( The Other side Of SUJU ) Merindu – HaeHee Couple

Author                  :               Estia Kim

Cast                       :               Lee Donghae, Shin Johee

Genre                   :               Romantic, a Little Sad Story, GJ

Length                  :               One Shoot

Disclaimer           :               The Other Side Of SUJU – menguak atau berfantasy – dengan membalikan fakta-fakta tentang mereka hingga 180’.

Mari kita buat seorang Lee Donghae bertahan dengan 1 wanita. Buang jauh-jauh sikap dan sifat Casanova nya itu. Akan saya buat dia sedikit nyesek.

Kekekeekeee

#evil laugh bareng Kyu-Pa😉

Enjoy reading Chingu-ya J

………………………………………..

Kulangkahkan kakiku menyusuri apartemen lamaku. Sudah lebih dari 3 tahun tidak aku tempati. Ada banyak kenangan indah yang tidak bisa atau lebih tepatnya tidak boleh aku lupakan.

Mataku menatap nanar 2 pasang sandal rumah berwarna biru dan ungu. Biru untukku dan ungu untuknya. Dengan kaki gemetar aku pakai sandal biru itu. Setelah menyalakan lampu utama, sepasang toples cemilan yang masih terlantar dimeja depan TV menarik perhatianku.

_flashback_

“ Yakk.. Oppa, itu milikku?” teriak Johee padaku. Senang rasanya melihat wajah kesalnya. Dia tampak lebih manusiawi seperti ini daripada dia “kencan” dengan kertas-kertas desainnya.

“ aku juga ingin mencobanya Johee-ya.. Toh aku juga yang membelinyakan.” Biasanya aegyo yang aku curi dari Sungmin-hyung berhasil membuatnya blushing. And I did it.

“ Tsk.. terserah kau saJalah.” Dengan wajah cemberutnya dia ambil toples cemilanku dan mengganti-ganti channel Tv gak jelas. Dan jangan ketinggalan blushing manisnya.

Johee-ya kau membuatku tidak tahan tahu.

Cup ..

Ciuman pertamaku dipipi perawannya, berhadiahkan blushing parahnya yang menggemaskan.

_flashback Off_

Mataku memanas mengingat kenangan manis itu. Jemari ku mengelus pelan sisi sofa sebelah kanan yang biasa dia duduki.

Haaaa …..

Helaan nafas beratku keluar seraya dengan aku dongakan kepalaku pada sandaran sofa. Mencoba menahan airmataku agar tidak jatuh ( lagi ).

Perjalananku berlanjut kedapur, setelah mataku menangkap sepasang mug yang terabaikan dimeja makan saat aku menelengkan kepala dipunggung sofa yang aku duduki tadi.

Greekkk …

Aku duduk menatap sepasang Mug itu. Ungu untuk Johee dengan gambar Micky Mouse dan biru untukku dengan gambar Minnie Mouse. Mr. dan Mrs. Mouse adalah karekter favoritnya. Aku tersenyum kecil teringat saat kami mengunjungi gerai pembuatan desain Mug saat festival musim panas di Myeongdong.

_flashback_

“ woahhhhh …. Oppa…” Dia menggumam dengan mata berbinar. Lagi-lagi dia terlihat menggemaskan dan tentu saja lebih manusiawi.

Oh. Dan jangan lupakan tangan mungilnya yang meremas ujung kemejaku.

Untunglah hari ini jadwalku tidak begitu padat hingga award yang aku terima adalah melihatnya begitu childish dan super duper menggemaskan.

Summer Festival Touring dimulai dari stand accesoris handmade.

“ Oppa Oppa lihat ini…” Mata beningnya terlalu sensitive untuk melihat Mouse Family.

“ hahahaahaaa ….” Aku tidak bisa menahan tawaku melihatnya memakai bando dengan telinga Mickey Mouse, sambil memberikan 2 jempolku untuknya.

“ Hhmmmp …” Tawaku terhenti ketika dengan sadisnya dia memakaikan bodo telinga Minnie Mouse di kepala.

Untung saja penyamaranku sempurna, hingga tidak ada yang menyadari kalau aku adalah Donghae Super Junior. Apa Kata Dunia kalau sampai mereka melihatku memakai bando ini. Tapi award yang aku terima adalah melihatnya tertawa lepas dengan – lagi-lagi – super duper imutnya.

Setelah membayar bando yang kami pakai, Touring berlanjut pada kedai cemilan khas Indonesia. Kami mencoba Bacem Tempe, Pisang Goreng Kremes, Tahu Isi, Lumpia, dan entah apalagi nama-nama yang menurutku aneh dipapan samping kedai.

“ Hahaahaaa,,, Oppa kau lucu..” Ucapnya dengan tangan terulur membersihkan sesuatu disamping bibirku.

“ Ckckckckccc … Donghae-ssi, sebenarnya berapa usiamu? Kenapa makan saja belepotan begini.” Ucapnya seperti Ahjumma-ahjumma tetangga apartemennya dengan nada yang lucu.

“ Tsk.. Begini-begini aku tetap tampan kan?” Jawabku narsis. Dengan jari jempol dan telunjuk berpose dibawah daguku.

“ Ya ya ya .. Kau yang paling tampan dehh..”

“ Yak, apa maksudnya nada bicaramu itu ehh?”

“ Kalau tidak begitu kau akan semakin narsis Oppa, dan perdebatan itu tidak akan berakhir dalam waktu singkat.” Ucapnya sadis.

“ Isshh kau ini.” Aku menarik tangan kanannya dengan tangan kiriku meninggalkan kedai itu.

Aku langsung berhenti pada gerai Desain Mug. Dan dia sukses menabrak punggungku.

“ Aww.. Wae Oppa?” Tanya nya sambil mengelus jidat manisnya.

“ Kita buat Pairing Mug yuk?” Pintaku.

Dengan mengerjap bingung sebelum menoleh ke gerai yang aku maksud. Dengan kepala yang dimiringkan dan jari telunjuk didepan dagunya, dia mengangguk imut. Dengan senyum senang aku manariknya memasuki gerai.

“ Oppa Oppa.. Aku mau warna ungu dengan gambar Mickey dan Warna biru dengan gambar Minnie untukmu, bagaimana?” Dia mengerjap manja. Dengan aegyo andalannya meminta sesuatu.

“ Iyaa.. Itu pasti akan lucu sekali kan.” Jawabku mengiyakan permintaannya dengan tak lupa mengusap puncak kepalanya.

“ Waaa.. Gomawo Oppa.” Setelah memelukku singkat – amat sangat singkat – dia berlari kecil menuju konter pemesanan.

Aku hanya memperhatikannya tanpa ikut campur desain keinginannya dari belakangnya. Mendengarnya bicara lincah menjelaskan desain keinginannya dengan gerakan tangan lucu yang memang tidak bisa diam.

 

_flashback Off_

Aku masih tersenyum kecil mengingat ekspresi senangnya waktu menerima Mug-kami. Mata beningnya berbinar senang dengan tingkahnya yang menggemaskan.

Pikiranku secara otomatis mengingat saat pertama kali menggunakan Mug-kami.

_flashback_

Setelah menunggu 2 hari, Mug-kami diantar ke apartemen Johee. Hari itu juga dia langsung menelponku.

“ Yeoboseo Chagi..” sapa ku senang.

“ Oppa Oppa.. Mug-kita sudah jadi. Baru saja diantar kesini. Kapan Oppa kemari?” katanya tanpa menyapaku dulu.

“ bagaimana kalau kau bawa ke apartemenku? Aku pulang malam hari ini. Dan kalau aku ke apartemenmu aku tidak mau ditegur Lee ahjuma lagi.” Kata ku dengan nada sedikit .. errr … entahlah.. ngambek mungkin. Atau kesal?

“ Baiklah Oppa-ku sayang. Aku ke apartemen sekarang ne?”

“ Ne chagi.” Jawabku senang.

“ Anyeong Oppa, saranghae.”

“ Nado saranghae chagi.”

Pip ..

……………………………………

 

 

23:20 KST

 

Setelah memarkirkan Lamborghini Blue Metalik-ku aku bergegas  munuju apartemenku digedung B, The Sharp Star City Apartmen. Aku memang sengaja membeli apartemen yang sama dengan dorm Super Juinior, hanya beda gedung saja. Tujuannya tidak lain tidak bukan adalah agar aku bisa berkencan dengan Johee tanpa khawatir ketahuan “orang lain”.

“ Hyung, aku tidur di apartemenku malam ini.” Setelah berteriak pada Leeteuk Hyung – room mate – ku di dorm sekaligus Leader kami, aku segera menuju lift di gedung B tanpa menunggu jawaban dari Leeteuk Hyung.

Ting …

Dengan langkah cepat aku menuju apartemen nomor 1312. Setelah memasukan kombinasi angka password apartemenku, senyumku mengembang melihat sandal rumah warna biru yang sudah dia siapkan untukku.

Mata ku berkeliling mencari sosok mungilnya. Tanpa peduli udara dingin musim semi, Johee seenaknya saja berdiri dibalkon menatap bintang. Salah satu hobinya memang.

Dia tidak terkejut saat aku memeluknya erat dari belakang. Bahkan dengan nyamannya dia menyandarkan kepalanya pada dadaku.

“ Mana Mug-kita?” Bisikku diceruk lehernya.

“ Dimeja dapur Oppa. Mau coklat panas atau kopi?”

“ Coklat panas. Aku sedikit penat hari ini.”

“ Ne. Aku buatkan dulu.” Jawabnya sambil melepas lenganku dipinggang rampingnya.

Aku pun mengikutinya kedapur. Memperhatikan nya dari belakang dengan bersandar pada pintu balkon – yang sebelumnya aku tutup – adalah kegiatan favoritku.

“ Oppa lihat ini…” Kata nya  dengan senyum manisnya memamerkan Mug dengan desain yang dia inginkan. Oh. Dan jangan lupakan mata beningnya yang berbinar senang.

“ Ne. itu sangat lucu Chagi. Kau yang terbaik.” Jawabku.

“ Tentu saja. Aku kan calon Designer Jenius.” Kata nya dengan wajah lucunya.

“ ya ya ya … kau adalah Yeojachingu-ku yang paling hebat dehh.” Aku menirukan nada bicaranya saat difestival kemarin.

“ Yak Oppa! Jangan meng-copy-paste nada bicaraku.” Oh .. Lihatlah wajah cemberutnya dan bibir yang dipoutkannya itu.

“ Hahahaaahaaa … Kau yang mengajariku Chagi.” Ucapku lembut dengan pelukan dari belakang untuknya.

 _flashback off_

Aku tidak bisa menahan airmata ku lagi. Dengan senyum sendu, aku mengusap Mug ungu miliknya.

“ Johee Chagi.. Bogoshipoyo…”

Tidak mau mengingat kenangan indah kami lagi, aku segera melangkahkan kaki menuju kamarku. Tapi belum sempat aku membuka pintu kamarku, mataku menangkap selembar kertas dibawah meja nakas sebelah kamar tamu yang biasa digunakan Johee saat dia menginap disini.

Aku tercekat melihat kertas tadi. Mata ku memanas siap menangis lagi melihat desainnya. Lagi-lagi secara otomatis aku mengingat perpisahan kami hari itu. Minggu-minggu terakhir musim gugur 3 tahun lalu.

_flashback_

23:11 KST

Entah mengapa malam ini aku ingin tidur di apartemenku. Setelah selesai syuting drama aku langsung menuju apartemenku. Aku hanya menelpon Leeteuk Hyung untuk mengabarinya.

Keningku berkerut melihat sandal rumahku siap pakai diatas keset. Ini membuktikan Johee ada disini. Karena memang dia selalu menyiapkan sandal rumahku setelah dia pakai sandal rumahnya. Tidak biasanya dia kemari tanpa memberitahuku dulu.

“ Johee-ya …”

Hening.

“ Dimana dia?” gumamku.

Tok tok ..

“ Johee-ya.. Kau didalam?” Tanya ku dan langsung membuka pintu kamarnya.

Dia terlihat tidak manusiawi menekuni buku desainnya. Keningnya berkerut, poninya dia jepit agar tidak mengganggu konsentrasinya, rambut panjangnya digelung berantakan dan bibir yang dipoutkan dengan sesekali menggumam aneh.

Sebenarnya dia terlihat lucu jika seperti ini. Yang membuatnya terlihat tidak manusiawi adalah kecuekannya yang sudah tingkat dewa jika sudah menekuni desain-desain nya. Dia bisa tidak menghiraukan apapun disekelilingnya walau terjadi kebakaran sekalipun. Bahkan aku saja tidak dipedulikannya. Poor Donghae (-.-“)

Satu-satunya cara untuk mengembalikannya kedunia nyata adalah mematikan lampu mejanya. Tapi setelahnya dia pasti akan mendiamkanku dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Tapi bukan Lee Donghae namanya kalau aku tidak bisa mendapat perhatiannya lagi.

Kekekeekeee …

Cklekkkk..

“ Kyaaaaaa ….” Johee langsung berteriak nyaring.

“ Tenang Chagi, ada aku disini.” Ucapku lebut sambil memeluknya.

“ Op oppa…”

“ Yak ! Apa yang kau lakukan sih.” Tuhkan benar. Dia marah.

“ Aku hanya ingin kau istirahat Chagi. Ini sudah larut malam.” Aku tetap lembut menenangkannya.

“ Ne Oppa. Tapi tidak begini juga caranya.” Eh. Tidak biasanya dia langsung menurut.

“ Tapi kalau tidak begini kau tidak akan sadar aku sudah pulang sampai besok pagi.” Aku menggiringnya berdiri dari kursi dan menuntunnya keranjang. Dengan tetap memeluknya dari belakang.

“ Tumben kau kesini tidak memberitahuku dulu, ada apa?”

Bisa aku rasakan dia menggeleng didadaku.

“ Malam ini tidur disini yaa Oppa. Temani aku tidur.” Pintanya dengan suara manjanya.

“ Ehhh?? Waeyo Chagi? Kau ada masalah?” Aku memutarnya untuk menghadapku dengan lenganku tetap melingkar dipinggangnya.

“ ehmehm.. Aku hanya ingin ditemani tidur olehmu.” Setelah menggeleng pelan Johee memelukku erat.

“ Baiklah. Aku temani malam ini.” Aku menggendongnya ala gendong balita dan menjatuhkannya pelan keranjang.

Lengannya tetap memelukku erat dan sesekali dia usapkan wajahnya didadaku. Sebaiknya besok pagi saja aku menanyainya. Setelah menarik selimut dibawah kakiku, aku mendekapnya erat hingga terlelap.

……………………………………

 

07:15 KST

“ Eunghh…. “ Dengan tidak elitnya cahaya matahari mengusik tidurku.

“ Eh!” setelah mereba sisi kananku, nyawaku langsung terkumpul 100%.

“ Berani sekali dia bangun mendahuluiku.” Gumamku lirih.

Setelah cuci muka dan sikat gigi – tanpa mandi – aku menghampiri Johee yang aku yakin sekali dia ada didapur. Tercium dari aroma lezat masakannya.

“ Morning Kiss ku mana?” kataku lembut sambil – lagi-lagi – memeluknya dari belakang.

Chup …

“ Heheheehee …”

“ Kenapa dipipi?” aku merengut kesal.

Tapi lihat dia. Dia tidak mempedulikanku. Tetap sibuk menata masakannya dimeja makan.

“ nanti Oppa. Setelah kau mandi.” Ujarnya cuek.

“ Aishh…” dengan kesal aku duduk dikursi dan mengambil nasi.

“ palan-pelan Oppa. Lihat kau membuat nasinya berantakan.”

“ kau terlihat seperti seorang istri Chagi.” Aku tertawa senang mellihat wajah blushingnya.

………………………………………………

@Ruang Santai

“ Oppa hari ini selesai jam berapa?” Tanya Johee. Dengan manjanya dia memelukku.

“ Jam 3 mungkin sudah selesai. Waeyo?” Aku usap kepalanya sayang. Dan memberinya satu kecupan.

“ Aku ingin pergi kencan. Mau yaaa… yaa yaa…. “ Johee bersikap manja.

“ Tidak biasanya kau manja begini Chagi.” Aku menatapnya heran.

“ Kita kan sudah lama tidak kencan Oppa… Mau yaa …”  dan keluarlah aegyo andalannya.

“ Ne. Nanti sore kita kencan.”

“ Yyyeeeiiii… Gomawoyo Oppa.” Yess. Aku dapat pelukan lagi. Kekekeekee..

“ Nanti setelah latihan aku jemput ne?”

“ Ne oppa.”

……………………………………..

 

15:42 KST

“ Johee-ya, eodiga?” karena aku tidak menenukannya di apartemenku, aku menelponnya.

“ Aku ke minimarket sebentar Oppa, waeyo?”

“ Aniya. Aku hanya cemas tidak menemukanmu di apartemen.”

“ Oppa mau titip sesuatu?”

“ Ehmmm … tidak deh. Cepatlah pulang ne.”

“ Ne oppa.”

Pip.

Sambil menunggu Johee, aku iseng masuk kekamarnya. Meja kerjanya terlihat rapi. Beda dengan semalam. Seperti nya ada yang beda. Meja riasnya terlihat kosong. Dengan cepat aku buka lemari bajunya.

Hhaaaa…

Untung lemarinya masih penuh. Accesorisnya dia kemas dalam kotak dilaci. Mata ku menangkap amplop coklat yang dia sembunyilkan dibawah kotak itu.

“ Johee-ya, aku buka yaa.. aku terlalu penasaran.” Ucapku lirih.

Aku tercekat membaca surat dalam amplop coklat itu. Johee mendapat beasiswa penuh selama 3 tahun di salah satu Universitas bergengsi di Paris. PARIS !!

Aku tidak tahu harus senang atau bagaimana. Ini adalah mimpinya sejak dia 6 tahun. Dia ingin seperti Ibunya yang seorang designer terkenal. Karena dengan begitu dia bisa mengenal dunia Ibu nya. Karena memang Ibu nya sudah meninggal sejak dia 6 tahun.

Tanganku gemetar mengembalikan surat itu pada amplopnya.

Jadi ini sebabnya Johee bersikap manja kemarin?

Apa dia memutuskan akan pergi?

Tapi apa boleh aku menahannya?

Apa yang harus aku lakukan Tuhan??

Tanpa sadar aku sudah duduk termangu didepan Tv. Lamunan ku yang entah apa terusik dengan suara pintu yang terbuka.

“ Oppa mianhae. Tiba-tiba saja tadi aku ingin makan eskrim dan eskrim dikulkas sudah habis. Oppa mau?” Tanya nya dengan riang.

“ Tentu. Strawberry ada?”

“ Tentu saja ada.”

“ Nih.” Disodorkannya 1 cup es krim strawberry padaku.

Dia sendiri makan eskrim vanilla. Aku tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Aku tidak bisa berpura-pura tidak melihat amplop tadi. Yang bisa aku lakukan adalah berpura-pura tenang seperti aku menghadapi media.

Johee tetap asyik makan eskrim nya disampingku. Tanpa terusik tatapan senduku. Aku sandiri dengan tangan sedikit gemetar mencoba menikmati eskrim ku.

 

…………………………………………

 

17:15 KST

Aku dan Johee di Namsan Tower. Dia ingin kencan disini katanya. Dan sekarang kami berdiri didepan pagar yang penuh dengan Gembok Cinta.

“Tulis namamu dan nama seseorang yang kau cintai serta harapanmu, lalu setelah memasang Gemboknya dipagar buang kuncinya didanau sebelahnya. Maka harapanmu akan terkabul.”

Mitos nya sih gitu, tapi selama kami pacaran sejak kelas 3 High School, Johee bukan tipe gadis yang percaya mitos seperti ini. Tapi lihat sekarang. Dia bahkan yang membeli gemboknya tadi.

Dia sedang menulis nama kami saat aku sedang melamunkan 3 tahun hidupku tanpanya. Sebelum dia memasang gemboknya, aku memintanya untuk menulis harapanku.

“ Chagi tunggu dulu. Aku ingin menulis sesuatu.” Tanpa menghiraukan tatapan bingungnya, aku mengambil alih papan kayu serta spidolnya.

“ Semoga kami bahagia selamanya. Tuhan, Kau harus menjodohkan kami.”

Setelah nya aku langsung memasang gembok itu dan menyeret Johee ke peti danau untuk melemoar kuncinya.

“ Yak ! Oppa ! Aku kan ingin tahu apa yang kau tulis…” Rengeknya. Aku tetap bertahan tidak memandangnya.

“ Kita lempar bersama ne.” Kataku seraya mengambil tangan kanan nya dari belakang.

Hupp ….

Tangan lebarku menangkup wajah mungilnya. Memaksanya menghadap ke arahku.

“ dengarkan aku baik-baik dan jangan menyela.” Johee menjawabnya dengan anggukan patuhnya.

“ Pergilah ke Paris. Raih mimpi mu. 3 tahun lagi aku akan menjemputmu sebagai pengantinku. Ara?” ucapku dengan senyum terbaikku.

Greeeepp …

Lengan kurus memeluk leherku erat. Bahunya bergetar dan dia terisak. Aku pun tidak bisa lagi menahan isakan ku.

“ Mianhae Oppa… Mianhae…”

“ Hiks hiks,, aku pasti akan menjadi yang terbaik untukmu .. Hiks hiks..”

“ Nde chagi. Kau selalu menjadi yang terbaik untukku.”

_flashback Off_

Kertas desain nya masih aku genggam erat. Sebuah gambar Tuksedo lengkap dengan dasi kupu-kupunya.

Johee tidak pernah men-desain baju untuk Pria. Yang selalu dia desain adalah dress untuk Wanita. Apa dia men-desainnya untukku?

Tidak apa-apa kan aku terlalu mengharapkannya?

………………………………………

Author POV

 

6 April 2012

@Bandara Internasional Paris

Raut wajah Donghae mengundang pertanyaan dalam benak teman se-grup nya. Tidak biasanya Donghae begini semangatnya datang ke Negara asing. Well.. Karena dia sedikit – yah sedikit – payah dalam Bahasa Inggris.

Tapi lihat dia sekarang. Dia begitu ceria dan tampak tergesa, secepatnya ingin sampai ke hotel dan membuka akun Skype nya. apalagi kalau bukan ber-skype ria dengan Yoonji Noona, Eonnie nya Johee.

Oke.

Selama ini HaeHee Couple jarang – sangat jarang – berhubungan. Bukan karena hal negative yang kalian pikirkan, tapi karena mereka – terutama Donghae – tidak ingin hilang kendali untuk segera terbang ke Paris membawa Johee-nya pulang ke Korea ditempat dimana dia berada.

Jadi nya yaa dia memantau Johee dari Yoonji. Dia juga meminta Yoonji untuk mem-protect Johee dari berita-berita tentang dirinya. Bahkan untuk SS4 in Paris ini, Johee tidak tahu sama sekali. Yoonji selalu cerdik mengalihkan perhatian Johee dari acara Tv dan papan poster SS4.

………………………………………..

 

@Hilton Hotel’s

VVIP Room No. 126

Donghae tampak berbincang dengan seseorang pada layar I-Pad nya.

“ Bagaimana Noona? Dia tidak tahu aku disini kan?” Tanya Donghae antusias.

“ Tidak. Kau tenang saja Donghae-yaa. Aku sudah mengaturnya.” Jawab seorang yeoja dengan senyum misteriusnya.

“ Gamsahae Noona. Kau memang Noona-ku yang paling baik… ^^” ucap Donghae dengan senyum ikannya (?)

“ Aku bukan Noona-mu Fishy, Aku calon Noona-mu. Itupun kalau kau berhasil menikahi Yeodongsaeng-ku. ^^”

“ Noona tenang saja, aku akan segera menikahi Yeodongsaeng-mu..”

“ Baiklah… “

“ Eonniiiiii …” Teriakan Johee terdengar merdu ditelinga Donghae.

“ Sudah yaa Donghae-ya.. Anyeong ^^”

“ Yak Noona, biarkan aku … Yaaakk !!!!!! !! “ Balum selesai Donghae bicara, Yoonji dengan sadisnya mematikan sambungan dan meng-sign out akunnya.

“ Aishhh ….” Dengan gemas Donghae mengacak rambutnya.

Hyukjae yang satu kamar dengannya memandangnya heran.

…………………………………………….

@Yoonji’s Boutique

“ Wae Chagi?” Tanya Yoonji lembut pada yeodongsaeng kesayangannya ini.

“ Eonnie tadi sedang apa?” Bukannya menjawab, Johee malah balik tanya.

“ tidak ada. Waeyo?”

“ Dimana Tuksedo dimanekin ruanganku?” Johee mengacuhkan bingungnya sebentar.

“ Oh itu. Kemarin ada Customer yang menanyakan Tuksedo, jadi ya aku ambil saja Tuksedo mu. Lagipula sayangkan kalau Cuma dipajang di ruanganmu.” Yoonji sudah siap dengan alasan ini sejak 2 minggu lalu.

“ Lalu sekarang dimana Tuksedo ku? Kau tidak menjualnya kan Eon?” selidik Johee.

“ Tentu saja tidak. Customer itu membawanya untuk dicoba adiknya. Tenang saja, dia sering kemari kok, jadi Tuksedo mu tidak akan hilang.” Kata Yoonji dengan senyum misteriusnya, yang tentu saja tidak dimengerti Johee.

“ Tapi Eonnie.. Aku kan membuatnya memang bukan untuk dijual. Aku bahkan tidak membuat Tuksedo kan. Itu untuk seseorang, Eonniiii …” Johee sedikit merajuk. Dia tidak bisa – tidak akan pernah bisa – marah pada keluarga satu-satunya ini.

“ Ehh.. mianhae Chagi.. Eonni tidak tahu. Kau juga tidak pernah memberitahu Eonnie sihh.” Sepertinya Yoonji berbakat jadi aktris nih. Dia bahkan berhak mendapat Grammy Award.

“ Tsk.. Terserahlah.” Johee cemberut tingkat dewa. Memendam kekesalannya. Dan segera berlalu meninggalkan Eonnie-nya.

“ Awas kau Lee Donghae. Kau sudah membuat Johee-ku marah padaku.” Aura gelap Yoonji menguar sepeninggal Johee.

Sedangkan Donghae yang merasakan kutukan Yoonji, bergidik ngeri dikamar mandi.

…………………………………………..

@SS4 in Paris

Johee tampak cengo, bahagia, senang, sebal, kesel, jengkel dan semua sinonim lainnya yang kalian tahu, berdiri menatap poster besar SS4, atau lebih tepatnya manatap wajah seorang Namja yang sudah 3 tahun tidak ditemuinya ini.

Hampir saja dia meneteskan airmata bahagianya jika saja Yoonji tidak segera menariknya untuk masuk dalam gedung konser.

“ Kau tidak marah lagi padaku kan Chagiya?” Tanya Yoonji dengan Kitty Eyes andalannya.

“ Ne eonnie. Kau selamat kali ini.” Ucap Johee menyembunyikan kebahagiaannya.

Mereka duduk di super VVIP Seat, yang artinya VVIP Seat dekat dengan jalan menuju Backstage – emang ada? – entahlah. Dengan susah payah Donghae mengaturnya. Dia juga meminta kerjasama semua member, manajer serta semua kru dari Korea maupun dari Paris untuk mempersiapkan kejutan untuk Johee-nya ini.

……………………………………………

@Rest Room

Donghae tersenyum senang membaca pesan dari Yoonji di DM Twitternya. Mata indahnya kembali menatap Tuksedo hitamnya – yang dia “curi” dari Johee – dan Wedding Dress – yang emang dress impian Johee. Dan tentu saja dress itu rancangan Johee sendiri.

Tiba-tiba saja dia berdiri menghadap Hyung dan Dongsaeng nya yang sedang duduk-duduk disofa.

“ Hyungdeul, Dongsaengdeul !! Mohon bantuannya untuk malam ini.” Donghae nge-deep bow dengan suara lantangnya.

“ Aish, Hae-ya,, Kau ini bicara apa? Kita kan memang sudah sewajarnya saling membantu. Apalagi untuk urusan percintaan seperti mu ini.” Kata Leeteuk – sang Leader – bijak.

“ Ne Hyung, aku benar-benar berterimakasih pada kalian semua.”

“ Jangan menangis Hyung. Kasian Noona panata rias nanti.” Ledek Ryeowook dengan sadisnya yang justru membuat mata Donghae tidak bisa menahan airmatanya lagi.

“ Yak! Fishy Babo! Apa yang kau lakukan itu?” teriak Kyuhyun.

“ Hyung Kyu! Panggil aku Hyung!” balas Donghae, mulai bisa mengontrol emosinya.

“ Heheeheee ..” Kyuhyun hanya nyengir kuda membalasnya.

“ Baiklah! Mari kita berdoa untuk kesuksesan SS4 kita dan kejutan Donghae nanti.” Leeteuk mulai meng-kode membernya untuk berkumpul membuat lingkaran dan mereka berdoa bersama.

………………………………………

Ladies and Gentleman ! I give you 9 Superman !

“ Waaaaaaaaaaaaa ……”

Teriakan Elf bikin Johee merinding. Dia gak nyangka Namjachingu-nya bisa menjadi salah satu member Super Junior yang super hebat ini.

Superman? Lancar!

Johee melupakan bagaimana caranya berkedip melihat Donghae.

Opera? Keren!

Kali ini Johee melupakan caranya bernafas. Dia menikmati konsernya dalam diam. Menikmati setiap makna lagu yang mereka nyanyikan.

 

 

Mr. Simple? Lancar!

Mata Johee terpaku pada sosok Donghae. Kemanapun namja itu bergerak, bagaimanapun gerakan dance nya, manik mata Johee mengikuti setiap detailnya.

Good Person? Heboh!

Kali ini Johee tertawa melihat betapa konyolnya Donghae dengan kostum Merlyn Moonroe nya. Bagaimana bisa Donghae dan member lainnya memakai kostum seperti itu?

Haebaragi? Sukses!

Jantung Johee hampir melompat karena Donghae mendatanginya dengan satu tangkai bunga matahari. Bunga favorit nya.

My Love My Kiss My Heart? Super keren!

Tatapan mata Donghae mengunci mata Johee ketika Dia menyanyikan tiap bait lagunya.

No Other? Super mengesankan!

Lagunya benar-benar romantic. Johee sedikit menyesal kenapa dia tidak mengikuti perkembangan Super Junior karena tidak mau semakin merindukan Donghae-nya.

Miss You? ( Kyuhyun, Yesung, Ryeowook, Sungmin ) Sukses!

Lagunya benar-benar pas dengan suasana hati Johee dan Donghae. Mereka benar-benar saling merindukan.

Dipertengahan lagu Miss You, tiba-tiba saja Yoonji menyeret Johee ke backstage dengan berbekal Pass-Kru yang dia dapat dari Donghae.

“ Yak! Eonnie! Aku kan masih menikmati lagunya…” rengek Johee karena diseret Yoonji ketika dia tengah asyik terhanyut lagu Miss You.

“ Karena terlalu serius menikmati konser mereka aku sampai lupa rencana-nya.” gumam Yoonji yang tidak didengar Johee.

“ sudahlah kau tenang saja. Ikuti aku dengan tenang. Oke?” pinta Yoonji dengan tetap menyeret Johee menuju Rest Room.

Ketika sampai di Rest Room, Johee terkejut dengan penata rias yang sudah dia kenal. Karena mereka sudah pernah bekerja sama beberapa kali untuk Fashion Show Johee.

Johee lebih terkejut lagi melihat Wedding Dress impiannya terpasang anggun pada manekin disudut ruangan.

“ Mereka butuh model untuk lagu berikutnya.”

“ S’ll vous plait, l’habillier avec du maquillage naturel et en faire une belle mariee ^^.” pinta Yoonji pada penata rias dari kru Paris.

“ Oui, Madame. Laissez-nous faire. Lui confier avec nous ^^.”  Jawab penata rias itu.

Johee duduk tenang – pura-pura tenang sebenarnya – didepan cermin dan 2 orang penata rias sedang “mengacak” wajahnya. Ingin sekali dia protes, tapi dia tidak berkutik dengan death glare Yoonji yang entah mengapa kali ini terasa menakutkan.

Terpaksa dia telan lagi pertanyaan-pertanyaan yang membingungkannya.

Yoonji mengawasi dengan tenang. Sedikit protes untuk make-up Johee. Setelah semua selesai dia memberi kode pada Eunhyuk didepan pintu dan oleh Eunhyuk dilanjutkan ke Donghae.

……………………………………………

@Stage

[EUNHYUK]

Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Naui shinbu shini jushin suhnmul

Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo

Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido

Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

Suara Eunhyuk menggema tapi sosoknya tidak terlihat. Tenang saja, mereka kagak Lipsync kok. Marry You di nyanyikan dengan konsep Teaterichal. Dilayar LED sebelah kiri muncul sosok Johee yang di-shoot sedang berjalan anggun menuju Stage dengan setangkai bunga lili.

[SUNGMIN]

Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh

[RYEOWOOK]
Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh

[SHINDONG]
Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh

[KYUHYUN]
Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

Kini giliran sosok Donghae yang muncul dilayar LED sebelah kanan. Dengan Tuksedo rancangan Johee – tentu saja –, dia berjalan mantap menuju Stage.

[KYUHYUN]

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

[YESUNG]
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)

Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Tiba-tiba Pastor Choi Siwon tersorot lampu di tengah Stage, dengan property seperti pemberkatan di Gereja gitu.

[DONGHAE]

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup

Donghae sampai ke tengah Stage.

 

 

Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre

Disusul dengan Johee.

I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh

Saranghaneun naui gongju Stay with me

Tangan kanan Donghae terulur pada Johee dan Johee pun menyambutnya. Dengan senyum bahagia yang terkembang sempurna pada wajah mereka, HaeHee Couple berputar menghadap Pastor Choi Siwon. Lengan kiri Johee dikait sempurna pada lengan kanan Donghae.

Teriakan ELF makin menggema, memekakan telinga dan membuat merinding Johee dan Donghae.

 

[SIWON]

Wooriga naireul muhguhdo wooseumyuh saragago shipuh

[LEETEUK]
Would you marry me? Naui modeun nareul hamgge haejullae?

[DONGHAE] Himdeulgo uhryuhwuhdo

[JOHEE] I do

[DONGHAE] Neul naega isseulgge

[JOHEE] I do

[DONGHAE] Woori hamggehaneun manheun nal dongan

[JOHEE] I do

[DONGHAE] Maeil gamsahalge (My love)

[KYUHYUN]
Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan

Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh

Donghae mengeluarkan kotak hitam kecil dan membukanya. Sepasang cincin pernikahan sederhana dengan berhiaskan 1 permata kecil dengan ukiran nama mereka dimasing-masing cincinnya.

#jadi cincin Donghae namanya JOHEE dan seballiknya.

[DONGHAE]

Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge

Would you marry me?

[JOHEE] I do

Johee bergumam lirih yang hanya Donghae yang bisa mendengarnya. Eunhyuk tiba-tiba muncul dengan membawa tatakan. Donghae meletakan kotak cincinnya dan mengambil cincin yang segera dia sematkan pada jari manis Johee. Johee pun melakukan hal yang sama.

 

[EUNHYUK]

Naega geudae ege deuril guhseun sarangbakke uhbjyo

Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo

Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang

Naui geudae jikyuhjulgeyo

Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo

Woori suhro saranghagiro geuppuniya
[RYEOWOOK]
Nawa gyuhrhonhaejullae? I do


[DONGHAE]

Nawa gyuhrhonhaejullae?

[JOHEE] I do J

Donghae menarik Johee dalam pelukan hangatnya. Teriakan ELF makin membahana membuat merinding member SUJU, Johee, Yoonji dan kru lainnya.

Leeteuk, Yesung, Shindong dan Sungmin berjajar rapi pada Stage yang memanjang kedepan disisi sebelah kanan. Siwon, Kyuhyun, Ryeowook dan Eunhyuk disisi sebelah kiri.

Lengan kiri Johee terkait erat pada lengan Donghae sedangkan tangan kanannya memegang satu tangkai bunga lili. Mereka berjalan pelan menuju ujung Stage dengan di iringi permainan piano Yoonji.

Layar LED besar dibelakang Stage bertuliskan “ Happy Wedding : Lee Donghae❤ Shin Johee “. Sedangkan LED sebelah kanan dan kiri menampilkan sosok Donghae dan Johee yang tampak bahagia. Seluruh ELF digedung itupun meneriakan ucapan selamat dalam bahasa Inggris dan Perancis.

_the end_

Gantung?

Gak peduli!

Sequel?

Kagak ada!

Kamsahamnida *deep bow ma Hee-djusi J