Kkk I am officially being Author in this wordpress!

Author Rye ^^ salam kenal smuanyaa!

Ini FF lama dari  http://ryeverlastingfriend21.wordpress.com yang udah di edit dan di post ulang disini^^

cast:

-Kyuhyun
-Yuko
-Hyukjae
-Sonrye

7 Years of Love~ START!

******

Pernahkah kau bermimpi seseorang yang tidak di kenal?

 Kau memimpikannya bukan hanya 1 hari tapi sudah selama berhari-hari berturut tanpa putus?

Di tambah mimpimu seakan berkesinambungan, seperti cerita yang terus bersambung… Pernahkah?

Aku pernah, ah lebih tepatnya aku sedang mengalami hal itu.

Awalnya aku pikir semua orang pernah mengalami hal itu sampai aku bertanya pada orang orang di sekelilingku dan tidak satupun yang mengatakan iya. Aku tidak tau kenapa, tapi aku benar-benar bermimpi seperti itu.

Bermimpi bertemu dengan seseorang yang belum pernah ku lihat sebelumnya dan mimpi itu terus berkesinambungan. Terkadang aku sampai tidak bisa membedakan apakah itu mimpi atau bukan… karena itu terasa begitu nyata.

“YUKOOO!”

Lamunanku buyar seketika, “kau rupanya, Sonrye…” Perempuan bernama Sonrye itu tersenyum begitu lebar. Membuat banyak tanda tanya di benakku.

Sepertinya dia menyadari aku kebingungan, “Aku sudah punya pacar!” ucapnya dengan sangat amat bahagia.

“HAH?!”

Sonrye tersenyum semakin lebar. “kau pasti tidak percayakan?! Tapi aku serius! Masih ingatkan aku pernah cerita seorang pria padamu! Aku tidak sengaja bertemu dengannya di Mall, saat aku menunggumu. Kau ingatkan? Jangan bilang kau lupa Min Yu Ko!” rengeknya seperti anak berusia 5 tahun.

Aku berusaha mengingat. “Ah! Aku ingat!” ucapku setelah berhasil mengingat baik-baik.

Sonrye tersenyum puas kearahku. “Nah! aku ingin mengenalkannya padamu, mau kan? Aku sudah memberitahunya, dan dia bilang dia akan membawa temannya.” Ajak Sonrye.

Aku berpikir sebentar. “kapan?”

“Sabtu ini. kita pergi ke movie theater karena katanya temannya sangat suka menonton.” Jelas Sonrye.

Aku mengangguk-nganggukan kepalaku lalu mengeluarkan agenda miniku dari dalam tas lalu mengecek jadwalku ‘kosong.’

“Baiklah Sonrye aku akan menemanimu. Kau ingatkan aku lagi agar aku tidak kelupaan.” Ucapku.

Sonrye mengangguk. “Nee Yuko tadi aku melihat kau bengong, kau sedang memikirkan sesuatu?”

Aku sedikit tersentak lalu tersenyum, Sonrye dan diriku memang sudah berteman lama walau hubungan kami pernah terputus karena mendadak aku pindah ke Paris, tapi saat kembali lagi ke Seoul kami berteman lagi. “Kau ingat aku pernah bercerita tentang mimpiku?”

Sonrye mengangguk secara cepat. “Ada apa lagi? Hari ini kau memimpikannya lagi?”

Aku mengangguk lemah.

“artinya sudah satu minggu kau memimpikannya! Hebat sekali! Hei kau mimpi apa lagi?” tanyanya dengan penasaran.

Aku menyunggingkan senyuman tipis. “Kami bertemu secara tidak sengaja di toko musik. Kami berbicara sebentar lalu terdiam, entah kenapa selanjutnya kami malah memutuskan untuk pergi ke cafee saat sampai di cafee dia berbicara sesuatu yang aneh, 7 tahun lalu. Aku tidak mengerti. Tiba-tiba handphonenya berbunyi, setelah dia selesai berbicara di telepon secara terburu-buru dia pergi meninggalkan tempat itu. Tidak sengaja salah satu barangnya tertinggal. Saat aku membuka kotaknya isinya surat-surat dan ada beberapa lembar foto. Saat hendak melihat dan hendak membacanya aku terbangung, anehnya air mataku mengalir tanpa bisa ku hentikan. Aneh sekali kan? Aku benar-benar penasaran.” Ceritaku.

Aku melihat dahi Sonrye berkerut dan alisnya bertaut. “aneh sekali. Mungkin nanti ceritanya akan berlanjut di hari ini, coba saja kau tidur lebih awal hari ini.” ucap Sonrye.

Aku hanya mengangguk karena aku juga tidak tau harus bagaimana.

“Ah iya! Yuko, apa kau sudah menemukan cinta pertamamu?” tanyanya tiba-tiba.

Ah! mimpi ini membuatku lupa akan hal yang satu itu. Aku menghela napas dan menggelengkan kepalaku.

“Tidak, aku sudah mencari ke apartemennya yang lama, tapi bibi pemilik apartemen bilang dia sudah pindah 5 tahun yang lalu, sama sekali tidak informasi setelah itu, aku terus mencarinya tapi aku tidak berhasil menemukannya.”

Sonrye mengangguk-nganggukan kepalanya. “kalau memang sudah saatnya kalian pasti bertemu lagi.” Ucap Sonrye lalu mengusap-usap kepalaku.

Aku tersenyum lalu mengangguk.

:::

Hari ini hari sabtu, dan sejak percakapanku dengan Sonrye diakhir hari itu aku tidak pernah bermimpi tentangnya lagi, lebih tepatnya aku sama sekali tidak bermimpi apa-apa, aku jadi susah tidur.

Aku mengecek penampilankuu di kaca, lingkaran hitam dibawah mataku terlihat sangat jelas. Aku mengulas bedakku perlahan, hal itu cukup membantu menyamarkannya. Aku melihat kearah jam tangannku.

“Aku telat!” jam menunjukan pukul 10 lebih 15 menit.

Aku segera berlari keluar dari apartement kecilku.

Tidak lama setelah itu aku melihat Sonrye sudah menunggu di tempat kami janjian. Dia tersenyum kearahku sambil melambaikan tangannya kearahku, aku mempercepat langkahku. “Yuko kau telat lima menit.” Ucapnya begitu aku sudah ada di dekatnya.

Aku hanya tersenyum bersalah

“tadi dia menelponku, katanya kita langsung bertemu di movie theater nya saja.” ucap Sonrye lagi. Lalu berjalan lebih dahulu dan aku mengikuti di belakangnya.

Kami tiba di movie theater sekitar 15 menit kemudian. Sonrye sibuk dengan Hpnya.

“Dia sudah menunggu didalam! Ayo!” ucap Sonrye lalu menarik tanganku.

Saat aku masuk kedalam gedung itu, aku merasa aku pernah kesini sebelumnya, ah lebih tepatnya aku tahu tempat ini. tapi aku lihat dimana? Keadaan saat ini terasa sangat tidak asing bagiku.

“Itu dia!” ucap Sonrye sambil menunjuk seseorang yang sedang duduk dan menundukan kepalanya. Aku memperhatikan orang itu sebentar entah kenapa rasanya aku mengenal orang itu, tapi di satu sisi aku merasa aku pertama kali melihat dirinya.

“Hei kenapa mematung seperti itu?” tanya Sonrye membuyarkan lamunanku.

Sebelum aku menjawab pertanyaanya dia sudah berlari lebih dahulu menghampiri orang yang tadi di tunjuknya. Dia terlihat berbincang sedikit. “Heii yuko! Sini ku kenalkan padamu!” ucapnya.

Aku mempercepat langkahku. Setelah melihat dari dekat orang itu aku ingat.. dia.. dia orang yang ada di mimpiku.

Benar dia, dan benar seperti ini.

Pantas saja rasanya aku pernah kesini, ini sama persis seperti mimpiku. Aku menengok kearah jam tanganku. 11 kurang 3 menit. Bahkan waktunya sama seperti saat di mimpiku, bagaimana bisa?

“Yuko, kenalkan, Cho Kyuhyun. Kyuhyun kenalkan ini Yuko.” Ujar Sonrye.

Dan sama seperti mimpiku kami sama-sama terdiam dan ekspresinya sedikit terkejut saat melihatku, dan kalau benar ini seperti mimpiku, Sonrye akan menarik tangan laki-laki itu dan tanganku. Di mimpiku Sonrye tidak terlihat terlalu jelas tapi kalau diingat-ingat lagi gadis itu memang Sonrye. Sesuai dugannku Sonrye menarik tangan laki-laki itu dan tanganku.

“Kenapa kalian terkaget seperti itu! Ayo saling kenalan.” Ucap Sonrye.

Aku mengikuti kata-kata Sonrye. Akhirnya kamipun saling berjabat tangan.

“Sonrye ssi dia pacarmu?” tanyaku entah kenapa kata-kata ini terlontar begitu saja.

Sonrye terdiam sebentar lalu tertawa. “Bukan-bukan, dia teman yang akan diajak pacarku.” Ucap Sonrye.

Aku mengingat apa yang terjadi di mimpiku, ah.. kalau tidak salah setelah ini Hp Sonrye akan berbunyi. Dan benar tidak lama setelah itu Hp Sonrye berbunyi. Sonrye langsung mengobrak abrik tasnya dan mengangkat teleponnya.

“Hei kau dimana? … Apa?? Omaamu sakit lagi? Ah.. baiklah, aku akan segera menyusul ke rumah sakit, sudah jangan khawatir kita masih bisa pergi lain kali.” Ucap Sonrye lalu mematikan teleponnya lagi. “Yuko, kyuhyun jeongmal mianhe, acara hari ini sepertinya harus batal… lain kali kita pergi lagi, jeongmal mianheyo. Tiketnya sayang lebih baik kalian tetap nonton saja. nah aku pamit dulu.” Ucap Sonrye lalu sesegera mungkin keluar dari gedung theater sebelum aku sempat berbicara lebih lanjut.

“Jadi sekarang bagaimana? Aku mau menonton, kau?” tanya laki-aki itu. Aku berpikir sebentar lalu mengangguk.

“Baiklah, aku akan beli minum dan pop corn untuk di dalam, kau tunggu disini saja.” ucapnya.

Tidak lama dia kembali membawa 2 gelas minuman dan 2 pop corn berukuran sedang. Dia memberikan satu-satu padaku.

“Tenang saja, aku memesankanmu strawberry smooth dan popcorn asin. Kau tidak suka sesuatu yang terlalu maniskan?” Ucapnya.

Aku terbengong sesaat, semua sampai saat ini berjalan sama seperti mimpiku, dan benar aku memang aku tidak suka makanan yang terlalu manis, bagaimana dirinya bisa tahu?

Kenapa bisa begini?

:::

Setelah hari itu semuanya seakan berjalan sesuai dengan mimpiku. Apa aku punya kemampuan meramal masa depan? Ah.. terdengar sangat konyol bukan?

Aku belum memberitahu siapa-siapa bahkan Sonrye. Karena menurutku ini suatu hal yang sangat aneh. Aku tidak pernah memimpikannya lagi hanya mimpiku perlahan-lahan menjadi nyata.

Aku ingat pertemuan kami yang ke dua.. lagi-lagi terjadi sama persis seperti mimpiku. Kami bertemu di game center tidak sengaja aku menabrak dirinya yang sedang bermain. Lalu akhirnya kami bermain bersama, sama seperti mimpiku aku sangat cocok dengannya, kami dapat membicarakan banyak hal bersama.

Dipertemuanku yang ketiga, aku bertemu dengannya di perpustakaan kecil di dekat rumahku, sangat aneh padahal aku sendiri sebelumnya belum pernah menginjakan kaki ku di perpustakaan itu dan betapa malasnya diriku masuk ke perpustakaan, tapi hari itu seakan sesuatu mendorongku untuk pergi dan aku menemukan dirinya sedang membaca di pojok sudut perpustakaan. Tapi seperti mimpiku aku tidak berani mendekatinya aku hanya memandangnya dari kejauhan lalu dia terlihat memandang keluar jendela matanya menatap kosong keluar, aku tidak dapat membaca apa yang di pikirkannya tapi tampangnya terlihat sangat sedih tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja. Dia segera menghapus air matanya lalu mengucapkan satu kata tapi aku tidak dapat mendengarnya, aku hanya membaca gerak bibirnya ‘mianhe.’

Tak banyak yang kulakukan setelah itu hanya memperhatikannya lalu memutuskan untuk pulang. Setelah hari itu entah kenapa aku jadi sering memikirkannya, aku tidak bermimpi tentangnya tapi aku terus memikirkannya.

Di satu sisi aku ingin mengenalnya lebih jauh tapi di satu sisi entah kenapa rasanya aku harusnya tidak berada di dekatnya. Aku sendiri tidak tau kenapa bisa sampai seperti ini. tapi sungguh aku merasa pernah mengenal dirinya, cara jalannya, cara bicaranya, cara makannya, segala tentangnya entah kenapa membuatku rindu, tapi aku belum menemukan jawaban atas peranyaanku.

Tidak lama setelah hari itu aku bertemu dengannya lagi pertemuanku yang ke empat, saat Sonrye mengajakku pergi makan siang bersamanya disebuah restorant dan ternyata Kyuhyun juga sedang makan siang disana, semuanya benar-benar terjadi seperti mimpiku. Sampai terkadang lagi-lagi aku bingung apakah ini nyata atau bukan. Seiring pertemuanku dengannya seiring itu pertanyaan di benakku semakin banyak dan menumpuk, rasa ingin mengenalnya dan rasa harus menjauhinya terus menghantuiku. Aku tidak dapat menemukan jawabannya sampai sekarang.

Pertemuanku yang ke 5… aku terlambat berangkat keja dan sialnya mobilku mogok di dan entah kenapa tidak bisa di jalankan membuatku harus naik bus. Aku benci kendaraan umum, aku lebih suka naik mobil sendiri. Tapi aku bertemu dengannya di bus dia duduk di paling belakang dan di pojok sebelah kiri. Aku duduk di depannya tapi dia tidak menyadari keberadaanku sampai dia mau turun dan busnya tiba-tiba terhenti mendadak membuatku setengah berteriak. Tapi karena dia sudah mau turun kami tidak bicara banyak hanya saling menyapa.

Sekitar 13 hari kemudian baru aku bertemu dengannya lagi pertemuanku yang ke enam. Pertemuan kali ini pun masih berjalan seperti mimpiku. Aku melihatnya di tengah taman sedang menggambar. Dia tidak mau memperlihatkan hasil gambarnya padaku, membuatku marah padanya. Dari raut mukanya dia menyesal, tapi dia tetap tidak memperlihatkan hasil gambarnya padaku. Tapi dia berhasil membujuku berbaikan dengannya dengan membelikanku sebuah eskrim dan balon berwana biru Sapphire awalnya aku berpikir apa aku begitu seperti anak kecil sampai-samapai dia memperlakukanku seperti itu?? Kalian boleh teratawa tapi dia berhasil membujukku berbaikan dengannya karena 2 hal itu.

Dan hari ini tepat satu bulan aku tidak bertemu dengannya, dan aku semakin sering memikirkannya. Aku sendiri tidak mengerti kenapa.

:::

“Yuko!” panggil seorang pria dengan senyum mengembang di wajahnya.

Aku menghampiri pria itu. “Ini ke tiga kalinya kau membuatku menunggu.” Ucapku sambil melipat tanganku di depan dada.

Orang itu hanya menyengir lalu mengacak rambutku. “Jangan marahi aku. lain kali tidak akan lagi.” Ucapnya

Aku memanyunkan bibirku.

“Jangan seperti itu. Baiklah-baiklah aku salah. Sekarang tutup matamu aku akan memberikan sesuatu padamu, ku jamin setelah ini kau tak’kan marah padaku. Nanti kalau ku bilang buka matamu baru kau buka yak?” Ucapnya lagi.

Aku menuruti kata-katanya, aku menutup mataku perlahan. Dan hampir selama 2 menit aku menutup mata tidak ada aba-aba darinya untuk aku membuka mata. Aku tidak sabar aku membuka mataku, dan dirinya tidak ada lagi di hadapanku, aku mulai panik. “Hei! Kau mau membuatku tambah marah?!” teriakku.

“Jeongmal Mianhe Yuko, jangan marah seperti itu.” Aku membalikan tubuhku dan mendapatkan dirinya berdiri di belakangku dengan senyum gusinya.

“Hyukjae kalau kau lakukan hal ini lagi aku benar-benar marah padamu!” ucapku. “lalu apa yang mau kau berikan?”

Senyumannya melebar. “ini.” dia mengeluarkan tangan yang dari tadi ia sembunyikan di balik punggungnya.

Aku kehilangan kata-kataku untuk sesaat. “Hyukjae kau pikir aku anak kecil, kau memberiku eskrim dan… balon! Omonaa.”

“kau menyukainya.”

“tidak.”

“ya sudah kalau begitu untukku saja.” ucapnya lalu membuka bungkus eskrimnya dan hendak memakannya.

Refleks aku langsung mengambil eskrim itu dari tangannya. “kau membelikan ini untukku, kenapa malah kau yang memakannya?” ucapku dan setelah berhasil merebutnya akupun memakan eskrim itu.

“ini pegang balonnya!” ucapnya menyelipkan senar balon itu di tangan kiriku.

“makanmu belepotan seperti anak kecil!” ucapnya setelah aku selesai menghbiskan eskrimku.

Aku menatapnya dengan heran lalu mulai mencari di bagian mana.

“Aniyo bukan di sebelah situ, sini.” Ucapnya Aku pun mendekat kearahnya. “disini.” Ucapnya lalu mengecup pipiku secara kilat.

“A.. Andwe Hyukjae!!” ucapku lalu memukul lengannya.

Dia tertawa.

Tahukah kawan, aku sungguh menyukai senyumannya.

“hei, kau mau milk tea?” tawarnya

Aku menggelengkan kepalaku. “tidak, aku tidak suka milktea rasanya aneh.”

“kenapa? Rasanya enak kok! Aku paling suka milk tea. Ya sudah aku saja, kau tunggu disini.” Ucapnya lalu pergi membeli milk tea. Tidak lama kemudian dia kembali sambil meminum milk teanya.

Hyukjae merangkul pundakku entah kenapa terasa begitu hangat.

“Yuko aku sangat menyukaimu.” Ucapnya

“A.. aku..”

“KRIIIIINGGGGG!!!”

Mataku terbuka aku bangun dari mimpiku. Jantungku berdetak cepat tanpa kusadari. Baru kali ini aku bermimpi lagi. Entah kenapa begitu aku membuka mataku aku sungguh rindu padanya. Aku berjalan kearah meja riasku. Mataku tertuju pada sebuah foto yang kutempel di kaca. Fotoku dengan Hyukjae 7 tahun yang lalu, sehari sebelum keberangkatanku ke Paris.

Ya.. dia orang yang selama ini ku cari… cinta pertamaku.

“Kau dimana? Kau tau aku sangat merindukanmu?” ucapku lalu tanpa terasa air mataku mengalir.

:::

Hari ini tepat 2 bulan aku tidak bertemu dengan Kyuhyun. Dan pencarianku terhadap Hyukjae pun belum berhasil. Tiba-tiba telepon dirumahku berdering. Saat aku ingin mengangkat teleponnya, ternyata ommaku sudah lebih dulu mengangkatnya.

“Yuko! Dari Sonrye!” teriak ommaku tidak lama setelah itu. Aku cepat-cepat mengambil gagang teleponnya.

“annyeong.”

“Annyeong Yuko, bisakah aku minta tolong padamu?”

“Waeyo Sonrye?”

“Aku terlambat ke kantorku, dan aku lupa membawa berkas penting untuk rapat hari ini, aku bisa kena oceh atasanku kalau tidak membawanya. Bisakah kau membawakannya padaku? Berkasnya ada di amplop warna coklat di ruang tengah. Seperti biasa aku meletakan kunci rumahku di bawah karpet.” Pinta Sonrye.

Aku melihat kearah kalender. “Baiklah, aku hari ini juga tidak ada kerjaan. Kau tunggu saja di tempat kerjamu, aku akan mengantar secepat mungkin.” Ucapku lalu menutup teleponnya.

:::

Sesuai permintaan Sonrye aku mengantar berkasnya. Setelah mengantarkan berkas itu entah kenapa aku tidak ingin langsung pulang, akhirnya aku berjalan-jalan di sekitar daerah tempat Sonrye bekerja. Lalu langkahku terhenti pada sebuah toko.

‘aku kenal toko ini.’ ucapku dalam hati lalu mendorong pintu toko.

Pegawai toko itu menyambutku dengan baik lalu aku berjalan-jalan mengitari toko itu.

Tiba-tiba langkahku terhenti dan mataku terpaku pada seseorang…

Cho Kyuhyun,

Aku mencubit pipiku untuk memastikan apakah ini mimpi atau bukan, dan itu terasa sakit, baiklah artinya ini bukan mimpi. Saat aku ingin memanggilnya, ternyata dia sudah melihat kearahku. Ekspresinya sangat terkejut, tapi lalu dia memaksakan seulas senyuman kearahku. “mm.. hallo.” Sapanya.

Aku menundukan sedikit badanku. “halo.”

“kita bertemu lagi.”

“hmm.”

Lalu kami saling terdiam. Cukup lama, dia sibuk kembali dengan kaset yang sedang di pilihnya, akupun berlaku demikian.

“Ah.” Ucap kami bersamaan.

“kau duluan saja.” ucapnya. Aku menggelengkan kepalaku. “Kau saja.”

”Mmm.. bagaimana kalau kita pergi ke cafee, lalu berbicara disana saja?” usulnya.

Aku terdiam, benar lagi-lagi mimpiku menjadi nyata. “Ah.. ng.. baiklah.” Ucapku. ‘sebentar lagi aku akan tahu kelanjutannya.’ Batinku. Entah kenapa aku malah jadi tidak sabar sendiri.

Kami pergi ke cafee tidak terlalu jauh dari toko tadi. Aku memesan milk tea sedangkan dirinya memesan kopi.

“kau memesan milk tea?” tanya Kyuhyun terlihat aneh.

Aku menganggukan kepalaku. “memangnya kenapa?”

“Ah.. tidak.. tidak apa-apa, hanya saja.. ah lupakan.” Ucapnya lalu memandang keluar jendela.

Aku menatap heran kearahnya dan menjadi penasaran. “kenapa?” tanya ku lagi.

Kyuhyun memandang kearahku. “ah.. ng .. tidak ku kira kau tidak suka milk tea.” Ujarnya.

Aku sedikit tersentak mendengar jawabannya. “kenapa kau berkata demikian?”

Kyuhyun terlihat sedikit gugup. “tidak.. aku hanya menebak saja. sudah jangan dipermasalahkan lagi.”

“mm.” Lalu kami kembali terdiam sampai minumannya datang.

“Yuko.” Panggilnya

Aku menatap heran kearahnya sambil menyeruput milk tea ku. “kenapa?”

”Kau punya pacar?” tanyanya.

Aku tersentak sekali lagi. “ah.. ng.. bagaimana sulit menceritakannya, bisa di bilang iya.. bisa di bilang juga tidak. Hubungan kami menggantung selama tujuh tahun karena aku mendadak pindah ke Paris.”

“Ke Paris?”

Aku menganggukan kepalaku. “Itu benar-benar mendadak dan aku tidak sanggup untuk memberitahu siapapun akhirnya hubungan kami menggantung seperti ini.”

”Kenapa kau tidak memberitahunya?” tanya Kyuhyun dengan suara keras.

Hal itu membuatku terkejut dan sedikit takut.

“ah.. maafkan aku, mm.. bisa kau jawab pertanyaanku?” ucapnya dengan suara melunak.

“ah.. baiklah.” Lalu aku terdiam sebentar. “Hari itu tiba-tiba ayahku yang berada di paris kecelakaan, aku harus pergi menjenguknya, aku pikir hanya sebentar disana, tapi ternyata ayahku sangat kritis selama satu minggu segalanya menjadi penentuan sampai saat aku berkunjung dan membawakan makanan kesukaannya, dia telah tiada. Karena kematian ayah sangat mendadak membuatku harus menjadi penerus ayah, karena aku anak tunggal, akhirnya aku melanjutkan sekolahku disana sambil menjalankan usaha ayah. Aku tak sempat berpikir apa-apa saat berada disana. Ketika aku ingin menghubunginya nomornya sudah tidak aktif dan tidak ada yang tahu kemana ia pergi.” Ceritaku.

Kyuhyun terlihat sangat sedih. “lalu kenapa kau kembali lagi?”

“untuk menemuinya, walau dia marah padaku, walau sekarang dia sudah punya pacar baru atau sudah menikah dengan orang lain, aku ingin menemuinya. Aku sangat merindukannya. Aku ingin bertemu dengannya lagi. Aku sudah menyelesaikan tugasku di Paris karena itu aku kembali lagi.” jelasku

Aku mendengar Kyuhyun menggertakan giginya, aku melihat dia mengepal tangannya. Tapi aku tidak tau kenapa.

“Jangan mencarinya lagi, aku mohon.” Ucapnya.

Mataku membesar, mulutku terbuka. “… kenapa? Kyuhyun kau mengenalnya? Dia dimana?! Kyuhyun!!” kali ini aku menjadi panik.

“Aku mohon kau tidak mencarinya lagi.” Ucapnya

“Kenapa? Kenapa tidak boleh?” sekarang bahkan aku sudah bangkit berdiri dari kursiku.

Kyuhyun tampak ragu raut wajahnya sangat sedih. “Karena..” tiba-tiba handphone Kyuhyun berdering.

‘kumohon jangan sekarang’ batinku.

“Maaf Yuko. Aku harus pergi sekarang.” Ucapnya lalu belum sempat aku memanggilnya dan mengejarnya dia sudah berlari keluar, tapi satu barangnya tertinggal.

Aku mengambilnya, tapi kali ini aku tidak membuka buku itu aku tidak melakukan seperti di mimpiku, aku berpikir untuk membacanya dirumah karena itu aku segera keluar dari café itu dan pulang.

:::

Sesampainya dirumah aku langsung berlari ke kamarku mengunci rapat pintuku dan segera membuka kotak yang tertinggal tadi.

Betapa terkejutnya saat aku membukanya.

Fotoku saat pertama kali pergi kencan dengan Hyukjae tertumpuk di paling atas. Aku mengambil foto itu lalu melihat dibawahnya ada sebuah surat beramplop biru, aku megambil dan membacanya.

‘3 Februari 2002

Hei kyuhyun! Kau pasti irikan melihat fotoku? Ehehhe. Sudah kubilang aku punya pacar kenapa kau tidak percaya padaku? Kau harus cepat kembali, Seoul jauh lebih indah di banding Beijing! Cepat kembali lalu aku akan memperkenalkanmu padanya, dia sangat manis, aku sangat menyukainya.’

Aku tersenyum membacanya, tapi itu semakin membuatku semakin rindu terhadap Hyukjae. Aku mengambil foto selanjutnya, hanya fotoku sendiri sedang terbengong melihat keluar jendela. “hei kapan dia mengambil foto ini?” dumelku, lalu mengambil surat selanjutnya.

7 Maret 2002

Kau itu sok sibuk! Bagaimana kau bisa membalas suratku satu bulan kemudian? Heii lihat, aku mengambil fotonya saat dia sedang bengong mungkin dia memikirkanku, saat itu aku tidak sengaja lewat di depan kelasnya X). Dia sangat cantikkan? Ah iya aku lupa memberi tahumu dia tidak suka makanan terlalu manis, karena saat valentine aku memberinya coklat dia sama sekali tidak senang.’

“Si bodoh itu!” makiku lalu mengambil foto yang lainnya lagi. Lagi-lagi hanya fotoku sendiri. Aku sedang tidur. “kapan dia mengambilnya?” tanyaku pada dirinya sendiri.

’27 Maret 2002

Hari ini kami pergi ke Everland Theme Park, karena dia kelelahan dia tertidur di mobi saaat perjalanan pulang. Aku tidak bisa konsentrasi menyetir saat itu karena dia sangat imut, dia mengiggau beberapa kali dan menyebut namaku. Lihat dia sangat menyukaiku kan? Kau tidak bisa bilang hanya aku yang menyukainya! Ingat 4 april ulang tahunku kau harus mengirimi ku kado!’

“dasar si bodoh itu!” makiku kesekian kalinya tapi sungguh aku semakin merindukan dirinya. Aku mengambil foto selanjutnya.

Ah.. kali ini aku ingat foto itu, kami pergi ke taman di dekat rumah hyukjae lalu kami bertemu dengan seorang anak kecil yang nyasar, dia bilang dia terpisah dari ibunya bahkan aku masih ingat nama anak kecil itu ‘Yoogeun’ dia sangat manis. Kami berfoto bertiga sebagai kenang-kenangan.

’19 April 2002

Kau jahat Kyuhyun! Awas kau nanti! Aku memang minta kado bagaimana kau bisa2nya mengirimiku satu pulpen??? Aku bisa membelinya sendiri! Saat kau kembali ke Seoul lihat saja aku akan menghabiskan uang tabungannmu! kau harus cepat pulang ke Seoul! Hei lihat foto kami? Suatu hari kami akan menjadi appa dam omma, bisakahkau membayangkannya? Lihat kami sangat cocok kan?’

Kali ini aku tertawa membacanya, kalau tidak salah hari itu aku membelikan dirinya buku harian untuknya saat ulangtahun.

Aku mengambil foto selanjutnya, fotoku sedang menangis. “omona, bagaimana dia bisa memberikan foto sejelek ini??!”

‘20 Mei 2002

Hei Kyuhyun dia menangis untukku selama 3 jam tanpa henti, kau tau kenapa? Karena hanya karena aku bercerita ibuku mati saat masih kecil, dia menangis untukku, dia sangat maniskan? Kau pasti iri karena dia begitu perhatian padaku.’

Aku menghela napas panjang. “kau pikir kyuhyun tidak bosan menerima surat darimu berisi tidak penting seperti ini?” gumamku.

Aku mengambil foto selanjutnya, kali ini fotoku dengannya sedang bermain di pinggir sungai Han.

’21 Juni 2002

Kau bosan dengan ceritaku? Bilang saja kau iri! Kau harus mencari pacar Kyu! Ah aku tahu! Karena tidak ada yang mau denganmu!! Ahahaha.. XP mianhe Kyu aku hanya bercanda. Kau ingat dulu kita sering bermain di Sungai Han? Ah aku jadi rindu masa kecil kita. Dulu kau dongsaengku yang sangat imut, aku heran kenapa sekarang kau bisa berubah menjadi tidak imut seperti sekarang! Ah sampaikan salamku pada ayah dan bibi bilang aku sangat merindukan mereka.’

Selesai membaca itu aku terdiam dan berpikir sejenak. Aku ingat Hyukjae pernah bercerita setelah ibunya mati ayahnya menikah lagi dengan seorang perempuan China, dia juga pernah bilang dia punya adik tiri.

Ya Tuhan, kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Pantas saja aku merasa kenal Kyuhyun. Cara jalannya, cara makannya, cara berbicaranya mirip dengan Hyukjae.

Kepalaku langsung terasa pusing, aku melanjutkan mengambil foto selanjutnya. Kali ini fotoku lagi-lagi sedang menangis.

’10 Juli 2002

Kau bertanya padaku, apakah aku dan dirinya tidak pernah bertengkar? Entah kenapa kami bertengkar setelah sehari kau mengirimkan suratmu menanyakan hal itu! HUH! Tanggal 1 Juli! Entah kenapa moodnya sepertinya sedang berantakan tiba-tiba saja dia marah-marah padaku dan minta putus, kau tau bagaimanarasanay? Rasanya aku hampir mati saat itu. Untung akhirnya aku bisa menenangkannya, bolehkah ku ungkapkan? Saat dia menangis aku sangat menyukainya.’

Ah.. aku ingat hari itu, aku lanjut pada foto berikutnya. Fotoku dengannya saat bermain ke rumah Sonrye. Sonrye juga ada disana dan kami berfoto bertiga menggunakan Hp Hyukjae.

’21 Agustus 2002

Sonrye teman dekat Yuko, aku juga baru tau akhir-akhir ini, dia cukup manis menurutku sayangnya Yuko jauh berkali-kali lipat manis di banding Sonrye.’

“Hyukjae, kau habis kalau Sonrye tau hal ini.” ucapku. Aku benar-benar rindu padanya. Aku mengambil foto selanjutnya. Kali ini foto ku sedang bermain di laut.

‘2 September 2002

Kami pergi ke laut hari ini. dia terlihat sangat senang saat kami ada disana. Walau aku tidak menyukai ‘hae’ tapi kalau dia menyukainya itu bagus.’

“He.. dia tidak pernah bilang padaku dia tidak suka laut!” dumelku lalu mengambil foto selanjutnya. Saat itu musim gugur aku dan Hyukjae sedang bermain di sekolah, kami main petak umpet selama 30 menit aku mengumpet dan dia tidak berhasil menemukanku, aku sudah ketakutan tapi akhirnya dia menemukanku.

’15 Okt 2002

‘I found her.’

“dia hanya mengirim pesan sesingkat itu??” tanyaku lagi-lagi pada diriku sendiri.

Aku mengambil foto selanjutnya, aku tau foto itu, foto saat taun baru, anehnya tidak ada surat terselip ataupun tulisan hanya berupa foto. Lalu aku mengambil foto lainnya ah.. foto itu foto sehari sebelum kepergianku ke paris, foto yang sama denganyang ku tempel di kacaku.

‘3 Feb 2003

Happy birthday Kyuhyun! Lihat betapa baiknya diriku, walau kau hanya mengirimiku pena saat aku ulangtahun , aku membelikan celengan untukmu, kau tau kenapa? Karena kau tak lupa menabung dan membelikanku yang jauh lebih baik dari pada pena saat ulang tahunku dan kau tau yang memilihkan untukmu itu Yuko! Jadi kau harus menjaganya dengan hati-hati! Ah iya.. kami pergi bermain hari ini, dan beberapa fakta lagi ku ketahui tentang dirinya, kalau dia marah kau harus membelikannya eskrim dan balon. Dan dia tidak suka milk tea.’

Aku mengambil surat selanjutnya dari kotak, anehnya kali ini tidak ada foto

‘9 Feb 2003

I miss her, dia menghilang aku tidak dapat menemukannya, aku tidak tau dia dimana, rasanya sangat sakit, aku tidak bisa makan, aku tidak tau kenapa, rasanya sungguh tidak bertenaga. Akhirnya aku tau dia pindah, sangat jauh.. aku tidak dapat meraihnya, kenapa? Aku sendiri tidak mengerti.. bagaimana ini Kyu?’ Kata di akhir tidak dapat terbaca karena sepertinya Hyukjae menulisnya sambil menangis.

Saat membaca surat itu hatiku sangat sakit “mianhe.. Hyukjae jeongmal mianhe…” Rasanya rasa bersalahku menumpuk. Lalu aku membaca surat-surat selanjutnya, isinya hampir semuanya sama, dia merindukanku, dia ingin bertemu denganku. Air mataku tidak dapat ku tahan, sampai akhirnya surat terakhir ada sebuah foto tapi kali ini foto Kyuhyun bersama dengan Hyukjae saat masih kecil.

3 Februari 2004

Kau tau, dulu kau bertanya kenapa dia meninggalkanmu? Kenpa dia melakukan hal itu? Bolehkah aku balik bertanya seperti itu padamu, kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau melakukan hal seperti ini, dia hanya pergi sementara tapi dia masih hidup di dunia ini, kau.. kenapa kau meninggalkanku,, sampai aku tidak bisa menemuimu, apa yang harus ku katakan kalau aku bertemu dengan Yuko? Kau berpesan menyuruhku menjaganya, bagaimana bisa? Hyukjae ah.. hyung! Kalau kau kembali membuka matamu aku akan mkembali memanggilmu dengan sebutan Hyung! Karena itu kembali lah,, jebal.. aku benci menangis tapi saat ini aku menangis. Kembalilah Hyung.’

:::

Aku terbengong benar-benar aku tidak mengerti apa maksud surat ini. Aku berdiri membereskan semua surat itu lalu berlari keluar. Satu di benakku aku harus menemui Kyuhyun, aku harus menemuinya.

“YUKO!! Hei..KAU MAU KEMANA?!!”

Aku tidak mempedulikan pertanyaan ibuku, yang sekarang harus kulakukan mencari Kyuhyun. Aku berlari tanpa arah sampai nafasku sesak. Aku menghentikan langkahku, dadaku terasa sangat sakit sampai aku sulit bernapas kakiku gemetaran, aku merasa organ-organ di tubuhku mati rasa.

“Yuko.” Aku mendongakan kepalku dan mendapatkan Kyuhyun berada tepat di depanku.

“Kenapa? Kenapa kau menangis?” tanyanya dengan panik. Aku berusaha mengatur nafasku.

“Hyukjae, hyukjae… dia dimana? Dia dimana??” tanyaku hampir berteriak, diriku kacau.

“dia.. dia sudah tidak ada.” Ucap Kyuhyun dengan pelan.

Air mataku mengalir makin deras. “bohong, kau bohong!”

Kyuhyun menggelengkan kepalnya. “kau tau kenapa omma Hyukjae meninggal?”

“karena stress?”

Kyuhyun menggeleng. “karena Kanker. Kau tau kanker juga ada yang merupakan faktor turunan? Dia terkena kanker sama seperti ibunya, kami tidak mengetahuinya sampai setengah tahun sebelum dia meninggal.”

Aku tersentak menutup kupingku keras-keras. “Bohong! dia masih hidup!”

“Akupun berharap itu bohong.”

“Bagaimana ini? Kyuhyun….” Kakiku benar-benar lemas sampai tdak mampu menopangku, aku terjatuh aku menangis sejadi-jadinya.

Kyuhyun memelukku dan berusaha menenangkanku, kau tau… saat itu terasa sangat hangat berada di pelukannya.

Aku benar-benar merasa tenang, aku dapat mendengar detak jantung Kyuhyun yang berdetak dua kali lebih cepat tapi itu membuatku sangat nyaman.

“Yuko aku menyukaimu, aku tau ini bukan saat yang tepat, tapi ..aku ingin kau mendengarkannya, sejak Hyukjae mengirimkm foto-fotomu padaku aku sudah menyukaimu, mungkin terdengar lucu bagimu. Tapi aku tidak bohong aku benar-benar menyukaimu, karena aku menyukaimu aku tidak ke Seoul aku takut akan merusak hubungan kalian. Aku benar-benar menyukaimu, surat itu ku tulis sekitar 2 hari setelah Hyukjae meninggal, dia berpesan agar aku menjagamu.”

Aku terdiam mendengarkan kata-kata dari mulutnya aku tidak percaya.

“Aku bukan berusaha menghiburmu. Aku… tujuh tahun kau meninggalkan Hyukjae selama 7 tahun pula aku menunggu kesempatan datang padaku, aku tidak menyangka akan menjadi begini, aku tidak menyangka Hyukjae akan meninggal, semuanya terlalu tiba-tiba. Aku berharap kau ada di sampingku tapi aku tau Hyukjae lebih pantas. Tapi aku benar-benar menyukaimu.” Ujar Kyuhyun benar-benar dengan tulus.

Mataku berkaca-kaca walau tangisku sudah reda.

“Aku tau kau masih menyukai hyukjae, tapi biarkan aku ada disisimu menjagamu.” Ucap Kyuhyun.

“Kau tidak tau satu hal Kyuhyun, aku memang menyukai Hyukjae, aku sungguh menyukainya, aku merindukannya, tapi sejak bertemu denganmu, ah.. bahkan sebelum bertemu denganmu aku selalu memikirkanmu, mungkin ini tidak adil untuk Hyukjae tapi aku benar merasa seperti itu. Kau datang dimimpiku, lalu kita benar-benar bertemu aku sendiri tidak tau kenapa perasaanku berubah secepat ini. Hyukjae tersimpan dalam hatiku dia adalah malaikat bagiku, tapi kau seperti evil mengambil semuanya. Kau curang Kyuhyun, kau tau Hyukjae akan marah padamu.” Ucapku lalu tersenyum pada Kyuhyun.

Kyuhyun terbengong lalu menyunggingkan senyumannya, Senyumannya membuat dadaku berdebar 2 kali lebih cepat. “Aku menyukaimu Yuko.”

~Fin~

thanks for reading ^^ dun forget leave comments ><

THANK YOU SO MUCHHH :*