Annyeong yeorobun!!!
Author @gyumontic is back with my fave couple ever. KYUJIN!!
Hahahahaa..

FF ini terinspirasi dari Bittersweet Love – nya @esterong. I love her concept about http://www.TopClassSocialite.com. Dari situ aku bikin dari sisi KYUJIN. Semoga suka yaaa😀

Happy reading! Your comments are love for me.

Cast :
Song Hyejin
Cho Kyuhyun

1st day….

“Aku mencintaimu,” ucap Kyuhyun dengan senyum cerah dan sirat mata yang begitu bahagia kepada mempelai wanitanya, Song Hyejin.

Hyejin membalas tatapan Kyuhyun dengan senyum bahagia yang ia punya seumur hidupnya. “Aku juga mencintaimu,” ucap Hyejin tulus.

Kyuhyun masih tetap tersenyum datang mendekati Hyejin lalu mencium bibir gadis itu dengan lembut. “Hanya untuk 30 hari. Ingat,” bisik Kyuhyun tepat di telinga Hyejin, terasa sangat dingin dan menusuk.

“Selamat pagi, nyonya. Bagaimana tidurmu semalam?” Tanya Jungmin, seorang pegawai milik keluarga Cho yang diutus khusus untuk mengurus Hyejin.

Sambil memijit kepalanya yang terasa pusing akibat bangun tiba-tiba. Ia baru saja mimpi buruk. Hyejin mencoba tersenyum kepada Jungmin. “Nyenyak. Terima kasih, Jungmin-ssi. Apa jadwalku hari ini?” Tanya Hyejin.

Tanpa basa-basi, Hyejin tahu bahwa menjadi bagian keluarga Cho artinya dia akan mempunyai segudang jadwal dari pagi sampai malam. Jungmin pun membacakan jadwal-jadwal Hyejin dengan detil tanpa ada yang terlewat sedikitpun.

“Arraseo. Seharian ini aku akan terus mengikuti Kyuhyun kemanapun dia pergi karena ini hari pertama pernikahan kami. Anggap saja perkenalan dengan rekan-rekan bisnisnya. Terima kasih, Jungmin-ssi. Kau boleh pergi sekarang. Aku mau mandi.”

Jungmin keluar dari kamar digantikan oleh Minjung, pengasuh Hyejin sejak ia masih anak-anak. Minjung datang dengan membawa sebuah ipad yang membeberkan dengan jelas sebuah website yang paling terkenal di kalangan sosialita seperti Hyejin, http://www.TopClassSocialite.com.Posted on Sept 7th, 2012 11:59pm

HAPPY WEDDING CHO KYUHYUN and SONG HYEJIN!!!
Pernikahan paling TOP tahun ini, menghabiskan lebih dari 2 miliar won!!!

Postingan itu sudah dibaca 3 juta kali dan dikomentari sekitar 500 ribu kali.

“Chukkae, Hyejin onnie dan Kyuhyun oppa! Kami ikut bahagia untuk kalian!” – Ahn Sohee.

“Akhirnya pasangan paling serasi ini menikah juga. Semoga banyak pasangan lain yang mengikuti jejak kalian.” – Kim Yuna.

“Aku mencintai kalian berdua. Selamat menempuh hidup baru. Cepat dapat momongan ya.” – Im Hyuna.

Hyejin melempar Ipadnya dan mendengus kesal. “Pernikahan paling top. Pasangan paling serasi. Aku tidak butuh itu semua, Minjung-ssi. Aku ingin Kyuhyun mencintaiku selamanya bukan hanya 30 hari,” keluh Hyejin.

Minjung tersenyum masam pada Hyejin. “Kau tahu dari awal dia tidak mencintaimu. Dia menerima pernikahan ini hanya untuk kepentingan bisnisnya. Kau saja yang keras kepala,” sahut Minjung. Ya, Hyejin bersedia dinikahkan dengan Kyuhyun karena ia yakin pria itu akan mencintainya walau tidak pernah terbersit sedikitpun kata itu di pikiran Kyuhyun.

“Minjung-ssi, kenapa kau malah menurunkan semangatku sih? Lihat saja, dalam 30 hari aku akan membuatnya mencintaiku dan bertahan dengan pernikahan ini.”

“Baiklah. Terserah kau saja. Aku akan menunggu hasilnya. Sekarang lebih baik kau siap-siap. Kyu sudah menunggu di bawah dengan para manajernya.”

“Ngapain mereka pagi-pagi sekali sudah berkumpul?”

“Kyuhyun is a workaholic. Remember? Hidupnya untuk bekerja. Wajar pagi-pagi sekali dia sudah mengajak anak buahnya berkumpul.”

Lagi-lagi Hyejin mendengus. Ia tahu Kyuhyun seorang workaholic sejak mereka dikenalkan sebulan lalu. Saat itu, telepon Kyuhyun tidak pernah lepas dari telinganya. Semua pembicaraannya pun tidak pernah lepas dari urusan bisnis. “Terserah kalian. Pokoknya 30 hari setelah menikah, jika aku tidak bisa mencintai Hyejin maka pernikahan ini harus berakhir,” kata Kyuhyun waktu itu, teringat jelas di memori Hyejin. Saat itu juga Hyejin menyadari bahwa hanya dialah yang menginginkan pernikahan ini sedangkan Kyuhyun sama sekali tidak peduli. Hyejin yang mengurus semua detil pernikahan, tidak ada campur tangan Kyuhyun sedikitpun kecuali ketika saat mengucap janji di depan altar kemarin.

Hyejin memandang foto pernikahannya yang terpajang hanya di kamarnya. Kamarnya, bukan kamar mereka berdua. Kyuhyun bersikeras untuk pisah kamar dengan Hyejin meskipun sudah menikah. “Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun,” gumam Hyejin lirih sebelum akhirnya memutuskan untuk menyegarkan pikirannya dengan mandi.

—–

Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan menyambut Hyejin dengan tangan terbuka dan senyum manis. Tangannya merengkuh tubuh Hyejin lalu mencium istrinya dengan mesra. Hyejin tahu itu hanya sandiwara yang harus ia mainkan di depan rekan bisnis Kyuhyun agar tidak menjatuhkan image suaminya. Hyejin balas memeluk Kyuhyun dan mencium suaminya dengan mesra. “Apa kau sudah sarapan?” Tanya Hyejin perhatian dengan tulus, bukan sandiwara. Ia benar-benar berlaku sebagai istri.

“Sebentar lagi rapatku selesai. Kau duluan saja ya, sayang,” sahut Kyuhyun.

Hyejin pun menuruti ucapan Kyuhyun dengan pergi lebih dahulu ke ruang makan ditemani oleh Jungmin dan Minjung. “Permisi tuan-tuan,” pamit Hyejin dengan sopan kepada rekan-rekan bisnis Kyuhyun.

Sambil menunggu kedatangan Kyuhyun, Hyejin membuka kembali Ipadnya dan membaca berita-berita dari http://www.TopClassSocialite.com yang khusus membicarakan Kyuhyun dan dirinya.

GENERASI KE-3 KELUARGA CHO SIAP MENGAKUISISI PERUSAHAAN KIM. Cho Kyuhyun menyatakan siap mengakuisisi Kim Company mulai minggu depan. 500 ribu views, 40 ribu komentar.

NILAI SAHAM SONG CORP DAN CHO INC MENINGKAT 5 KALI LIPAT. Sehari setelah pernikahan para generasi penerus, nilai saham perusahaan Song dan Cho melonjak 3 ribu basis point. 1 juta views, 300 ribu komentar.

SWEETEST MORNING KISS BY OUR NEWLYWED. Cho Kyuhyun dan Song Hyejin menunjukkan kemesraan mereka di depan para karyawan. 1,5 juta views, 700 ribu komentar.

Hyejin hanya bisa menghela nafas melihat pemberitaan-pemberitaan mengenai dirinya dan Kyuhyun yang sangat bertolak belakang dengan apa yang sebenarnya terjadi. Di website itu, mereka begitu dipuja karena serasi dan mesra padahal kenyataannya jauh dari itu. Kyuhyun tidak menganggap pernikahan ini pernah terjadi.

Hyejin menutup Ipadnya ketika Kyuhyun datang beserta aura dinginnya. “Kau sudah tahu jadwalmu hari ini, Hyejin-ssi?” Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi kepada Hyejin.

Hyejin menganggukkan kepalanya. “Aku ikut kau kemanapun kau pergi. Menurut Jungmin, aku butuh berkenalan dengan rekan-rekan bisnismu,” jawab Hyejin.

Kyuhyun mengerutkan keningnya karena heran. “Buat apa? Semua orang juga sudah tahu kau istriku.”

Jungmin membungkukkan badannya sedikit lalu mulai bicara. “Tidak baik dilihat publik jika baru menikah sudah berjalan sendiri-sendiri. Ini untuk kepentingan image perusahaan dan Tuan,” ujar Jungmin yang dengan cepat disetujui oleh Kyuhyun.

“Kalau begitu kita pergi sekarang saja. Tidak usah membuang-buang waktu,” ujar Kyuhyun lalu berdiri, tanpa menyentuh sedikitpun sarapannya.

Dengan tergesa-gesa, Hyejin mengikuti Kyuhyun kemanapun pria itu melangkah. Selama berpuluh-puluh jam ke depan, Hyejin akan bersama Kyuhyun tanpa sedikitpun diajak bicara kecuali untuk kepentingan sandiwara di depan publik.

—–

5th day…

Kyuhyun memasuki kamar Hyejin dan menemukan istrinya yang sedang memoles make-up ke wajah mulusnya. Dengan segera, Hyejin menyelesaikan kegiatannya dan menatap Kyuhyun. “Apa yang bisa aku bantu sampai kau harus datang ke kamarku?” Tanya Hyejin. Kyuhyun tidak akan menginjakkan kakinya di kamar Hyejin jika ia tidak benar-benar membutuhkan Hyejin.

“Aku butuh bantuanmu untuk mengklarifikasi sesuatu,” jawab Kyuhyun dengan serius.

“Apa?”

Kyuhyun menyerahkan Ipad-nya kepada Hyejin. Ipad itu menerangkan dengan jelas apa yang harus Hyejin lakukan untuk membantu Kyuhyun.

Posted on Sept, 12th 2012 9:34am

SPOTTED! CHO KYUHYUN BERSELINGKUH DENGAN VICTORIA SONG! Baru 5 hari pernikahannya, Cho Kyuhyun tertangkap berciuman dengan Victoria, teman kuliahnya di sebuah apartemen di China.

Hyejin melihat bukti otentik sebuah foto yang dimasukkan dalam berita itu. Hyejin tahu bahwa itu benar Kyuhyun. Postingan yang sudah dilihat hampir 5 juta kali dengan 3 juta komentar itu membuat Hyejin nyaris meneteskan air matanya. Hatinya sangat sakit tapi ia tidak boleh menunjukkannya di depan Kyuhyun. Dengan tegar, Hyejin menatap Kyuhyun. “Apa yang harus aku klarifikasi?” Tanya Hyejin.

“Maaf membuat kalian cemas. Aku pastikan itu bukan suamiku. Kemarin ia sepanjang hari bersamaku, merencanakan masa depan kami dengan beberapa orang anak. Aku yakin suamiku tidak berselingkuh.” – Song Hyejin.

Baru sedetik setelah klarifikasi itu di posting, ribuan balasan muncul yang menunjukkan kelegaan dan ketenangan dari para pemuja Kyujin couple.

“Onnie, Oppa, syukurlah. Aku rasa itu memang kerjaan orang iseng untuk mengganggu hubungan kalian. Tetap berbahagia.” – Kang Hamun.

“Fiuuuuh. Akhirnya kau klarifikasi juga, Hyejin-ssi. Dunia sudah gempar karena berita ini. Semoga cepat dapat momongan ya. Saranghae!” – Lee Jaesuk.

“Aku yakin kalian tidak akan terpisahkan. Tetap teguh walaupun banyak berita miring seperti ini.” – I’m Kwangsoo.

Hyejin mengembalikan Ipad Kyuhyun kepada pemiliknya. “Gomawo,” ucap Kyuhyun lalu beranjak meninggalkan Hyejin.

“Sebentar,” ucap Hyejin.

Kyuhyun menghentikan langkah kakinya dan berbalik menghadap Hyejin. “Ada apa?” Tanya Kyuhyun tanpa ekspresi berarti.

“Itu pacarmu? Maksudku, kau mencintainya?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya tanda heran dengan pertanyaan yang baru saja diajukan Hyejin. “Kau tahu aku tidak pernah tertarik dengan cinta. Bagiku ciuman itu sama seperti ciumanku denganmu atau gadis-gadis lainnya. Tidak ada rasa sedikitpun,” jawab Kyuhyun. “Sudahlah. Segera siap-siap. Kita berangkat 5 menit lagi.”

Hyejin menganggukkan kepalanya, berusaha mengambil sisi positif penjelasan Kyuhyun. Tapi sekeras apapun ia mencoba, air matanya tetap keluar. Bagi Kyuhyun, Hyejin tidak lebih dari gadis-gadis di luar sana yang bisa dia mainkan sesuka hati tanpa memandang perasaan. Bedanya, Hyejin diketahui publik sebagai istri sah Kyuhyun.

Butuh waktu lebih dari 5 menit bagi Hyejin untuk menenangkan perasaannya dan kembali siap memainkan peran dalam sandiwara yang akan berakhir 25 hari lagi. Alhasil, Hyejin mendapat tatapan dingin dari Kyuhyun sepanjang perjalanan menuju kantor perusahaan milik keluarga Cho.

Berbanding 180 derajat, Kyuhyun turun terlebih dahulu dari mobilnya dan dengan manis membukakan pintu untuk Hyejin. Tangannya terulur untuk membantu gadis itu keluar kemudian mendekap pinggang Hyejin menempel dengan pinggangnya. Dengan mesra, Kyuhyun mengajak Hyejin berbicara yang dibalas Hyejin hanya dengan senyuman. Hyejin tidak memiliki kata-kata untuk menanggapi Kyuhyun. Pikirannya terlalu kacau untuk merangkai kata-kata.

Mereka masuk ke dalam sebuah hall dimana Kyuhyun akan memberikan pidatonya sebagai Direktur baru untuk perusahaan keluarga Cho. Dengan anggun, Hyejin berdiri di sebelah Kyuhyun dan selalu tersenyum saat Kyuhyun berpidato.

“Terima kasih. Saya percaya kita semua mampu membangun kehidupan yang lebih baik dari sekarang,” ujar Kyuhyun bersemangat mengakhiri pidatonya yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh seluruh pendengarnya.

Kyuhyun mendekati Hyejin dan memeluk gadis itu seperti biasa sesuai skenario yang sudah berada di luar kepala pasangan itu. Hyejin tersenyum dan membalas pelukan Kyuhyun seperti biasa. Hanya saja perasaan tidak dapat dibohongi. “Bersikaplah seperti biasa. Peluk aku dengan benar,” tegur Kyuhyun kepada Hyejin.

Hyejin berusaha sekali lagi tapi pelukannya tidak jauh berbeda dari pelukan sebelumnya, penuh kesedihan dan rasa kecewa. “Sudahlah, Kyu. Aku mau pulang,” ucap Hyejin.

Hyejin menggandeng lengan Kyuhyun dan mengantarkan pria itu ke ruangan kerjanya. “Aku pergi dulu. Sampai jumpa,” ucap Hyejin lirih. Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya lalu berkutat dengan pekerjaannya. Dia sama sekali tidak peduli dengan Hyejin. Dengan sedih, Hyejin keluar dari ruangan itu.

Buk! Tanpa sengaja Hyejin menabrak seorang karyawan yang sedang membawa beberapa folder sehingga folder itu jatuh berserakan kemana-mana. “Jwisonghamnida. Maafkan aku. Maafkan aku,” ucap Hyejin sambil membungkukkan badan. Jungmin yang berada di belakangnya dengan segera membantu membereskan folder-folder yang berantakan itu kepada pembawanya.

“Maafkan nyonya kami. Dia sedang tidak enak badan,” ucap Jungmin.

“Gwencana,” ucap karyawan itu lalu menatap Hyejin dengan takjub. “Song Hyejin?”

Hyejin balas menatap karyawan itu dan memorinya segera berlari kepada masa lalunya 5 tahun lalu. “Junsu-ssi?” Ucapnya pada sebuah nama yang pernah mengisi hidupnya. “Kau kerja di sini sekarang?”

Junsu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum cerah. “Betul. Tidak kusangka akan bertemu kau dengan cara seperti ini. Generasi penerus. Sungguh luar biasa!” Puji Junsu membuat Hyejin tersipu malu.

“Jangan berlebihan. Ini semua hasil kerja keras orang tua kami. Kami hanya meningkatkannya saja. Apa kabar, Junsu-ssi?”

Junsu menaikkan kedua bahunya lalu menurunkannya kembali. “Ya begini-begini saja. Tidak ada yang terlalu istimewa. Kau sendiri bagaimana?”

Hyejin tersenyum yang dapat langsung diartikan oleh Junsu sebagai senyum yang tidak bahagia. “Menyenangkan. Bisa menikah dengan orang yang kau cintai itu sangat menyenangkan,” jawab Hyejin.

“Benarkah?” Junsu bertanya lebih kepada kesungguhan Hyejin menjawab pertanyaannya bukan karena ia penasaran dengan rasanya menikah.

Hyejin menganggukkan kepalanya dengan semangat. Bagaimanapun Junsu adalah orang luar yang tidak boleh mengetahui bagaimana kehidupan pernikahan Kyuhyun dan Hyejin sebenarnya. Meskipun Junsu pernah menjadi kekasih Hyejin selama 3 tahun tapi bukan berarti ia boleh tahu kehidupan Hyejin sekarang.

Junsu menatap ke dalam mata Hyejin. “Aku tahu kau berbohong padaku. Kau mencintainya tapi kau tidak bahagia,” ucap Junsu to the point membuat Hyejin gelagapan.

Jungmin melihat Kyuhyun yang berdiri di balik pintu. Ia menatap Jungmin penuh perintah untuk segera membawa Hyejin pergi. Jungmin pun menyela pembicaraan antara Junsu dan Hyejin dengan sopan.

“Maaf, nyonya Cho masih ada acara. Bisa dilanjutkan obrolannya nanti?” Ujar Jungmin.

“Baik, tidak masalah. Hyejin-ssi, boleh aku minta nomor teleponmu.” Junsu mengeluarkan ponselnya dan dengan sigap mengetik angka yang disebutkan oleh Hyejin. “Terima kasih. Aku akan menghubungimu nanti. Sampai jumpa, Hyejin-ssi.”

“Sampai jumpa,” balas Hyejin lalu pergi meninggalkan kantor itu tanpa melupakan masalah yang ia hadapi.

—–

Dengan tergopoh-gopoh, Minjung masuk ke dalam kamar Hyejin sambil membawa-bawa telepon wireless di tangannya. “Eomma menelepon,” bisik Minjung. Hyejin mengambil telepon itu dan meletakkannya di telinga kanannya.

“Yoboseyo. Eomma!!” Seru Hyejin gembira mendengar suara ibunya yang sudah lama tidak ia dengar.

“Hyejin!! Eomma rindu padamu! Bagaimana kabarmu dengan Kyuhyun? Baik kan?” Sahut nyonya Song dengan lega karena mendengar suara anaknya yang ceria.

“Kami baik-baik saja, eomma. Bahkan semakin mesra. Eomma tenang saja tidak akan sampai 30 hari, Kyuhyun pasti akan memutuskan untuk hidup denganku selamanya.”

“Jeongmal? Aigoo, anakku benar-benar hebat. Eomma sudah khawatir saja waktu itu. Eomma takut kau sedih ternyata sebahagia ini. Kalau gitu eomma tenang. Baik-baik ya dengan Kyuhyun.”

“Tentu saja eomma. Aku akan berusaha jadi istri yang baik. Eomma jaga kesehatan baik-baik. Salam buat Appa. Ok. Annyeong.”

Hyejin menutup teleponnya dan memberikannya kepada Minjung yang sedang menatapnya dengan kesal. Buat apa kau berbohong pada eomma mu? Begitu bunyi tatapan Minjung pada Hyejin.

“Aku tidak punya pilihan, Minjung-ssi. Aku tidak mau membuat orang tuaku cemas. Itu saja,” ujar Hyejin.

“Cepat atau lambat mereka akan tahu kau tersiksa dengan pernikahan ini dan itu akan lebih menyakitkan ketika mengetahui selama ini ternyata kau menyembunyikannya.”

“Minjung-ssi, sudahlah. Aku lelah membahas masalah ini. Aku hanya punya waktu 25 hari lagi dan yang ada kulihat Kyuhyun semakin muak denganku.”

Minjung hanya menghela nafas ‘terserah-kau-saja’ nya lalu pergi meninggalkan gadis kesayangannya untuk menyiapkan air panas untuk mandi gadis itu. Sedangkan Hyejin menatap foto-foto masa lalunya ketika ia masih bersama Junsu. Tawa-tawa ceria yang ada di foto itu tidak ada yang palsu.

——

12th day…

Dengan serius, Kyuhyun menatap Ipadnya dan mencari kolom search pada website http://www.TopClassSocialite.com. SONG HYEJIN. Kyuhyun mengetikkan nama itu dengan hati-hati lalu menekan enter. Tidak sampai dua detik sederet berita mengenai Song Hyejin berderet rapi dari yang terbaru sampai yang terlama.

SONG HYEJIN SUKSES MEMBUAT ORANG TERPESONA DENGAN FASHION SHOW ANTHONY HWANG. Dengan menggunakan gaun terbaik rancangan Anthony, nyonya baru keluarga Cho berhasil membuat para fashionista terkesima. 400 ribu views, 2000 komentar.

SONG HYEJIN TERLIHAT JALAN SENDIRI. Di usia pernikahan yang baru berjalan 12 hari, Hyejin berjalan sendiri di pusat perbelanjaan kelas atas Seoul. “Kyuhyun sangat sibuk dan aku tidak mau mengganggunya. Kami baik-baik saja,” ujar Hyejin ketika diminta keterangan. 1,5 juta views, 300 ribu komentar.

Kyuhyun membaca setiap berita itu dengan teliti sambil sesekali tersenyum jika menangkap komentar Hyejin.

“Kyuhyun itu sangat lucu tahu. Dia memang workaholic tapi sangat menggemaskan di lain sisi. Aku mencintainya.” – Song Hyejin pada berita HYEJIN MENDUKUNG KYUHYUN UNTUK AKUISISI PERUSAHAAN LEE.

“Terima Kasih akan dukungan kalian. Kami akan menjaga pernikahan kami selamanya.” – Song Hyejin pada berita WILL THIS NEWLYWED STAY TOGETHER FOREVER?

Tiba-tiba telepon genggamnya berdering dan mengganggu konsentrasinya. “Yoboseyo. Ne, Jungmin-ssi. Hyejin baik-baik saja? Humm? Baiklah. Jaga istriku baik-baik, jangan biarkan dia terluka. Terima kasih,” kata Kyuhyun lalu menutup telepon genggamnya.

Tanpa ia sadari, Taewoo, sekretarisnya sudah berdiri di hadapannya. “Ada apa?” Tanya Kyuhyun dengan penuh wibawa.

Taewoo menatap Kyuhyun lalu membetulkan posisi berdirinya. “Anda sudah berdiam membaca TopClassSocialite lebih dari 2 jam sedangkan masih banyak meeting yang harus Anda hadiri. Tidak biasanya Anda seperti ini. Apa ada yang salah?” Tanya Taewoo.

Kyuhyun menarik nafas panjang sambil menutup Ipadnya. “Tidak ada yang salah,” bohong Kyuhyun.

“Benarkah? Apa ada hubungannya dengan Nyonya Hyejin?” Tembak Taewoo langsung. Taewoo memang sekretaris Kyuhyun tapi ia bukan hanya sekedar sekretaris. Taewoo juga sahabat Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum masam. “Entahlah. 7 hari tanpanya rasanya sangat hambar. Aku cepat merasa bosan, tidak bersemangat, malas. Aku selalu menginginkan kehadirannya,” ujar Kyuhyun kemudian sesuai isi hatinya.

Taewoo tersenyum penuh arti. “Kau jatuh cinta padanya,” ucap Taewoo.

Kyuhyun tertawa tidak percaya dengan kata-kata Taewoo. “Sembarangan. Aku baru menikah 12 hari dengannya dan kau bilang aku jatuh cinta padanya?”

“Tidak ada yang tidak mungkin Tuan Cho Kyuhyun. Mungkin saja itu yang terjadi padamu.”

Kyuhyun terdiam memikirkan perkataan Taewoo. Ia memang merindukan Hyejin tapi apa mungkin perasaan itu bisa diartikan sebagai cinta? Kyuhyun pun tidak yakin.

—-

15th day…

Seperti biasa, Hyejin dibangunkan oleh Jungmin dan sederet jadwal kerjanya hari ini. Seperti biasa juga Minjung melayani seluruh kebutuhan Hyejin untuk menunjang kegiatannya sepanjang hari.

“Kyuhyun sudah berangkat?” Tanya Hyejin sambil berkaca di depan cermin dengan baju terbarunya yang baru dikirim dari Paris.

“Dia bahkan sudah di kantor,” jawab Minjung.

Hyejin juga sudah mulai terbiasa dengan kehidupan pernikahannya yang tidak seperti menikah. Sudah 10 hari belakangan ini, Hyejin tidak bertemu dengan Kyuhyun. Kyuhyun berangkat pagi-pagi sekali saat ia masih tidur dan pulang ketika ia sudah tidur. Hyejin bahkan sudah sangat terbiasa dengan hidup tanpa komunikasi dengan suaminya. Yang bisa ia lakukan untuk mengetahui kabar Kyuhyun hanyalah melalui website http://www.TopClassSocialite.com yang sangat update memberitakan suaminya itu.

“Miris sekali,” gumam Hyejin sambil membaca update terbaru mengenai Kyuhyun dari website kelas atas itu. “Sudah 15 hari dan keadaannya semakin parah. Aku rasa ia bahkan sudah menganggapku tidak ada. Apa aku mengajukan cerai saja. Bagaimana menurutmu, Minjung-ssi?”

“Masih ada 15 hari lagi. Kenapa kau tidak mencobanya?” Sahut Minjung.

“Kau aneh sekali, Minjung-ssi. Selama ini kau menentang hubunganku dan Kyuhyun tapi kenapa sekarang kau mendukungnya?”

“Entahlah. Kau mencintainya dan kau punya waktu 30 hari. Aku hanya tidak ingin kau menyesal tidak menuntaskannya. Kalau kau menyelesaikan 30 hari dan ia tetap tidak mencintaimu, kau tidak akan menyesal. Lagipula setelah 30 hari, kau bisa kembali dengan Junsu.”

Hyejin tertawa mendengar saran Minjung. “Panjang umur. Baru saja kau bicarakan, ia menelepon,” kata Hyejin lalu menjawab ponselnya. “Junsu-ssi, apa kabar? Hahahaha. Aku ada pemotretan hari ini. Ketemu? Boleh saja. Jam berapa? Sekitar jam 5 sore ya? Okee. Sampai jumpa.”

“Lihat. Kau berjodoh kan dengannya?” Ujar Minjung.

“Aneh-aneh saja kau. Bagaimana penampilanku? Sudah cantik kan?” Hyejin kembali mematut dirinya di depan kaca berusaha meyakinkan diri bahwa ia telah sempurna. “Aku tidak boleh menjatuhkan image Kyuhyun. Ini pemotretan pertamanya dengan majalah luar negeri. Ia harus tampak sempurna!”

Begitulah Hyejin, meskipun Kyuhyun tidak menganggapnya ia tetap memberikan yang terbaik yang bisa ia berikan untuk suaminya. Hyejin tetap melakukannya dengan tulus tanpa berharap Kyuhyun akan membalasnya. Apapun yang Kyuhyun lakukan padanya tetap akan membuatnya memberikan yang terbaik untuk Kyuhyun.

“Kajja!” Ucap Hyejin lalu melangkahkan kakinya menuju studio foto untuk melakukan pemotretan dengan Kyuhyun, suami yang akan ditemuinya setelah 10 hari tidak ada komunikasi sama sekali meski tinggal satu rumah.

Hyejin memberi salam kepada seluruh kru ketika ia memasuki studio foto tempat ia akan pemotretan dengan Kyuhyun. Semua kru menyambut Hyejin dengan ramah. Setelah berbasa-basi sebentar, Hyejin beranjak menghampiri Kyuhyun yang sedang bermake-up. Dengan mesra, Hyejin merangkul Kyuhyun dan memberikan sebuah kecupan di pipi.

Tidak seperti biasa, Kyuhyun tidak memberikan respon manis yang biasa ia lakukan meski itu hanya sebuah drama. Kyuhyun tetap berada di tempatnya dengan wajah yang tegang dan tubuh kaku. “Apa kau grogi dengan pemotretan ini?” Tanya Hyejin.

Kyuhyun tidak menjawab. Ia bahkan tidak menatap Hyejin sedikitpun. “Apa kau sakit?” Tanya Hyejin lagi. Kyuhyun pun tetap diam. Hyejin menyerah. Ia duduk di samping Kyuhyun dan membiarkan perias memoles wajahnya sesempurna mungkin sesuai dengan konsep pemotretan hari ini.

“Okee! Semua siap! Kyuhyun, Hyejin, kalian siap?” Seru fotografer kepada pasangan paling diincar saat ini.

Hyejin mengacungkan jempolnya sambil tersenyum sedangkan Kyuhyun langsung menuju set yang telah disiapkan. Kyuhyun duduk di sebuah kursi dan Hyejin duduk di lengan kursinya.

“Ok. Hyejin-ssi, rangkul bahu Kyuhyun lebih dekat. Turunkan sedikit kepalamu. Ok!” Ckrek. Pose pertama selesai diambil.

“Kyuhyun-ssi, pangku Hyejin. Letakkan tanganmu di pinggangnya. Rileks saja. Ok.” Ckrek! Pose kedua diambil tanpa masalah.

“Selanjutnya, dekatkan wajah kalian seolah mau berciuman. Kyuhyun-ssi, pegang pinggang Hyejin. Ok, seperti itu.” Ckrek!

“Tetap seperti itu. Kyuhyun-ssi, cium Hyejin. Buatlah ciuman paling menggairahkan yang pernah kalian lakukan.”

Hyejin mendekatkan wajahnya semakin dekat dengan wajah Kyuhyun. Tangannya merangkul leher Kyuhyun. Selama beberapa detik, Kyuhyun hanya menatap Hyejin. Tatapan kebingungan yang tidak pernah didapat Hyejin saat akan berciuman dengan Kyuhyun.

“Kau kenapa? Sakit? Tidak biasanya seperti ini,” tanya Hyejin pelan. Perasaannya menangkap sesuatu yang tidak beres dengan Kyuhyun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Lalu kenapa? Tidak enak berciuman denganku?” Tanya Hyejin lagi. “Ini hanya drama yang biasa kau lakukan, Kyuhyun-ssi. Aku tidak masalah melakukannya asal image-mu tetap sempurna untuk publik. Lakukan saja.”

Fotografer sudah bersiap dengan kameranya. “Ok ya. Kyuhyun-ssi, Hyejin-ssi, siap-siap! Action!” Komando fotografer.

Hyejin mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibirnya dengan bibir Kyuhyun. Detik pertama, Kyuhyun membiarkannya tetap seperti itu. Detik selanjutnya, tidak seperti biasanya, Kyuhyun menggerakkan bibirnya dan melumat bibir istrinya dengan sangat lembut dan penuh perasaan.

Ckrek!! “Ok! Bagus!” Seru fotografer. Hyejin mendorong Kyuhyun yang nyaris membuatnya kehabisan nafas. Dilihatnya sekilas mata Kyuhyun yang menatapnya dengan sendu karena pria itu langsung bangkit berdiri meninggalkan Hyejin saat ciuman mereka terlepas.

—–

18th day…

Kyuhyun memasuki kamar Hyejin dengan Ipad yang tertenteng gagah di tangannya. Dapat dilihat dengan jelas bahwa ia sedang membuka website http://www.TopClassSocialite.com dengan berita terburuk sepanjang masa hidupnya.

Posted on Sept 25th 2012 8:55pm

SONG HYEJIN – CHO KYUHYUN SPLIT UP! Hyejin kencan dengan mantan pacar yang sudah 5 tahun tidak bertemu. Keduanya terlihat sangat bahagia. 4 juta views dan 600 ribu komentar.

“Sebenarnya bagaimana pernikahan kalian? Kalian bahagia kan? Aku cemas sekali.” – Ahn Sohee.

“Kyuhyun-ssi, Hyejin-ssi. Kalian saling mencintai kan? Kenapa bisa seperti ini?” – Kang Youngmin.

“Eonni, Oppa. Aku harap kalian baik-baik saja. Aku mencintai kalian.” – Kang Hamun.

Entah apa yang sebenarnya terjadi. Kyuhyun sangat marah melihat berita itu. Terlebih lagi melihat foto Hyejin dan Junsu dan sedang saling melempar tawa dengan bahagia. Sekuat tenaga ia berusaha menahan emosinya. Tanpa basa-basi, Kyuhyun menyerahkan Ipad itu kepada Hyejin. Hyejin membaca berita itu kemudian tersenyum. “Aku sudah mengklarifikasinya saat kau berjalan ke kamarku. Tenang saja,” ucap Hyejin.

Kyuhyun mengambil Ipadnya dan mencari komentar Hyejin di antara ribuan komentar yang baru masuk.

“Dia Kim Junsu. Teman baikku. Aku menganggapnya seperti saudaraku sendiri. Apapun cerita orang, percayalah aku mencintai suamiku. Bagiku, Kyuhyun adalah satu-satunya orang yang aku cintai dengan seluruh jiwa dan ragaku. Aku tak akan meninggalkannya meskipun ia meninggalkanku. Terima kasih atas dukungan kalian. Saranghae.” – Song Hyejin.

Kyuhyun menatap Hyejin penuh terima kasih. Ditatapnya mata gadis itu lekat-lekat menyadari yang memiliki mata juga sedang menatapnya. Seketika perasaan marah itu hilang digantikan perasaan yang selama ini mengganggunya. “Kau aneh sekali akhir-akhir ini. Ada apa sebenarnya?” Tanya Hyejin bingung.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku hanya ingin tahu apa kau sungguh-sungguh mencintaiku,” ujar Kyuhyun membuat Hyejin tertawa terbahak-bahak. “Apa itu lucu?” Tanya Kyuhyun.

“Sangat lucu, menurutku. Kau pikir aku mau menikah denganmu karena aku mementingkan bisnis keluarga Song? Aku menikah denganmu karena aku mencintaimu, Cho Kyuhyun. Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku akan tetap mencintaimu. Kenapa? Apa kau mulai mencintaiku?” Hyejin tidak berharap banyak lagi pada Kyuhyun. Waktunya tinggal 12 hari dan ia sudah pasrah jika Kyuhyun tidak membalas cintanya.

Kyuhyun masih menatap lekat-lekat gadis yang sudah sangat setia padanya, melindungi image-nya, melakukan yang terbaik untuk dirinya dan mengorbankan diri untuk kebaikan dirinya. Apa mungkin akan ada gadis yang mau melakukan hal sebanyak itu untuk pria yang tidak dicintainya?

“Bukankah mencintaiku itu sangat menyakitimu? Kau tidak bahagia jika bersamaku kan?”

Hyejin berpikir dan sampai pada satu kesimpulan. “Biarkan aku menyelesaikan pernikahan ini sampai hari ke-30. Pada hari yang ke-31, aku akan mengantarkan surat cerai yang kau inginkan langsung ke mejamu,” kata Hyejin, putus asa. Hatinya sudah tidak kuat lagi. Air matanya mengalir tanpa bisa ia bendung lagi. “Aku mohon izinkan aku mencintaimu sampai akhir.”

Kyuhyun terkesiap dengan apa yang baru saja terjadi di depan matanya. 18 hari menikah dengan Hyejin, ini pertama kalinya ia melihat Hyejin menangis dan itu karena dirinya. Ia yang telah berlaku seenaknya dan membuat Hyejin bergelut dengan pikirannya sendiri.

“Hye, jangan menangis. Maafkan aku,” ucap Kyuhyun sambil mengusap air mata Hyejin yang mengalir di pipi gadis itu. “Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin tahu seberapa besar kau mencintaiku.”

“Untuk apa? Ujung-ujungnya pun kau akan tetap meninggalkanku kan?”

“Tidak. Aku berubah pikiran. 10 hari aku meninggalkanmu entah bagaimana aku menyadari aku tidak bisa hidup tanpamu. Kau yang selalu bersamaku, melakukan segalanya untukku tiba-tiba tidak ada di sampingku dan aku merasa sangat tidak nyaman.” Kyuhyun mengucapkan segalanya tanpa ragu. Ia rasa memang benar ia telah jatuh cinta pada Hyejin.

“Jangan bohong. Kalau memang seperti itu, kau bisa saja menghubungiku.”

“Aku tidak bisa. Saat itu, aku masih meragukan perasaanku. Aku baru benar-benar tersadar saat kita kembali bertemu lagi di studio. Waktu itu aku ingin sekali memelukmu dan menciummu, memberitahukan bahwa aku merindukanmu. Hanya saja aku masih gengsi untuk melakukannya. Aku benar-benar tidak bisa menahannya saat kau menciumku. Aku menginginkanmu.”

“Lagi-lagi kau bohong. Kau langsung meninggalkanku sewaktu fotografer selesai mengambil foto kita.”

Kyuhyun tersenyum. “Waktu itu aku kesal. Kau melepaskanku begitu saja. Asal kau tahu itu adalah ciuman pertamaku, maksudku yang benar-benar memakai perasaan dan kau menolakku. Wajar kan aku marah?”

Hyejin mengernyitkan keningnya. “Aku semakin tidak mengerti, Kyu. Jadi maksudmu apa? Kau minta aku meninggalkanmu? Atau apa?”

Dengan lembut, Kyuhyun mengusap kepala Hyejin. Dirangkulnya tubuh gadis itu dan dinaikkannya ke pangkuannya. “Cintaku memang tidak sebesar cintamu tapi aku akan belajar untuk mencintaimu. Berikan aku waktu seumur hidupmu dan aku janji tidak akan meninggalkanmu,” ucap Kyuhyun dengan serius. Tangannya semakin erat mengekang Hyejin. Dengan cepat, Kyuhyun merengkuh bibir istrinya dan melumatnya sampai Hyejin susah bernafas. “Aku jatuh cinta padamu, Song Hyejin,” bisik Kyuhyun lalu kembali mencium Hyejin sesuai insting pria yang dimilikinya.

—-

20th day…

“Kyaaaaaa!” Teriak Minjung begitu masuk ke dalam kamar Hyejin yang sangat berantakan. Tapi bukan hal itu yang membuatnya nyaris mati terkejut. Minjung nyaris kehilangan jantungnya saat melihat Kyuhyun dan Hyejin yang tidur sambil berpelukan di bawah selimut.

Minjung bergerak menuju pinggir tempat Hyejin tidur. Digoyang-goyangkannya sedikit tubuh gadis itu agar terbangun. “Hyejin-ssi. Yaa, Song Hyejin. Bangun. Astaga! Hyejin-ssi, apa yang kalian lakukan?” Seru Minjung dalam bisikannya begitu sadar tangannya langsung menyentuh kulit Hyejin.

Hyejin mengerjapkan matanya dan melihat Minjung berdiri di hadapannya. “Ada apa, Minjung-ssi?” Tanya Hyejin setengah sadar.

“Apa yang kau lakukan dengan Kyuhyun semalam? Kenapa kalian bisa tidur berdua…seperti ini?” Mata Minjung menelusuri selimut yang menutupi kedua tubuh pasangan itu.

Hyejin hanya tersenyum kepada Minjung. Ia lalu membalikkan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Kyuhyun yang masih terlelap. “Sayang, bangun. Kau harus siap-siap ke kantor. Sayang,” ujar Hyejin sambil menepuk-nepuk pipi Kyuhyun.

Bukannya bangun, Kyuhyun malah memeluk Hyejin makin erat dan mencium Hyejin. “Ada Minjung di sini,” bisik Hyejin sambil tertawa geli.

“Suruh dia pergi. Aku masih mau berduaan denganmu,” kata Kyuhyun lalu menyusupkan kepalanya ke dalam leher Hyejin.

Tanpa disuruh dua kali, Minjung langsung mengambil langkah seribu untuk keluar dari kamar yang semakin lama akan semakin panas itu.

Alarm sudah berbunyi ribuan kali, membuat Hyejin mau tidak mau harus segera bertindak tegas. Ia mendorong Kyuhyun agar melepas pelukannya. “Cho Kyuhyun! Bangunlah! Kau sudah terlambat!” Seru Hyejin.

Dengan nyawa yang belum terkumpul penuh, Kyuhyun kembali memeluk Hyejin dengan manja lalu memberikan morning kiss kepada Hyejin. “Morning sweetheart,” ucap Kyuhyun dengan suara parau.

“Morning, morning. Ini hampir jam 10, Cho Kyuhyun. Kau sudang sangat terlambat ke kantor!” Bentak Hyejin.

“Aku tidak peduli. Aku mau bersamamu saja hari ini,” kata Kyuhyun tanpa beranjak sedikit pun dari sisi Hyejin.

Hyejin kembali memaksa Kyuhyun untuk bangun. “Kau ada 5 meeting penting hari ini. Dan meeting pertama sudah mulai jam 9 tadi.”

Mendengar kata meeting, Kyuhyun langsung tersadar. Bagi dia meeting adalah sebuah janji yang harus ditepati. Integritas seseorang bisa dinilai dari cara bagaimana ia menyikapi meeting. Secepat kilat, ia bangkit dari tempat tidur dan bersiap-siap pergi ke kantor.

Untuk pertama kali sepanjang sejarah, Kyuhyun terlambat hampir 2 jam untuk meeting pertamanya hari ini. Semua disebabkan karena ia tidak bisa berpisah dengan Hyejin meskipun istrinya itu sudah menendang-nendangnya keluar dari tempat tidur. Keduanya sudah seperti magnet yang susah sekali dipisahkan jika sudah berdekatan. Bahkan saat meeting pun Kyuhyun bolak-balik mengecek ponselnya kalau-kalau ada telepon dari Hyejin. Hasilnya nihil dan itu membuat mood Kyuhyun jelek sepanjang hari.

“Kejutan!” Seru Hyejin ketika Kyuhyun masuk ke dalam ruangan setelah menyelesaikan meeting terakhirnya hari ini. Kyuhyun melengos duduk di kursinya tanpa mempedulikan Hyejin. “Kau tidak suka aku datang?” Tanya Hyejin sedih.

“Aku tidak suka kau tidak menghubungi sama sekali. 8 jam kita terpisah dan kau tidak meneleponku sekalipun. Mulai sekarang, kau harus menghubungiku minimal 3 kali sehari selama aku tidak bersamamu,” jawab Kyuhyun dengan jujur membuat Hyejin tersenyum geli.

“Aigoo, suamiku jadi manja sekali sekarang. Dulu aku bahkan tidak boleh tahu nomornya sekarang aku harus selalu meneleponnya. Aigoo. Aigoo.”

“Kau sudah makan malam?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba. Hyejin menggeleng. Kyuhyun dengan segera mematikan komputernya dan menelepon sekretarisnya. “Aku mau pulang. Jadwalku besok sms-kan saja ya. Terima kasih.”

Hyejin membelalakan mata melihat apa yang baru saja dilakukan Kyuhyun. Seorang workaholic seperti Kyuhyun baru saja memberitahu sekretarisnya bahwa ia akan pulang dan mungkin kembali besok pagi dengan tidak tepat waktu. Dan itu semua dia lakukan hanya untuk Hyejin.

“Kau masih waras kan, sayang?” Goda Hyejin.

“Berisik. Siapa suruh kau muncul di kehidupanku,” balas Kyuhyun yang disambut dengan tawa renyah oleh Hyejin.

—–

30th day….

Hyejin menatap 5 buah testpack di tempat tidurnya dengan gelisah. Ia sudah seminggu terlambat datang bulan dan rasa mual yang mulai hinggap di perutnya. Menurut eomma-nya mungkin saja ia hamil. Karena itu Hyejin membeli 5 testpack sekaligus untuk meyakinkan dirinya sendiri.

Selama 3 jam Hyejin menunggu hasil lengkap dari testpack yang ia miliki. Dengan senyum terkembang, Hyejin mengambil foto testpack itu dan mempostingnya ke dalam http://www.TopClassSocialite.com.

Posting on Oct 5th 2012 9:09am

GENERASI KE-4 CHO AKAN LAHIR 9 BULAN LAGI. DOAKAN YA. – Song Hyejin.

Dalam semenit, postingan itu dibaca oleh 100 ribu orang dan dikomen hampir oleh setiap orang yang membacanya.

“Cho Kyuhyun, Chukkae! Kau akan menjadi ayah! Hyejin-ah, jaga keponakanku baik-baik. Saranghae.” – Song Joongki.

“Hyejin-aaaaah!!! Aigoo.. Aku akan menjadi ahjumma!! Aigoo, aigoo. Selamat ya… Aku mencintai kalian.” – Cho Ahra.

“Eonni!! Daebak!!! Aku mendoakan semoga bayimu tumbuh sehat.” – Ahn Sohee, kyujin shipper forever.

“Hyejin-ssi. Chukkae. Tidak terasa ternyata aku sudah tua, sudah mau jadi paman. Meskipun begitu kau jangan lupa padaku ya. Sekali lagi, selamat!” – Kim Junsu.

“Selamat ya eonni dan oppa sayang. Kalau kalian mau punya anak, kami mau menikah. Datang ya. Khusus untuk eonni akan kubuatkan baju untuk ibu hamil.” – Shim Johee dan Lee Donghae.

Hyejin senyum-senyum sendiri membaca komentar-komentar positif atas hasil testpack positifnya sambil membalasnya.

“Gomawo. Jeongmal gomawo.” – Song Hyejin.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan memunculkan satu-satunya orang yang penyebab kehebohan test pack itu. ” Yaaa Song Hyejin. Apa-apaan kau? Memberi tahu dunia tanpa memberi tahu suamimu dulu bahwa kau hamil. Asal kau tahu, aku yang bersusah payah membuat janin itu muncul di rahimmu tapi aku menjadi orang terakhir yang tahu? Hah?” Protes Kyuhyun.

Hyejin menyambut Kyuhyun dengan sebuah pelukan diiringi tawa bahagia. “Ternyata kau suka baca website itu juga ya. Dasar tukang gosip,” goda Hyejin.

“Hei,,”

Hyejin hanya tertawa renyah sambil melingkarkan lengannya di leher Kyuhyun. “Maafkan aku. Aku terlalu excited jadi aku tidak sabar untuk memberitakannya ke seluruh dunia bahwa kau akan punya anak. Cho Kyuhyun akan menjadi seorang ayah.”

Kyuhyun memeluk Hyejin dengan erat. “Gomawo, Hye. Gomawo. Aku akan menjadi ayah. Benar-benar tidak bisa dipercaya,” ucap Kyuhyun penuh terima kasih. Bukan hanya untuk janin yang ada di rahim Hyejin tapi untuk semua yang sudah dilakukan Hyejin untuk Kyuhyun, memberikan cinta tanpa batas dan membuat Kyuhyun mengerti apa itu cinta.

-end-

Posted from WordPress for BlackBerry.