Yeaaay! Author @gyumontic is back!
Hahhhahaha. Author bawa FF Kihyun lagi.. Semoga pada suka ya.. Jangan lupa tinggalin jejak ya readers sayang. *cium satusatu*
Enjoy reading!

Cipcipcip, suara burung-burung gereja yang bertengger di tepi balkon terdengar sangat merdu. Meskipun aku tidak mengerti artinya, mendengar mereka bersahut-sahutan terasa sangat menyenangkan. Aku jadi tidak merasa kesepian.

Annyeong, namaku Cho Kihyun. Untuk saat ini, aku anak tunggal dari pasangan Cho Kyuhyun dan Song Hyejin. Ya, Cho Kyuhyun dan Song Hyejin yang konglomerat itu. Kyujin couple, begitu website http://www.TopClassSocialite.com menyebut kedua orang tuaku. Aku sudah berumur 5 tahun dan masih sendiri, maksudku belum punya adik. Kata eomma, setiap aku meminta adik, eomma masih mau main dengan Kihyuuun.

Asal kalian tahu, eomma itu sangat menyebalkan jika sudah menunjukkan aegyo-nya. Apapun yang dikatakannya jadi masuk akal bagi Appa dan kadang akan berimbas tidak baik untukku. Contohnya dalam hal membeli mainan atau gadget. Jika menurut eomma mainan atau gadget itu tidak perlu, maka eomma akan membujuk appa agar tidak membelikannya untukku.

“Kihyun masih punya. Tidak usah beli ya. Diupgrade saja. Bisa kan?” Kata eomma suatu ketika aku dan appa mau membeli PSP seri terbaru.“Punya Kihyun yang lama sudah jelek, eomma. Appa, belikan,” rengekku ketika itu.

Appa menatap eomma dan aku bergantian. Eomma tersenyum kepada appa kemudian mengelus-elus tangan appa. “Lain kali saja. Toh yang baru ini tidak jauh berbeda dengan milik Kihyun yang lama,” kata eomma sambil menunjukkan aegyo-nya. Saat itu juga, aku tahu aku kalah. Appa pasti akan menuruti kata eomma.

“Kihyun, mianhe. Kita beli lain kali, ya? Tunggu seri yang lain yang lebih canggih. Bagaimana?” Kata appa.

Aku hanya menghela nafas panjang kemudian menatap eomma dengan sebal. Eomma tersenyum kepadaku lalu melakukan aegyo-nya kepadaku. “Aigoo.. Kihyun-ku… Ayo kita makan pizza, atau es krim. Kihyun mau makan apa, humm??” Tanya eomma.

“Dua-duanya,” jawabku sok-sok ngambek meskipun sebenarnya tidak lagi. Aku tidak bisa ngambek kalo eomma sudah membujukku seperti itu.

“Baiklah. Appa, Kihyun mau makan pizza dan es krim. Kajja!” Seru eomma sambil menggandengku berlari menuju sebuah restoran pizza terkenal di Seoul ini. Tanpa aku sadari, aku berlari sambil tertawa-tawa bersama eomma.

Kadang, aku suka geli jika ingat betapa mudahnya aku dan appa luluh terhadap aegyo eomma. Well, itu salah satu kenanganku yang menyenangkan bersama eomma dan appa. Kenangan yang jarang aku dapatkan.

“Kihyun sayang, sudah siap?” Tanya haelmoni yang ternyata sudah berada di kamarku.

Aku berbalik menghadapnya dan mengangguk dengan semangat. Hari ini aku bersama eomma dan appa akan berangkat ke Eropa untuk liburan bersama. Asal tahu saja, mencari waktu kosong eomma dan appa itu sama susahnya seperti mencari jarum dalam jerami. Aku sampai harus menangis menjerit-jerit meminta satu minggu kosong mereka.

“Ayo kita berangkat, sayang. Kajja! Eomma dan appa sudah menunggu di bandara,” kata haelmoni.

Aku terkejut heran bercampur tambah semangatt. Aku bisa merasakan mataku membesar saking semangatnya. “Jinjja? Eomma dan appa sudah di bandara?” Tanyaku.

Haelmoni mengelus kepalaku sambil tersenyum. “Iya, 10 menit lagi mereka mendarat dari Australia. Tenang saja, Kihyun. Kali ini haelmoni rasa mereka tidak akan ingkar janji.”

“Aku harap begitu,” ucapku. Eomma dan appa adalah makhluk yang luar biasa sibuk. Sering mereka melupakan janji-janji mereka untuk bersamaku karena pekerjaan mereka yang menumpuk. Aku tahu Appa adalah pemimpin Song-Cho Corporation, perusahaan tekstil dan fashion terbesar di Korea, sedangkan eomma sering menemani Appa bepergian mengurus bisnisnya itu. Tidak mudah memang menjadi keluarga terkaya nomor 2 di Korea. Aku merasakannya sejak dilahirkan.

Dua tahun yang lalu, di saat hari pertamaku masuk TK, eomma berjanji akan menemaniku ke sekolah tapi pada kenyataannya aku harus ditemani oleh Minjung ahjumma, pengasuhku sejak aku masih di kandungan.

“Kihyun, eomma minta maaf sekali tidak bisa menemani Kihyun ke sekolah. Appa sedang ke London sedangkan perusahaan di Seoul sedang ada masalah. Eomma harus datang untuk menyelesaikannya. Kihyun mengerti kan? Maafkan eomma ya, nak,” kata eomma penuh penyesalan.

“Eomma jahat!!!” Teriakku kecewa. Waktu itu aku marah besar pada eomma. Aku bahkan melempar tas sekolahku kepadanya dan berlari menangis menjerit-jerit kepada Minjung ahjumma.

Eomma mengelus kepalaku dengan penuh kasih sayang lalu mengecup kepalaku. “Eomma pergi dulu ya, sayang. Maafkan eomma, nak. Sekali lagi eomma minta maaf. Eomma akan menebus kesalahan eomma begitu masalah di kantor selesai ya, sayang. Sampai jumpa,” ucap eomma lalu pergi. Aku tidak tahu bagaimana wajahnya waktu pergi meninggalkanku karena aku menyembunyikan wajahku di pelukan Minjung ahjumma.

Setelah eomma pergi, Minjung ahjumma menasihatiku, “Kihyun tidak boleh seperti itu. Eomma sudah sangat baik sama Kihyun. Eomma juga tidak mau seperti ini tapi keadaan memaksa eomma. Ahjumma tadi lihat eomma menangis meninggalkan Kihyun. Lain kali, Kihyun tidak boleh seperti ini ya.”

Aku yakin eomma pasti merasakan sakit waktu itu seperti sekarang aku merasa sakit jika mengingatnya. Sampai sekarang, aku menyesal sudah marah pada eomma.

“Nyonya, kita sudah sampai,” kata supir haelmoni kepada kami. Aku melihat keluar mobil dan menyadari bahwa kami sudah sampai di bandara. Aku menyisir bandara dengan mataku dan seketika sebuah pertanyaan muncul di benakku. Kenapa tempat ini begitu menarik untuk appa dan eomma? Bagiku, bandara begitu menarik ketika pesawat akan membawaku dengan eomma dan appa atau membawa pulang eomma dan appa untukku.

Haelmoni menggandeng tanganku. “Ayo kita keluar. Eomma dan appa pasti sudah sampai,” kata haelmoni.

Sejak aku masuk SD dan mengenal yang namanya teknologi. Mudah saja mengecek keakuratan omongan haelmoni. Sambil berjalan, aku berkutat dengan smartphone-ku. Aku membuka browser di smartphone-ku dan mengetikkan website http://www.TopClassSocialite.com. Setahuku, Eomma dan Appa selalu menjadi objek favorit website ini. Bukan hanya eomma dan Appa deh, hampir seluruh keluarga kami menjadi obyek favorit website ini.

Untuk kami, para keturunan Top Class Socialite, ada website khusus yaitu http://www.TopClassSocialiteKids.com. Salah satu obyek favorit mereka ya, AKU.

Aku membuka dua website itu dalam dua tab yang berbeda dan menelitinya dengan seksama. Tidak ada kabar terbaru tentang kedua orang tuaku. Itu artinya mereka belum sampai di Korea. Kalau sudah, pasti sudah ada beritanya beserta foto mereka di bandara ini. Berbeda dengan website TCSK yang membicarakanku. Baru semenit aku menginjakkan kaki di bandara, sudah ada berita mengenai aku.

Cho Kihyun bersiap berangkat ke Eropa, begitu judulnya. Aku membuka headline tersebut dan menemukan berita mengenaiku dan fotoku berjalan bersama haelmoni. Aku membaca berita itu pelan-pelan. “Gagal liburan karena tidak ada eomma dan appa? Dasar tukang gosip,” gerutuku tidak suka dengan berita mereka tentangku.

Haelmoni mengajakku ke dalam lounge dan duduk di salah satu sofanya yang sangat nyaman. Mataku menyusuri lounge tersebut dan tidak menemukan satu pun dari eomma dan appa. Mereka belum sampai. Aku harus menunggu mereka.

“Kihyun, ayo kita makan dulu,” kata haelmoni. Aku pun menuruti haelmoni untuk makan.

Sambil makan, aku bolak-balik menatap pintu masuk lounge, berharap eomma dan appa segera memasuki pintu tersebut. Sayangnya, tidak satupun dari yang bolak-balik masuk itu eomma dan appa.

“Haelmoni, eomma dan appa pasti datang kan?” Tanyaku ketakutan. Aku takut gosip di website itu jadi kenyataan. Aku tidak mau liburanku gagal.

“Sabar ya, sayang. Pesawat kalian kan masih sejam lagi. Eomma dan appa pasti datang kok,” kata Haelmoni berusaha menghiburku.

Aku kembali memperhatikan pintu masuk. Belum ada tanda-tanda kedatangan eomma dan appa. Aku malah melihat sahabat-sahabat appa yang silih berganti keluar masuk lounge.

Orang pertama yang aku kenal memasuki lounge adalah Donghae ahjussi dan Johee ahjumma. Pasangan paling romantis yang pernah aku tahu dalam Top Class Socialite (TCS).

“Kihyun-ah!!” Sapa Johee ahjumma sambil melambai-lambaikan tangannya kepadaku dengan ceria. Donghae ahjussi yang berdiri di sampingnya ikut melambaikan tangan sambil tersenyum lembut. Pasangan yang menawan.

Aku balas melambaikan tangan. “Johae couple,” ucapku menirukan bagaimana kalau TCS memanggil mereka.

Johae couple menghampiri aku dan haelmoni. “Ahjumeo-nim. Kihyun-ah. Annyeonghaseyo,” sapa mereka ketika sudah berada di dekat kami. Haelmoni tersenyum menyambut pasangan itu.

“Kalian mau kemana berdua saja?” Tanya haelmoni.

“Kami mau ke Amerika, mengurus izin pembukaan cabang di sana, ahjumma. Ahjumma mau pergi dengan Kihyun?” Jawab Donghae ahjussi dengan sopan.

Haelmoni menggelengkan kepalanya. “Kami sedang menunggu Hyejin dan Kyuhyun pulang dari Australia. Mereka akan mengajak Kihyun liburan ke Eropa,” kata haelmoni.

Johee ahjumma menatapku dengan sumringah. “Wuaaah! Enak sekali, Kihyun-ah. Aku juga ingin sekali liburan bersama Johae tapi aku belum punya waktu kosong. Aku harus menemani Donghae kemanapun dia pergi. Hyejin onni pasti senang sekali bisa menghabiskan waktu bersamamu,” kata Johee ahjumma.

“Oh ya?” Tanyaku.

Johee ahjumma mengangguk dengan yakin. “Tidak ada ibu yang tidak ingin bersama anaknya, Kihyun. Bersenang-senanglah,” jawab Johee ahjumma.

“Semoga begitu,” jawabku.

“Johee-ya, kau tidak makan dulu? Nanti perutmu sakit,” kata Donghae ahjussi penuh perhatian.

“Tidak perlu, yeobo. Aku makan di pesawat saja. Aku masih kenyang sekarang,” jawab Johee.

“Baiklah.” Donghae ahjussi lalu berpamitan pada haelmoni. “Kami duluan ya. Pesawat kami sudah bisa boarding. Sampai jumpa, ahjumma. Sampai jumpa, Kihyun-ah,” kata Donghae ahjussi.

“Sampai jumpa, ahjumma, Kihyun,” kata Johee ahjumma.

“Sampai jumpa,” balasku. Mereka kemudian berbalik keluar dari lounge. Donghae ahjussi tidak melepaskan tangannya sedetikpun dari Johee ahjumma. Dari cara mereka memandang, aku bisa merasakan mereka saling mencintai. Mereka saling berbagi cerita dan tawa.

Aku ingat ada satu berita mengenai keluarga itu ketika hari kasih sayang beberapa bulan lalu. Lee Donghae membelikan sebuah pulau pribadi di Jeju untuk anak dan istrinya. Saat itu juga Johae, anak mereka, menjadi hot news dalam TCSK. Lee Johae, anak terkaya saat ini. Memiliki pulau senilai 500 juta won di usia 4 tahun!

Saat itu aku menelepon Johae untuk memastikannya dan Johae hanya bilang, “Aku tidak butuh pulau. Dibelikan boneka beruang saja asal aku bisa main dengan appa sudah cukup.”

Konsekuensi menjadi TCSK tampaknya memang harus siap kesepian karena ditinggal orang tua yang selalu sibuk.

Aku sudah menunggu lebih dari 15 menit tapi eomma dan appa belum juga muncul. “Haelmoni, mana eomma dan appa? Katanya sudah menunggu,” kataku untuk kedua kalinya. Kali ini dengan nada yang lebih menuntut.

Haelmoni mengelus kepalaku dengan lembut. “Sabar ya Kihyun sayang, mungkin pesawat mereka dari Australia ada sedikit keterlambatan,” ucap haelmoni menyabarkanku.

Aku mengeluarkan tablet pc-ku dari tasku. Aku mulai menyibukkan diri dengan game-game di dalam tablet pc-ku ini. Semoga ini bisa membunuh waktu sampai eomma dan appa tiba.

Baru aku membuka game kesukaanku, seseorang meneriakkan namaku dengan ceria. “Kihyun-aaaah!!” Itu suara Hamun ahjumma dan Jihyo ahjumma. Aku menengadahkan kepalaku dan melihat Simun couple dan Sungji couple. Hamun dan Jihyo ahjumma menghampiriku dan mengecup pipiku dengan sayang. Sedangkan ahjussideul hanya menepuk-nepuk kepalaku pelan.

“Kau sendirian, Kihyun-ah?” Tanya Jihyo ahjumma sambil melihat sekelilingku.

“Ani. Haelmoni menemaniku tapi ia sedang keluar sebentar,” jawabku.

“Kau mau kemana, Kihyun-ah?” Tanya Hamun ahjumma sambil mengelus kepalaku.

“Aku menunggu eomma dan appa. Kami mau liburan ke Eropa. Ahjummadeul mau pergi dengan ahjussideul? Kemana?” Tanyaku balik.

“Aku mau bulan madu,” jawab Jihyo ahjumma dengan ceria sambil bergelayut manja pada Sungmin ahjussi yang setia berdiri di sampingnya. Mereka pasangan baru di kalangan Top Class Socialite, baru saja menikah minggu lalu setelah berpacaran lebih dari umurku. Itupun setelah dijodohkan oleh eomma.

Jihyo ahjumma adalah sahabat appa sekaligus eomma sedangkan Sungmin ahjussi adalah rekan kerja appa sewaktu di New York. Jihyo ahjumma-ku itu yang paling usil dan ceplas-ceplos berbanding terbalik dengan Sungmin ahjussi yang tenang.

Aku pernah membaca berita tentang mereka sebelum mereka menikah. Choi Jihyo menangis di bandara karena ditinggal Lee Sungmin. Aku ingat waktu itu. Appa, Sungmin ahjussi dan Siwon ahjussi pergi bersama-sama ke Italia untuk bekerja sama dengan arsitek yang akan membangun kantor Choi Corp di sana dan itu hanya memakan waktu sehari. SEHARI! Aku tertawa geli sampai ditegur eomma.

“Jangan menertawakan orang dewasa. Jihyo ahjumma menangis karena sedih. Appa, sahabatnya. Sungmin ahjussi, pacarnya. Siwon ahjussi, kakaknya. Semua pergi. Itu artinya Jihyo ahjumma sendirian. Dia kesepian. Kihyun juga tidak suka, kan, kalau ditertawakan karena ditinggal eomma dan appa,” kata eomma.

Seketika aku terdiam. “Ne. Mianhe, eomma,” ucapku.

“Kihyun, aku makan dulu ya. Aku sudah sangat lapar,” kata Jihyo ahjumma seperti cacing kepanasan. Dengan tidak sabaran, Jihyo ahjumma menarik Sungmin ahjussi untuk mengikutinya. Dengan tenang, Sungmin ahjussi mengikuti Jihyo ahjumma. Aku memperhatikan mereka. Pantas Jihyo ahjumma mendapat Sungmin ahjussi yang sangat sabar. Jihyo ahjumma butuh penanganan khusus untuk mengendalikan keaktifannya.

Kini tinggal Siwon ahjussi dan Hamun ahjumma bersamaku. “Ahjussi dan ahjumma mau kemana?” tanyaku.

“Ahjumma mau mengunjungi mertuaku sekalian Siwon ahjussi ada urusan di Swiss,” jawab Hamun ahjumma.

“Siyeon tidak ikut?” tanyaku. Siyeon adalah anak Siwon ahjussi dan Hamun ahjumma namun TCS menjuluki mereka dengan Simun couple.

Siwon ahjussi menggelengkan kepalanya. Tangannya menepuk-nepuk kepalaku. “Siyeon itu masih bayi, Kihyun. Dia belum boleh bepergian kemana-mana. Nanti kalau Siyeon sudah sebesar kau, aku ajak kalian jalan-jalan bersama,” kata Siwon ahjussi.

“Yaksok?” Tanyaku.

“Yaksok. Kau boleh menagihnya nanti,” kata Siwon ahjussi kemudian pergi meninggalkan aku dengan Hamun ahjumma. “Ahjumma lapar, mau makan dulu. Kihyun tidak makan?”

“Tidak. Aku baru makan. Nanti saja lagi,” kataku.

Tidak lama kemudian, Siwon ahjussi memanggil Hamun ahjumma. Sebelum ia benar-benar pergi, Hamun ahjumma kembali menatapku. Tangannya menengadah seakan meminta sesuatu dariku. Alisku terangkat, aku tak mengerti maksud Hamun ahjumma.

“Hadiah ulang tahun ahjumma mana? Bukahkah Kihyun sudah berjanji akan memberikan sesuatu untukku?”

Aku melongo. Sedikit tidak percaya bahwa ada wanita dewasa yang menuntut janji dari bocah berumur 5 tahun sepertiku.

“Ahjumma serius? Ahjumma benar-benar memintanya?” tanyaku. Ia mengangguk yakin.

“Janji tetap janji. Itu ongkos tutup mulut untuk Ahjumma, kan? Atau.. Kihyun ingin ahjumma melaporkan pada Hyejin onnie kalau sebulan yang lalu Kihyun membolos dan kabur ke rumah ahjumma? Kihyun juga menghabiskan semua coklatku dan memonopoli Siwon oppa seharian itu. Bagaimana?”

Aku menghela nafas panjang. Aku tak bisa mengabaikan ancaman ahjumma begitu saja. Hamun ahjumma selalu melakukan apa yang ia katakan. Istilah kerennya yang pernah kupelajari adalah integritasnya sangat tinggi. Karena itulah aku sangat menyanyanginya, ia paling sering menepati janjinya padaku.

“Ahjumma mau apa dariku? Kihyun tak punya uang untuk membeli hadiah,” jawabku.

“Katakan ahjumma sangat cantik, lalu ppopo,” ujarnya sambil menunjuk pipinya.

Aku menelan ludah. Ini pertama kalinya selama 5 tahun aku ada di dunia ini, aku memuji dan mencium pipi wanita lain selain ommaku. Cho Junior ini sangat mirip ayahnya. Hanya berkata dan berbuat sesuatu yang lembut pada ommaku.

“A-a-a-ajumma..”

“Aku tidak mendengarnya,” katanya usil. Jelas sekali ahjumma hanya mengerjaiku.

“Hamun Ahjumma sangat cantik!” seruku lalu dengan kilat aku mencium pipinya. Sekilas aku mendapati Siwon ahjussi tersenyum kepadaku dan itu membuatku makin malu.

Hamun ahjumma tersenyum lalu ia memelukku. “Terima kasih sayang, ahjumma dan ahjussi sangat menyayangimu. Apalagi kedua orang tuamu. Asal Kihyun tahu, setiap mereka tak bisa menepati janjinya padamu, hati mereka juga sedih sama seperti Kihyun. Bahkan mungkin bagi mereka itu lebih menyakitkan. Setiap air mata yang mengalir dari mata ini akan menimbulkan luka yang dalam di hati mereka. Cinta mereka sangat besar untu Kihyun. Jadi, percayalah pada mereka. Ya, Kihyun?”

Ahjumma melepaskan pelukannya dan menatapku penuh kasih. Aku tahu, pasti sisi Ahjumma inilah yang membuat Siwon ahjussi tergila-gila padanya. Kadang-kadang ahjumma seperti anak kecil, tapi disaat yang tepat ia selalu menjadi dewasa dengan petuah-petuahnya yang bijaksana.

Aku mengangguk. “Ne, ahjumma,” kataku. Ahjumma mengelus kepalaku. “Kalau kau butuh ahjumma, langsung telepon saja ya, Kihyun,” katanya lalu ia pergi menyusul suaminya.

Mereka berdiri untuk bersama-sama memilih makanan. Aku memperhatikan Simun couple dengan seksama. Tangan Siwon ahjussi berada di atas kepala Hamun ahjumma, menepuk-nepuknya pelan. Sedangkan Hamun ahjumma bergelayut manja kepada Siwon ahjussi. Simun couple memang seperti itu. Perbedaan usia yang agak jauh mungkin yang membuat Siwon ahjussi lebih memanjakan Hamun ahjumma.

Ada satu berita mengenai salah satu pasangan favoritku ini. Sebulan yang lalu mereka pergi ke Inggris. Urusan bisnis. Namun disela-sela kesibukkan mereka, Pangeran Harry mengajak mereka untuk makan malam bersama. Yang pernah kutahu dari TCS, Pangeran Harry pernah menyukai Hamun ahjumma. Dan sepertinya malam itu Pangeran Harry berhasil membuat Siwon Ahjussi cemburu. Ditengah-tengah suasana makan malam itu, Siwon ahjussi bangikt dari tempat duduknya dan berkata pada Pangeran Harry, “She’s already become my wife and we already have one daughter, Choi Siyeon,”. Kata artikel itu, Siwon ahjussi juga memberikan foto Siyeon untuk Pangeran Harry.

Saat aku membaca artikel itu, aku membayangkannya dengan imajinasiku. Siwon ahjussi terlihat sangat keren. Mereka berdua adalah pasangan favoritku, setelah omma dan appa tentunya.

Siwon ahjussi dan Hamun ahjumma sudah sibuk dengan makanan mereka. Jihyo ahjumma kembali menghampiriku. “Baiklah Kihyun, pesawatku sudah mau boarding. Aku pergi dulu ya. Sampaikan salam untuk Hyejin onni dan Kyuhyun oppa. Bilang, aku merindukan mereka. Jangan lupa oleh-oleh untukku dan Sungmin ahjussi ya. Sampai jumpa, Kihyun-ah,” kata Jihyo ahjumma lalu meninggalkanku pergi. Dengan riang, ia berjalan beriringan dengan Sungmin ahjussi.

Haelmoni telah kembali tapi ia tidak sendirian, ia datang bersama Hyukjae ahjussi dan Jongwoon ahjussi. Keduanya sahabat ayahku tapi aku tidak terlalu dekat dengan mereka. Aku jauh jauh jauh lebih dekat dengan sahabat-sahabat ibuku. Hyukjae ahjussi dan Jongwoon ahjussi sibuk ngobrol dengan haelmoni, sedangkan aku…sibuk melayani tante-tante yang tidak bisa berhenti mengagumi kelucuanku.

“Ya ampun Kihyun-ah, kau lucu sekali. Tidak salah kau penerus keluarga Cho yang terbaik!” Puji Cho Hyemi ahjumma sambil mencium pipiku dengan gemas. Cho Hyemi adalah sepupu kandung appa-ku. Ia punya sifat keras kepala dan kadang kekanak-kanakan yang membuatku sampai sekarang penasaran bagaimana Jongwoon ahjussi bisa menanganinya.

“Ahjumaaaa,” protesku kepada Hyemi ahjumma atas perbuatannya.

“Wae?” Tanya Hyemi ahjumma dengan polos.

“Jangan mencubiti pipiku,” jawabku.

Hyemi ahjumma tertawa. “Mianhe, Kihyun-ah. Kau sangat lucu soalnya,” sahut Hyemi ahjumma.

“Iya aku tahu,” sahutku lagi.

“Huuu, dasar sombong. Sama seperti Kyuhyun oppa,” kata Hyemi ahjumma lagi.

Aku dan Hyemi ahjumma memang tidak pernah bisa akur jika bertemu. Selalu saja ada keributan antara kami. Makanya aku bilang bahwa Hyemi ahjumma seperti anak kecil.

“Astaga ahjumma. Kenapa kau mengesalkan sekali sih? Untung ahjumma ketemu Jongwoon ahjussi yang bisa mengatur ahjumma. Semoga anakmu tidak sepertimu,” kataku sambil menunjuk perutnya yang buncit.

“Aiiishh, kau benar-benar seperti appamu,” gerutu Hyemi ahjumma.

“Ciri khas keluarga Cho. Ahjumma pun seperti itu,” kataku mengingatkannya. Kurasa hal ini yang membuat kami tidak cocok. Kesamaan kami yang tidak mau mengalah.

“Yaa Cho Kihyun!”

“Yaa Cho Hyemi ahjumma!”

“Sudah. Sudah. Kalian berdua ini selalu saja. Sudahlah. Hyemi, kau sudah mau punya anak tapi masih saja suka cari ribut dengan Kihyun. Kau juga Kihyun, bersikaplah lebih sopan kepada orang yang lebih tua,” lerai Yeonhee ahjumma.

Seketika aku dan Hyemi ahjumma terdiam. Jongwoon ahjussi tiba-tiba datang menghampiri kami. “Ada apa? Kalian berdua ribut lagi?” Tanyanya dengan santai.

“Mian,” kata Hyemi ahjumma pada suaminya itu.

Jongwoon ahjussi hanya tertawa. “Dasar kalian. Kalau ketemu, ribut. Kalau gak ketemu, saling mencari. Tagihan telepon rumah membengkak hanya karena telepon kalian,” kata Jongwoon ahjussi.

Memang benar sih apa kata Jongwoon ahjussi. Kalau aku sedang tidak ada teman di rumah, aku pasti memanggil Hyemi ahjumma untuk menemaniku. Kalau dia tidak bisa, kami akan ganti-gantian menelepon meskipun sepanjang menelepon kami hanya berdebat.

“Ahjumaaa, aku tidak mau sekolah. Gurunya galak,” aduku suatu hari sehabis dimarahi guruku.

“Kenapa kau bisa dimarahi, Kihyun-ah? Kau pasti melakukan suatu yang salah ya?” Kata Hyemi ahjumma.

“Ani… Aku hanya membuka TCS dan TCSK sewaktu guruku mengajar. Dia marah tidak aku perhatikan padahal aku tetap mendengar apa yang dia ajarkan.”

“Pantas saja gurumu marah, Kihyun-ah. Mana boleh buka internet sewaktu belajar di kelas. Besok kau harus tetap masuk sekolah dan minta maaf pada gurumu.”

“Shireo. Temanku juga banyak yang begitu tapi hanya aku yang dimarahi,” tolakku.

“Pokoknya besok kau harus sekolah dan minta maaf. Kalau tidak mau, aku yang akan membawamu langsung ke sekolah,” ancam Hyemi ahjumma.

Akhirnya waktu itu, aku pergi ke sekolah bersama Hyemi ahjumma dan ditraktir makan es krim. Sampai saat ini, eomma dan appa tidak tahu mengenai hal ini.

Berita paling menyenangkan yang pernah aku baca dari http://www.TopClassSocialite.com mengenai pasangan Hyemi ahjumma dan Jongwoon ahjussi adalah ketika Hyemi memposting foto testpack positifnya ke Twitter dengan menyebutkan namaku. “Kihyun-ah, kau akan punya adik sepupu! Semoga nanti kalian bisa akrab!” Begitu tulisnya di twitter.

Saat itu untuk pertama kalinya sebagai makhluk berusia 5 tahun aku meninggalkan komen pertamaku, “Ahjumma, namakan dia Minju kalau perempuan. Kalau laki namanya Jumin. Aku mencintai kalian. ― Cho Kihyun.”

“Ahjumma,” panggilku saat Hyemi ahjumma sedang menyantap makanannya.

“Wae?” Sahutnya.

“Ahjumma masih mau menamakan dia Minju, kan? Atau Jumin?” Tanyaku sambil menunjuk perutnya sekali lagi.

“Mau, kalau kau mau meminta maaf padaku. Aku tidak bersalah, kan?” Kata Hyemi ahjumma.

Perlahan aku mendekati Hyemi ahjumma dan duduk di sebelahnya. “Mian,” ucapku.

Dengan lembut Hyemi ahjumma mengelus kepalaku. “Aku akan memaksa Jongwoon ahjussi untuk menamakan anaknya ini Minju, atau Jumin kalau laki-laki. Tapi aku lebih suka Minju. Kita namakan Minju saja ya?”

Aku mengangguk dengan senang.

“Sudah baikan?” Tanya Jongwoon ahjussi kepada aku dan Hyemi ahjumma. Sambil nyengir, aku menganggukkan kepala. “Syukurlah. Kalau begitu, boleh aku dan Hyemi ahjumma pulang sekarang? Kami baru sampai dari Yunani dan tadi tidak sengaja dengan nenekmu sehingga kami ikut kesini. Minju juga butuh istirahat. Tidak apa kan, Kihyun?” Kata Jongwoon ahjussi lagi.

“Tidak apa. Kalian harus istirahat,” kataku.

Hyemi ahjumma menatapku dengan tidak rela. “Sampai jumpa, Kihyun-ah. Aku akan kesepian tanpamu. Salam untuk eomma dan appa ya,” kata Hyemi ahjumma lalu meninggalkanku bersama Yeonhee ahjumma. Hyemi ahjumma tidak lupa menciumku.

“Sampai jumpa,” kataku sambil melambaikan tanganku kepada mereka berdua.

Sekarang tinggal aku dengan Yeonhee ahjumma dan haelmoni. “Haelmoni, eomma dan appa lama sekali. Sudah lebih setengah jam. Sebentar lagi pesawat kami berangkat,” kataku kepada haelmoni.

“Sebentar lagi, sayang. Eomma dan appa pasti akan membawa Kihyun ke Eropa. Sabar ya,” kata haelmoni. Lagi-lagi sabar.

“Kau mau berlibur dengan Hyejin dan Kyuhyun ya, Kihyun?” Tanya Yeonhee ahjumma, istri Hyukjae ahjussi.

“Ne, ahjumma,” jawabku.

Yeonhee ahjumma adalah wanita yang sangat dewasa. Cocok berpasangan dengan Hyukjae ahjussi yang sudah tua tapi kelakuannya tetap seperti pria berusia 20an. Hyukjae ahjussi adalah tipe pria casanova yang suka menebar pesona kepada siapapun. Apapun yang dilakukannya harus diekspos tapi jika sudah berhadapan dengan Yeonhee ahjumma, Hyukjae ahjussi akan diam dan tunduk.

“Menyenangkan sekali pasti. Sabar saja, Kihyun. Kalaupun kalian ketinggalan pesawat kan masih ada pesawat lain. Tenang saja,” kata Yeonhee ahjumma.

“Ahjumma sendiri mau kemana sama ahjussi?” Tanyaku.

“Menemaninya ke Dubai. Ada perjanjian kerjasama untuk ekspor impor minyak. Kau paham kan, Kihyun?” Kata Yeonhee ahjumma padaku.

Aku hanya tersenyum sinis. “Aku tidak tahu. Yang aku tahu kalian pasti akan sibuk dengan pekerjaan untuk memperbesar perusahaan kalian. Kalian tidak jauh berbeda dengan eomma dan appa.”

Yeonhee ahjumma tersenyum. “Kihyun pasti kesal ya karena sering ditinggal eomma dan appa. Tapi Kihyun kan sering juga diajak jalan-jalan, sayang,” katanya.

“Iya tapi lebih sering meninggalkanku,” sahutku.

“Kalau kau sudah dewasa nanti pasti mengerti. Kihyun pasti akan hebat seperti appa,” katanya lagi kepadaku.

Well, appa-ku memang yang paling hebat. Ia hebat bisa membagi-bagi dirinya untuk perusahaan, keluarga dan dirinya sendiri. Ia hebat bisa membuat eomma jatuh cinta padanya meskipun kadang appa membuat eomma sedih. Yang paling hebat, appa tetap bisa membuatku mencintainya meskipun ia sering meninggalkan aku.

“Ahjumma, mana Hyukjae ahjussi? Kenapa aku tidak lagi melihatnya?” Tanyaku menyadari bahwa Hukjae ahjussi tidak ada lagi di lounge.

Yeonhee ahjumma tertawa. “Dia pasti sedang di luar. Mana betah ia diam di satu tempat berlama-lama. Kalau kami sudah mau boarding, ia akan tiba-tiba muncul. Aman terkendali. Tenang saja.”

Mungkin Hyukjae ahjussi sedikit lebih bebas karena pengaruh kehidupannya di luar negeri. Setahuku, waktu muda Hyukjae ahjussi kabur ke luar negeri untuk sekolah dan melimpahkan semua tanggung jawabnya sebagai penerus Lee Petroleum kepada Yeonhee ahjumma, gadis kelas 2 yang perusahaannya nyaris bangkrut. Setelah kembali, Yeonhee ahjumma menyuruh Hyukjae ahjussi untuk menempati kembali posisinya. Entah bagaimana, mereka jatuh cinta dan menikah. Begitu menurut cerita http://www.TopClassSocialite.com.

“Kalian akan ke Dubai berdua saja?” Tanyaku.

“Ani. Hyukjae membawa beberapa anak buahnya dan sekretaris. Aku hanya mendampingi saja. Mau ikut?” Tawar Yeonhee.

Aku menggelengkan kepalaku. “Aku mau liburan bersama eomma dan appa,” kataku.

Yeonhee tersenyum kepadaku lalu mengelus kepalaku. “Baiklah. Aku harus segera berangkat. Hyukjae ahjussi sudah datang menjemputku. Bersenang-senang ya. Sampai jumpa, Kihyun sayang!”

“Sampai jumpa, Yeonhee ahjumma.”

Semua sahabat-sahabat eomma dan appa ada disini. Mereka akan bepergian ke tempat tujuan mereka masing-masing tanpa membawa anak-anak mereka. Sama seperti yang appa dan eomma lakukan, bepergian dengan alasan pekerjaan. Sahabat-sahabatku pasti sedang merasakan yang aku rasakan sekarang, sebal selalu ditinggal sendirian. Tapi paling tidak kali ini aku akan liburan bersama kedua orang tuaku.

“Kihyuuuun!!” Aku sangat mengenal suara itu.

“Appa!” Balasku sambil melompat dari tempat dudukku. Aku berlari menyambut eomma dan appa yang baru muncul dengan gembira.

Appa melebarkan tangannya dan menangkap aku ke dalam pelukannya. “Appa merindukan Kihyun. Maaf meninggalkanmu lama sendirian,” kata Appa.

“Eomma juga rindu. Maafkan eomma ya Kihyun, sayang,” kata eomma.

“Nan gwenchana. Yang penting, kali ini kita akan liburan bersama tanpa sedikitpun gangguan. Yaksok?” Kataku sambil mengulurkan kelingking kananku kepada eomma dan appa.

“Yaksoook!” Jawab eomma dan appa sambil menautkan kelingking mereka dengan kelingkingku.

Appa menggendongku masuk ke dalam pesawat dan eomma berjalan di sebelah kami. Kami duduk bersama satu deret. Eomma memasangkan sabuk pengaman untukku sedangkan appa sibuk menyusun barang kami di kabin. Tidak lama kemudian, suara pilot terdengar bahwa pesawat siap terbang. Aku, appa dan eomma sudah duduk dengan tenang.

“Ki!” Ucapku.

“Hye!” Lanjut eomma.

“Kyu!” Sahut appa.

“Berangkaaaaat!!” Seru kami bertiga dengan semangatt sambil menjulurkan tangan kami ke depan seperti superman.

Mungkin aku masih terlalu malu untuk mengatakan hal ini secara langsung pada kalian, tapi dari dalam hati Kihyun, aku sangat mencintai omma dan appa. You’re one in the million and a million in one. I love you, omma, appa! My family is one of nature’s masterpieces!

-end-

Posted from WordPress for BlackBerry.