( The Other Side Of Suju ) We Do Not Belong Together  – KiRye Couple

Author                 : Estia Kim

Cast                   : Kim Kibum, Park Sonrye

Genre                  : Sad

Lenght                 : Oneshot

*****

Kring kring…

Kriiiiingg…

“ Yeoboseo?”

“ Yeoboseo?”

“ Nuguya?”

“ Ini aku. Kibum.”

Hening.

“ Bisa kita bertemu sebentar?”

“ Dimana Oppa?”

“ Kau dimana?”

“ Aku dikampus sekarang.”

“ Aku didepan kampusmu sekarang.”

“ Baik. Aku akan keluar sekarang.”

Seorang yeoja yang sedari tadi memperhatikan Phorsce hitam klasik mulai melangkah perlahan menghampirinya setelah memutuskan sambungan telpon dengan pemilik Phorsce itu. Langkah-langkahnya terasa berat menduga apa yang akan terjadi sekitar 30 menit lagi. Wajah sendunya sejak 3 minggu lalu berusaha diubahnya dengan wajah ceria seperti biasanya.

Tok tok tok.

Yeoja itu – yang untuk seterusnya akan dipanggil Sonrye – mengetuk jendela Phorsce hitam milik namjachingunya – Kim Kibum member of Super Junior – dengan senyuman manis khas Park Sister itu.

Setelah membuka kunci pintu mobilnya, Ki bum meminta Sonrye masuk dengan isyarat gendikan kepalanya. Sonrye pun segera membuka pintu dan segera mendudukan dirinya dengan nyaman.

“ Kau sudah makan siang?”

“ Belum.”

“ Kita ke cafe biasanya.”

Sonrye hanya membalasnya dengan anggukan singkat dan gumaman lirihnya.

Suasana dalam Phorsce hitam itu sangat hening. Wajar sih, Kibum kan terkenal dengan imej Ice Prince nya, sedangkan Sonrye sendiri juga 11-12 lah dengan Kibum, tidak seperti Yeonhee saudari kembarnya yang hiperaktif itu.

Keheningan yang dulu-dulu terasa nyaman kini terasa canggung untuk keduanya. Batin mereka merasa sesak untuk alasan berbeda.

0O0

0O0

@9 Cafe

Sambil menunggu pesanan makan siang mereka datang, Kibum memulai pembicaraannya. Tangannya bergerak gelisah diatas meja. Saling memainkan jemarinya. Ini benar-benar bukan gayanya kan??

“ Ehhmmm.. Errrr.. Sonrye-ah?”

“ Ne Oppa? Waeyo?”

“ Aku.. Aku..”

“ Minggu lalu aku melihatmu di Myeondong dengan Hyesung saat kau membatalkan janjimu denganku. 3 hari lalu aku melihatmu mengantar Hyesung pulang dan menciumnya didalam mobilmu. Tadi sebelum kau menelponku aku melihan Hyesung keluar dari mobilmu. Bisa kau jelaskan apa yang terjadi sebenarnya, oppa?” Jelas Sonrye dengan manatap intens manik mata Kibum.

“ Itu.. Aku dan Hyesung.. Kami ka.. Kami..”

“ Kalian ada hubungan apa?” lagi-lagi Sonrye memotong perkataan Kibum.

“ Kami.. kami…”

Sonrye menunggu kali ini. Dia sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya,tapi dia ingin mendengarnya langsung dari Kibum…

“ Kami berpacaran dibelakangmu.” Jawab Kibum lirih.

…. dan ternyata rasanya jauh lebih menyakitkan. Sonrye menunduk menahan airmatanya dan sekuat tenaga mengumpulkan keberaniannya untuk menatap Kibum.

“ Oppa. Kita putus. Dan maaf kalau aku tidak bisa berhenti membencimu dan Hyesung. Annyeong..” Sonrye meninggalkan Kibum dan bergegas menaiki taxi yang kebetulan sedang menurunkan penumpang.

0O0

Kibum masih terdiam dicafe. Dia sedikit tersentak melihat wajah sendu dan senyum miris Sonrye. Entah setan apa yang merasukinya hingga dia berpaling dari yeoja yang sudah menemaninya 3 tahun ini. Dia merasakan satu perasaan aneh. Dada nya berdenyut nyeri. Bukankah ini adalah kesalahannya sendiri? Dia juga sudah memantapkan hatinya untuk memutuskan Sonrye, tapi kenapa hatinya begitu sakit melihat wajah sendu Sonrye dan mendengar Sonrye memutuskan hubungan mereka.

“ Mianhae..” Bisik Kibum pada Sonrye yang tidak sempat diucapkannya.

0O0

0O0

Park Sonrye’s Pov

Tiga minggu sudah aku menyandang status jomblo. tidak terlalu berpengaruh juga sih. Selama ini tidak ada yang tahu kalau aku sudah – pernah – menjalin hubungan dengan namja. Sampai 3 tahun pula. Hanya saudari kembarku dan teman dekatku Youngmin yang tahu.

Reaksi mereka berbeda saat aku bilang kalau aku sudah menyandang status jomblo. Yeonhee langsung marah-marah dan hendak menghampiri Kibum dan memberinya pelajaran katanya. Tapi setelah melihat wajah memelasku diurungkannya ‘niat baik’ nya itu. Sedangkan Youngmin, dia lebih memilih diam dan menenangkanku dengan pelukan hangatnya.

“ Kau yakin akan masuk kelas hari ini?” tanya Yeonhee yang sudah duduk diranjangku sejak 20 menit lalu. Biarpun kami saudari kembar tapi kami tidak menempati kamar yang sama. Karena selera kami memang jauh berbeda.

“ Ne. Sudah cukup aku bolos 3 kali dikelas ini.” Kelas yang kami maksud adalah kelas bahasa Jerman yang dimana didalamnya ada Hyesung. Kami memang satu jurusan di Kyunghee University ini, tapi kami tidak terlalu akrab.

Untungnya aku tidak sendiri. Youngmin juga mengikuti kelas bahasa Jerman. Jadi ada yang menemaniku kalau-kalau nanti aku berpapasan dengannya. Dan benar saja, kami berpapasan dengan mereka ­­—Kibum dan Hyesung—. Sekuat tenaga aku menahan sakit dihatiku melihat mereka tertawa bersama dan melewatiku begitu saja.

Beruntunglah mereka aku bukan tipe yeoja pendendam. Tapi mereka harus berhati-hati kalau aku sampai benar-benar marah. Setidaknya aku bisa membuat mereka menyesal karena sudah dilahirkan didunia ini.

Apa aku terdengar jahat?

Aku pikir yeoja yang pernah merasakan sakit sepertiku ini bisa lebih ekstrim lagi. Dan itu WAJAR.

“ Gwenchana?” suara Youngmin mengembalikanku kedunia nyata.

“ Ne. Duduk didepan yaa.” Bukan nada suara sebuah permintaan yang aku ucapkan. Lebih tepatnya perintah.

“ Okkee Miss.” Jawab Youngmin sambil menarik lengan kurusku kebangku paling depan.

0O0

Kelas bahasa Jerman yang biasanya aku ikuti dengan semangat tinggi, hari ini aku sama sekali tidak berminat memasukan satu kata pun dalam memoriku yang sangat terbatas ini. Untungnya lagi Youngmin adalah sahabat terbaikku, dia dengan senang hati menulis dicatatanku dan tentunya dengan imbalan makan siang diBabtol dengan 3 menu favoritnya.

0O0

0O0

Kim Kibum’s Pov

Jadwalku hari ini tidak terlalu padat. Jadi aku bisa mengikuti kelasku di Universitas. Dengan semangat aku berangkat dari dorm menuju flat yeojachingu baruku. Yahh.. sudah satu bulan ini aku memutuskan Sonrye dan berpacaran dengan Hyesung. Aku bosan dengan Sonrye karena hubungan kami yang sudah berjalan 3 tahun itu terasa datar. Tidak ada tantangannya sama sekali. Dia juga orangnya “lurus” banget. Dan ketika kebosananku sudah mencapai puncaknya datanglah Hyesung yang menawarkan segala tantangan yang selama ini aku inginkan. Hyesung juga bukan tipe gadis rumahan seperti Sonrye. Dia tipe gadis metropolitan dengan segala kebebasannya.

See. Sudah berapa poin perbedaan mereka?

Apa yang tidak aku dapat dari Sonrye aku dapat dari Hyesung. Pelukan, ciuman bahkan having sex. Uhh.. Aku benar-benar membutuhkannya ditengah kesibukanku sebagai artis. Tapi entah mengapa aku tidak bisa mengucapkan “saranghae” padanya. Hubungan kami tidak terjalin atas dasar cinta. Saling membutuhkan tepatnya. Simbiosis mutualisme. Aku butuh dia untuk memberiku letupan gairah, dia butuh aku untuk melampiaskan gairahnya ditengah pergaulan bebasnya.

Kami memulai hubungan ini begitu saja sejak one night stand yang kami lakukan beberapa bulan lalu. Dan yahh, beginilah sekarang. Tanpa ada ikatan yang jelas diantara kami.

Dulu ketika masih berhubungan Sonrye, aku memutuskan untuk menyembunyikannya. Aku tidak mau dia mendapat masalah dengan fans ku. Dia termasuk tipe yeoja introvert meski dia tidak terlihat seperti itu. Dia tidak terlalu bergaul dengan teman-teman dikampus. Tapi dengan Hyesung aku bebas mengumbar hubungan kami. Seluruh kampus enggan padanya. Seluruh kampus tahu siapa dia. Lagipula aku juga tidak terlalu mencemaskannya.

See. Bahkan saat kami berjalan mesra dengan lenganku memeluk pundaknya dan lengannya melingkar dipinggangku seperti ini pun tidak ada yang berani menatap kami dengan cibiran-cibiran khas para fans. Yang aku dengar malahan kami ini adalah pasangan serasi. Dan entah mengapa manik mataku berkeliling mencari satu sosok yang sangat aku rindukan. Satu sosok yeoja yang sudah menjadi rutinitasku beberapa tahun ini untuk aku tatap matanya yang memancarkan kehangatan cintanya untukku.

Aku tidak tahu kenapa saat aku melihatnya tertawa dengan mata sendunya membuatku ingin sekali menghampirinya dan memberinya pelukan posesifku. Aku tidak tahu kenapa aku merasa sangat marah saat aku melihatnya bersandar pada bahu Youngmin, seorang sahabat namjanya yang menurut penglihatanku dia sebenarnya menyukai Sonrye-ku.

Eh? Sonrye-ku? Apa aku masih pantas mengklaim Sonrye sebagai milikku?

Eh? Apa aku terdengar … menyesal?

Entahlah. Aku juga tidak mengerti. Apa aku terlalu gegabah waktu aku memulai hubunganku dengan Hyesung, hanya karena Hyesung menawarkan segala macam gairah yang tidak pernah aku dapat dari Sonrye?

0O0

“ Kau baik-baik saja kan Kibumie?” Tanya Leeteuk Hyung.

“ Ne hyung. Memang kenapa?”

“ Kau terlihat kacau beberapa minggu ini. Oiya kenapa akhir-akhir ini Sonrye tidak mengunjungimu? Padahalkan kita mendapat banyak hari libur akhir-akhir ini. Ah! Apa karena itu kau terlihat tidak bersemangat?” Apa kalian sudah tahu kalau seorang Leeteuk leader of Super Junior secerewet ini?

“ Ne. Mungkin.” Jawabku lirih.

“ Kau bertengkar dengannya?” kini giliran Heechul hyung yang angkat bicara. Entah mengapa dia selalu bisa membaca hatiku.

“ Ani.” Aku segera beranjak sebelum mereka mulai mengintrogasiku lebih dalam lagi.

Dikamar, aku meraih laptopku. Niatnya ingin main game untuk mengalihkan pikiranku yang sejak tadi melayang-layang entah kemana. Ke Sonrye sih sebenarnya, tapi aku enggan mengakuinya.

Setelah menunggu beberapa saat wallpaper yang muncul dilayar laptop membuat hatiku berdesir dan detak jantungku menjadi cepat. Lama aku menatap layar laptopku. Sonrye terlihat sangat cantik dengan senyum yang mengembang manis diwajah mungilnya. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana aku memaksanya memakai topi kupluk dengan telinga mickey mouse itu. Wajah cemberutnya yang malah membuatku gemas membuat terus-terusan menggodanya. Pipi cabinya yang jika terkena udara dingin sedikit saja akan memerah selalu membuat gemas dan tidak ingin aku perlihatkan pada orang lain.

Haaahhhhhhhhhh.

Kenapa rasanya sangat sakit ketika aku merindukannya saat ini?

Saat aku sudah tidak bisa melihat senyum manisnya lagi. Saat aku sudah menyakitinya begini dalam.

0O0

0O0

Entah sadar atau tidak cairan bening mulai mengalir dari mata indahnya. Ditempat berbeda pada malam yang sama seorang yeoja tengah memandang sendu layar laptop yang mana menampilkan gambar yang sama dengan apa yng dilihat Kibum. Yeoja yang ternyata adalah Sonrye itu mulai terisak saat memorinya memutar kembali kenangan indah yang menceritakan gambar itu.

0O0

0O0

_the end_

Mianhamnida *deepbow

Udah stuck disitu ajja ni penpik J