Annyeong onniedeul, chingudeul, dongsaengdul! esterong here! hehe
mianhata baru bisa nge-post ff skrng *soalnya emang baru ff ini aja yang jadi*
padahal aku pikirnya selama liburan ini bisa produktif bikin ff tapi nyatanya rata2 semua ffku cuma sampai 10 halaman terus ide untuk endingnya tiba-tiba nguap
ff ini terinspirasi dari liriknya From U jadi pas baca dengerin lagunya juga ya🙂 ff ini menceritakan tentang Super Junior dan ELF. Lebih ke friendship not romance but hope you still read this ff🙂
your comments are love for me, so leave your comment here ya🙂
i’m so sorry kalo ffnya kurang bagus hiiikkss

enjoy reading! (งˆヮˆ)ง

*****

Seharusnya pagiku ini bisa setenang biasanya namun Sonrye menghancurkan angan-anganku. Begitu ia memasuki kelas, tanpa ia meletakkan tasnya terlebih dahulu, ia langsung menghampiriku. “HAMUN! LOOK AT THIS! LOOK AT THIS!” serunya dengan wajah yang sumringah dan mata yang membesar tanda kalau ia sedang excited. Ia sedang memamerkan sebuah album yang covernya bertuliskan Sexy, Free & Single.

“Apa itu?” tanyaku seadanya.

Sonrye menjitak kepalaku pelan, “Aish!” gerutunya.

“Yaa! Waeyo?!” tanyaku kesal. Dia cukup menjawab pertanyaanku, tak perlu sampai menjitakku, kan?

“Kau ini kemana saja, Hamun? Apa kau sedang tinggal dijaman purba? Oh, please, jaman kita ini adalah jaman SmartTV Hamun! Bahkan telivisi pun bisa digunakan internetan. Apa kau tak sungguh tak tahu album siapa ini?” ujar Sonrye tidak to the point.

“Aku tidak mengerti, Sonrye-ah. Memangnya itu album siapa?” tanyaku.

“SU-PER-JU-NI-OR,” eja Sonrye dengan memberikan penekanan pada tiap suku kata. “Jangan sampai kau berani berpura-pura kalau kau tak tahu tentang mereka,” ancam Sonrye.

Aku tertawa, “Hahaha, tentu saja. Aku akan memeriksa kupingku jika aku tak tahu tentang mereka padahal setiap jam, setiap detik, bahkan setiap saat yang kau ceritakan padaku adalah Super Junior mu itu,” ujarku.

“Lalu kenapa kau sudah heboh pagi-pagi seperti ini?” tanyaku lagi.

“Aku mau memamerkan Album ini padamu. Aku beli kemarin malam. And you know what?”

“What?” selaku yang membuat pipi Sonrye menggembung tanda ia kesal.

“Jangan memotongku saat berbicara!” protesnya yang hanya kutanggapi dengan tawa tanpa dosa.

“Ini album ke-6 mereka dan bahkan mereka sudah melewati kutukan itu!”

“Kutukan apa?” tanyaku kurang mengerti. Ah, kadang aku sendiri bertanya dalam hati, kenapa aku bisa tahan bersahabat dengan gadis ini padahal nyaris setiap saat aku tak begitu mengerti pembicaraannya yang selalu saja berbicara tentang Super Junior.

“Apa kau di rumah selalu belajar sampai hal seperti ini saja tidak tahu? Di dunia Entertainment Korea dikatakan bahwa Idol hanya bisa bertahan selama 5 tahun setelah mereka debut. Orang-orang menyebut itu sebagai kutukan,” jelas Sonrye yang kurespon dengan anggukan mengerti.

“Tapi Leeteuk..”

“Leeteuk siapa?” selaku.

“Leeteuk, leader Super Junior. Sudah keberapa kalinya kau bertanya hal ini?!” tanya Sonrye setengah geram yang tak begitu kuperdulikan. Aku hanya perlu mendengarkan dia bercerita tentang Super Junior maka semua rasa kesalnya juga akan hilang.

“Arraseo, jeongmal mianhe. Lalu leeteuk bilang apa?” tanyaku.

We’re going to continue on until the day that Pearl Sapphire Blue balloons cover the entire world. Leeteuk juga pernah berkata ‘As you live, there isn’t always forever but the word Super Junior is what i want to keep protecting forever,”

Sebagian dari hatiku mencelos mendengar perkataan Sonrye. Meskipun aku tak menyukai dan tidak membenci Super Junior, dari kata-kata yang baru saja kudengar dari Sonrye tersirat sebuah ketulusan. Sesuatu yang tak pernah kutemukan pada boyband atau girlband selama ini, yang membuatku tak begitu tertarik dengan boyband atau girlband jaman sekarang.

“Tapi Leeteuk pernah berkata seperti itu dan ia menepatinya. Semua ELF percaya pada janji Leeteuk dan album ini menjadi salah satu bukti kalau mereka bisa melewati kutukan itu,” jelas Sonrye sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Kenapa kau sering tersenyum-senyum sendiri saat membicarakan mereka, Sonrye?” tanyaku heran.

“Jeongmalyo? Aku senyum-senyum sendiri?” tanya Sonrye balik lalu ia tertawa sesaat. “Mianhe, you know i always like this because of them. But yeah, i love it. I love the way they make me like an idiot just by think about them,” jawab Sonrye. Hatiku lagi-lagi mencelos. Jawaban yang Sonrye lontarkan menyiratkan bahwa antara Super Junior dan fansnya, ELF, terdapat sebuah ikatan yang kuat.

“Apa yang membuatmu menyukai mereka?” tanyaku penasaran.

“Awalnya aku hanya menyukai satu lagu mereka. Aku mulai menonton Music Video mereka. Wajah mereka yang tampan menarik perhatianku untuk menonton variety show mereka, Exploration Hmuan Body. Dari situ aku dapat melihat sisi lain dari mereka yang sangat berbeda dari image di music video. Mereka tak terlihat cool malah terkesan ceria dan sederhana namun hal itulah aku memutuskan untuk menjadi seorang ELF. Aku menyukai kesederhanaan, keceriaan, dan kekompakan mereka. Namun semakin lama aku mengetahui tentang mereka, aku semakin jatuh cinta pada Super Junior,”

“Even they don’t have magnificence MVs but is able to gain 51 Million views. They don’t have gorgeous performance attires but is the Champion in Music Chart for over 100 weeks. They are addressed as the Korea’s Brand by the BBC eventhough PC didn’t say that they’re the National Icon. They did not debut in Japan officially but they could easily attract 11Million of fans in SS4 Japan. They’re not flower boys who are still in their early 20s but they are the Legend of K-Pop. The officials did not announce their gratitude but they bowed 106 times in their SuperShow. They are Super Junior and i’m deep in love with them,” jawab Sonrye.

Aku terdiam. Aku tak tahu harus berkata apa. Aku terlalu takjub pada Sonrye juga pada Super Junior apalagi setelah mendengar fakta tentang mereka tadi. Jika aku tidak mengenal Sonrye, aku pasti berkata bahwa Sonrye berlebihan. Namun Sonrye bukan tipe gadis yang suka melebih-lebihkan segala sesuatu. Aku sangat mengenalnya, karena itulah aku dapat merasakan ketulusan dari dalam dirinya saat ia bercerita tentang Super Junior.

******

TING TONG! Bunyi bel di rumahku berbunyi padahal ini masih pukul 07.00 AM. Siapa yang datang ke rumahku sepagi ini? Tak mungkin tukang pos, mereka pasti akan menaruh suratnya di kotak pos tanpa perlu menekan bel.

“Hamun, buka pintunya,” seru ommaku dari dapur. Dengan langkah terseret —Aku masih mengantuk— aku berjalan mendekati pintu rumahku.

“Annyeonghaseyo Kang Hamun-shi,” sapa seorang pria yang tampak tak asing bagiku. Mata yang sendu dan bibir tipis yang dimiliki pria ini rasanya pernah kulihat. Semakin aku mencoba untuk mengingat, ingatan itu tak kunjung datang.

“Kau siapa?” tanyaku to the point. Matanya tiba-tiba membesar lalu dia tertawa terbahak-bahak.

“Kau serius tak mengenalku?” tanyanya yang kujawab dengan gelengan.

“Apa aku seharusnya mengenalmu?” tanyaku balik.

“Seharusnya seperti itu. Padahal aku datang kesini karena kau memenangkan undian dari voucher belanja di Lotte Market yang kau gunakan untuk membeli album ke-6 Super Junior. Kau tak mungkin membeli album Super Junior kalau kau tak mengenalku,”

“Wait, wait. Aku? Voucher belanja? Lotte Market? Super Junior?” tanyaku pada diriku sendiri. Aku berusaha mengembalikan memoriku. 3 menit kemudian, aku memperoleh pencerahan. Aku segera menelpon Sonrye untuk memastikan ingatanku.

“Minggu lalu kau minta Voucher Belanja Lotte Market punyaku bukan?” tanyaku.

“Iya, ada apa Hamun?”

“Kau beli album Super Junior dengan voucher itu?”

“Iya, album yang kupamerkan padamu itu aku beli dengan voucher milikmu. Waeyo?”

“Apa kau tahu grand prize undian itu apa?”

“Kau bisa menonton proses pembuatan Music Video Super Junior untuk lagu Sexy, Free & Single. Waeyo? Tenang saja, kau tak akan mungkin mendapatkan kesempatan itu karena ada ribuan voucher lain disana, Hamun. Andai saja aku juga mempunya voucher itu, aku pasti sangat berharap untuk mendapatkannya,” jelas Sonrye yang membuatku tersadar kalau orang dihadapanku ini adalah salah satu dari member Super Junior yang entah siapa namanya.

“Ah, okay. Thank you dear, bye,” ujarku mengakhiri percakapan ditelepon itu.

Pria itu tersenyum padaku. “Jadi yang membeli album kami adalah sahabatmu dengan menggunakan voucher yang beratasnamakan dirimu?” tebaknya.

Aku mengangguk. “Jadi aku memperoleh grand prize itu?” tebakku.

“Congratulation!” serunya.

“Apa aku boleh menolaknya? Aku tak menyukai Super Junior tapi aku juga tak membenci kalian. Aku bahkan tak tahu siapa namamu. Aku rasa lebih baik hadiahku ini diberikan pada ELF yang sesungguhnya saja,” ujarku.

Senyum pria itu tak kunjung pudar, meski perkataanku cukup tajam tapi ia tetap sabar dan lembut kepadaku. “Namaku Lee Donghae. Aku cukup kaget ada gadis yang tak mengenaliku saat ini,” ujarnya.

“Mianheyo,” ujarku sedikit merasa bersalah.

“Gwencana. Tapi menurutku hal ini lebih baik karena kau bisa memberikan penilaian secara subjektif tanpa ada rasa suka atau benci. Jadi, bagaimana kalau kau ikut denganku untuk melihat syuting kami?”

“Aku boleh mandi dulu? Jujur saja, kau datang terlalu pagi dan mendadak,” ujarku. Aku tak tahu apa lucunya pernyataanku itu tapi dia berhasil tertawa terbahak-bahak.

“Tentu saja. Ah, mianhe. Sebenarnya tujuanku adalah untuk menghindari macet. Kau tak mempersilahkan aku masuk?” tanyanya yang mambuatku tersadar kalau sedari tadi kami berbincang di ambang pintu.

“Ah, masuklah. Aku akan mandi secepat mungkin,” ujarku lalu lari menuju kamar mandi secepat kilat.

*****

“Annyeonghaseyo,” sapa Donghae pada para staff yang mulai mempersiapkan segala keperluan untuk syuting nanti. Aku berjalan dibelakang Donghae dan menyapa mereka seperti yang Donghae lakukan. Kami baru saja tiba di lokasi syuting.

“Leeteuk Hyung, aku sudah menjemput pemenangnya,” seru Donghae pada pria yang berdiri agak jauh didepan sana. Leeteuk, ah, aku tahu, dia pasti leader Super Junior. Leeteuk segera berlari untuk menghampiriku dan Donghae.

“Annyeonghaseyo Kang Hamun sshi!” sapanya riang. “Ah, yeppoda!” serunya begitu melihatku. “Apa kau sengaja berdandan untuk melihat kami?” tanyanya.

Aku hendak menyudahi kesalah pahaman ini namun Donghae lebih dulu berkata, “Ani, ani, dia tak menyukai kita jadi tak mungkin dia berdandan. Tapi dia memang manis bahkan sehabis bangun tidur,”

Aku menatap Donghae penuh curiga. “Kau merayuku?” tanyaku.

Leeteuk dan Donghae tertawa terbahak-bahak. “Aniya. Apa aku terlihat seperti pria yang suka menggombal?” tanya Donghae.

“Kau tampan, mungkin kau seorang playboy. Playboy sangat pintar menggombal,” ujarku yang membuat tawa mereka makin meledak.

“Aku rasa Donghae tak mungkin seorang playboy kalau management melarang kita berpacaran,” timpal Leeteuk.

“Oh, begitu,” responku. Aku jadi sedikit mengerti kehidupan para idola.

“Leeteuk, ayo kita mulai individual shoot,” seru sutradara memanggil Leeteuk. Leeteuk shi berpamitan padaku lalu segera memulai syutingnya.

“Duduk sini, Hamun shi,” ujar Donghae setelah ia menyiapkan 2 buah kursi di tempat yang menurutku sangat strategis untuk melihat proses syuting ini. Donghae menyuruhku duduk sedangkan ia duduk disampingku.

“Dia Siwon, Eunhyuk, Ryeowook, Shindong hyung, Yesung hyung, Sungmin hyung, Kangin hyung, dan magnae Kyuhyun,” jelas Donghae memperkenalkan tiap orang yang ada disitu sesuai namanya.

“Apa Kim Kibum, Kim Heechul, Hangeng tidak ada?” tanyaku.

“Kau tahu Kim Kibum, Kim Heechul, dan Hangeng? Jadi sebenarnya kau tahu tentang kami?” tanya Donghae sambil menatapku dengan mata menyelidik.

“Aku hanya tahu namanya tapi aku tak tahu wajahnya. Sebenarnya aku tahu nama-nama dari tiap member Super Junior tapi aku tak pernah hafal nama kalian. Sahabatku adalah ELF dan tiap saat yang ia ceritakan adalah kalian,” kataku.

Mata Donghae berbinar-binar dan bibirnya merekah, sepertinya dia senang. “Senyumanmu saat ini sama seperti dirinya jika bercerita tentang Super Junior,”

“Jeongmal?” tanyanya lalu tertawa sesaat.

“Apa yang membuatmu begitu senang saat mendengar ceritaku?” tanyaku heran.

“Super Junior bagi ELF sama seperti ELF bagi Super Junior. Jika mereka bahagia saat memikirkan kami, kami pun demikian. Aku senang mengetahui kenyataan kalau mereka begitu menyayangi kami. They are like the Oxygen. They are like the heart which is the most necessary thing while I live. I really love them with all my heart,

Hatiku berhasil dibuat tersentuh oleh pria disampingku saat ini. Semua ucapannya terasa jujur. Dan dari ekspresinya aku bisa menangkap sebuah ketulusan. Jadi mereka juga menyayangi para fansnya sampai seperti ini?

“Hamun, aku harus make-up dulu. Mungkin Kangin Hyung bisa menemanimu,” ujarnya.

“Ah, Donghae shi, tolong ingatkan padanya kalau aku bukan seorang ELF agar dia tidak shock jika aku tak mengenalnya,” ucapku yang dijawab dengan acungan jempol Donghae.

……

“Annyeong Hamun shi,” sapa pria yang sedikit gemuk. Aku menatapnya lekat berusaha mengingat nama dari pemilik wajah itu.

Pria itu tersenyum, “Kim Young Woon imnida, panggil aku Kang In,” timpalnya. “Aku sudah dengar penjelasan dari Donghae kalau kau bukan seorang ELF,” lanjutnya.

Kang In mengambil posisi duduk disampingku. Kami terdiam sekitar 5 menit karena tak tahu harus membicarakan apa.

“Apa sampai sekarang kau belum menghafal nama-nama kami?” tanya Kang in.

“Hanya setengahnya. Aku memang sedikit lambat untuk menghafal nama orang tapi jujur saja, jumlah kalian memang terlalu banyak,” jawabku yang berhasil membuatnya tertawa.

“Apa Kang In shi tidak merasa kalau 13 member itu terlalu banyak?” tanyaku penasaran dengan pendapatnya.

“Awalnya aku juga merasa demikian tapi semakin lama aku bersama mereka akhirnya aku menyadari, We are Super Junior because there’s all 13 of us. We have to be 13 to be Super Junior and to be on stage. It’s not a team where a member is bad or good, but we shine the best when all 13 of us are together,”

Argh, aku tak tahu mengapa, meskipun aku bukan seorang ELF tapi hatiku dengan mudahnya tersentuh oleh jawaban Kang In.

……

Satu persatu para member bergantian menemaniku saat yang lain harus melakukan individual shoot. Rasa penasaranku tentang Super Junior dan ELF membuatku selalu bertanya ‘What is the meaning of ELF for you? For Super Junior?’

Dari semua jawaban yang mereka berikan, aku bisa merasakan sebuah ketulusan dan kejujuran. Tak ada kepalsuan dalam ikatan antara ELF dan Super Junior. Aku akhirnya sadar kalau mereka juga sangat mencintai ELF sama seperti ELF begitu menyayangi mereka. Aku kagum pada mereka. Semakin lama aku disini, aku makin terlarut oleh pesona dan karisma mereka. Sesuatu yang selama ini kuyakin tak akan pernah terjadi justru malah menjadi kenyataan. Ya, aku, Kang Hamun, akhirnya jatuh cinta pada mereka.

“Super Junior is poisoned by ELF,” — Yesung

“ELF, they should already know that we love you more than you love us. Super Junior can sing because of ELF’s support. I feel like I won’t be able to do anything without ELF,” — Shindong

“They guys are so precious to me. Even after I get old, I want to sing for them,” — Sungmin

“I will keep in my heart, even after I die, the fact that I met ELF. To be in Super Junior is the happiest thing to me. If I will be reborn I want to meet members again and if I will be reborn I will like the blue color and if I will be reborn I will remember the name ELF,” — Eunhyuk

“They encourage me and inspire me deep into my mind. They are like a shelter that I can rely upon,” — Ryeowook

…..

“Kalian menakjubkan,” pujiku setelah mereka menyelesaikan syuting mereka. Tak terasa sekarang sudah pukul 11 PM. Aku yakin mereka sangat lelah namun mereka masih bisa tersenyum riang.

“Kalian lelah?” tanyaku.

Siwon menjawab, “Secara fisik tentu saja. Tapi membayangkan ELF akan tersenyum saat mendengar tiap lagu kami, rasa lelah itu langsung hilang,”

Aku tersenyum mendengar jawaban itu. Keputusanku sudah membulat. Mulai detik ini, aku memutuskan untuk menjadi bagian dari mereka, ELF.

“Aku Kang Hamun,” seruku. Kini semua member menatapku lekat. “Mulai detik ini memutuskan untuk menjadi seorang ELF. Aku sangat kagum dengan ikatan antara Super Junior dan ELF. Dan aku ingin merasakannya juga,” ujarku.

“Mianhata, padahal Super Junior sudah 6 tahun debut namun aku baru menjadi ELF sekarang,” ujarku merasa bersalah sambil membungkukan badanku.

Beberapa detik kemudian, keheningan tadi langsung berubah menjadi tawa. Aku menegapkan badanku dan tiba-tiba saja Siwon memelukku, member yang lain juga demikian. Ada juga yang mengelus kepalaku —tepatnya, mengacak rambutku gemas—.

“Don’t feel sorry about that. You don’t need to be an ELF from beginning, you only need to be an ELF till the end,” ujar Choi Siwon.

“Kami akan menyanyikan lagu untukmu sebagai hadiah karena kau telah menjadi seorang ELF,” usul Kyuhyun.

“Menyanyi?”

“Judulnya From U. Kau adalah ELF pertama yang mendengarkan kami menyanyi lagu ini secara live,” ujar Shindong.

Donghae menyuruhku kembali duduk. Mereka berdiri 4 meter dari tempatku duduk. Berbaris 2 banjar lalu mulai bernyanyi. Sebuah lagu R&B ballad yang mereka buat khusus untuk ELF. Liriknya benar-benar mampu membuatku tersentuh. Sangat manis, jujur, dan tulus.

Aku bertepuk tangan sekeras mungkin dipenghujung lagu itu. “Kalian keren,” pujiku.

“Eng, tapi apa boleh aku minta hadiah lagi?”

“Apa itu?” tanya Kang In.

“Aku minta tanda tanganmu, Eunhyuk shi. Sahabatku adalah biasmu,” ujarku yang membuat semua member menatap heran Eunhyuk.

“Waeyo? Meski aku tak setampan kalian, aku memang memiliki pesona yang tak bisa ditolak oleh para gadis,” ujar Eunhyuk yang membuat kami semua tertawa.

Eunhyuk pergi sesaat entah kemana lalu kembali dengan membawa 2 buah album yang sama seperti yang Sonrye pamerkan padaku.

“Siapa namanya?” tanya Eunhyuk setelah ia membubuhkan tanda tangannya di ujung cover album tadi.

“Park Sonrye,” jawabku.

“Kau tak mau tanda tanganku juga?” tanya Eunhyuk.

Aku tersenyum. “Tak perlu, lagipula aku belum memutuskan siapa biasku,” ujarku yang membuat mereka semua tertawa.

“Bagaimana kalau menjadi biasku?” tanya Donghae.

“Aku saja. Aku akan sangat senak jika ada gadis manis sepertimu menjadi biasku,” ujar Leeteuk.

“Aku saja, bagaimana?” tanya Siwon.

Aku tertawa sekilas, “Kita lihat saja nanti ya,”

******

“KYAA! KYAA! KYAA!!! BAGAIMANA MUNGKIN KAU DAPAT TANDA TANGAN EUNHYUK INI, HAMUN?!” seru Sonrye saat aku memberikan album yang kemarin di tandatangani oleh Eunhyuk.

“Itu… rahasia,”

******

6 months later,

“Oh my God! Super Show 5! Akhirnya aku bisa menonton mereka sedekat ini! Tempat ini juga sangat keren! Bagaimana kau bisa mendapat seat bangku VVIP ini Hamun? Kau bahkan membelikan untukku juga,” tanya Sonrye.

Aku tersenyum penuh arti, “Lewat online. Ini sebagai tanda terima kasihku. Karena kau, sejak 6 bulan yang lalu, aku menjadi seorang ELF,” ujarku.

…..

This song is dedicated to the world’s biggest fan club

The ‘ELF’, my girls, my angels.

Aku mengangkat kertas yang kubawa. “Saranghaeyo Super Junior,” itu yang kutulis. Sepertinya Eunhyuk melihat tulisanku. Ia memanggil Donghae lalu menunjuk ke arah papan yang kupegang tinggi-tinggi ini. Mereka tersenyum padaku lalu membuat sebuah hati yang besar dengan tangan mereka.

“KYAA! HAMUN! EUNHAE MELIHAT KEARAH KITA!” seu Sonrye nyaris histeris.

When we first met all those years ago, we instantly fell in love

And wherever I’d go, like my shadow you would always be by my side

The act of loving someone requires so, so many things to prove

Whenever I’m hurting, whenever I fall down

You’re the only one who’s still with me

Aku kembali mengangkat kertasku yang tulisannya sudah berganti. “Terima kasih untuk tiket VVIP ini. Sonrye sangat senang, aku juga. Aku merasa menjadi ELF yang paling beruntung,” tulisku. Siwon, Yesung, Kang In, dan Leeteuk melihat tulisanku. Mereka mengacungkan ibu jari sebagai respon atas tulisanku.

Baby, baby, baby, baby, baby let’s never separate

Oh my lady, lady, lady, lady, lady I truly love you

Shawty, shawty, shawty, shawty, shawty you’re the only one I choose

From my tears to my little smiles, everything is from you.

“Mulai sekarang aku akan memanggil semua member Super Junior dengan sebutan ‘Oppa’ sebagai ucapan terima kasih atas tiket tadi,” tulisku yang membuat wajah mereka menyiratkan senyum kemenangan.

I caused you so much heartache

But please don’t ever say you’ve had enough

No matter how much I search

I don’t think I’ll ever find another love as beautiful as you

Don’t ever say it

I don’t know why you keep on staying with me

I’m sorry for having so many flaws

Keep on believing in me

I’ll do even better

“Aku sudah menentukan biasku. LEE DONGHAE SARANGHAE,” tulisku lagi. Aku bisa melihat Donghae melambaikan tangannya padaku dengan senyum semringah diwajahku, berbanding terbalik dengan wajah member lain yang sedikit cemberut. Siwon dan Eunhyuk bahkan menjitak Donghae pelan.

Baby, baby, baby, baby, baby let’s never separate

Oh my lady, lady, lady, lady, lady I truly love you

Shawty, shawty, shawty, shawty, shawty you’re the only one I choose

From my tears to my little smiles, everything is from you.

“Don’t worry. I’m still love all of you, oppadeul!” tulisku yang membuat mereka semringah lagi.

Even though it seems obvious when I say you’re the only one

How else can I show you my heart?

There are times we fight and when we say we dislike each other

But you still know my heart, don’t you?

Just the two of us

We saw good things together, ate together, enjoyed listening together,

cried, and laughed on all those lovely days

You had faith that I’d never completely fall

Thank you for protecting me, thank you so much

Baby, baby, baby, baby, baby let’s never separate

Oh my lady, lady, lady, lady, lady I truly love you

Shawty, shawty, shawty, shawty, shawty you’re the only one I choose

From my tears to my little smiles, everything is from you.

Baby, baby, baby, baby, baby

 

We’re always thankful..

and we love you.

Aku mengangkat tulisanku tinggi-tinggi bersamaan dengan suara tepuk tangan yang meruah diakhir lagu FROM YOU yang mereka bawakan.

“Nado Saranghae! Super Junior, THE LAST MAN STANDING!”

END.