Anyeonggg chingudeul ^^
Estia Kim here,
Mianhae saya baru bisa ngetik FF setelah sekian lama ^^
#kayakadayangKANGEN aja (-.-“)
Jadi gimana kabar kalian??
Saya sih baik-baik saja J
Nih saya comeback bawa Henry Lau ma Evelyn Tan J
So,
Enjoy reading yaaaaaa J

OUR RINGS

Start here !!

*******

Evelyn Tan. Gadis cantik, masih muda, 22th usianya, tapi dia sudah harus memakai wedding dress dan akan menikah sekitar 48 menit lagi. Bukan gugup ataupun bahagia yang terpancar dari wajahnya, tapi raut muka sedih yang begitu kentara. Pipi merona, bibir pink yang nampak segar tak mampu menutup kesedihan yang terpancar kuat dari sinar matanya. Dalam hatinya bukan menutuk calon suaminya, orangtuanya, ataupun orang-orang disekitarnya juga bukan dirinya yang begitu lemah. Dalam hati gadis Chinnes-Perancis itu terus berucap maaf untuk seseorang yang pernah saling berjanji dengannya untuk menjadi sepasang pengantin.

16th dia menunggu dan menjaga janjinya, tapi lelaki itu belum juga datang menjemputnya. Dan hari ini demi orangtuanya, demi 250 karyawan diperusahaan Tn. Tan, ayah nya, dia akan menikah dengan anak dari rekan bisnis sang Ayah. Ya. Dia menikah karena bisnis Ayahnya mengalami kesulitan finansial. Jadi katakan saja ini pernikahan bisnis.

.
.

“ Maafkan Papa Eve. Papa sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya menyelamatkan perusahaan.” Kata-kata Papanya kembali terngiang dalam benaknya. Bercampur dengan wajah sendu kedua orangtuanya yang baru pertama kali dia lihat.

Kata “maaf” dari Mamanya saat memeluknya malam itu membuatnya makin menyerah. Apalagi itu kali pertama dia melihat Mamanya yang selalu tersenyum ceria meneteskan airmatanya.

.
.

Malam berikutnya, Eve duduk termangu didepan layar komputernya. Monitor 21” itu menyala terang yang memperlihatkan satu halaman email baru dengan satu kata yang dia ketik 37 menit lalu.

“ Maaf.”

Jemari Eve bergetar diatas mouse sebelum meng-klik kotak send.

 

0o0

“ whooooaaaaa,,, “ seruan kagum dan mata yang berbinar senang datang Eve kecil.

“ kau menyukainya Eve sayang?” tanya seorang nenek yang sedang duduk dikursi nyamanya. Dipangkuannya jemari mungil Eve mengusap lembut cincin kebanggaan keluarga yang dikenakan sang Nenek.

“ kalau begitu kau harus jadi pengantinku kalau ingin memakai cincin nenek. Benarkan Nek?” Henry kecil tiba-tiba merangkulkan lengan kurusnya pada pundak mungil Eve dan mengerlingkan sebelah mata sipit nya pada sang Nenek, setelah melihat anggukan antusia Eve atas pertanyaan Nenek Henry tadi.

“ Iya, itu benar. Kalian akan menjadi pengantin yang paling tampan dan cantik kelak.” Ucap Nenek Henry dari pihak Mamanya itu. Kedua tangan keriput namun hangatnya itu mengusap lembut dan penuh sayang kepala cucu dan cucu menantunya (calon) itu.

“ Ya Nenek. Kami sayang nenek!!” seru mereka dan berhambur memeluk sang Nenek yang begitu mereka sayang.

0o0

Airmata Eve kembali menetes mengingat kenangan yang kini begitu menyesakan saat mengingatnya.

.
.

Dua minggu persiapan pernikahannya, Eve menolak bertemu dengan keluarga calon suaminya.

“ Kami pasti akan menikah. Hanya menikah. Jadi aku tidak perlu menemuinyakan!” kata Eve waktu itu.

Seharusnya Eve menemui mereka.

.
.

Malam menjelang pernikahan, Eve sekali lagi termangu didepan komputernya. Layar 21” itu menampilkan sreen saver gambar dirinya dan seorang lelaki yang dia edit sedemikian rupa hingga seolah mereka benar-benar saling menatap dengan jemari yang saling bertaut.

Tan Hangeng, sepupunya, yang malam itu menginap hanya bisa menatap punggung sendu adik tersayangnya dengan tangan yang terkepal erat. Sekuat tenaga Hangeng menahan diri untuk tidak memeluk sepupunya dan memberi satu pukulan terbaiknya untuk lelaki “itu”.

Ah. Iya. Kalian benar. Dia Tan Hangeng yang itu. Tan Hangeng Prince Of Heechulrella Super Junior.

.
.
.

10 menit menjelang pernikahan …

Eve masih tampak tenang duduk didepan cermin besar dengan maata terpejam, mencoba menyembunyikan kesedihannya.

“ Tuhan, kali ini saja berikan keajaiban-Mu untukku.” Batin Eve.

Perlahan kelopak mata Eve menampilkan kilau emerald serta senyum tipis yang sangat menawan. Imej “wanita baik-baik” yang selalu diajarkan Mamanya. Well, setidaknya dia tersenyumkan? Walau tipis dan senyum “kewajiban” saja sih.

Tap.

Tap.

Tap.

Gema pantofel Hangeng terdengar nyaring diruangan Eve. Setelah sampai disamping Eve, si sepupu itu mengulurkan tangannya untuk Eve.

“ Sudah waktunya. Uncle sudah menunggu didepan.” Kata Hangeng pelan ..errrr..lembut. sangat.

.
.
.

“ Terima kasih Eve. Terima kasih.” Gumam Tn Tan sambil menuntun Eve berjalan pada Virgin road nenuju altar dengan tangan kanannya mengusap lembut tangan kanan Eve yang melingkar dilengan kirinya.

“ Ya Papa. Wo Ai Ni.” Balas Eve.

.
.
.

Pendeta pada mempelai pria :

“ Henry lau,

Mata redup Eve langsung terbelalak mendengar pendeta menyebut nama pria disampingnya.

“ Henry Lau?” gumam Eve, tak percaya.

Perlahan Eve menoleh kesamping kanannya. Mata sipitnya menatap tak percaya pada senyum pria disampingnya yang juga menatapnya.

“… will thou have this woman to thy wedded wife, to live together according to God’s law in the holy eatate of Matrimony? Will thou love her, comfort her, honour and keep her, in sickness and in health? And, forsaking all other, keep thee unto her, so long as ye both shall live?”

“ I Will.” Jawab Henry lantang.

Pendeta pada Evelyn Tan :

“ Evelyn Tan, will thou have this man to thy wedded husband, to live together according to God’s law in the holy eatate of Matrimony? Will thou love him, comfort him, honourand keep him, in sickness and in health? And, forsaking all other, keep thee only unto him, so long as ye both shall live?”

“ I Will.” Jawab Eve dengan senyum bahagianya.

Setelah pendeta memberkati cincin mereka, pendeta pun menyatakan mereka resmi menjadi suami-istri. Pendamping pria, kakak Henry, menyerahkan kotak perak dengan lambang lotus khas keluar Henry. Kilau emas dengan ukiran lotus sederhana yang nampak elegan dengan segala keanggunannya. Cincin itu, cincin nenek Henry yang diinginkan Eve ketika dia 6th. Sekarang cincin itu melingkar sempurna dijari manis Eve dan Henry.

Lengan Henry meraih pinggang ramping Eve dan mendaratkan satu kecupan manis dipuncak hidung Eve yang tidak terlalu pesek itu.

“ I Love You.” Gumam Henry didepan bibir Eve.

“ I Love You too.” Balas Eve.

Wedding kiss segera tercipta setelahnya. Aura kebahagian begitu kentara dikatedral dengan nuansa gold and diamond itu. Keluarga besar keduanya pun tersenyum bahagia, walaupun Hangeng masih jengkel karena Henry membuat adik sepupu tersayangnya menangis merana.

.
.
.

Disinilah mereka sekarang. Dihalaman samping gereja yang disulap menjadi Garden Party dengan dominasi lili putih, mawar putih, mawar merah dan lavender kering. Para kerabat dekat dua keluarga besar tersebut menikmati hidangan dengan berbincang santai bersama Mr dan Mrs Tan dan Mr dan Mrs Lau.

Sedangkan Eve, yang wedding dress nya sudah dimodifikasi hingga bagian depannya bisa dilepas dan terlihat lebih simple dan cocok untuk pesta kebun, dan Henry dengan tuksedo hitam putih dengan aksen aksesorisnya batu zamrud itu, berbincang bersama teman Eve dan teman Henry yang tentu saja keluarga besar Super Junior. Lengan kanan Henry masih melingkar posesif dipinggang Eve. Menjauhkan istri cantiknya dari Hyung-Hyung nya.

“ Hei! Ayo kita ambil foto dulu.” Seru kakak Henry.

.
.
.

Wedding photo Henry-Eve menggantung didorm Suju diruang santai. Bersebelahan dengan Wedding photo Donghae-Johee dan Leeteuk-G.Na.

 

_ Heppy Ending_

Errrrr…

Ini drabble yaa??

Heheheeheeehehe J

#screensavernya Eve tuh editan photo dia ma Henry yang dia download gitu maksudnya.
#wedding dress nya Eve kayak di komik VB Rose yang kalau gak salah Vol.10 J
#wedding Photo nya itu diambil dari FF saya sebelumnya. Kan kemarin itu yang sudah nikah Donghae-Johee ma Leeteuk-G.Na J

 

And last,
Minta kritik dan saran nya yaaaa J
Gak dipungut biaya kok a.k.a GRATISSSSSS!!!!!
 
Xie Xie Ni Men ^^
See You next FF
Hahahaahahahahaaaaa😀