Annyeonghaseyo chingudeul, onnideul, dongsaengdeul😀

i’m back with Kim Jongwoon fanfiction!! karena kebetulan lagi ada waktu akhirnya ff ini bisa terbuat😀

hope you guys enjoy it ya😀 leave your comments here ya😀 your comment are love for me ^^

created by @esterong for Hyesung couple ^^

nb : makasi ya kak selaa uda bantuin bikin ffnyaa ^^ hehehe

*******

Dia, pria itu, yang selalu duduk diam di perpustakaan kampus setelah jam kuliah selesai, adalah seorang pria tampan yang berkuliah di Universitas Seoul, Jurusan Management, Semester akhir. Namun sayang sekali ada beberapa sifat didalam dirinya yang membuat ketampanannya tak terpancar.

Bangku di pojok perpustakaan adalah teritorialnya. Kursi paling depan di kelas kuliahnya adalah teritorialnya. Jarak 3 meter didepannya, dibelakangnya, atau disampingnya saat ia berdiri atau berjalan juga teritorialnya. Teritorial artinya wilayah itu miliknya. Semua tahu hal itu meski tak pernah ada perjanjian tertulis yang pernah ia tanda tangani.

Tak ada seorang pun yang bisa masuk ke teritorialnya, menjangkaunya. Ah, salah, bukannya mereka tak bisa, tapi mereka tak mau. Tak ada yang sudi untuk mendekati pria itu, meskipun mereka akan dibayar jutaan won.

Tidak, tidak, dia bukan seseorang dengan penyakit menular yang mematikan. Dia juga bukan pasien sakit jiwa yang harus kau jauhi karena akan melukaimu. Dia hanya pria tampan biasa, yang sayangnya nerd, kuper, menutup diri dari dunia luar, suka menyendiri, dan memiliki aura aneh. Semua itu membuat orang lain tak mau mendekatinya.

Namun ia merasa fine dengan hal itu, karena ia merasa lebih baik jika tidak ada orang lain disekitarnya. Ia merasa aman, tentram, dan nyaman. Tak perlu merasakan traumanya semasa SMA dimana akhirnya ia menyadari kalau orang-orang yang bersikap ramah padanya, atau mau berteman dengannya, karena ia adalah penerus utama keluarga Kim. Kesendirian membuat pria itu, Kim Jongwoon, tak perlu melihat kemunafikan itu. Kepalsuan yang selalu tampak di sosialita itu. Menyebalkan.

*****

October 20th,  2013. TopClassSocialite.com just posted:

“Cho Hyemi Show Off Her Relationship With Song, Kang, Shim’s Heiress.”

Postingan itu menunjukan sebuah foto yang diupload Cho Hyemi diofficial twitter miliknya. Foto dirinya bergaya aegyo dan tersenyum tulus bersama Song Hyejin, Kang Hamun, Shim Johee.

Postingan itu juga menuliskan kembali tweet Hyemi. ‘Baru saja bertemu dengan sahabat terbaikku. Untuk Hyejin dan Kyu sepupuku, selamat atas calon bayi kalian^^. Untuk Johee, selamat atas pernikahanmu^^. Dan untuk magnae Hamun, sana cepat cari pacar! :p Kekeke saranghae <3’

Postingan itu sudah dilihat sebanyak 1.256.963 viewers. 600 komentar.

‘Aku senang melihat keakraban kalian!’ — Choi Jihyo

‘Kau sangat beruntung bisa bersahabat dengan mereka, Hyemi!’ — Park Minah

‘Hyemi memang gadis yang baik, pantas saja mereka mau berteman dengannya’ — Kang Sunghwa

‘Aku yakin persahabatan mereka sangat tulus, lihat saja senyum mereka’ — Bong Su

Gadis yang bersangkutan, Cho Hyemi, tersenyum sendiri membaca beberapa komentar itu. Tak ada satupun komentar negatif tentang dirinya dan persahabatan itu.

‘Terima kasih semua atas komentarnya ^^ Aku juga berharap bisa lebih sering bertemu mereka. Tapi sayangnya mereka *kecuali Hamun* sudah jadi milik orang lain ToT. Aku harap Hamun tidak mendapat pacar dulu. Sekarang hanya Hamun yang bisa langsung datang saat aku menelpon mereka semua. Tapi aku harap Hyejin dan Johee bahagia. Doakan aku segera menyusul!!^^’ — Cho Hyemi

Komentar Hyemi itu, langsung direplies oleh banyak orang. Kebanyakan dari mereka turut mendoakan Hyemi agar ia segera menyusul Hyejin dan Johee. Sisanya merasa kasihan pada si magnae Hamun yang mungkin akan dieksploitasi oleh Hyemi sementara waktu.

Gadis itu, Cho Hyemi, semua orang menyukainya. Ia adalah salah satu Top Star dilingkungan sosialita karena sifat yang friendly, fashion yang keren, wajah yang cantik, uang yang banyak dan sikap rendah hati yang ia miliki. Satu lagi kelebihan gadis ini, ia selalu berusaha melihat sisi postif dari tiap orang. Hal itulah yang membuatnya tak pernah memilih-milih saat berteman.

Hyejin, Johee, dan Hamun adalah sahabat terbaiknya. Namun karena Hyejin dan Johee sudah ada yang punya, dan ia sedang tak perlu menandatangani dokumen-dokumen perusahaan, maka disinilah Hyemi berada: Perpustakaan Universitas Seoul, Kampus Hamun. Tujuannya adalah ia ingin mengajak Hamun jalan-jalan —tujuan sebenarnya, Hyemi ingin jalan-jalan tapi tidak bisa mengajak Hyejin ataupun Johee maka ia mengajak Hamun yang notabene tidak terlalu hobby shoping—.

Hyemi melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 17.45. Ternyata ia datang 15 menit lebih cepat dari waktu janjian dengan Hamun. Sangat sayang membuang waktu selama 15 menit hanya dengan menunggu di mobil, karena itulah ia memutuskan untuk pergi ke tempat ini.

Sudah 10 menit Hyemi berkeliling di perpustakaan ini namun ia tak menemukan hal yang menarik. Sampai pada akhirnya kakinya membawanya ke pojok perpustakaan itu dan akhirnya ia menemukan apa yang ia cari. Sesuatu yang menarik. Sesuatu yang sangat indah. Dan semuanya itu ada didalam sosok pria itu.

Pria itu duduk bersandar dengan punggung kursi. Kedua tangannya terlipat didepan dadanya. Kepalanya tertunduk sedikit. Mata yang terpejam menandakan bahwa ia sedang tertidur lelap. Sinar matahari yang nyaris terbenam diufuk barat, dan warna oranye lembut langit sore yang membias dibalik jendela perpustakaan itu menyempurnakan pemandangan ini.

Hyemi tidak sanggup mengedipkan matanya. Sangat sayang menyia-nyiakan pemandangan ini walau hanya sepersekon. Ia melangkahkan kakinya dengan amat-sangat perlahan agar suara high-heelsnya tidak membangunkan pria itu. Hyemi menarik kursi disamping pria itu dan duduk disana.

Hyemi terdiam sesaat meneliti wajah pria itu. Rambut halus dengan poni agak panjang, bau harum, hidung mancung, pipi sedikit tembam, bibir tipis, membuat pria ini terlihat sangat tampan dibenak Hyemi. Diluar kesadarannya, tangannya bergerak sendiri menjelajahi wajah pria itu tanpa berani menyentuhnya.

Tiba-tiba saja, kepala pria itu terangkat dengan matanya yang terbuka perlahan-lahan. Hyemi terkejut namun tubuhnya tak bisa ia gerakan. Bahkan tangannya tadi masih ada disebelah pipi pria itu. ‘Mati aku!’ batin Hyemi.

Pria itu, yang merasakan kehadiran seseorang disampingnya, akhirnya menoleh dan mendapati seorang gadis sedang menatapnya lekat, nyaris tak berkedip. Selama beberapa saat, mata mereka saling bertemu. Pria itu merengkuh tangan Hyemi yang sedari tadi berada di sebelah pipinya untuk menyingkirkannya, namun entah mengapa, pria itu sendiri tak tahu, tangannya tak mau melepaskan tangan Hyemi.

Jantung Hyemi berdetak sangat kencang. Mata pria itu akhirnya terbuka dan kini ia dapat melihat dengan jelas wajahnya. Semuanya sama seperti gambaran Hyemi. Pria ini memang tampan, tak diragukan lagi.

Selama hampir satu menit, Hyemi merasa dunia ini hanya milik mereka berdua. Tapi semua itu lenyap saat ia mendengar seseorang memanggil namanya, “Hyemi onnie,” sampai tiga kali. Panggilan yang ketiga, membuat Hyemi dan juga pria itu tersadar. Pria itu segera melepaskan tangannya dan mereka berdua sama-sama mengalihkan pandangan mereka.

“Hyemi onnie?” panggil Hamun memastikan saat ia melihat sosok yang mirip dengan onnienya di pojok perpustakaan, yang ia ketahui adalah teritorial sunbaenya, Kim Jongwoon atau yang lebih ia kenal dengan nama Yesung.

Hyemi yang mendengar namanya dipanggil kelabakan. Ia segera bangkit dari tempat duduknya lalu beranjak dari tempat itu, bahkan tanpa berpamitan pada pria itu. Pria itu pun tetap stay cool dengan pura-pura membaca bukunya.

Mata Hamun membesar saat menyadari bahwa gadis tadi memang Hyemi onnie dan Yesung Sunbae ada disampingnya. Mulut Hamun hendak melontarkan pertanyaan, namun Hyemi segera menarik Hamun keluar dari tempat itu.

Setelah mendengar pintu perpustakaan tertutup, Yesung menghela nafas panjang dan menutup bukunya. Ia menyandarkan tubuhnya dikursi itu. Tangannya meraba dada sebelah kirinya dan mendapati jantungnya berdebar sangat kencang.

Debaran itu membawanya kembali pada moment yang baru saja berakhir. Ia ingat bagaimana mata itu menatapnya lekat dan menjadi pemicu dari debaran ini. Ia juga ingat bagaimana kehangatan mengalir dari tangan itu. Tangan seorang gadis yang bahkan tak ia ketahui namanya. Seorang gadis yang anehnya, Yesung tak merasa terganggu dengan kehadirannya. Seorang gadis yang entah dengan mantra apa, mampu merebut hatinya dipertemuan pertama mereka.

*****

‘Aku ingin menjemputmu. Hanya itu. Tak ada maksud terselubung, Hamun sayang. Kau tak percaya niat baikku? Jangan sampai kau berani pulang sendiri!’ itulah message terakhir yang Hyemi kirimkan pada Hamun, sekitar sejam yang lalu. Dan saat ini, masih 30 menit sebelum jam kuliah Hamun selesai, tapi ia sudah berada di Kampus Hamun, di perpustakaannya.

Hyemi berjalan menuju pojok perpustakaan itu namun ia tak menemukan sosok yang sebenarnya menjadi tujuan Hyemi untuk menjemput Hamun. Hyemi sedikit kecewa tapi tak ada yang bisa ia perbuat. Akhirnya Hyemi duduk di bangku yang pria itu duduki kemarin. Ia mengeluarkan ipadnya dan membuka website http://www.TopClassSocialite.com untuk membunuh waktu.

Ia melihat Top Storiesnya dan mendapati salah satu headline postingan yang menyangkut tentang dirinya. Sudah dilihat sekitar 1,5 juta dan ada 1000 komentar.

 October 21st, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“Cho Hyemi menjemput Kang Hamun dikampusnya akhir-akhir ini. Ada apa?”

“Ah, ini pasti karena tweetku tadi,” gumam Hyemi pada dirinya sendiri. Ia teringat dengan tweet terakhirnya sebelum ia meluncur ke kampus ini. ‘Pekerjaanku akhir-akhir ini adalah menjemput magnaeku. Tapi sangat menyenangkan. Untung otak Hamun encer dan bisa berkuliah disana. Terima kasih, Hamun sayang @MagnaeHamun’

‘Aku yakin pasti ada maksud terselubung dibalik semua ini!’ — Kang Hamun.

‘Kau benar Hamun. Mungkin…. Pria? Akhirnya~^^’ — Song Hyejin

‘Hyejin onnie, magnae Hamun, bisakah kalian tidak menggoda Hyemi? Kalian memang usil >.< Kalau memang ada pria yang ia sukai, baguslah ^^. Cepat susul aku dan Hyejin. Kau Kang Hamun, belajar dulu sana hehe’ — Shim Johee

Hyemi tertawa membaca komentar yang Hamun, Hyejin, dan Johee tinggalkan sekitar sejam yang lalu.

‘Akan aku beritahu asal kau membiarkan aku menjemputmu terus Hamun-ah =3. Hyejin-ah, akan kulaporkan sifat usilmu ini pada sepupuku!!! Hahaha Johee!! I love you so much! You know me so well! Thanks dear^^’ — Cho Hyemi

Saat Hyemi cekikikan sendiri dengan komentar-komentar di postingan itu, tiba-tiba ada yang meletakan beberapa tumpukan buku dimeja itu. Sedikit dibanting sehingga membuat Hyemi kaget. Hyemi kesal dengan orang yang tidak sopan itu. Ia hendak menasehatinya. Namun saat ia mendongak dan melihat dengan jelas wajah itu… Hyemi kehilangan kosakatanya.

“Itu tempat dudukku, bisakah anda menyingkir?” tanya pria itu, pria yang sama dengan yang kemarin, pria yang sampai saat ini tak Hyemi ketahui namanya. Bodohnya, ia tidak bertanya pada Hamun tentang ini.

Hyemi kelabakan saking nervousnya. Ia segera bangkit dari kursi itu dan beranjak beberapa langkah sampai akhirnya pria itu bisa duduk disinggasananya namun Hyemi teteap berdiri disampingnya selama nyaris 3 menit.

“Ada apa?” tanya pria itu datar.

Hyemi terkesiap dengan suara itu. Ia terlalu kaget dengan kenyataan kalau pria itu sedang mengajaknya bicara. Keterkejutan membuat lidah dan otaknya tak bekerja sama terlebih dahulu sehingga kalimat itu terlontar begitu saja: “Aku ingin tahu namamu,” kata Hyemi. Beberapa detik kemudian, setelah ia sendiri bisa mencerna kalimat yang keluar dari bibirnya, Hyemi memukul kepalanya pelan menyadari kebodohan dari pertanyaannya itu.

Pria itu, Yesung, entah mengapa hatinya merasa bahagia dengan pertanyaan sederhana itu. Bibirnya tertarik, membentuk senyum samar yang tak bisa Hyemi lihat. Kini kepalanya terangkat dan menatap mata Hyemi lekat. Begitupula dengan Hyemi. Jantung Yesung kembali berdetak abnormal. Hatinya kembali bergejolak. Dadanya kembali sesak karena rasa yang tak tertahankan. Dan Yesung sendiri menyadari, kalau ia telah jatuh cinta pada gadis itu. Tanpa kesengajaan, tanpa tahu sejak kapan, tanpa tahu bagaimana, tanpa tahu kenapa.

“Berikan aku alasan, mengapa aku harus memberitahu namaku padamu, nona,” ujar Yesung memberikan penekanan pada kata ‘nona’, dan hal itu mampu membuat sekujur tubuh Hyemi merasa panas dan pipinya merona. Hyemi malu dan senang disaat bersamaan. Perasaan yang berlebihan inilah yang membuatnya lagi-lagi melakukan sebuah kebodohan stadium akhir, yang mungkin tak akan pernah diperbaiki: “Karena aku sudah jatuh cinta padamu,” kata Hyemi. Sama seperti tadi. Beberapa detik ia terdiam, lalu berakhir dengan pukulan dikepalanya sendiri. Hyemi sudah mengutuki dirinya sendiri sekarang.

Disaat Hyemi bingung dengan kebodohannya, Yesung tersenyum tipis. Ia juga tak bisa menipu dirinya sendiri yang senang bukan main dengan pernyataan itu. Ia tak menyangka, cinta semudah ini menghampirinya, merasuk dalam jiwanya, dan hinggap didalamnya.

Disaat Hyemi kebingungan dan merasa bodoh seperti itu, Yesung hanya berdiam diri dan menikmati pemandangan dihadapannya. “A-a-aku.. a-a-aku tidak menyukaimu. Eh? Bukan begitu juga. A-a-aku menyukaimu ta-tapi… Argh!” seru Hyemi frustasi. Tak ada lagi yang bisa ia katakan. Ia tak bisa mengklarifikasi apapun karena pernyataan yang keluar dari mulutnya itu adalah benar.

“Jadi, kau mencintaiku, nona?” tanya Yesung dan dengan pasrah Hyemi mengangguk.

“Kau mungkin kaget karena pernyataan cintaku terkesan tiba-tiba padahal kita baru bertemu kemarin dan kau sendiri belum tahu namaku. Tapi aku ingin kau percaya pada perasaanku,” tutur Hyemi.

Yesung hendak membuka suara, tapi Hyemi menimpalinya lebih dulu. “Jangan dijawab sekarang!” katanya. Alis Yesung naik beberapa derajat, heran. “Aku tak mau kau menolakku dengan alasan kita belum saling mengenal. Berikan aku waktu seminggu untuk membuatmu jatuh cinta padaku. Bagaimana?” tawar Hyemi.

“Hyemi onnie!” panggil seseorang. Hyemi mendesah kesal karena tahu kalau itu adalah Hamun, yang berarti jam berduaan dengan pria ini sudah selesai.

“Sepertinya orang yang kau tunggu sudah datang,” ujar Yesung yang membuat Hyemi tak bisa lagi mengelak dari kenyataan.

Hyemi menghela nafas, “Kau benar. Aku pulang dulu, ya,” kata Hyemi lemas lalu beranjak dari tempat itu.

Langkahnya gontai, seakan ia tak niat berjalan meninggalkan tempat itu, tapi mau bagaimana lagi? Hamun sudah pulang dan ia tak bisa berlama-lama ditempat itu. Hyemi harus merahasiakan hal ini dari Hamun, atau kalau tidak Hamun tak akan membiarkan dirinya menjemputnya lagi. Hamun sangat suka menggoda onnie-onnienya. Melarang Hyemi bertemu dengan orang yang disukai adalah salah satu bentuk keusilan Hamun yang bisa Hyemi prediksi.

“Yesung,” sahut sebuah suara. Langkah Hyemi terhenti karena mengenal suara itu. Tapi ia belum yakin benar sebelum akhirnya ia melihat orang itu berbicara dengan mulutnya sendiri. Hyemi berbalik dan melihat dengan mata kepalanya sendiri, “Namaku Yesung,” kata pria itu sekali lagi dengan senyum yang juga mengembang diwajahnya.

Tak diragukan lagi, senyuman itu membuat wajahnya terlihat makin tampan berkali-kali lipat. Senyuman itu memberi sengatan luar biasa pada jantung Hyemi yang kini sudah berdetak tak karuan.

“Hyemi onnie,” panggil Hamun sekali lagi yang membuat Hyemi tersadar dari kegembiraannya yang berlebihan.

“Cho Hyemi! Namaku Cho Hyemi! Senang berkenalan denganmu, Yesung shi!” ujar Hyemi sambil membungkukan badannya. Setelah itu ia berlari-lari kecil ketempat Hamun dengan senyum yang tak akan pudar, bahkan jika Hyemi tidur. Ia yakin malam ini, Yesung pasti akan masuk ke dalam mimpinya.

******

October 26st, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“Hyemi menggila? Apa maksudnya?”

Hyemi tertawa terbahak-bahak membaca judul postingan yang lagi-lagi menjadi Top Stories dengan pengunjung sekitar 2 juta viewers dan 1500 komentar.

Postingan itu ditulis berdasarkan tweet Hamun tentang diriku. ‘Aku rasa Hyemi onnie sedang menggila. Ia memaksaku untuk mau dijemputnya. Dan ia menyetir dengan kecepatan 120 km/jam sambil tersenyum-senyum sendiri padahal aku sudah ketakutan setengah mati. Siapapun yang membuat Hyemi onnie seperti ini, kau harus bertanggung jawab!’

Hyemi tak membalas postingan itu meskipun perutnya sudah sakit membaca tiap komentar yang dtinggalkan, terutama komentar dari Hamun, Hyejin, dan Johee. Ia membiarkan mereka semua penasaran sampai saatnya tiba ia bisa memperkenalkan Yesung sebagai kekasihnya.

******

Seminggu ini, sudah menjadi kewajiban Hyemi untuk menjemput Hamun. Ah, itu hanya kamuflase. Tujuan sesungguhnya adalah Hyemi ingin menemui Yesung. Pojok perpustakaan menjadi spot pertemuan mereka bahkan tanpa ada perjanjian sebelumnya.

Kali ini lagi-lagi Hyemi mendapati Yesung bak lukisan dengan latar langit oranye dibelakangnya. Yesung tertidur dan Hyemi mendekatinya dengan perlahan tanpa suara. Menjaganya agar tetap tertidur.

Hyemi menjelajahi wajah Yesung dengan jemarinya. Tiba-tiba saja wajah Yesung terangkat. Tangan Yesung merengkuh tangan Hyemi lalu menggenggamnya. Kini Yesung memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan Hyemi. Mata memandang mata, menyampaikan segenap perasaan yang tak bisa terungkapkan oleh kata-kata.

“Kau tak tidur?” tanya Hyemi, tanpa melepas pandangan mereka.

“Aku tertidur, tapi semenit sebelum kau duduk disini aku sudah terbangun,” jawab Yesung yang membuat keduanya tersenyum penuh arti.

“Sekarang tanggal berapa?” tanya Yesung.

“28 Oktober,” jawab Hyemi.

Keduanya terdiam lalu wajah Yesung mendekat pada Hyemi dan bibir Yesung mendarat dibibir Hyemi selama 10 detik. Hyemi terkesiap tapi ia tak memberontak.

“Ini ucapan selamat dariku,” ujar Yesung dengan senyum manisnya yang membuat Hyemi makin sayang pada pria ini.

“Untuk apa?” tanya Hyemi tak mengerti.

Yesung tersenyum penuh arti lalu berbisik ditelinga Hyemi, “Karena kau telah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Bahkan sejak seminggu yang lalu,”

“Jadi sekarang kita pacaran?” tanya Hyemi mencoba mengambil kesimpulan. Yesung mengangguk dan langsung diserbu oleh pelukan hangat dari Hyemi.

******

“Ini pacarku, Yesung,” ujar Hyemi memperkenalkan pria yang berdiri disampingnya kepada couple Kyu-Jin, couple Jo-Hae, dan Hamun yang datang seorang diri.

Kyujin dan Johae sudah berdiri untuk memberikan selamat kepada pasangan yang baru menjalin hubungan selama 2 minggu ini. Senyum merekah diwajah Yesung-Hyemi dan keempat sahabatnya yang lain, sedangkan Hamun masih duduk dan menatap Hyemi tak percaya.

“Onnie berpacaran dengan… Yesung sunbae? Bagaimana bisa?” tanya Hamun yang membuat semua tawa tadi terhenti. Enam pasang mata menatap Hamun heran saat ini.

“Tentu saja bisa, aku berhasil merebut hatinya,” jawab Hyemi santai tanpa mengerti apa yang sebenarnya membuat Hamun heran.

“Apa aku tak pernah cerita tentang Yesung Sunbae? Yang sedikit kuper dan suka menutup diri?” tanya Hamun sekali lagi. Hyemi terdiam sesaat lalu akhirnya menjentikan jarinya, ia sudah mengerti apa penyebab rasa tak percaya Hamun itu.

“Aku tahu itu. Bahkan Yesung sendiri yang bercerita padaku,” jawab Hyemi sambil menatap Yesung penuh arti. Matanya seolah berkata, ‘Aku mencintai semua yang ada pada pria ini. Kelebihan, dan kekurangannya’

“Kau pasti kaget, mianhamnida,” kata Yesung pada Hamun yang sepertinya sedikit shock dengan kabar ini.

“Jadi selama ini onnie menjemputku karena ingin bertemu dengan Yesung Sunbae. Iya, kan?” tanya Hamun. Dengan ragu, Hyemi mengangguk.

“Aku dimanfaatkan? Bagus sekali,” ujar Hamun setengah kesal lalu memalingkan wajahnya dari Hyemi.

Hyejin, Johee, dan Hyemi yang melihat itu hanya bisa tersenyum maklum karena mereka tahu apa alasan sesungguhnya yang membuat gadis kecil mereka ini marah. Bukan karena ia dimanfaatkan, tapi kini ia merasa sendirian. Ketiga onnienya sudah memiliki kekasih dan suami. Tak ada lagi yang bisa ia jadikan tempat bermanja atau menemaninya disaat kesepian.

“Ayolah sayang, jangan membuat Hyemi sedih di hari yang membahagiakan ini,” ujar Hyejin sambil mengelus puncak kepala Hamun.

“Hamun, tenang saja kami tak akan meninggalkanmu sendirian,” ujar Johee untuk mendinginkan hati Hamun.

“Hamun sayang, jeongmal mianheyo. Aku tahu aku salah. Aku akan membelikan dark chocolate kesukaanmu. Kau boleh minta yang lain juga,” ujar Hyemi. Hamun kini menatap Hyemi masih dengan tatapan kesal. “Memangnya aku anak kecil yang bisa disogok dengan coklat?” tanya Hamun kesal.

“Memang biasanya begitu, kan?” sahut Kyuhyun dan Donghae yang membuat emosi Hamun makin naik. Johee menyikut Donghae, Hyejin menyikut Kyuhyun agar mereka menutup mulutnya, setidaknya untuk 5 menit kedepan sampai emosi Hamun mereda.

Hamun kini menatap Yesung tajam. “Berikan aku alasan agar aku bisa melepas Hyemi onnie untukmu, Yesung Sunbae,” perintah Hamun.

Yesung tersenyum dan membalas tatapan itu dengan tatapan lembut. “Aku mencintainya, menyayanginya. Aku berjanji padamu tak akan pernah membiarkannya sedih karena aku. Dan yang terpenting, kau boleh meminjamnya kalau kau mau,” jawab Yesung sabar.

“Kalau begitu, aku akan meminjamnya tiap hari, tiap jam, tiap saat. Bagiamana? Kau mau meminjamkannya?” tanya Hamun skeptis.

Yesung tersenyum, “Aku tahu kau anak baik. Kau tak mungkin tega menyiksaku dan Hyemi dengan mengeksploitasinya selama 24 jam, Hamun shi,” balas Yesung. Jawaban yang mampu meluluhkan hati Hamun.

“Baiklah, aku pegang janjimu, sunbae,” balas Hamun masih dengan raut kesal, tapi di dalam hati ia turut senang atas kebahagiaan onnienya itu.

*****

November 14th, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“KYU-JIN, JO-HAE, HYEMI, HAMUN BERKUMPUL DI HENDEL&GRATEL CAFE. SIAPA PRIA DISAMPING HYEMI?!!”

Postingan itu menunjukan beberapa foto saat Kyuhyun, Hyejin, Donghae, Johee, Hamun, Hyemi, dan Yesung berkumpul 3 jam yang lalu di Hendel&Gratel Cafe. Artikel tersebut juga mengatakan bahwa pria yang ada disamping Hyemi kemungkinan besar adalah kekasih Hyemi. Dugaan itu diperkuat dengan tweet dari Hyejin, Johee, dan Hamun yang mengucapkan selamat karena Hyemi akhirnya memiliki kekasih.

Sudah ada 2 juta viewers dan 1500 komentar. Sebagian dari mereka menyatakan selamat karena Hyemi akhirnya memiliki kekasih. Ada juga yang mengasihani Hamun karena belum menemukan pujangga hatinya. Tapi dari semua komentar yang ada, yang paling banyak direplies adalah:

‘Bukankah dia adalah Kim Jongwoon? Generasi ke 3 keluarga Kim? Pewaris tunggal Kim Cooperation?’ — Han Yongsa

‘Kim Cooperation? Yang akan diakuisisi oleh Cho Cooperation?’ — Jim Stewart

‘Benar! Itu pasti Kim Jongwoon! Sudah sangat lama tak melihatnya, tapi ia tak berubah sedikit pun! Aku sangat yakin itu Jongwoon! Akhirnya ia kembali ke sosialita kita!’ — Kang Sohyun

‘Apa jangan-jangan Hyemi mendekati Jongwoon untuk alasan akuisisi itu?’ — Goo Junpyo

*****

“Ada apa ayah memanggilku?” tanya Yesung saat ia memasuki ruangan Direktur, ruangan ayahnya.

Tuan Kim menatap Yesung kesal lalu menyodorkan ipadnya dihadapan Yesung. “Itu kau?” tanya ayahnya. Yesung tak menjawab, ia masih sedikit kaget dengan artikel yang memunculkan wajah dan namanya. Ia sendiri berpikir, ‘Bagaimana aku bisa muncul kembali di website ini?’

“Itu kau? Yang berpacaran dengan Cho Hyemi dan berteman dengan Cho Kyuhyun? Klan Cho yang hendak mengakuisisi perusahaan kita ini?!” tanya ayahnya kesal setengah mati. Yesung lagi-lagi tak menjawab. Matanya membesar menatap ayahnya. Wajahnya penuh pertanyaan. Ia mendengar dengan jelas perkataan ayahnya tadi namun ia belum sanggup mencerna kenyataan ini. Ia berusaha menyangkal kenyataan itu dengan menganggap ia punya gangguan pada gendang telinganya. Ia tak sanggup dikhianati lagi, apa lagi kali ini oleh seseorang ia sayangi. Sangat ia cintai.

“Kau dimanfaatkan oleh Cho Hyemi! Ia pasti tahu siapa dirimu, karena itulah ia mendekatimu dan berpacaran denganmu!” seru appa Yesung. Bersamaan dengan itu, Yesung bisa merasakan rasa sakit mengalir ke sekujur tubuhnya. Yang paling menyakitkan adalah didadanya. Hatinya bergejolak tapi rasa ini tidak nikmat, tidak memabukkan. Hatinya kini bergejolak karena amarah dan kekesalan karena pengkhianatan. Amarah membuatnya tidak sempat berpikir mana yang benar atau yang salah. Yang ia tahu saat ini adalah Hyemi mengkhianatinya.

“Kau harus mengatasi permasalahan ini. Jangan biarkan klan Cho mengambil perusahaan kita ini! Ini semua menjadi tanggung jawabmu sekarang. Pergilah,” ujar appanya.

Yesung keluar dari ruangan itu lalu berjalan menuju mobilnya. Tangan kirinya mencengkram erat kemudinya. Kuku jemari tangan kanannya ia gigiti sebagai bentuk pelampiasannya agar air mata yang sudah tertampung dipelupuk tidak mengairi pipinya. Ia tak menyangka, cinta semudah ini menghampirinya, merasuk dalam jiwanya, hinggap didalamnya, dan menghancurkan hatinya.

*****

“Aku sungguh tak tahu kalau kau adalah Kim Jongwoon, penerus keluarga Kim. Aku sama sekali tak berniat memanfaatkanmu untuk akuisisi itu, Yesung,” ujar Hyemi mencoba mengklarifikasi semua gosip yang beredar.

“Apa yang kau harapkan dariku, Hyemi?” tanya Yesung. “Percaya padamu?”

Yesung menatap Hyemi benci. Mata itu ibarat pisau bagi Hyemi. Hanya dengan tatapan itu, Hyemi bisa merasakan sekujur tubuhnya kesakitan.

Hening sejenak diantara mereka berdua, namun akhirnya Yesung berkata, “Aku ingin kita putus,”

Air mata Hyemi mengalir tanpa ekspresi. Tangannya merengkuh tangan Yesung, namun dengan segera ditepis oleh Yesung.

“Jangan sentuh aku,” ujarnya. “Aku tak akan membiarkan keluarga Cho mengambil alih perusahaan kami,” Yesung beranjak dari tempat itu setelah kalimat terakhirnya tadi.

Hyemi tak bisa melepas pandangannya dari punggung pria itu, bahkan setelah punggung itu tak terlihat. Saat ini kakinya terlalu lemas untuk menopang berat tubuhnya. Sekujur tubuhnya terlalu sakit sampai ia tak kuat menahan tangisnya lagi.

Cinta datang begitu tiba-tiba dalam kehidupan Hyemi. Namun secepat itu pula, ia pergi meninggalkan Hyemi dengan luka yang membekas dan entah kapan akan tersembuhkan.

******

November 15th, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“Kim Jongwoon akan mengambil alih Kim Cooperation untuk sementara waktu”

——-

November 15th, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“Kim Jongwoon putus dengan Cho Hyemi?”

Hamun tertegun membaca kedua postingan yang menjadi Top Stories urutan pertama dan kedua. Begitu pula Hyejin dan Johee saat Hamun menunjukan postingan itu pada mereka. Ditengah keheningan mereka, tiba-tiba pintu kamar Hamun terbuka dan mereka mendapati orang yang sudah ditunggu-ditunggu.

Hyemi sudah duduk diantara Hyejin dan Johee dengan tampang lesu dan tatapan kosong. Semuanya memandang Hyemi dengan tatapan sedih namun tak ada yang berani melontarkan pertanyaan tentang masalah itu.

Tiba-tiba saja Hyemi merasakan sebuah dekapan hangat. Pelukan dari Hyejin. Johee juga memeluk Hyemi. Hamun beranjak sedikit dan memeluk Hyemi onnienya. Hanya memeluk, mengusap punggung, dan mengelus puncak kepala Hyemi. Hanya itu, tanpa kata-kata. Namun semua kebaikan itu membuat Hyemi tak bisa menahan tangisnya lagi. Pertahanan yang sudah ia bangun akhirnya runtuh.

******

December 1st, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“Dibawah pimpinan Kim Jongwoon, hanya dalam jangka 2 minggu, saham Kim Cooperation meningkat 2 kali lipat!”

——-

December 3rd, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“Pegawai Kim Cooperation Senang dengan Kepemimpinan Kim Jongwoon!”

——-

December 5th, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“Kim Jongwoon kembali ke sosialita kita!”

Hamun membaca artikel itu dengan hati setengah membara akibat emosi. Ia menoleh ke sampingnya dan mendapati Hyemi onnie sedang memilih-milih baju dengan kegembiraan yang ia paksakan. Meski tak pernah diungkapan, Hamun tahu bagaimana onnienya itu mencintai Yesung. Ia juga tahu bagaimana sakitnya hati Hyemi setelah diputuskan oleh Yesung Sunbae. Ia tahu semua hal itu, dan kini ia tak bisa hanya berdiam diri saja. Dia harus melakukan sesuatu.

“Hyemi onnie, mianhe aku harus pulang duluan. Akan aku telepon Johee onnie untuk menemanimu shoping. Bye!” seru Hamun. Ia beranjak pergi bahkan sebelum Hyemi sempat mengucapkan kata untuk melarang Hamun.

Dan disinilah Hamun berada sekarang setelah melalui perjalanan cukup panjang sekitar 45 menit: di Ruangan Direktur Kim Cooperation, Kim Jongwoon. Pria itu sedang duduk disinggasananya sambil menatap Hamun tajam. Hamun tak bergeming ditempatnya berdiri saat ini. Tatapannya tak kalah mematikan dari Yesung. Tapi dengan segala kewarasan yang Hamun miliki, ia menghela nafas panjang untuk meredakan api dihatinya.

“Aku datang kesini dalam damai, jadi jangan tatap aku seperti itu,” ujar Hamun yang membuat tatapan Yesung melunak namun aura dingin tak hilang dari tubuhnya.

“Jadi apa tujuan Penerus Kang Cooperation datang ke perusahaanku? Ingin membuat kerjasama dengan perusahaan kami? Kurasa itu bukan alasan yang sesungguhnya,” ujar Yesung.

“Baguslah kalau kau tahu motifku sebenarnya datang ke tempat ini, jadi aku tak perlu basa-basi lagi,”. Hamun terdiam sedangkan Yesung menatapnya heran, menanti kelanjutan kalimat Hamun.

“Aku hanya ingin menagih janjimu. Janji yang dikeluarkan oleh Yesung Sunbae sebulan yang lalu sebagai bukti perasaannya pada Hyemi onnie,”

Sesaat Yesung merasakan suatu hantaman keras direlung dadanya. Hatinya mencelos. Wajahnya sesaat mengekspresikan apa yang ia rasakan namun ia segera memakai kembali topengnya. Ia tak ingin pertahanannya kembali hancur.

“Aku tahu kau adalah pria baik yang tak mungkin melanggar janjimu. Aku tahu hati dan pikiranmu sedang bertarung antara kenyataan yang sedang terjadi. Hatimu ingin kau percaya pada Hyemi tapi pikiran duniawimu seakan melarang hal itu. Aku tahu hal itu dan aku ingin memberimu saran,”

“Kau kira aku butuh saran dari bocah ingusan sepertimu?” tanya Yesung skeptis.

“Awalnya aku harap kau tak membutuhkannya, tapi karena kau tak kunjung datang pada Hyemi onnie, aku rasa kau benar-benar membutuhkannya. Follow your heart, but be quiet for a while first. Ask questions, then feel the answer. Learn to trust your heart, Yesung sunbae,

“Asal kau tahu, bukankah kau sendiri yang menutupi dirimu dari sosialita kami ini? Bukankah kau sendiri yang tak pernah ingin dikenal sebagai Kim Jongwoon? Bahkan Cho Kyuhyun saja tak pernah tahu siapa kau sesungguhnya sebelum berita itu mengundara. Jadi apa kau pikir saat Hyemi memacarimu, ia tahu siapa dirimu yang sesungguhnya? Jawabannya, tidak. Yang ia cintai adalah Yesung sunbae, yang selalu ia temui diam-diam di pojok perpustakaan kampusku. Bukan Kim Jongwoon yang bahkan tak mempercayai gadis yang ia cintai,”

Tanpa berpamitan Hamun keluar dari pintu ruangan itu. Bersamaan dengan suara pintu yang ditutup, semua perkataan Hamun terngiang dikepalanya. Membayang-bayanginya dengan rasa bersalah dan penyesalan.

Yesung duduk diam ditempatnya bahkan sampai semua pegawai dan lampu-lampu dibeberapa lantai perusahaan itu telah dimatikan. Tangannya memegang ipad miliknya. Membuka website http://www.TopClassSocialite.com, dan mengetikkan nama ‘Cho Hyemi’ di kolom search.

Banyak postingan terbaru yang memperlihatkan foto-foto Hyemi. Ia terlihat lebih kurus dan wajahnya tak seceria dulu. Kantung matanya juga membesar dan menghitam. Ia seperti kehilangan semangat hidup. ‘Dan semua itu disebabkan olehku,’ pikir Yesung.

Yesung melempar ipadnya kemeja. Ia melakukan saran Hamun. Berdiam dan memikirkan jawaban yang sesungguhnya. Sampai akhirnya ia menemukan jawabannya dan mencoba untuk mempercayai hatinya.

******

Entah mengapa, sore ini Yesung ingin sekali pergi ke perpustakaan kampusnya padahal ia sudah mengambil cuti kuliah selama sebulan ini. Tapi hatinya begitu memaksa sehingga dirinya pun tak kuasa menolak.

Sesampainya di perpustakaan, ia berkeliling untuk mencari beberapa buku yang sekiranya ia butuhkan untuk menunjang ide bisnis perusahaannya. Setelah menemukan buku-buku tersebut, Yesung berjalan ke pojok perpustakaan yang menjadi teritorialnya tapi langkahnya terhenti saat melihat sosok yang sangat ia rindukan.

Gadis itu duduk ditempat yang seharusnya adalah miliknya. Tapi hal itu tak membuat marah. Langit oranye dan sinar matahari yang menyinarinya dari samping membuatnya bak lukisan yang sangat indah. Terlalu indah bagi Yesung sampai ia tak bisa mengedipkan matanya. Gadis itu tertunduk dengan tangan terlipat didepan dadanya. Matanya terpejam menandakan ia sedang tertidur.

Yesung menghampiri gadis itu dan duduk disampingnya. Meletakan buku itu dengan sangat hati-hati di meja agar tidak membangunkan gadis itu. Diluar kendalinya, tangannya terangkat dan mengelus lembut kepala gadis itu. Jari telunjuknya menjelajah di wajah gadis itu dan terhenti dibibirnya. Diluar kesadarannya, ia mendekatkan bibirnya dan mengecup bibir itu, tak cukup lama, karena ia tak mau membangunkan gadis itu. Tapi kecupan itu cukup untuk membayar semua kerinduannya.

“Saranghae, jeongmal saranghae. Tunggu aku sebentar lagi, Hyemi,” bisiknya.

******

December 6th, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“Kim Jongwoon Kissed Hyemi?!!!!”

Mata Hyemi terbelalak melihat judul postingan yang sudah dilihat lebih dari 2 juta pengunjung dan komentarnya sudah mencapai angka 3000. Ia membaca artikel itu dan mendapati bahwa Hamun-lah yang menjadi biang keladinya. Hamun mengupload foto itu bersamaan dengan tweetnya ‘Aku tahu kalian masih saling cinta. Aku hanya membangtu. Sisanya urusanmu Hyemi onnie, Yesung Sunbae’

Hyemi mengumpat dalam hati tapi setelah ia memperhatikan fotonya lebih lama, akhirnya ia tersadar kalau foto itu pasti diambil saat ia tertidur kemarin.

‘Jadi, Yesung masih mencintaiku?’ tanya Hyemi pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Nama Yesung tertera disana. Dengan segera Hyemi mengangkat telepon itu. “Ha-halo?” sapa Hyemi.

Diujung sana, Yesung tersenyum-senyum sendiri mendengar suara gagap Hyemi. Ia telah melihat postingan di website itu dan ia dapat memastikan kalau Hyemi juga sudah pasti melihatnya. “Aku rindu padamu, Hyemi. Datanglah ketempat kau pertama kali jatuh cinta padaku,” ujar Yesung lalu menutup teleponnya itu.

Ia mengambil jasnya dari punggung kursi lalu melajukan mobilnya menuju tempat yang ia maksud, pojok perpustakaan itu. Rasanya tempat itu sudah menjadi tempat bersejarah dalam kehidupan mereka.

*****

“Ini untukmu,” ujar seorang gadis memberikan setangkai bunga mawar pada Hyemi. Hyemi mengucapkan terima kasih dan menerima bunga itu dengan wajah yang heran.

Baru beberapa langkah ia berjalan, ada seorang pria yang ia yakini adalah mahasiswa kampus itu, memberikan setangkai bunga mawar lagi pada Hyemi. Dan itu terus berulang sampai ia tiba di pintu masuk perpustakaan.

“Ada apa ini?” tanya Hyemi namun tak ada orang disana yang bisa menjawabnya. Ruangan itu kosong tak berpenghuni. Hyemi kembali melanjutkan langkahnya. 10 meter dari tempatnya berdiri sekarang, ia melihat Yesung sudah berdiri dipojok perpustakaan dengan sebuket bunga mawar didepan dadanya.

Wajah Yesung yang sudah selama sebulan ini tak Hyemi lihat secara langsung membuat jantung Hyemi kembali berdetak kencang, rasa yang sama seperti saat ia menyadari kalau dirinya mencintai Yesung.

“Hai,” sapa Yesung saat Hyemi sudah berdiri dihadapannya. Senyuman yang lama tak dilihat Hyemi, kini kembali bersemu diwajah Yesung. Wajah yang Hyemi rindukan.

“Hai,” sapa Hyemi canggung. Ia menggaruk kepalany karena bingung harus berbuat apa. Terutama saat mengingat foto yang ada di website tadi.

“Ini,” ujar Yesung sambil memberikan bunga itu pada Hyemi. Dengan senang hati Hyemi menerimanya.

“Ini sebagai permintaan maafku, Hyemi. Karena aku tak mempercayaimu dan aku telah mencuri ciumanmu. Mianhe,” kata Yesung.

Hyemi tersenyum kecil. Ia akhirnya tersadar kalau ternyata cintanya untuk pria ini sangat besar sampai-sampai dengan mudahnya ia bisa memaafkan pria ini.

Hyemi melangkah maju sehingga wajahnya sangat dekat dengan Yesung. “Aku tidak merasakan apa-apa waktu itu karena sedang tertidur, jadi.. aku memintanya kembali,” ujar Hyemi dengan senyum penuh kemenangan.

Yesung terkekeh lalu mencium bibir Hyemi. Lembut dan hangat. Dari ciuman itu akhirnya Yesung tersadar kalau ia memang tak bisa jauh dari gadis ini. Hyemi pun demikian. Dan perjuangan cinta mereka akan dimulai saat ini.

*****

“Kau gila!” seru ayah Jongwoon sambil melempar koran yang memuat artikel di website semalam, tentang ciuman Yesung dan Hyemi.

“Ya, aku gila. Aku sadari itu. Tapi aku akan benar-benar masuk rumah sakit jiwa kalau aku melepasnya sekali lagi. Ayah mau kehilangan pewaris tunggalmu?” tanya Yesung dengan nada sedikit mengintimidasi.

“Kau!!!” Ayahnya berseru namun ia menahan emosinya karena ia ingat ruangan ini dipasang ole CCTV dan ia tak ingin ada yang melihat hal itu.

“Aku akan mencari cara agar akuisisi itu dibatalkan. Kalau hal itu terjadi, berikan restumu untuk hubungan kami,” kata Jongwoon penuh keyakinan lalu keluar dari ruangan itu.

*****

“Aku ingin kau membatalkan akuisisi ini, Cho Kyuhyun,” kata Jongwoon saat ia sudah duduk berhadapan dengan Kyuhyun di ruangan Direktur Cho itu.

Kyuhyun menatap heran Jongwoon dan Hyemi yang duduk didepannya. Kyuhyun menoleh pada Hyemi, namun sepertinya ia tak akan menemukan jawaban apapun darinya karena tampang Hyemi juga seperti orang yang kebingungan.

“Tapi aku sangat menginginkan perusahaan itu, Jongwoon shi,” kata Kyuhyun.

“Tapi aku tak bisa memberikan perusahaan itu padamu, Kyuhyun shi,”

Kyuhyun menghela nafas panjang. “Berikan aku satu alasan,” katanya.

“Aku butuh perusahaan itu untuk menghidupi Istri dan anakku kelak,” katanya sambil menatap Hyemi beberapa sekon. Tangannya menggenggam erat tangan Hyemi.

“Aku tahu cara apa yang bisa membuat perusahaanmu tetap mendapatkan untung meskipun kau tak mengakuisisi perusahaan kami,”

“Caranya?” tanya Kyuhyun heran.

“Aku ingin menikahi Hyemi. Minggu depan kalau bisa,” ujarnya dengan senyum yang luar biasa semringah. Berbeda reaksi dengan Hyemi yang kaget setengah mati.

Yesung menyikut Hyemi pelan. “Hei, kenapa kau tak menjawab apapun? Aku sedang melamarmu saat ini, yah, meskipun tidak secara langsung,” ujar Yesung dengan senyum usilnya.

“Kau serius?” tanya Hyemi tak percaya dan dijawab dengan anggukan mantap dari Yesung.

Hyemi menoleh untuk menatap Cho Kyuhyun tajam. Kata Hyemi, “Kalau kau berani mengakuisisi Kim Cooperation dan membuat pernikahan kami batal, kau akan tahu sendiri akibatnya!” Hyemi mengucapkan itu sambil membuat isyarat dengan jari telunjuk yang seakan menggores lehernya.

Cho Kyuhyun terkekeh. “Akhirnya lahirlah pasangan super aneh bin ajaib di keluargaku ini. Baiklah. Segera menikah sana dan berikan aku seorang keponakan,” canda Kyuhyun yang membuat ketiganya tertawa gembira.

*****

December 9th, 2013. TopClassSocialite.com just posted:

“KIM JONGWOON AND CHO HYEMI GET MARRIED???!”

Postingan itu dilihat sebanyak 3 juta pengunjung dan ada 4000 komentar.

5 menit yang lalu Hyemi baru saja mengupload fotonya dan Yesung yang sedang memamerkan cincin pernikahan mereka. Bersama dengan foto itu, Hyemi mengetweet ‘Call me Kim Hyemi soon!! ^^ Saranghae Yesung ah <3’

Tapi ada yang janggal difoto itu karena pipi Yesung tampak sedikit kebiruan. Dan banyak yang menanyakan hal ini di komentar yang mereka tinggalkan.

“Undang kami!” — Lee Hyukjae, Park Yeonhee

“Kenapa pipi uri Yesung? Bukan kau kan yang melakukannya, Hyemi?” — Song Hyejin

“Selamat Hyemi!! Bagaimana kalau kita menikah bersama? ^^” — Shim Johee.

Hyemi tersenyum membaca komentar itu. Ia memalingkan wajahnya pada Yesung dan menanyakan pertanyaan yang sama. “Kenapa wajahmu, Yesung? Ayahmu?” tebak Hyemi. Yesung mengangguk.

“Gara-gara aku kau ditampar ayahmu seperti ini, maaf,” ujar Hyemi penuh penyesalan.

“Bukan salahmu. Dia hanya terlalu mirip denganku sampai-sampai sangat susah untuk meyakinkannya. Kurasa dia harus dimarahi Hamun dulu baru mengerti, seperti aku,” kata Yesung lalu terkekeh. Mendengar kata Hamun membuat Hyemi segera kembali ke ipadnya dan mencari komentar dengan nama ‘Kang Hamun’. Ah, ada rupanya.

“Good! Bahkan Hyemi onnie sudah akan menikah?! Aku tidak rela! Yesung Oppa, kau harus tetap menepati janjimu dulu! Aku akan meminjam onnieku jika perlu!” — Kang Hamun

Hyemi terkekeh sehingga membuat Yesung ikut melihat ipad Hyemi. “Kasihan Hamun,” ujar Hyemi. Penyesalan sedikit tertera diwajahnya.

Yesung tersenyum melihat ketulusan itu. Dengan segera ia mengambil ipad Hyemi. “Jangan hanya memikirkan Hamun, sayang. Kau milikku sekarang,” ujar Yesung lalu mendekatkan wajahnya pada Hyemi.

Hyemi menahan tubuh Yesung. Menatap Yesung ragu. “Kau mau menciumku disini?” tanya Hyemi heran. Mereka masih berada di toko perhiasaan tempat mereka memesan cincin tadi.

Yesung tersenyum penuh keyakinan. “Biar saja mereka tahu,” ujarnya lalu mengecup bibir Hyemi. Tidak kilat seperti biasanya. Cukup lama. Namun tak nafsu, hanya ada ketulusan yang membuktikan cinta mereka yang tak bisa digambarkan oleh kata-kata.

Saat Yesung melepaskan bibirnya, ia tersadar kalau sudah ada banyak orang yang berkumpul disekelilingnya. Para pejalan kaki dipedestrian juga berhenti hanya untuk merekam, memotret, dan melihat mereka dari kaca bening toko itu.

Yesung terkekeh. “Kurasa 5 menit lagi kita akan menjadi Top Stories di TopClassSocialite.com,”

END.