Another Life

Author Rye is back ^^
FF ini kelanjutan dari Another Paradise >>https://admirefanfiction.wordpress.com/2013/03/07/another-paradise/ and its special because its Ryeowook’s day! #happy27thRyeowook

Happy Reading!!!
Hope you like it ~~ ^^

Main cast:

– Kim Hyun Jae-El
– Ryeowook- SJ member

Another Cast:

– EunHae (Eunhyuk Donghae SJ)
– Leeteuk (SJ)
– Yesung (SJ)
– Kyuhyun (SJ)
– Ukiss – Kevin
– Yeonhee (as Hyunjae’s cingu)😄

Another Life START!

Saat laki-laki itu menginjakkan kakinya di pintu gerbang menuju ke bumi, ia berdoa untuk pertama kalinya. Ia memejamkan matanya dan mulai memohon pada Tuhan

“Aku tidak pernah memohon sesuatu, tapi untuk kali ini biarkan aku mencintai seseorang dengan sederhana.”  Pintanya untuk yang pertama dan terakhir di kehidupannya yang akan menjadi masa lalu.

Dan ia seakan melewati lorong yang amat sangat panjang , perlahan-lahan ingatannya menghilang, tubuhnya mengecil, dan ia merasa nyaman dalan suatu lingkaran besar. 9 bulan ia menunggu dalam lingkaran itu dan keluar dengan susah payah dari rahim yang ia tahu namanya kemudian adalah ‘Ibu’.

“Dokter, anak saya sehat?” Tanya seorang wanita muda yang seakan baru menghadapi medan perang, yang wajahnya penuh dengan peluh keringat.

Tangisan bayi terdengar dari ruangan kotak serba putih itu.

“Sangat sehat dan tampan.” Ucap dokter itu dan wanita muda itu tersenyum lebar.

“Kim Ryeowook namanya.” Ucap Ibu baru itu sebelum kehilangan kesadarannya.

Saat itu kalender menunjukkan tanggal 21 Juni 1987.

Dua puluh lima tahun lebih delapan bulan kemudian….

Ryeowook memutar-mutar pensil ceteknya sambil mendengarkan aransemen lagu melewati earphone-nya.  Ditemeni segelas bubble tea diatas meja kayu tua dengan interior caffee sangat klasik.

Sesekali dia memperhatikan gerak jarum jam yang terasa sangat lambat. Berkali-kali ia melirik saat pintu terbuka tapi yang di tunggunya tak kunjung datang. Dia mencoba meredamkan perasaan dengan meminum bubble tea-nya.

Dia kembali membuka buku not baloknya. Di pojok kanan atas tertulis tanggal 18 Februari 2012.  Itu tanggal hari ini. Dan di bawahnya hanya ada gambar beberapa not balok, baru awalnya. Ia menuliskan beberapa not balok tambahan tapi kegiatannya berhenti saat melihat dua pria di hadapannya.

“Ryeowook-ah maaf, Babo Donghae meninggalkan dompetnya dan baru sadar di tengah jalan,dan aku juga lupa bawa uang.” Ucap orang yang duduk lebih dulu dihadapan Ryeowook

“Ya Eunhyuk-a! Bilang saja kau tak mau membayariku, dasar pelit!”  Balas Donghae, lalu duduk disamping Eunhyuk.

“Kau punya uang lebih banyak dariku!” Eunhyuk lalu mulai membahas pembagian uang dan pekerjaan mereka sebagai artis yang lagi naik daun.

Hyung!” panggil Ryeowook dengan tegas membuat pasangan itu berhenti berdebat.

“oh okay! Kita selesaikan masalah ini di dorm.” Balas Donghae ke Eunhyuk dan mulai fokus pada Ryeowook.

“Aku tidak bisa.” Ucap Ryeowook tiba-tiba.

EunHae langsung terdiam seketika. Eunhyuk mengerjap-ngerjapkan matanya lalu mulai mengoceh. “Kau sudah janji membuatkan lagu untuk kami! Album kami keluar tiga bulan lagi, kau menyuruh kami menunggu kau bilang hari ini pasti jadi.”

“Apa yang harus kami jelaskan pada perusahaan?” Donghae juga habis kesabaran.

Ryeowook membereskan peralatannya dan berdiri dari tempat duduknya dan melewati EunHae begitu saja.

“YA! KIM RYEOWOOK!” Donghae  ingin mengejar Ryeowook, rasanya ia ingin sekali menonjok muka Ryeowook tapi Eunhyuk disana menahannya.

:::

Ryeowook mendesah panjang, ia berjalan tanpa arah. Kakinya berhenti di depan toko musik, dan melihat Album CD dengan cover wajah EunHae dan hanya tersisa satu. Ia membalik cover CD itu dan melihat 15 judul lagu.

Tiba-tiba seorang perempuan merebutnya dari tangannya.

“Maaf! Benar-benar maaf. Bisakah kau berikan ini buatku? Aku betul betul berusaha menabung, tak jajan macam-macam, hanya untuk membeli ini. Oke?”

Ryeowook terdiam saja.

“OH OKAY! ASSA! Diam berarti iya. Terima kasih executive ahjussi!!” ucap gadis itu dan seakan takut Ryeowook akan mengambilnya kembali CD itu, ia buru-buru membayar di kasir.

“Yeonhee sudah kubilang kau harus menyisakan satu untukku! Bagaimana kau bisa memajang CD yang tinggal satu-satunya ini??” Omel gadis itu begitu sampai di meja kasir.

“Tapi aku menyisakannya Kim Hyunjae, lagipula akhirnya kau membelinya. Segitu sukanya kau dengan EunHae?” Ucap Yeonhee saat memberikan struk tanda sah CD itu menjadi milik Kim Hyunjae.

“Aku bukan suka dengan EunHae, aku suka lagunya. Terutama lagu buatanya composer Kim R. siapapun orangnya itu dia punya sense of music!” Hyunjae memasukan CD itu baik-baik ke dalam tas ranselnya. “Okay annyeong Yeonhee! Gomawo!” ucap Hyunjae lalu keluar dari toko musik itu.

Sambil berjalan ia mengeluarkannya Samsung galaxy note 2 nya dan menyumpalkan earphone di kedua telinganya. Memutar lagu yang sama seperti CD yang baru dia beli, dia bahkan men-download lagu ini secara legal melalui soribada. Ia ikut bersenandung bersama dengan suara duet EunHae.

Saking asyiknya bernyanyi Hyunjae bahkan tak mengetahui bahwa di belakangnya ada yang mengikut. Ryeowook sebenarnya ingin marah karena suara Hyunjae keluar dari tone sebenarnya. Tapi ia membiarkan gadis itu dalam dunianya. Entah kenapa ia merasa pernah melihat gadis ini entah dimana. Ketertarikannya itu membuat Ryeowook mengikuti Hyunjae.

Ia berada di samping Hyunjae saat mereka menunggu lampu merah untuk menyebrang. Diperhatikan baik-baik Gadis itu cantik, tapi dia bukan tipe feminim, ia memakai sepatu sports berwarna ungu, baju gombrong dan celana pendek serta tas ransel. Gadis ini tampaknya juga tidak terlalu suka tersenyum, selama menunggu lampu merah berganti hijau ia hanya menguap beberapa kali.

Lampu merah berubah menjadi hijau, Hyunjae berjalan mendahului orang-orang yang lain. Tiba-tiba seseorang berteriak “AWAS!!!”

Hyunjae mematung dan memandang kearah mobil yang akan mengambil nyawanya itu. Ryeowook berlari seperti orang kerasukan, mendorong Hyunjae kuat-kuat dan menggantikan posisi gadis itu.

Semua orang menahan nafas mereka saat melihat tubuh Ryeowook terpelanting sejauh 5 meter dari tempat Hyunjae tadi. Hyunjae terdiam sesaat  pikirannya seakan menembus ruang dan waktu. Orang dihadapannya bukanlah orang lain, ia punya firasat kuat tentang hal ini. Ia mendekat dan melihat Ryeowook dari dekat, darah terus mengalir entah dari mana. Hyunjae mulai menangis dan meraih tangan Ryeowook dia mulai berdoa.

Semua orang mulai berteriak berkerumun. Sebagian mengatakan Ryeowook akan mati, sudah mati atau hanya bisa kasihan atas nasib pria muda tampan ini.

“Tolong! TOLONG! Siapapun tolong telepon ambulans!!!!” Teriak Hyunjae lalu dengan air mata terus mengalir, ia meneruskan doanya.

:::

Between Heaven and Hell

 

Ryeowook seakan berjalan tanpa arah dan melihat teman lamanya disana.

“Apa aku mati…. lagi?” Tanya Ryeowook.

Laki-laki itu tersenyum dengan evil smile-nya yang khas. “Mungkin.”

“YA! CHO KYUHYUN!” Ryeowook mencengkram kerah baju Kyuhyun yang serba hitam. “Padahal akhirnya kami bisa bertemu.. akhirnya aku menemukannya walau dia tidak mengingatku, aku mengingatnya! Aku mau kembali!” ujar Ryeowook dan tangannya semakin mengeras.

“Biarkan aku hidup sekali lagi, bukan kah aku sudah berdoa, bukankah aku sudah meminta..” ucap Ryeowook lalu melepaskan tangannya dan menutup matanya degan tangannya. Ia tak pernah menangis selama hidup setelah menjadi dewasa, dan ia tak ingin menangis.

Leeteuk yang ternyata dari tadi disana hanya bisa mengamati. Entah kenapa ia merasa kasihan, dulu setiap hari ia mendengar tangisan Hyunjae selama 500 tahun. Kali ini dia melihat Ryeowook menangis dan mungkin akan menangis lebih panjang dari Hyunjae.

“Namamu Kim Ryeowook?” Tanya Leeteuk untuk mendapatkan perhatian..

Ryeowook menghapus air matanya dan hanya menatap Leeteuk dengan mata berair.

“kau tidak mati. Tuhan sedang menyusun cerita untukmu, jadi bersabarlah. Kau tahu novelis terbaik  untuk cerita romantis? Tuhan bisa membuatnya lebih indah 1000 kali lipat.” Ucap Leeteuk dengan tenang lalu memegang tangan kanan Ryeowook. “Tidur.” Ucapnya sambil menghentakan tangan Ryeowook.

:::

Satu hari berlalu, lalu satu bulan dan menjadi satu tahun, bahkan sekarang kalender tahunan sudah berganti dan di balik sebanyak 3 kali.

Seorang gadis memasuki sebuah kamar serba putih dengan tangan kanan membawa satu box berisi cake choco cream dan  tangan kirinya satu buket bunga.

“Ah~ Hyunjae, kau  sudah datang?”

“nee Yesung Oppa!” Hyunjae berjalan ke arah pot bunga yang mulai layu dan mengganti dengan bunga yang ia bawa. “Oppa! Hari ini hari ulang tahunku.”

Yesung tersenyum kecil. “Aku tahu dari minggu lalu kau heboh di twitter. Aku titip dongsaengku yah.” Ucap Yesung lalu pergi keluar dari kamar rawat.

Hyunjae duduk di tempat yang tadi di duduki Yesung. “Oppa hari ini aku bawa cake, aku ulang tahun hari ini.” Ucap Hyunjae lalu memperlihatkan cake yang dibawanya. “Tidurmu pulas sekali, mimpi apa saja? Untung kau orang kaya, untuk menyambung hidupmu selama satu tahun Yesung oppa mengeluarkan uang lebih dari ratusan juta.” Oceh Hyunjae lalu menyalakan lilinnya.

Ryeowook tetap tak bergerak dari tempatnya.

Hyunjae sudah menyalakan 18 lilinnya dan mulai berdoa. “Sama seperti tahun lalu biarkan Ryeowook bangun dan hidup sekali lagi.” Ucapnya lalu meniup semua lilinnya, bertepuk tangan sendiri, menyanyi lagu ‘happy birthday’ sendiri, dan memotong kuenya.

Saat ia ingin makan  kuenya ia melihat mata Ryeowook mulai terbuka perlahan-lahan, jarinya bergerak.  Ia segera menaruh kuenya di meja, “Omona.” Menekan tombol untuk memangil doktor dan berlari keluar berteriak sepanjang koridor memanggil doktor dan suster seperti orang gila.

:::

“SELAMAT RYEOWOOK-AH!” Teriak EunHae begitu pintu rumah di buka dan Ryeowook masuk.

Ryeowook hanya mengangguk kecil. Lalu melewati EunHae dan masuk ke kamarnya. EunHae melihat  kearah Yesung yang tadi di belakang Ryeowook. “Kata doktor, dia baik-baik saja. Dia pulih dengan baik seperti keajaiban, hanya tangannya belum bisa berfungsi dengan baik.”

“Lalu gadis itu??” Tanya Donghae menunjuk Hyunjae yang membawa peralatan Ryeowook selama di rumah sakit.

“Itu tangannya yang baru.” Ujar Yesung sambil tersenyum lebar, lalu masuk membiarkan EunHae bengong dan sedetik kemudian mereka mengambil barang-barang dari tangan Hyunjae yang hampir membuat gadis itu remuk.

“Dia baik-baik saja bahkan luka di saraf otaknya sembuh tanpa ada bekas. Hanya tangannya saja belum begitu pulih, mungkin dia akan sulit untuk menulis, tapi dia sudah boleh pulang.” Jelas dokter itu setelah memeriksa Ryeowook.

“Ta.. tapi dia composer, dia harus main piano untuk membuat lagu dan menulis not not balok.” Yesung melihat ekspresi Ryeowook yang tidak baik.

“tidak boleh, sampai dia sembuh total, mungkin 3 bulan ah.. atau setengah tahun.”

“Aku akan melakukannya!” ucap Hyunjae. “Bagaimanapun ia begini karena aku. Aku yang akan menjadi tangannya.

Tiba-tiba saja Ryeowook memandang Hyunjae tajam “Kau? Gara-gara gadis sepertimu?” jelas itu bukan pandangan bersahabat.

Hyunjae langsung merasa kecil, ia segera menundukkan kepalanya. “maaf.”

“Wook-ah. Dia benar-benar merasa bersalah karena itu setiap minggu dia berusaha datang menjengukmu, dia yang mengganti bunga di potmu, dia juga membawa banyak patung dan boneka jerapah agar kau tak kesepian.”

Ryeowook memandang Hyunjae dari atas ke bawah lalu ia melihat satu patung jerapah di dekatnya dan menjatuhkannya hingga pecah berkeping-keping.

Hyunjae membesarkan matanya dan melihat ke Ryeowook yang tampangnya tak berubah.

“YA! KIM RYEOWOOK!” teriak Yesung melihat sikap adiknya

“Dia bilang dia  mau jadi tanganku, bukankah kita harus menguji seberapa bergunanya gadis ini?”Tanya Ryeowook pada Yesung lalu pandangannya beralih pada Hyunjae “Kau tanganku kan? Cepat bersihkan.” ucap Ryeowook.

Yesung hanya bisa mendesah pelan, Ryeowook yang dulu sikapnya tidak jauh beda tapi ini jelas-jelas dua kali lebih parah dibanding sebelumnya. Tapi Hyunjae disana hanya tersenym dan melakukan perintah Ryeowook dengan tenang.

:::

“Aku haus.”

Hyunjae melihat kearah Ryeowook. “tapi oppa akukan sedang membereskan partitur mu,”

“Aku haus” ucap Ryeowook sekali lagi,

Hyunjae mendesah dan berjalan pergi ke arah dapur. Sudah tiga hari ia menjadi tangan tapi lebih mirip babu Kim Ryeowook dan benar-benar tidak menyenangkan. Ia tidak bisa menolak satu permintaanpun.

Ia kembali ke kamar kerja Ryeowook dengan satu gelas air., Ia menyerahkan gelasnya dan ingin kembali merapikan partiturnya tapi kertas partiturnya yang sudah disusunnya tadi bercampur kembali dengan kertas lain..

Hyunjae menggigit bibirnya dan kembali membereskan. Setelah selesai membereskan pekerjaannya, ia duduk di sebelah Ryeowook. “Aku tak tahu apa yang ada di pikiranmu. Tapi aku tak bisa membencimu.” Ucap Hyunjae

:::

Hyunjae menggigit jari jempolnya dan memandang apa yang ada di hadapnnya. Seharusnya benar, ia mengikuti sama persis seperti yang ada di buku resep, tapi entah kenapa hasil di depannya berantakan.

Ryeowook keluar dari kamarnya sambil meregangkan tubuhnya.  “Sudah jadi belum?” mata Ryeowook membesar saat melihat dapur kesayangannya berantakan. Ryeowook lalu memberikan tatapan tajam pada Hyunjae.

Ditatap Ryeowook seperti itu membuat Hyunjae mati kutu, ia hanya bisa diam di tempatnya sambil menunduk.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Ryeowook setengah berteriak. “Aku hanya menyuruhmu memasak ramyun.” Ucap Ryeowook lagi dan mendekat kompornya yang gosong dan sampah sayur dimana-mana.

“Ah.. Aku hanya berpikir kau terlalu sering makan ramyun, itu tidak sehat. Aku hanya ingin mencoba membuat tteokguk (semacam sup rice cake) ,”

Ryeowook berusaha mengambil sendok dengan tangannya yang masih kaku, begitu mencicipinya ia membanting sendok itu ke meja. “Tteokguk? Itu hanya gumpalan air dan tteok.”

Mata Hyunjae mulai berair… satu bulan sudah lewat dan seberapa tahan bantingnya Hyunjae… ia perempuan. Ia pergi ke toko buku hanya untuk membeli buku resep, dan ke pasar tradisional sendiri untuk membeli bahan. Tapi pria dihadapannya selalu bersikap seperti ini,

“Kau mau aku jadi Baek Seung Jo (pemain utama di Playfull Kiss) yang memakan sampai habis walau masakan Oh Hani tidak enak?” Tanya Ryeowook menatap Hyunjae tajam.

“kau hanya perlu menyuruhku membuangnya. Apa kau perlu mengataiku seperti itu?” Hyunjae mengambil panci yang masih panas itu dengan tangannya dan menahan rasa panasnya lalu membuang semua isinya ke tong sampah. Setelah itu panci itu lepas dari tangan Hyunjae.

Kini gantian Ryeowook yang terdiam, air mata gadis itu kini mengalir dan tangannya memerah.

“You’re so mean.” Ucap Hyunjae lalu berlari ke kamar yang di tempatinya selama sebulan ini.

Ryeowook beranjak dari tempatnya dan hendak mengetuk pintu kamar Hyunjae tapi ia mengurungkan niatnya saat mendengar pintu terbuka.

“Aku pulang.”  Ucap Yesung lalu membuka sepatunya.

“oh Hyung.” Panggil Ryeowook dan pura-pura tidak ada apa-apa dan berjalan ke ruang tamu lalu menyalakan TV.

Yesung merasa ada yang aneh, saat ia masuk lebih dalam dan melihat dapur yang berantakan, Yesung mendesah. “Kau buat masalah lagi?” Tanya Yesung setelah duduk di sofa samping Ryeowook.

Ryewook tidak menjawab hanya memencet tombol remot mengganti channel TVnya asal-asalan.

Yesung mengusap kepala Ryeowook pelan, “Kau harus belajar minta maaf. “ ucap Yesung lalu pergi mengetuk kamar Hyunjae.  “Hyunjae-ah ini oppa. Boleh aku masuk?”

Tapi Hyunjae tidak menjawab dan tidak membuka pintu juga.

“Kurasanya kali ini masalahnya lebih besar.Kau urus sendiri.” Ucap Yesung pada Ryeowook dan masuk ke kamarnya.

:::

Suatu hari Yesung pulang membawa satu anjing kecil dan memberikannya pada Hyunjae yang membukakan pintu.

“Omo!!” Hyunjae memperhatikan anjing manis di hadannya.

“Kau pasti kesepian kalau hanya berdua Ryeowook, aku pikir anjing ini bisa jadi teman yang baik.” Ujar Yesung .

Senyum Hyunjae langsung mengembang, ia melihat puppy siberian huski di gendongannya. Tampaknya anjing ini masih berumur 2 atau 3 bulan.

Tiba-tiba Yesung membisikkan fakta baru pada Hyunjae. “Dia .. kata-katanya memang kasar dan bukan seseorang yang bisa minta maaf, tapi ia menyuruhku membelikan anjing ini untukmu sebagai tanda permintaan maaf.”

Senyum Hyunjae mengembang seketika dan memeluk anak anjing itu lebih erat.

“Ssst ini rahasia,” ucap yesung lalu mengusap kepala Hyunjae pelan.

Tapi bukan Hyunjae namanya kalau tidak berterima kasih saat di beri hadiah, ia langsung berlari ke kamar Ryeowook. “Aku sudah memaafkanmu!” ucapnya begitu ia membuka pintu lalu menunjukan anjing kecil itu. “ini terima kasih.” Hyunjae tersenyum sangat lebar , untuk pertama kalinya dalam satu bulan setengah berada di kediaman Kim.

Ryeowook bengong sesaat, “YAA!! HYUNGGG!!” teriak Ryeowook dari dalam kamarnya.

:::

“Wook-ah~ Wook! Wook! Ayo makan!”  panggil Hyunjae mengulangannya berkali-kali.

Ryeowook memandang Hyunjae kesal. “Hentikan memanggilnya begitu!! Kenapa namanya Wook-ah?”

“uwahh Wook-ah kau benar-benar pintar, kau bahkan memakan makanan noona dengan baik tidak seperti Wook yang satu lagi.” Ucap Hyunjae saat melihat Siberian Husky-nya memakan lahap makanan anjingnya.

Baru Ryeowook ingin berteriak tapi bel pintu rumahnya berbunyi.  “Aish~ Hyunjae cepat lihat siapa yang datang!”

Hyunjae berlari kearah monitor Telkom rumah Ryeowook. “OMONA OMONA!! Ryeowook ah!! EUNHAE ~~!!!” Hyunjae langsung berlari ke depan pintu dan membukanya.

“Annyeong Hyunjae-ah~ bagaimana kabar uri Ryeowook-ie?” Tanya EunHae begitu pintu dibuka.

“tadi saat tau kalian yang datang mukanya langsung tertekuk.” Ledek Hyunjae dan membiarkan pasangan sejoli itu masuk.

Begitu EunHae masuk kedalam rumah Wook-ah langsung menggonggong membuat EunHae kaget.

“Wook-ah! Kita kedatangan artis hari ini.” Ucap Hyunjae dan langsung menggendong Wook-ah.

“namanya Wook-ah? Kenapa bisa ad disini?” Tanya Donghae lalu mengelus-ngelus kepala Wook-ah.

Senyum Hyunjae mengembang. “Ryeowook membelikannya untukku.” Entah kenapa rasanya ia ingin membuat semua orang di dunia ini tahu.

YA! YA! YA!” teriak Ryeowook tidak suka.

Eunhyuk langsung senyam senyum, “Kukira Ryeonggu tak suka anjing. Aish.. ryeonggu kau punya sisi seperti ini juga. Lain kali ku bawa Choco kesini.”

Muka Ryeowook tambah tertekuk. “puas kau?’ tatapanya seakan bertanyaa seperti itu saat melihat mata Hyunjae.

Hyunjae hanya mengulurkan lidahnya. “Eunhyuk oppa, Donghae oppa duduk saja dulu. Aku ambilkan jus strawberi, Ryeowook membuatnya.”

“YA! Kim Hyunjae apa kau perlu mengatakannya??” omel Ryeowook

EunHae tersenyum maklum. Lalu mereka bertiga masuk ke dalam kamar kerjanya Ryeowook.

“Ryeonggu kami ingin kau jadi composer untuk album baru kami. Waktunya masih 6 bulan lagi. Bisa kan?”

“Album kedua dan ketiga kami tidak sebagus album pertama. Aku rasa kami jauh lebih baik saat bekerjasama denganmu,” jelas Donghae.

Ryeowook mendesah. “Kau lihat keadaanku, aku tak bisa memainkan piano, tak bisa menulis bagaimana mau menciptakan lagu?”

Tiba tiba Hyunjae muncul dari balik pintu membawa sebuah nampan dengan 3 gelas cocktail di atasnya dan tersenyum”Ada aku kan?”

:::

Sejak hari itu hari-hari penyiksaan Hyunjae di mulai lagi. Kini ia harus lebih lama bersama Ryeowook, ia mulai diajari main piano, menulis not balok dan mengetuk irama.

“Ku bilang do! yang kau pencet itu la!” ucap Ryeowook frustasi. Ia berdiri dan meninggalkan Hyunjae sendirian.

Hyunjae memencet tuts tuts piano itu asal. “Ryeowook-ssi adalah laki-laki kasar, Ryeowook ssi sungguh menyebalkan. Ryeowook ssi tidak sabaran.” Dia menyanyi dengan suara falsnya bersama dengan suara piano.

3 jam lewat dan Hyunjae dikurung di ruang kerja Ryeowook itu. Ia seakan menjadi anak kecil yang di hukum ibunya karena ulangan matnya dapat merah. Baru saja Hyunjae ingin mengetuk pintu lagi agar dibukakan pintu itu dibuka dan menabrak Hyunjae.

“oh.’ Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Ryeowook saat Hyunjae tergeletak di lantai karena Ryeowook membuka pintu.

“Tidak kah kau diajari cara minta maaf?? Yesung oppa begitu baik, apa kau lahir dari indung telur yang beda?” ceramah Hyunjae yang berakhir mendapat pukulan Ryeowook dengan gulungan kertas.

“Jangan berisik, mulai belajar dari sini.” Ryeowook menyodorkan gulungan kertas yang tadi digunakan Ryeowook memukul kepala Hyunjae.

Hyunjae misuh-misuh sendiri sebelum menerima gulungan kertas itu dan membukanya. Perlahan senyum Hyunjae mengembang saat melihat Ryeowook memberikan catatan awal saat ia masih belajar di sekolah musik, bahkan kertas itu sudah lecek-lecek tapi msih terbaca dengn baik.

“Jangan senyam senyum begitu dan kembali latihan!’

:::

“Aku merasa kau itu sial, Tipe cowok seperti Ryeowook itu… argh benar-benar musuh perempuan.” Ucap Yeonhee saat selesai menyeruput strawberry smooties nya.

“tapi.. dia baik kok, dia memang tidak pernah minta maaf tapi dia memberikanku lebih dari sekedar kata maaf, dia membelikan Wook-ah, mencari selama 3 jam catatan masa sekolahnya hanya untukku, akhir-akhir ini dia makan sampai habis masakanku walau sambil mengoceh. ” cerita Hyunjae dengan senyum tak hilang dari wajahnya.

Yeonhee mendesah panjang. “kau puas hanya dengan seperti itu? Jangan bilang kau bahagia dengan sikapnya yang seperti itu? Kau mau menikah dengan orang seperti itu?”

Bukannya menjawab wajah Hyunjae malah memerah.

Yeonhee hanya bisa memandang kasihan sahabatnya. “babo.” Ucap Yeonhee sebelum berdiri. “Aku harap tangan Ryeowok cepat sembuh dan kau jangan pernah bertemu dengannya lagi. Kembalilah ke rumah dan tinggal bersama oppamu.” Yeonhee mengusap kepala Hyunjae lalu berjalan keluar caffee itu.

Hyunjae termenung memikirkan perkataan Yeonhee, itu membuatnya mengingat oppa satu-satunya yang ia milikki. Ia mengeluarkan handphonenya dan ingin menelpon seseorang tapi sebelum ia memencet tanda call ia mengurungkan niatnya

:::

“Hyunjae! Kim Hyunjae!!!” teriakan Ryeowook menggema di ruang kerjanya.

Hyunjae yang tadi sedang bermain dengan Wook-ah langsung terkkaget dan berlari ke tempat Ryeowook. “Ada apa lagi?”

“Kau mematikan komputernya?” Tanya Ryeowook panic.

Hyunjae menganggukan kepala. “komputer itu seharian menyala, jadi kupikir..”

‘PIKIR? Kau berpikir?? Apa kau berpikir kenapa ia menyala seharian?? Aku membuat lagu didalamnya!!”

Hyunjae mematung di tempatnya dan menerima cacian ryewook yang semakin lama semakin kasar.

“Kalau kau hanya ingin mengacaukan kehidupanku kenapa tak sekalian kau ambil nyawaku saja waktu itu? Apa kau mau membuatku terjun dari lantai 13 apartement sebelah?”

Hyunjae berusaha menutup telinganya tapi Ryeowook terus mengoceh.

“Kau membuatku tidur lebih dari satu tahun, membuat tanganku tak bisa bergerak, memainkan lagu yang ku suka, menulis lagu yang ada di kepalaku, aku tak bisa melakukannya gara-gara kau! Dan sekarang kau hapus semua laguku?”

“AKU TAK MENGHAPUSNYA!” teriak Hyunjae lalu melempar sebuah usb dengan gantunggan jerapah ke depan kaki Ryeowook.

Ryeowook mematung, untuk pertama kalinya Hyunjae berteriak di hadapannya.

“Aku minta maaf kalau aku merusak hidupmu.” Ucap Hyunjae lalu menggigit bibir bawahnya. “Yeonhee benar seharusnya aku tidak bertemu dengan laki-laki sepertimu.”

Tiba-tiba saja… “HYUNJAE! Kim Hyunjae!!” teriakan dengan suara khas yang Hyunjae tahu terdengar.

Hyunjae berlari keluar dan membuka pintu lebar-lebar dan melihat seorang pria dengan emosi tak terkendali di hadapannya. Hyunjae segera memeluk pria itu dan menangis.

“Oppa.. Kevin oppa aku lelah” ucap Hyunjae

Kevin mengusap pelan kepala Hyunjae dan begitu melihat kedepan ia melihat Ryeowook. “kita pulang sekarang!” ucapnya pada Hyunjae dan membantu Hyunjae naik ke punggungnya .

:::

Hyunjae melirik kalender hari ini ulang tahun Ryeowook. Tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa. Hampir 2 mingu lebih mereka tidak saling berhubungan lagi. Hyunjae sudah kembali ke rumahnya dan tinggal berdua lagi dengan oppanya.

“Hyunjae, bibi Nam sudah memasak, kau mau makan sekarang? Tanya Kevin saat membuka kamarnya

“Oppa mianhe, seharusnya aku menuruti oppa untuk tidak ke rumah Ryeowook.”ucap Hyunjae sambil memaksakan senyumnya.

“oh. Sudahlah…” ucap Kevin dan membiarkan Hyunjae sendiri lagi,

Ryeowook berkutat di ruang kerjanya dan melihat usb yang dilempar Hyunjae dulu sampai sekarang ia tidak berani membukanya.

“YUUHUUU! RYEOWOOK AH!”  EunHae di ambang pintu berteriak bersamaan.

Ryeowook awalnya ingin tersenyum tapi langsung menjaga sikapnya “kalian mau apalagi?”

“Aku tdak melihat Hyunjae, hanya ada Wook-ah. Kemana dia?” Tanya Donghae.

“Tak tahu,” jawab Ryeowook singkat.

“wah sejak kapan Ryeowook suka barang-barang manis begini.” Ucap Eunhyuk saat melihat usb dengan gantungan jerapah di meja Ryeowook dan segera mengambilnya.

“YA ! KEMBALIKAN!” teriak Ryeowook dan berusaha mengambil kembali usbnya tapi karena Eunhyuk lebih tinggi ia tak sampai

Eunhyuk melempar USB itu kearah Donghae dan Donghae segera mencoloknya ke komputer Ryeowook

“Apa yang kalian lakukan?!”

“Sama kami tak usah malu-malu begitu Ryeowook ah, kita kan sudah 25 tahun lebih.” Ucap Eunhyuk yang merasa yakin bahwa isi flash disk itu adalah blue film.

Donghae meng-click dua kali data yang tersimpan dan suara dentingan piano berputar, bukan permainan sempurna tapi cukup baik. Tiba-tiba sebuah suara menyembul dari sana

“ Ryeowook ssi benar-benar bekerja keras untuk album baru. Karena itu aku pikir aku harus berusaha juga. Permainan Ryeowook masih belum begitu baik karena tangannya belum sembuh tapi aku berusaha menyempurnakannya. Maaf kalau aku lancang. hehehe“

Lagu yang direkam Ryeowook bersama suaranya jadi lebih merdu karena Hyunjae me-remake permainan piano Ryeowook di tambah dengan permainan Hyunjae.

EunHae terdiam tak bisa berkata apa-apa setelah mendengar suatu jenis musik yang sangat manis.

Tiba-tiba video mode berputar.

“Ups,, apa ini sudah nyala? Ah iya, sekarang pukul 12 siang tapi Ryeowook belum bangun ia begadang hingga jam 3 pagi untuk membuat lagu ini dan aku belum tidur sampai saat ini kkk. Aku terus memperhatikan usahanya. Ya! WOOK-ah jangan ganggu aku!” ucap Hyunjae saat tiba-tiba Wook-ah lompat kepangkuannya. “Aku minta maaf dan terima kasih untuk hidup sekali lagi.”

Ryeowoook langsung mengambil jaketnya yang digantung dan berlari keluar rumah begitu video Hyunjae berakhir.

“Jangan pulang kalau tak bawa Hyunjae!” ucap EunHae kkompak.

:::

Hyunjae membeli sebuah cake, setidaknya di setiap ulang tahun harus ada cake, itu prinsipnya. Ia berjalan tanpa arah tadinya setelah membeli cake ia akan pulang dan memakannya sendirian sampai habis. Tapi kakinya membawa ke toko musik awal ia melihat Ryeowook.

Ia hanya memandang dari luar dan mengenang kisahnya. Tiba-tiba seseorang mengambil kotak cake ditangannya. “Maaf! Bisakah kau berikan ini buatku? Hari ini hari lahirku.. Bolehkan ini untukku?”

Hyunjae terdiam saja.

“OH OKAY! ASSA! Diam berarti iya. Terima kasih executive agasshi!!” ucap Ryeowook dihadapannya,

Hyunjae langsung maju dan memukul Ryeowook berkali-kali. “Apa yang kau lakukan? APA YANG SEKARANG KAU LA….”

Tiba-tiba saja Ryeowook sudah mencium Hyunjae. “Maafkan aku. Aku salah. Aku takut kau akan pergi jika aku baik-baik saja. Maafkan aku.”

Air mata Hyunjae mengalir, kata ‘maaf’ kini semakin berarti karena pria dihadapannya ini akhirnya berhasil mengucapkan kata itu. Dan lebih dari semua itu saat ia mengatakan

Aku mencintaimu, aku membutuhkanmu, dan terima kasih karena kita bertemu kembali.”  Ucap Ryeowook sambil menghapus air mata Hyunjae.

“kau benar-benar jahat.”

Ryeowook tersenyum lalu memegang pipii Hyunjae dengan kedua tangannya “Aku tak menjanjikan apapun, tapi maukah kau mencoba bersama denganku selama hidupku?”

“Kita benar-benar melalui perjalanan panjang Ryeowook oppang~”  Ucap Hyunjae.

:::

Between Heaven and Hell

“Terkadang Tuhan terlalu baik bagi manusia.” Ucap Kyuhyun sambil memperhatikan kisah baru Ryeowook-Hyunjae.

“bukankah kau juga baik? Kau menghapus nama Ryeowook kan? Harusnya hari itu ia benar-benar mati.’ Ucap leeteuk yang ada di sebelah Kyu

Kyuhyun hanya menampilkan senyum kecilnya. “mungkin.”

~THE END~

Thanks for reading~

bener-bener makasih X)) i will be pleasure if u can leave comment ><

kkk  author @Ren_carnation finished this for Wook’s day! #happy27thRyeowook !!