Annyeong yeorobuuuun!!!
Author @gyumontic datang lagi dengan FF tentang keluarga Cho (keluarga kesukaan author) hahahhaa.
Sperti biasa, author membawa cerita2 ringan aja, penuh tawa, tanpa air mata dan gak perlu berpikir keras waktu membacanya.

Well, hope you enjoy it.
Don’t forget to comment!😀
Kamsahamnidaaaa….

—-

Cast :
-Cho Kyuhyun
-Song Hyejin
-Cho Kihyun

Setengah jam sudah dilalui Kyuhyun hanya untuk memandangi wajah Hyejin, istrinya, yang tidur sangat lelap seolah tidak ada apapun yang bisa membangunkannya. Kyuhyun tersenyum puas. “Cantik,” gumam Kyuhyun sambil membelai wajah Hyejin.

“Can…tik,” tiru Kihyun, anak Kyuhyun dan Hyejin, sesuai kemampuannya sebagai anak berusia 3 tahun.

Kyuhyun beralih kepada batita yang 99 persen mirip dirinya itu. “Kau sudah bangun, nak? Apa tidurmu nyenyak?” Tanya Kyuhyun sambil mencium kedua pipi Kihyun dengan gemas.

Kihyun mengerang menolak. Ia bahkan mendorong Kyuhyun agar menjauh. “Eomma!! Eomma!!” Pekik Kihyun berulang kali meminta pertolongan.

Bukannya menjauh, Kyuhyun semakin merajalela menciumi Kihyun. “Yaa Kihyun-ah! Eomma sedang tidur, dia tidak bisa menolongmu. Sini, main sama appa,” kata Kyuhyun sambil mencium perut Kihyun dengan gemas.

“Eommaaaa! Eommaaa!” Pekik Kihyun lagi yang kini diiringi isak tangis. “Huwaaaa! Eomma!!”Mendengar anaknya menangis, Kyuhyun berhenti menciumi Kihyun. “Ya, Kihyun-ah. Kenapa kau menangis? Appa kan cuman mencium-mu. Jangan menangis lagi. Ayolah. Nanti appa kena marah eomma. Kihyun-ah,” bujuk Kyuhyun agar Kihyun berhenti menangis.

“Eomma!! Eomma!! Eooommaaa!!” Seru Kihyun nyaring sambil mengguncang-guncang tubuh Hyejin dengan tangan mungilnya sampai Hyejin terbangun.

“Huumm… Kihyun kenapa menangis, nak?” Tanya Hyejin sambil menggendong Kihyun dan menepuk-nepuk punggungnya pelan.

“Appa. Hik! Hik! Hik!” Jawab Kihyun dengan kepala yang tersembunyi di bahu ibunya.

Hyejin menatap Kyuhyun meminta penjelasan. “Aku hanya menciuminya, sayang. Kihyun begitu lucu. Aku gemas. Ia tidak suka tapi aku tidak bisa berhenti. Masa aku tidak boleh main dengan anakku sendiri?” Jelas Kyuhyun dengan jujur.

Hyejin mengusap-usap kepala Kihyun yang sudah mulai berhenti menangis. “Appa hanya ingin main dengan Kihyun. Kenapa Kihyun menangis? Appa sayang dengan Kihyun makanya mencium Kihyun. Kalau bukan appa, nanti siapa yang beli mainan Kihyun? Humm?” Ujar Hyejin pelan-pelan meluruskan masalah ayah dan anak itu.

Mendengar kata mainan, kepala Kihyun kembali tegak bahkan berani menatap Kyuhyun. “Appa,” ucap Kihyun pelan.

“Apa, jagi?” Sahut Kyuhyun lembut.

Kihyun tidak menjawab. Ia malah menatap Hyejin dengan bingung. Hyejin tersenyum. “Minta maaf pada appa. Appa, mian. Bilang saja begitu. Ya, nak?” Kata Hyejin lalu memindahkan Kihyun dari gendongannya ke pangkuan Kyuhyun.

Kihyun mendongak untuk melihat Kyuhyun. “Appa, mian. Aku mau main,” ucap Kihyun dengan lucu membuat Kyuhyun gemas sehingga kembali menciumi Kihyun.

“Call! Nanti kita pergi beli mainan baru,” kata Kyuhyun disambut sorakan gembira dari Kihyun. Sedangkan Hyejin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kedua Cho-nya begitu maniak kepada mainan.

—-

Hyejin masuk ke dalam kamar, mengganggu kedua manusia kembar berbeda ukuran, Cho Kyuhyun dan Cho Kihyun, yang sedang khusuk sekali bermain angry birds. “Yap! Selesai main game-nya,” kata Hyejin sambil menarik galaxy note 8.0 dari tangan mungil Kihyun.

“Eomma!!!” Teriak Kihyun.

“Yeoboo!!” Teriak Kyuhyun.

Hyejin menghela nafas panjang. “Kalian sama saja. Haish… Kihyun, ayo mandi. Kamu harus sekolah. Appa juga harus ke kantor,” ujar Hyejin.

Kihyun melipat kedua tangannya di dada dan memalingkan wajahnya dari Hyejin. “Aku tidak mau sekolah,” kata Kihyun.

“Aku tidak mau ke kantor,” kata Kyuhyun ikut-kutan.

“Geurae. Tidak masalah. Kihyun tidak sekolah berarti tidak akan ada mainan buat Kihyun. Appa tidak ke kantor berarti appa tidur di luar selama-lamanya,” ancam Hyejin.

Kyuhyun dan Kihyun saling berpandangan. “Eomma serius, Kihyun-ah. Appa tidak mau tidur di luar. Kihyun tidak mau tidak punya mainan kan?” Kata Kyuhyun kepada Kihyun.

Kihyun mem-pout-kan bibirnya membuat Hyejin gemas sehingga tidak tahan untuk tidak menciumnya. “Okee, anak eomma yang tampan sekarang mandi ya. Minjung ahjumma sudah menunggu di kamar,” kata Hyejin.

“Ne, eomma,” sahut Kihyun lalu berpindah ke kamarnya.

Kyuhyun menatap Hyejin sambil mem-pout-kan bibirnya. “Waeyo? Kenapa kau belum mandi juga?” Tanya Hyejin.

“Mana ciuman untukku? Kalau kau cium, baru aku mau mandi,” ujar Kyuhyun dengan manja.

“Shireo! Kau belum mandi. Aku tidak mau mencium pria bau,” sahut Hyejin.

“Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan ke kantor,” balas Kyuhyun sambil merebut kembali galaxy note 8.0 dari tangan Hyejin.

“Heissssh! Arra! Arra!” Cup. Hyejin mengecup bibir Kyuhyun. “Sekarang ayo mandi. Kau ada meeting kan?”

“Heiiissh. Aku minta ciuman bukan kecupan. Kau mau menggodaku, heh?” Kata Kyuhyun sedikit kesal. Ditaruhnya galaxy note 8.0 yang baru diambilnya tadi ke tempat tidur lalu berdiri sehingga berhadapan dengan Hyejin.

Kyuhyun melangkah maju pelan-pelan sehingga memaksa Hyejin melangkah mundur sampai terpentok lemari. Kyuhyun terus maju sampai tubuhnya menempel dengan tubuh Hyejin, mengunci dari kedua sisi tubuh wanita itu. “Rasanya aku harus mengingatkanmu bagaimana ciuman itu,” ujar Kyuhyun lalu mencium Hyejin tepat di bibirnya, yang semakin lama semakin intens, tidak melepasnya sampai Hyejin kesulitan bernafas.

“Aku sesak,” kata Hyejin sambil mendorong Kyuhyun sedikit menjauh. Kyuhyun memamerkan senyum evil-nya yang sangat disukai Hyejin.

“Itu baru namanya ciuman. Sekarang baru aku mau mandi. Apa kau mau mandi bersama, sayang?” Goda Kyuhyun dengan gaya nakalnya membuat Hyejin tersipu malu sampai pipinya memerah.

Kyuhyun tertawa terbahak-bahak karena berhasil menggoda Hyejin. “Urus Kihyun dulu sana. Jangan lupa nanti kau harus ke kantor,” kata Kyuhyun sambil berlalu ke kamar mandi.

Tawa Kyuhyun masih terdengar cukup keras dari dalam kamar mandi membuat Hyejin kesal. “Yaaa! Cho Kyuhyun!!” Protes Hyejin tapi Kyuhyun tetap saja tertawa.

—-

Hyejin menunggu Kihyun di dalam mobil bersama Jungmin, asisten sekaligus tangan kanan Kyuhyun untuk menjaga Hyejin dan Kihyun kemanapun mereka pergi.

“Nyonya, sudah membaca TopClassSocialite hari ini? Nyonya Hyemi bertengkar lagi dengan Tuan Kyuhyun,” kata Jungmin.

Hyejin tertawa pelan. “Jungmin-ssi, kau tahu sendiri sejak hamil Kihyun aku sudah jarang sekali buka website itu. Mengurus dua laki-laki itu sudah menyita sebagian besar hidupku,” kata Hyejin. “Kenapa lagi dengan Hyemi dan suamiku?”

“Kalau dari yang aku baca, tuan Kyuhyun menolak ide nyonya Hyemi,” jawab Jungmin.

“Ah, itu sih biasa. Biar saja. Nanti mereka juga baikan sendiri,” kata Hyejin yang sudah mengenal Hyemi dan Kyuhyun. Hyejin tahu bahwa kedua sepupu itu memang susah sekali akur. Sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah. Biasanya, kalau sedang mood, Hyejin akan menjadi penengah.

“Eomma! Eomma!” Seru Kihyun yang langsung menghambur masuk ke dalam mobil, duduk merapat kepada Hyejin. “Gambarku dapat nilai A+. Lihat!” Seru Kihyun lagi sambil memamerkan gambarnya yang memang mendapat nilai A+.

“Anak eomma memang pintar. Kalau gitu, eomma akan traktir Kihyun makan es krim coklat kesukaan Kihyun. Bagaimana?” Hyejin menepuk-nepuk kepala Kihyun dengan penuh kasih sayang.

Kihyun bersorak gembira. “Es krim! Yeaaay!!”

“Tapi kita jemput appa dulu ke kantor ya. Biar kita makan es krim bersama.”

“Neee, eomma. Ahjussi, kajja!”

“Ne, Kihyun-ah. Kajja!” Sahut Jungmin yang langsung melajukan mobil menuju kantor Song-Cho Corporation, perusahaan tekstil dan fashion terbesar Korea milik keluarga Song dan Cho, dimana Kyuhyun bertindak sebagai Direktur Utama.

Kihyun melompat keluar dari mobil mewah milik appa-nya begitu Jungmin selesai memarkirkannya tepat di depan lobby. “Eomma, ppaliwa!” Seru Kihyun sambil menarik Hyejin keluar mengikutinya.

“Sebentar Kihyun sayang,” sahut Hyejin mengikuti Kihyun masuk ke dalam kantor.

Tidak ada yang tidak mengenal anak kecil menggemaskan yang sedang berlari riang menuju lift itu karena ia begitu mirip dengan orang nomor 1 di gedung ini.

“Kihyun-ah, apa kabar? Mau ketemu appa ya?” Sapa pegawai yang bertemu dengan Kihyun di tengah jalan.

“Kihyun dengan siapa ke sini?” Tanya pegawai yang lain.

“Aigoo, Kihyun-ahh. Kau tampan sekali. Kalau sudah besar, mau tidak sama anak ahjumma? Anak ahjumma cantik kok,” sahut pegawai yang ikut mengerumuni Kihyun.

Kihyun hanya tertawa menikmati kepopulerannya. “Aigoo Kihyun-ah, kau populer sekali. Mana eomma?”

“Appa!” Seru Kihyun yang langsung berlari dari kerumunannya dan melompat ke gendongan Kyuhyun.

Seketika pegawai-pegawai Song-Cho Corporation memberi hormat kepada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum. “Santai saja. Selamat istirahat dan selamat bekerja,” ucap Kyuhyun kepada mereka.

“Ne, sajangnim. Kamsahamnida.”

Kyuhyun berjalan bersama Kihyun menuju lobby, tempat Hyejin sedang mengobrol dengan Hyemi. “Jangan coba-coba mempengaruhi Hyejin. Jawabanku tetap tidak, Cho Hyemi. Kalau kau keras kepala, aku akan melaporkannya kepada Jongwoon hyung,” kata Kyuhyun membuat Hyemi cemberut.

“Aku tidak mempengaruhi Hyejin. Kenapa kau negative thinking terus padaku sih, Oppa?” Protes Hyemi kesal.

“Aku tidak negative thinking. Aku hanya memberitahumu sebelum kau menghabiskan energimu untuk membujuk Hyejin,” sahut Kyuhyun.

Hyejin menepuk tangannya sekali. “Baiklah Cho Kyuhyun dan Cho Hyemi. Perdebatan kalian mengenai aku menjadi model line pakaian dalam, aku tidak mau. Kkeut! Mari kita makan siang,” tegas Hyejin.

Kyuhyun menjulurkan lidahnya kepada Hyemi seolah mengatakan, “Kan sudah aku bilang!” Hyemi tidak mau kalah, ia pun menjulurkan lidahnya dengan kesal.

“Appa. Ahjumma,” kata Kihyun bingung melihat appa-nya dan Hyemi ahjumma-nya yang bertengkar seperti Kihyun jika bertengkar dengan temannya.

“Yaak! Cho Hyemi! Cho Kyuhyun!”

Hyemi memeluk Hyejin kemudian mengecup kedua pipi Hyejin. “Aku mau makan siang dengan Jongwoon Oppa saja. Bisa sakit kepalaku kalau dengan suamimu terus. Sampai jumpa, Hyejin, Kihyun,” ucap Hyemi lalu meninggalkan keluarga kecil itu.

“Ayo kita makan es krim. Tadi Kihyun dapat nilai A+ untuk pelajaran menggambar jadi eomma mau mentraktirnya es krim coklat. Kajja!” Kata Hyejin dengan ceria.

“Kihyun dapat nilai A+? Wow! Hebat! Kihyun mau hadiah apa dari appa?” Puji Kyuhyun kepada anak batita yang sedang digendongnya.

“Angry birds! Angry birds!” Jawab Kihyun dengan semangatt.

Kyuhyun tertawa. “Gampaaaang. Nanti malam kita main angry birds lagi. Kalau eomma sudah tidur biar tidak ada yang menganggu. Betul?” Telapak tangan Kyuhyun terangkat untuk toss dengan Kihyun.

“Betul!” Jawab Kihyun girang sambil memberikan toss mungilnya kemudian tertawa girang dengan appa-nya.

“Heishh. Ayah anak sama saja. Ayo kita makan. Eomma sudah lapar,” ujar Hyejin berjalan lebih dulu ke mobil yang sudah menunggu di depan lobby. Kyuhyun dan Kihyun menyusul di belakang sambil tertawa-tawa cengengesan karena berhasil membuat Hyejin kesal.

—-

Hampir tengah malam, Kyuhyun baru bisa masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Dilihatnya Hyejin dan Kihyun yang sudah terlelap. Diciumnya kedua orang yang sangat dicintainya itu secara bergantian.

“Humm, kau sudah selesai? Appa bilang apa?” Tanya Hyejin yang tiba-tiba terbangun karena ia memang sensitif dengan kehadiran Kyuhyun.

“Tidak ada masalah berarti. Semua baik-baik saja. Apa Kihyun daritadi menungguku?” Sahut Kyuhyun, menatap Kihyun dengan penuh kasih sayang.

“Iya, dia menunggumu untuk main angry birds tapi dia ketiduran. Besok pagi tampaknya dia akan menagih janjimu,” kata Hyejin.

Kyuhyun tertawa. “Tidak masalah. Setiap pagi aku selalu punya waktu. Sekarang aku mau menagih janjimu,” kata Kyuhyun.

Kening Hyejin berkerut bingung. “Aku memang ada janji apa?” Tanya Hyejin.

“Heisssh. Masa kau lupa? Waktu ulang tahunku kemarin kan kau janji bulan madu ke-dua. Sejak ada Kihyun, kau selalu menomorduakan aku,” rajuk Kyuhyun seperti dia bukan pria berusia 31 tahun yang juga merupakan seorang direktur. Tapi Hyejin selalu suka Kyuhyun yang bersikap manja seperti itu.

Hyejin tertawa. “Mianhe, jagi. Kihyun kan masih kecil tidak mungkin aku meninggalkannya. Lagipula kau kan sibuk di kantor. Nanti saja kita atur waktunya kalau Kihyun sudah bisa ditinggal, suamiku sayang.”

“Selalu begitu. Menyebalkan,” rajuk Kyuhyun lalu berbaring di sebelah Kihyun, membelakangi Hyejin. Jika sudah seperti ini hanya ada satu cara agar Kyuhyun kembali normal, merayunya.

Hyejin duduk bersila di lantai pinggir tempat tidur sehingga wajahnya sejajar dengan wajah Kyuhyun. Cup. Hyejin mengecup bibir Kyuhyun. “Kau mau bulan madu kemana memangnya? Humm?” Tanya Hyejin.

“Terserah,” jawab Kyuhyun singkat.

“Kapan?” Tanya Hyejin lagi.

“Besok.”

“Besok?!”

“Kenapa? Tidak mau? Kalau gitu, tidak usah merayuku. Aku tidak akan baikan kalau kau tidak mau.”

Hyejin mendengus. “Dasar pemaksa. Baiklah, besok kita ke Jeju 3 hari. Cukup?”

Wajah Kyuhyun berubah 180 derajat menjadi sangat cerah. “3×24 jam bersamamu, aku rasa cukup. Kihyun bisa kita titipkan pada Minjung dan eomma. Bagaimana?”

“Memang aku bisa menolak?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Gomawo, sayang. Aku mencintaimu,” ucap Kyuhyun lalu mencium kening Hyejin.

“Aku rasa aku lebih mencintaimu,” balas Hyejin.

“4 tahun yang lalu. Sekarang, aku yang lebih mencintaimu. Kau lebih mencintai Kihyun,” debat Kyuhyun tidak mau kalah.

Hyejin menyerah. “Dasar appa tidak normal. Masa cemburu pada anak sendiri? Heisssh…”

“Biar saja. Suka-suka aku. Kenapa memangnya? Kau tidak suka?”

Hyejin tersenyum. “Tidak. Aku suka. Suka sekali.” Bergerak sesuai dengan insting manusia yang dimiliki, Kyuhyun dan Hyejin menautkan bibir mereka menjadi satu, saling melumat dengan lembut, menikmati satu sama lain.

—-

Hyejin berjalan bersama Kihyun masuk ke rumah orang tua Kyuhyun. “Kihyun, eomma kan mau pergi dengan appa ke Jeju. Kihyun sama haelmoni ya. 3 hari saja. Ya?” Kata Hyejin dengan berat hati. Sebenarnya, ia tidak tega meninggalkan Kihyun tapi Kyuhyun juga membutuhkan dirinya.

“Kenapa Kihyun tidak boleh ikut?” Tanya Kihyun dengan matanya yang mulai memerah tanda ia akan menangis.

“Eomma dan appa ada pekerjaan di sana. Kihyun bisa bosan kalau ikut,” kata Hyejin terpaksa berbohong.

Kihyun mulai menangis. “Shireo!!! Kihyun mau ikut!! Kihyun gak mau sendirian!!” Teriak Kihyun sampai menggema ke seluruh rumah.

“Kan ada haelmoni. Kihyun tinggal di sini saja dulu ya. 3 hari saja. Ya, sayang ya? Di sini ada angry birds juga kok,” Bujuk Hyejin mati-matian.

“Andwe! Kihyun mau main dengan appa. Appa! Appa!” Teriak Kihyun semakin kencang membuat Hyejin menyerah.

Hyejin membawa Kihyun yang sedang tidur dalam gendongannya menuju ruangan Kyuhyun. Dengan tatapan penuh penyesalan, Hyejin memberitahukan Kyuhyun, “Kita tidak bisa meninggalkan Kihyun. Ia menjerit histeris memanggilmu saat aku mau menitipkannya pada eomma. Aku tidak tega.”

Kyuhyun mengambil alih Kihyun dari Hyejin ke dalam gendongannya. “Terus bagaimana? Batal? Aku sudah memesan semuanya loh,” kata Kyuhyun.

“Tidak perlu. Kita ajak saja Kihyun. Aku rasa ia tidak akan terlalu merepotkan. Otte?”

Dengan penuh kasih sayang, Kyuhyun mencium Kihyun tanpa membangunkan batita mungil itu. “Terserah kau saja. Pokoknya tujuanku memberi teman untuk Kihyun harus kesampaian,” kata Kyuhyun sambil mengerlingkan sebelah matanya.

“Maksudmu?”

“Aegi. Anak kedua. Bersiaplah, sayang,” bisik Kyuhyun berbuah sebuah pukulan di lengannya. “Heii, anakmu sedang tidur ini. Kau mau membangunkannya, hum?”

“Dasar mesum! Hiiish!” Gerutu Hyejin sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum-senyum evil, menggoda Hyejin. “Awas kau, Cho Kyuhyun!”

—-

‘Kkeut!’

Nb : sampai jumpa di cerita berikutnya… -Cho Kihyun

Posted from WordPress for BlackBerry.