Judul                     : Sorry, I Love You Part 9 (END)

Author                  : Gie KyuLova

Rating                   : PG 15+

Length                  : Series

Genre.                  : Romance, Sad

Main Casts          : Cho Kyuhyun, Kim HaNa (You)

Disclaimer      : All the casts are Gods but the story is mine, truly from my fantasy.

Pernah dipublish di http://readfanfiction.wordpress.com/

Note      : So..this is d’END guys..HopefuLLy u’like and enjoy this…HAPPY READING^_^

DON’T FORGET TO READ>COMMENT>LIKE…GoMaWo(^_^)

^^^^^^

*********

Author POV

“Maaf Tuan, anda tidak boleh masuk.”ucap dokter seraya menahan tubuh Kyuhyun.

Dengan panik Kyuhyun mencengkram lengan sang dokter.

“Kumohon, dokter..selamatkan dia..kumohon.”ucap Kyu terbata dengan suaranya yang bergetar.

“Berdoalah..”pesan dokter seraya melangkah memasuki ruang UGD tempat HaNa dirawat.

Kyu hanya memandang nanar pintu bercat putih yang perlahan menutup itu.

Tubuh Kyuhyun terasa lemas, kedua persendiannya ngilu. Nafasnya terengah, kedua bibirnya bergetar. Ia menghela nafas panjang, lalu mencoba menghembuskannya perlahan. Jantungnya terus berdegup kencang. Ketakutan semakin menyeruak dalam dadanya kala ia melihat pergelangan tangan dan kemejanya yang dipenuhi oleh darah HaNa.

Tiba-tiba tubuh Kyu terkulai lemah, ia jatuh terduduk. Tubuhnya semakin bergetar. Sedangkan butiran bening tak hentinya meleleh di wajah pucat namja itu.

“Kumohon Tuhan, selamatkan dia..selamatkan dia. Ambil saja nyawaku..asalkan HaNa bisa selamat. Kumohon..Tuhan..”batin Kyu memohon.

*****

Keesokan harinya.

Author POV

Ny.Cho menatap sedih tubuh kaku HaNa yang kini terbaring koma. Sedangkan Kyu, namja itu tampak tertegun menatap wajah pucat HaNa. Sementara jari-jarinya terus menggenggam jemari lentik gadis itu. Terlihat lelehan air mata yang tanpa henti membasahi wajah Kyuhyun. Sejak kemarin Kyu memang tak sedetikpun pergi dari sisi HaNa. Ia terus disampingnya, berharap ketika gadis itu terbangun nanti, wajah Kyu lah yang pertama kali di lihat oleh HaNa.

Ia tak kan pergi lagi dari sisi HaNa, sekeras apapun nantinya gadis itu menyuruhnya menghilang. Ia takkan melakukannya..takkan pernah.

“Kyu..pulanglah dulu. Kau harus beristirahat.”ucap Ny.Cho lirih.

Kyu hanya menggeleng lemah.

“Ya sudah kau makan dulu, biar umma yang menjaga HaNa sekarang.”

“Anni..umma. Aku tidak lapar.”

“Kau harus makan Kyu! Ingat..HaNa menyelamatkanmu karena ia khawatir denganmu, ia sayang padamu. Sekarang apa yang ia rasakan, jika orang yang dicintainya malah tidak perduli dengan kesehatannya sendiri.”

“Umma…”gumam Kyu dengan suara bergetar.

“Kenapa dia menyelamatkanku? Waeyo? Kenapa dia menyelamatkan orang yang seharusnya sangat dibencinya. Waeyo umma?”tanya Kyu seraya terisak.

Ny. Cho menarik Kyu dalam pelukannya. Tanpa sadar ia ikut meneteskan air mata.

“Dia mencintaimu..Kyu, sangat. Sekuat apapun dia mendorong dirinya untuk memebencimu, ia takkan pernah sanggup. Karena di hatinya hanya terukir namamu. Kau sangat beruntung, mendapatkan gadis sebaik dia.”

“Tapi..kenapa dia harus mencintaiku. Aku tidak pantas untuknya umma..sangat tidak pantas.”

“Sssttt…jangan seperti itu. Kau harus kuat, nak…..demi HaNa”.

*****

Kyuhyun POV

“HaNa mengalami pendarahan di kepalanya. Jika dalam waktu tiga hari ini, dia tidak sadarkan diri. Maka..”dokter menghela nafas lemah, seraya menggelengkan kepalanya pelan. “Kemungkinan dia tidak akan selamat.”

Degg..

Kurasakan tubuhku kaku seketika, jantungku seakan berhenti berdetak. Nafasku memburu. Luapan kemarahan sontak memuncak dalam dadaku, dan seketika tanganku telah mengepal dan melayang ke arah dokter itu.

“Kyu..apa-apaan kau ini. Tenanglah”Ahra noona menahan lenganku yang hendak memukul dokter kurang ajar itu.

“Jangan sembarangan! HaNa akan sadar, dia akan sembuh!”teriakku marah pada sang dokter.

Dokter itu tampak terkejut melihat kemarahanku.

“Semoga begitu. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhannya.”tegas dokter.

“Ne, dokter! Tolong berikan dia perawatan terbaik! Kami akan membayar berapapun biayanya.”jelas ahra noona.

Dokter itu hanya terdiam, lalu berlau pergi dari hadapan ku dan Ahra noona.

Aku menjatuhkan tubuhku di kursi yang berada di sisi tempat tidur HaNa, kugenggam lembut jemari tangan gadis itu.

“HaNa..bangunlah… kumohon. Jangan terus diam seperti ini.”

*****

Ring Ding Dong..Ring Ding Dong…

AKu dan Ahra noona sontak menoleh ke asal suara ponsel HaNa yang ada di dalam tas gadis itu. Ahra noona segera merogoh ponsel di dalamnya.

“Dari kantor HaNa, biar aku saja yang jawab.”ucap Ahra noona seraya menempelkan ponsel HaNa ke telinganya dan keluar dari kamar.

Bruk..

Tas milik HaNa terjatuh secara tak sengaja. Tanganku langsung meraihnya, kulihat ada sebuah buku kecil di dalamnya. Perlahan kuambil seraya kuperhatikan lekat-lekat buku itu.

Sepertinya, ini buku harian HaNa.

Aku menoleh pada wajah HaNa yang tertutup oleh katup oksigen. Matanya yang indah tertutupi oleh kelopak matanya yang dihiasi bulu mata lentik. Kulitnya putih pucat. Nafasnya teratur.

Kau sepertinya tidur nyenyak, chagiya. Bangunlah cepat..kalau tidak aku akan membaca buku harianmu.

Aku bergumam dalam hati.

HaNa masih tak bergerak.

Mataku kembali tertuju pada buku harian itu. Perlahan kubuka halaman demi halaman, catatan harian HaNa. Dadaku bergetar hebat membaca kata demi kata curahan gadis itu. Lalu, tiba-tiba gerakan tanganku terhenti saat kulihat catatan harian HaNa beberapa bulan lalu.

>>>2 Oktober 2011  @Ahra’eon apartment

Uuugghhh…kesal..kesal..kesal!!! L

Aigoo..kenapa aq harus bertemu dengan namja gila itu lagi sih!

Dan parahnya, kenapa dia bisa jadi adik Ahra eon yang begitu baik hati..

Aissh!! Tidak mungkin..pasti mereka saudara tiri!

Umma..aku sangat kesal padanya..dan yang lebih menyebalkan lagi..kami tinggal satu rumah!

Ini KUTUKAN..ini KUTUKAN!! Umma..selamatkan aku! Hixhix (T_T)

>>> 3 Oktober 2011  @D’Bus

Umma..bagaimana ini! AKu baru tahu kalau si namja gila itu akan jadi pemeran utama ceritaku.

Itu benar-benar  hal mustahil, memangnya dia bisa berakting..

Dia kan Cuma bisa marah-marah dan menunjukan wajah evil’nya yang ‘aishh! Membuatku ingin muntah..

Ummaaaa..aku tidak mau ceritaku kacau gara-gara dia! Awas saja kalau dia sampai menghancurkan karya emasku! Aku tidak akan memaafkannya!

Eh umma, aku juga baru tahu kalau ternyata namja jelek itu salah satu anggota Super Junior.

Berarti dia satu grup dengan Oppa. Bagaimana kalau sampai aku bertemu dengan oppa? AKu belum siap. Hufft..semoga itu tidak terjadi!

>>>6 Oktober 2011  @Ahra eon apartment

Umma..ternyata yang kutakutkan terjadi. Baru saja  aku bertemu oppa.

Ternyata aku belum benar-benar melupakan oppa. Aku masih merasakan getaran itu, saat oppa berdiri menatapku dengan mata indahnya. Dan dia memelukku, hangat. Aku sangat merindukannya.

Aish! HaNa babo! Lupakan dia, lupakan Lee Donghae. Sampain kapanpun, kau tidak akan pernah mendapatkan cintanya. Karena ia hanya menganggapmu sebagai adiknya, TAK LEBIH!!!.

——

“HaNa..jadi ternyata benar dugaanku saat itu. Kalau kau menyukai Donghae..”aku menarik nafas kecewa. Aku lalu bangkit dan mengecup lembut keningnya. “Tapi..aku tak perduli. Toh pada akhirnya, kau mencintaiku. Saranghae HaNa..cepatlah bangun.”bisikku di telinganya.

——-

>>>9 Oktober 2011

Umma..aku rindu pada umma & appa! Kalian apa kabar? Apa kalian sedang tersenyum melihatku! Kuharap begitu.

Umma..kemarin malam, aku pulang larut. Aku tidak mendapatkan bus / taxi, ponselku juga mati. Aku sangat takut, tapi..tiba-tiba Kyu datang. Tatapannya terlihat mengkhawatirkanku. Atau itu hanya perasaanku saja?

Tapi aku merasa lega..sangat lega, saat tahu dia sengaja datang untuk menjemputku. Dan..dia memelukku juga. Entah kenapa, jantungku berdegup sangat cepat. Apa yang terjadi denganku umma?

 

>>>13 Oktober 2011

Umma..bagaimana mungkin? Pasti aku sedang bermimpi.

Kyuhyun..dia mengatakan kalau ia mencintaiku. Apa itu benar umma? Apa itu mungkin?

Seorang Cho Kyuhyun, bisa mencintaiku? Apa yang ia lihat dariku? Aku hanya gadis yatim piatu yang tak ounya apa-apa. Bagaimana mungkin dia bisa mencintaiku?

Kenapa dia tidak mencintai Seohyun yang manis atau Victoria yang begitu cantik?

Kenapa ia malah memilihku? Apa dia sedang mempermainkanku?

Umma..aku bingung..aku takut..karena sepertinya..aku juga mulai mencintainya.

———–

Aku meraih jemari tangan HaNa, menggenggamnya perlahan karena aku takut menyakitinya. Ku kecup lembut jari-jarinya yang halus.

“Dasar babo..tentu saja aku mencintaimu! Karena hanya bayanganmu saja yang selalu muncul di mataku. Bukan gadis-gadis itu. HaNa babo..bangunlah..karena aku mencintaimu melebihi apapun yang ada di dunia ini.”

———-

>>>15  Oktober 2011

Umma..aku sangat bahagia..sangaaaaaaaat bahagia…

Kini aku sudah menjadi yeojachingu’nya Cho Kyuhyun.

Aku mencintainya, umma..sangaaattt..

———-

“Kim HaNa..aku yang merasa sangat bahagia. Dan aku lebih mencintaimu..sangaaaat mencintaimu. Jadi cepatlah bangun…”

———-

>>>20 Desember 2011

Umma..kenapa semakin hari aku merasa semakin mencintainya.

Kyaaa..CHO KYUHYUN! Apa yang sudah kau lakukan padaku, hah?

Umma..saat aku merasa kalau aku sangat mencintainya, aku semakin takut.

Aku takut suatu saat Tuhan akan memisahkan kami. AKu takut itu terjadi.

Aku sudah mulai terbiasa dengan kehadirannya. Saat ia menatap mataku teduh, aku merasakan kehangatan. Saat ia menggenggam tanganku erat aku merasakan kenyamanan.Dan saat ia memelukku…aku merasa terlindungi. Aku merasa tak perlu cemas akan hal apapun selama ia ada di dekatku. Kumohon Tuhan, jangan membuat ia pergi dariku. Karena aku takkan sanggup untuk kehilangan lagi.

———-

Kuseka air mata yang meleleh di pipiku. Lalu kugenggam jemarinya dengan kedua tanganku.

“Takkan pernah, Kim HaNa..aku takkan pernah pergi darimu..takkan pernah.”aku kembali mencium lembut jemarinya.

———-

>>>2 Maret 2012

Umma..ini pasti mimpi kan? Ini tidak benar kan?

Bagaimana mungkin? Tidak mungkin Kyuhyun…tidak mungkin dia.

Umma kumohon..katakan kalau semua ini tidak benar.

 

>>>5 Maret 2012

Kenapa Tuhan selalu bersikap seperti ini padaku?

Kenapa Tuhan selalu mengambil orang-orang yang kusayangi?

Dan kenapa aku begitu bodoh…umma..appa..kumohon maafkan aku.

Aku mencintainya, umma. Mencintai seseorang yang telah menyebabkan kalian pergi.

Apa aku berdosa umma, appa?

Apa yang harus kulakukan sekarang? Jeongmal mianhae…

 

>>>20 Maret 2012

Aku sudah berusaha umma..aku berusaha mengusir perasaan ini.

Tapi sulit..sangat sulit.

Aku menyuruhnya untuk pergi dari hidupku, tapi bahkan aku begitu ketakutan.

Aku takut… takkan pernah bisa melihat wajahnya lagi.

Umma..aku bingung. Apakah yang kulakukan ini benar?

Kenapa rasanya sakit sekali.

______

“HaNa…Jeongmal mianhae…karena aku mencintaimu. Jeongmal mianhae…karena aku, kau merasakan sakit itu. Mianhae…”

————

>>>23 Maret 2012

Kenapa kau hadirkan ia? Jika akhirnya akan begini.

Kenapa kau buat aku mencintainya? Sedang seharusnya aku sangat membencinya.

 

>>> 5 April 2012

Mianhae Umma, Appa…aku sudah berusaha keras melupakannya.

Tapi semakin kuat aku berjuang…aku sadar kalau aku tak bisa…

 

>>> 15 April 2012

Umma & Appa bagaimana kabar kalian?

Aku sangat merindukan kalian.

Umma..aku lelahh..sangat lelah..

Bolehkah aku menyusul kalian? Aku sudah tidak sanggup lagi.

Tolong bawa aku pergi bersama kalian…

———–

“Andwe..kau tidak boleh pergi dariku. Tolong izinkan aku mencintaimu, Kim HaNa. Izinkan aku membahagiakanmu. Kumohon…bangunlah chagiya…”

Kutatap lekat-lekat wajah pucat HaNa. “Jangan tinggalkan aku! Kumohon…”bisikku lirih di telinganya.

*****

Dua hari kemudian

HaNa POV

Perlahan kubuka kedua kelopak mata ini, semburat cahaya samar tertangkap retina mataku. Aku mengerjapkan kedua mataku beberapa saat, mencari kesadaran akan keberadaanku saat ini. Kupandangi ruangan bercat serba putih itu, sebuah selang kurasakan mengalirkan hembusan oksigen untuk membantuku bernafas. Kutarik nafas perlahan, tapi segera ku terdiam saat kurasakan sakit di seluruh persendian tubuhku. Dan kepalaku, terasa nyeri dan berat.

Kuedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan itu, tampak dua bayangan pria dan wanita yang berada tak jauh dariku. Kukerjapkan mataku kembali untuk melihat lebih jelas. Dan akhirnya kuketahui siapa kedua orang itu.

“Aigoo..yoebo..HaNa sudah sadar, dia sadar. Syukurlah. Ya Tuhan..terimakasih.”suara lembut yang menyiratkan kelegaan itu, terdengar di telingaku.

“Ayo..cepat, panggil dokter!”tambah pria paruh baya dengan sorot matanya yang teduh menatapku.

Beberapa saat kemudian, kurasakan tangan dokter yang dengan cekatan memeriksa kondisiku. Aku tak bisa mendengar dengan jelas apa yang selanjutnya dibicarakan dokter itu dengan kedua orang yang berada di kamarku.

AKu mengatupkan perlahan kedua mataku, memutar otak untuk mencari tahu alasan kenapa aku bisa berada di tempat ini. Dan tiba-tiba, bayangan kejadian itu terlintas dibenakku. Saat kulihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, dan hendak menabrak…

“Kyu…”tenggorokanku tercekat mengucapkan kata itu.

“HaNa…gwenchana?”suara lembut itu kembali terdengar.

Kubuka mataku dan kutatap mata teduh itu.

“Kyu..dia bagaimana? Keadaannya?”tanyaku lirih.

Perempuan yang merupakan Ny.Cho itu, tersenyum memandangku. Tangannya lalu kurasakan menyentuh jemariku hangat.

“Tenanglah..karenamu, dia baik-baik saja. Sebentar lagi dia kemari.”jelasnya yang akhirnya membuatku dapat bernafas lega.

******

Aku benar-benar tak tahu apa yang kurasakan sekarang. Saat aku tak sadarkan diri, aku dapat merasakan sentuhan jemari Kyu di tanganku. Aku dapat merasakan bisikan-bisikannya yang menyuruhku untuk segera terbangun. Dan saat itu yang kutakutkan hanya satu, bahwa aku tak bisa melihat wajahnya lagi. Tapi, akhirnya Tuhan memberiku kesempatan.

“Bagaimana enak?”tanya Ny.Cho sambil tersenyum, sembari tangannya menyuapiku semangkuk bubur.

Aku mengangguk pelan.

“Nyonya yang membuatnya?”tanyaku lirih.

“Ne..”jawabnya dengan sorot mata berbinar. “Kau harus makan banyak, agar cepat sembuh. Lihat tubuhmu kurus sekali. Kenapa kau tidak sayang pada tubuhmu sendiri? Bubur ini aku yang membuat, karena aku tahu, makanan rumah sakit biasanya sangat tidak enak, jadi aku…”

“Yeobo..jangan bicara terlalu banyak. Kasihan, HaNa masih sakit, dia pasti pusing mendengar suaramu.”jelas Tn.Cho.

“Ah.mianhae.”Ny.Cho menggaruk-garuk kepalanya kikuk.

Aku tersenyum tipis. Entah kenapa aku merasakan kehangatan saat berada diantara mereka.

“Enak..”tukasku pelan.

“Eh..mwo?”

“Rasanya sangat enak. Terimakasih.”ucapku tulus.

Nyonya Cho tampak tertegun, tiba-tiba butiran air mata jatuh dari sudut matanya.

“HaNa..kenapa kau sebaik ini. Kami yang seharusnya mengucapkan terimakasih padamu. Kau telah menyelamatkan Kyu. Kami..kami benar-benar berterimakasih.”jelas Ny.Cho seraya terisak.

“HaNa..”lanjut Tn.Cho Jae Seuk. “Tidak ada yang dapat kami lakukan untuk membalas pengorbananmu. Aku yang berdosa ini..hanya bisa memohon ampunmu serta mendoakan kebahagiaanmu. Aku rela menerima hukuman apapun, untuk menebus dosa itu.”dan tetesan air mata ikut mengalir di pipi pria paruh baya itu.

Dapat kulihat gurat-gurat lelah di wajahnya. Sorot matanya pun nampak hangat, seperti mata Appaku. Aku tergetar melihat kesungguhan mereka. AKu tahu, mereka tulus meminta maaf padaku. Dan aku bukanlah patung yang tidak bisa merasakannya.

“Tn.Cho..aku ingin bertanya sesuatu…”tukasku kemudian.

“Ne?”Tn.Cho terlihat menghapus butiran bening dari sudut matanya.

“Apakah..salah satu perusahaan anda itu Cho Yongshan Cooperation?”tanyaku penasaran.

Terlihat raut terkejut dari wajah Tn.Cho. Lalu Ny.Cho dan Tn.Cho keduanya saling beradu pandang. Dan sesaat kemudian, Tn Cho mengangguk pelan.

“Apakah..anda yang memberikan aku beasiswa sejak di bangku SMP hingga Universitas?”

“Emm..itu..”

“Benarkah?”tanyaku lagi.

Nyonya Cho hanya memandang suaminya.

Perlahan Tuan Cho mengangguk kembali.

“Sudah kuduga..”gumamku.

“Mianhae HaNa…aku tidak bermaksud..”

“Anni..”aku menggeleng cepat. “Itu sangat berarti untukku..Khamsahamnida..”ucapku tulus.

“Kau tidak marah?”tanya Ny.Cho seraya menatapku dengan keningnya yang mengernyit.

AKu menggeleng.

“Aku sudah berpikir cukup lama…”kutarik nafas sejenak. “Kurasa..umma dan Appa ku tidak suka jika aku menyimpan dendam. Mereka tidak pernah mengajarkan aku untuk menyimpan kebencian, tapi mereka selalu mendidikku akan pentingnya ‘memaafkan’. Walau..awalnya sulit..tapi saat aku bisa melakukannya..rasanya lega…aku…”

Ucapanku terputus saat kuarasakan tangan hangat Nyonya Cho memelukku.

“Tuhan…jika aku terlahir kembali…izinkan dia menjadi putriku.”bisiknya ditelingaku seraya menahan isakan tangisnya.

Tuan Cho memperhatikan kami seraya ikut meneteskan air matanya.

“Maukah kau memanggilku ‘umma’?”pinta Ny.Cho seraya telapak tangannya menyentuh wajahku.

Aku tertegun memandangnya.

“Tak apa kalau tidak bisa..hanya…aku sangat berharap untuk menjadi ibumu. Aku….”

“Ummaaaa…”panggilku lirih.

Nyonya Cho menutup mulutnya, air mata harunya mengalir lebih deras.

Lalu tangannya kembali memelukku.

“Gomawoyo..Jeongmal gomawoyo..”bisiknya lembut.

******

KYUHYUN PON

AKu berlari dengan tergesa dikoridor rumah sakit, kakiku langsung membawa tubuhku memasuki lift yang terbuka. Segera kutekan tombol mengarah ke lantai 3, tempat HaNa dirawat.

“Heyyyy…Kyu, tunggu!”teriak Ahra noona seraya memasuki lift dengan nafas terengah.

“Kenapa lift ini lama sekali!”teriakku kesal.

Tuhan aku ingin segera melihat HaNa. Bodohnya aku, kenapa tadi pagi aku menurut saat Tn Lee Soman menyuruhku datang menemuinya, aku tahu pertemuan ini penting karena menyangkut kontrakku dengan Super Junior. Tapi HaNa lebih penting, jauh lebih penting dari apapun.

Dan ketika tadi aku menerima telpon dari Umma yang mengabarkan kalau HaNa sudah sadar, tanpa pikir panjang aku langsung melajukan kenadaraanku dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.

“Kyu, diamlah! Jangan berisik! Dan jangan mondar-mandir terus!”bisik Ahra noona tegas sambil mencengkram lenganku.

Aku tahu rasa panikku mengalahkan segalanya, tak kuhiraukan pandangan orang-orang yang memperhatikanku dalam lift. Yang ada dalam kepalaku hanya gadis itu, Kim HaNa.

Lift terbuka..

Aku langsung berlari ke kamar rawat HaNa, diikuti Ahra noona.

Brak..

Secara tak sadar, aku membuka dengan keras pintu kamar itu. Membuat orang-orang di dalamnya menoleh kaget.

“Astaga Kyu! Kau mau Appa kena serangan jantung lagi..”desis umma.

Tak kuhiraukan ucapan umma. Mataku hanya menatap lurus gadis itu. Kim HaNa, dia duduk bersandar di tempat tidurnya seraya menatap lurus padaku. Wajah itu, wajah yang begitu kurindukan. Aku sangat ingin memeluknya. Tapi entah kenapa  tubuhku kaku tak bisa bergerak. Lidahku bahkan tercekat dan tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.

Tiba-tiba kulihat senyuman dari bibir mungil HaNa. Senyuman yang membuat dadaku berdesir seketika. Aku benar-benar bahagia.

Di..dia tersenyum..tapi bukan padaku….

“Eonni…aku kangen, eonni!”ucapnya kemudian yang membuatku menelan ludah.

Gadis itu tersenyum pada Noona, bukan padaku. Ahh aku tak perduli. Yang penting HaNa’ku sudah kembali.

Ahra noona lalu berjalan tergesa masuk dan melewatiku yang sedari tadi hanya membeku di dekat pintu. Kulihat HaNa memeluk noona erat.

“Jeongmal bogoshipo, eonni!”tukas HaNa.

“Nado! Bagaimana keadaanmu sekarang?”tanya Ahra noona sambil tangannya menyentuh kulit wajah HaNa.

“Lebih baik, eonni.  Tinggal sakit sedikit..di sini..”tunjuk HaNa pada kepalanya seraya tersenyum simpul.

“Hmm..aku senang! Kau akhirnya kembali. Kim HaNa kembali!”pekik Ahra noona girang sambil kembali memeluk HaNa.

Aisshh! Noona, kenapa dia terus memeluk HaNa. Kapan giliranku! Aku merutuki kebodohanku sendiri yang sedari tadi hanya termangu menatap mereka.

“Ehem..”kudengar Umma berdehem memecah kebisuanku. “Yeobo, Ahra…ayo kita keluar dulu.”ajak Umma seraya berjalan melewatiku, diikuti Appa dan juga Ahra noona.

******

Kini tinggal kami berdua dalam kamar itu. Dan aku masih membeku di tempatku.

HaNa memalingkan wajahnya ke arah meja, lalu tangannya terjulur untuk mengambil sesuatu di sana.

Kesadaranku kembali, ku paksa kakiku berjalan mendekatinya. Jantungku berdetak lebih cepat saat kini jarak aku dan HaNa hanya sekitar setengah meter.

“Ka..kau mau ambil apa?”tanyaku khawatir.

HaNa menunjuk dengan dagunya pada semangkuk bubur yang ada di meja. Segera kuraih dengan tanganku yang sedikit bergetar.

“Kau mau makan?”aku kembali bertanya. Tapi HaNa hanya terdiam menatapku, tatapannya..ahh entahlah. Aku tidak bisa mengartikannya. Begitu dingin. Aku sangat ingin memeluk tubuhnya, tapi..aku begitu takut. Aku takut akan reaksi HaNa padaku.

“Uhmm..biar aku suapi..”ucapku seraya menyendok bubur itu, lalu perlahan kudekatkan ke mulutnya. Tapi HaNa tak bergeming, mulutnya tertutup.

“Wae..kau mau minum dulu? Atau…”belum selesai pertanyaanku, tapi tangan gadis itu dengan cepat meraih sendok di tanganku lalu menyuapkan bubur itu ke mulutku.

Glekk..

Langsung kutelan bubur itu, karena terkejut akupun terbatuk dan memukul-mukul dadaku.

“Minum!”suara lembut HaNa mengagetkanku, mataku membelalak saat kulihat segelas minuman milik HaNa yang ia sodorkan ke hadapanku. Aku menoleh padanya, tapi ekspresinya masih seperti tadi…dingin.

“W..wae? Kau malah menyuapiku?”

“Diam! Cepat makan lagi!”ujarnya seraya memasang wajah cemberut. Ia lalu kembali menggerakan tangannya untuk menyuapiku.

“HaNa’ya..”tukasku seraya menahan tangannya.

“Babo…cepat makan!”suara HaNa kini terdengar bergetar di telingaku. Kutatap mata indahnya yang kini terlihat berkaca-kaca.

“HaNa…”panggilku lirih, tapi mata gadis itu kini malah meneteskan butiran bening dari kedua sudutnya.

Kuraih tubuhnya dalam pelukanku. “Mianhae..HaNa. Jeongmal mianhae..”bisikku ditelinganya.

Kurasakan sesuatu yang hangat kini membasahi pipiku. Aku terharu dan juga bahagia. Tuhan, terimakasih…terimakasih karena telah mengembalikan HaNa’ku.

Aku semakin melonggarkan pelukanku karena takut menyakiti tubuh HaNa, tapi gadis itu menarikku mendekat. Ia membenamkan kepalanya di dadaku. Isakan tangisnya terdengar ditelingaku, tubuhnya berguncang pelan menahan suara tangisnya sendiri. Kurengkuh tubuh kecilnya.

“Sudah..jangan menangis lagi..”

“Aku sangat takut..”ucap HaNa sembari terisak.

“Gwenchana..kau tidak perlu takut. Aku akan selalu ada bersamamu, aku takkan pergi kemanapun. Kumohon..jangan menangis.”pintaku seraya mengelus lembut punggungnya.

“Aku takut..tidak bisa melihatmu lagi. Aku takut sekali..”

“HaNa..”kulepaskan pelukanku, lalu kutatap lekat-lekat kedua mata gadis itu. Kuhapus air mata dipipinya yang pucat.

“Jangan pernah membuatku khawatir lagi..”kini nada suara HaNa meninggi. Tangannya terangkat untuk menghapus butiran bening yang hendak jatuh kembali dari sudut matanya.

“Mianhae..”hanya kata itu yang kembali terucap dari mulutku.

HaNa menarik nafas panjang, berusaha meredakan tangisnya sendiri. “Sa..saat kulihat mobil itu melaju cepat ke arahmu, aku sangat takut..aku takut kau..kau akan..”HaNa tak sanggup meneruskan ucapannya, ia lalu tertunduk dan kembali menangis.

Aku kembali memeluknya.

“Kau bodoh, kenapa kau lakukan itu? Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padamu? Bagaimana aku bisa hidup? Jangan pernah lakukan itu lagi! Jangan pernah!”bisikku sambil menahan lelehan air mata yang kembali mengalir.

“Saranghae..HaNa’ya. Jeongmal saranghae. AKu tak perduli, jika setelah ini kau akan mengusirku dan menyuruhku untuk pergi dari hidupmu. Aku takkan pernah melakukannya. Aku akan berada di sampingmu, selamanya. Saranghae…”ucapku lirih.

Hening. Hanya isakan HaNa yang terdengar, dan aku semakin mempererat dekapanku padanya.

Beberapa saat kemudian, ia melepaskan pelukanku. Matanya menatapku hangat.

“Aku..tidak pernah bisa membencimu. Sekuat apapun aku berusaha…aku tetap mencintaimu.”ujar HaNa yang membuat dadaku bergetar hebat.

Tuhan…terimakasih, kau memberikan gadis sebaik HaNa untukku. Terimakasih Tuhan.

Aku tak sanggup berkata-kata lagi. Yang kutahu, detik selanjutnya wajahku bergerak mendekati wajah HaNa. Gadis itu memejamkan matanya, dan detik berikutnya kurasakan bibirku menyentuh bibir HaNa… lembut.

******

i thought my memory went up to here, only face i can no longer see flit through

i couldn’t even do anything as i stood at the edge, wish my two hands joined together i just prayed

to be able to convey the remaining piece of my heart

i want to rise again and see u who waited for me

i want to go back again to say i love u

i felt as though the whole world just stopped, only the happy times flit through

as i stood at the edge i thought it just couldn’t be happening to me, so i just prayed

to be able to feel the love that passed me by

i want to rise again and see u who waited for me

i want to go back again to say i love u

i was living without knowing how precious it is

(lyric part of>LOVE AGAIN^^ SM D’Ballad ‘Cho Kyuhyun)

******

>> 8 Bulan kemudian

@Lotte Restaurant >> HaNa’s Birthday

“Saengil chuka hamnida, anakku..”ucap Ny. Cho seraya memeluk tubuh HaNa. “Semoga panjang umur dan sehat selalu.”lanjutnya.

Kemudian Tn.Cho ikut memeluk HaNa lalu memandang wajah gadis itu.

“Selamat ulang tahun, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu.”tuturnya membuat HaNa terharu dan meneteskan air mata.

Sejak kepergian kedua orangtuanya, baru kali ini ia kembali merayakan hari ulang tahunnya. Biasanya, dia hanya menghabiskan hari ulang tahunnya dengan berdiam diri di kamar, seorang diri seraya memeluk photo kedua orangtuanya.

Tapi kali ini berbeda. Umma dan Appa Kyuhyun serta Ahra eonni, mengajaknya untuk merayakan hari ulangtahunnya di restoran terkenal. Awalnya HaNa merasa tidak enak karena takut merepotkan, tapi karena Ahra eon terus memaksanya ikut, akhirnya ia pun menurut.

Dan seketika kekaguman terpancar dari sorot matanya kala melihat kejutan ulang tahun yang telah disiapkan keluarga Cho untuknya. Ternyata di restaurant itu telah hadir semua teman-teman HaNa, seperti Taera dan Junho, bahkan ada juga Tn.Park yang datang bersama rekan kerjanya yang lain. Dan juga semua anggota Super Junior serta Yoona. Saat langkah pertama HaNa memasuki restaurant, semua serentak menghampirinya dengan membawa kue tart besar berhiaskan lilin cantik di atasnya. HaNa mengedarkan pandangannya ke sekeliling restaurant, berharap menemukan satu sosok di sana, tapi kemudian dia hanya mempu menelan ludah, saat ia tak juga menemukannya.

Cho Kyuhyun, BABO! Kemana dia! Bagaimana mungkin dia tidak datang dan tidak ingat hari ulang tahunku, gumamnya kesal.

Akantetapi walaupun HaNA merasakan kekecewaan dalam hatinya, ia berusaha tersenyum di depan semua orang yang kini hadir di hadapannya. Ia menatap semuanya dengan penuh rasa haru dan terimakasih, lidahnya tak mampu mengucapkan sepatah katapun. Hanya kedua sudut matanya yang meneteskan air mata haru karena merasakan kebahagiaan dan kehangatan malam itu.

Tiba tiba lampu padam, tak lama kemudian denting suara gitar terdengar dari sudut ruangan, tepatnya dari arah panggung kecil yang ada di restaurant itu. Sebuah cahaya menerangi dua orang yang duduk di sana, HaNa begitu berharap kalau itu Kyuhyun, tapi ia kembali mendesah kecewa, saat mendapati kalau dua orang itu adalah Donghae oppa dan Eunhyuk. HaNa tahu harapannya sia-sia, Kyuhyun tidak mungkin ada di sana, karena saat ini dia memang sedang ada di Taiwan untuk mempromosikan album terbaru SM The Ballad.

Perlahan, alunan suara gitar memenuhi ruangan, menciptakan irama yang begitu menenangkan. Eunhyuk memainkan gitar itu dengan begitu mempesona, sedangkan detik berikutnya, suara lembut Donghae oppa terdengar… lagu Winter Child dinyanyikannya dengan indah. Membuat dada HaNa terasa sesak, karena kebahagiaan yang membuncah.

Gyeoure taeeonan areumdaun dangshineun
Nun cheoreom kkaekkeuthan namaneui dangshin
Gyeoure taeeonan sarangseureon dangshineun
Nun cheoreom malgeun namaneui dangshin
Hajiman bom yeoreumgwa gaeul gyeoul
Eonjena.. malgo kkaekkeuthae
Gyeoure taeeonan areumdaun dangshineun
Nun cheoreom kkaekkeuthan namaneui dangshin
Hajiman bom yeoreumgwa gaeul gyeoul
Eonjena.. malgo kkaekkeuthae
Gyeoure taeeonan areumdaun dangshineun
Nun cheoreom kkaekkeuthan namaneui dangshin
Saengil chukha hamnida

Saengil chukha hamnida OOH
Saengil chukha hamnida
Dangshineui saengireul
Happy birthday to you (Happy birthday to you)
Happy birthday to you (Happy birthday to you)
Happy birthday to you (Happy birthday to you)
Happy birthday to you (Happy birthday to you)
(Happy birthday to you) Happy birthday to you
(Happy birthday to you) Happy birthday to you~
(Happy birthday to you) Happy birthday to you~
(Happy birthday to you)
(WINTER CHILD-song)

HaNa tak sanggup berkata-kata, air matanya semakin deras, ia menunduk dan terus terisak.

“Babo..kenapa malah menangis di hari bahagia ini?”tanpa HaNa sadari kini Donghae telah berdiri di hadapannya.

“Oppa..”suara HaNa bergetar.

Donghae menarik gadis itu dalam pelukannya.

“Saengil chuka hamnida..adikku sudah besar sekarang! Semoga kau selalu bahagia.”bisik Donghae di telinga HaNa.

“Gomawo..jeongmal gomawo.”ujar HaNa.

“Sudah..sudah. Ayo sekarang tiup lilin dan potong kuenya!”tukas Ahra memecahkan keharuan mereka.

“Make a wish dulu!”bisik Donghae mengingatkan.

HaNa pun memejamkan matanya seraya menelungkupkan kedua matanya.

Tuhan..teriamkasih atas semua kebahagiaan yang kau berikan padaku.

Kumohon, jangan pisahkan aku lagi dengan semua orang yang aku cintai.

Dan kumohon…aku ingin mencintai Kyuhyun selamanya.

Aku inginbersama ia selamanya.

Kumohon, jangan pernah merubah perasaan kami berdua.

Karena aku sangat mencintainya…

“Yaa..sekarang tiup lilinnya!”teriak Ahra.

HaNa pun meniup lilinnya yang kemudian disambut riuh tepuk tangan semua yang hadir di sana.

“Potong kuenya..potong kuenya..potong kuenya sekarang juga!”

HaNa memotong kuenya perlahan lalu menaruhnya dalam piring kecil.

“Potongan pertama untuk siapa?”teriak Heechul seraya bertepuk tangan.

“Untukku saja..untukku!”teriak Teukie.

“Kyuhyun tidak ada, pasti HaNa bingung. Sudah buatku saja HaNa!”tukas Eunhyuk yang langsung disambut pukulan Donghae dikepalanya.

“Auch..aku kan hanya bercanda, Hae!”ucap Eunhyuk seraya mengusap kepalanya yang sakit.

HaNa hanya terdiam, dan menghela nafas sejenak.

“Ini untuk ……eonni..”tukas HaNa kemudian seraya tersenyum ke arah Ahra.

“Ne? Untukku? Jinja?”tatap Ahra tak percaya.

“Ne..”HaNa lalu menyuapkan kue itu ke mulut Ahra, tapi tiba-tiba terdengar sebuah suara dari arah panggung.

“KYAAAAA,..Noona, STOP!! Jangan ambil kueku, itu milikku.”

Sontak semua yang ada di sana menoleh, dan yang paling terkejut tentu saja HaNa.

“KYUUUUUU!!!!”pekiknya tak percaya.

Kyuhyun hanya tersenyum menatap HaNa yang terkejut melihatnya. Lalu tanpa menghiraukan pandangan heran semua mata yang tertuju padanya, namja itu langsung mengambil gitar yang tadi dipakai Eunhyuk, dan menyanyikan sebuah lagu. Lagu yang membuat dada HANa berdesir seketika, lagu yang membuatnya membeku, dan tak mampu mengeluarkan suara. Dan angel voice Kyu membawakannya dengan sangat indah, membuat semua yang hadir terkesima dibuatnya.

Saying I love you is what I want to do the most everyday in my life
Would you marry me? Would you marry me? I want to love you, treasure you, and live with you
I want you to lean on my shoulders each time you sleep
Would you marry me? Would you marry me? With this heart of mine, will you accept me?
To accompany you for the whole lifetime, I do
To love you, I do

Regardless of snow and rain, i will be there to protect you, I do
Let me be the one to protect you, my love

You wearing the white bridal gown, me wearing the suit
Both of us walking in sync towards the stars and moon, I swear
No lies, no suspicion
My dearest princess, stay with me

I have prepared this (ring) for you since a long time ago,
Please take this shiny ring in my hand

Would you marry me?
Just like the mood today, remember the promise that we’re making now
Would you marry me?

To accompany you for the whole lifetime,I do
To love you, I do
Regardless of snow and rain, I will be there to protect you, I do
Let me be the one to protect you, I do…

Although it’s insignificant
Even though there are areas which I lack
I will protect the love between us, me and you
Let’s make a promise, no matter what happens we will still be in love
And even so…

Will you marry me?

(Marry U>Super Junior)

Kyu menyanyikannya dengan sempurna, membuat HaNa tak bisa bernafas. Kekecewaan yang sejak tadi dirasakannya pada namja itu, seketika memudar. Berganti kebahagiaan yang membuncah, membuatnya seakan melayang ke langit.

Kyuhun selesai menyayikan lagu Marry You dengan begitu menakjubkan . Matanya menatap HaNa.  Seolah menancap begitu kuat ke dalam jantung gadis itu. Beberapa saat kemudian, langkahnya mendekat menghampiri HaNa. Setelah jarak mereka hanya tinggal satu meter, Kyu berlutut di hadapan gadis itu.

“Saengil chuka hamnida, chagiya…”ucapnya yang disambut riuh tepuk tangan teman-temannya.

HaNa masih membeku, lidahnya kelu. Luapan kegembiraan menyembul dari dasar hatinya. Menari-nari lincah memancarkan aura cinta yang beterbangan memenuhi ruangan.

Perlahan Kyu merogoh sesuatu dari dalam jas nya, sebuah kotak kecil berwarna keemasan.

Kyu membuka kotak itu dan menyodorkannya ke hadapan HaNa. Sebuah cincin bertahtakan berlian, membuat HaNa dan semua yang hadir di sana, terpana.

“Saranghae…will you marry, me? “

HaNa masih termangu. Otaknya berusaha mencerna kata-kata yang keluar dari mulut Kyuhyun barusan.

Tuhan..apakah ini mimpi? Batin gadis itu.

“HaNa’ya…will you marry me?”sekali lagi Kyu mengeluarkan pertanyaan yang sama.

“Umm..Kyu..”

“Ne?”

“Tapi aku kan masih kuliah”jawabnya lirih.

Ucapan polos HaNa membuat Heechul yang berdiri di sana, menepuk dahinya seraya geleng-geleng kepala.

“Gwencaha..kau masih bisa melanjutkan kuliahmu setelah kita menikah.”jelas Kyu memberi pengertian.

“Tapi..”

“Apa kau tidak yakin padaku? HaNa..aku mencintaimu. AKu ingin berada di sampingmu dan selalu membahagiakanmu. Menikahlah denganku.”pinta Kyu penuh harap.

“Mmmm…”

“Jebal..”

“Tapi…”

“Wae? Apa kau tidak yakin padaku?”tanya Kyu dengan kekecewaan di matanya.

“A..aniyo..bukan begitu!”potong HaNa seraya mengibaskan tangannya.

“Lalu?”

“Mmm..begini saja!”tukas HaNa serya menjentikkan jarinya. Semua yang hadir hanya memandang bingung pada tingkah gadis itu. HaNa menarik nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya. Ia menarik kedua sudut bibirnya dan membentuk segurat senyuman manis. Kyu terbius dan hanya bisa menunggu jawaban gadis itu.

“Dini hari nanti, ada pertandingan Barca vs Valencia.”

Ucapan HaNa membuat semua orang mengernyitkan dahinya karena bingung. Apa hubungan antara lamaran Kyu dan Barca?

HaNa lalu melanjutkan perkataannya.

“Kalau Barca menang, maka aku akan menerima lamaranmu!”lanjutnya yang langsung membuat tubuh Kyu lemas. Ia menatap HaNa tak percaya.

“MWOOO?”teriak Kyu saat menyadari perkataan HaNa tadi. “Kau bercanda kan?”tanya Kyu sambil memegang kepalanya.

HaNa menggelang cepat.

“Anni. AKu serius! Kalau Barca menang, aku menerima lamaranmu dan bersedia jadi istrimu.”jelasnya santai.

“HaNa….bagaimana mungkin kau mengambil keputusan dengan cara seperti itu. Yang benar saja!”Kyu menjambak rambutnya frustasi.

“Kalau kau tidak mau, yasudah. Maaf..aku tidak akan menerima lamaranmu…”ucap HaNa santai lalu duduk di kursi yang ada di sebelah Ahra.

“Kyaaa…Hana!  arra..arra.”akhirnya Kyu mengalah.

Semua anggota SUJU yang melihatnya, hanya bisa menahan tawa, sedangkan Heechul sejak tadi sudah tergelak sembari menahan perutnya karena menahan tawa.

Tapi tawa mereka langsung terhenti saat dilihatnya Kyuhyun yang melotot dengan Evil eyes nya, membuat mereka ketakutan setengah mati.

“La..lalu..bagaimana jika Barca kalah?”tanya Kyuhyun khawatir.

“Uhm..kalau begitu. Aku akan menikah 2 tahun lagi.”

“Mwoya? Yang benar saja? AKu harus menunggu selama itu?”

“Ne..setelah aku lulus kuliah.”jawaban HaNa semakin membuat tubuh Kyu lemas.

“Aisshh! HaNa..kau tega sekali!”

HaNa hanya mengangkat bahunya. Diam-diam dia menahan diri untuk tidak tertawa. Melihat ekspresi Kyu yang tampak kecewa, membuat gadis itu geli.

“Dan..kalau hasilnya seri..bagaimana?”tanya Kyu lagi.

“Uhmm..berarti setahun lagi.”jawab HaNa makin membuat Kyu sengsara.

Kyuhyun menarik nafas panjang, tampak sekali sorot kekecewaan di wajahnya. Dia memandang ke arah umma dan appa’nya, seakan meminta mereka untuk membujuk HaNa. Tapi kedua orangtuanya hanya mengangkat bahu, dan menurut pada keinginan HaNa.

“Arraso..”ucap Kyu akhirnya. “Tapi, kalau BARCA berhasil menang. Kau harus mau kuajak menikah, SECEPATNYA! Kalau perlu, bulan ini! Eh..tidak-tidak! Maksudku MINGGU INI!!!!!”tegas Kyu seraya menatap tajam gadi itu.

“Kau serius?”kini HaNa yang dibuat kaget.

“NE!!”

“Mmm..baiklah.”jawab HaNa pasrah.

**

@ 03.40 am

>>> BARCA vs VALENCIA resutJ   5:1

******

*2 Tahun Kemudian

Author POV

“Kyu..bangun…!”HaNa mengguncangkan tubuh Kyuhyun yang tengah terlelap. Tapi namja itu sama sekali tak bergerak. “Kyuuuu..cepat bangun!”HaNa semakin keras membangunkan Kyu.

Dan akhirnya.

“Hoaaahhhhmm…”Kyu menggeliat dan mengerjapkan kedua matanya. “Ada apa?”tanyanya dengan mata setengah terbuka.

“Belikan aku ice cream!”rajuk HaNa sambil menarik-narik lengan piyama Kyu.

“Mwo? Yang benar saja..ini sudah jam satu malam, chagiya…”jelas Kyu seraya mengernyitkan dahi, menunjukan keberatannya.

“Tapi..aku mau es krim.”ujar HaNa sambil memperlihatkan puppy eyes’nya didepan Kyu. Ia menggigit bibirnya. Tangannya menelungkup dan memasang ekspresi memohon.

Kyuhyun lalu menghela nafas panjang, kalau HaNa sudah memasang ekspresi seperti itu, sudah dipastikan Kyu tidak akan bisa menolak apapun permintaan gadis itu.

“Arra..arra..aku akan membelinya sekarang!”tukas Kyu mengalah. Lalu berdiri, mengambil jaketnya dan segera meluncur pergi ke mini market terdekat dengan mobilnya.

1 jam kemudian

“Chagi..aku pulang!”ucap Kyu memasuki apertemennya seraya membawa kantung berisikan es krim cokelat kesukaan HaNa.

Tapi tak ada jawaban. Kyu melangkah menuju kamarnya, tapi langkahnya terhenti saat ia melihat gadis yang dicintainya, tengah tertidur di sofa menghadap ke layar televisi yang menyala.

“Hmm..kenapa ia malah tertidur di sini.”Kyu geleng-geleng kepala melihat tingkah yeoja yang dicintainya itu. Kyuhyun berjalan mendekat, ia menatap lekat wajah HaNa yang terlelap, ia sangat cantik seperti malaikat.

“Kau memang malaikatku, Cho HaNa..”gumam Kyu dalam hatinya.

Kyuhyun membungkuk dan memberikan kecupan hangat di kening gadis itu. Lalu perlahan wajahnya turun, kemudian mencium kedua mata HaNa yang tertutup, bergantian.

“Saranghae..Cho HaNa..jeongmal saranghae..”bisik Kyu, yang lalu bibirnya beralih mencium lembut bibirmungil HaNa.

Tapi tiba-tiba HaNa bergerak, ia mengerjapkan kedua matanya, dan mendapati jarak wajah Kyuhyun dan dirinya yang begitu dekat.

“Apa yang sedang kau lakukan?”tanya HaNa heran.

Kyuhyun langsung menegakkan tubuhnya. Karena gugup, tangannya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Kenapa lama sekali! Mana es krim’nya?”tanya HaNa seraya menengadahkan kedua telapak tangannya.

“Mini market yang diujung jalan, tutup! Jadi terpaksa aku pergi ke toko yang lebih jauh.”jawab Kyu seraya menaruh es krim itu di tangan HaNa.

Wajah HaNa langsung berbinar seketika. Luapan kegembiraan langsung terpancar dari matanya kala melihat es krim cokelat kesukaannya.

HaNa bangkit lalu memberikan ciuman kilat di pipi Kyuhyun.

“Gomawo, yeobo!”ucapnya riang. HaNa lalu membuka penutup cup es krim itu dengan cepat, dan langsung meahapnya.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya itu. Ia lalu duduk di samping HaNa, memperhatikan setiap gerakan gadis itu. Ia tampak lucu dengan es krim yang belepotan di bibirnya. Kyuhyun mengambil tisu dan menghapus noda es krim di wajah HaNa.

“Enak?”tanya Kyuhyun.

“Hmm..”HaNa mengangguk cepat.

“Aku mau..”Kyu mencoba meraih sendok yang dipegang HaNa, tapi gadis itu langsung bergerak menjauh.

“Kyaaa..kau mau apa?”HaNa langsung melindungi es krim miliknya.

“Aku mau coba,chagi..”ucap Kyu lirih.

“Andwe! Beli saja lagi!”tukas HaNa sambil terus melahap es krimnya.

“Aku mau coba, sedikit saja ya..”pinta Kyu dengan wajah memelas.

“Kenapa tidak beli dua tadi?”tanya HaNa kesal.

“Tadi aku tidak mau..tapi melihat mu barusan, aku jadi…”

“Pokoknya tidak boleh! Es krim ini hanya cukup untuk kami berdua.”jelas HaNa sembari mengerucutkan bibirnya.

“Aissh! Pelitnya”Kyuhyun menyilangkan kedua lengannya, dan memalingkan wajahnya. Tak lupa memasang tampang cemberut.

Hening.

HaNa lalu bergerak mendekati Kyu.

“Marah?”tanya HaNa sambil menyenggol lengan Kyu.

“…..”

“Yasudah..ini..tapi satu sendok saja ya..”HaNa lalu menyuapi Kyu, satu sendok keciiiiillll eskrimnya.

“Sedikit sekali!”ucap Kyu merana.

“Ishh..sudah untung aku kasih!”gerutu HaNa sambil melanjutkan makan.

Kyu lalu bergerak menunduk, dan menciumi perut HaNa yang tertutupi piyamanya.

“Jagoan ayah, sedang apa di sana? Bagaimana es krimnya, lezat?”

Kyu lalu menempelkan telinganya ke perut HaNa.

“Di..dia bergerak, chagiya. Aku merasakannya.”pekik Kyu girang.

“Ne..dia menendang perutku barusan. Sepertinya kelak dia mau jadi pemain bola, seperti Fabregas!”jelas haNa dengan mulut penuh es krim.

“Aissh! Dasar”Kyu mengacak-acak rambut HaNa. “Fabregas terus yang kau pikirkan!”

HaNa hanya terkekeh pelan.

“Kyu..lusa kau jadi berangkat ke New York kan?”

“Ne..”jawab Kyu seraya menyandrkan kepalanya di pundak HaNa.

“Setelah itu kau diberi waktu libur 4 hari bukan?”tanya HaNa antusias.

“Ne.”

“Lalu kau berencara pergi kemana?”

“Diam dirumah, menemanimu seharian!”jawab Kyuhyun santai.

“Aissh! Tidak menarik! Ayo kita jalan-jalan!”tukas HaNa dengan mata berbinar.

Kyuhyun langsung mendelik curiga dengan ide istrinya ini.

“Kemana? Pulau Jeju? Atau Lotte World?”

“Anni..anni..ke tempat yang lebih menyenangkan!”

“Kemana?”Kyu menatap HaNa penasaran.

“Spanyol”jawab HaNa sembari tersenyum lebar.

“MWOYA????”

“Tidak perlu teriak begitu!”HaNa memukul lengan Kyu.

“Untuk apa kita kesana? Jangan bilang kalau kau mau menonton Final La Liga di sana?”tanya Kyu seraya melebarkan matanya.

“Ne..”jawab HaNa malu. “Ayolah. Jarang-jarang kau mendapat waktu libur! Kumohon!”HaNa menelungkupkan kedua tangannya dan memasang wajah memelas.

“ANDWEEE!!”kali ini Kyu tidak akan terbujuk.

“WAE?”

“HaNa..bagaimana mungkin aku membiarkan istriku yang sedang hamil 7 bulan untuk menonton pertandingan bola?”pekik Kyu seraya memasang tatapan tajamnya. “Tidak boleh!”Kyu tetap keukeuh dengan pendiriannya.

“Uugghh..”HaNa menggumam kesal. Ia mengerucutkan bibirnya dan memasaang wajah sedih.

“Hey..jangan marah begitu. Ini karena aku sayang padamu, Cho HaNa.”Kyu memeluk tubuh gadis itu.

“Ne…aku tahu..tapi..”

“Wae..?”

“Ahh..begini saja!”HaNa menjentikan jarinya.

“Apa?”Kyu mulai khawatir dengan ucapan gadis itu selanjutnya.

“Bagaimana kalau kau saja yang kesana?”tanya HaNa sembari memasang senyumnya.

“Aku? Untuk apa aku sendirian kesana?”tanya Kyu heran.

“Mintakan tanda tangan Fabregas ya! Ya..ya..ya? Jebal!”

“Aigoo HaNa!”Kyuhyun memukul kepalanya sendiri.

“Ayolah! Aku janji ,aku akan baik-baik saja di sini. Asal kau pulang membawa tanda tangan Fabregas. Ayolah, yeobo..”rajuk HaNa seraya mencium pipi Kyu.

“Aigoo..”Kyuhyun menghela nafas panjang. Tubuhnya lemas. Kyuhyun tahu kalau wanita yang sedang hamil, katanya memang akan meminta hal yang aneh-aneh. Tapi istrinya yang satu ini..permintaannya bukan aneh lagi, melainkan…AJAIB!!!

“Akan kupikirkan!”ucap Kyu lirih seraya menyandarkan tubuhya di sofa.

“Bagus! Lagipula, jarak dari New York ke Barcelona kan tidak terlalu jauh, paling hanya beberapa jam dengan pesawat! Jadi kau tidak perlu khawatir!”

“Bukan itu, tapi aku bingung..bagaimana caranya meminta tanda tangan idolamu itu!”keluh Kyuhyun dengan tampang bingung.

HaNa lalu terdiam, dan menunduk. Ia menghela nafas panjang, terlihat ekpresi kekecewaan dari wajahnya.

“Yasudah..kalau begitu tidak usah saja. Benar juga, pasti sulit menemui bintang sekelas Cesc Fabregas.”tukas HaNa lirih sambil menyembunyikan wajahnya.

Kyu memandang istrinya itu. Hatinya bergejolak. Dia tidak akan tega menolak keinginan HaNa.

Dan beberapa menit kemudian..

“Chagiya..”panggil Kyuhyun seraya mengangkat wajah HaNa agar memandangnya. Chup. Ia mencium lembut kening HaNa.

“Tenang saja! Aku akan melakukannya, aku akan ke Barcelona, lalu segera pulang sambil membawa tanda tanga asli Cesc Fabregas! Khusus untukmu.”Kyu tersenyum dan menjentik hidung HaNa.

“Benarkah?”

Kyuhyun mengangguk.

“Kalau sulit bagaimana?”keluh HaNa.

“Jangan khawatir! AKu akan melakukan apapun untuk istriku tercinta! Cho Kyuhyun, pasti berhasil!”

HaNa menatap Kyu lekat. Matanya mulai berkaca-kaca.

Dan detik berikutnya, gads itu langsung memeluk tubuh Kyu, membenamkan kepalanya di dada bidang suami yang sangat dicintainya.

“Saranghae…My Evil Prince…” bisik HaNa lirih.

**END**