( The Other Side Of SUJU ) I Love Cat and You –  WoonJung Couple

Author                  :               Estia Kim

Cast                       :               Kim Young-Woon, Seo Jung-Ah

S. Cast                   :               Seo Dong-Wook ( Jung-Ah twin ) – namja, Youngrin ( kucing Garfield ) – yeoja, Heebum ( Kucingnya Chullie ) – anggap saja Heebum itu namja yee ^^

Genre                   :               Romantis, Family

Length                  :               Two Shoot

Disclaimer           :               The Other Side Of SUJU – menguak atau berfantasy – dengan membalikan fakta-fakta tentang mereka hingga 180’.

Saya lagi malas browser fakta-fakta Kangin Oppa J

Terinspirasi dari judul komik “ I Love Dog And You “. Cuma pakai judulnya ajja sih yang sama J

Ni juga saya kasih sedikit bocoran komik Change Guy yang saya masukin ke FF ini J

Change Guy : komik cowok yang penuh dengan gambar perkelahian tanpa ada selingan percintaannya selembar pun.

Kang Tuji, seorang bocah SMA yang jago berkelahi.

Choi Wusu, seorang bocah SMA kutu buku.

Tentu saja mereka beda sekolah. Karena satu kesalahan seorang peneliti mereka bertukar jiwa. Sampai ni komik tamat, mereka belum bertukar jiwa kembali.

Untuk menyambut comebacknya Kangin Appa for 6jib, saya paksain otak saya untuk meng-endingkan FF ini J

Enjoy Reading ne chingu J

…………………………………………………..

Musim Panas, Tahun 2008

@Haebaragi Park

Seorang yeoja dengan seragam High School ternama di Seoul sedang menikmati kesegaran dari minuman soda ditengah cuaca terik dengan santainya. Padahal kalau dipikir-pikir di jam 13:15 ini seharusnya dia masih ada disekolah. Bagaimana pun juga ini jam sekolah.

Tanpa ada yang mengusiknya, dia mulai mengeluarkan komik Change Guy-nya. Komik lama yang dia “curi” dari rak saudara kembarnya, Seo Dong Wook.

Yeoja yang ternyata bernama Seo Jung-Ah itu begitu terhanyut dengan gambar-gambar perkelahian antara Kang Tuji ( yang didalamnya adalah Choi Wusu ) VS Hang Kang Ho. Dengan cepat jemari lentiknya membalik satu per satu halaman buku komiknya. Dia begitu menghayati perkelahian dua tokoh dalam komik yang tengah dibacanya.

Hingga akhirnya seekor kucing mengganggu konsentrasinya. Dengan tanpa sopan santunnya, sang kucing berbulu coklat dengan corak putih itu mendengkur plus menggosokan badan berbulunya pada kaki Jung-ah.

“ Yak!” Seru Jung-Ah dengan kekagetan tingkat dewanya. Sontak dia langsung menendang-nendang kaki kanannya.

“ Meoong!” Kucing unyu-unyu yang terlempar dengan “manis” itu menggeram sebal pada Jung-Ah.

“ Aishhh… kenapa kau suka sekali menggangguku sih.” Kata Jung-Ah dengan mata tajamnya, namun tetap mendekat lembut pada si kucing.

“ Gwenchana?” tanya Jung-Ah sambil mengangkat kucing-nya dalam pelukan.

“ Meooong.” Kali ini si kucing menggeram manis. Kalau dikomik akan ada icon “love” disekitar kucing itu.

“ Mianhae ne.” ucap Jung-Ah sambil mengelus kucing-nya setelah duduk kembali dibangku taman.

“ Meoong.” Lagi-lagi adegan penuh cinta antara Yeoja dan Kucing liar itu tercipta dengan manisnya.

Jung-Ah melipat kecil pojokan halaman komiknya yang terakhir dia baca. Sekarang yeoja itu terlihat sedang bercanda dengan si kucing. Bahkan mereka sampai bergulingan ditaman – yang untung saja rumputnya kayak rumput dilapangan bola – dengan santainya ditambah lagi suara tawa yang tidak bisa dibilang pelan beradu dengan suara meongan kucing yang cukup keras juga.

Disisi lain ditaman itu, seorang namja tengah menatap Yeoja dan kucing-nya dengan kening berlipat-lipat. Meski kucing itu tidak memakai kalung tanda kepemilikan, tapi kucing itu punya majikan. Dan karena Cast Utama nya sudah saya tulis jadi ketebakkan siapa pemilik kucing unyu-unyu itu?

Yaap!

100 untuk reader.

Kim Young-Woon a.k.a Kangin, member of Super Junior lah majikan si kucing unyu-unyu yang sedang bermain dengan Jung-Ah.

Akhir-akhir ini dia memang sedikit heran – sedikit banyak sebenarnya – pada kucing yang dia beri nama Youngrin itu.

#kalau aku kasih nama Woonie takutnya diceramahi Tuan Choi Siwon sampai 7 hari 7 malam ^^v

#anggap aja Kangin Oppa mlihara Kucing yaaa ^^v

Makanya Kangin mengikuti kucingnya keluar dorm siang ini. Mumpung jadwalnya belum sepadat jadwal Hyun Bin. Dia juga sempat menggeram marah ketika tadi Jung-Ah menendang “teman tidurnya” itu. Tapi sedetik kemudian senyumnya mengembang dibalik maskernya ketika gadis itu mendekap serta mengelus lembut kucingnya.

Young-Woon mulai melangkah mendekati Jung-Ah dan kucingnya. Bermaksud mengambil kembali kucing kesayangannya yang tengah bercanda mesra dengan Jung-Ah. Padahal nih yaa, kucing nya Young-Woon Oppa tuh yeoja lho. Tapi bisa akrab gitu sama Jung-Ah.

“ Haahaahaaa,, Hei jangan menjilat. Kalau ketahuan Dong-Wook Oppa kau bisa ditangkap Dinas Kehewanan.” Kata Jung-Ah sambil mengangkat tubuh gembul si kucing dengan posisi telentangnya. Kayak Garfield kali yaa.

“ Wah Wah.. Bagaimana bisa kau seberat ini, hhm?” Jung-Ah terlihat kesulitan mengangkat tubuhnya untuk duduk dengan si kucing ditangannya.

“ Tentu saja karena aku memberinya makanan kucing bergizi serta susu 2X sehari.” Ucap Young-Woon dibelakang Jung-Ah.

“ Ehh!” Jung-Ah menolehkan kepalanya kebelakang. Merasa suara namja itu ditujukan padanya.

“ Kucing ini punya majikan yaa? Dia bukan kucing liar?” Tanya Jung-Ah dengan sifat ceplas-ceplos nya.

“ Ne. Dia kucingku. Namanya Youngrin. Dia Yeoja.” Jelas Young-Woon.

“ Oh…” Jung-Ah menganggukan kepalanya lucu.

“ Dia akrab sekali denganmu? Berapa lama kalian berteman?” Tanya Young-Woon sambil mendudukan diri disamping Jung-Ah. Seketika Youngrin si Kucing melompat kepangkuan pemiliknya.

“ baru 2 minggu ini. Aku menyelamatkannya dari anak nakal yang mengganggunya.” Jelas Jung-Ah.

“ Heh Bocah! Bukankah seharusnya kau disekolah jam segini?” Tanya Young-Woon menatap Jungh-Ah dengan kening berkerutnya.

“ Aku punya nama Ahjusi, jangan panggil aku bocah. Aku sudah kelas 3 High School yang sebentar lagi masuk Universitas.” Jung-Ah mempoutkan bibirnya lucu dengan wajah sebalnya.

“ Ne ne. Bocah High School kelas 3 yang sebentar lagi masuk Universitas, apa yang kau lakukan di jam sekolah ini, eoh? Harusnya kau belajar kan?”

“ Aishh.. Aku sudah cukup pintar untuk meraih peringkat ke-2 se-Seoul tanpa perlu belajar. Pelajaran yang diajarkan Seosangnim setiap harinya melekat erat di otakku yang IQ-nya berkisar di angka 155 ini.” Jung-Ah menyombongkan mengalahkan Kyuhyun maupun Changmin nih (-.-“)

“ Kau tidak berniat meraih peringkat pertama, eoh?”

“ Aboji lebih senang kalau Dong-Wook Oppa yang dapat peringkat pertama.” Jung-Ah mengucapkannya dengan santai, tapi Yong-Woon dapat menangkap kesedihan dalam suaranya.

Si kucing Youngrin yang bisa merasakan sedikit aura kesedihan Jung-Ah mendengkur pelan dipangkuan Jung-Ah. Bermaksud menghibur temannya. Jung-Ah tersenyum lembut sambil membelai sayang si kucing.

Young-Woon yang terpesona pada senyum Jung-Ah, bangkit berdiri mencari sesuatu untuk menghiburnya. Tidak mau kalah sama Youngrin sepertinya.

“ Tunggu sebentar ne.” Dengan nada memerintah tangan besarnya menepuk lembut kepala Jung-Ah.

Jung-Ah sendiri hanya menganggukan kepala karena dia sedang sibuk dengan Youngrin.

……………………………….

Ketika Young-Woon kembali, dia melihat Jung-Ah tetap pada posisi dan ekspresi saat tadi ditinggalkannya. Dengan 2 cup Eskrim Choco-Vanila ditangannya dia sudah siap dengan scenario untuk menghibur Jung-Ah.

“ Nih.” Young-Woon menyodorkan 1 cup eskrim untuk Jung-Ah.

“ Wahh.. Kamsahamnida Ahjusi. Kau tahu saja aku suka Choco-Vanila.” Kata Jung-Ah lengkap dengan cengiran khas nya.

“ Jinja? Karena aku tidak tahu jadi aku samakan saja dengan punyaku. Ternyata kau suka juga yaa?” mereka mulai makan eskrimnya dengan percakapan yang mengalir begitu saja. Scenario terbaik Young-Woon tidak terpakai.

……………………………………….

3 minggu kemudian

@Dorm SUJU

“ Youngrin! Kau dimana Chagi?” teriak Young-Woon memanggil kucing tercintanya sedetik setelah membuka pintu Dorm. Dia baru saja pulang pemotretan dengan Leeteuk dan Yesung.

“ Meooong,, Aku disini Oppa…” Jawab Kyuhyun dengan suara imut yang dibuat-buat. Dan maaf yaa,, Kau GAGAL oppa (-.-“)

“ Dongsaeng PABO! Memang Youngrin bisa bicara apa.” Kata Young-Woon sewot.

“ Hyung juga Pabo dunk? Memangnya Youngrin bisa menjawab apa Hyung panggil begitu?” Kyuhyun gak mau kalah nih.

“ Dia kan bisa mengeong menjawabku.” Dan perdebatan bodoh ini dimenangkan oleh Young-Woon yang memberikan jitakan manisnya pada kepala Kyuhyun.

Tanpa peduli teriakan protes Sang Dongsaeng, Young-Woon melangkah malas kekamarnya mengambil penyamarannya. Dia sudah tahu dengan pasti kemana harus mencari Youngrin. Tapi mengingat ini sudah sore, dia tidak mau terlalu berharap bisa menemukan Youngrin dalam pangkuan gadis SMA yang dia temui kemarin itu.

Apa Oppa kita ini terlihat tertarik dengan si bocah SMA??

Mungkin iya.

Lagi pula jarak usia mereka hanya 5 tahun kan. Cukup ideal lah.

………………………………………

@Haebaragi Park

Young-Woon berjalan pelan ditaman. Meski keningnya berkerut heran tapi senyumannya terkembang manis dibalik maskernya. Dia tengah menangkap siluet Jung-Ah dibangku kemarin itu. Youngrin tampak tertidur nyaman dipangkuan Jung-Ah. Sedangkan Jung-Ah sendiri menikmati komiknya dengan santai.

Semakin dekat jarak mereka, Young-Woon semakin melihat kemanisan (?) gadis itu. Dengan Jeans, T-shirt, dan Hoodienya Jung-Ah terlihat Good Looking untuk Young-Woon. Oppa kita ini sedang terpesona sepertinya.

“ Hey Bocah! Apa yang kau lakukan sore-sore begini?” Kata Young-Woon didepan Jung-Ah. Meski terdengar galak untuk kalian tapi dengan telinga Jung-Ah yang sudah terbiasa diomeli galak.

“ Aish .. Tidak kucing tidak majikan suka sekali mengganggu kesenanganku.” Desis Jung-Ah tanpa mengalihkan mata dari komiknya.

“ Kau tidak berniat baca komik disini sampai malam kan?” Tanya Young-Woon ketika melihat tas slempang Jung-Ah yang sedikit terbuka memperlihat beberapa – dalam arti banyak – komiknya.

“ Ya. Memang itu niatku. Kenapa? Ada maslah dengan itu Ahjusi?” Jawab Jung-Ah sewot karena kesenangan terganggu.

“ jangan panggil aku Ahjusi. Panggil aku Oppa!”

“ Jangan panggil aku Bocah. Panggil aku Jung-Ah!”

Sama-sama keras kepala ni dua makhluk Tuhan (-.-“)

“ Kenapa Youngrin bisa berteman denganmu sih?” gumam Young-Woon sabil duduk disamping Jung-Ah.

Jung-Ah yang bisa mendengar gumaman Young-Woon pun menimpalinya dengan gumaman yang memang sengaja dia keraskan suaranya.

“ Karena memang aku punya aura kebaikan, tidak seperti majikannya yang suka menggerutu itu.”

“ Isshh .. Bocah ini.”

Young-Woon merasa nyaman dengan Jung-Ah yang tidak mengenalnya sebagai member Super Junior. Jadi dia tidak perlu jaga imej. Dia juga heran sebenarnya, kenapa Jung-Ah tidak mengenal Super Junior. Tapi daripada disangka FanBoy, Young-Woon tidak meminta penjelasan untuk ini.

“ Ehhh, Kau lapar tidak?” Tanya Young-Woon sambil memukul pelan lengan Jung-Ah disebelah kirinya.

“ Awww,,” Jung-Ah meringis merasakan nyeri dillengannya.

“ Gwenchana?” Young-Woon khawatir melihat Jung-Ah meringis kesakitan. Padahalkan dia hanya menoel pelan lengan Jung-Ah.

“ Ne. Gwenchana.” Jung-Ah mengusap pelan lengan nya.

“ Kau yakin?” kekhawatiran Young-Woon tercetak jelas pada raut wajahnya.

“ Nde,,” jawab Jung-Ah ragu.

“ heyy. Wajahmu pucat!” tangan besar Young-Woon menangkup wajah mungil Jung-Ah.

“ Kajja kita keklinik!”

“ Aniya Oppa.. Aku baik-baik saja.” Jung-Ah tersenyum meyakinkan Young-Woon. Tapi biarpun begitu Young-Woon tetap tidak percaya kalau Jung-Ah baik-baik saja.

“ Senyummu mengerikan kau tahu? Berhenti bersikap seolah kau baik-baik saja tapi jelas-jelas kau ingin menangis.” Dengan wajah tegas tapi mata yang memancarkan kehangatan dari seorang Kim Young-Woon, Jung-Ah tidak bisa lagi menahan airmata.

Cairan bening itu mulai menetes dari mata bening Jung-Ah. Bibir bawahnya dia gigit untuk menahan isakannya. Young-Woon mengambil Jung-AH dalam dekapan hangatnya. Membiarkan Jung-Ah membasahi jaket mahalnya.

“ Aku tidak tahu ada apa denganmu. Tapi jangan ditahan. Menangislah sepuasmu sampai kau merasa lega. Aku akan berbaik hati meminjamkan dadaku untukmu bersandar.” Usapan lembut Young-Woon pada kepala dan punggung Jung-Ah membuat gadis itu terisak keras.

Satu hal yang tidak pernah dia dapatkan bahkan dari Ibunya sekalipun. Dibalik wajah dinginnya Jung-Ah menyimpan begitu banyak kesedihan. Dia bukan tipe gadis yang bisa curhat, jangankan curhat, punya teman ajja jaraaaaang banget. Hampir tidak punya kalau Youngrin tidak dihitung.

Saudara kembarnya? Seo Dong-Wook?

Mereka berteman hanya dikamar Jung-Ah. Pakai capital B I U aktif yaa, HANYA dikamar Jung-Ah. Itupun harus pake acara sembunyi-sembunyi segala. Seluruh keluarga Jung-Ah – lagi – SELURUH keluarga Seo, menganak-emaskan Dong-Wook seorang. Bahkan hanya Dong-Wook yang mereka kenalkan pada relasi-relasi bisnis keluarga. Tidak ada yang tahu bahwa kalau ternyata Dong-Wook punya saudara kembar cewek bernama Seo Jung-Ah.

Foto keluarga dirumah??

Jawabannya tentu saja tidak ada wajah Jung-Ah disana. Entah tepatnya sejak kapan, tapi seluruh keluarga besar Seo tidak menganggap Jung-Ah ada. Selama ini dia diasuh oleh Kepala Pelayan Bong. Seorang nenek Tua yang mengasuhnya dengan penuh kasih sayang seperti yang telah dipesankan oleh mendiang Ny. Seo.

………………………………………….

Seiring berjalannya waktu, Jung-Ah dan Young-Woon semakin akrab. Walaupun sampai 2 bulan ini mereka bertemu ditaman, Young-Woon belum mengetahui apa-apa tentang Jung-Ah, begitu pula sebaliknya. Tapi tetap saja mereka dekat dengan cara mereka sendiri.

Entah itu bermain bersama Youngrin atau ketoko buku berburu komik-komik favorit mereka. Dan sesekali mereka juga makan kue beras bersama dikedai pinggir jalan.

Entah karena Super Junior baru debut atau memang pamor Young-Woon yang tidak begitu cemerlang seperti Siwon, mereka tidak pernah mengalami satu kejadian lari marathon ditengah kota. Hingga pada suatu waktu, hampir 3 minggu belakangan ini Youngrin tidak lagi menghabiskan waktu sore hari nya ditaman. Dia – Youngrin – pulang lebih cepat dari taman.

Bahkan Young-Woon pun sudah sengaja mengajak keluar Youngrin – biasanya Youngrin yang ajak Young-Woon keluar – demi bisa bertemu Jung-Ah, tapi gadis itu bagai ditelan bumi. Dia tidak muncul ditaman.

Sore ini sore ke-24 Young-Woon dan Youngrin tidak menemukan sosok Jung-Ah dibangku taman biasanya. Dengan Youngrin dalam gendongannya, Young-Woon berjalan lesu mengitari taman.

“ Youngrin, kemana temanmu itu? Bukankah ujian akhirnya sudah selesai 2 minggu lalu?”

Yapp, minggu pertama Young-Woon tidak menemukan Jung-Ah, dia pikir Jung-Ah sedang menyiapkan ujian akhirnya. Minggu kedua dia pikir Jung-Ah sedang menyiapkan ujian masuk Universitas. Minggu ketiga dia pikir Jung-AH sedang berlibur sekedar me-refreshkan pikiran setelah ujian. Nah sekarang apa lagi hal positive yang bisa dia pikirkan tentang keadaan Jung-Ah??

“ Haaaa,,,”

 

Sorry sorry sorry sorry

Naega naega naega meonjeo

Nege nege nege ppajyeo

Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby

 

Shawty shawty shawty shawty

Nuni busyeo busyeo busyeo

Sumi makhyeo makhyeo makhyeo

Naega michyeo michyeo baby 

 

 

Yeoboseo?” ucap Young-Woon setelah menggeser panel hijau pada layar Smartphonenya.

“ Ini Appa. Kau ada waktu nanti malam?” tanya Tn. Kim tanpa basa-basi.

“ Ada. Jam 8 aku pulang dari SBS. Waeyo Appa?” Young-Woon mengambil tempat dibangku taman bawah Pohon Ek.

“ Baiklah. Kalau begitu kau langsung saja kerumah teman Appa. Nanti Appa sms in alamatnya.”

“ Memang ada acara apa, sampai aku juga harus ikut?”

“ Putra teman Appa ulangtahun, jadi kita sekeluarga di undang. Lagipula kami kan belum mengenalkanmu secara resmi pada teman-teman Appa.”

“ Ne. Appa aku mengerti. Nanti malam aku akan langsung kerumah teman Appa itu. Sms in saja alamatnya.”

“ Ne. Anyeong.”

“ Anyeong.”

Pip.

“ Kajja Youngrin kita pulang. Nanti malam aku akan pulang larut, kau tidur saja dulu diranjang ku ne?” kata Young-Woon setelah menerima sms dari Appa nya dan mengangkat Youngrin sejajar dengan wajahnya.

“ Meoong…” Youngrin yang seolah mengerti dengan apa yang diucapkan tuannya hanya mengeong sambil menunjukan senyumnya.

………………………………………

On The Other Side

“ Pastikan dia tidak muncul nanti malam. Kalau perlu kunci pintu kamarnya.” Ucap Tn. Seo pada salah satu maid dirumah mewahnya yang bisa didengar Jung-Ah dengan amat sangat jelas.

“ Baik Tuan.” Si Maid pun hanya bisa mengangguk hormat dan mengiyakan saja permintaan Tuannya.

Dengan angkuhnya Tn. Seo berjalan meninggalkan lorong lantai 2 dari depan kamar Jung-Ah.

“ Mianhamnida Nona Jung-Ah. Saya harus mengunci kamar Nona.” Ucap Maid itu setelah memastikan Tn. Seo tidak mendengarnya.

“ Aku mengerti. Kunci saja. Aku juga tidak peduli kok.” Jung-Ah kembali menenggelamkan diri pada buku yang tengah dibacanya.

“ Baik nona.” Sedetik kemudian terdengar suara pintu terkunci. Dan cairan bening dari mata Jung-Ah kembali mengalir.

Gadis itu terisak pilu disofa nyaman pojokan kamarnya pinggir jendela.

………………………………………..

Malam harinya, 19:15 KST

Jung-Ah menenggelamkan kepala pada kedua kakinya diatas sofa tunggal disebelah jendela kamarnya, ketika didengarnya suara riuh tawa serta tepukan meriah dan lagu ulangtahun yang dinyanyikan dilantai satu rumahnya.

Dari jendela kamarnya bisa dia lihat halaman belakang serta kolam renang dihias dengan indah untuk pesta ulangtahun Dong-Wook – yang mana itu juga berarti ulangtahunnya juga – yang ke-17.

“ Selamat Ulangtahun Jung-Ah.” Dia bahkan tidak pernah menyebutkan nama lengkapnya. Hanya Jung-Ah. Setidaknya itu hal terakhir yang diberikan Eomma nya sebelum Ny. Seo meninggal setelah melahirkan mereka.

Tidak mau semakin terlarut dengan kesedihannya, Jung-Ah memutuskan untuk mengambil headphone serta I-Pod nya dan menyetel lahu-lagu keras dengan volume maximum. Tidak dia pedulikan bagaiman keadaan telinganya esok pagi. Dan membaringkan tubuhnya dibawah selimut tebalnya.

………………………………………

20:15 KST

Young-Woon yang baru tiba di acara ulangtahun teman Appa nya, Nampak sibuk dengan smartphone. Setelah Appa nya memberitahukan bahwa dia ada didalam dekat kolam renang, Young-Woon segera masuk dan menghampiri Appanya.

Rangkaian bunga ucapan selamat yang berjajar rapi sedikit menarik perhatiannya.

“ Selamat Ulang Tahun, Seo Dong-Wook – ssi “

Kalimat itu entah mengapa menarik perhatian Young-Woon. Atau lebih tepatnya dia tertarik dengan nama yang tertera disana.

“ Dong-Wook? Sepertinya aku pernah dengar. Dimana yaaa?” Young-Woon bergumam sendiri. Tanpa dia sadari beberapa melihatnya heran.

Karena tak kunjung menemukan jawaban dalam kepala mungilnya, dia berlalu menuju Appanya.

“ Mianhae Appa aku terlambat.” Young-Woon membungkukan badannya.

“ Haahaahaa, tidak apa-apa. Aku tahu kesibukanmu.” Tn. Kim menepuk pelan – agak keras sebenarnya – pundak Young-Woon. Putra pertama keluarga Kim yang begitu dibanggakan.

Sedangkan Young-Woon sendiri hanya bisa tersenyum aneh dengan tingkah Appa nya yang bisa dibilang berlebihan itu.

“ Oh ya Appa, mana ini yang sedang ulangtahun?” Ayah – Anak keluarga Kim ini sudah terbiasa bicara dengan sedikit tidak sopan.

“ Sebentar aku panggilkan putra ku.” Ucap Tn. Seo.

“ Ah, Young-Ah. Ini Tn. Seo Mu-Woon. Teman kuliah Appa.”

“ Ah ne. Kim Young-Woon Imnida.” Young-Woon membungkuk 90’ pada Tn. Seo.

“ Ne ne. sepertinya wajah mu tidak asing yaa..”

“ Anakku tidak tertarik dengan bisnis ku, dia lebih memilih menjadi artis ternyata. Yah walaupun dia belum begitu terkenal sih.. Hahahaahaa…” Tn. Kim yang menjawab keheranan Tn Seo dengan semangat. Sementara Young-Woon sendiri hanya tersenyum GaJe.

“ Appa memanggilku?” Ucap seorang bocah yang baru saja datang.

“ Ne. Anak teman Appa sudah datang. Dia ingin mengucapkan selamat dan mungkin juga memberimu kado, Wookie-Ah… Haahaahaaha… kau tidak lupa kado untuk putraku kan Young-Woon Ah?” Tn. Seo ma Tn. Kim sama-sama nyentrik ini sepertinya.

“ Ne. tentu saja aku membawa kado untuk putra Anda.”

“ Selamat Ulang Tahun Ne, Dong-Wook Ah. Ini untukmu. Semoga tidak terlalu kekanakan.” Ucap Young-Woon, bersikap ramah doang sebenarnya.

“ Ah ne Hyung. Kamsahamnida ne.” balas Dong-Wook dengan senyum manisnya.

Young-Woon terpaku dengan senyuman Dong-Wook. Dia familiar dengan senyum ini. Ini senyum Jung-Ah. Seorang gadis belasan tahun yang berhasil mencuri hatinya. Eh?

Young-Woon masih belum sadar dari keterpakuannya, padahal Dong-Wook sudah 10 menit meninggalkannya. Hingga tepukan dari Appa nya di pundaknya menyadarkan Young-Woon.

“ Kau kenapa?” tanya Tn. Kim.

“ Eh,, Aniya Appa.”

…………………………………………

@Haebaragi Park

Jung-Ah duduk dibangku yang biasa ditempatinya dulu. Kali ini bukan komik yang menemaninya menunggu Youngrin dan majikannya, melainkan I-Pod dengan lagu-lagu kesukaannya.

Ya benar. Kalian tidak salah baca. Jung-Ah memang sedang menunggu Youngrin atau lebih tepatnya majikan Youngrin yang tak lain tak bukan adalah Kim Young-Woon. Bagaimanapun juga sosok Young-Woon sudal melekat dibenak Jung-Ah. Dan enah Jung-Ah menganggapnya bagaimana. Hanya Jung-Ah dan Tuhan yang tahu. Author sendiri tidak berani memastikan itu apa.

_the other side of Park_

Young-Woon tengah menggendong Youngrin dengan langkah lunglai. Mereka masih berharap menemukan Jung-Ah duduk dibangku taman biasanya.

“ Youngrin,, hari ini dia datang tidak yaa??” Young-Woon sadar, Youngrin hanya bisa mengeong menjawabnya. Tapi dia terus saja bergumam sepanjang jalan menuju bangku mereka.

“ Huftt… Kenapa kemarin-kemarin aku tidak minta nomor ponsel nya sihh?”

“ Jeongmal paboya!” Young-Woon mnegumpat dirinya sendiri dan Youngrin hanya bisa meringis meong menanggapi kebodohan Young-Woon yang entah sudah mencapai stadium berapa.

Dengan langkah lunglainya Young-Woon menuju bangku dibawah tiang lampu. Bangku yang sama yang saat ini diduduki Jung-Ah. Hanya tersisa sekitar 15 langkah lagi untuk kaki Young-Woon membawanya pada bangku yabg dia tuju, tiba-tiba tubuhnya menegang melihat sosok mungil seorang yeoja yang tengah asyik dengan musik ditelinganya sambil sesekali menggerakan tubuhnya mengikuti irama lagu kesukaannya.

Youngrin?

Tentu saja kucing unyu-unyu itu langsung meloncat turun dari gendongan Young-Woon dan segera menghampiri Jung-Ah. Seperti biasa, dia langsung mendengkur sambil menggesekan badan berbulunya pada kaki Jung-Ah.

Jung-Ah?

Dia tidak kaget kok. Dia tidak menendang Youngrin. Dia tidak memasang wajah seramnya. Bisa dibilang dia sudah terbiasa dengan kehadiran Youngrin seperti ini.

Setelah mendapati sosok Youngrin dikakinya, Jung-Ah melepas headsetnya dan membawa Youngrin dipangkuannya.

“ Kau sendiri?” tanya Jung-Ah dengan tangannya mengelus badan berbulu Youngrin sayang.

“ Errrmmm… Meeeoooongg….” Sepertinya Youngrin berusaha menjawab Jung-Ah dengan mengatakan,” aku dengan Oppa.” Sambil memamerkan senyuman khas kucingnya (?)

“ Hhhmm… Hihiihiiihiiii… aku merindukanmu Youngrin-ah.. kau rindu aku tidak?” kali ini Jung-Ah mengangkat Youngrin sambil menempelkan hidung mereka.

“ Sebulan ini dia tidak melewatkan satu hari pun untuk menunggumu disini.” Young-Woon yang sudah menemukan kesadarannya menghampiri Jung-Ah dari belakang.

“ Eh.. Oppa..” Sapa Jung-Ah,,, errr,,, ceria (?)

Young-Woon Oppa sepertinya terpesona dengan senyum ceria Jung-Ah. Oh. Jangan lupakan wajah Jung-Ah yang sedikit berbeda. Terlihat lebih dewasa. Sudah usia Puber kali yaa…

“ Heh Bocah! Kemana saja kau sebulan ini haa?!” Young-Woon mengambil tempat disebelah Jung-Ah.

“ Tentu saja aku mempersiapkan diri masuk universitas. Memang Oppa pikir apa lagi.” Jung-Ah kesal dengan sikap Young-Woon yang tidak sesuai harapannya,

Eh. Memang apa yang kau harapakan Jung-Ah??

Dengan bibir yang dipoutkan Jung-Ah bergumam dengan menatap Youngrin dipangkuannya.

“ Kau bahkan tidak tanya bagaimana keadaanku. Kau bahkan tidak menanyakan bagaimana tes ku. Kau bahkan tidak merindukanku. Padahal tadi kau bilang Youngrin tidak melewatkan sehari pun untuk menunggu disini.”

“ Youngrin,,, hanya kau TEMANKU didunia ini, kau tahu?”

“ Oppa mu itu benar-benar menyebalkan.”

Jung-Ah bergumam cukup keras yang memang disengaja olehnya. Young-Woon hanya menatapnya heran dengan senyum senang. Perlahan tangan hangat namja itu terulur untuk mengusap kepala Jung-Ah.

“ Bagaimana kabarmu? Jadi masuk universitas Seoul?” tanya Young-Woon lembut dengan senyum manisnya.

“ Aku kurang baik minggu kemarin, tapi sekarang aku sudah baik-baik saja..” Jawab Jung-Ah dengan cengiran khas yang sepertinya Young-Woon pernah melihatnya. Tapi bukan dari Jung-Ah.

“ Eh??” kening Young-Woon berkerut heran.

“ Dan aku berhasil masuk Universitas Seoul dengan nilai terbaik-ku…” lanjut Jung-Ah ceria tanpa peduli raut khawatir yang dipasang Young-Woon.

“ Jeongmal?”

“ Tidak usah pura-pura kaget Oppa. Aku tahu kau pasti sudah tahu bagaimana hasil ujianku kan?” Ucap Jung-Ah ketus.

“ Haaaaahhhh … Baiklah aku tahu bagaiman hasil akhirnya. Tidak bisakah kau berekspresi dengan sedikit wajar?”

“ Kewajaran ku kan yang seperti ini Oppa. Memang mau wajar yang bagaimana lagi?” Jung-Ah menelengkan kepalanya dengan Aegyo tanpa-sadarnya.

“ Yah baiklah. Kajja kita harus merayakannya kan.” Young-Woon bangkit dengan semangatnya.

“ Kemana?” tanya Jung-Ah yang tetap bergeming dengan Youngrin masih dipangkuannya.

“ kau pasti suka. Cha!” Dengan tiba-tiba Young-Woon menggandeng tangan mungil Jung-Ah dan sedikit menyeret gadis itu ke suatu tempat.

……………………………………..

“ Pet House?” Jung-Ah bergumam ketika mereka sampai di Pet House.

“ Ne. Anak Youngrin sudah bisa di ambil.” Ucap Young-Woon senang.

“ Anak?” Jung-Ah menelengkan kepala kearah Young-Woon dengan ekspresi herannya.

“ MWO?? Youngrin punya anak??” Pekik Jung-Ah kaget.

“ Dengan siapa? Sejak kapan? Kenapa tidak memberi tahuku kalau Youngrin sedang hamil? Kapan Youngrin melahirkan? Aku ingin lihat bagaimana prosesnya?” Jung-Ah terus bertanya hingga mereka sampai di satu ruangan khusus anak kucing.

“ Ming.. Meoooongg ….” suara imut nan lucu terdengar dari satu keranjang bayi disudut ruangan.

“ Eh…” Jung-Ah menengok mencari sumber suara yang menginterupsinya.

“ I i itu.. apa itu..?”

“ Ya. Itu anak-anak Youngrin dengan Heebum.” Jawab Young-Woon yang mengerti arti raut muka Jung-Ah.

“ Heebum?” Kening Jung-Ah berkerut heran. Sekali lagi dia menampilkan wajah herannya yang begitu menggemaskan.

“ Dia yang menghamili Youngrin.”

“ Enak saja. Youngrin yang menggoda Heebum kan.” Kata seseorang dari belakang mereka.

“ Yah Chullie. Kita sudah sepakat saat mereka saling tertarik kan?” pada penglihatan Jung-Ah, Young-Woon terlihat merajuk pada yeoja ( Chullie dianggap Yeoja oleh Jung-Ah ) yang menghampiri mereka. Dan ternyata hal itu membuat Jung-Ah merasa sesak.

“ Ne ne Woonnie, ara. Kau jadi mengambil salah satu dari mereka?” Chullie merangkulkan lengan kurusya pada lengan Young-Woon.

Jung-Ah yang melihatnya merasa sesak. Bahkan anak kucing yang sedari tadi mencari perhatiannya pun tidak bisa mengalihakan pandangan Jung-Ah dari Young-Woon dan temannya yang dipanggil Chullie itu.

“ Ne.” Seolah sadar pada tujuan awalnya membawa Jung-Ah ke Pet Shop, Young-Woon mengedarkan pandangannya mencari Jung-Ah.

“ Jung-Ah.. Kau pilih salah satu dari mereka. Aku ingin bawa pulang satu.” Ucap Young-Woon setelah menemukan sosok Jung-Ah yang sedang melamun didepan ranjang bayi kucing.

“ Ne? Kenapa aku yang pilih? Kan Oppa yang akan merawatnya.” Kata Jung-Ah dengan segala kepolosan yang dia punya.

“ Eh? Nuguya?” Chullie kembali menggelayut manja pada Young-Woon.

“ Kanapa bukan Eonnie ini saja yang memilihnya? Dia Yeojachingu Oppa kan?” kata Jung-Ah ketus. Dengan kaki kanan yang dihentakan khas yeoja yang sedang kesal, Jung-Ah melangkahkan kakinya keluar ruangan itu dan mungkin juga keluar dari Pet Shop.

“ Eh. Yak! Jung-Ah kau mau kemana?” Young-Woon hanya berteriak tanpa bisa melepaskan lengan Chullie yang masih menggelayut manja dilengannya.

“ Dia siapa sih? Apa mata bulatnya tidak bisa melihat Jakun-ku?” kata Chullie sebal.

“ Aishh.. Chullie lepaskan! Bocah itu pasti salah paham.” Sedetik setelah Chullie melepas lengannya, Young-Woon segera berlari mengejar Jung-Ah. Youngrin hanya bisa menggeleng pelan melihat majikannya (?)

“ Eh Youngrin. Apa Woonnie menyukai gadis tadi?” Mungkin semua pecinta kucing didunia punya naluri untuk mengerti bahasa kucing.

Youngrin yang seolah mengerti apa yang ditanyakan majikan dari suaminya ini mengeong senang dengan anggukan kepalanya.

“ Ahh.. ne ne,, Umma mengerti. Dasar Racoon satu itu. Badannya saja yang besar tapi otaknya tidak dia manfaatkan dengan baik.” Ucap Chullie. Dan jangan lupakan seringaian yang bertengger mesra diwajah tampannya.

………………………………….

“ Jung-Ah tunggu!” teriak Young-Woon ketika melihat Jung-Ah hampir membuka pintu Pet Shop.

“ Apa?” Setelah berbalik, Jung-Ah memasang wajah sebalnya untuk Young-Woon.

“ Kau ini kenapa?”

“ Tidak. Aku tidak apa-apa kok.” Jung-Ah tetap dengan wajah sebanya.

“ Dia itu temanku. Dan dia majikan Heebum. Kami hanya teman. Lagipula …”

“ Kenapa Oppa menjelaskannya padaku? Dia siapa juga tidak ada hubungannya denganku kan?”

“ Tentu saja ada. Kau pikir kenapa aku mengajakmu kemari? Kenapa aku memintamu memilih salah satu anak Youngrin untuk aku rawat?”

“ Memangnya kenapa? Kenapa aku? Kenapa bukan Eonnie tadi? Dia yeojachingu Oppa kan?”

“ Dia bukan Yeojachinguku Jung-Ah. Tidak kah kau lihat kalau dia itu namja?”

“ Mwo? Namja?? Mana mungkin? Dia cantik gitu..”

“ Cantik apanya? Kau lebih cantik dari dia Jung-Ah..”

“ Eh?” raut wajah Jung-Ah yang sebelumnya kesal, sekarang berganti menjadi raut wajah heran. Dengan aegyo khasnya.

Merasa sudah tidak bisa mengelak dari perasaannya, Young-Woon menarik tangan Jung-Ah. Masuk kembali ke ruangan bayi tadi. Jung-Ah yang masih shock hanya bisa pasrah tangannya ditarik Young-Woon. Young-Woon sendiri masih berusaha meredam detak jantungnya dan wajah blushingnya.

………………………………..

“ Chullie katakan pada bocah ini kalau adalah NAMJA!” pinta Young-Woon dengan penekanan kata NAMJA sesampainya mereka diruangan tadi.

“ Ne gadis manis. Aku adalah NAMJA. Yah meski aku lebih cantik darimu sih. Tapi aku adalah namja sejati.” Kata Chullie dengan satu anak kucing digendongannya dan jangan lupakan wink yang dia berikan untuk Jung-Ah.

“ Jinjja??”

Wajah Jung-Ah merah padam karena malu. Malu pada Chullie karena memanggilnya Eonnie dan malu entah pada siapa karena merasa sesak dan salah paham. Dengan kepala yang menunduk dalam, kaki kanan yang bergoyang lucu, dan tangan yang berkeringat dingin, Jung-Ah mengucapkan permintaan maaf nya dengan suara yang bisa dikatakan AMAT SANGAT LIRIH.

“ Apa? Kau mengatakan sesuatu?” tanya Chullie sedikit galak.

“ jangan begitu Chullie. Aku yakin kau pasti mendengarnya.” Young-Woon mencoba membela Jung-Ah.

“ Mianhamnida …” kata Jung-Ah dengan sedikit keras. Masih terdengar lirih sebenarnya ditelinga Chullie.

“ hhmm.. Ne ne aku mengerti. Aku sadar kok kalau aku ini lebih cantik darimu.” Ujar Chullie dengan smirk yang masih setia bertengger diwajah tampannya.

“ Isshhh kau ini. Sudahlah Jung-Ah, kau tidak perlu menanggapi evil satu ini.” Tangan besar menenangkan Jung-Ah dengan mengusapkannya pelan pada kepala Jung-Ah.

Jung-Ah hanya bisa mengangguk sambil masih menunduk.

“ Kajja kita pilih anak kucingnya.” Young-Woon menarik lengan Jung-Ah dengan semangatnya. Tanpa mereka sadari seseorang yang ternyata Chullie memperhatikan mereka dengan senyuman yang bisa membuat Petals teriak-teriak gak karuan.

……………………………………………….

@Kediaman keluarga Seo

Diruang tengah yang super mewah, Tn Seo menampakan ekspresi yang sulit di artikan. Dengan kaning berkerut heran dan wajah yang sedikit keruh yang mengisyaratkan kalau lelaki paruh baya itu sedang kelelahan, tangannya nampak sedikit bergetar menatap selembar kertas ditangannya yang beberapa menit lalu diberikan maidnya.

Colgan University of Paris. Tertulis pada bagian kop surat. Dia membaca ulang untuk ketiga kali dengan lebih pelan. Mencerna dengan baik apa yang tertulis dikertas itu dengan kemampuan bahasa inggrisnya yang bisa dikatakan bagus untuk lelaki seusianya.

Secara garis besarnya kertas dari Colgan University memberitahukan bahwa putrinya, Seo Jung-Ah, berhak mendapatkan beasiswa pada jurusan design grafis disana. Kertas itu juga melampirkan sample web design dengan 3 nilai A pada kolom penilaian dari para juri yang menilai untuk beasiswa ini.

Ada secercah rasa bangga didada lelaki paruh baya itu. Dengan sedikit penyesalan tentunya. Yah benar hanya sedikit, atau masih sedikit. Dong-Wook yang melihat ayah nya sedikit aneh, berjalan pelan menghampiri. Diiriknya kertas yang dipegang ayahnya yang masih bergetar itu.

“ Kenapa Appa begitu membenci Jung-Ah?” sati pertanyaan Dong-Wook mengembalikan kesadaran Tn. Seo.

“ Karena dia ….”

……………………………………

“ Jadi siapa namanya?” tanya Chullie ketika akhirnya pilihan Jung-Ah jatuh pada kucing unyu dengan bulu berwarna kuning dengan corak putih dan hitam. Perpaduan yang sangat unyu dari Youngrin dan Heebum.

“ ehhmmmm.. YoungHee?” Jawab Jung-Ah.

Young-Woon sih oke oke aja dengan nama yang diberikan Jung-Ah. Nah Si Chullie nih yang rese. Dia dengan wajah sok berpikirnya menggeleng pelan menanggapi Jung-Ah. Padahal sih sudah ada satu nama yang pastinya akan memberikannya satu pertunjuk menyenangkan hatinya.

“ bagaimana kalau Ah-Young?” Chullie menatap Young-Woon jail dengan smirk andalannya.

“ Perpaduan antara Jung-Ah dan Young-Woon.” Chullie melanjutkan dengan membisikannya pada Young-Woon.

Setelah melihat wajah Young-Woon yang merona parah, Chullie melenggang pergi tanpa tanggungjawab dengan senyum angel yang dia curi dari Jungso, The Leader.

“ Ah-Young? Bagus juga. Eh Oppa mau kemana?” tanya Jung-Ah setelah sadar kalau Chullie sudah mencapai pintu.

“ Pulang. Kalian berdua selamat berkencan ne.” Jawab Chullie dengan winkn ke Young-Woon yang masih menatapnya seolah berkata terimakasih-Chullie.

“ Kencan? Siapa yang kencan?” Reader gak lupa kan kalau meski IQ Jung-Ah tinggi tapi untuk mengerti situasi seperti saat ini dia agak lambat.

“ Jangan pedulikan dia. Kajja kita bawa dia dan membeli beberapa kebutuhannya.” Lagi-lagi Young-Woon menarik lengan Jung-Ah yang masih menggendong Ah-Young. Satu nama yang sepertinya sudah disepakati mereka tanpa sadar.

Keranjang tidur, selimut tebal, dot susu, makanan kucing, susu khusus kucing, beberapa mainan baru, topi rajut lucu dan beberapa – yang dalam artian banyak – tersimpan rapi pada beberapa papper bag besar yang dibawa keduanya. Tanpa sadar waktu sudah menunjukan pukul 17:00 KST. Young-Woon pun memutuskan untuk mengajak Jung-Ah makan malam dan mungkin membicarakan beberapa hal tentrang mereka.

Sambil menunggu makanan yang mereka pesan, Young-Woon mulai memberanikan diri bertanya apapun yang belum dia tahu tenyang Jung-Ah.

“ ehmm,, Jung-Ah..?” Young-Woon memulai dengan sadikit ragu.

“ Ne Oppa. Waeyo?” Jung-Ah menegakan kepala yang sedari tadi menunduk.

“ Apa makanan yang paling kau suka?”

“ Eh? Ehmmm .. Aku suka sup kimchi.” Jung-Ah menjawabnya, heran.

“ Warna favoritmu?”

“ Hijau.”

“ Hobby mu?”

“ Baca komik dan menggambar.”

“ Idola mu?”

“ WonBin.”

“ Kau suka bunga apa?”

“ Aku alergi serbuk bunga. Tapi aku suka Lily putih.”

“ Kenapa?”

“ Karena itu bunga favorit Umma.”

“ Musim apa yang paling kau suka?”

“ Musim Panas.”

“ Kenapa Oppa bertanya-tanya tentangku?” Jung-Ah menelengkan kepalanya dengan aegyo overdosisnya.

“ Jung-Ah, saranghamnida.” Tembak Young-Woon langsung.

Jung-Ah?

Shock!

Young-Woon masih memandangnya dengan senyuman manis penuh harap. Berharap gadis didepannya memiliki perasaan yang sama dengannya. Jung-Ah sendiri masih merona dengan kepala yang ditundukan. Dia ingin sekali bilanga “Nado saranghamnida.” Tapi dia merasakan sesuatu yang salah dengan itu. Ada sesuatu yang dia sendiri tidak mengerti apa yang menghalangi nya mengucapkan kata itu.

“ Mianhamnida Oppa. Aku .. aku tidak tahu harus bilang apa.”

Young-Woon masih menunggu Jung-Ah menyelesaikan ucapannya tanpa ada niat untuk menyelanya.

“ Aku .. aku merasa aku tidak pantas untuk Oppa. Aku tahu Oppa menyembunyikan sesuatu dariku karena memang Oppa pantas menyembunyikan hal baik itu, tapi aku tidak Oppa. Ada hal buruk yang aku sembunyikan dari Oppa.” Jung-Ah memberanikan diri menatap Young-Woon dengan senyum kaku yang dipaksakan.

“ Aku tahu Oppa adalah member Super Junior. Semalam aku iseng mengetik nama Oppa di Google dan, Bingo! Nama Oppa muncul sebagai member dari Super Junior. Oppa menyembunyikan sesuatu hal yang baik. Sesuatu hal yang membuat oranglain senang. Tapi aku tidak.”

“ Kau mau mengatakan padaku apa hal yang kau sembunyikan?”

“ Aku .. Aku adalah seorang pembunuh.” Jawab Jung-Ah lirih. Young-Woon tersentak mendengarnya.

“ Harusnya aku tidak memaksa untuk dilahirkan. Harusnya Umma memilih nyawanya daripada melahirkanku. Harusnya aku tidak pernah ada.” Suara Jung-Ah pecah menahan tangisnya. Sebelum airmatanya mulai deras mengalir dia memilih untuk pergi.

“ Mianhamnida Oppa.” Jung-Ah berlari keluar kafe dan terus berlari membelah keramaian dijalanan Seoul sore itu.

………………………………………..

“ Kenapa Appa begitu membenci Jung-Ah?” satu pertanyaan Dong-Wook mengembalikan kesadaran Tn. Seo.

“ Karena dia …. Karena melahirkannya Umma mu meninggal. Karena dia tumbuh dengan wajah dan senyum yang sama persis dengan Umma mu. Karena dia kau tumbuh tanpa kasih sayang Umma mu.” Terang Tn Jung.

“ Kami kembar Appa. Kami lahir bersama. Bagaimana mungkin Appa hanya membenci Jung-Ah. Harusnya Appa juga membenciku kan.” Dong-Wook tidak bisa menahan sesak didada nya lagi.

“ Kalau Umma mu tidak memilih untuk melahirkannya, dia tidak akan mati.” Tn Seo mulai menaikan suaranya.

“ Appa! Umma memilih melahirkan Jung-Ah karena dia ingin memberikan kehidupan pada bayi yang sudah 9 bulan dikandungnya. Tidak bisa kah Appa mengerti itu?” Dong-Wook terbawa emosi menghadapi sifat keras kepala Appanya.

“ Kalau dia memilih nyawanya dia masih bisa memberimu Jung-Ah yang lain. Dia masih bisa membesarkanmu. Kau bisa merasakan kasih sayangnya.”

“ Tapi sebagai gantinya aku tidak akan pernah punya adik seperti Jung-Ah.”

“ Karena memang kau tidak membutuhkan adik sepertinya. Aku juga tidak butuh anak seperti dia.” Tanpa Tn Seo sadari teriakannya telah melukai hati seorang gadis yang sedari tadi mereka bicarakan.

_ToBeKon_

Karena makin dipaksa makin complicated jadi terpaksa saya jadikan 2shoot.

Kamsahamnida J

Tinggalin jejak ne J