Author Rye is back ^^

Cerita ini tentang kehidupan setelah mati 1000 tahun silam <– ini kisah di tahun 1012 dan nanti akan ada sequelnya ‘ Another Life yang merupakan 1000 tahun yang akan datang <– 2012 dan-2013

This story absolutely fiction and 100% imagination.

And This is special because it sequel (?) so wait me kkk ^^

Happy Reading!!!

Hope you like it ~~ ^^

Another Paradise

Main cast:

– Kim Hyun Jae-El

– Ryeowook- SJ member

Another Cast:

-SJ members, A-Pink Eunji, Ukiss- Kevin

ANOTHER PARADISE START!!!

18 Februari 2012

Gadis itu berdiri disana memegang galaxy note 2 nya dan menyumpalkan earphone di kedua telinganya. Gadis itu cantik, tapi dia bukan tipe putri kerajaan. Ia bukan tipe feminism, ia memakai sepatu sports berwarna ungu, baju gombrong dan celana pendek serta tas ransel. Gadis ini tampaknya juga tidak terlalu suka tersenyum, selama menunggu lampu merah berganti hijau ia hanya menguap beberapa kali.

Mungkin aku tak tahu apapun tentang dirinya, kecuali namanya. Namanya Kim Hyunjae.

Dan dirinya mungkin tak tahu apapun tentang diriku, kecuali laguku, yang sekarang didengarnya.

Bahkan saat aku berdiri disampingnya.

Satu menit waktuku untuk memperhatikannya berlalu. Lampu merah berubah menjadi hijau, ia berjalan mendahului orang-orang yang lain. Kerja saraf dan otakku terhenti ketika seseorang berteriak.

“AWAS.”

Aku tak tahu selanjutnya, sepertinya gadis itu mematung dan memandang kearah mobil yang akan mengambil nyawanya itu. Yang kutahu, aku berlari seperti orang kerasukan, mendorong gadis itu kuat-kuat dan menggantikan posisinya.

Tik. Tik. Tik.

Tiga detik sisa waktu itu kugunakan untuk menutup mataku. Selanjutnya, aku mati rasa, aku terbang, dan aku jatuh kembali kejalanan aspal yang dingin. Lalu semuanya gelap ketika gadis yang kutahu namanya itu menggenggam tanganku dan mulai berdoa.

Aku tersenyum kecil dalam alam bawah sadarku. Untuk kedua kalinya aku mati dan untuk gadis yang sama.  Orang sebut Tuhan itu baik.. tapi setelah perjalanan panjangku akhirnya aku kembali menemukan gadis ini dan IA menarikku pulang.

—— —————— —————- ———————- —————– —————————————–

‘Kisah ini dimulai dari 1000 tahun yang lalu. Dan bukan 1000  tahun yang akan datang. Hanya 1000 tahun. Di tanggal 18 bulan Februari tahun 1012… ingat 1000 + 12… 1012.’

Aku berjalan terlalu jauh tanpa arah dan tujuan hanya bisikan-bisikan kecil mengantarku ke  tempat segalanya putih bersih bercampur sedikit biru. Tidak ada siapa-siapa hingga kulihat di satu titik seorang pria berbaju putih bersih memegang buku yang tebalnya sekitar 6789 ribu halaman. Dia seakan menungguku, dan begitu aku sampai di hadapannya, pria itu mengeluarkan bahasa yang tidak pernah kudengar sebelumnya tapi kupahami.

“Nama?”

“El.”

“Nama lengkap.” Perintahnya

“El. Hanya El.” Tukasku tegas untuk mempertegas bahwa memang hanya itu namaku dan begitulah orang menyebutku.

Ia membuka halaman ke 7003 sepertinya itu data semua orang bernama dengan huruf depan ‘E’ “tanggal lahir?” tanyanya lagi.

“tidak tahu.” itu fakta. “ Tapi mereka bilang 7 Maret 995.” Mereka yang menemukanku

“orang tua?”

Pertanyaan ini sulit dijawab bagi seseorang yang begitu membuka mata hanya melihat langit. “tidak tahu.”

Penanya itu mendengus pelan. “pernah melakukan hukum surga?”

“Ha?” pertanyaan ini semakin aneh, dan aku semakin tak tahu jawabannya.

“ Pernah melakukan hukum neraka?”

“Eh..”  di umurku yang mau menginjak 18 tahun, tak pernah ku tahu ada hukum surga atau hukum neraka.

“Hmm.. ternyata ini sebabnya surga dan neraka tak mau menerimamu. Tunggu disini sebentar.” Ucapnya lalu berlalu begitu saja dan kembali beberapa detik kemudian tanpa terlihat. “ini.”

Aku mengambil selembar daun yang ditulis entah dengan tulisan apa, tapi aku dapat membacanya. ’aneh’

“Namamu bukan el, mulai sekarang namamu Kim Hyun Jae. Pergilah ke alamat di  daun itu.”

Sebelum aku beranjak ada satu kalimat penjelas yang teramat jelas. “Tanggal kematian, tahun 1012 bulan 2 tanggal 18. Waktu kematian, 04.04. penyebab, digigit ular piton.”

Dan… kini jelas semuanya, kesimpulannya aku sudah meninggal dan baik surga maupun neraka belum mau menerimaku dan aku diusir kepembuangan para arwah yang tidak di terima dan hanya rumah ini di alamat ini yang masih mau menampungku. Sepertinya begitu. Tetapi cara matiku sungguh tak menyenangkan.

:::

Langkahku terhenti disebuah rumah besar bertembok warna gelap, dan hampir semua pepohonan disekelilingnya mati. Hawanya mengeringakan tapi sepertinya tidak membahayakan. Alamat rumah itu sama persis dengan alamat di daun. Kuberanikan diri mengetuk pintu rumah itu tapi tak ada jawban, kuputar kenop pintu itu dan tidak terkunci.

“ Ya! Kim Ryeowook dimana kau taruh daftar nama 10 orang yang akan meninggal besok pagi?! Aku harus membuat datanya untuk Yesung.”

Kini sekujur tubuhku menegang, rumah apa yang kumasuki…

“Ryeowook-ah. Sebenarnya berapa orang yang akan meninggal besok? Kau bilang padaku 212 orang.”

“Apa yang kau harapkan dari manusia-manusia brengsek yang tidak tahu diri? Mau 500 orangpun tak masalah. Betulkan Kyu?”

Percakapan ini semakin tidak berarah dan aku seperti orang gila yang tak mengerti apa-apa. Ah.. mungkin aku salah masuk rumah. Harapku.

“Daftarnya di loker no 7891-0923-0…” Suara dingin itu menyembul bersamaan dengan keluarnya pria dengan pakaian serba putih tak seperti yang lain dengan baju serba hitam. Tapi putihnya tidak semenenangkan putih yang suci seperti yang dipakai penanya itu, putih ini terlalu kelam untuk disebut putih.

Pandangannya mematikan , kakiku yang tadi ingin berlari keluar terhenti bersama dengan  fungsi otak dan tubuhku. Bahkan rumus fisika tidak dapat menghitung berapa kecepatan jantungku sekarang  dan rumus peluang matematika untuk kabur adalah 0,000001 persen. Sebab matanya seakan memakan dua bola mataku.

“Loker no berapa?  0 berapa?” Pria yang tadi dipanggil Kyu itu menghentikan langkahnya saat ia melihat apa yang dilihat oleh pria baju putih itu. Aku, kini mendapat tambahan di tatap 5 pasang bola mata berwarna hitam kelam mengerikan.

“Ada tamu rupanya.” Sembul salah seorang dari mereka, ia tersenyum. Yah.. tersenyum amat.. manis.

“nama?”  Tanya yang lainnya.

“El.. ah bukan… namaku Kim Hyunjae.”

Pria yang dari tadi dipanggil Ryeowook itu membuka mulut. “Oh rupanya kau yang tidak di terima surga maupun neraka itu?”

Pahit, hambar, menusuk tepat di hati. Hatiku masih berfungsi karena perkataan tajam setajam matanya itu berhasil menohokku 100%. “iya.”

“Kecewa?” tanyanya dengan senyuman dingin.

Dewa kematian benar-benar tahu caranya mematikan seseorang.

“ Sudah jangan mempermainkannya.” Pria yang tadi tersenyum manis itu menghampiriku tetap dengan senyuman yang sama. Amat manis tapi hambar. Pria itu menjulurkan tangannya kearahku. “namaku setelah mati : ‘Eun. Hyuk’,  meninggal 9 tahun lalu karena jatuh dari jurang. Itu Yesung,meninggal 11 tahun yang lalu….”

Aku berusaha menangkap semua ceritanya tapi terlalu panjang, yang kutahu ia menjelaskan kisah 5 orang  : dirinya si Eunhyuk, lalu ada Yesung, Kyuhyun, Kibum, dan Shindong. Mereka sama sepertiku. Sudah mati dan menunggu waktu reinkarnasi untuk menebus dosa lalu setelah itu baru diputuskan masuk surga atau neraka.

Tiba-tiba seseorang yang bernama Kyuhyun merangkul Ryeowook dan mulai bicara. “Dan yang terakhir. Dia Kim Ryeowook atasan kami  meninggal 8 tahun yang lalu. Dia meninggal karena menolong seorang gadis dan yang lucu gadis itu…“

“tutup mulutmu Kyu.” Ryeowook menepis tangan Kyu dan pergi dari tempat itu.

“Jangan marah dong. Ini bukan bumi, tak ada gunanya kau berbohong.” Ujar Kyu dengan santai.  Lalu ia mendekat kearah dan membisikan fakta baru. “gadis itu dirimu.”

Mataku membesar dan menatapnya tak percaya.

“Itu faktanya, tanya saja padanya kalau tak percaya.” Ujar Kyu dengan enteng.

“Kyu jangan bicara lagi, Ryeowook menambah 200 orang untuk mati besok.” Ujar Shindong yang langsung menyeret Kyu kembali ke ‘tempat kerja’ mereka.

:::

Entah orang mati butuh tidur atau tidak yang pasti aku tertidur dan begitu aku terbangun langitnya masih sama, disini tak ada matahari ataupun bulan. Aku melihat sekeliling dan tidak ada siapa-siapa. Kumpulan orang berisik itu juga tidak ada. Dan rumah ini terlalu besar, aku  menyusuri rumah ini lalu terhenti di depan pintu yang lain, begitu kubuka ada sesuatu kehidupan.

Seperti cerita Alice in Wonderland, Aku seakan masuk dalam dunia baru yang serba warna warni, ada bunga mawar sebesar bunga bangkai, tetapi ada juga bunga lili sekecil semut. Ku telusuri jalan setapak sambil mengagumi setiap hewan dan tumbuhan yang ada. Tak ada yang seindah ini di dunia.

Aku memejamkan mataku menikmati suara kehidupan. Perlahan kudengar suara gesekan daun secara kasar dan seakan-akan dinjak-injak oleh sesuatu yang besar. Dan anehnya walau aku sudah mati  aku takut jika itu singa , macan, ataupun beruang, yang paling buruk mungkin saja dinosaurus.

Dan kini aku jatuh terduduk melihat binatang besar setinggi kira-kira 4,5 meter didepanku. Warnanya kuning, bertotol-totol coklat, memiliki kaki panjang dan leher panjang, binatang itu mulai mengendus-ngendus diriku. Di detik berikutnya ia menjilatku dengan lidahnya yang besar dan membasahi seluruh mukaku.

“Kiki!!”

Ryeowook muncul dari semak-semak tempat jerapah ini keluar. “Kenapa kau bisa disini?” tanyanya

“ Ah.. Itu… Ng.. pintunya… “ Aku kehabisan akal. “Ah! Jerapah ini piaraanmu? Namanya kiki?” ternyata otakku masih berfungsi.

Dia mendesah maklum lalu tersenyum, senyuman itu manis, semanis coklat termanis didunia. “iya.”

“Tinggi sekali. Kenapa jerapah?”

“Tidakkah kau lihat dia manis?” Ia tersenyum tambah lebar, sepertinya ia benar-benar menyukai jerapah.

Aku mengangguk, tak mau mengganggu kebahagiaanya. Dia bercerita bahwa aku orang pertama selain dirinya yang melihat kiki. Kiki itu pemalu dan tak mau bertemu dengan orang. Dia bercerita banyak sekali dan aku mendengarkannya dengan baik.

Dia membuat taman ini dengan ijin dari yang Maha Kuasa.  Tugasnya sebagai dewa kematian hanya menentukan siapa yang mati itupun berdasarkan perintahan atasannya. Dari semua lontaran perkataannya dia tidak mengerikan sama sekali. Dia seseorang yang manis, dan lembut.

:::

Sekarang hampir 100 tahun aku tinggal di rumah ini dan amat sangat menyenangkan melewati hari-hari di rumah  ini. Terkadang ada masalah seperti salah  memasukan data yang meninggal dan membuat kacau satu tatanan langit. Aku menikmati setiap hari yang berlalu dan yang terpenting Ryeowook selalu ada disampingku.

Dia seseorang yang suka bercerita dan membuatku tak pernah bosan. Kadang kami berbagi pendapat mengenai apakah manusia ini harus meninggal besok, lusa, atau 15 tahun lagi. Percakapan yang tidak masuk akal jika menjadi manusia. Kadang kami bercerita hanya tentang kami atau tentang 5 manusia penganggu yang selalu datang dan pergi sesuka hatinya.

Hari itu ketika semua telah pergi, aku duduk dibangku taman ajaib itu. Kiki masih ada disana tingginya bertambah menjadi 5,25 meter. Bunga ditaman ini makin banyak dan semuanya tampak hidup seperti di bumi.

“Selamat tahun kematianmu yang ke 100.” Ucap seseorang bersuara khas.

Aku tersenyum lebar melihat sebuah kue kecil di tangannya, hal yang biasa ia lakukan setiap tahunnya, ditanggal kematianku. Kue khusus untuk kami berdua. Tidak ada lilin, sebab tak ada yang kuinginkan dan ia tahu itu. Hidup di langit jauh lebih indah dibanding di dunia.

Aku memakan kueku, dan harus kuakui kue buatanya adalah kue terenak yang pernah kumakan. “Lucu sekali, kita makan. Padahal kita sudah mati.”  Ucapku membuka guyonan hari ini.

Ia ikut tersenyum bersama dengan diriku sangat lebar dan menenangkan. “lihat makanmu belepotan seperti manusia.” Dia mengusap samping bibirku dengan lembut.

Kusadari aku jatuh cinta dengannya, bahkan bagi seorang yang sudah mati dan jantung tak berdetak lagi aku dapat merasakan getarannya setiap ia menyentuhku.

“Ryeowook..”

“Sst.. Jangan bicara apa-apa Hyunjae. Kau tahu itu tabu.”

Kupendam kembali perasaanku. “ Mm terimakasih sudah mengingatkan.”

Ia mengusap palaku dengan lembut dan menghabiskan kue miliknya. “Aku punya kado untukmu.” Ujarnya dengan nada riang.

Selama 100 tahun aku menerima kue tapi tak pernah menerima kado apapun. “Jangan bercanda.”

“Sungguh. Aku yakin kau pasti menyukainya, sebab aku tak menyukainya.”

“Ha?”

Ia kembali menghilang di antara bunga tulip warna warni di taman itu. Aku hanya menghabiskan sisa kueku dan merenungi apa yang Ryeowook ucapkan. Tentu saja Tuhan mengizinkan semua orang saling mengasihi tapi saling mencintai di atas langit… itu tabu. Walau dibilang dewa Zeus adalah pencinta wanita tetap saja , Surga itu suci dan Neraka itu siksaan. Sedangkan aku berada diantaranya.

“Guk~ guk~”

“Gyaaa, jangan dekati aku. Oke! Diam disitu serigala nakal.” Suara Ryeowook terdengar diantara gonggongan anjing, membuat pikiranku buyar dan mencari asal suaranya.

“GYAA!” Teriakku begitu melihat seekor anjing manis di hadapanku. Terlalu manis, bentuknya menyerupai serigala tapi sama sekali tidak menakutkan. “keren!!”

“Lihat! Kau menyukainya.” Ucap Ryeowook.

Aku tertawa. “Ini hadiah untukku?”

“namai dia sesukamu.”

:::

Hari-hariku diatas langit benar-benar menyenangkan. Setiap hari ada tawa dan keindahan disini melebihi bumi. Tidak seharusnya orang takut akan kematian jika ia akhirnya berlabuh ditempat seindah ini. Tapi lainnya dengan neraka. Neraka… aku tak pernah kesana. Ryeowook bilang aku tidak boleh kesana karena itu bukan tempatku. Tempat itu 5000 juta kali lebih mengerikan dari bumi. Kalau Surga katanya 5000 juta kali lebih menyenangkan dari bumi. Sedangkan tempat kami… seperti penggambaranku.

Hampir 500 tahun ku habisi hari-hariku dengan kebiasaan yang sama tapi tak membosankan.

Keesokan harinya adalah tepat tahun ke 500 kami bersama. Bukankah waktu bumi sama sekali tak berarti di tempat ini. Aku tak tambah tua, begitu pula Ryeowook kami sama seperti pertama kali kami mati.

“Selamat kematianku yang ke 500.” Ucapku sambil membawa kue.

“Kau membuatnya? Ada keajaiban apa hari ini?” tanyanya sambil mencoel krim diatasnya. “Aku baru saja mau membuatnya.” lalu memasukan krim it ke mulutnya

Aku hanya tersenyum, dan memakan bagianku. “Aku hanya ingin berterima kasih, aku tak akan tahu apa jadiku… Yah.. jika di hari kematianku kau tidak mau menerimaku.”

“Kau sudah mengatakan itu ribuan kali.”

“Ryeowook-ah..”

“Mm.. menurutmu jika kita reinkarnasi, akankah kita bertemu kembali?”

Ryeowook membesarkan matanya dan terkejut akan pertanyaan bodohku. “Apa yang sedang kau pikirkan Hyunjae? Sudah kukatakan berkali-kali itu hal tabu.”

“ Karena di tempat ini adalah tabu.. tapi di dunia tidak.”

“Ssst.. Aku mohon jangan bicara lagi, dan jangan berpikir bodoh.”  Ujarnya sambil berusaha meluruskan kembali pikiranku.

Tapi tampaknya memang benar kaum hawa adalah pembawa sial kaum adam. “Kalau begitu jawablah kenapa kau menyelamatkanku waktu itu? Bahkan aku tak mengenalmu saaat itu, aku tak tahu kau menyelamatkan nyawaku walau akhirnya aku juga mati.”

Matanya kini menatap sedih kedua mataku. “Itu masa lalu, itu urusan dunia, dan cinta itu kodrat dari Tuhan.”

“Kalau begitu ini juga keinginanNya.”

“Tahukah kenapa dirimu dan diriku tak bisa masuk surga dan masuk neraka?” tanyanya sambil menggenggam tanganku untuk pertama kalinya.

Aku menggeleng lemah.

“Itu karena kita seperti ini.” Ia memperlihatkan padaku tangannya yang menggenggam erat tanganku. “Sudah lama ingin kukatakan, aku mencintaimu, aku membutuhkanmu, aku ingin kita bertemu kembali.. tapi kenapa tak kukatakan karena aku tak tahu apa yang akan terjadi pada kita jika aku mengatakannya.”

“Kalau begitu katakan dan mari kita lihat apa yang terjadi.” Wanita itu bodoh dan pemikirannya sempit, mungkin terkadang pernyataan itu benar sebab aku ada diantaranya saat ini. “Aku mencintaimu, aku membutuhkanmu, dan aku ingin kita bertemu kemba…”

Ryeowook menghentikan ucapanku dengan sentuhan bibirnya yang hangat di bibirku.  500 tahun berlalu dan akhirnya aku dapat menyampaikan perasaanku. Perjalan panjang… benar-benar amat panjang..

:::

Kami melakukan dosa seperti manusia. Kami memang tak layak di surga tapi entah kenapa Tuhan terlalu baik untuk menjatuhkan kami dalam neraka. Ia memberikan kami kesempatan yang lain. Sama seperti manusia..

Aku dipindahkan berjuta-juta kilometer jauhnya dari rumah Ryeowook, dan sudah tak mungkin untuk bertemu dengannya. Aku dikurung di sebuah kamar dengan satu jendela dan Tuhan melalui perantaranya menyuruhku merenungkan kembali perbuatanku. Tapi aku tak merasa salah, sungguh seperti manusia bebal.

Seseorang masuk ke ruanganku dan menghampiriku. “Hyunjae, minumlah sedikit air, aku mengambilnya dari sungai nil.”

“Terima kasih Kevin.”

Kevin nama malaikat yang di utus Tuhan untuk melindungiku dan selama 50  tahun ini dia menemaniku dengan setia. Setiap hari ia mengunjungiku 3 kali, menceritakan hal-hal yang lucu tapi sayangnya aku belum bisa tertawa dengan tulus.

Bahkan cerita Ryeowook yang tak lucu sekalipun dapat membuatku tertawa. Sebenarnya apa itu cinta?

“Kudengar Ryeowook mulai menjalani hidupnya dengan biasa lagi. Bukankah itu kabar baik. Jangan seperti ini Hyunjae.”

Aku langsung mengalihkan pandanganku padanya. “Dia baik-baik saja?” Entah kenapa aku kecewa mendengarnya sekaligus bersyukur. Rasa kecewa karena merasa tak adil hanya aku yang seperti ini tapi bersyukur dia sudah kembali seperti biasa.

“Aku tak tahu ini bisa membantumu atau tidak.. tapi salah satu anak buah Ryeowook menitipkan ini padaku.” Dari tongkat sihirnya ia berhasil memunculkan seekora srigala, ah bukan…Senyumku langsung mengembang lebar, setalah 50 tahun kini aku kembali tersenyum.

Kulihat Kevin ikut tersenyum,“Anjing ini milikmu kan?”

Aku mendekap Siberian husky-ku dengan erat dan dia mulai menjilatiku seperti biasanya. “ya.”

“Akhirnya aku melihat senyummu lagi.”

:::

Bertahun-tahun lagi kulalui dan semuanya mulai membaik. Aku sudah mau keluar rumah bergaul dengan orang-orang sekelilingku. Berkenalan dengan Leeteuk Malaikatnya para malaikat, dan juga Donghae yang tampan gemilang tapi sedikit beloon, ada juga Eunji si malaikat yang paling baik hati dan deretan nama lainnya yang tak kalah baik. Tempat ini berbeda dari tempat Ryeowook yang penuh dengan keributan tempat ini tenang dan lebih penuh kebahagiaan.

Lingkungan ini adalah lingkungannya dewa Kehidupan, dewa yang mengatur siapa yang akan lahir, dimana, siapa orang tuanya dan sebagainya. Benar-benar berbeda 180  derajat. Tapi tetap taman disini tak ada yang seindah taman di rumah Ryeowook dan tidak ada jerapah setinggi kiki di tempat ini.

Tempat ini selalu damai, dan seharusnya begitu tapi sepertinya kehadiranku adalah sebuah masalah.

“Ryeowook akan reinkarnasi?” Aku mendengar suara Kevin

“Memang saatnya sudah  tiba, ia harus menebus dosanya.” Jawab Leeteuk dengan tenang.

“Bagaimana dengan hyunjae? Ia bertahan selama ini karena ia tahu Ryeowook masih ada disini.”

Aku terdiam sebentar dan membayangkan kalau Kevin tidak akan pernah membawa kabar dari Ryeowook lagi, apa yang harus kulakukan? Aku tak bisa hidup. Apa itu Cinta?

Leeteuk dengan senyum tenangnya. “Tuhan sudah memutuskannya. Kau juga tidak harus memikirkan gadis itu meski kau penjaganya. Ia sudah mati dan seharusnya ia melupakan sifat manusiawinya.”

Kevin terdiam larut dalam pikirannya yang tak pernah bisa ku tebak.

“Kevin, Kau tahu apa yang tabu dalam tempat kita ini? Jangan mementingkan perasaanmu padanya. Aku tahu apa yang kau rasakan.”

“A.. Apa? Tidak.. bukan begitu. Aku  tidak mencintainya.”

Aku terdiam berpikir kemana pembicaraan ini akan terjurus.

“Aku tak mengatakan kau mencintainya. Lupakan semua itu sebelum Tuhan marah.”

Aku pergi dari tempat itu dan berharap tak mendengar apa-apa lagi. Kulupakan hari itu dan biarlah semua berlalu…

:::

Hampir 1000 tahun usiaku saat ini dan menjalani kehidupan antara Surga dan Neraka.

Eunji masuk ke kamarku dengan wajah yang murung, entah karena apa. “Hyunjae, kau dipangil Leeteuk.” Ucapanya seakan tak rela.

Aku tak mengerti dan hanya pergi sesuai dengan katanya.

Perawakan Leeteuk selalu menyenangkan, aku selalu suka saat ada disekitarnya tapi tidak hari ini.

“Kevin akan reinkarnasi. Tuhan mengetahui perasaannya padamu. Walau kau berpura-pura tidak tahu, aku tahu kau juga mengetahui isi hatinya.”

“A.. Aku..”

“Jangan mengatakan apa-apa.” Ucapnya lalu tersenyum lembut kearahku. “Aku tak mengerti kenapa Tuhan mengirimu kesini tapi setiap masalah adalah berkat. Tak pernah kehadiranmu menjadi masalah bagiku. Jika ini yang harus terjadi maka terjadilah. Waktu Reinkarnasimu  4 tahun lagi dan kau akan dilahirkan sebagai adik Kevin. Hanya ini yang bisa kuberitahu.  Kembalilah keruanganmu dan siapkan segala sesuatunya.”

:::

4 Tahun kemudian aku berdiri di gerbang antar dunia dan surga, perjalanan panjangku akan di mulai lagi… pergi ke dunia.. dan lahir kembali sebagai manusia.

Setidaknya walau saat sampai di dunia aku akan lupa semuanya… ku tahu saat aku membuka mata nanti aku tidak sendirian sebab aku akan punya kakak, aku akan punya tanggal lahir yang sebenarnya, aku akan punya orang tua, dan terakhir mungkin aku akan bertemu lagi dengan Kim Ryeowook.

Gerbang di buka oleh dua malaikat yang tersenyum kearahku.

“Kali ini ingatlah dan lakukan hukum surga dan jauhi hukum neraka. Sehingga nanti namamu tercatat dalam daftarku.” Ucap salah satu penjaga itu dan saat itu kuingat dialah penanya waktu aku pertama kali sampai disini…

Kisah El telah berakhir sepenuhnya dan Kim Hyunjae akan lahir di dunia..

1000 tahun berlalu dan kini kisah dimulai kembali…

___ANOTHER PARADISE THE END___

please wait ‘ Another Life’ I will make it ASAP after my crazy final exam done!! and wish me luck!!

Love you ELF!! wish u like it ^^

dun worry I will make it more daebak for Another Life ^^

Please leave the comments❤ love love from ur beloved author!