“ini sequel loh chingu. Part pertamanya judulnya The Gamer https://admirefanfiction.wordpress.com/2011/09/03/the-gamer/

Kyuhyun memandangi etalase kaca toko video game, ia menghela napas sejenak. Minggu ini ia dihukum eomma karena lupa mengerjakan PR. Ia bukannya lupa, hanya tidak ada waktu mengerjakannya karena harus menamatkan game yang baru saja ia pinjam dari temannya.

“Hyuuuung oppaa~~~” seru suara cempreng tepat di samping telinganya. Kyuhyun tersenyum, sudah 2 minggu sepertinya terakhir ia mendengar suara itu. “Ini Hyonnie!” seru anak itu memeluk Kyuhyun. Kyuhyun terkikik geli.

“Annyeong, Hyonnie!” seru Kyuhyun membalas pelukan Jihyo. “Sudah selesai memainkan gamenya?”

“Huuuuffffh,” Jihyo menggembungkan pipinya. “Eomma gak ijinin Hyonnie main! Appa juga! Wonnie oppa juga jeyeeeeeeeeeeek!” Jihyo menghentak-hentakkan kakinya kesal.

Kyuhyun mengangguk mengerti, ia mengerti bagaimana rasanya dilarang main game. “Sabar ya, Hyonnie. Kau harus menuruti apa yang eomma mu katakan,” Kyuhyun kini terdengar seperti kakak laki-laki yang menasihati adik perempuannya, dan entah mengapa Kyuhyun merasa senang.

“Tapi-tapi kan Hyonnie anak bayik, oppaaaaaaa!” seru Jihyo kesal.

“Iya, Hyonnie anak baik. Tapi kau harus rajin belajar, lalu memainkan game di saat sedang senggang atau libur. Jadi, kau tidak akan dimarahi eomma atau appa. Arraseo?” Kyuhyun terkikik saat JIhyo dengan polosnya mengangguk menuruti nasihatnya. Ah, menyenangkan punya adik ternyata.

“Nah, Hyonnie, kenapa kau ada di sini?” Kyuhyun baru tersadar sekarang. Anak TK seusia Jihyo kan jadi sasaran empuk . Sepertinya dia sendiri juga tidak sadar anak seusianya juga mudah saja diculik orang dewasa.

“Hyonnie gak dijemput!” Jihyo kembali cemberut.

“Ah, kau tidak dijemput ya? Tapi mengapa kalau tidak dijemput kau tidak langsung pulang saja ke rumah? Kau tidak tau jalan pulang?” tanya Kyuhyun bingung.

“Hyonnie tau kok!” seru Jihyo. “Tapi, Hyonnie mau liyat kacet duluuuu,” Hyonnie terkikik geli. Kyuhyun tertawa terbahak-bahak, menyadari kalau yeoja kecil di sampingnya ini persis sekali dengan dirinya.

“Baiklah, kalau begitu, bagaimana kalau Oppa antar pulang?” seru Kyuhyun. Lagipula ia rasa eommanya tidak akan mencari Kyuhyun sekarang. Hari ini ia pulang cepat karena ada rapat guru.

“Horeee! Hyung oppa mau antar Hyonnie puyang?” celoteh Jihyo. “Tapi Hyonnie cape’, oppa.”

Kyuhyun segera berjongkok. “Ayo, Hyonnie!” Jihyo berteriak senang, dan segera naik ke dalam gendongan Kyuhyun. “Ayp kita belangkaaaaaaaaaaaat!”

Kyuhyun tak bisa berhenti tersenyum sepanjang jalan. Ternyata menjadi seorang kakak itu menyenangkan, apalagi jika adiknya punya hobi dan sifat yang sama seperti dirinya. Ia mencatat dalam otaknya saat pulang nanti ia harus minta ke eomma dan appa untuk membelikan seorang adik perempuan untuknya.