Annyeong onnideul, chingudeul, dongsaengdeul ^^ long time no see hehehe hope you miss me ^^
esterong is back with bittersweet moments sequel🙂 kali ini yang jadi korbannya Simun couple hehe
this ff dedicated for SiMun couple and all of you. 
hope you guys enjoy this fanfiction ya ^^ your comments are love for me, so leave your comments here ya :) can’t wait to read ur comments ♥ thank you so much for always reading our fanfiction^^

******

Cinta itu bukan besaran vektor yang memiliki nilai dan arah. Cinta bukan sekedar sel volta yang akan bereaksi berdasarkan tingkat oksidasi dan reduksinya. Cinta juga bukan sekedar perhitungan sin cos tan yang akan terselesaikan dengan rumus. Cinta tak bisa diperkirakan karena cinta tak pernah bisa dilogika.

Begitu juga saat nona muda ini jatuh cinta pada seorang proletar. Ia tak pernah bertanya ‘mengapa’, karena ia tahu pria itu telah dipilih hatinya, begitu saja, tanpa syarat apapun.

Begitu hatinya memilih, ia tak akan pernah perduli jika seluruh dunia menentangnya karena perbedaan status yang mereka miliki.

Yang ia tahu, cintanya layak ia perjuangkan.

*****

Gadis ini menapakan kakinya di koridor lantai 2 Seoul University. Ia baru menyelesaikan kelas Bussiness Managementnya. Dia berjalan santai dengan headset yang terpasang sekenanya dan mata yang terpusat pada iPod. Mungkin saking asiknya dengan musik yang ia dengar, ia tak sadar kalau dirinya sedang menjadi center of the attention. Semua orang menatapnya dan mulai berbisik. Segala jenis tatapan ada disana. Mulai dari tatapan dengki, iri, kesal, dan antusias.

Tiba-tiba-tiba ia melihat sepasang ujung sepatu dibalik iPodnya. Ia terhenti lalu menengadah. Kepalanya miring ke kanan dan matanya mengerjap beberapa kali, tanda ia bingung dengan keberadaan orang yang ada dihadapannya. Suara bisikan gosip kini terdengar jelas setelah Hamun melepas headsetnya, tapi Hamun tak perduli. Ia tak pernah perduli.

“Taemin shi? Waeyo? Kenapa kau membawa buket bunga mawar? Untuk siapa?” tanya Hamun tak mengerti. Pertanyaan itu ia tujukan pada pria yang menghadang jalannya.

Pria yang Hamun panggil Taemin menyodorkan buket mawar itu pada Hamun. “Untukku?” tanya Hamun meyakinkan dirinya.

Taemin mengangguk. “Would you be my girl?” tanya Taemin to the point dengan wajah innocentnya.

Kini semua perempuan yang melihat pernyataan cinta secara live itu mulai mengutuki Hamun.

You said, God is busy writting your love story. And this is how your love story begin, Hamun shi,” ujar Taemin lancar. Dia memang sudah menyukai gadis ini sejak tahun pertama mereka berkuliah. Dengan background Hamun sebagai one of the most outstanding girls in TopClassSocialite, ia memiliki basis fanclub yang cukup kuat di Seoul, dan di kampus ini Lee Taemin adalah ketuanya.

Oh my God. Lee Taemin, please. I’ve already said more than 100 times. I like you as my friend,” balas Hamun tulus disertai dengan senyumnya.

“Tapi Hyejin nuuna, kan, sudah menyuruhmu untuk segera cari pacar. Daripada kau repot-repot memilih, aku disini mencalonkan diri,” tandas Taemin.

Yes, yes, i know. Aku tahu Hyejin onnie menyuruhku untuk segera mencari pacar, tapi bukan begi….” kalimat Hamun terhenti. Ia teringat sesuatu. Kalimat tentang ‘Hyejin onnie menyuruhnya segera mencari pacar’ rasanya dikatakan Hyejin onnie semalam lewat KakaoTalk. Lalu bagaimana Taemin bisa tahu? Mata Hamun mengerjap. “Bagaimana kau bisa tahu hal itu? Juga kalimat ‘God is busy writting my love story’ bagaimana kau tahu, Taemin shi?” tanya Hamun penasaran.

“Hyejin onnie sendiri yang mengupload screenshot chat KakaoTalk kalian,” balas Taemin. Melihat ekspresi tercengang Hamun, Taemin menebak, “Kau pasti belum membuka website TopClassSocialite? Postingan itu sudah dikomentari ribuan orang, Hamun shi,” jelas Taemin.

Mata Hamun membesar dan mulutnya menganga. Begitu ia sadar semua masih memperhatikannya, ia mengatupkan mulutnya lalu memasang poker facenya. Bersikap sesantai mungkin seakan everything’s alright.

“Taemin shi,” ujar Hamun sambil menepuk kedua bahu Taemin. Taemin mengerjap. “I really appreciate it. But i gotta go now. Really thank you!” kata Hamun sambil berlalu meninggalkan Taemin.

Taemin kembali menyerukan nama Hamun tapi gadis itu tetap tak menoleh sampai akhirnya ia hilang di belokan koridor. Taemin mendesah panjang sambil memberikan buket mawar itu pada siapapun yang ada didekatnya. Lagi-lagi ia patah hati oleh gadis yang sama.

******

Hamun berjalan tanpa arah dan terhenti di bangku penonton lapangan olahraga panah. Tak ada alasan khusus. Ia memilih berdiam disini karena yakin tak akan ada yang mengusiknya. Siapa yang mau berlatih panah dimusim dingin, apalagi di lapangan outdoor seperti ini? No one. Dengan segera Hamun kembali membaca postingan yang Taemin beritahu tadi.

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on November 10th, 2012 01:39 pm

HAMUN’S DECLARATION?

Postingan itu berisi Screenshot percakapan Cho Hyejin dan Kang Hamun di KakaoTalk. Sebelumnya, Cho Hyejin menguploadnya melalui Twitter dengan keterangan ‘Hamun’s declaration’.

Screenshot pertama menunjukkan chat Hamun, ‘Onnie melupakanku! Lebih mementingkan Kyu oppa dan Kihyun!’ dengan emotikon menangis.

Hyejin menjawab, ‘Mianheyo, Hamun sayang. This is my job as wife and mom. Kau juga harus segera memiliki pacar! Don’t be too picky, girl! A lot of men are waiting for you out there!’

Hamun membalas, ‘Don’t be like my mother, onnie (¬.¬). Lagipula, being single is not bad. It means, God is writting my love story’

Hyejin membalas dengan emotikon tertawa terbahak-bahak. ‘ㅋㅋㅋㅋI love your style! Argh, can’t wait to see which guy can make you fall in love!’

Hamun menanggapi dengan setengah hati. ‘(¬.¬) Oh my God, onnie sudah secerewet ibu-ibu sekarang! Aku tak tahan! Onnie, i’ll go to sleep now. Bye. I’m still love you!’ namun ia akhiri dengan manis pula.

Meski baru dipost sejam yang lalu, postingan ini sudah dibaca oleh 2.856.985 viewers dan ada 5689 komentar.

Kang Hamun yang tak terima, menyuarakan isi hatinya dengan meninggalkan komentar di postingan itu.

“Kenapa dipublikasikan?!! I will tell Kyuhyun oppa!” ― Kang Hamun

Dan tak perlu waktu lama, komentar Hamun itu sudah di reply oleh pembaca setia website ini.

“I’m sorry Hamun, i’m in my wife’s side. Lagipula, aku yang menyarankan Hyejin untuk mempulikasikannya, kekekeke” ― Cho Kyuhyun

“Poor Hamun! But this is a good idea my cousin! Hope Hamun will meet her prince soon!” ― Kim Hyemi

“Kasihan Hamun. Cho dan Lee Family really love too disturb her. Cute relationship. Envy you Hamun!” ― Goo Sunghi

“How about my brother. Harry? Don’t you like him? He’s one of your fans actually. He’s said you’re his type because  you’re sweet, cool, and innocent! Think about it!” ― Prince William, Duke of Cambridge.

Hamun menghela nafas panjang. Ternyata tak ada gunanya meninggalkan komentar. Yang ada, Hamun semakin digoda. Ditambah dengan komentar dari Prince William, itu cukup membuat dirinya shock. Ia memutuskan mematikan iPadnya. Hamun tak tahu apa yang ada dipikiran para onnie dan oppanya, yang jelas perbuatan mereka sudah membuat moodnya hancur total.

Hamun menatap langit yang mulai menjatuhkan butiran salju. Untung saja ia memilih tempat ini. Setidaknya udara yang dingin dan langit biru itu berhasil menyembuhkan hatinya, meski cuma sedikit.

Tiba-tiba Hamun mendengar suara pintu lapangan terbuka. Hamun terperanjat. Secara otomatis matanya langsung tertuju pada sosok yang baru saja hadir. Seorang pria dengan hakama (baju latihan panahan) dan busurnya.

“Ia berlatih panahan di suhu seperti ini?” gumam Hamun tak habis pikir.

Pria itu langsung berdiri ditengah lapangan. Matanya terfokus pada target yang jauh didepannya. Tangan kanannya mulai menarik busurnya. Figur pria itu yang terlihat dari samping, entah mengapa, mengusik perhatian Hamun. Membuat jantung Hamun berdentum. Menyuarakan rasa yang asing. Tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Mata Hamun menjelajahi setiap jengkal figur pria itu. Mulai dari dahi, hidung, alis, mata, bibir mungilnya, tubuhnya yang terlihat gagah dengan hakamanya. Dada Hamun mulai terasa sesak. Jantungnya bergejolak. Ia merasa ada ribuan kupu-kupu diperutnya.

Busur itu terlepas dari jemarinya. Panahnya melesat dengan cepat dan tertancap tanpa ragu di tengah target. Kini pria itu memamerkan senyum bahagianya. Senyum bangga atas usahanya. Tepat pada saat itu adalah puncak dari gejolak yang Hamun rasakan. Hamun kalap dan pikirannya buta. Hanya satu keyakinan yang ia yakini, saat panah pria itu mendarat di tengah target saat itulah panah cupid menembus hati Hamun. Ya, ia sudah jatuh cinta pada pria yang namanya saja tak ia ketahui.

Saat pria itu berjalan untuk mengambil panahnya, saat itu pula Hamun bangkit dari tempat duduknya. Turun dari barisan kursi penonton dan berlari menuju lapangan. Mengejar punggung pria itu.

Begitu Hamun berada tepat dibelakangnya, Hamun menahan tangan pria itu. Pria itu memutar tubuhnya dan mendapati Hamun dihadapannya.

Pria itu mengerjap lalu menatap Hamun lama dengan sorot matanya yang tajam, seakan meyakinkan diri kalau ia tak salah lihat.

Mata tajam yang sarat kelembutan itu akhirnya membuat Hamun meluncurkan kata yang tak sempat diproses oleh otaknya sendiri.

“Saranghae,” kata Hamun.

Suasana menjadi hening seketika sampai akhirnya pria itu menepis pelan tangan Hamun dari tangannya. Dengan segera ia membereskan busur dan panah yang tersungkur direrumputan lalu pergi meninggalkan Hamun tanpa memberikan respon apapun pada pernyataan Hamun.

…….

Entah mengapa sore hari itu ada dorongan kuat di hati pria ini untuk berlatih panahan, padahal ini sudah musim dingin dan pasti akan sedikit menderita untuk berlatih di lapangan outdoor.

“Siwon hyung, kau yakin tak mau ikut ‘perjodohan’ ini? Banyak gadis cantik, lho, dan aku yakin pasti banyak yang mau denganmu,” ujar salah satu juniornya di klub panah. Siwon tersenyum tulus. “Tak perlu, kau sangat tahu aku belum bisa melupakan dirinya,” balas Siwon.

Juniornya tadi menatapnya lirih, seperti mengasihani. Ia menepuk-nepuk pundak Siwon, “Kau harus segera melupakannya, Hyung. Kau dan dia berbeda dunia. Kau proletar sedangkan dia berada di Top Class Socialite. Dia bahkan, one of the most outstanding girls di sosialita itu,” balasnya.

Siwon tersenyum, “Tenang saja, aku tahu batasanku. Aku akan melupakannya, tapi tidak sekarang. Tidak saat ia masih berkeliaran di sekitarku. Tidak saat mataku selalu mencari keberadaannya,” balasnya. Juniornya tadi hanya mengangguk-angguk. Tiba-tiba ia menyodorkan sebuah busur pada Siwon. “Ini busur yang Hyung minta,”

Siwon menerima busur itu. “Sudah diperbaiki? Terima kasih, ya,”

Pembicaraan mereka terhenti disitu. Siwon sudah tiba di depan pintu lapangan panah. Juniornya berpamitan lalu melambaikan tangannya pada Siwon sambil berlari menjauhi tempat mereka berdiri tadi.

Siwon mulai memasuki lapangan panahan di kampusnya itu. Lapangan ini berbentuk lingkaran dengan lapangan hijau ditengah dan bangku penonton yang tingginya 4 meter diatas tanah dan mengelilingi lapangan hijau ditengahnya.

Siwon mulai mengeluarkan panahnya dan menarik busurnya. Ia berkonsentrasi dengan target yang ada didepannya. Hal inilah yang selalu ia lakukan saat dirinya terlalu banyak pikiran. Ia akan lupa sejenak tentang masalahnya karena dirinya hanya terpusat pada target itu.

Begitu busur itu dilepaskan, panahnya melesat dengan cepat dan mendarat dengan baik ditengah target. Melihat itu, senyum Siwon mengembang. Puas pada kemampuan yang membuat ia memperoleh beasiswa olahraga di Seoul University ini.

Siwon hendak mengambil panah ditarget itu, namun tiba-tiba tangannya ditahan. Reflek, Siwon memutar tubuh untuk melihat siapa yang mengganggunya itu.

Mata Siwon mengerjap-ngerjap, tak percaya dengan sosok yang ada didepannya. Ia masih berusaha membedakan antara mimpi atau kenyataan.

Bagi Siwon ini seperti mimpi. Gadis yang selama ini hanya ia kagumi dari jauh ternyata sekarang begitu dekat dengannya ―bahkan menggenggam tangannya―. Tapi kenapa mimpi ini terasa begitu nyata? Terutama saat mendengar kalimat itu keluar dari mulut gadis didepannya, Kang Hamun.

“Saranghae,” katanya.

Jantung Siwon berdetak sangat cepat sekarang. Dadanya sesak karena ia sempat lupa bernafas. Ia tidak menjawab apapun karena ia belum menemukan suaranya. Semuanya terjadi begitu tiba-tiba dan Siwon belum tahu bagaimana harus menyikapinya. Ia tak pernah memperkirakan hal seperti ini bisa terjadi dalam sejarah hidupnya.

Gadis yang selama ini hanya bisa ia sukai, ia kagumi, ia sayangi, dari jauh. Yang tak pernah ia harapkan cintanya akan terbalas karena ia tahu perbedaan dunia mereka. Kini gadis itu begitu dekat dengannya, tangan mereka bersentuhan, bahkan cintanya terbalaskan.

Logika segera mengambil alih tubuh Siwon. Tidak, tidak, ini tidak boleh terjadi. Hamun berbeda denganku. Ini hanya akan membuatnya menderita, batinnya. Tanpa mengucapkan sepatah kata, ia pergi meninggalkan Hamun.

Siwon memegang dadanya. Terasa sakit. Dadanya sangat sakit. Mencintai Hamun dari jauh dengan bayang-bayang tak akan pernah memiliki Hamun itu sangat manyakitkan. Apalagi saat tahu cintanya terbalas tapi tetap tak bisa menggapainya. Siwon tak tahu bagaimana menggambarkan rasa sakit yang ia rasakan. Apa yang harus ia lakukan?

Kenapa jadi seperti ini? batinnya.

*****

“Pulang sekarang, Siwon hyung?” tanya Ryeowook, junior Siwon dikampus. Siwon mengangguk lalu melambaikan tangan. Ia berjalan ke parkiran hendak mengambil sepeda kesayangannya. Kondisi ekonomi keluarga Siwon yang sedikit memprihatinkan mengharuskannya untuk bersepeda kemana pun ia pergi.

Begitu ia memasuki parking area, tubuhnya tercekat. Nafasnya terhenti sesaat. Matanya melebar tak percaya dengan yang dilihatnya. Kang Hamun, sedang duduk diboncengan sepedanya sambil membaca novel. Sosoknya dari samping, rambut terikat tidak rapi, dan juntaian rambut halus disekitar wajahnya membuat sosok itu terlihat sangat menawan.

Merasa diperhatikan, Hamun menengadahkan kepalanya dan mendapati Choi Siwon berdiri 3 meter darinya. “Choi Siwon sunbae!” sapa Hamun. Suara itu membuat Siwon tersadar. Ia memasang poker facenya.

“Untuk apa kau disini?” tanya Siwon seskeptis yang ia bisa. Dia bukan tipe pria yang dingin. Bersikap skeptis akan sangat susah baginya. Tapi untuk kali ini ia benar-benar harus berakting dengan baik. Demi Hamun, agar gadis itu tak menyesal di kemudian hari.

Hamun bangkit dari posisinya dan berjalan mendekati Siwon. Keduanya merasakan gejolak di dada namun masing-masing menyembunyikannya.

“Kau belum menjawab pernyataanku seminggu yang lalu. Di lapangan panah. Yang aku mengatakan, ‘saranghae’ padamu. Aku ingin sunbae menjadi pacarku,” ujar Hamun jujur tanpa tedeng aling-aling.

Jantung Siwon berdetak kencang. Gadis ini benar-benar ingin menyiksaku, batinnya.

Ia melewati Hamun dan berjalan menuju sepedanya. “Aku tak mau,” jawabnya tanpa menatap mata Hamun. Dia tak sanggup untuk melihat rasa sakit dimata Hamun karena Siwon sangat tahu ialah penyebabnya.

“Alasannya?” tanya Hamun bingung, ia mengikuti dibelakang Siwon.

“Karena aku tak mengenalmu. Aku tak mencintaimu,” jawab Siwon tak kalah lugas.

“Jadi, kalau kita saling mengenal, kau bisa jatuh cinta padaku?” tanya Hamun.

Siwon terdiam. Beberapa detik kemudian ia menjawab, “Ya, seperti itu. Tapi kurasa itu sangat sulit,”

Hamun menahan tangan Siwon membuatnya terpaksa memutar tubuhnya dan bertatapan langsung dengan Hamun. “Kenapa?” tanya Hamun.

“I’m just a proletar and i don’t like a girl from Top Class Socialite like you, Kang Hamun shi,” ujarnya dengan penekanan ditiap katanya. Tangan Hamun lemah dan melepaskan tangan Siwon. Jantung Hamun bergejolak dan dadanya terasa sakit. Hamun terdiam mematung. Pria itu pergi meninggalkan Hamun begitu saja. Meninggalkan Hamun dengan rasa perih yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

******

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on November 17th, 2012 11:56 pm

KANG HAMUN FALLING IN LOVE?

Kang Hamun baru saja mengupdate status twitternya. Ia bertanya, “Jatuh cinta itu menyakitkan, ya?” dan tweet itu mendapatkan reaksi yang luar biasa.

Tapi yang jadi persoalan, Hamun yang cuek, mengapa tiba-tiba memusingkan soal cinta? Ada apa? Semua boleh berspekulasi, tapi kita tunggu saja tanggal mainnya.

Postingan ini sudah dilihat 2.542.636 viewers dan ada 6584 komentar.

‘Hamun jatuh cinta?! Seriously? Cerita pada onnie!’ ― Cho Hyejin

‘Kalau dia membuatmu patah hati, bilang pada oppa’ ― Lee Donghae

‘Aku penasaran pria seperti apa yang membuat Hamun begini,’ ― Lee Johee

‘Good luck, Hamun!’ ― Park Sonrye

Hamun meletakan ipadnya di meja kecil yang ada disamping tempat tidurnya. Ada secuil penyesalan dihatinya karena sudah ceroboh mencurahkan perasaannya di twitter.

“Argh!” pekik Hamun sambil mengacak rambutnya frustasi. “Semua ini karena Choi Siwon!” serunya sambil menutupi wajahnya dengan selimut.

Tiba-tiba Hamun mendengar ringtone ponselnya berbunyi. Dengan malas, Hamun meraih ponsel disampingnya dan membaca pesan yang ternyata dari Hyejin onnie:

“Kau jatuh cinta?” tebaknya yang tepat sasaran. Hamun tak membalas. Ia masih kesal dengan kenyataan bahwa ia jatuh cinta pada pria yang benci pada wanita sosialita seperti dirinya.

Ponselnya bergetar kembali. “Aku tahu kau tak akan jujur. Tapi, apapun yang terjadi, berjuanglah. Jangan menyerah sebelum kau melakukan usaha apapun because love is a wonderful feeling and comes to everyone at something. Maybe this is how your love story begin,” tulis onnie. Hamun mencelos. Kata-kata Hyejin onnie lagi-lagi tepat sasaran.

Hamun, you’re my sister! Kau tak akan menyerah sebelum mencoba, kan? Jangan permalukan keluarga Kang dan aku! Aku mendukungmu,” Hyejin onnie mengirimkan pesan untuk Hamun terakhir kalinya. Dan.. Itu semua berhasil membangunkan singa yang tidur dalam diri Hamun.

******

“Annyeong Siwon sunbae,” sapa Hamun sambil membawa nampan berisi makan siangnya. Siwon nyaris tersedak saking kaget. Matanya mengerjap memandang Hamun yang sudah mengambil posisi duduk dihadapannya, bahkan sebelum ia minta izin atau Siwon persilahkan. Siwon tak habis pikir. Bukankah kemarin dia sudah cukup menyakiti hati gadis ini?

“Ada apa?” tanya Siwon skeptis. Argh, bersikap seperti ini pada Hamun sama saja seperti meyakiti dirinya sendiri.

Hamun menyuapkan makanannya ke mulut. Sambil mengunyah ia menjawab, “Nothing. Hanya saja tak ada meja kosong lain di kantin ini,” balas Hamun sekenanya. Siwon menoleh ke kanan-kiri. Kantin ini cukup sepi sekarang dan banyak sekali meja kosong.

Siwon tersenyum sesaat, modus gadis ini terlihat sekali. Siwon segera menghapus senyumnya sebelum Hamun melihat lalu ia kembali menatap Hamun. “Ada apa?” tanya Siwon dingin.

“Ergh, tak bisakah sunbae membiarkan aku makan terlebih dahulu?” tanya Hamun setengah kesal dengan mulut yang masih penuh. “Kau tahu? Aku sangat lapar sekarang karena aku menunggumu di kantin ini dari jam 12 tadi tapi sunbae tak kunjung datang. Aku tak mengerti terbuat dari apa perut sunbae sampai kau kuat menahan lapar hingga pukul 3 sore seperti ini,” ujar Hamun sambil terus menyuapkan nasinya kedalam mulut.

Diam-diam tanpa sepengetahuan Hamun, Choi Siwon tersenyum namun segera ia tepis senyumnya. “Untuk apa kau menungguku?” tanya Siwon.

Hamun tak langsung menjawab. Ia mengunyah makanan dimulutnya. Setelah yakin makanan itu telah melewati kerongkongannya, Hamun segera meneguk minumannya. Setelah ritualnya selesai, ia berkata, “Aku ingin mengatakan padamu, bahwa aku tak akan menyerah,” ujarnya. Matanya menatap mata Siwon lekat-lekat.

“Aku akan membuatmu melihatku. Aku akan berusaha. Aku tak akan menyerah karena hatiku memilihmu, Choi Siwon sunbae,” ujar gadis itu. Hamun bangkit dari posisinya lalu mengambil tasnya. Sebelum pergi, ia berkata, “Bersiaplah, sunbae,”

Siwon terpaku ditempatnya sambil menatap terus punggung Hamun. Serentetan kalimat yang Hamun ucapkan tadi kini mendengung secara bergantian ditelinga Siwon. Dadanya terasa sesak saking cepatnya jantungnya berdetak. Rasa bahagia, berdebar, dan cinta membaur jadi satu namun tiba-tiba ia ingat statusnya yang hanya seorang proletar.

Semua rasa itu kini tenggelam berganti dengan rasa sakit karena ia ingat kalau yang harus dilakukannya setelah ini adalah menyakiti perasaan Hamun lebih lagi agar gadis itu tak lagi menyukainya, bahkan kalau perlu Hamun harus membencinya. Semua ini ia lakukan, agar Hamun tak merusak masa depannya sendiri.

*****

Siwon sudah memilah-milah buku yang sekiranya dapat membantu skripsinya. Begitu ia mau duduk di meja perpustakaan, langkahnya terhenti. Matanya terpaku pada sosok yang ketiduran dimeja itu bersama tumpukan buku Managementnya. Tanpa suara, Siwon mendekati gadis itu dan duduk di kursi sebelahnya.

“Hamun,” gumam Siwon. Tanpa ia sadari, tangannya sudah bergerak lebih dulu. Merapikan poni Hamun dan menyisipkan untaian rambut Hamun kebelakang telinganya. Jantung Siwon berdetak kencang melihat wajah gadis itu begitu dekat dengan dirinya. Ia ingin mengelus puncak kepala Hamun, tapi tangannya terhenti diudara begitu ia ingat bahwa Hamun dan dirinya berbeda. Itu tak boleh ia lakukan. Kalau hal itu terjadi, usahanya selama ini untuk membuat Hamun membencinya percuma. Siwon bangkit dari posisinya lalu berbisik ditelinga Hamun, ”Tolong aku, Hamun,”

……..

Hamun terperanjat dari tidurnya. Ia menoleh ke kanan dan kiri tapi tak mendapati sosok pria itu. Sosok yang muncul dalam mimpinya yang terasa begitu nyata. Sosok yang ia sayangi, Choi Siwon. Hamun menghela nafas panjang lalu kembali tergolek lemah diatas meja. Ternyata cuma mimpi, batinnya. “Tapi terasa sangat nyata,” gumam Hamun. Ia menyentuh telinga kanannya. Bahkan aku ingat bagaimana hembusan nafasnya, kata Hamun dalam hati.

“Apa yang harus kulakukan agar kau melihatku?” tanya Hamun tapi tak ada seorang pun yang bisa menjawab.

Siwon memegang dadanya yang berdegup kencang. Ia mengutuki dirinya sendiri karena tak bisa menahan diri. Untuk saja ia sempat bersembunyi dibalik rak sebelum Hamun melihatnya. “Apa yang harus kulakukan agar kau melihatku?” kata Hamun itu berdengung ditelinga Siwon. Ia tersenyum, “Kau tak perlu melakukan apapun, karena sejak awal mataku selalu mengejarmu,” jawabnya namun sayang, ia tak akan pernah membiarkan Hamun mendengar hal itu.

*****

“Hey, Siwon shi, sudah pulang? Bagaimana kuliahmu?” tanya kakek Kim, salah satu pelanggan setia restaurant kaki lima milik neneknya Siwon. Siwon selalu membantu disini sepulang kuliah.

Siwon membungkukkan badan lalu menjawab pertanyaannya, “Sedikit buruk, kakek,”

Kakek itu tersenyum usil. “Kenapa? Pasti karena cinta, ya?” godanya. Siwon tertawa lalu mengangguk. “Begitulah, kek,”

“Cih, dasar anak muda,” ejeknya sambil tertawa. “Jangan terlalu dipikirkan. Kau boleh mencari incaran baru. Contohnya, gadis itu,” ujar kakek sambil menunjuk seorang gadis yang sedang makan sambil berbincang dengan neneknya. Jantung Siwon berdegup kencang melihatnya. Ia sangat manis seperti biasanya.

“Kang Hamun..” gumam Siwon.

“Kau mengenalnya?” tanya kakek Kim. Tanpa menjawab pertanyaan itu, Siwon segera mendekati Hamun dan neneknya. Jantungnya berdebar namun ia teguh pada pendiriannya. Ia akan terus bersikap dingin pada Hamun sampai gadis itu melupakannya.

“Kau kenapa bisa ada disini?” tanya Siwon dingin. Hamun dan nenek menengadahkan kepala mereka untuk melihat sosok yang berbicara tadi.

“Choi Siwon sunbae, annyeong,” sapa Hamun ceria. Nenek Siwon ikut tersenyum melihat gadis itu.

“Kenapa kau disini?” tanya Siwon lagi.

Hamun mengangkat sumpitnya, “Makan sore,” jawabnya. Walaupun terlihat jelas kalau Hamun sengaja datang ke tempat ini untuk melihat Siwon. Bukan hal yang sulit bagi Hamun untuk mengumpulkan semua data orang yang ia sukai.

“Ini bukan tempat seorang sosialita untuk makan sore. Kau seharusnya makan di restaurant bintang lima,” balas Siwon.

Senyum Hamun hilang dari wajahnya. “Aku Kang Hamun, statusku sebagai sosialita tak melarangku untuk makan di warung kaki lima,” balas Hamun.

“Memang tak ada aturan tertulis, tapi tak tahukah kau kalau fotomu yang sedang makan siang ditempat ini tersebar di website itu, kau akan dihina oleh mereka?” tanya Siwon setengah kesal karena gadis ini tak pernah memikirkan dirinya sendiri.

Nenek Siwon hanya tersenyum dan membiarkan mereka beradu mulut.

“Aku tak perduli,” balas Hamun sambil mengalihkan pandangannya dari Siwon. Ia kesal pada pria itu saat ini.

“Tapi kau harus perduli, Hamun shi. Kau akan dimusuhi mereka karena kau dianggap mencoreng sosialitamu jika kau bergaul dengan proletar. Apa kau tak belajar dari pengalaman terdahulumu, Shim Johee?” tanya Siwon.

Kini Hamun kembali menatap Siwon dengan senyum mereka diwajahnya. Deg! Jantung Siwon berpacu lebih cepat lagi sekarang. “Sunbae, khawatir padaku?” tanya Hamun yang tepat sasaran.

Siwon segera mengalihkan pandangannya agar Hamun tak tahu ia sedang berbohong, “Ti-tidak,” kata Siwon.

Hamun mengerucutkan bibirnya. Ia membuka tasnya untuk mengambil dompetnya. Ia melihat dompet itu didalam tasnya, tapi sebuah ide muncul dibenaknya.

“Aku lupa bawa dompet!” seru Hamun. Ia memandang mata nenek Siwon sekarang. “Nenek, aku lupa bawa dompetku. Jeongmal mianheyo. Akan kuganti dengan tenagaku. Bagaimana, nek?” tanya Hamun sambil mengedipkan mata kanannya seakan sebuah aliansi baru saja terbentuk.

“Nenek, sudah pasti ia berbohong,” timpal Siwon.

Nenek Siwon tak menggubris perkataan Siwon. Ia tersenyum pada Hamun lalu mengangguk. “Tentu saja boleh,” ujar Nenek Siwon. Hamun memekik senang lalu memeluk erat nenek Siwon. “Jeongmal gomawo, nenek,” kata Hamun.

Siwon memijat pelipisnya. Ia menatap Hamun tajam. “Kau bisa apa memang?” tanyanya. Hamun mengangkat bahunya tanda ia tak tahu.

“Mencuci piring?” tanya Siwon. Hamun menggeleng.

“Memotong sayur?” tanya Siwon. Hamun menggeleng.

“Lalu apa yang kau bisa?” tanya Siwon pasrah.

Shopping!” seru Hamun bangga.

*****

Siwon berjalan dibelakang Hamun. Ia tersenyum memandang punggung gadis itu. Awalnya ia sangat kesal karena neneknya meminta Siwon untuk menemani Hamun berbelanja sayuran, tapi neneknya menyadarkan ia akan satu hal:

“Nenek, kenapa kau membiarkan gadis itu disini? Kenapa nenek justru menyuruhku untuk menemaninya, nek?”

“Karena itu yang kau inginkan,”

“Aku tak pernah menginginkan hal ini, nek. Ini hanya akan membawa masalah buat dia. Nenek sama sekali tak mengerti perasaanku!”

“Justru karena aku sangat mengerti perasaanmu juga perasaan gadis itu. Ia sudah memilihmu. Ia sudah memikirkan resikonya jika ia mencintaimu. Kau tak boleh menghalanginya. Kau harus berikan kesempatan padanya juga pada dirimu sendiri,”

“Tapi nek..”

“Kau berhak bahagia, Siwon sayang. Hamun juga demikian. Sesekali, kita perlu menjadi egois demi kebahagiaan itu. Hamun sudah melakukannya, sekarang giliranmu,”

“Sunbae, ppaliwa,” seru Hamun sambil tersenyum padanya. Siwon menyembunyikan senyumnya lalu menyusul Hamun.

“Sunbae lama sekali,” ejek Hamun saat Siwon sudah berjarak 1 meter darinya.

“Tenagamu yang berlebihan,” balas Siwon tapi Hamun malah tertawa. Kini Hamun berjalan mundur agar ia bisa terus menikmati wajah mempesona itu.

“Sunbae, kenapa wajahmu begitu tampan?” tanya Hamun tanpa dipikir terlebih dulu. Siwon segera mengalihkan wajahnya karena pasti saat ini pipinya memerah. Hamun tertawa kecil melihat hal itu. “Tak bisakah kau tak terlalu jujur?” tanya Siwon menutupi rasa malunya. Hamun tak menjawab malah cekikikan.

Tanpa sengaja, mata Siwon melihat ke arah halte bus yang mereka tuju. Bus yang hendak mereka tumpangi sudah ada disana. Reflek, Siwon segera menggenggam tangan Hamun dan membawanya berlari bersama. “Busnya sudah datang! Kalau telat, kita harus tunggu 15 menit lagi,” ujar Siwon sambil tetap berlari dan tak melepaskan tangan Hamun. Hamun menatap tangannya takjub, lalu tersenyum sendiri. Terbuai dengan debaran jantungnya dan rasa bahagia.

“Untung tepat waktu,” gumam Hamun begitu mereka tiba dalam bus. Bus itu penuh sesak, tak ada tempat duduk yang tersisa. Mereka terpaksa berdesakan didalam bus itu. “Mianhe,” ujar Siwon yang merasa bersalah karena membiarkan Nona muda ini naik bus yang penuh dengan bakteri dan bau keringat.

Hamun tersenyum, “Tak masalah,” jawabnya riang. Siwon yang merasa aneh dengan nada bicara itu, kini menoleh pada Hamun. Ia dengan jelas melihat Hamun tersenyum kepadanya. “Berkat bus ini, Choi Siwon sunbae menggandeng tanganku,” ujarnya diiringi senyum manisnya.

Pertahanan Siwon selama ini hancur sudah. Gadis ini sangat tahu bagaimana membuat Siwon makin menyukainya. Membuat Siwon tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya. Membuatnya tak bisa lagi berpura-pura dingin pada Hamun. Siwon ingin Hamun tahu bahwa sejak awal ia telah berhasil merebut hati Siwon.

“Aku suka tanganmu. Besar dan hangat. Sangat menenangkan,” timpal Hamun lagi, menyadarkan Siwon dari pikirannya.

Siwon memandang tangan mereka yang bertautan lalu kembali pada mata Hamun. “Kalau suka, jangan pernah lepaskan tanganku,” ujar Siwon dengan mata yang menatap lekat manik mata Hamun. Seakan menyampaikan suatu rasa yang tak bisa diungkapkan kata-kata.

Saat itu, Hamun merasakan jantungnya berdegup sangat kencang. Begitu juga Siwon. Rasanya bus ini begitu lapang karena hanya ada mereka berdua didalam imajinasi mereka masing-masing.

******

“Daging sudah. Tomat sudah. Semua bahan yang nenek butuhkan sudah terbeli,” ujar Hamun setelah membaca list barang yang ia catat sebelumnya. Hamun dan Siwon memutuskan untuk berjalan kaki menuju restaurant Nenek Siwon setelah Hamun berkata, “Jalan kaki saja, supaya aku bisa lebih lama menggenggam tanganmu,”

Hamun melirik tangan kirinya yang bertautan dengan tangan kanan Siwon. Ia bisa merasakan kehangatan menjalar di tubuhnya. Ia sangat bahagia sampai-sampai ia tak mempertanyakan perubahan Siwon yang drastis ini.

Siwon melirik bungkusan yang ia bawa ditangan kirinya, “Hm, ternyata kau memang berbakat untuk shopping. Pilihanmu bagus dan kau pintar menawar,” puji Siwon.

Hamun menengadahkan tangan kanannya di hadapan Siwon. “Apa?” tanya Siwon tak mengerti.

Hamun tersenyum, “Sunbae baru memujiku. Aku minta hadiahnya,” katanya yang membuat mereka berdua tertawa.

Siwon mengangguk-angguk menyetujui. “Baiklah, kau mau apa?” tanya Siwon lembut. Hamun memutar bola matanya lalu berseru penuh antusias, “Ice cream!”

……

“Apa kau selalu seperti ini?” tanya Siwon penasaran pada Hamun yang sudah menghabiskan 3 cone ice cream berbagai rasa.

“Apanya?” tanya Hamun tak mengerti.

“Setahuku, perempuan sangat sensitif dengan makanan. Selalu menghitung kalorinya dan menghindari makanan manis,” kata Siwon.

Hamun tersenyum, “Aku selalu seperti ini. Sunbae tak perlu repot soal makanan kalau aku yang menjadi istrimu,” balas Hamun.

Siwon tersenyum mendengarnya. Ia menggelengkan kepalanya tanda ia tak habis pikir dengan gadis ini. Banyak sisi Hamun yang baru Siwon ketahui dan itu berhasil membuat Siwon makin jatuh hati pada Hamun.

Siwon mencuri pandang Hamun dan mendapati sekitar bibir Hamun sudah belepotan dengan ice cream. “Tak bisakah kau makan pelan-pelan? Belepotan disana-sini,” ujar Siwon sambil mengusap ice cream dibibir Hamun dengan ibu jarinya.

Hamun menatap lekat Siwon yang saat ini begitu dekat dengannya. Ibu jari Siwon masih berada di bibir Hamun, menghapus sisa ice cream disana. Siwon tanpa sengaja menatap mata Hamun dan mendapati mata itu sedang menatapnya lekat.

Jantung Siwon dan Hamun bergemuruh. Entah siapa yang memulai, yang jelas bibir mereka bertemu untuk sesaat. Hamun bisa merasakan ketulusan dan kelembutan dari bibir Siwon. Ia bisa merasakan perasaan Siwon.

“Kau sudah mencintaiku? Kau sudah melihatku?” tanya Hamun memastikan apa yang ia rasakan.

Siwon tersenyum memandang Hamun lalu membelai pipi Hamun.  “Sejak awal mataku selalu melihatmu, Kang Hamun,”

“Ba..bagaimana bisa?” tanya Hamun tak percaya. “Lalu kenapa kau begitu dingin padaku selama ini?”

Siwon tersenyum lirih. “Karena aku hanya proletar, Hamun. Aku tak pantas untukmu. Aku hanya akan membawa kesusahan untukmu. Aku berusaha membuatmu membenciku tapi usahaku sia-sia. Kau tak tergoyahkan,” ujar Siwon.

Tangisan haru dan kesal mengairi pipi Hamun. Ia memukul Siwon beberapa kali karena kesal. Ia kesal atas pemikiran bodoh yang terlintas dipikiran Siwon. Tak tahukah ia bagaimana tersiksanya hatinya selama Siwon bersikap dingin padanya? “Kau jahat,” ujar Hamun setengah berbisik.

Siwon menarik Hamun dalam pelukannya. “Mianhe, jeongmal mianhe,” ujar Siwon tulus. Ia merasa bersalah atas apa yang ia lakukan selama ini.

“Kau tak boleh berpikir seperti itu lagi,” ujar Hamun ditengah isakannya.

“I won’t,” jawab Siwon.

*****

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on December 1st, 2012 09:43 pm

KANG HAMUN HAVING RELATIONSHIP WITH A PROLETAR? WHAT THE HELL!

Sebuah foto Kang Hamun yang sedang berciuman dengan seorang pria di taman daerah Gwangju, kemarin sore, baru saja diupload diberbagai portal. Diketahui dari berbagai sumber, pria itu adalah seorang proletar. What the hell is she doin’?

Postingan itu menjadi Top Stories and Most Commented hanya dalam waktu 30 menit. Reaksi dari para sosialita sangat luar biasa. Gelarnya sebagai one of the most outstanding girls di sosilita ini resmi dicabut ditandai dengan dihapusnya akun Kang Hamun dari website ini. Para sosialita itu juga sudah meng-unfollow twitter Hamun.

Ribuan komentar di postingan itu sangat kasar bahkan tidak manusiawi. Contohnya:

Kau berhasil membuat kami malu, Kang Hamun! Damn! ― Shin Hyeori

Apa yang berikan sampai Hamun mau denganmu?! ― Kang Sehun

Dasar tak tahu diri! ― Moon Seyo

Ini sangat menggelikan. Kang Hamun with Proletar? Mau taruh dimana harga diri kita? ― Kim Doori

Kang Hamun menghela nafas panjang melihat postingan dan ribuan komentar tadi. Statusnya bukan lagi seorang sosialita tapi traitor. Ia sudah dianggap pengkhianat karena mencoreng sosialitanya. Ia tahu hidupnya akan berubah setelah ini tapi Hamun tak gentar. Ia akan meyakini pada semua orang bahwa rasa yang ia miliki ini akan membuatnya bertahan. Ia ingin semua orang sadar bahwa cinta tak pernah memandang status.

******

Siwon baru saja tiba di kampus. Begitu kakinya melangkah dikoridor, ia merasa ribuan mata menatapnya rendah dan hina. Siwon menghela nafas panjang sambil tetap melanjutkan langkahnya. Ia sudah tahu akan seperti ini. Ia sudah membaca postingan itu tadi pagi namun tak ada penyesalan dihatinya. Ia sangat menyayangi Hamun, dan ia sangat tahu Hamun juga demikian. Ia yakin mereka akan bertahan.

Tiba-tiba seorang pria dan gerombolannya menghadang Choi Siwon. Pria yang bertindak sebagai pemimpin genk itu, Jonghyun, berhadapan dengan Siwon dan menatap Siwon dari kaki sampai rambut.

“Apa yang kau lakukan sampai Hamun memilihmu? Kau hanya seorang proletar,” ujarnya.

“Kau miskin. Kau bisa kuliah disini hanya karena beasiswa. Kau kira dirimu pantas bersanding dengan gadis itu?” lanjutnya.

Siwon bergeming. Sebagian hatinya menanyakan hal yang sama. Sekali lagi, hatinya tergoyahkan. Ia akhirnya tersadar bahwa dirinya tak pantas untuk Hamun. Siwon terdiam menerima tiap cerca yang keluar dari mulut pria itu karena ia pun sadar bahwa semua itu adalah kenyataannya.

“Jaga mulutmu,” ujar seorang gadis yang muncul dihadapan Siwon, Kang Hamun. Ia berdiri didepan Siwon seakan melindungi pria itu.

“Aku yang memilihnya. Jadi ini bukan kesalahannya,” ujarnya tegas tanpa keraguan.

“Kalau kau ingin menyalahkan seseorang karena masalah ini. Aku orangnya,” ujarnya. Jonghyun terdiam tapi menatap Hamun dengan mata melecehkan.

“Cih, Kang Hamun mengorbankan status sosialitanya hanya demi pria ini? Kau bodoh,” hinanya. Hamun tak melawan tapi matanya menyorotkan keberanian seakan mengancam pria itu jika ia berani menyakiti Siwon.

Jonghyum menyingkir dari tempat itu diikuti oleh mahasiswa lain yang sedari tadi hanya menjadi penonton. Tak lupa memberikan sumpah serapah mereka pada pasangan itu sebelum mereka benar-benar pergi.

Hamun terdiam ditempatnya. Tapi Siwon bisa melihat pundak Hamun yang naik turun disusul dengan suara isakan. Siwon kaget. Ia memutar tubuh Hamun kehadapannya. Hamun menangis. Hatinya seakan teriris-iris melihat hal itu. Ditariknya Hamun kedalam dekapannya. Tangis Hamun menjadi-jadi.

Ditengah isakannya Hamun berkata, “Aku mohon. Jangan dengarkan perkataannya. Jangan tinggalkan aku karena kau merasa tak pantas. Aku tak tahu bagaimana caranya untuk bertahan jika kau juga meninggalkanku,” ujar Hamun. Hati Siwon mencelos. Ia merasa bersalah pada Hamun dan kesal pada dirinya sendiri. Bagaimana ia bisa berpikir untuk meninggalkan Hamun setelah Hamun rela mengorbankan semuanya demi hubungan ini?

Siwon mengeratkan pelukannya. “Aku tak akan meninggalkanmu,” ujar Siwon.

******

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on December 3rd, 2012 11:21 pm

KANG HAMUN WILL BE ENGANGED WITH CHOI MINHO.

Ayah Kang Hamun baru saja menyatakan bahwa Hamun tak lagi berhubungan dengan pria proletar itu. Ia akan ditunangkan dengan Choi Minho, pewaris tunggal Senhwa Departemen Store. Pertunangan akan dilaksanakan 3 hari lagi. Postingan ini sebagai undanganya.

3 juta views, 500 ribu komentar.

Postingan ini sudah menjadi Top Commented and Top Viewers dalam waktu 1 jam. Sudah ada ribuan komentar disana.

Choi Siwon merasakan sakit menggerogoti hatinya begitu membaca postingan itu. Ia meletakkan ponselnya di meja kasir dan kembali mengelap meja-meja di restaurant  neneknya itu.

Tiba-tiba bel pintu tanda ada orang yang masuk berbunyi. “Maaf, kami sudah tu..” suaranya terputus saat ia sudah melihat sosok itu dengan jelas. Kang Hamun. Ia tampak memprihatinkan. Matanya memandang Siwon lirih, air mata mengalir dari sana. Tubuhnya lebih kurus dan ada beberapa goresan ditangan dan kaki.

Siwon segera menghampiri Hamun dan menariknya dalam pelukannya. Tangisan Hamun menderas karena perlindungan itu. Siwon mengelus kepala Hamun, “Tenang Hamun, tenang,”

…..

Hanya beralaskan lantai dan bersandar pada dinding restaurant itu, Siwon membiarkan Hamun tertidur dalam dekapannya. Tangan kanannya menggenggam tangan Hamun. Tangan kirinya ia pakai untuk mengelus kepala Hamun.

“Aku tak mau ditunangkan. Aku tak mau,” itu yang Hamun katakan tadi. Siwon tahu, Hamun pasti kabur dari rumahnya. Siwon melirik tangan Hamun yang penuh goresan, bahkan ada yang berdarah. Ia membayangkan bagaimana cara Hamun kabur dari penjaga-penjaga di rumahnya itu. Sungguh mengerikan.

Siwon mengutuki dirinya sendiri. Ia merasa tak berdaya. Ia merasa bersalah karena tak tahu harus berbuat apa untuk Hamun. Siwon mengeratkan pelukannya pada Hamun. “Mianhe, mianhe,” hanya itu kata yang ia rasa pantas ia ucapkan.

Tiba-tiba pintu restaurantnya di ketuk. Siwon melihat jam tangannya. Sudah jam 2 pagi. Siapa yang datang pagi buta seperti ini?

Siwon menyandarkan Hamun didinding. Ia bangkit dan menghampiri pintu itu. Saat ia membukanya, ia mendapati seorang wanita elegan berdiri disana.

“Hamun tidur?” tanya gadis itu tiba-tiba. Siwon mengangguk sebagai jawaban.

“Aku Cho Hyejin. Sahabat Hamun tapi sudah seperti kakak kandungnya,” ujar wanita itu memperkenalkan diri seakan mengerti isi hati Siwon.

“Kenapa nyonya kesini?” tanya Siwon.

“Aku khawatir saat mendengar Hamun pergi dari rumah. Aku kesini hanya untuk memastikan,” jelas Hyejin.

“Bagaimana kau tahu Hamun disini?” tanya Siwon lagi.

“Asal kau tahu, dia selalu bercerita tentang dirimu tiap kali aku menelponnya. Jadi kupikir Hamun pasti kesini,” balas Hyejin. Wajah Siwon sempat bersemu mendengar ceritanya.

Hyejin tersenyum pada Siwon. “Aku titip Hamun, ya,” ujar Hyejin lalu melangkah meninggalkan tempat itu.

“Tunggu,” ujar Siwon menghentikan langkah Hyejin.

“Apa Hamun benar-benar mencintaiku?” tanya Siwon.

Hyejin terkekeh. “Bukankah kau sudah tahu jawabannya?”

Siwon tersenyum. Wajahnya merona. Kepastian yang ia dengar meyakini dirinya. “Apa kau tahu cara untuk menolongnya?”

Hyejin tersenyum lirih. “Aku tahu. Tapi ini pasti tidak mudah,”

“Tak masalah. Dia sudah berjuang untukku. Kini giliranku,”

*****

Hamun mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memfokuskan penglihatannya. Begitu ia benar-benar sadar, ia terperanjat. Terkejut mendapati dirinya ada di kamarnya. Bukankah semalam aku di restaurant Siwon oppa? batinnya.

Hamun menoleh ke kanan dan kiri. Ia sendirian. Kemana Siwon? Hatinya gundah. Ia segera bangkit dari tempat tidur dan ingin segera keluar dari kamar itu. Tepat sebelum Hamun memutar kenop pintunya, pintu itu terbuka lebih dulu dan Choi Siwon ada disana. Membawa nampan yang bertatakan menu sarapan Hamun.

Siwon tersenyum begitu menyadari Hamun berdiri didepannya. “Selama pagi, Hamun,” sapanya. Hamun terlalu kaget. Suaranya tak bisa keluar saat ini. Siwon melangkah masuk kedalam dan meletakkan nampan itu di tempat tidur Hamun.

“Ayo sini. Kau harus sarapan,” ujar Siwon saat menyadari Hamun masih berdiri diambang pintu. Hamun menurut dan duduk di pinggir kasurnya. Siwon mengambil kursi meja belajar Hamun dan mesejajarkannya dengan posisi Hamun. Siwon berada tepat dihadapan Hamun sekarang. Membuatnya bisa menatap wajah itu lebih dekat.

Tak ada yang berbicara. Mereka hanya saling pandang. Siwon ingin mengingat wajah Hamun saat bangun tidur seperti ini sebelum keberangkatannya ke Amerika, sebentar lagi.

Hamun melihat mata itu. Mata menyiratkan kesedihan. Ada sesuatu yang tak beres disini, Hamun bisa merasakannya. “Oppa, waeyo? Kenapa aku bisa berada disini?” tanya Hamun memecah keheningan.

“Aku yang membawamu, Hamun. Kau membuat orang tuamu khawatir,” balas Siwon.

Kini Siwon kembali terdiam menatap manik mata Hamun. Senyum manis tak lepas dari wajahnya tapi Hamun tahu itu hanya senyum yang ia paksakan. “Kau menyembunyikan sesuatu dariku,” tebak Hamun yang tepat sasaran.

Siwon terkekeh. “Apa terlihat sangat jelas?” tanya Siwon dan Hamun mengangguk. Hamun menatap Siwon lurus seakan menanti kejujuran Siwon. Ia menghela nafas panjang. Menyerah pada dirinya yang tak pernah bisa menolak permintaan Hamun.

“Aku akan ke Amerika. Pesawat pagi ini. Jam 10,” ujar Siwon yang membuat mata Hamun membelalak.

“Ke..napa?” tanya Hamun. Suaranya tertahan ditenggorakan saking shocknya.

“Ini persyaratannya agar orangtuamu mau membatalkan pertunanganmu dengan Choi Minho,” jawab Siwon.

“Mwo?” Hamun tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Aku akan bicara dengan ayah,” putus Hamun. Ia hendak bangkit dari posisinya tapi Siwon menahannya.

“Jangan, ini juga keputusanku. Aku yang meminta mereka untuk membatalkan pertunanganmu dan aku sudah bersedia menerima segala konsekuensinya,” jelas Siwon.

Hamun menatap Siwon sedih. “Kenapa harus begini?” tanya Hamun lirih. Ia menahan air matanya untuk tidak jatuh.

“Kau sudah berjuang sejauh ini demi aku. Sekarang giliranku, Hamun. Aku akan membuat diriku layak dimata kedua orangtuamu dan sosialitamu,” jelas Siwon sambil mengelus pipi Hamun lembut.

Hamun menggeleng. “Kau tak perlu berbuat seperti itu. Kau tak perlu merasa tidak pantas. Aku tak perduli statusmu sebagai proletar. Aku sungguh menyayangimu,”

Siwon tersenyum mendengar suara Hamun itu. Suaranya manis dan menenangkan, membuat dirinya semakin yakin akan keputusannya. “Inilah yang membuatku makin menyayangimu. Kau sangat baik, Hamun. Karena itulah aku ingin membalasnya,” ujar Siwon.

Hamun meraih tangan Siwon yang membelai pipinya. Menggenggam tangan itu erat seakan tak mau Siwon pergi meninggalkannya. Namun Hamun tak akan mengatakan hal itu. Ia bisa mengerti pemikiran Siwon tapi ia belum cukup siap. Ini terlalu mendadak. “Berapa lama oppa disana?”

“3 tahun mungkin. Aku akan mencari Scholarship dan mengambil S2 disana. Ayahmu bilang, aku baru boleh menikahimu kalau bisa menaikan omset Kang Cooperation sampai 50% dari sekarang,” jelas Siwon. Hamun mencelos mendengarnya. Menaikan omset sesignifikan itu bukanlah hal mudah.

“Ayo dimakan, aku memasaknya khusus untukmu. Pagi-pagi tadi aku menelpon nenek untuk menanyakan resepnya,” ujar Siwon sambil menyerahkan sendoknya pada Hamun. Hamun tersenyum lirih dan menyuap bubur itu.

Siwon tersenyum melihat pinggiran bibir Hamun yang sudah belepotan. “You kid,” ejek Siwon. “How could you eat like that?” tanya Siwon. Hamun menengadah. Menatap Siwon lekat bercampur sedih.

Siwon menyeka ujur bibir Hamun dengan jarinya. “If you do twice, i’ll wipe your lips with mine,” ujarnya bercanda.

Hamun sekali lagi menyuapkan buburnya. Kali ini ia dengan sengaja membuat bibirnya belepotan. Hamun menatap Siwon lirih. Mata itu berkata, “Jangan pergi,”. Siwon tahu itu meski Hamun tak mengatakannya dengan jelas.

Siwon tak kuasa melihat Hamun menatapnya seperti itu. Hatinya sangat sakit membayangkan rasa yang berkecamuk dihati Hamun. Ia bangkit dari tempat duduknya dan menengadahkan kepala Hamun. Ia mencium bibir Hamun. Lembut dan penuh cinta.

“Bagaimana rasanya?” tanya Siwon setelah melepas ciumannya itu. Hamun tersenyum. Ia berusaha memberikan senyum terbaiknya meskipun jelas sekali senyum itu penuh kesedihan.

“Asin,” balas Hamun. “Karena kau menangis,” lanjutnya sambil mengusap air mata yang mengairi pipi Siwon.

Siwon tersenyum lirih. “Kau juga sama saja,” balasnya sambil menghapus air mata Hamun.

“Disana jangan selingkuh, ya,” ujar Hamun.

“Harusnya aku yang mengatakan hal itu. Penggemarmu diluar sana ada ribuan,” balas Siwon yang disusul dengan tawa kecil dari keduanya.

******

4 years later

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on October 17th, 2017 09:30 am

OMSET KANG COOPERATION NAIK HINGGA 50%! Omset Kang Cooperation meningkat drastis hanya dalam kurun waktu 3 bulan berkat ide dari Choi Siwon, pegawainya.

1 juta views, 300 ribu komentar.

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on October 24th, 2017 10:38 am

CHOI SIWON DIANGKAT MENJADI GENERAL MANAGER! Choi Siwon, pria kelahiran 7 April 1986 ini diangkat menjadi general manajer di Kang Cooperation berkat prestasinya. Diusianya yang masih muda ia berhasil meraih posisi tersebut. Choi Siwon sudah resmi menjadi anggota Top Class Socialite. Wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang bagus juga membuatnya makin terkenal. Kini ia sudah memiliki basis fanclub yang kuat.

3 juta views, 400 ribu komentar.

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on November 10th, 2017 11:20 pm

SPOTTED! CHOI SIWON BERSAMA DENGAN KANG HAMUN! Sebuah foto menunjukan bahwa gadis yang ada disamping Siwon adalah Kang Hamun. Apa yang mereka lakukan di taman bermain berduaan selain kencan? Benarkah Siwon berpacaran dengan Hamun yang sudah bukan lagi anggota sosialita ini?

6 juta views, 500 ribu komentar

Ini tidak benar, kan? Aku tak rela! Choi Siwon milikku! ― Kang Hyojo

Enak saja. Dia milikku! Aku pernah bertemu dengannya dan sepertinya ia tertarik padaku ― Shin Sunji

Oh my God. I can’t believe it! He’s mine! ― Selena Gomez

Hamun tertawa sendiri membaca setiap komentar yang ditulis para gadis itu. Terutama komentar dari Selena Gomez. Ia tak percaya bahwa kekasihnya itu ternyata sangat terkenal. Rasanya ingin sekali ia menulis ‘Siwon is mine’ tapi hal itu tak bisa ia lakukan karena ia bukan lagi anggota sosialita itu.

“Kenapa tertawa sendiri?” tanya Siwon yang baru tiba di lapangan panah kampusnya setelah ia mengganti bajunya dengan hakama. Tempat ini yang menjadi saksi bisu saat Hamun menyatakan perasaannya pada Siwon. Hari ini tepat 5 tahun setelah kejadian itu. Siwon mengusulkan untuk pergi ke tempat ini.

Hamun mengalihkan perhatiannya dari iPadnya dan menyembunyikannya. Hamun bangkit dari rerumputan dan membantu Siwon merapikan hakamanya. “Tidak ada apa-apa,” jawab Hamun berbohong.

Siwon tersenyum. “Kau tak bisa berbohong padaku,” ujar Siwon lalu mengambil iPad Hamun yang sempat tergeletak di tanah.

“Aku sepopuler ini?” tanyanya setelah membaca postingan itu. Ia sendiri tak percaya karena ia bukan penikmat website itu.

“Ya, kau sepopuler itu,” balas Hamun dengan penekanan ditiap suku katanya.

Siwon menyunggingkan senyum usil. “Jadi, Kang Hamun bisa cemburu juga rupanya?” goda Siwon.

Wajah Hamun merona. “Aku tidak cemburu,” balas Hamun tanpa berani melihat mata Siwon.

Siwon terkekeh. Sebuah ide melintas diotaknya. Ia mengambil smartphonenya dari kantongnya dan segera menyiapkan kameranya. “Hamun,” panggil Siwon. Hamun menoleh. Seketika itu juga, Siwon mengecup bibir Hamun dan tak lupa memotretnya.

“Mau oppa apakan?” tanya Hamun bingung. Siwon tak menjawab. Ia hanya menyunggingkan senyum misterius.

“Oppa,” panggil Hamun lagi. Siwon tetap tak menjawab. Sekali lagi, ia mengecup bibir Hamun kilat. “Lihat saja website itu setengah jam lagi. Sekarang temani aku latihan dulu ya, Hamun sayang,”

*****

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on November 11st, 2017 01:20 am

CHOI SIWON KISSED KANG HAMUN?! Choi Siwon baru saja mengunggah foto dirinya yang mencium Kang Hamun di twitter. Ia juga menuliskan, “Jangan perebutkan aku. Sejak 5 tahun yang lalu aku sudah milik Kang Hamun. Yeah, i’m a proletar who had kissed her 5 years ago. I really love her. Kang Hamun saranghae ^^

7 juta views, 800 ribu komentar.

“Apa maksudnya ini?” tanya pria separuh baya yang saat ini duduk berhadapan dengan Siwon. Ia menunjukan postingan yang baru ia baca melalui iPadnya. Siwon dipanggil ke ruangannya hanya untuk membahas hal ini.

Siwon tersenyum tanpa dosa. “Aku hanya ingin mengatakan yang sesungguhnya, ajjushi,” jawab Siwon sambil melirik foto Hamun yang ada dimeja ayah Hamun itu.

Ayah Hamun menghela nafas panjang. Ia tersenyum sekilas melihat kesungguhan pria itu. Hatinya kini sudah rela memberikan anaknya satu-satunya pada pria ini. Ia sudah yakin akan keputusannya.

“Sebesar apa kau mencintainya?” tanya Kang Suho.

Siwon menatap mata pria tua itu. “Seperti nilai tan 90o. Tak terhingga,” jawabnya penuh kesungguhan.

Ayah Hamun terkekeh. “Jadi, apa rencanamu untuk menenangkan kehebohan yang terjadi karena perbuatanmu ini?” tanyanya.

Siwon tersenyum penuh arti. “Ajjushi, bukankah aku sudah memenuhi persyaratanmu?”

“Tentu saja. Lalu apa maksudmu?”

Senyum Siwon mengembang. “Aku sudah boleh menikahinya, kan?”

******

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on November 14th, 2017 05:20 pm

KANG SUHO MENGUMUMKAN TANGGAL PERNIKAHAN KANG HAMUN DENGAN CHOI SIWON. Baru saja Kang Suho menyatakan bahwa dirinya akan mundur dan menyerahkan jabatannya pada Choi Siwon. Ia juga berkata, “Para gadis muda diluar sana. Tolong jangan ganggu Choi Siwon. Dia milik anakku, bahkan sejak 5 tahun yang lalu,” katanya. Saat ditanya wartawan tentang apa yang membuatnya merestui hubungan Hamun dengan Siwon ia berkata, “Pria itu telah membuktikan kesungguhannya,”

7 juta views, 500 ribu komentar.

“Apa yang kau katakan pada appa sampai ia mengeluarkan statement seperti ini?” tanya Hamun sambil menunjukkan postingan yang baru ia baca.

Siwon tersenyum. Ia menggenggam tangan kiri Hamun erat dan melanjutkan langkah mereka. Mereka sedang berkencan di Gwangju, sekaligus ingin mengunjungi nenek Siwon.

Meski sudah berpenampilan biasa, orang-orang masih mengenali mereka sebagai Choi Siwon dan Kang Hamun. Ada yang memotret mereka ada juga yang menjadikan mereka sebagai bahan gosip baru. Tapi Hamun dan Siwon tak perduli. Bagi mereka, kini dunia milik berdua.

“Aku hanya mengatakan apa yang kurasakan,” jawab Siwon.

“Seperti inikah? ‘Ajjushi, aku tak bisa hidup tanpa Hamun. Aku mohon. Jangan pisahkan aku dengannya. Aku akan lakukan apapun asal aku bersamanya,'” goda Hamun.

Siwon tersenyum lalu mengacak-acak rambut Hamun. “Imajinasimu terlalu tinggi,” balasnya.

Hamun tersenyum. Ditengah perjalanan ia bertanya, “Oppa, kapan kau pertama kali menyukaiku? Kau belum pernah menceritakannya,”

Pertanyaan itu membuatnya kembali mengingat kejadian 6 tahun yang lalu. Hari itu, pertama kalinya Siwon melihat Hamun secara nyata dan langsung jatuh cinta padanya.

“Kau hanya proletar. Kau tak pantas berada disini! Kau kira dengan panahmu ini kau akan terlihat keren? Kau menurunkan harga diri sosialita yang ada ditempat ini,” ujar Jonghyun, salah satu sosialita yang tak pernah menyukai keberadaan proletar di kampusnya itu.

Sebuah pukulan mendarat dipipi Siwon. Membuatnya terjatuh direrumputan lapangan panahan. Ingin sekali ia melawan tapi ia ingat akan beasiswanya. Beasiswa itu bisa dicabut kalau ia ketahuan berbuat onar.

Tiba-tiba seorang gadis muncul didepannya. Siwon tahu siapa gadis itu. Kang Hamun, salah satu sosialita yang paling terkenal.

“Aku tak akan segan-segan menghentikan sumbangan untuk kampus ini kalau kau berbuat seperti itu lagi,” gertak gadis itu. Jonghyun menatap Hamun dan Siwon bergantian dengan kesal tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia segera meninggalkan mereka.

Hamun hendak membantu Siwon berdiri tapi tangan Hamun segera ditepis oleh Siwon.

“Pergilah. Kalau kau terlalu lama disini kau akan jadi bahan pembicaraan,” ujar Siwon sambil berusaha berdiri sendiri. Siwon hendak melangkah pergi tapi Hamun menahannya.

“Aku akan pergi setelah lukamu diobati,” ujarnya.

“Aku hanya seorang proletar. Kau mau mengobati lukaku?” tanya Siwon.

Hamun tersenyum. Dimata Siwon, senyum itu sungguh sangat menawan. “Anggap saja aku tak tahu kau seorang proletar dan kau tak tahu aku seorang sosialita. Deal?”

Sejak itulah mata Siwon tak pernah lepas dari gadis itu. Tanpa ia sadari, ia sudah terjebak dalam pesona Hamun. Ia jatuh cinta namun hanya bisa memandangnya dari jauh. Tapi semua itu berubah saat Hamun menyatakan perasaannya pada Siwon.

“Kau ingat pertemuan pertama kita?” tanya Siwon.

“Tentu saja. Di lapangan panah, saat aku menyatakan cinta padamu itu, kan?”

“Salah. Sebelumnya, kita sudah pernah bertemu dilapangan itu. Sejak itulah mataku selalu melihatmu,” balas Siwon.

Mata Hamun membulat, “Jinja?”

Siwon menyentil dahi Hamun. “Ingat-ingat saja sendiri,” ujarnya sambil tertawa puas.

******

http://www.TopClassSocialite.com. Posted on December 1st, 2017 11:59 pm

PERNIKAHAN KANG HAMUN DAN CHOI SIWON BERLANGSUNG MERIAH. Choi Siwon dan Kang Hamun baru saja melaksanakan resepsi pernikahan. Dihadiri oleh para sahabat Hamun dan kolega bisnis Choi Siwon.

9 juta views, 700 ribu komentar.

“Chukae, Hamun! ^^” ― Park Sonrye

“Hamun sudah besar, ya. Bahkan sudah menikah! Mianhe, aku dan Yesung tak bisa datang. Hadiah pernikahanmu akan kukirimkan dari Jepang!” ― Kim Hyemi

“Argh! Aku masih belum percaya Kang Hamun sudah menikah! Ah, i’m sorry. I mean, ‘Choi Hamun’ ^^ Congratulation sayang!” ― Lee Johee

“Ayo, ayo! Aku ingin punya keponakan dari Hamun! ^^” ― Cho Hyejin

“Apa yang kau baca?” tanya Siwon sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur miliknya dan Hamun.

“Kata Hyejin onnie, kita harus segera punya anak,” ujar Hamun sambil memberikan iPadnya pada Siwon agar ia membacanya.

Siwon tersenyum. Ia meletakan iPad itu di meja kecil sebelah tempat tidurnya. Kini ia menatap Hamun lekat lalu mengecup bibir Hamun. “Tak perlu terburu-buru. Aku masih ingin seperti ini,” ujarnya sambil menarik Hamun dalam pelukannya.

Hamun tersenyum. Mereka hanya saling pandang saat ini. Tangan Siwon membelai pipi Hamun.

“Aku jadi tak ingin tidur,” ujar Hamun memecah keheningan.

“Kenapa?” tanya Siwon.

Because when i’m with you, reality is better than dream, Siwon,”

END.