Judul                     : Sorry, I Love You Part.4
Author                  : Gie KyuLova
Rating                   : PG 15+
Length                  : Series
Genre.                  : Romance, Sad
Main Casts          : Kim HaNa (as reader)^_^, Cho Kyuhyun
Support Casts    : Cho AhRa, Lee Donghae, Im Yoona, Super Junior Members
Disclaimer           : FF ini murni karya aQ^_^
Pernah dipublish di http://readfanfiction.wordpress.com/
***Happy reading& hopefully u like it, guys! Don’t forget to comment…Gomawo (BOW)

_______

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side

(If u’re not the one- Daniel Bedingfield)

*****

“Dia adalah ….malaikatku.”ucap Donghae seraya memamerkan senyumnya.

“Apa maksudmu, Hae?”tanya Teukie penuh selidik. Tentu saja dia agak kaget dengan pernyataan Donghae barusan, apalagi bukan rahasia kalau selama ini Donghae telah menjalin cinta dengan Yoona. Teukie hanya tidak ingin ada kesalahpamahan antara mereka.

“Kyaa..kalian jangan berpikir macam-macam. Aku sudah menganggap HaNa seperti adikku sendiri. Aku sangat menyayangi dia dan telah berjanji akan melindungi gadis ini selamanya.”jelas Donghae sembari melirik HaNa di sampingnya.

HaNa tersenyum kecil lalu menghela nafas sejenak. “Ne…Donghae oppa sudah kuanggap seperti kakakku sendiri.”jelasnya singkat dengan ekspresi yang tak bisa diartikan.

*****

Kyuhyun POV

“Hoaaahhmm…”aku menguap lebar seraya menggeliat. Mendadak aku terbangun di tengah malam, karena tenggorokanku terasa kering akupun melangkah menuju ruang makan. Segera kuambil sebotol air mineral dari dalam kulkas. Sesudahnya aku pun kembali ke ke kamar. Tapi baru beberapa langkah, kakiku berhenti tak jauh dari kamar HaNa. Kulihat pintu kamarnya terbuka dan lampunya masih menyala. Kulirik jam di dinding yang menunjukkan hampir pukul 2dini hari. Apa yang gadis itu lakukan? Gumamku penasaran. Akupun membawa kakiku melangkah mendekati kamarnya. Mataku mengintip dari celah pintu yang setengah terbuka.

Tampak HaNa yang duduk di tempat tidur sambil menghadap layar laptopnya. Aku tersenyum kecil saat melihat ikat kepalanya yang bertuliskan ‘hwaiting!!!”, lalu sebuah pena di selipkan ditepi telinganya. Rambutnya dijepit ke atas dengan beberapa helainya yang ia biarkan menutupi wajahnya. Terkadang gadis itu menggigiti kukunya seraya mengerutkan keningnya. Sepertinya ia sedang berpikir keras untuk menyelesaikan skenarionya.

Lagi-lagi aku menahan senyumku saat menangkap bayangan gadis itu yang tampak stress dan mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia terus menggaruk-garuk kepalanya. Tebakanku, pasti dia sedang mencari ide untuk naskahnya. Sesaat kemudian, kulihat dia tersenyum puas  dan menjentikkan jarinya. Kemudian jari-jarinya dengan lincah menari di atas keyboard laptop. Aku terus berdiri di sana dan memperhatikannya. Entah kenapa aku belum mau beranjak.

*****

Keesokan paginya.

Aku menghampiri noona yang sedang sarapan di meja makan. Segera kuhempaskan tubuhku di kursi yang ada di sampingnya. Mataku bergerak mencari sosok gadis itu. Aneh sekali, biasanya dia pasti sudah duduk manis dan sarapan dengan Ahra noona. Kemana dia? Ahh, pasti dia masih tidur, karena semalaman begadang mengerjakan skenario, tebakku lalu mengambil semangkuk nasi.

“Eonni..aku pergi dulu.”tiba-tiba gadis itu muncul. Ia tampak segar dengan setelan kaus putih yang dibalut cardigan cokelat, juga celana jeans lengkap dengan sepatu kets’nya. Tangannya memegang tas ransel bergambar keroro. Mataku terpaku menatapnya, tapi buru-buru ketundukkan kepalaku dan melanjutkan serapan. Bisa gawat kalao gadis itu menyadari aku memperhatikannya.

“Sarapan dulu. Kau sudah memasak ini semua, cepat makan dulu!”perintah Ahra noona.

“Anni…”aku hampir terlambat. Lalu ia menyodorkan naskah sekenarionya ke hadapan Ahra noona. “Eonni, ini skenarionya. Sudah kuedit semalam.”

“Ahh iya!”noona mengangguk.

“Kalo begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa!”ucapnya berlalu seraya melambaikan tangan.

Aku menatapnya heran.

“Dia mau kemana?”tanyaku pada noona.

“Kuliah.”

“Kuliah????”

“Ne, setiap Sabtu dan Minggu dia kuliah di Seoul Art University.”

“Geureyo?”

“Ne!!!”ucap noona dengan nada tinggi.

“Maksud noona, dia bekerja sambil kuliah?”noona mengangguk. “Tidak mungkin!”

“Apanya yang tidak mungkin? Hah?”Ahra noona melirikku heran. “Harusnya kau mencontohnya, walaupun dia hidup sendiri tapi dia bisa membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Sedangkan kau? Ishh..cuti terus dan tidak memperdulikan pendidikan!”noona menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Bukan begitu. Itu kan karena aku sangat sibuk. Kau tahu kan manajemen…”aku menghentikan ucapanku sejenak. “Tunggu, tadi apa maksud noona kalau dia hidup sendiri?”aku memiringkan kepalaku dan memandang noona.

“Dia anak yatim piatu, orang tuanya meninggal saat ia masih kecil.”

“Nde?”

Ahra noona hanya mengangguk kecil. Hatiku mencelos, bayangan gadis itu kembali muncul di kepalaku. Sebuah perasaan yang tak bisa kugambarkan menelusup dadaku, membuatku sejenak sulit bernafas.

*****

HaNa’s POV

“Aigoo..kenapa aku sial sekali.”keluhku seraya menatap jam tanganku. Sudah hampir tengah malam, dan sekarang aku masih berada di jalan, sendirian. Tadi aku mengerjakan tugas kuliah yang menumpuk, akibatnya aku kehilangan bis terakhir. Dan sekarang hp’ku mati. Sial sekali.

Bagaimana aku pulang, jarak dari kampus ke rumah Ahra eonni kan sangat jauh. Aku juga lupa tidak membawa kunci rumahku. Apa aku harus berjalan kaki. Huffttt….

*****

Author’s POV

Kyuhyun melangkah masuk ke apartemen Ahra, dia langsung disambut oleh Ahra noona yang terlihat cemas.

“Kyu..apa HaNa menghubungimu?”tanyanya dengan nada khawatir.

“Anni. Waeyo?”tanyanya tak mengerti.

“Dia belum pulang sampai sekarang. Handphone’nya tidak bisa dihubungi. Aku takut terjadi apa-apa padanya.”jelas Ahra panik sambil memegang erat ponselnya.

“Mwo? Ini hampir tengah malam. Bagaimana mungkin dia…”Kyu nampak terkejut. “Aku akan mencarinya!”tukasnya cepat sambil segera berlalu dari hadapan Ahra.

*****

Kyuhyun POV

Rasa takut mulai menyergap dadaku. Aku benar-benar khawatir akan terjadi hal buruk pada gadis itu. Dengan kecepatan tinggi, mobilku melaju di jalanan kota Seoul yang lengang. Mataku tak hentinya mencari-cari keberadaan gadis itu. Aku mencarinya mulai dari kampus, lalu ke rumahnya. Tapi gadis bodoh itu tidak ada dimanapun. Aku sangat kesal, berbagai pikiran buruk mulai mengusik pikiranku, dan ku berusaha mengabaikannya.

Sudah hampir 1 jam aku mencari tapi keberadaan HaNa belum juga terlihat. Tapi tunggu, tiba-tiba mataku menangkap sebuah bayangan yang tak asing. Aku membuka mataku lebih lebar, di sisi trotoar terlihat seorang gadis yang sedang berjalan pelan sambil menggendong tas ranselnya. Tas itu mirip dengan yang dikenakan HaNa. Tidak salah lagi, itu dia! Segera kupinggirkan mobilku, dan keluar menghampirinya.

“Hey, babo!”ujarku sambil menahan tangan HaNa. Gadis itu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arahku. Keterkejutan jelas terlihat diwajahnya yang lelah.

“Kyu…”ucapnya lirih dan hampir tak terdengar.

“Darimana saja kau? Kenapa dengan handphone mu?”

“Lowbat..”jawabnya lemah. Matanya tampak lelah.

“Lalu kenapa kau belum pulang juga???”

“Tak ada bis.”

“Aishh!”Kyu memegang kepalanya frustasi. “Lalu bukankah rumahmu dekat sini. Kenapa tidak pulang kesana?”tanyaku dengan nada tinggi.

“Kuncinya di tempat eonni..”

“Kyaaa..dasar baboo! Kenapa tidak mencari taxi! Kau tahu kan, sangat berbahaya jalan seorang diri di malam hari.”bentakku kesal. Perasaanku kacau, antara marah, khawatir, juga lega, semua berkecamuk di dadaku.

“Sudah…..jangan marah lagi.”ucapnya dengan suara bergetar. “Bisa kau antar aku pulang?”tanyanya kemudian sambil menatapku. Sepertinya gadis ini sangat lelah, karena dia tidak membalas bentakanku. Kalau Kim HaNa yang biasa, aku pasti sudah habis dipukulinya karena marah-marah seperti tadi.

“Cepat masuk mobil!”perintahku. HaNa lalu melangkah mengikutiku.

Selama perjalanan tak ada satupun dari kami yang bersuara. Hening. Kulirik HaNa sebentar, ternyata dia tertidur sambil menyandarkan kepalanya ke sisi jendela. Tubuhnya begerak pelan mengikuti alur nafasnya yang teratur. Wajahnya terlihat damai, seperti malaikat. Pantas saja Donghae Hyung menyebut HaNa malaikatnya.

“Kim HaNa, Hari ini kau berhasil membuatku kacau!”gumamku dalam hati.

*****

2.00Pm..@ Ahra’s apartment

Kyuhyun POV

Aku berusaha membuka mataku yang baru saja terpejam. Sebenarnya aku sangat mengantuk, tapi aku tak ingin ketinggalan menonton pertandingan bola tim favoritku. AKu berjalan tergesa ke ruang kaluarga. Langkahku terhenti saat kulihat gadis itu duduk di depan meja, menghadap ke arah televisi, tangannya menopang kepalanya. Kim HaNa, sedang apa dia??

“Hey, sedang apa kau?”tanyaku. HaNa diam saja, sepertinya dia tengah asyik menonton pertandingan bola. APA? Bola? Gadis ini menonton bola? Aigoo…

“Hey, baboo…sedang apa kau?”aku menghampirinya. Gadis itu tampak terkejut dengan suaraku, ia menoleh ke arahku tapi hanya satu detik. Dan detik berikutnya mata gadis itu kembali ke layar televisi.

“Nonton.”jawabnya pendek.

“Aisshh.. Kenapa tidak tidur?”tanyaku heran. Baru saja tadi pukul 12 aku menjemputnya, kulihat ia sangat lelah hingga tertidur dalam mobil, tapi sekarang matanya benar-benar membelalak dan asyik menonton pertandingan bola yang menayangkan tim favoritku.

“Ishh..berisik! Jangan ganggu!”ucapnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar televisi.

“Yeoja gila!”gumamku. Lalu akupun duduk di sampingnya dan ikut hanyut menonton gala tanding Barcelona vs Valencia. Tapi pikiranku tidak bisa berkonsentrasi, sejak tadi bukannya memperhatikan aksi menakjubkan anak-anak asuhan Guardiola, mataku malah terus mengamati ekspresi gadis itu. Sebentar-sebentar HaNa menggigiti kukunya, matanya tak lepas dari aksi para pemain Barcelona. Pasti dia juga fans Barca, pikirku.

“Aigoo..tidak..tidak..”pekik Hana panik saat melihat bola yang direbut oleh Valencia. Lalu dia menutup matanya saat salah satu pemain tim lawan hampir menjebol gawang Barcelona, tapi saat tembakan itu gagal, HaNa langsung menarik nafas lega. Aku hanya geleng-gelang kepala, gadis itu menonton bola seperti menonton film horor saja, sebentar-sebentar berteriak sebentar-sebentar menutup mata. Dan kali ini ia memegang erat kedua tangannya, nafasnya terdengar ditelingaku. Dan beberapa menit kemudian, HaNa membuka mulutnya saat serangan cantik tengah dilakukan Barca,  dan…..

“Gooolll…..Yeeeee….!”HaNa bersorak senang sambil mengangkat tangannya. Aku langsung menutup telingaku yang hampir tuli karena suara cemprengnya itu. Sadar dengan kelakuan gilanya, gadis itu langsung menutup mulutnya, dan kembali menonton.

Sudah hampir 90 menit, dan permainan akan segera berakhir. Aku dan HaNa menahan nafas menanti hasilnya, walaupun sudah jelas bahwa kemenangan ada dipihak Barcelona. Dan..priit..peluit tanda permainan berakhir terdengar dengan skor 2:0 untuk Barca.

Aku dan HaNa langsung berjingkrak-jingkrak saking gembiranya. Kami berpelukan erat, meloncat-loncat dan bersorak untuk kemenangan Barca. Apa berpelukan??? Sejenak aku dan HaNa terpaku, wajahnya sangat dekat dengan wajahku, bahkan nafasnya terasa dingin di dadaku.

“Kyaaa..apa yang kau lakukan?”pekiknya sambil mendorong tubuhku. Tapi kulihat wajahnya bersemu merah.

“Kau duluan yang memelukku!”jawabku cuek.

“Anni!!…Aish, suamiku bisa marah kalau tahu kau menyentuhku tau!!”

“Mwo? Suami?”tanyaku kaget.

“Ne!”jawabnya sambil menggembungkan kedua pipinya.

“Kau sudah menikah? De..dengan siapa?”

“FABREGAS!!”jawabnya santai lalu segera beranjak pergi menuju kamarnya.

“Mwo?”aku menoleh ke layar televisi. “Dasar yeoja gila!!!”

*****

@The Opening of Lotte Duty Free Shop in Seoul, South Korea

HaNa POV

Hari ini aku dan Ahra eonni akan menghadiri pembukaan Lotte Duty Free Shop, perusahaan raksasa yang didirikan oleh Lotte Group, yang merupakan gerai bebas pajak dan menyediakan berbagai macam produk dari banyak merek terkenal. Kenapa kami menghadirinya? Karena perusahaan ini akan mensponsori drama musical yang kami garap.

Aku menghela nafas khawatir seraya menatap diriku dari pantulan kaca mobil Ahra eonni. Aku sungguh-sungguh tidak percaya diri. Sejak tadi sore Ahra eon sudah mendandaniku, dia bahkan menyiapkan sebuah gaun cantik untukku. Aku menurut saja saat Ahra eonni menyuruhku diam dan me *make over* diriku habis-habisan. Dia memoles wajahku dengan make up yang belum pernah kucoba sama sekali. Dan yang membuatku lebih syok, dia melepas kacamat ku dan menyuruhku untuk menggunakan contact lens. Aigoo..aku hanya bisa pasrah. Dan sekarang, aku benar-benar tidak mengenal diriku. Pantulan bayangan dicermin itu, seperti orang lain. Apa aku sudah berubah dari bebek buruk rupa, menjadi seorang putri cantik. Aku tak percaya.

“Kau cantik HaNa..”tukas Ahra eon yang tahu kalau aku tengah melihat diriku sendiri dengan ekspresi tak percaya. Ia menyodorkan tangannya untuk membantuku berjalan di atas high heels miliknya.

“Eonni..”bisikku saat kami mulai berjalan memasuki gedung. “Mataku perih.”ujarku jujur. Benar saja karena ini pertama kalinya aku memakai kontak lens, kurasakan mataku terus berair sejak tadi.

“Tahan saja. Kau harus tampil cantik dan istimewa karena acara ini akan dihadiri oleh banyak orang terhormat dan juga para artis papan atas.”

“Aku tahu. Tapi sepertinya ini berlebihan.”ucapku seraya melirik penampilanku.

“Kau terlihat sempurna HaNa!”yakin Ahra eonni. Lalu dia mengedarkan pandangannya ke dalam gedung yang sudah dipenuhi oleh orang-orang penting. “Tunggu sampai Kyu melihatmu. Dia pasti akan terkejut.”

“Mwo? Dia..dia ada di sini?”tanyaku kaget.

“Tentu saja. Semua anak SUJU diundang ke acara ini.”

“Ne..”aku mengangguk lemah. Kukira aku bisa bernafas lega karena dalam sehari ini tidak bertemu dengannya. Ternyata….

“Hai,noona!”sebuah suara mengagetkan kami.

Tampak Heechul yang berlari mendekati kami. Dia terlihat..mmm..apa yah? Aku bingung untuk menggambarkan namja ini. Dia terlalu cantik untuk seorang pria, walaupun ia telah mengenakan jas hitam dan kemeja putih yang keren, tapi tatanan rambutnya itu lo..seperti  sarang burung.(*Pletak..digeplak Heechul). Namja ini memang selalu berpenampilan unik. Pikirku berusaha menghilangkan prasangka negatif tentang salah satu anggota SUJU ini.

“HaNa’ya kau cantik sekali.”terdengar sebuah suara yang lembut dari sisi kiriku. Aku segera menoleh. Senyumku mengembang saat mendapati Donghae oppa yang berjalan ke arahku, dia terlihat menawan (*selalu^_^). Dan di sampingnya, seorang gadis menggamit lengan kanan oppa. Cantik dan mempesona dalam balutan gaun putih dan hiasan bunga dikepalanya. Im Yoona, selalu terlihat sempurna.

“Hana…kau kemana saja????”Yoona menghampiriku dan bergerak memelukku. Aku membalas pelukannya yang hangat.

“Yong apa kabarmu?”tanyaku seraya tersenyum padanya.

“Aku baik-baik saja. Kau ini, kenapa mendadak menghilang? Kau tahu, oppa sangat mengkhawatirkanmu. Kenapa kau tidak pernah memberi kami kabar?”Yoona memberiku banyak pertanyaan. Aku hanya tersenyum kecil padanya. Tuhan, gadis ini sungguh sempurna. Cantik dan baik hati. Dia memang amat pantas bersanding dengan Donghae oppa.

Kami berbincang beberapa saat. Bersenda gurau dengan Donghae oppa, Yoona, Ahra eonni juga member SUJU yang lain. Kulihat Oppa mengambilkan segelas minuman untuk Yoona, dan Yong menerimanya dengan senang. Aku suka melihat mereka. Apa??? Apa yang kukatakan barusan? Aku tertegun sejenak, dan merasakan dadaku. Sepertinya aku sudah tidak memiliki perasaan itu lagi pada Donghae oppa. Syukurlah.

“Hey, kau kemana saja?”terdengar suara Heechul yang menyapa seseorang. Matanya menatap ke arah belakangku. Akupun berbalik. Jantungku berdegup kencang saat mataku menangkap bayangannya. Cho Kyuhyun. Dia berjalan ke arah kami, dia terlihat tampan dengan tuksedo yang dikenakannya. Aishh,,Kim HaNa apa yang kau pikirkan! Aku menarik nafas kuat-kuat, berusaha menghilangkan rasa canggung yang tiba-tiba menyergapku.

“Noona, kau sudah datang!”ucapnya pada Ahra eonni. Dia melirikku sekilas, hanya sekilas dan seolah tidak memperdulikan kehadiranku. Sesaat kemudian dia asyik mengobrol dengan yang lain. Tak berapa lama, beberapa anggota SNSD yang lain datang menghampiri kami. Seorang gadis manis bernama Seohyun, tampak mendekati Kyu. Lalu mereka berbincang akrab. Entah kenapa, ada perasaan kesal menelusup dadaku.

Akupun memutuskan untuk pindah ke tempat lain. Aku berjalan sendiri melihat beberapa produk yang ditawarkan oleh LOTTE. Aku berdecak kagum pada serentetan produk terkenal seperti Louis Vuitton, Hermes, Chanel, Coach, Montblanc, Estee Lauder dan merek-merek lainnya. Perusahaan yang luar biasa, gumamku takjub.

Aishh..kakiku. Aku menahan rasa perih dan pegal dibagian pergelangan kakiku. Sepertinya kakiku lecet. AKu kan memang tidak pernah memakai high heels, ke kantor saja aku selalu memakai sepatu berhak rendah. Kalau bukan Ahra eonni yang memintaku, sudah kulempar sepatu ini.Dan lagi mataku…perihnya bukan main!

Aku melihat jam ditangan kiriku. Acara sudah hampir selesai, dan aku ingin segera pulang. Tapi dimana Ahra eon? Mataku celingak-celinguk mencari sosoknya di antara para tamu. Tak ada. Ahh, kuputuskan untuk menunggunya saja ditempat parkir. Akupun membawa kakiku melangkah menuju tempat parkir. Kalau tidak salah mobilnya di sana, gumamku seraya berjalan. Tiba-tiba langkahku terhenti saat kulihat Donghae oppa sedang berada dalam mobil, dia asyik berbincang dengan Yoona. Dan beberapa saat kemudian, mataku membelalak saat Donghae oppa mendekatkan kepalanya dan mencium Yoona. Aku mengernyitkan keningku, seharusnya aku tidak melihatnya. Ini tidak pantas. Aish..

Saat aku hendak memalingkan wajahku, sebuah tangan langsung menarikku untuk berbalik. Aku terkejut, tiba-tiba saja Kyu sudah berdiri didepanku.

“Ayo..”ucapnya sambil menarikku dan mengajakku masuk mobilnya. Dengan kecepatan tinggi, namja itu langsung membawa mobilnya di jalanan kota Seoul.

“Kyu bagaimana dengan Ahra eon?”tanyaku. Kyu hanya diam dan tak menjawab pertanyaanku. Ada sorot kemarahan di matanya. “Kau kenapa?”tanyaku hati-hati. Tapi dia tetap diam. Dan sesaat kemudian, dia menepikan mobilnya ke sisi jalan. Dia mematikan mesin mobil. Hening. Tak ada satupun dari kami yang bersuara. Lalu dia menoleh padaku, bola matanya yang hitam memandangku tajam.

“Kyu…waeyo?”tanyaku lirih. AKu takut dengan sorot matanya.

“Kau suka padanya?”tanyanya datar.

“Mwo?”

“Kau suka pada Donghae hyung, benar kan?”kini nada suaranya meninggi.

“Apa yang kau bicarakan?”tanyaku kesal. Tiba-tiba Kyu mencengkram tanganku.

“Jawab aku! Kau menyukainya?”

“KYU!!Lepas!”

“Jawab aku!”tangannya semakin kuat mencengkram tanganku.

“Itu bukan urusanmu.”ucapku sambil menepis tangannya. Aku melirik kesal ke arahnya. Aku sungguh tidak mengerti dengan sikapnya.

“Ada apa denganmu sebenarnya?”

“Sejak kapan kau menyukainya?”

Aku terdiam dan tak menghiraukan ucapannya.

“HaNa, sekuat apapun kau berusaha mendapatkan Donghae, kau tetap tidak akan mampu memilikinya. Dia sudah memilih Yoona, kau harus bisa terima itu. Kau dan Yoona jauh berbeda. Sekuat apapun kau berusaha merebut hati Donghae, dia tetap tak akan mencintaimu.”

“Kyu, apa maksudmu?”wajahku terasa panas menahan amarah. Apa maksud perkataannya barusan. Aku dan Yoona jauh berbeda? Ya memang kami berbeda, aku sama sekali tidak berharga jika dibandingkan dengannya. Apa itu maksud Kyu.

“Berhentilah mencintainya, kau tidak akan bisa memisahkan mereka berdua!”

Plaak.

Tanganku melayang dipipinya.

“HaNa..”

“Kau pikir aku seburuk itu, Kyu? Aku memang tak sebanding dengan Yoona yang sempurna. Tapi aku masih punya harga diri. Aku tak mungkin mampu merusak hubungan orang yang sangat aku sayangi.”jelasku dengan suara bergetar. AKu menghela nafas sejenak, kemudian menatap matanya tajam.

“Kau terlalu buruk menilaiku! Dan satu lagi, kau tak berhak mengatur hidup dan perasaanku.” Detik itu juga aku langsung membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Aku berjalan terburu-buru meninggalkan namja itu. Kyu, kau benar-benar telah membuatku sakit.

Tapi tiba-tiba langkahku terhenti, sebuah tangan memelukku dari belakang.

“Mianhe..mianhe…”bisiknya dengan suara bergetar ditelingaku.

“Kyu..”

“Maaf..aku tidak bermaksud menyakitimu.”

Aku dapat mendengar ketulusan dari suaranya. Aku lalu berbalik dan menghadapnya, wajah Kyu nampak kusut.

“Jangan pernah berkata seperti tadi lagi!”ucapku akhirnya.

“Ne..maaf.” Kulihat Kyu menghela nafas. “Tapi, apa benar kalau kau menyukai Donghae?”tanya Kyu ragu.

Aku hanya menggeleng. “Anni..dulu mungkin, tapi sekarang aku sudah menganggapnya sebagai kakakku. AKu menyayanginya.”jawabku singkat.

“Benarkah? Lalu kenapa kau menangis saat melihatnya mencium Yoona?”

Aku mengernyitkan keningku. “Siapa yang menangis?”

“Kau!”Kyu menunjuk mataku. “Kau menangis.”

“Anni..”

“Jelas-jelas kau menangis.”gerutu Kyu kesal.

“Tidak!”

“Lalu itu?”Kyu menunjuk butiran air mata di sudut mataku.

Aku menyentuhnya. “Ahh..ini.” Aku langsung mengambil tisu dan menghapusnya.

“Kau pasti menangis karena cemburu pada Yoona.”

“Aissh! Anni!”aku memukul dadanya. “Ini karena mataku perih, tau!”

“Mwo?”

“Gara-gara lensa kontak yang diberikan eonni! Mataku sejak tadi berair terus.”jelasku padanya.

“Hah?”

“Kau tahu, rasanya tersiksa sekali memakai lensa kontak ini! Kalau saja eonni tidak menyembunyikan kacamataku, Aku sudah melepasnya sejak tadi”gerutuku kesal.

“Jadi itu bukan karena Donghae?”

“Aishh..”cibirku seraya mendelik kesal padanya.

Kyu menarik nafas lega. Entah untuk apa.

“Kyu…carikan aku es batu!”pintaku memelas.

“Ne?”

“Aku ingin mengompres mataku. Ini sakit!”tanganku menunjuk mataku yang masih terasa perih.

Kyu menggelengkan kepalanya.

“Jebal!”aku menelungkupkan kedua tanganku. Tapi Kyu nampak tak perduli. “Yasudah kucari sendiri saja!”ujarku sambil berjalan.

Kyu mencegat langkahku.

“Apa lagi?”tanyaku seraya mendongak padanya.

Aku tertegun, Kyu mendekatkan wajahnya padaku. Tangannya memegang pundakku. Semakin lama jarak wajahnya semakin dekat. Membuatku tak bisa bernafas. Seakan tersengat listrik, tubuhku membeku. Lalu sesaat kemudian kurasakan sesuatu menyentuh keningku. Dia mencium keningku.

Aku terkesiap. Wajahku terasa panas, pasti sekarang mukaku sudah memerah seperti udang rebus. Kyu masih belum manjauhkan wajahnya dariku. Padahal jantungku sudah berdetak tak menentu sejak tadi. Geletar aneh menelusup perlahan di dadaku.

Kini mata indah Kyu menatap teduh bola mataku. Dan wajahnya kembali mendekat, aku segera memejamkan kedua mataku. Chup…dia mencium kedua mataku bergantian. AKu terperangah. Aku sudah merasa tubuhku melayang karena perlakuannya.

“Kyu…”

“Aku sudah lelah berpura-pura.…”ucapnya lirih.

“…..”

Tiba-tiba Kyu menarikku dalam pelukannya. Hangat. Jantungku berdetak semakin kencang. Dan tubuhku seketika kaku, bahkan rasanya kakiku sudah tak menapak di bumi ini lagi, saat suara itu kembali terdengar lirih di telingaku dan mengucapkan…

“Saranghae…”

*****

-TBC-