.

“Mwo?” teriak MinAh. “Aku tidak setuju! Kau bilang kau tidak setuju dengan rencana itu kan, Hyejin?!”

Hyejin menggeleng. “Sayangnya keputusan itu tidak dapat diubah, setidaknya untuk saat ini. Aku juga tidak bisa bertemu langsung dengannya. Aku hanya bisa berusaha meyakinkan Direktur Choi agar ia kembali merundingkan persoalan ini dengan Lee Sooman.”

“Jihyo-ah, kau bisa berbicara dengan ayahmu, kan?” ujar HyunAh penuh harap. “Kau harus bilang kepada ayahmu kalau-“

“Percuma,” sela Jihyo. Ia memandang keempat member yang sedang kacau sekarang. “Aku tidak akan bisa berbicara kepada ayahku jika seperti ini. Ia tidak akan bisa berbuat apa-apa jika Lee Sooman yang telah berbicara.” Seketika Jihyo merasa ucapannya sangat dingin, tapi memang begitu kenyataannya.

“Unnie,” akhirnya si kecil Hamun bersuara. “Ini seperti Super Junior di masa lalu, iya bukan?” Hamun berusaha menyisipkan sedikit keceriaan di suaranya. “Siapa tau kita mendapatkan member yang menyenangkan seperti Kyuhyun oppa.”

“Dia Bang Na Ra, Hamun! Bang Na Ra!” teriak Jihyo akhirnya tidak bisa menahan emosinya. Keempat member lainnya menegang begitu mendengar nama itu.

“Lebih baik Super Girls bubar daripada Bang Na Ra masuk ke dalam grup kita!” seru MinAh menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

Bang Na Ra. Nama yang selalu akan Hyejin ingat, dan pasti Hamun, MinAh, HyunAh, dan Jihyo ingat. Hyejin ingat janjinya dulu,ia akan mengorbankan karir dan dirinya untuk melindungi Super Girls dari siapapun yang akan menghancurkan grupnya, termasuk memasukkan Bang Na Ra ke dalam grup.

“Aku menawarkan Super Girls kepada Direktur Lee untuk mengikuti Let’s Go Date.”ujar Hyejin.

“Kupikir itu bukan ide baik, Hyejin.” Ujar HyunAh. “Di saat seperti ini-“

“Justru itu maksudku,” suara Hyejin menegas. “Kita semua tau kita tidak bisa melawan langsung Lee Sooman dan Direktur Lee, tapi jika Goodess dan penggemar kita yang lain yang menyatakan ketidaksetujuannya akan penambahan member baru itu akan menjadi senjata kita, bukan?”

“Aku setuju keputusan Hyejin unnie,” Jihyo merasakan kini tubuhnya tidak terlalu menegang lagi. “Kurasa, jika kita bisa mengambil hati semua orang di luar sana dengan menunjukkan diri kita dan kekompakan kita, kita bisa mengenyahkan Na Ra. Lagipula, ini variety show pertama kita, semua orang menunggu-nunggu grup kita, bukan? Toh kita satu-satunya grup SM yang belum pernah mengikuti variety show.”

“Apa kita harus menghadap Direktur Lee lagi bersama-sama untuk memberi tahu keputusan kita semua tentang variety show ini?” Tanya MinAh.

“Tidak perlu, biar aku saja yang akan menghadap ke Direktur Lee,” ujar Hyejin berdiri .

***

“Kami setuju untuk mengikuti variety show itu, Direktur,” ujar Hyejin meneguhkan dirinya.

“Baiklah jika itu keputusan kalian,” Direktur Lee membenarkan kacamatanya. “Tapi sebenarnya sebagai seorang appa dan ahjussi kalian, aku tidak menyetujui keputusanmu, Hyejin-ah.”

Hyejin tidak bisa menyembunyikan kekagetannya saat Direktur Lee menyelesaikan kata-katanya. “Maksud Direktur?”

“Kau tau kan di variety show ini kalian akan pura-pura berkencan dan berpacaran dengan bintang lain?”

Hyejin mengangguk.

“Aku khawatir ini akan berpengaruh dengan kehidupan personal kalian,” gumam Direktur Lee.

Hyejin serasa ditimpa dengan batu besar. Ia baru sadar bahwa ini akan berpengaruh kepada hubungannya dengan Kyuhyun, MinAh dengan Yunho, HyunAh dengan Changmin, Jihyo dengan Sungmin, serta Hamun dengan Siwon. Saking mereka berlima tidak ingin ada member baru yang memasuki Super Girls, mereka tidak memikirkan kemungkinan itu.

“Aku akan berusaha seprofesional mungkin, Direktur,” akhirnya Hyejin bersuara. “Aku akan bertanggung jawab juga terhadap member yang lain.”

“Baiklah kalau kau tau apa resikonya, Hyejin. Besok kalian akan mulai syuting program tersebut. Semoga berhasil.”

Hyejin mengangguk dan pamit keluar dari ruangan Direktur Lee. Baru saja ia menutup pintu ruangan, ia bisa merasakan dirinya ditarik dan dihempaskan ke tembok.

“Apa yang kau lakukan?” ujar Kyuhyun menahan suaranya agar ia tidak berteriak kepada kekasihnya.

“Apa?” Tanya Hyejin tak suka.

“Kau setuju untuk mengikuti variety show itu karena keputusan Direktur Lee Sooman untuk menambah member, iya kan?”

“Ne,” ujar Hyejin datar. “Dan ini tidak ada hubungannya denganmu.” Hyejin berusaha melepaskan genggaman Kyuhyun dari tangannya.

“Tentu ini urusanku!” akhirnya Kyuhyun tidak bisa menahan teriakannya. “Apa masalahnya sih menerima satu member baru?”

“Itu masalah, Kyuhyun. Kau tidak tau siapa member yang akan dimasukkan ke dalam Super Girls.”

“Aku tidak tau memang. Tetapi itu bukan berarti kalian harus menolak keputusan itu dengan mengikuti variety show itu!”

“Aku akan melindungi Super Girls dari apapun juga, termasuk penambahan member.”

“Aku tidak mengerti jalan pikiran kalian semua. Kalian menolak member baru, oke aku mengerti perasan kalian. Tapi tidak bisakah kalian menerimanya begitu saja seperti Super Junior dahulu?”

“Kami bukan Super Junior yang mau menerimamu,” Hyejin seketika merasa genggaman tangan Kyuhyun mengendur. Hyejin tau ia sedikit keterlaluan berkata seperti itu kepada Kyuhyun. “Dan kau tidak tau monster seperti apa yang hidup di dalam diri Bang Na Ra.” Hyejin menghempaskan genggaman tangan Kyuhyun dan berjalan menjauh meninggalkannya. Saat itu, Hyejin tau semuanya tidak akan sama lagi, ia memang harus memilih.

***