ff ini dibuat oleh kak @gyumontic hehehe hope you enjoy it!

cast: Super Junior, DBSK, Super Girls. (Kyuhyun’s Pov semua ini🙂

happy reading!

******

Every single day I try, I really am almost there

We get closer to a good time, Say goodbye to all the hardships.

Sexy, Free & Single now the preparation is complete.

Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo

Hey! It’s no fun if anyone can take you with ease. A bit higher, stronger la la la la la la

Look above. It will dawn on the one who’s been withstanding. Endure, endure a bit more la la la la la la

My person, my person, believe me more. Finally I Wake up above my slumber

I become deeper, more like me after the long harship. Now I’m heading to the next stage of Upgrade Oh-

*Run till you’re out of breath, you who is so awesome. Have a good time, it’s Party time on a day like today

Have a taste of the victory that jolts your heart. Now Have a good time, who will stop you? Oh-

**Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo

Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo

Also, when you stand unfavorable chances, don’t be afraid

Also, even when the unfavorable chances don’t seem to end, Bingo

(English translation Sexy, Free and Single – Super Junior)

“Yaaa! Lagu apa itu? Matikan! Aku tidak suka mendengarnya!” Seru Hyejin dari dalam kamar mandi padahal baru semenit aku menyalakannya. Nadanya terdengar serius membuatku reflek mematikan lagu itu dan menggantikannya dengan lagu lain.

This song is dedicated to the world’s biggest fan club

The “ELF”, my girls, my angels.

“Matikan lagunyaaaa! Aku juga tidak suka yang ini!” Seru Hyejin lagi masih dari dalam kamar mandi padahal baru menyala beberapa detik.

Aku tidak habis pikir kenapa ia tidak suka dengan lagu baru Super Junior padahal suaminya, yaitu aku,  adalah lead vokal-nya. “Kenapa? Memang lagunya jelek?” Balasku. Kali ini aku tidak mau mematikan lagunya. Enak saja! Aku menghabiskan 7 hari non-stop untuk recording lagu-lagu ini. Paling tidak dia harus menghargainya.

We, met for the first time years ago then fell in love at first sight

Baby, no matter where I go, you stand by my side just like my shadow

From time to time, there are just so many things to prove our love

Even when I’m sick, even when I collapse, she’s the only one remaining by my side

Baby baby baby baby baby, let us never break up

Oh my lady lady lady lady lady, I really love you

Shawty shawty shawty shawty shawty, it’s only you, the one that I chose

Even my tears, even my little smiles.. Do you know?

They all come from you

(English translation From U – Super Junior)

Hyejin keluar dari kamar mandi dan menatapku sebal. “Aku kan sudah minta kau mematikannya kenapa tidak kau lakukan?” Protes Hyejin.

“Memang kenapa? Aku menghabiskan 7 hari non stop untuk merekamnya. Aku bahkan harus meninggalkanmu kan waktu itu? Ini hasilnya. Bukankah sangat bagus?” Sahutku membanggakan album terbaru Super Junior yang baru saja rilis hari ini.

“Justru karena itu, bodoh! Seminggu kau meninggalkanku dan hasilnya, Sexy Free and Single. Sama sekali jauh dari bayanganku. Kau tidak seksi, tidak bebas apalagi single. Kau sudah menikah, ingat?”

Aku tersenyum geli mendengar alasan Hyejin. Dia cemburu pada judul lagu. Lucu sekali. Aku berdiri mendekatinya dan meraih tubuhnya. Mataku menatap wajahnya yang sempurna. “Aku ingat memiliki istri yang cantik yang selalu menungguku di rumah, yang tidak akan meninggalkanku dan mendukung apapun yang aku lakukan. Kau selalu nomor satu di pikiranku, sayang,” ujarku membuat pipi Hyejin merona merah.

Kemudian aku menciumnya dan memberikan senyum terbaik yang bisa aku berikan kepadanya. “Nan jeongmal saranghaeyo, jagiya,” ucapku.

Hyejin memandangku dengan penuh terima kasih. “Nado jeongmal, jeongmal, jeongmal saraghaeyo. Aku lebih mencintaimu,” ucapnya tidak mau kalah. Mau tidak mau aku tertawa bahagia mendengarnya. Hanya dia yang bisa membuat hidupku sempurna.

“Hari ini comeback stage pertama Super Junior di Mnet. Kau akan datang kan?” Tanyaku memastikan kehadirannya untuk mendukungku.

Hyejin menganggukkan kepalanya dengan mantap. “Jihyo dan Hamun tampaknya juga akan ikut. Mereka mau melihat Sungmin oppa dan Siwon oppa.”

“Hyunah dan Minah?” Tanyaku. Mereka berlima biasanya tidak terpisahkan. Sampai-sampai orang-orang memiliki sebutan untuk mereka Top SM WAGs. Maksudnya mereka adalah istri atau pacar artis-artis nomor satu SM.

“Menyusul seperti biasa. Changmin oppa dan Yunho oppa tidak bisa ditinggal,” jawab Hyejin. Aku mengangguk-angguk saja, yang penting istriku datang.

Biar aku jelaskan sedikit mengenai Top SM WAGs (Wifes and Girlfriends), sebutan orang untuk istri-istri atau pacar-pacar artis-artis papan atas yang dimiliki oleh SM Entertainment. Sebutan itu tidak resmi, hanya fans-fans yang memebentuknya menjadi seperti itu. Aku pernah menemukan website yang dibuat oleh fans khusus untuk membahas WAGs. Banyak yang tergabung di dalamnya, termasuk Hyejin dan empat kawannya tersebut. Website itu memberitakan kehidupan para WAGs sama seperti memberitakan diri kami. Mereka sudah hampir layak disebut selebritis. Untungnya, Hyejin memang memiliki basis sebagai selebritis jadi ia tidak terlalu pusing dengan berita-berita tersebut.

“Kau tidak akan telat kan?” Tanyaku khawatir. Hyejin memiliki jadwal yang tidak kalah padat dengan jadwalku. Super Girls selalu saja punya kesibukan.

“Tidak akan. Aku akan tiba 15 menit sebelum acara. Okay?” Hyejin menghilangkan semua kekhawatiranku. Aku tahu aku bisa memegang ucapannya. Aku percaya padanya dengan segenap hidupku.

Aku kemudian memeluk Hyejin semakin erat dan merasakan wangi sabun yang menguar dari tubuhnya yang masih terbalut handuk kimono. Hyejin benar-benar menggoda imanku. “Morning kiss,” kataku lalu menciumnya. Hyejin balas menciumku kemudian melepaskanku.

“Aku harus segera pergi, Kyu,” kata Hyejin memilih untuk segera mengganti bajunya daripada memenuhi permintaanku. Tanpa perlu berkata, ia tahu apa yang aku inginkan.

“Sebentaaaar saja,” mohonku dengan manja. Aku memeluk Hyejin dari belakang dan mengelus perutnya dengan lembut. “Aku ingin punya bayi, sayang. Aku ingin menjadi seorang appa,” bisikku. Aku bisa merasakan Hyejin tergoda untuk melakukannya tapi ia tetap pada pendiriannya.

“Tidak sekarang, sayang. Aku masih punya kontrak drama 3 bulan yang tidak memperbolehkan aku hamil. Maafkan aku,” ucapnya penuh rasa bersalah. Aku pun tidak lagi memaksanya. Aku hanya akan tetap memeluknya dan bernafas di tengkuk lehernya. Aku bisa bersabar kalau hanya 3 bulan.

“Kau akan cantik dengan baju ini,” ucapku sambil memilihkan baju untuk Hyejin. Hyejin menatap baju itu lama dan memandangku ragu. “Aku yakin,” tegasku.

Hyejin akhirnya memakai baju pilihanku. Dengan senang hati, aku membantunya berpakaian. “Lihat, kau cantik kan?” Kataku begitu baju itu sudah terpasang sempurna di tubuh Hyejin. Sebenarnya tidak masalah Hyejin mau memakai baju apapun, dia akan tetap terlihat cantik.

Ia tersenyum kepadaku lalu menciumku dengan lembut. “Gomawo, yeobo,” ucapnya lalu berpindah ke meja rias untuk memoles wajahnya dengan sedikit make-up.

“Apa jadwalmu hari ini?” Tanyaku sambil memainkan game di PSP-ku di tempat tidur.

“Hanya recording sebuah variety show, talk show dan music show,” jawab Hyejin sambil menyapukan blush-on pink ke pipinya yang membuatnya semakin cantik dan mempesona.

“Music show?” Tanyaku bingung. Setahuku Super Girls sedang tidak dalam masa mempromosikan album jadi tidak mungkin ada syuting music show.

“Yup! Super Junior comeback stage, ingat? Oh ayolah Kyu, kau belum terlalu tua untuk cepat melupakan apa yang kau katakan.”

Hyejin mengerjaiku. Dari cermin meja riasnya aku dapat melihat tawa jahilnya. “Ya ya ya, nyonya Cho Kyuhyun sayang. Pokoknya kau tidak boleh telat! Arraseo?”

“Neeee. Aku pergi dulu ya. Jangan lupa makan siang. Aku sudah memasaknya tadi. Arraseo?” Ia kemudian memberi kecupan untukku. Hyejin benar-benar membuatku ingin menahannya di rumah dan membawanya kemanapun aku pergi. Aku tidak ingin terpisah sedetik pun dari wanita itu.

Sebuah ide kemudian muncul di kepalaku. “Biar aku mengantarkanmu,” kataku. Aku benar-benar tidak bisa terpisah darinya.

Hyejin membelalak menatapku. “Tapi kau belum mandi! Iish,” protesnya tapi tidak membuatku gentar. Aku bahkan sudah mengambil kunci mobilnya.

“Bukan masalah. Ayo berangkat,” kataku lebih seperti memerintah. Hyejin tidak bisa membantah lagi. Ia menurutiku masuk ke dalam mobil agar aku bisa mengantarkannya ke studio stasiun tv tempat ia akan syuting.

“Sampai jumpa nanti sore. Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun,” ucap Hyejin sebelum turun dari mobilku. Dia menekankan setiap kata-kata cintanya dengan tegas untuk meyakinkanku, membuat aku ingin berulang kali mendengarnya. Aku membalasnya dengan sebuah ciuman.

Aku memutuskan kembali ke rumah hanya untuk mengambil makan siangku karena tidak ada artinya aku berada di rumah jika Hyejin tidak ada. Lebih baik aku berkumpul dengan Super Junior hyungdeul di dorm. Mungkin akan terasa lebih ramai.

Dugaanku tepat sekali, dorm bukan hanya ramai tapi sudah ribut keterlaluan. Leeteuk hyung dan Kangin hyung sudah berdebat entah mengenai apa. Yesung hyung sibuk meneriaki kura-kuranya untuk bergerak. Pasangan yang tidak bisa dipisahkan, Eunhyuk hyung dan Donghae hyung, ditambah Shindong hyung sedang berlatih koreografi di ruang tamu dengan musik keras. Ryeowook sedang sibuk dengan peralatan masaknya yang bolak-balik berdenting saking sibuknya ia memasak. Lebih baik aku makan siang seperti ini daripada sendirian di rumah.

“Apa yang dimasak Hyejin hari ini?” Tanya Sungmin hyung saat aku sedang menikmati makan siangku. Ia duduk di sebelahku sambil menatap kotak makan siangku. “Apa enak?” Tanyanya lagi sebelum aku menjawab pertanyaan pertamanya.

“Hanya mi goreng tapi rasanya sangat enak,” jawabku dengan bangga, membuat Sungmin hyung tergiur.

Ia mengambil garpu yang terdekat dengannya lalu mencomot sedikit makan siangku. “Biasa saja,” komentarnya setelah menelan mi goreng buatan Hyejin.

Jelas saja. “Hyung, kalau kau makan hanya berdasarkan rasa tentu saja akan biasa saja. Aku memakannya berdasarkan cinta, hyung. Dari makanan ini aku bisa merasakan cinta Hyejin yang begitu besar terhadapku, jadi rasanya enak sekali,” sahutku membangga-banggakan Hyejin.

Sungmin hyung menatapku dengan tatapan muak. “Aku tahu kau sedang dimabuk cinta. Pujianmu terhadap istrimu itu berlebihan sekali tahu. Ish!” Ujar Sungmin hyung sebal tapi aku tidak peduli. Aku mengatakan yang sebenarnya.

“Aku serius, hyung. Kau hanya belum merasakannya. Makanya cepat menikah dengan Jihyo, biar kau bisa menikmati masakannya setiap hari. Bagiku, masakan Jihyo mungkin bisa mengantarkanku ke rumah sakit karena keracunan tapi bagimu pasti serasa surga. Percayalah,” ujarku.

Sungmin hyung menatapku dengan tatapan benar-benar muak. “Hyejin benar-benar mengubahmu. Kau benar-benar tergila-gila padanya. Ckckckckckck,” sahutnya kemudian pergi membiarkan aku menikmati makan siangku dengan tenang.

Sehabis makan siang, kami berangkat menuju studio Mnet untuk melakukan pre-recording comeback stage kami, Sexy Free and Single dan From U. Aku melihat sudah banyak ELF berkumpul untuk menonton kami. Meskipun ini comeback stage kami yang kesekian tapi rasanya tetap seperti pertama kali. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk gadis-gadis kami, malaikat kami, ELF.

Siwon hyung dan Hamun sudah berada di waiting room Super Junior. Mereka tertawa-tawa menonton sesuatu dari galaxy tab milik Hamun. Menyenangkan sekali melihat mereka tertawa sebahagia itu. Aku mendekati mereka berdua hanya untuk menggoda mereka. “Hamun, mana Hyejin? Ia tidak datang bersamamu?” Tanyaku basa-basi. Tentu saja aku tahu Hamun datang bersama Siwon hyung dan Hyejin masih menyelesaikan syutingnya. Hyejin baru akan datang setengah jam lagi.

Hamun menggelengkan kepalanya. “Memang kenapa, Oppa? Bukankah ia masih ada syuting?” Wajah polos Hamun membuatku semakin ingin menggoda dongsaeng kesayangan Hyejin ini. Maafkan aku karena aku tidak bisa menahan sifat evilku agar tidak keluar.

“Aku merindukannya, Hamun. Aku merindukan wanginya, tubuhnya, pelukannya, perhatiannya, ciumannya, semuanya. Aku merindukannya. Ternyata seorang istri berpengaruh banyak dalam kehidupan,” kataku sedikit melebih-lebihkan. Aku melihat Siwon hyung yang sudah mulai menegang. “Hyung, kusarankan kau segera menikah. Rasanya lebih enak daripada pacaran terus,” tambahku kemudian dan tertawa puas meninggalkan mereka yang sudah memanas karena ucapanku.

Aku tahu Siwon hyung tidak mau kalah sebenarnya. Ia sebal melihatku yang lebih muda darinya, menikah lebih dulu. Hal ini karena Hamun masih kuliah. Siwon hyung baru boleh menikahi Hamun saat gadis itu sudah lulus kuliah. Aku yakin Siwon hyung dapat bersabar sekitar setahun lagi.

Hamun dan Siwon hyung adalah pasangan favoritku tentu setelah aku dan Hyejin. Mereka begitu tenang dan teratur menjalani hubungan mereka sampai aku nyaris tidak pernah mendengar apalagi melihat mereka bertengkar. Jika Siwon hyung yang sedang panas, Hamun yang akan menenangkannya. Sebaliknya jika Hamun yang panas, Siwon hyung yang akan menenangkannya.

Berbeda dengan Sungmin hyung dan Jihyo. Sungmin hyung lebih banyak mengalah kepada Jihyo yang selalu bersikap semaunya, hampir sama sepertiku.

“Oppa!!!” Seru Jihyo lalu meloncat memelukku saat aku berhenti di hadapannya dan Sungmin hyung.

“Hai, Jihyo. Apa kabarmu?” Tanyaku sambil menepuk-nepuk kepalanya.

“Tidak lebih baik dari saat kalian, para magnae boyband terkenal, mengambil onnideul kami! Bagaimana bisa kalian menikah lebih dulu daripada hyungdeul kalian. Dasar tidak sopan!” Protes Jihyo sesuai ciri khasnya yang blak-blakan. Aku tahu maksudnya. Aku dan Changmin memang memutuskan untuk menikahi Hyejin, leader Super Girls dan Hyunah, lead vocal dan koki Super Girls. Hal itu pasti membuat dorm Super Girls terasa lebih sepi. Akan semakin lebih parah nanti saat Yunho hyung menikahi Minah dan membawa gadis itu tinggal bersamanya. Kasihan gadis-gadis kecilku ini, Jihyo dan Hamun.

Aku tertawa mengejek mendengar protes Jihyo mengenai onnideulnya. Hal ini membuat sifat evilku yang memang sudah mendarah daging muncul. “Kalau begitu minta saja Sungmin hyung menikahimu. Kau pasti tidak akan merasa kesepian karena setiap saat pasti ada saja waktu yang akan kau habiskan untuk mengurusnya,” kataku kembali membubuhkan sedikit bumbu berlebihan di dalamnya.

Sungmin hyung menatapku untuk menyuruhku tutup mulut yang tentu saja tidak akan aku turuti. Aku senang menggoda mereka. “Dengar Jihyo. Kalau kau sudah menikah, setiap pagi kau akan melihat wajah Sungmin hyung lalu begitu mau tidur kau juga akan menikmati wajah yang sama. Apa itu tidak menyenangkan? Selalu bersama dengan orang yang kau cintai? Rasanya itu seperti surga tahu,” kataku memanas-manasi. Aku memang berbakat menjadi kompor.

Jihyo memandangku penasaran. “Benarkah?” Tanyanya.

Aku menganggukkan kepalaku dengan mantap. “Kalau kau tidak percaya, buktikan saja. Tapi kau harus pastikan hyung-ku ini mau menikah denganmu. Karena tampaknya dia….” Aku sengaja tidak menyelesaikan omonganku. Jihyo menatap Sungmin hyung menuntut penjelasan. Aku hanya tertawa saat Sungmin hyung menatapku dengan tatapan mengancam. Aku pergi meninggalkan mereka menuju sofa. Lebih baik aku menunggu Hyejin datang.

“Annyeonghaseyooooo!!!” Sapanya dengan riang kepada kami semua di ruangan ini sambil melambai-lambaikan bungkusan di tangannya. “Kue beras kesukaan kita semua. Silahkan makaaaan!!” Katanya lagi sambil menaruh berbungkus-bungkus kue beras di tengah ruangan. Tanpa menunggu lama, kue beras itu sudah diserbu. Kecuali aku. Aku lebih suka menyerbu pembawanya. Hyejin, orang yang sudah aku tunggu-tunggu daritadi.

“Kenapa kau baru datang? Lama sekali,” protesku dengan manja membuat Hyejin menautkan kedua alisnya karena bingung.

“Aku menepati janjiku kok. Acara baru dimulai 15 menit lagi kan? Dan aku datang tepat sesuai janjiku. Iya kan?” Sahutnya tidak terima.

Yaaaah memang Hyejin datang tepat waktu, sangat tepat waktu bahkan tapi waktu aku menantinya itu yang tidak bisa diajak tepat waktu. Aku menginginkan Hyejin datang secepatnya dan selalu berada di sisiku.

“Mana makanan untukku? Kau tahu aku tidak suka kue beras kan?” Aku menyodorkan tanganku kepada Hyejin untuk meminta jatahku.

Hyejin menatapku dengan perasaan bersalah. Aku tahu dia pasti tidak bawa apa-apa untukku. Tidak masalah sebenarnya karena yang aku butuhkan adalah dirinya bukan hal lain. Hanya saja aku sedang ingin menggodanya. “Maaf Kyu, aku hanya sempat beli kue beras ini,” ucapnya penuh penyesalan.

Aku menghela nafas panjang seolah-olah aku kecewa. Aku pun kembali duduk di sofa dan menyibukkan diri dengan PSP-ku. Hyejin duduk di sebelahku sambil menarik-narik tanganku. “Kyu, maafkan aku. Aku janji nanti akan membelikanmu jjangmyeon kesukaanmu. Maafkan aku ya?” Ucap Hyejin pantang menyerah. Dalam hati aku tertawa-tawa bahagia tapi wajahku tetap harus tampak seolah-olah aku marah.

“Kyu, maafkan aku,” pinta Hyejin lagi dengan sungguh-sungguh. Wajahnya yang memelas tidak bisa membuatnya lebih lama lagi tersiksa rasa bersalahnya.

Aku kemudian mengecup kening, kedua pipi kemudian bibirnya yang semuanya sangat sempurna di mataku. “Terima kasih sudah datang. Aku hanya membutuhkanmu. Maaf sudah membuatmu sedih, Hyejin-ku sayang,” ucapku.

Hyejin memukul pelan lenganku kemudian bergelayut manja kepadaku. “Dasar menyebalkan! Kalau hari ini kau tidak tampil sempurna, aku tidak akan memaafkanmu. Dengarkan itu baik-baik.”

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku. “Aku mendengarnya dengan sangat baik, nyonya. Apa kau sudah siap mendukungku?”

Hyejin mengeluarkan sebuah lightstick dan balon biru safir dari tasnya. “Fans memberikannya padaku tadi di pintu masuk. Mereka sangat mencintai kalian, begitu juga aku. Jadi tentu saja aku akan mendukung kalian. Super Junior!!! Hwaiting!!!” Serunya bersemangat. Aku hanya bisa tertawa melihat tingkahnya yang wajar jika sudah menjadi ELF.

Sudah saatnya Super Junior naik ke panggung. Kami meninggalkan Hyejin, Jihyo dan Hamun di ruang tunggu kami. Biar mereka menikmati penampilan kami dari ruang tunggu. Kami, khususnya aku, tidak ingin mereka memecah konsentrasi ELF untuk mendukung Super Junior.

“Kyaaaaa!!! Daebaaaak!!!” Seru Jihyo bersemangat ketika kami kembali ke ruang tunggu kami. Ia meloncat ke pelukan Siwon hyung, oppa kandungnya, ke pelukanku kemudian terakhir ke pelukan Sungmin hyung.

“Chukkae, oppadeul,” ucap Johee, kekasih Donghae hyung. Tampaknya ia baru datang saat kami naik ke panggung karena tadi aku tidak melihatnya. Donghae hyung langsung mendekati kekasihnya dan memeluknya dengan erat. Aku sudah tahu apa yang akan terjadi. Donghae hyung pasti akan mengucapkan terima kasih beribu-ribu kali lalu memuji-muji Johee sampai membuat Johee nyaris kehilangan nafas saking sesak oleh kesenangan. Itu memang keahlian Donghae hyung, romantis tingkat akut. Untung hanya satu orang yang jadi korbannya, Shim Johee.

Shim Johee adalah sepupu Shim Changmin, sahabatku yang terbaik dan paling brengsek. Ia tahu Donghae hyung sudah cukup lama jalan dengan Johee dan aku rasa sudah saat yang tepat buat mereka berdua untuk menikah tapi Changmin selalu melarangnya. Alasannya, “Johee masih kuliah. Bersabarlah setahun lagi. Toh sepupuku tidak akan lari kemana-mana. Dia itu cinta mati padamu, hyung.”

Alasan yang masuk akal tapi tidak cukup masuk akal jika mengetahu alasan sebenarnya adalah Changmin hanya ingin sedikit bermain-main. Changmin merupakan pemuja Johae couple, tentu saja dia akan dengan senang hati melihat sepupunya menikah dengan Donghae hyung tapi sifat evilnya yang tidak kalah evil dari milikku, membuatnya sedikit ingin bersenang-senang. Dasar gila.

Tanpa menggubris keramaian di ruangan ini, aku bergerak menuju tujuanku. Hyejin. Hanya dia yang di otakku dari tadi. Nama yang terus terngiang di telingaku dan orang yang selalu mengisi pikiranku. “Bagaimana? Aku tidak mengecewakan kan?” Tanyaku meminta pendapatnya.

Hyejin mengacungkan kedua jempolnya kepadaku. “Daebak!! Kau benar-benar sexy, not free and not single. Di lagu from U kau juga benar-benar hebat. Tampan, tidak ada nada yang meleset, ekspresi yang bagus, pitch yang terkontrol. Daebak!!” Jawabnya sekaligus memujiku habis-habisan. “Kalau saja waktu itu kau melamarku dengan lagu from U, aku pasti yang akan langsung balik melamarmu,” tambahnya kemudian.

Aku menepuk-nepuk kepala Hyejin dengan penuh kasih sayang. “Gomawo, jagiya. Tapi asal kau tahu, aku tidak ingin kau balik melamarku. Untung lagu itu belum jadi saat itu,” kataku.

Hyejin tersenyum dan menuntun tanganku untuk merangkul bahunya. “Kira-kira siapa lagi yang belum menjadi sasaran empukmu di ruangan ini?” Tanya Hyejin sambil menyusuri ruangan diiringi senyuman jahilnya. Tidak butuh waktu lama untuk mencerna pikirannya yang jelas-jelas sudah teracuni ide-ide kotorku.

“Leeteuk hyung, Eunhyuk hyung, Kangin hyung, Shindong hyung, Ryeowook. Masih banyak ternyata,” jawabku menyesal. Saat aku menyebutkan nama-nama itu, Hyejin memandang orang si pemilik nama sambil menimbang-nimbang korbannya.

“Leeteuk hyung korban selanjutnya. Ayo kita kerjain dia, Kyu,” ajak Hyejin usil. Kami berdua pun berjalan mendekati Leeteuk hyung yang sedang sibuk bertelepon kesana kemari.

Hyejin dengan sengaja mendudukkanku di sofa tepat di hadapan Leeteuk hyung dan bersikap seolah-olah sedang memanjakanku. “Kyuhyun-ah, yeobo, kau hebat sekali. Aku suka sekali penampilanmu tadi. Kau benar-benar sempurna. Ah, saranghae,” puji Hyejin dengan nada dilebih-lebihkan sambil bergelayut manja di lenganku kemudian menciumku.

“Karena kau sudah memberikan yang terbaik hari ini, nanti malam aku akan memberikan hadiah untukmu,” kata Hyejin lagi, memimpin ide iseng ini. Aku hanya mengikutinya.

“Jeongmal? Kau akan memberikanku apa?” Tanyaku, pura-pura penasaran tentu saja.

Hyejin kemudian mendekatkan mulutnya ke telingaku. Ia mencoba membisikkan sesuatu tapi tampaknya ia tidak berniat seperti itu. Ia berkata dengan volume yang bisa didengar Leeteuk hyung. “Aegi. Aku ingin memberimu seorang bayi. Sudah saatnya kau menjadi seorang appa,” kata Hyejin.

Aku hanya bisa tertawa-tawa senang mendengarnya kemudian mengelus kepala Hyejin dengan lembut. “Gomawo, jagi. Jeongmal gomawoyo,” ucapku.

Suara Leeteuk hyung sudah tidak terdengar lagi. Langkah kakinya yang bolak-balik berjalan juga sudah tidak ada. Kemana dia? Aku bertanya dalam hati. “Kalau kalian berharap dengan cara seperti ini aku akan segera menikah, kalian salah besar. Aku tidak akan terpengaruh. Satu lagi, tampaknya rencana kalian untuk memiliki bayi harus ditunda besok. Malam ini kita ada makan bersama di kantor. Direktur sudah menyiapkan semuanya. Ayo!” Kata Leeteuk hyung hanya dalam satu tarikan nafas untuk satu kalimat. Kemudian ia pergi meninggalkan kami berdua.

Hyejin memandangku sambil memamerkan deretan giginya. “Kita berhasil! Dia memanas,” ucap hyejin sambil tertawa puas. Ia juga mengajukan hi-5 denganku yang kusambut dengan senang hati. Tujuanku dan Hyejin memang ingin memanasi Leeteuk hyung. Bagaimanapun dia sudah tua dan saatnya untuk memikirkan dirinya sendiri, tidak hanya Super Junior dan pekerjaannya yang lain. Dia harus memikirkan untuk sesuatu yang namanya cinta.

Leeteuk hyung pergi untuk mengumumkan acara makan bersama di gedung SM. Seketika, ruangan kosong melompong. Kalau soal makan, kami memang rajanya, tidak boleh ada kata kehabisan. Aku dan Hyejin pun segera menyusul yang lain menuju gedung SM. Ternyata yang datang bukan hanya departemen Super Junior. DBSK juga ada di sana. Buktinya aku bisa melihat Changmin yang sedang menyuapi Hyunah dengan sabarnya. Sejak kapan manusia itu berubah begitu?

Aku dan Hyejin mendekati Changmin dan Hyunah. Hyejin dan Hyunah tentu saja langsung meloncat kegirangan untuk saling berpelukan dan mengecup pipi secara bergantian. Aku dan Changmin hanya menatap mereka sambil menggelengkan kepala.

“Kyu percayalah, kalau sampai aku menyapamu seperti cara Hyunah dan Hyejin saling menyapa berarti dunia akan kiamat dalam hitungan menit,” ujar Changmin sesuka hatinya tanpa maksud jahat.

Aku tersenyum kepadanya. “Tadi aku lihat kau menyuapi Hyunah dengan sabar. Aku rasa besok juga akan kiamat,” ledekku santai.

Changmin mendecakkan lidahnya berkali-kali. “Kau itu terlalu negative thinking. Justru itu tanda akan adanya kehidupan baru. Dasar bodoh!” Sahut Changmin dengan bangganya.

“Maksudmu?” Aku tidak mengerti jawaban Changmin.

“Hyunah sedang hamil, baru 1 bulan. Masih terasa mual-mual. Jadi kalau tidak disuapi seperti tadi dia tidak akan makan,” kata Changmin berseri-seri. Ia akan segera menjadi appa. Sial, sekarang aku yang iri setengah mati dengan pasangan ini.

Tampaknya Hyejin mendengar ucapan Changmin karena saat itu juga ia langsung mengelus perut Hyunah. “Chukkae, Hyunah-ya. Kau beruntung sekali sudah mempunyai calon bayi. Boleh aku mengatakan sesuatu padanya?” Tanya Hyejin dengan ceria. Wajahnya terlihat sekali bahwa ia menginginkan hal yang sama dengan apa yang dimiliki Hyunah sekarang. Aku tahu Hyejin juga ingin memiliki anak tapi syuting drama yang sedang dijalaninya sekarang tidak membolehkannya.

Hyejin menundukkan kepalanya lalu berbicara dengan perut Hyunah. “Hai keponakannku yang cantik atau tampan. Aku Song Hyejin, sahabat ibumu. Tumbuhlah jadi anak yang baik, sehat dan pintar. Jangan sering menyusahkan ibumu ya. Dia wanita yang sangat baik, begitu juga dengan appamu. Kau pasti sudah ingin melihat dunia ya? Bersabarlah. Kau pasti akan dilahirkan di saat yang tepat,” ucap Hyejin. Aku melihatnya sedikit mengusap matanya sebelum air mata jatuh dari sana. Aku rasa Hyejin sudah ingin sekali memiliki bayi.

Aku mengajak Hyejin pulang sebelum acara selesai. Aku sudah terlalu lelah, begitu juga dengan Hyejin. Dia harus segera istirahat karena besok ia masih punya jadwal syuting drama. Lagipula tidak baik membiarkan Hyejin berlama-lama dengan Hyunah. Hyejin bisa tambah frustasi melihat kehamilan sahabatnya itu.

Hyejin berbaring di sampingku setelah ia selesai mandi. Ia memelukku dengan kepala yang ia letakkan di dadaku. “Aku ingin punya bayi,” ucapnya tiba-tiba dengan nada sendu. Aku sudah duga ia akan mengatakan hal ini.

Aku mengelus kepalanya lalu menciumnya. “Bersabarlah sayang. Dramamu akan selesai 3 bulan lagi. Setelah itu, kita akan berusaha untuk memiliki seoarang anak. Bagaimana?” Usulku untuk menenangkan Hyejin.

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Aku ingin memilikinya sekarang. Changmin dan Hyunah menikah sebulan setelah kita tapi mereka sudah memiliki janin di rahim Hyunah. Aku juga mau, Kyu.”

Hal yang paling susah dari Hyejin adalah jika ia sudah merajuk menginginkan sesuatu. Ia akan menjadi sangat keras kepala. Ia akan melakukan apapun untuk mencapai keinginannya. Termasuk sekarang. Ia sudah mulai menggerakkan tangannya untuk menggodaku. Demi drama itu, aku sekuat tenaga untuk menahan godaannya. Aku memberhentikan tangan Hyejin dan meletakkannya di bibirku.

“Kenapa? Apa aku tidak menarik?” Tanya Hyejin sedih melihat aku menghentikannya. Pertanyaan bodoh.

Aku menggelengkan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya. “Kau perempuan paling menarik yang ada di dunia, Hyejin. Percayalah, setiap aku bersamamu aku ingin sekali menghabisimu tapi kontrakmu masih ada 3 bulan lagi. Kita tidak bisa melanggarnya. Kita harus konsekuen. Kalau dramamu sudah selesai, aku janji aku akan siap di rumah di malam syuting episode terakhirmu. Aku akan di rumah untuk memberikan seorang bayi untukmu. Sabarlah ya, sayang.”

Hyejin menelusupkan kepalanya di lenganku. Aku merasakan air matanya membasahi lenganku. Aku tidak bisa beerbuat apa-apa kecuali mengelus dan menciuminya. “Aku mencintaimu, Kyu. Aku hanya menginginkan jadi ibu dari anak-anakmu,” ucapnya lirih. Hatiku bahagia mendengar keinginannya tapi juga sedih karena belum bisa mengabulkannya.

—-

8 bulan kemudian.

Hyejin berteriak panik sehabis ia menerima telepon. “Kyuuuu!!! Hyunah akan melahirkan. Ayo kita ke rumah sakit sekarang!!!” Dengan panik, ia masuk ke dalam kamar dan menarikku bangkit dari tempat tidurku yang nyaman. “Kyu, temani aku ke rumah sakit. Ayooo!!!” Ia tampak sekali khawatir dengan Hyunah.

Hari ini sudah 9 bulan Hyunah mengandung dan saatnya ia melahirkan. Sebagai sahabat, wajar jika Hyejin mencemaskan Hyunah tapi lebih wajar diriku yang mencemaskan Hyejin. Kandungannya sudah berusia 4 bulan tapi ia masih berlari terburu-buru untuk segera menengok Hyunah ke rumah sakit. Tidak tahukah ia bahwa membuat perutnya menjadi buncit itu sangat susah.

“Yaa!! Song Hyejin, pelan-pelan. Jangan sampai kau jatuh. Astaga!! Song Hyejin!” Aku benar-benar dibuat jantungan oleh wanita satu ini. Hidupku akan semakin sempurna dalam waktu 5 bulan lagi tapi tidak aku sangka perjuangan untuk mencapai kesempurnaan itu sangat menguji kesabaran. Apalagi jika memiliki istri seperti Hyejin yang manja, keras kepala, tidak bisa diam dan banyak maunya. Astaga.

Hyejin kembali berjalan dengan terburu-buru saat tiba di rumah sakit. Sambil sibuk menelepon Minah, ia melangkahkan kakinya secepat mungkin. Ia membuatku harus berkali-kali berteriak, “Hati-hati, sayang. Astagaaaaa!!!”

Minah langsung memeluk Hyejin begitu mereka bertemu. Sayang mereka hanya bisa saling memeluk leher karena terganjal perut buncit masing-masing. Lucu sekali melihatnya. “Bagaimana Hyunah?” Tanya Hyejin masih dengan perasaan khawatir.

“Dia ada di ruang operasi. Changmin bersamanya. Tenanglah, semua akan baik-baik saja, Hye. Beberapa bulan lagi kita juga akan mengalami hal yang sama dan aku ingin Yunho oppa menemaniku saat aku melahirkan. Awas kalau dia lupa!” Kata Minah.

Aku mendengarkan pembicaraan mereka sambil dengan cemas menunggu di depan ruang operasi. Apa seperti ini rasanya menunggu seseorang melahirkan? Kalau pada saat Hyejin melahirkan anakku, pasti akan jauh lebih mencemaskan dari ini. Semoga Hyunah bisa melewatinya.

Kedua ibu hamil itu ternyata sudah duduk berdampingan sambil berdoa untuk kelancaran persalinan Hyunah. Puji Tuhan, doa mereka dikabulkan! Changmin keluar dari ruang operasi sambil menggendong bayi perempuan cantik yang sangat menggemaskan. Minah dan Hyejin langsung menyerbu dan menggantikan Changmin menggendong bayi itu. Wajah mereka sangat bahagia.

Aku tersenyum dan memeluk Changmin. “Chukkae, kawan! Kau akhirnya menjadi ayah. Aku ikut senang. Kau tahu tadi aku sangat mencemaskan Hyunah,” ucapku memberi selamat.

“Gomawo, Kyu. Terima kasih sudah mendoakan HyunMin. Namanya Shim HyunMin,” sahut Changmin. Wajahnya terlihat sangat bahagia sekaligus lega. “Kau akan merasakannya sebentar lagi, kyu. Tidak ada yang bisa menandingi rasa gugupku selama di dalam. Bahkan rasa gugup saat memulai konser jauh di bawah rasa gugup menemani Hyunah melahirkan. Tapi setelah anakmu lahir dan istrimu baik-baik saja, kau akan merasa bersyukur luar biasa.”

Aku memandang Hyejin yang masih menggendong HyunMin dengan hati-hati. Tanpa sadar sebuah senyum mengembang di wajahku. Aku membayangkan posisi Changmin yang akan terjadi padaku dalam kurun waktu 5 bulan dan seketika aku cemas. Oh ayolah Kyu, hal itu masih akan terjadi 5 bulan lagi. Lebih baik sekarang kau menjaga Hyejin dan anakmu baik-baik agar pada saat melahirkan keduanya akan sehat-sehat, sugestiku. Dalam hati aku memuji kehebatan wanita yang berjuang mati-matian untuk melahirkan bayi-bayi yang menggemaskan itu.

Aku kemudian mendekati Hyejin dan mengelus kepalanya dengan lembut. “5 bulan lagi, aku berjanji akan menemanimu menjalani persalinan yang sangat membuat deg-degan ini. Aku akan menjaga kau dan anak kita dengan baik,” janjiku pada Hyejin dan diriku sendiri.

The end.