ANOTHER STORY OF LOVE (by Nayla)

Cast:

Cho Kyuhyun

Lee Myunghee

Supporting Cast:

Kim JongWoon

Han Yoora

Lee Sungmin

Park Shinmei

Choi Siwon

Kim Jisun

Anyeong….

Maaf…ini FF dariku…maaf kalo jelek ato banyak yang salah ato geje…maklum…writer amatiran… hehe.

Terinspirasi dari mimpiku yang tiba-tiba da kyuhyun disana….hehe (buat SparKyu…Kyuhyun nya dipinjam bentar. hehe

SARAN n KRITIK wajib dikasih…byar bisa ningkatin tulisanku…gomawo…

Happy reading….^^

*****

@pulau Jeju

===Myunghee POV===

Entah apa yang kupikirkan kali ini hingga aku ikut acara kampus yang bagiku –sangat gak asyik- yah, aku memang payah. Aku akan lebih memilih menghabiskan waktu liburku dirumah daripada keluar dengan teman-temanku.

“Myunghee-ah….jangan murung gitu dunk!!! Hari ini akan seru banget….>,<!”

“Nee, myunghee-ah….akhirnya kamu mau ikut keluar bersama kami…kau tidak akan menyesal…”

Aku hanya tersenyum singkat mendengar keceriaan sahabat- sahabatku –yang memang sangat senang dengan kegiatan ini- dan kembali memposisikan bibirku pada posisi normal.

Disinilah aku, Lee Myunghee. Acara semacam kegiatan persahabatan yang diadakan oleh jurusan bahasa inggris seluruh kampus di Seoul. Kampus ku biasa saja…banyak yang bilang kampus ku “kelas bawah” whatever they say, aku sudah beruntung dapat masuk universitas dengan kemampuan dan keluarga yang “kelas bawah” juga.

@di Penginapan di pulau Jeju.

Di kamar

Aku duduk dan mengistirahatkan kakiku yang sudah sangat letih.

“Haaaaah, capeknya…..” suara sahabatku yang aku lihat merentangkan tangan lebarnya di tempat tidur.

“Myunghee-ah…kau benar-benar tidak suka keluar dengan kami? Kamu masih cemberut seperti itu?” sahabatku yang lain menghampiriku dan duduk di sampingku. 2 sahabatku mendekat. mereka benar-benar terlihat sedih. Sedih karna menghawatirkanku, aku sangat beruntung mempunyai mereka di hidupku. Tidak seharusnya aku menuruti egoku. Mereka sudah berusaha memberikan yang terbaik untukku.

Aku tersenyum

“Aniya. Ya! Kenapa kalian murung begitu? Aku seneng banget kok kita bisa keluar bareng kayak sekarang….” Mereka tetap menunduk

“Ya! Yoora-ah…Shinmei-ah….Jisun-ah…gomapta… aku senang hari ini” aku melebarkan senyumku, tulus pada mereka. Mereka mendongak dan merangkulku. Indahnya hidupku

+++malam terakhir di pulau jeju+++

Udara sejuk pantai meniup lembut di tubuhku. Biasanya angin akan meniup keras di Jeju, tapi tidak malam ini…angin malam ini lembut seakan memelukku, aneh.

“Ok, di malam terakhir ini, mari kita buat kenangan terindah di antara kita. Kita harus mempererat persaudaraan kita…setuju???!!!” suara ketua panitia layaknya seorang proklamir kemerdekaan.

Api unggun dinyalakan di tengah kami semua yang melingkarinya, membuat angin sedikit menyerah menyapu tubuh kami. Pengalaman pertama yang mengesankan buatku. Semua tertawa gembira bersama dan menyebarkan senyumnya ke yang lain.

“Dan sekarang….dari kampus X untuk tampil…” aku melongo. Teman sekampusku mendorong Yoora Jisun dan Shinmei untuk maju. Aku hanya bisa tertawa melihat mereka nge dance dengan perfectnya, yang lain pun mulai mengikuti dance mereka. Aku mundur ketika Jisun menarikku dalam pesta dance mereka.

DEG

Mataku menangkap sosok namja yang menatap datar apa yang ada dihadapannya membuatku sedikit berdebar. Ada apa ini? Kenapa aku harus berdebar? Siapa dia? Kenapa aku tidak melihatnya kemarin?

Dia melihatku. Bagai sengatan listrik hebat di darahku. Dia menatapku datar dan menjauh dari teman-teman yang sedang asyik pesta dance. Kulihat dia berbisik pada temannya dan pergi menjauh dari pantai.

Entah kenapa aku merasa harus mengikutinya. Langkahku terhenti. Aku menoleh. Tangan Jisun dan Yoora membuatku masuk dalam lingkaran pesta dance.

@ Kampus X seoul

“MYUNGHEE-AH…….!!!!”

“Kenapa harus teriak siy…..kita masih punya 15 menit sebelum masuk kelas Jisun-ah….telingaku sakit..”

“Hosh…Hosh…hehe. Aku mau bilang…hari ini kita free…semua Sem lagi ada rapat dengan rector”

“Jinjja????? Haish…tahu gini aku gak masuk tadi….”

“jalan-jalan yuk….nonton….da film baru lho…ayo…” badanku seakan terseret karna tarikan Jisun.

“Stop. Aku gak mau ah Jisun….mianhe…kamu lupa besok aku da presentasi individu di kelas Linguistik? Aku belum buat slide sama sekali…hehe”

“MWO? Ih….kamu tuh ya…kapan siy sifat males mu itu hilang? Dari SMA nunggu deadline dulu baru ngerjain…gak asyik ih … Ya udah deh… semangat ya Nona Myunghee yang rajin…kita pergi dulu ya….Anyeong!” Jisun berlari riang menghampiri Yoora dan Shinmei –yang aku tahu- menungu Jisun dan aku. Mianhe

@Coffee Shop

Aku mulai membuka laptopku dan buku Linguistikku di depanku. Aku mulai membuat slide yang aku presentasikan besok dengan sekali-kali memandang keluar toko. Kendaraan yang lalu lalang dan banyak pasangan yang menghabiskan waktu di taman kecil depan coffe shop ini. Hot Chocolate terletak manis di samping buku –yang rumit- di depanku.

“Haaah….akhirnya selesai juga…tinggal tunggu besok. Entah kenapa aku selalu bingung dengan buku ini…” senyumku merekah puas seakan bebas dari penjara. Aku meminum minuman kesukaanku sambil memandang keluar. Entah kenapa Hot Chocolate selau menenangkan hatiku.

DEG

Aku meletakkan cangkirku dengan cepat dan menyuruh mataku mengikuti sosok namja yang berputar di pikiranku akhir-akhir ini. Dia masuk ke coffee shop. Aku salah tingkah

“jangan kesini….jebaaal….” ucapku dalam hati.

Tuhan tak mendengarkanku…

“Jogiyo…boleh aku duduk disini?” aku mendongak

Tubuhku kaku. “otte??? Apa yang harus aku lakukan?” ucapku dalam hati.

“Jogi….boleh aku duduk disini? Semua penuh”

Aku tersadar oleh kibasan tanganya

“Ah nee….silahkan..”

“Khamsahamnida…”

Aku mulai memasukkan notebook ku –dengan gemetar- dalam tas untuk memberinya sedikit tempat di meja.

“Jogi….sepertinya aku pernah melihatmu? Noen…anak kampus X kan?”

“Ah,yee Lee Myunghee imnida..noen?” wajahku menggambarkan seperti orang yang tak pernah tahu dia. Acting yang hebat.

“Ah, jonun Cho Kyuhyun imnida. Kamu ikut acara persahabatan di Jeju bulan lalu kan?”

“Ah….benar. mangkanya aku tidak asing denganmu…hehe”  bagaimana aku bisa asing dengannya kalau wajahnya mengisi pikiranku sebulan in. cih, kau pembohong yang hebat Myunghee.

“oh, linguistic??” aku lupa dengan bukuku di meja

“nee…besok aku presentasi, Discourse analysis. ”

“kebetulan. Aku kurang mengerti tentang bab itu…besok ada kuis tentang bab itu…bisakah kau menjelaskan bab itu padaku???” kalau aku tak ingat ini tempat umum, aku akan pingsan dengan wajah super tampan, mempesona dan innocentnya itu

“Tuhan….demi apa dia minta aku mengajarinya??? >,< terima kasih….” Teriakku dalam hati

Kami berdiskusi dengan santainya. Aku sendiri melupakan umpatanku akan mata kuliah ini tadi. Hari ini sungguh menyenangkan. Aku berterima kasih pada Linguistik yang membuatku melihatnya dan berbicara seharian ini.

===Author Pov===

Lampu kota mulai menyala dan kendaraan mulai memancarkan sinarnya untuk menerangi jalan yang mulai terlihat gelap. Terlihat namja dan yeoja yang berjalan seiringan mengenggam buku yang sama.

Langkah yeoja itu terhenti tepat sebelum perempatan di samping taman. Namja yang terus berjalan pun mengikutinya berhenti.

Namja itu berbalik dan menatap itu dengan wajah bertanya

“Rumahku di belokan sini…gomawoyo buat hari ini…aku pulang dulu…anyeonghaseyo Kyuhyun sii” yeoja itu membungkukkan badannya kemudian kembali tersenyum dan melambaikan tangannya. Yeoja itu berbalik membelakanginya dan mulai berjalan meninggalkannya.

Namja itu mengikutinya

“Myunghee-ssi…” yeoja itu menoleh

“Bolehkah aku mengantarmu pulang?”

===Myunghee Pov===

Kami berjalan seiringan di bawah lampu kota yang mulai menyala. Sampai di perempatan aku berhenti. Kulihat Kyuhyun didepanku berhenti dan berbalik menatapku bertanya

“Rumahku di belokan sini…gomawoyo buat hari ini…aku pulang dulu…anyeonghaseyo Kyuhyun sii” aku membungkukkan badanku dan kemudian tersenyum dan melambaikan tanganku. Aku berbalik membelakanginya. Sumpah, aku tak rela hari ini berakhir. Aku berharap da keajaiban datang, entah apa itu.

Aku mendengar langkah kaki mendekatiku

“Myunghee-ssi…” aku terhenti sedikit tak percaya. Aku menoleh

“Bolehkah aku mengantarmu pulang?”

Kami berjalan hanya dalam diam. Sebenarnya aku tidak. Jantungku menderu layaknya suara motor yang berlomba di sirkuit.

Tak kusangka jalan kerumahku sangat dekat. Sampai aku hampir tak sadar papan nama rumahku 2 meter di depanku.

“kita sampai. Sekali lagi gomawoyo Kyuhyun-ssi…”

“Gwencahanayo…nado gomawoyo…aku bisa mengikuti kuis Linguistik besok…niatnya aku akan bolos…hehe” dia sedikit menunduk dan menggarukan tangan kirinya pada tengkunya saat mengatakn “bolos”. Manis, aku benar-benar jatuh cinta padanya.

“Masuklah…sudah malam…aku….juga harus pulang…Anyeong…” Dia mulai berjalan membelakangiku

Hari ini sangat indah.

@Kampus Y Seoul

===Kyuhyun POV===

“Kyuhyun-ah!! Gimana Discourse tadi? Haish…susah sekali. Eh, kenapa kau tersenyum seperti itu? Apa kau bisa mengerjakannya? Wuah…sejak kapan?” Tanyanya panjang lebar

Aku hanya tersenyum mendengar sahabat ku ini. Aku teringat Myunghee, aneh.

“Jong woon-ah…seharusnya kamu belajar seperti aku…jangan pacaran ama Yoora aja…hahaha” aku berlari

“Ya! Kyuhyun-ah…dasar kau itu…awas kau”

“Eit, Eit berhenti. Kalian ini inget gak siy kalau kalian itu udah kuliah…dasar. Jongwoon-ah…di tunggu Yoora di depan tuh… kasihan nunggu dari tadi…”

“Hosh…Hosh…”Suara jantungku dan Jongwoon masih memburu.

“okeh…huh…huh… aku pergi dulu ya….anyeong…heeh…heeeh”

“aku juga pergi dulu Sungmin-ah…anyeong”

Aku, Cho Kyuhyun. Aku semester 6 di kampus Y di Seoul. Ya…bisa dibilang kampus ku kampus elit di Seoul. Sebenarnya aku bukan siswa yang pintar ..tapi, ya karna “keluarga besarku” aku bisa tanpa tes masuk di universitas “elit” ini.

Aku berjalan menuju mobilku. Kulihat Yoora dan Jongwoon –sahabatku-melambaikan tangannya padaku. Aku mendekat. Mereka berpacaran sejak acara persahabatan di Jeju bulan lalu. Yoora dari kampus X –sama dengan Myunghee-.Tapi aku tak berani bertanya pada Yoora. Ya, Jongwoon salah satu sahabatku, dan sekarang Yoora pun jadi sahabatku.

“Kyuhyun-ah…kamu mau ikut hangout dengan kami gak? Sungmin ma Siwon juga nyusul…Yoora bawa temen2nya juga…pasti rame”

“Nee, Kyuhyun-ssi…nanti aku kenalin ma sahabatku. Dia….”

Drrrt…Drrrt…..

Hp Yoora berbunyi

“Yoboseyo. Myunghee ssi…waeyo? Nee…arasho…gwencahanayo…nee…anyeong”

“Waeyo jagi?

“Myunghee demam…dia kan di rumah sendirian..otte?”

Aku sontak menoleh dan menatap Yoora saat aku mendengar nama Myunghee.

“Myunghee???”

“Nee…dia sahabatku. Apa kau kenal?”

“Ya sudah… kita tunda jalan-jalan kita…kita ke rumah Myunghee saja”

“Em….aku saja yang menemaninya. Kalian pergi saja…sayang kalau rencana kalian batal kan? Aku sekalian mengembalikan catatan yang aku pinjam padanya kemaren. Aku pergi dulu” tentu saja catatan itu hanya alasan, aku berbohong.

Entah kenapa aku panic mendengar Myunghee demam. Aku mulai menghidupkan mesin mobilku. Kulihat Yoora memandangku penuh curiga, biarlah. Aku melaju cepat.

Aku sampai di rumah Myunghee, di tangan kananku sudah ada bubur yang aku beli sebelum sampai dirumah Myunghee. Aku memencet tombol rumah. Tak lama, pintu terbuka. Aku melihat wajah Myunghee pucat kemudian memerah. Mungkin demamnya sudah tinggi.

“Kyuhyun ssi???” suaranya terbata.

“Aku diberitahu Yoora kau sakit…aku hanya mengantarkan ini dari Yoora. Boleh aku masuk?” Aku berbohong lagi

Myunghee tersenyum “ah nee…masuklah..” Manis, aku yakin wajahku juga memerah kali ini. Senyumnya membuatku….cinta.

Rumahnya sederhana. Jauh dibanding rumah ku yang kadang aku capek menyusuri rumahku. Namun, aku merasakan hangat dan nyaman disini…entah rumah ini atau Myunghee.

“Maaf merepotkanmu…duduklah… aku akan menyiapkan minum untukmu”

Aku meraih bahunya yang membelakangiku.

“Ah…andwae…kau sedang sakit…istirahatlah…tunjukkan aku dapurnya. Aku akan menyiapkan bubur ini untukmu…”

“Ah…jeongmal gomawoyo Kyuhyun-ssi” Tuhan….dia cantik sekali…nomu yeppo….

Aku kembali ke ruang tamu. Kulihat Myunghee sudah tertidur. Aku meletakkan buburnya dan minuman di meja. Aku duduk di sampingnya. Dia cantik sekali, aku seperti melihat malaikat. Kenapa dia bisa begitu cantik walau tertidur? Dengan wajah pucat tanpa make up. Aku…..jatuh cinta.

Myunghee membuka matanya

“makanlah bubur ini dulu..em….badanmu panas sekali….bagaimana kalau kau ku antar ke dokter?” entah kenapa tanganku menyentuh keningnya dan sangat ingin tahu keadaanya. Wajah Myunghee makin memerah entah kenapa.

===Myunghee POV===

“Makanlah bubur ini dulu…” kyuhyun lalu menyentuh dahiku.

“badanmu panas sekali….bagaimana kalau kau ku antar ke dokter?”

Wajahku makin panas. Tangannya yang dingin menyentuh dahiku. Wajahnya dekat sekali denganku. Dadaku sakit, jantungku cepat sekali berdetak. Bagaimana ini?

“gwenchana Kyuhyun-ssi aku hanya perlu istirahat… aku takut ke dokter…hehe”

“Makanlah dulu…aku bantu kau bangun”

“Gomawoyo…”

Aku menyendok bubur di depanku. Entah kenapa tanganku gemetar hebat. Semoga Kyuhyun tak melihatnya.

“Kenapa tanganmu gemetar? Aku akan menyuapimu” tuhkan, Tuhan….jangan kau buat jantungku ini berdebar lagi….

“Aninde…gwencahanayo…”

“Sudahlah…anggap saja aku perawatmu hari ini…otte?” Senyumnya Tuhan….tolong aku….

===Author POV===

Hari mulai gelap. Myunghee terlelap. Di ruang tamu. Tanpa Myunghee tahu Kyuhyun menggendongnya ke kamar yang bertuliskan “This is Myunghee’s World”. Kyuhyun merebahkannya dan menyelimutinya. Kyuhyun membelai rambut Myunghee sebentar

“Cepat sembuh…aku ingin melihat senyum ceriamu dan memanggilku dengan senyum indahmu itu, saranghae…” Kyuhyun mengecup pelan kening Myunghee dan meninggalkan rumah Myunghee.

@kampus X

Besoknya

Myunghee berjalan dengan senyum mengembang di wajahnya, entah kenapa.

“Anyeong!!!” Myunghee merangkul sahabatnya

“Hua…Myunghee…syukurlah kamu sudah sembuh…kamu tahu betapa kami sangat menghawatirkanmu…”

“Jisun-ah…nan jeongmal gwencahanayo”

“Mianhe Myunghee-sh…kita terjebak macet dan baru malam hari bisa ke rumahmu…kami melihatmu sudah tidur di kamar. Kami tidak ingin mengganggumu, dan maaf juga…kau harus masak sendiri sarapanmu…aku melihat sudah ada makanan di mejamu…mianhe Myunghee-ah..”Shinmei terlihat sedih

“Bentar….bukan kalian yang masak makanan buatku? Terus, yang mindahin aku ke kamar tidur juga bukan kalian?”

Mereka terlihat bingung dengan pertanyaanku.

“Kau bicara apa? Mana mungkin kami mengangkatmu ke kamar? Lagipula, kami sendiri kaget sudah ada masakan di mejamu, aku kira itu kau yang mask sendiri? Bukan kau?”

“Ani……” Myunghee terlihat teringat sesuatu

“Ah…mungkin karna demam kau tidak ingat kau yang melakukan semua itu sendiri Myunghee-ah..”

“Ah…nee…” Myunghee tersenyum. “kita akan terlambat, kajja”

@ Myunghee’s Home

===Myunghee POV===

“Huft…capeknya” aku memandang kursi tempat Kyuhyun duduk kemarin.

Akuteringat.

“apa kyuhyun yang memindahkanku ke kamar dan masak untukku? Bukankah itu mimpi? Jika bukan mimpi…apa kata-kata itu juga bukan mimpi?” kemarin aku merasa aku mendengar kyuhun berkata sesuatu,…aku tak ingat itu apa…kemudian aku merasa sesuatu menyentuh keningku, dingin.

“ini semua karna demam…itu semua pasti mimpi…”

Aku berjalan ke kamar dan merebahkan badanku.

@Kampus Y Seoul

“Kyuhyun-ah….”

“ah, Jongwoon-ah…waeyo?”

“Ke kantin bentar yuk…kajja”

++sampai kantin++

===Kyuhyun POV===

“wae gude?”

“Kyuhyun-ah…aku ingin bertanya padamu”

“nee…mwo?

“Kau dan Myunghee….ada hubungan apa?

Aku tercekat. Kenapa Jongwoon menanyakan itu

“Mwo? Apa yang kau pikirkan…kita hanya teman…just friend as you see..”

“But, I see a lot of love from your eyes to her..”

“Ch, kau ngawur”

Aku berbohong lagi…aku memang jatuh cinta pada Myunghee

“Kemarin…kau kan yang memasak makanan untuk Myunghee…dan kau juga yang memindahkan dia ke kamar…kalau teman…aku tak yakin”

Gotcha. Jongwoon benar.

“Myunghee sedang sakit, dia sendirian dirumah..apa salahnya? Dia temanku…aku kasihan padanya yang tidur di sofa..aku memindahkannya ke kamar. Itu saja”

Aku mulai gugup.

Jongwoon mendekat padaku.

“Kyuhyun-ah…aku mengenalmu…kau…menyukainya kan?”

Aku terdiam

Aku menghela napas

“bagaimana aku bisa membongimu? Entah apa yang kurasakan padanya…tapi sejak melihat senyumnya di pulau jeju, aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam diriku…melihat senyumnya saja seperti hipnotis yang menyuruhku melakukan apapun yang membuatnya dia dekat denganku”

“Kyuhyun-ssi…kau benar-benar jatuh cinta…akhirnya…kau memang harus membuka hatimu Kyuhyun-ah…”

“Nee…she’s the angel that given by God for me…”

“but, do you think she loves me too?”

“em…molla…you must find it”

Aku menghela berat napasku. Apa kau juga merasakan yang sama Myunghee-ssi?

===Myunghee POV===

Haah…tak terasa semester baru akan datang. Liburanku pun dah usai. Aku harap semuanya lebih baik dari kemarin. 4 bulan sejak hari itu, aku sama sekali tidak bertemu Kyuhyun. Yoora bilang selama liburan 3 bulan kemarin, Kyuhyun mengunjungi orang tuanya di Canada. Yoora juga baru bilang kalu ternyata dia mengenal Kyuhyun sudah lama. Aku merasa sedikit patah hati. Apakah dia sudah punya pacar disana? Dan bodohnya aku masih menunggunya disini. Ya, aku masih menunggu namja itu, yang menatapku datar namun membuatku berdebar hingga saat ini walau hanya menyebut namanya.

Drrt…Drrt…

“yoboseyo Shinmei-ah…waeyo? Ah nee…arrasso. Nee anyeong”

Aku menekan tombol Hp ku

“Yoboseyo, Jisun-ah…aku akan ke Coffee Shop. Kalau nanti kuliahmu selesai, aku kesana…nee anyeong”

Saat ini yang aku butuhkan adalah Hot Chocolate yang manis dan hangat.

@Coffee Shop

Taman terlihat ramai dengan sekumpulan murid TK yang bermain di taman. Terlihat keceriaan mereka yang polos namun, mengundang hadirnya kegembiraan siapapun yang melihatnya. Meniup gelembung sampai pipinya memerah, lucu sekali.

Aku ingat pertama kali aku berbicara pada Kyuhyun. Disini, dan aku rasa di hari yang sama. Aku harap bisa bertemu dia lagi disini.

===Author POV===

Myunghee tersenyum simpul menunduk. Meminum Hot Chocolate di tangannya. Seorang namja datang menghampirinya.

“Jogiyo…boleh aku duduk disini?”

Myunghee mendongak dan tersenyum manis, sangat manis.

“semua tempat sudah penuh jadi aku duduk disini”

Namja itu masih berdiri di depan Myunghee. Namja itu tersenyum manis, sama manis dengan senyum Myunghee.

“dan…bolehkah aku masuk ke hatimu dan memberikan cintaku untukmu?”

Myunghee memeluk namja itu erat.

“Kau merindukanku, Myunghee-ah?”

Myunghee menangis namun senyum di wajahnya menandakan senyum bahagianya.

“Ya! Kyuhyun-ah…apa tidak ada telfon disana sehingga kau tidak menelfonku?”

Myunghee mendongak. Kyuhyun tersenyum melihat Myunghee marah.

“Mianhe …Hpku tertinggal di Korea, mianhe” Myunghee menunduk dan mengangguk di dada Kyuhyun. Kyuhyun memeluknya makin erat.

“kau belum jawab yang tadi…Myunghee-ah…saranghae…”

Myunghee mengecup bibir Kyuhyun sekilas.

“Nado saranghae”

Kyuhyun  terseyum dam mencium kening Myunghee. Kyuhyun memeluknya erat begitu pula dengan Myunghee.

===The End===