Hyejin tersadar saat hari sudah larut malam. Tidak susah bagi Hyejin untuk menyadari bahwa dirinya sudah ada di kamarnya dan itu membawa kelegaan tersendiri untuk Hyejin. Tetapi yang mengejutkan dirinya adalah keberadaan Kyuhyun di dalam kamarnya.

“Kyuhyun,” panggil Hyejin.

Kyuhyun yang sedang membaca buku, mengalihkan perhatiannya kepada Hyejin. “Kau sudah sadar? Masih pusing dan mual?” tanya Kyuhyun yang jelas sekali masih khawatir.

Hyejin mengeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan.  “Maaf, sudah merusak hari ulang tahunmu,” kata Hyejin.

“Sudah. Aku yang salah memintamu ikut menaiki permainan itu,” sahut Kyuhyun lega mengetahui bahwa Hyejin sudah tidak apa-apa. “Lain kali aku tidak akan mengajakmu naik permainan seperti itu.”

“Terima kasih,” jawab Hyejin pelan.

Tiba-tiba Eomma Hyejin dan Siwon masuk ke dalam kamar Hyejin. “Sudah sehat, sayang?” tanya eomma Hyejin pada anak perempuannya itu.

Hyejin menganggukan kepala pelan.

Lalu Siwon menyahut, “Ternyata adikku ini lemah juga ya. Masa muter-muter gitu doang bisa pusing? Hahahahaha.” Siwon lagi-lagi mengganggu Hyejin dan Hyejin hanya bisa tersenyum kecut.

Siwon lalu menghampiri Kyuhyun. “Mobilmu belum menjemput,” kata Siwon pada Kyuhyun. “Apa muntahan Hyejin separah itu sampai-sampai lama sekali untuk membersihkannya?” Siwon lalu menatap kesal pada Hyejin walaupun itu hanya pura-pura.

“Maaf, Kyuhyun,” kata Hyejin merasa bersalah begitu melihat tatapan Siwon. Sedangkan Siwon hanya tertawa melihat Hyejin yang merasa bersalah. Hyejin pun hanya bisa cemberut.

“Tidak apa-apa. Aku bisa pulang dengan taksi,” jawab Kyuhyun.

“Tidak usah, nak,” kata Eomma Hyejin yang tidak rela membiarkan Kyuhyun pulang selarut ini dengan taksi. “Kamu menginap saja di sini. Kamu bisa tidur di kamar Siwon.”

“Terima kasih, ahjumma. Tapi saya tidak mau merepotkan,” jawab Kyuhyun sopan.

“Oh, tidak merepotkan. Malah itu ide yang sangat bagus,” sahut Siwon senang. “Ayo, Kyuhyun. Biarkan Hyejin sendirian meratapi kesalahannya. Hahahahahaha.” Siwon lalu mengajak Kyuhyun berpindah ke kamarnya.

“Siwoon oppaa,” kata Hyejin memanggil kakaknya yang akan keluar dari kamar tersebut.

“Apa, adikku sayang?” sahut Siwon.

“Habis kau besok pagi!” kata Hyejin yang dibalas dengan tawa renyah Siwon seperti biasa.

Pagi ini Hyejin berangkat kuliah seperti biasa karena mobil Siwon sudah diperbaiki. Sebelum berangkat kuliah, Hyejin melihat boneka beruang yang diberikan Kyuhyun duduk manis di tempat tidurnya dan berkata kepada boneka itu, “Ternyata kau tidak sedingin dan sesombong yang aku bayangkan, Kyuhyun.” Hyejin lalu menepuk-nepuk kepala boneka itu dan pergi.

Sesampainya di kampus, Hyejin langsung menuju kelasnya. Di dalam kelas Hyejin sudah ada Kyuhyun yang sedang duduk di tempat biasa Hyejin duduk.  Hyejin melihat Kyuhyun dikelilingi gadis-gadis teman sekelasnya. Hyejin yang merasa risih melihatnya memilih tempat duduk paling depan, dimana dia tidak bisa melihat pemandangan itu. Hamun, Johee dan Hyemi yang sudah datang dari tadi dan duduk di tempat biasa mereka duduk akhirnya pindah mengikuti Hyejin.

“Selamat pagi, Hyejiniiii,” sapa Hamun dengan penuh semangat.

“Pagi,” balas Hyejin ceria. Hyejin memperhatikan gaya Hamun yang tidak seperti biasanya. Hamun terlihat lebih feminin hari ini.  “Kamu pake make-up ya? Gelombangin rambut juga?” tanya Hyejin.

Hamun mengangguk malu-malu. “Gimana? Bagus gak?” tanya Hamun yang ingin mengetahui pendapat Hyejin.

“Cantik, beb. Cantik banget,” jawab Hyejin takjub melihat temannya mengubah penampilan 180 derajat. “Ada apa ini kok tiba-tiba kamu ganti gaya?” tanya Hyejin lagi.

“Ihiiiiy. Masa Hyejin gak tau?” sahut Johee jahil. “Hamun kan lagi naksir senior kita. Hihihi. Jatuh cintaaa oh berjuta rasanyaaaa..”

Hamun lalu mencubit Johee yang langsung berteriak, “Aaaaw! Sakit, Hamun.” Hyemi dan Hyejin pun tertawa melihat keduanya.

Kyuhyun yang mendengar suara tawa Hyejin langsung berdiri dari tempatnya duduk dan menghampiri Hyejin tanpa peduli gadis-gadis yang mengelilinginya dari tadi. “Hai. Selamat pagi,” sapa Kyuhyun pada Hyejin dan teman-temannya.

“Pagi,” jawab Hyejin dan teman-temannya tidak berbarengan.

“Sudah sehat?” tanya Kyuhyun pada Hyejin.

“Sudah,” jawab Hyejin sambil menganggukkan kepalanya. “Maaf sudah merepotkan.”

“Tidak apa,” sahut Kyuhyun. Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya lalu memberikannya pada Hyejin, “Coklat baik untuk kesehatan. Sampai jumpa nanti siang.” Setelah itu, Kyuhyun keluar dari kelas Hyejin.

Belum sempat Hyejin membuka coklat yang diberikan Kyuhyun, dosen Hyejin sudah datang. Hyejin segera memasukkan coklat tersebut ke dalam tas dan mengikuti kuliah.

Untuk hari-hari berikutnya, Hyejin selalu mendapatkan perlakuan istimewa dari Kyuhyun. Setiap pagi, Kyuhyun selalu sudah ada di dalam kelasnya untuk memberikan coklat atau permen untuk Hyejin. Setelah itu, Kyuhyun kembali ke kelasnya. Begitu juga jika kuliah sudah selesai, Kyuhyun akan sudah selalu ada di depan kelas Hyejin lalu mengajaknya makan kue dahulu sebelum mengantar Hyejin pulang.

“Aku bisa gendut kalo terus-terusan begini,” protes Hyejin suatu hari saat sedang makan kue. “Tiap pagi kau membawakan aku coklat atau makanan manis lain. Sorenya kamu mengajak aku makan kue. Huwaaaa, aku bisa gendut, Kyuhyun!”

Kyuhyun tertawa lalu menjawab Hyejin, “Walaupun kamu gendut, aku akan tetap jalan denganmu.”

Hyejin tidak menjawab apa-apa karena dia tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Kyuhyun.

Ada suatu pagi, Kyuhyun tidak muncul di kelas Hyejin dan hal itu membuat Hyejin gundah gulana sepanjang perkuliahan. “Kyuhyun tidak kemari pagi ini?” tanya Hyejin pada teman-temannya.

Bukannya menjawab pertanyaan Hyejin, teman-temannya itu malah menggoda Hyejin, “Cieeee, Hyejinii. Udah makin akrab ya sama Kyuhyun, beb! Ihiiiy!! Cieee, Hyejinii..”

Muka Hyejin langsung bersemu merah karena malu. Hyejin akhirnya pergi ke kelas Kyuhyun untuk menemuinya. Tapi ternyata Kyuhyun tidak ada.

“Siwon Oppa, Kyuhyun mana?” tanya Hyejin pada Siwon, satu-satunya orang yang berada di kelas itu.

Dengan gaya yang sok heran, Siwon mulai menggoda adiknya itu, “Ehm, ada apa ya tiba-tiba anda mencari Kyuhyun?”

“Ada perlu sedikit,” jawab Hyejin singkat.

“Ada perlu apa ada perlu? Humm?” goda Siwon lebih lanjut sambil senyum-senyum jahil pada adiknya. “Ayolah, adikku sayangg. Jujur pada oppamu ini.”

“Oppaaa,” kata Hyejin sambil mencubit Siwon dengan sekuat tenaga.

“Aaaaaaaw!! Sakit!” teriak Siwon kencang lalu mengelus-elus bekas cubitan itu. “Ihiy, adikku.”

Hyejin sudah mau mencubit Siwon lagi tapi Siwon berhasil berkelit sambil tertawa-tawa. “Oke. Oke. Hahahahahaah. Kyuhyun sedang sakit, sayang. Dia di rumahnya.”

“Sakit? Sakit apa, kak?” tanya Hyejin.

“Demam biasa katanya,” jawab Siwon. “Ehem, kau ingin menjenguknya ya?? Ihiy.”

Hyejin tidak membalas godaan Siwon. “Rumahnya dimana?” tanya Hyejin pada Siwon.

“Komplek Perumahan Cho No. 1,” jawab Siwon.

Setelah mengetahui alamt rumah Kyuhyun, Hyejin segera pergi. Sebelum ke rumah Kyuhyun, Hyejin membeli kue di depan kampusnya dahulu.

Ternyata tidak susah untuk menemukan rumah Kyuhyun. Komplek perumahan elit yang diketahui semua orang dengan rumah paling besar dan paling mencolok tentu mempermudah orang untuk mencari rumahnya.

Setelah mendapat izin dari petugas keamanan di gerbang rumah Kyuhyun, Hyejin segera masuk ke dalam rumah itu dan diantar oleh salah seorang pelayan Kyuhyun menuju kamar Kyuhyun. Itu adalah rumah terbesar yang pernah dilihat Hyejin seumur hidupnya.  Begitu banyak perabotan mewah dan ruangan-ruangan mewah di dalam rumah itu. Hyejin hanya bisa berdecak kagum melihatnya.

Hyejin telah sampai di depan kamar Kyuhyun dan segera masuk setelah diperbolehkan oleh penjaga kamar Kyuhyun. Hyejin melihat Kyuhyun sedang berbaring di tempat tidurnya dengan seorang perawat yang bertugas  menjaganya.

“Hai,” sapa Hyejin sambil menaruh kue bawaanya di samping tempat tidur Kyuhyun. “Kamu sakit apa, Kyuhyun?”

“Hanya demam biasa,” jawab Kyuhyun lemah.

“Tapi kenapa peralatannya sebanyak ini?” tanya Hyejin yang melihat peralatan-peralatan yang seharusnya ada di rumah sakit tapi kini ada di dalam kamar Kyuhyun. “Ada perawat juga lagi,” lanjut Hyejin.

“Hahaha. Mereka hanya terlalu berlebihan saja,” sahut Kyuhyun. “Kamu sendirian saja?”

Hyejin menganggukan kepala.

“Terima kasih,” kata Kyuhyun.

Hyejin lalu mengambil kue bawaannya dan membukanya. “Kamu mau makan kue?” tanya Hyejin.

“Mau,” jawab Kyuhyun semangat.

“Jangan,” sahut perawat yang menjaga Kyuhyun. “Tuan Muda belum boleh makan makanan sembarangan.”

“Tapi ini kan bukan makanan sembarangan,” protes Hyejin. “Kami sering kok makan kue ini dan Kyuhyun tidak akan kenapa-kenapa hanya karena makan kue ini.”

“Maaf. Bukan begitu maksud saya, Nona. Maksud saya, untuk sementara Tuan Muda hanya boleh makan makanan yang diberikan dokter,” lanjut sang perawat yang merasa bersalah.

Kyuhyun tertawa melihat tingkah Hyejin yang begitu polos. “Satu suap saja. Bagaimana?” tanya Kyuhyun pada perawatnya.

“Tidak boleh, tuan,” jawab perawat.

“Pleaaaase…” kata Kyuhyun yang kali ini dengan nada memohon.

“Baiklah. Satu suap saja,” jawab perawat yang akhirnya mengalah.

Hyejin tersenyum lebar mendengar jawaban si perawat. “Terima kasih,” kata Hyejin. Hyejin lalu memberikan satu suapan kue tersebut kepada Kyuhyun yang langsung ditelan Kyuhyun.

“Kue ini memang enak,” komentar Kyuhyun.

Setelah itu, Hyejin mengobrol dengan Kyuhyun sambil tertawa-tawa. Secara tidak sengaja Hyejin menemukan permainan ludo di dekat TV kamar Kyuhyun. Hyejin mengambil permainan itu dan mengajak Kyuhyun untuk bermain bersama. Kyuhyun pun tidak menolak.

Hyejin naik ke tempat tidur Kyuhyun dan menggelar permainan itu di atasnya. “Siapa yang kalah harus menuruti permintaan yang menang. Setuju?” kata Hyejin menentukan aturan permainan.

“Setuju!” jawab Kyuhyun semangat. “Kamu pasti kalah, Hyejin.”

“Kita lihat saja, kau yang pasti kalah,” tantang Hyejin tidak mau kalah.

Permainan berlangsung seru dan menegangkan. Hyejin dan Kyuhyun bersaing ketat untuk memasukkan pion masing-masing ke dalam kandangnya. Dan ternyata Kyuhyun memenangkan permainan.

“Aku menang,” kata Kyuhyun santai. “Kemarikan kepalamu.”

“Hah? Untuk apa?” tanya Hyejin.

“Yang kalah harus menuruti permintaan yang menang. Ingat?” jawab Kyuhyun santai. “Aku sebagai pihak yang menang mau menjitak kepala pihak yang kalah sekali saja.”

“Oh, kejamnya. Menjitak kepala anak perempuan itu tidak boleh, Kyuhyun,” sahut Hyejin mencoba menghindar.

“Aku tidak peduli. Kemarikan kepalamu,” kata Kyuhyun sambil tertawa-tawa.

Hyejin akhirnya mengalah. Hyejin mendekatkan kepalanya sambil menutup mata karena takut melihat kepalanya dijitak oleh Kyuhyun. Tetapi ternyata, Kyuhyun tidak menjitak kepala Hyejin. Kyuhyun justru mengecup kening Hyejin. “Terima kasih,” kata Kyuhyun lembut.

Hyejin yang kaget dengan perlakuan Kyuhyun langsung menarik diri dan turun dari tempat tidur. “Maaf, aku pulang dulu,” kata Hyejin gelagapan lalu pergi meninggalkan Kyuhyun.

Sepanjang perjalanan pulang, sampai di rumah dan sepanjang malam, Hyejin terus memegang keningnya. Dia merasa ada aliran listrik yang menyengat di keningnya. Tapi aliran listrik itu tidak kunjung menghilang meskipun Hyejin sudah berkali menggosoknya. Dalam tidurnya pun, Hyejin memimpikan kecupan itu.

Esok paginya saat Hyejin sedang sarapan, tanpa sadar Hyejin memegang keningnya lagi. Eommanya yang melihat langsung bertanya, “Kamu kenapa, sayang? Kepala kamu sakit?”

Hyejin langsung menurunkan  tangannya dan menjawab, “Gak kok, eomma.”

Dengan terburu-buru Hyejin menghabiskan sarapannya lalu mengajak Siwon untuk berangkat lebih awal. Siwon, yang belum sempat menghabiskan sarapannya, mengomel sepanjang perjalanan karena harus berangkat lebih pagi dari biasanya. Hyejin, yang pikirannya tidak terkonsentrasi pada Siwon, hanya bisa meminta maaf dan membelikan roti sebagai pengganti sarapannya.

Sesampai di kampus, Hyejin langsung menuju perpustakaan untuk menghabiskan waktu sebelum kuliah dimulai. Hyejin berencana untuk menghindari Kyuhyun sebisa mungkin.  Sekitar jam 8 kurang 5 menit, Hyejin keluar dari perpustakaan dan pergi ke kelasnya. Tetapi saat Hyejin mau masuk, Kyuhyun lebih cepat menahannya.

“Hai,” sapa Hyejin dengan janggal. “Sedang apa kamu disini? Kamu sudah sehat?” Hyejin menanyakan pertanyaan bodoh yang seharusnya tidak memerlukan jawaban.

“Jawaban pertama, aku sedang menunggumu dan itu telah aku lakukan kurang lebih setengah jam. Jawaban kedua, aku sudah sehat makanya aku bisa masuk kuliah,” jawab Kyuhyun sesuai dengan pertanyaan Hyejin.

“Oh, iya iya,” sahut Hyejin masih dengan janggal. Mata Hyejin pun tidak berani menatap Kyuhyun. Hyejin pura-pura mencari teman-temannya di dalam kelas padahal sudah dari tadi Hyejin menemukan sosok mereka.

Kyuhyun menyodorkan sekotak kue pada Hyejin lalu pergi. Hyejin yang masih bingung harus melakukan apa, membiarkan Kyuhyun pergi dan masuk ke kelasnya. Sepanjang perkuliahan, Hyejin sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Pikirannya benar-benar tertuju pada Kyuhyun. Begitu juga saat jam istirahat. Hyejin hanya menatap kue pemberian Kyuhyun sambil memegang keningnya.

“Kamu kenapa, beb?” tanya Hamun yang melihat Hyejin tidak seperti biasanya. “Sakit?”

“Gak kok,” jawab Hyejin.

“Ada masalah?” tanya Johee yang juga melihat keanehan pada Hyejin.

“Bukan,” jawab Hyejin.

Hyejin ingin bercerita tapi sedikit ragu karena ia menganggap apa yang terjadi padanya agak memalukan.

“Kalo ada apa-apa cerita ya, beb. Kita siap bantu kok,” sahut Hyemi.

Mendengar kata-kata Hyemi, Hyejin akhirnya memutuskan untuk menceritakan semua duduk permasalahannya kepada teman-temannya. Setelah mendengar cerita Hyejin, Hamun, Johee dan Hyemi mengatakan satu kata yang sama secara bersamaan, “Wow!”

“Aku rasa dia benar-benar suka padamu, Hyejin,” kata Hamun.

“Tidak mungkin. Dia bilang aku hanya untuk membantunya menghindar dari gadis-gadis centil kok,” jawab Hyejin berusaha menghapuskan opsi tersebut. Walaupun jika Hyejin memikirkannya,  wajahnya akan memerah.

“Atau jangan-jangan kamu yang mulai suka sama Kyuhyun,” kata Johee.

“Tidak mungkin. Aku hanya mengganggapnya teman,” jawab Hyejin lagi.

“Oke. Meskipun begitu, kamu gak seharusnya menghindar dari Kyuhyun seperti ini. Dia sudah banyak berbuat baik untuk kamu loh,” kata Hyemi.

“Iya sih,” sahut Hyejin pelan.

Setelah selesai kuliah, Hyejin segera pergi kelas Kyuhyun. Hyejin menunggu di depan kelas Kyuhyun. Tidak berapa lama, Kyuhyun keluar bersama teman-temannya. “Waw, sebuah kemajuan, Kyuhyun. Dia menghampirimu ke sini,” kata salah satu temannya. Kyuhyun hanya menjawabnya dengan tawa lalu mendekati Hyejin.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

“Terima kasih atas kuenya tadi pagi,” jawab Hyejin.

“Hanya itu? Bukannya kau marah padaku?” tanya Kyuhyun lagi dengan heran. Kyuhyun heran karena Hyejin datang untuk mengucapkan terima kasih bukan untuk memarahinya.

“Tidak, aku tidak marah padamu. Aku… aku hanya terkejut atas tindakanmu kemarin. Maaf,” kata Hyejin mencoba menjelaskan mengapa dia menghindar.

“Serius? Kamu gak marah sama aku? Beneran?” tanya Kyuhyun lagi memastikan.

Hyejin mengangguk.

Kyuhyun yang telah memastikan bahwa Hyejin tidak marah padanya langsung tersenyum senang. “Ayo, kita pulang,” ajak Kyuhyun dengan wajah ceria.

“Hai, sayaaaaang!!!” sapa Jaehyun pada Hyejin di suatu malam.

“Jaehyun eonniiii. Ada apa kak malam-malam begini kesini?” tanya Hyejin.

“Mau tidur sama Hyejin. Abis di kost-an eonni sepi, gak ada siapa-siapa. Hehehe,” jawab Jaehyun santai lalu masuk ke dalam selimut.

“Oalah. Tapi tidur sama Hyejin gak gratis loh. Besok Jaehyun eonni harus traktir Hyejin makan es krim,” kata Hyejin bercanda.

“Beres!” jawab Jaehyun santai. “Cuman es krim doang mah keciiiiil. Hahahahaa.”

“Beneran ya? Asiiiiiik!!” seru Hyejin kegirangan.

Mereka berdua lalu mengobrol sampai larut malam dan bangun esok paginya setelah Siwon mengetuk-ngetuk kamar Hyejin.

“Hyejin, Jaehyun. Banguuun!! Woiii. Mau ikut renang gak?” tanya Siwon.

Hyejin dan Jaehyun segera beranjak dari tempat tidur. Hyejin lalu membukakan pintu untuk Siwon sambil mengomel, “Banguni orang tuh pake perasaan kek. Jangan teriak-teriak kayak gitu. Kaget tau!”

“Sori. Sori. Hehehehehe,” sahut Siwon meminta maaf. “Ada yang mau ikut renang gak?”

Hyejin yang sangat suka renang menerima tawaran Siwon dengan senang hati. Hyejin segera menelepon teman-temannya sambil menyiapkan semua peralatan renangnya. Sayangnya, baik Hamun, Johee ataupun Hyemi tidak ada yang bisa ikut karena sudah memiliki acara masing-masing. Akhirnya, Hyejin pergi dengan Siwon dan Jaehyun saja setelah selesai sarapan.

Rupanya, Siwon janjian dengan teman-temannya untuk renang bersama. Beberapa orang pernah dilihat Hyejin di kampus tapi beberapa lagi belum pernah dilihatnya. Siwon segera menghampiri mereka dan diikuti oleh Hyejin dan Jaehyun. “Kenalin, ini adik aku. Namanya Hyejin,” kata Siwon pada teman-temannya. Teman-teman Siwon menyebutkan nama mereka satu per satu. Ada beberapa yang diingat oleh Hyejin dan ada beberapa nama yang tidak mampu menyantol di ingatan Hyejin.

“Mana Kyuhyun?” tanya Siwon pada teman-temannya.

“Ihhhiyy, Siwon nyariin calon iparnya yaaa??” goda Yeonhee, salah seorang temannya, sambil melirik Hyejin dengan penuh arti. “Tenang saja, dia akan datang setelah urusannya selesai.”

Siwon hanya tertawa lalu berkata pada Hyejin, “Sana ganti baju, anak kecil. Memang kamu mau renang pake kaus dan celana pendek seperti itu?”

“Iya, iya,” sahut Hyejin lalu pergi ke ruang ganti. Hyejin mengganti bajunya dengan baju renang lalu memasukkan semua barang-barangnya ke locker yang tersedia. Setelah itu, Hyejin melakukan pemanasan sebelum berenang. Saat Hyejin sudah merasa cukup melakukan pemanasan, Hyejin mulai berenang. Hyejin berenang bolak-balik dari satu ujung kolam ke ujung kolam yang lain dengan asiknya. Hyejin melakukan itu terus-menerus sampai Hyejin tidak sadar bahwa Siwon dan teman-temannya telah menunggu Hyejin di salah satu meja. Melihat dirinya sudah ditunggu, Hyejin segera naik dari kolam dan ikut bergabung dengan Siwon serta teman-temannya.

Rupanya disana sudah ada Kyuhyun. Kyuhyun sedang asik menikmati kentang gorengnya beserta minuman sodanya. Hyejin juga melihat Kyuhyun asik mengobrol dengan teman-temannya sampai-sampai kehadiran Hyejin  pun tidak bisa mengalihkan perhatian Kyuhyun.

Hyejin yang merasa kesal karena tidak mendapat perhatian dari Kyuhyun, sengaja duduk tepat di hadapan Kyuhyun untuk mencoba menarik perhatian Kyuhyun tapi rupanya gagal. Akhirnya, Hyejin pasrah. Hyejin memilih menyibukkan diri dengan makanannya dan mengobrol dengan Hyukjae, salah satu teman Siwon.

“Kau suka renang ya?” tanya Hyukjae membuka pembicaraan.

“Iya. Suka sekali,” jawab Hyejin ceria. “Apa oppa juga suka renang?”

“Humm, gak terlalu. Cuman senang main air. Hahahahaha,” jawab Hyukjae santai. “Selain renang, kamu suka olahraga apalagi? Jogging?”

Hyejin terlibat obrolan seru dengan Hyukjae yang ternyata diperhatikan oleh Kyuhyun. Kyuhyun bangkit berdiri dari kursinya lalu memaksa Hyejin bangkit juga dari tempat duduknya. “Cepat ganti bajumu lalu kita pulang,” kata Kyuhyun dengan tegas.

“Gak mau. Aku masih mau renang,” jawab Hyejin kesal.

“Ganti bajumu sekarang lalu kita pulang,” Kyuhyun mengulangi perkataannya.

“Gak mau,” sahut Hyejin dengan perkataan yang sama.

Kyuhyun mulai kehilangan kesabaran. Kyuhyun menarik Hyejin berdiri dari kursinya dan memaksa Hyejin masuk ke ruang ganti untuk mengganti bajunya. Melihat hal itu, Siwon tidak tinggal diam. Siwon memperingatkan Kyuhyun. “Hei, Kyuhyun!” seru Siwon lantang. “Hati-hati dengan adikku. Kalau sampai ada apa-apa, kuhajar kau.”

“Maaf,” sahut Kyuhyun sopan dan tulus.

Hyejin lalu mandi dan mengganti baju renangnya dengan baju biasa. Sedangkan Kyuhyun menunggu Hyejin di luar ruang ganti wanita. Setelah selesai, Hyejin menghampiri Kyuhyun dengan wajah marah. Meskipun begitu, Hyejin tetap menuruti perintah Kyuhyun.

Kyuhyun lalu berpamitan kepada teman-temannya, “Kami duluan. Permisi.”

“Hati-hati ya, Kyuhyun,” pesan teman-temannya.

“Ingat. Kalo ada apa-apa dengan Hyejin, aku akan menghajarmu, kawan,” kata Siwon sambil meninju lengan Kyuhyun dengan pelan lalu tertawa.

Melihat tingkah Siwon yang seolah tidak peduli akan nasib adiknya, Jaehyun mengajukan protes, “Kamu kok diem aja sih lihat Hyejin diperlakukan seperti itu sama Kyuhyun?”

“Tenang aja, sayaaaang. Mereka harus menyelesaikan masalah mereka sendiri,” jawab Siwon lalu tertawa lagi.

“Lagi-lagi kamu bertindak semaumu, Kyuhyun!” bentak Hyejin saat mereka sudah masuk ke dalam mobil. “Apa maksudmu tiba-tiba memaksaku pulang?! Hah?!”

“Diam!” Kyuhyun balas membentak.

“Kenapa aku harus menuruti perintahmu?!” kali ini Hyejin berteriak kencang. “Selama di sana, kau sama sekali tidak peduli padaku. Kenapa tiba-tiba kau memaksaku pulang?! Dasar aneh!”

“Aku bilang diam!” seru Kyuhyun sambil memukul jok mobil.

“Aku tidak akan diam!” Hyejin semakin mengencangkan suaranya.

“Terserah, kalau itu maumu,” sahut Kyuhyun.

Amarah Hyejin semakin memuncak. Hyejin menendang Kyuhyun lalu berusaha keluar dari mobil. “Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun.

“Kembali ke dalam. Aku muak terus berada di dekatmu,” jawab Hyejin.

“Tidak. Kau tetap di sini. Kita pulang sekarang,” sahut Kyuhyun yang langsung memerintahkan supirnya untuk menjalankan mobil.

Hyejin tidak bisa menolerir lagi semua perbutan Kyuhyun. “Apa maumu sebenarnya, brengsek?” tanya Hyejin yang masih belum bisa menenangkan diri.

“Buat apa kamu ikut-ikutan berenang? Mau memamerkan tubuhmu ke semua orang?! Dasar centil!” tuduh Kyuhyun tanpa memikirkan kata-katanya.

Mendengar itu, Hyejin langsung menampar wajah Kyuhyun sambil menangis. Emosinya sudah tidak bisa ditahan lagi. “Kau keterlaluan! Dasar brengsek!” teriak Hyejin kencang. “Turunkan aku!”

“Tidak!” jawab Kyuhyun ketus.

“Turunkan aku!” teriak Hyejin lagi.

“Aku bilang tidak ya tidak,” balas Kyuhyun masih dengan nada tinggi. “Lebih baik kau diam sampai aku antarkan kamu pulang dengan selamat.”

Hyejin sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tenaganya sudah terkuras untuk merasakan amarah yang begitu besar. Sesampai di rumah, Hyejin langsung masuk kamar dan membanting pintu kamarnya sampai tertutup.

“Aku harap kau menjadi penghuni neraka, Cho Kyuhyun!” seru Hyejin pada boneka beruang di kamarnya lalu melempar boneka beruang itu keluar.

Sudah seminggu berlalu sejak pertengkaran hebat itu tetapi Hyejin dan Kyuhyun pun belum berbaikan. Sudah seminggu juga Kyuhyun tidak menemui Hyejin. Begitu juga dengan Hyejin yang sudah seminggu menghindar dari Kyuhyun.

Melihat hal ini, Siwon akhirnya tidak tinggal diam. “Kamu masih berantem sama Kyuhyun?” tanya Siwon pada Hyejin saat jam istirahat.

“Oppa melihatnya gimana?” Hyejin balik bertanya.

“Masih,” jawab Siwon santai. “Tak ada inisiatif untuk berdamai kah?”

“Tidak! Tidak akan pernah! Dia yang salah kok! Enaak aja,” seru Hyejin dengan tegas. “Udah deh, oppa. Sampai mati aku juga gak akan mau minta maaf sama dia karena ini salah dia! Kalau oppa kesini cuman mau bahas itu, aku yang pergi.”

“Ouh. Ouh. Tenang, sayang,” sahut Siwon mencoba menenangkan Hyejin. “Oppa cuman mau bicara kok. Ayolah, kita bicara dari hati ke hati sebagai saudara. Oke?”

“Oke,” jawab Hyejin setuju.

Siwon lalu memulai pembicaraannya, “Selama hampir 5 tahun kakak temenan sama Kyuhyun, belum pernah kakak liat dia semarah dan sekalap itu terhadap seseorang apalagi sama seorang cewek.”

“Sekarang ketahuan deh aslinya,” sahut Hyejin spontan.

“Bukan itu maksudku, sayang. Dasar kamu,” kata Siwon. “Maksudku, Kyuhyun pasti punya alasan kenapa dia sampai begitu. Seminggu ini aku perhatiin Kyuhyun selalu uring-uringan, gak konsentrasi belajar karena masalah ini. Kamu gak kasihan?”

“Dia juga gak punya perasaan sama Hyejin,” jawab Hyejin.

“Oppa ngerti kenapa kamu sampai semarah ini. Kalo oppa jadi kamu mungkin akan melakukan hal yang sama. Tapi, apa gak bisa kamu maafin dia? Gak bagus loh marah lama-lama.”

“Sebenarnya oppa kesini mau bicara atau mewakilkan dia minta maaf sih?”

“Mau mendamaikan kalian berdua. Gimana? Kamu mau kan maafin dia?” Siwon berusaha membujuk Hyejin untuk memaafkan Kyuhyun dan berbaikan dengan dia.

“Sampai ada kuda berkaki dua pun, aku gak akan maafin dia,” jawab Hyejin ketus.

“Oke, oppa nyerah,” kata Siwon. “Kalian selesaikan saja masalah ini berdua. Silahkan.”

Ternyata Kyuhyun sudah ada di belakang Hyejin dari tadi. “Kau sungguh-sungguh tidak mau memaafkanku, Hye?” tanya Kyuhyun memastikan.

Hyejin tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun dan langsung pergi meninggalkan Kyuhyun sendiri.

Sore hari, setelah selesai kuliah Hyejin mengirimkan pesan kepada Siwon bahwa dia tidak akan pulang bersama Siwon. Hyejin akan ada sedikit urusan sehingga pulang agak telat. Tapi ternyata Hyejin pergi ke toko kue sendirian untuk menenangkan diri. Pertengkarannya dengan Kyuhyun telah begitu banyak menguras energinya. Hanya saja nasib Hyejin sedang sial hari ini. Pergi ke toko kue sendirian dengan maksud menenangkan diri tapi justru menambah masalah dalam dirinya.

Saat Hyejin sedang menikmati kuenya, tiba-tiba datang Henry dan pacarnya ke toko kue itu. Parahnya lagi, Henry menyadari keberadaan Hyejin di toko kue itu dan duduk bergabung di meja Hyejin bersama pacarnya.

“Hai, Hye,” sapa Henry santai. “Lama tidak bertemu. Apa kabar?”

“Baik,” jawab Hyejin singkat.

“Kenalin, ini pacarku. Namanya Hyuna. Mahasiswi sini juga cuman beda fakultas sama kamu,” kata Henry lagi.

Ternyata Hyuna juga mahasiswi di universitas ini. Pantas saja mereka berdua sering terlihat ke toko kue ini secara toko kue ini dekat denngan kampus dan rasanya enak.

Henry mengajukan beberapa pertanyaan basa-basi yang hanya dijawab Hyejin dengan singkat. Hyejin sudah tidak kuat lagi melihat Henry di hadapnnya. Saat Hyejin merasa air matanya akan jatuh, ia berpamitan untuk pulang lebih dulu, “Permisi, aku duluan.”

Hyejin lalu pergi keluar dari toko itu dan menangis sepanjang kakinya melangkah entah kemana. Saat itu, Hyejin menyesal kenapa harus pergi ke toko kue itu. Dan tiba-tiba saja, terlintas Kyuhyun di pikirannya. Kalau Kyuhyun tadi datang menolongnya, dia tidak akan menangis seperti ini di pinggir jalan. Hyejin terus berjalan tanpa tahu arah sampai akhirnya Hyejin sadar bahwa dirinya telah tersesat.

Hyejin mulai panik. Dia menghubungi telepon Siwon tapi tidak ada yang menjawab. Hyejin mencoba menghubungi eomma dan appanya, tapi saat teringat mereka sedang di luar kota Hyejin memutus sambungan. Menelepon teman-temanya, tidak diangkat juga. Hyejin semakin panik. Akhirnya Hyejin menelepon Kyuhyun.

“Halo,” sahut Kyuhyun dari tempatnya berada.

“Kyuhyun, ini Hyejin. Aku tersesat, Kyuhyun. Tolong,” kata Hyejin panik.

“Kamu dimana sekarang?” tanya Kyuhyun yang ikut-ikutan panik.

“Gak tau. Cuman ada SD Ing Go sama taman bermain anak-anak gitu. Tolongin aku, Kyuhyun,” jawab Hyejin memohon.

“Iya, iya. Kamu tunggu di sana. Jangan kemana-mana. Aku jemput sekarang,” sahut Kyuhyun yang langsung menjemput Hyejin di tempat mereka berada.

Gak berapa lama kemudian, Kyuhyun sudah sampai di tempat Hyejin. Hyejin langsung berlari menghampiri Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun sambil menangis. Ketahuan sekali bahwa Hyejin sangat ketakutan karena tersesat. Kyuhyun menuntun Hyejin untuk masuk mobil lalu membawanya pulang ke rumah Kyuhyun.

Sampai di rumahnya, Kyuhyun memerintahkan pelayan untuk menyiapkan air mandi dan juga kamar untuk Hyejin. Hyejin lalu mandi dan beristirahat di kamar yang telah disiapkan. Beberapa saat kemudian, Kyuhyun datang ke kamarnya. “Boleh aku masuk?” tanya Kyuhyun.

Hyejin tertawa mendengar pertanyaan Kyuhyun, “Ini kan rumahmu, bodoh!”

Mendengar jawaban Hyejin, Kyuhyun ikut tertawa lalu masuk dan duduk di sebelah tempat tidur Hyejin. “Kamu sudah memaafkanku?”

Hyejin mengangguk malu dan berkata, “Maaf harus merepotkanmu lebih dulu untuk berbaikan.”

“Tidak apa-apa,” sahut Kyuhyun. “Aku sudah biasa. Hahahaahahahaahaha.”

Hyejin hanya bisa tersenyum melihat tawa Kyuhyun. Hyejin juga lega bisa berbaikan dengan Kyuhyun walau dengan cara yang merepotkan dulu.

“Kenapa kau bisa tersesat?” tanya Kyuhyun.

Untuk menjawab pertanyaan itu, Hyejin terpaksa mengingat kembali kejadian di toko kue dan menceritakannya pada Kyuhyun. Hyejin menceritakan kejadian-kejadian tersebut dengan lengkap diiringi dengan air mata.

“Sudah, sudah, tidak usah dilanjutkan ceritanya,” kata Kyuhyun mencoba menenangkan Hyejin sambil mengelus-elus kepala Hyejin. “Aku mengerti. Sudah ya. Lebih baik sekarang kamu istirahat. Besok pagi aku antar kamu pulang. Ya?”

Hyejin hanya menuruti perkataan Kyuhyun. Hyejin masuk ke dalam selimut dan tidur tidak lama kemudian.

Keesokan paginya, Hyejin bangun lebih cepat dari biasanya. Hal ini selalu terjadi jika Hyejin merasa asing dengan tempat tidurnya. Hyejin mencoba untuk tidur lagi tapi tidak bisa. Akhirnya Hyejin bangun dan berjalan-jalan di dalam rumah Kyuhyun. Hyejin menikmati semua keindahan yang ada dalam rumah itu. Mulai dari perabotan sampai pajangan di dalam rumah itu sungguh memiliki keindahan yang luar biasa. Kyuhyun pasti menggunakan desainer khusus untuk merancang ini semua.

“Dasar orang kaya,” gumam Hyejin sambil menikmati keindahan di dalam rumah Kyuhyun. Hyejin terus berkeliling rumah Kyuhyun selama beberapa waktu yang panjang. Waktu terasa berlalu begitu cepat saat Hyejin menikmati keindahan rumah Kyuhyun. Belum seluruh sudut rumah ditelusiri, tahu-tahu Kyuhyun sudah mengajaknya untuk sarapan, “Hei, ayo sarapan dulu.” Hyejin segera mengikuti Kyuhyun menuju ruang makan saat mendengar panggilan. Hyejin duduk di salah satu kursi di meja makan milik Kyuhyun yang sangat besar jika hanya dipakai sendirian.

“Mejanya besar sekali! Kyuhyun, kamu selalu makan sendirian seperti ini setiap hari?” tanya Hyejin spontan.

“Iya,” jawab Kyuhyun singkat.

“Membosankan sekali,” sahut Hyejin dengan polos. “Eomma dan Appa kamu emang dimana?”

“Mereka sibuk,” jawab Kyuhyun.

“Oh, jadi kamu …”

Kyuhyun segera memotong perkataan Hyejin, “Tidak ada lagi pertanyaan. Habiskan sarapanmu.”

Hyejin langsung diam begitu mendengar pernyataan Kyuhyun lalu memakan sarapannya. Tapi Hyejin tidak kehabisan akal. Dia mengajak Kyuhyun main truth or dare agar bisa mengajukan beberapa pertanyaan lagi.

“Kyuhyun, ayo kita bermain truth or dare,” ajak Hyejin.

Kyuhyun yang sudah mengerti jalan pikiran Hyejin menolak ajakan tersebut. “Apa lagi yang mau kau tanyakan?” tanya Kyuhyun.

“Ternyata kau sudah mengerti maksudku. Gak seru ah. Payah,” kata Hyejin.

“Sudah. Kamu mau bertanya apalagi?”

“Tanya apa ya?” Hyejin mulai memikirkan pertanyaan-pertanyaan untuk Kyuhyun. “Oh iya, kenapa waktu di kolam renang itu kau marah sekali padaku padahal seingatku aku tidak membuat kesalahan?”

“Karena aku kesal padamu,” jawab Kyuhyun.

“Kenapa kesal? Aku kan tidak berbuat hal yang mengesalkan?” tuntut Hyejin. “Seharusnya aku yang kesal padamu. Aku ada di sana tapi kau anggap tidak ada. Aku sedang asik mengobrol, tiba-tiba kau memaksa aku pulang. Aneh.”

Wajah Kyuhyun memerah dan ia mulai salah tingkah. “Pokoknya aku kesal. Sudah, lain kali kalau kau mau berenang kau bisa pakai kolam renang rumah ini sepuasmu. Oke, tidak ada pertanyaan lagi.” Setelah itu, Kyuhyun lalu pergi meninggalkan meja makan.

“Cepat siap-siap. Aku akan mengantarmu pulang,” seru Kyuhyun sebelum masuk ke kamarnya.

“Dasar anak aneh,” gumam Hyejin.

“Eh, Kyuhyun,” panggil Hyejin.

“Apa?” sahut Kyuhyun yang sedang menyetir mobil.

“Tumben kamu sendiri yang mengantarku pulang?” tanya Hyejin.

“Pengen nyoba mobil baru,” jawab Kyuhyun sambil nyengir.

“Dasar sombong,” sahut Hyejin.

Kyuhyun hanya tertawa mendengar komentar Hyejin.

“Eh, Kyuhyun,” panggil Hyejin lagi.

“Apa lagi?” sahut Kyuhyun.

“Masa kata temen-temen aku, kamu suka beneran sama aku. Hahahaha,” kata Hyejin. “Aneh-aneh aja pikiran mereka. Jelas-jelas kamu cuman mempergunakan aku. Memperalat aku untuk kepentinganmu!” Hyejin memberi penekanan pada kata mempergunakan dan memperalat.

“Oh aku mohon, jangan buat aku merasa bersalah,” kata Kyuhyun dengan menunjukkan wajah pura-pura menyesal lalu tertawa.

“Ih, malah ketawa. Dasar jelek kamu, Kyuhyun!” Hyejin pun ikut tertawa.

“Gimana kalo aku beneran suka sama kamu?” tanya Kyuhyun.

“No kidding please,” kata Hyejin.

Kyuhyun tidak membalas kata-kata Hyejin tetappi hanya mengacak-acak rambut Hyejin.

“iiihh, malah ngacak-ngacak rambut orang lagi. Dasaaar!!” seru Hyejin.

Beberapa menit kemudian, Hyejin dan Kyuhyun sampai di rumah Hyejin. Setelah Hyejin mengucapkan terima kasih, ia keluar dari mobil untuk masuk ke dalam rumahnya. Biasanya Kyuhyun langsung pulang setelah mengantar Hyejin tapi hari ini Kyuhyun mengikuti Hyejin keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

“Kamu ngapain?” tanya Hyejin saat melihat Kyuhyun mengikutinya masuk ke dalam rumah.

“Emang aku gak boleh main ke rumah temenku sendiri hah?” jawab Kyuhyun santai lalu meninggalkan Hyejin di teras dan masuk ke dalam rumah.

“Dasar Kyuuuuu!” seru Hyejin menggetarkan seluruh rumah yang disambut dengan tawa Kyuhyun dari dalam rumah.

Saat Hyejin masuk ke dalam rumahnya, Hyejin melihat bahwa kakaknya dan Kyuhyun sedang berkumpul bersama teman-teman mereka di ruang makan. “Ada apa kak rame-rame disini? Tumben?” tanya Hyejin pada Siwon.

“Ada pembicaraan sebentar,” jawab Siwon.

“Kok tumben di rumah kita?” tanya Hyejin lagi.

“Karena bos berkata harus di sini,” sahut salah satu teman Siwon.

“Bos?” tanya Hyejin heran.

Salah satu teman Siwon itu menggidikkan kepala ke arah Kyuhyun.

“Oh gitu.” Ternyata Kyuhyun ikut masuk ke dalam rumah karena memang ada pertemuan antara  petinggi mahasiswa di dalam rumah Hyejin. Hyejin lalu pergi ke ruang keluarga yang bersebrangan dengan tempat mereka berkumpul. Dari ruang keluuarga, Hyejin masih bisa mendengar pembicaraan dan melihat tingkah laku Siwon dan temannya.

“Eh Kyuhyun, kau udah baikan sama Hyejin?” tanya salah satu teman Siwon yang didengar oleh Hyejin dari tempatnya.

Hyejin merasa malu karena setiap dia bertengkar dengan Kyuhyun pasti semua orang mengetahuinya. Hyejin melihat ke arah Kyuhyun yang hanya memberikan anggukan sebagai jawaban. Tetapi hanya dengan anggukan itu, semua orang dalam tempat itu bergemuruh.

“Cie, cie. Pasutri kampus kita udah rujuk. Ihiy!” seru Angel.

“Cie. Mesra kembali nihh. Api cinta kembali membara. Hahahaha,” sambung yang lain.

“Kampus kita bakal panas lagi nihh,” sahut yang lain lagi.

Hyejin tersipu malu tetapi ekspresi berbeda ditunjukkan oleh Kyuhyun. Kyuhyun justru tersenyum-senyum karena digoda temen-temennya.

“Hei, kasihani adikuu sedikit. Dia masih terlalu kecil untuk bicara cinta,” sahut Siwon lalu tertawa.

Mereka semua lalu tertawa karena Siwon.

Hyejin yang mendengar dan melihat itu semua dari ruang keluarga merasa malu. Hyejin malu karena semua orang menggoda Kyuhyun dengan dirinya. Hyejin menyalakan TV untuk mengalihkan pikirannya. Dia berusaha tidak memikirkan semua perkataan teman-teman Siwon. Pada saat Hyejin sedang konsentrasi dengan televisinya tiba-tiba Siwon memanggil.

“Hye, ambilin kue-kue di dapur dong buat Oppa sama temen-temen,” kata Siwon  meminta tolong pada Hyejin.

“Bentar,” sahut Hyejin lalu pergi mengambil kue-kue di dapur  dan memberikannya pada Siwon di ruang makan.

“Makasih,” kata Siwon sambil nyengir.

Belum ada setengah menit Hyejin di ruangan itu, semua teman-teman Siwon kembali bergemuruh menggoda Kyuhyun.

“Kyuhyun, itu loh istrimu udah bawain kue. Dimakan dong,” kata Angel.

“Apa perlu disuapin?” tambah Yeonhee.

Hyejin langsung tersipu malu. Mukanya memerah. Karena itu Hyejin lanngsung masuk ke dalam kamarnyaa.

Pagi ini, Hyejin bangun tidak lebih pagi dari biasanya. Hyejin bersiap-siap lalu bergabung dengan seluruh anggota keluarganya di ruang makan.

“Pagi, eomma. Pagi, appa,” sapa Hyejin pada kedua orang tuanya. “Siwon Oppa mana?”

“Udah berangkat, sayang,” jawab eomma Hyejin.

“Cepet banget udah berangkat. Kenapa Siwon Oppa cepet banget berangkatnya?” tanya Hyejin.

“Ada urusan katanya, sayang,” jawab eommanya. “Ayo, sarapannya cepet dimakan. Nanti appa sama eomma yang anter kamu kuliah. Ok?”

“Iya,” jawab Hyejin yang langsung menghabiskan sarapannya. Setelah selesai sarapan, Hyejin pergi kuliah diantar appa dan eommanya.

Pada saat berangkat, mobil Hyejin melewati sebuah rumah yang mewah, besar dan luas tidak jauh dari rumahnya. Sampai beberapa hari yang lalu, rumah tersebut masih dalam masa pembangunan setiap Hyejin melewatinya.  “Rumahnya udah jadi! Bagus yaa?” kata Hyejin.

“Iya, bagus. Besar banget lagi,” sahut appa  Hyejin.

“Iya. Tapi appa belum pernah liat rumah Kyuhyun. Rumahnya jauh lebih besar dari rumah ini. Jauh lebih mewah lagi. Pokoknya jauh lebih keren dari rumah ini, appa!” kata Hyejin memuji tempat tinggal Kyuhyun.

“Apa iya rumah Kyuhyun jauh lebih besar dari rumah ini, nak?” tanya eomma Hyejin.

“Iya, besar banget ma rumah Kyuhyun itu. Bisa buat lari-larian. Kalo maen petak umpet gak ketemu-ketemu kali,” jawab Hyejin. “Pengen deh punya rumah sebesar itu.”

“Nikah aja sama Kyuhyun,” sahut eomma Hyejin.

“Apa?” tanya Hyejin kaget mendengar kata-kata eommanya.

“Eomma hanya bercanda, nak,” jawab eomma Hyejin sambil tertawa.

Hyejin memperhatikan jalan yang dilewatinya dan dia merasa ini bukan jalan menuju ke kampus. Karena itu, Hyejin bertanya pada appanya, “Appa, kita mau kemana? Ini kan bukan jalan ke kampus.”

“Emang bukan. Appa ada urusan sebentar, sayang,” jawab appanya.

“Tapi nanti Hyejin telat,” sahut Hyejin mulai khawatir.

“Tenang aja. Appa jamin kamu gak telat,” kata appa Hyejin tenang.

Hyejin tidak menyahut. Hyejin pasrah akan keputusan appanya.

Tidak lama kemudian, mereka sudah sampai di sebuah hotel yang mewah. Appa Hyejin segera memarkir mobil di lantai basement. Setelah itu appa dan eomma Hyejin turun dari mobil sedangkan Hyejin tetap di dalam mobil.

“Hyejin gak turun?” tanya eomma.

“Gak, ma. Hyejin tunggu di sini aja. Eomma sama appa cuman sebentar kan?” kata Hyejin.

“Iya sih,” jawab eomma. “Tapi nanti kalau kamu sendirian di sini ada yang ngapa-ngapain kamu gimana? Udah, Hyejin ikut turun ya?”

Mendengar jawaban eommanya, Hyejin berubah pikiran. Hyejin ikut eomma dan appanya turun dari mobil dan berjalan mengikuti mereka dari belakang. Mereka bertiga berjalan menuju lift dan naik ke lantai 11. Sesampai di lantai 11, pintu lift terbuka. Eomma dan appa Hyejin lalu keluar dan menuju ke kamar 1101. Appa Hyejin memencet bel kamar tersebut dan pintu langsung dibukakan.

“Happy birthday, Hyejin. Happy Birthday, Hyejin. Happy birthday …” semua orang yang berada dalam kamar itu bernyanyi riang untuk Hyejin. Hyejin kaget sekali akan kejutan ini sehingga tidak bisa berlaku apa. Hyejin masuk ke dalam kamar setelah ditarik Siwon. Dalam kamar itu Hyejin melihat ada Siwon, Hamun, Hyemi, Johee, Jaehyun, Kyuhyun dan beberapa lagi teman Siwon.

“Ya ampuuun. Aku lupa kalau hari ini ulang tahun aku,” kata Hyejin pada dirinya sendiri.

Siwon menggiring Hyejin ke arah kue tart yang telah disiapkan Siwon dan teman-teman Hyejin. “Tiup lilinnya. Make a wish yaa??” kata Siwon. Hyejin mengikuti kata-kata kakaknya. Hyejin mengucapkan satu permintaan dalam hatinya lalu meniup lilinnya. Setelah meniup lilin ulang tahunnya, appa dan eomma Hyejin memberikan selamat ulang tahun untuk Hyejin sambil mencium pipi Hyejin. Siwon berada di belakang appa dan eommanya untuk memberikan selamat untuk Hyejin tapi tidak disertai ciuman melainkan cubitan gemes di pipi Hyejin. “Uugh, Siwon Oppa,” kata Hyejin sedikit merajuk.

“Potong kuenya, potong kuenya,” seru teman-teman Hyejin dan Siwon. Sebelum Hyejin memotong kuenya, mereka semua berdoa yang dipimpin oleh appa Hyejin. Hyejin lalu memotong kue ulang tahunnya dan memberikan tiga potongan kue pertama untuk eomma dan appanya serta Siwon. “Makasih banyak buat appa dan eomma yang udah merawat Hyejin sampai sebesar ini juga buat Siwon Oppa yang selalu sayang sama adiknya ini. Hehe.”

“Samaa-sama, sayang” sahut eommanya lalu mencium  pipi Hyejin lagi.

Hyejin lalu memotong kuenya lagi. “Kue ini buat temen-temenku, Hamun, Hyemi dan Johee. Makasih ya bebii udah nemenin aku selama 5 tahun ini.” Hyejin lalu memberikan kue tersebut untuk Hamun, Hyemi dan Johee.

“Yeeeeeyyy!! Sama-sama, beb,” seru teman-teman Hyejin. “Happy birthday ya, beb!!” Hamun, Hyemi dan Johee menyelamati Hyejin bergantian sambil mencium pipi Hyejin. “Wish you all the best, sayang!” tambah Hamun. “Makasii ya, beb,” sahut Hyejin. Setelah itu, Hyejin memotong kuenya lagi dan membagi-bagikannya kepada semua orang yang berada dalam kamar itu termasuk untuk Jaehyun dan Kyuhyun.

Perayaan ulang tahun Hyejin belum selesai tetapi eomma dan appa Hyejin harus meninggalkan perayaan tersebut lebih dulu karena ada undangan pesta rekan kerja appa Hyejin. “Hye, appa sama eomma pergi duluan ya? Kamu baik-baik disini. Pulangnya nanti hati-hati ya?” kata eomma Hyejin.

“Iya, ma” jawab Hyejin. Hyejin mengantarkan appa dan eommanya sampai ke lift lalu kembali ke kamar. Begitu masuk kamar, Hyejin yang mendapatkan banyak kado dari mereka semua, mulai membuka kado-kado tersebut. Hyejin membukanya sambil ngobrol dengan Hamun, Hyemi dan Johee. “Ide siapa sih ini?” tanya Hyejin.

“Campuran antara Siwon Oppa, kita bertiga dan Kyuhyun. Kyuhyun semangat banget loh waktu mau bikin kejutan ini,” jawab Hamun.

“Iya, Hye. Yang nyediain kue tuh Kyuhyun. Kamar ini juga disediain sama Kyuhyun. Gila ya tuh cowok! Oke banget, beb!” sahut Johee.

Hyejin hanya tertawa. “Btw, beb. Kita gak kuliah?” tanya Hyejin.

“Sekarang hari libur, sayaaang!!!” jawab Hyemi. “Kamu gak lihat kalender kah?”

“Boro-boro lihat kalender, beb. Inget hari ini ulang tahun aku aja gak. Hahahahahahaha,” jawab Hyejin.

Hyejin mendapatkan berbagai macam benda sebagai hadiah ulang tahunnya. Siwon memberikan baju yang bisa dibilang kembar dengan bajunya. Baju itu bertuliskan “The greatest thing in this world is i have a sister named HYEJIN! Love you!” dan Hyejin yakin baju ini sepenuhnya didesain oleh Siwon. Hamun, Hyemi, dan Johee memberikan Hyejin sebuah liontin emas putih berbentuk HYEJIN dengan tulisan “we love you, beb!” di belakangnya. Kado yang paling mengesankan buat Hyejin adalah kado dari appa dan eommanya yaitu KTP, SIM dan sebuah kunci mobil. Hyejin sudah habis membuka semua kado-kadonya tapi dia tidak menemukan kado dari Kyuhyun. Hyejin mencari-cari lagi dari tumpukan kado yang telah dia buka, berharap ada kado dari Kyuhyun yang terlewat olehnya tapi ternyata tidak ada.

“Hai,” sapa Kyuhyun tiba-tiba.

“Hai,” jawab Hyejin. “Mana kado dari kamu, Kyuhyun? Kok gak ada?” Hyejin langsung menanyakan perihal kado Kyuhyun secara terang-terangan.

“Hahahaha,” Kyuhyun tertawa geli. “Kamu sadar juga ya aku gak ngasih kado? Hihi. Ngarepin kado dari aku yaa??”

Muka Hyejin bersemu merah. “Iya,” jawab Hyejin malu-malu.

Kyuhyun lalu mengajak Hyejin ke balkon dan menunjukkan pemandangan yang begitu indah dari balkon tersebut. “Aku berjanji seluruh hal yang dapat kamu lihat dari kamar ini akan men jadi milik kamu dua tahun lagi saat aku sudah sah untuk mengelola perusahaanku,” kata Kyuhyun. Kyuhyun lalu mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya dan mengambil isi kotak tersebut yang ternyata cincin. Cincin tersbut terbuat dari emas putih dan didesain sangat sederhana, hanya berbentuk lingkaran tanpa ada hiasan apapun. Kyuhyun lalu memasangkannya di jari tengah Hyejin sebelah kiri. “Ini sebagai jaminan atas janjiku tadi. Dua tahun lagi, cincin yang lebih bagus akan aku pasang di sebelah kanan.”

Hyejin tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Kyuhyun. “Maksud kamu apa, Kyuhyun?”

Kyuhyun tersenyum.  “I’m proposing you seriously. Think about it, please,” jawab Kyuhyun lalu masuk kembali ke dalam kamar.

Hyejin yang tinggal sendirian di balkon masih merasa kaget karena dilamar tiba-tiba tapi ditengah rasa kaget tersebut terselip perasaan bahagia yang tidak bisa digambarkan. Hyejin masuk kembali ke dalam kamar karena dipanggil oleh salah satu teman Siwon. “Hyejin, ada tamu buat kamu,” kata teman Siwon itu.

“Henry?” ucap Hyejin spontan karena kaget.

“Happy birthday ya, Hyejin,” kata Henry mesra sambil memeluk dan mencium pipi Hyejin lembut lalu memberikan kado. Hyejin masih berdiri kaku, tidak tahu harus berbuat apa. “Dibuka dong kadonya,” kata Henry lagi.

Hyejin lalu membuka kado tersebut dan menemukan sebuah cincin yang persis sama dengan yang diberikan Kyuhyun beberapa menit yang lalu. “Makasih, Hen,” kata Hyejin yang segera menyimpan cincin tersebut.

“Kok gak dipakai?” tanya Henry.

“Aku mau terima aja udah bagus,” jawab Hyejin santai lalu pergi.

Sebelum Hyejin tidur, Hyejin memperhatikan kedua cincin yang diberikan Kyuhyun dan Henry. Benar-benar mirip, tidak ada bedanya. Bentuknya sama, warnanya sama, desainnya sama. Tidak ada satu hal pun yang bisa membedakannya.

“Kok bisa sih?” tanya Hyejin pada dirinya sendiri. Hyejin lalu mengambil handphone nya dan menelepon Jaehyun. “Halo,” kata Hyejin membuka percakapan.

“Halo, Hyejin,” sahut Jaehyun. “Ada apa telepon malem-malem?”

“Gila ya, eon! Pada hari yang sama aku bisa dapet cincin yang sama dari dua orang cowok yang berbeda!” seru Hyejin langsung pada inti apa yang mau dia ceritakan.

“Maksud kamu?” tanya Jaehyun.

“Tadi siang akau dapet kado cincin dari Kyuhyun sama Henry. Dua-duanya bener-bener mirip gak ada bedanya,” jawab Hyejin.

“Gak ada bedanya?” tanya Jaehyun. “Masa sih?”

“Iya,” jawab Hyejin.

“Maksud Kyuhyun ngasih kamu cincin itu apa?” tanya Jaehyun.

“He proposed me,” jawab Hyejin malu-malu.

“Kalo Henry maksudnya apa?”

“Gak tau. Dia gak bilang,” jawab Hyejin.

“Nah, itu bedanya, Hyejin sayang. Cincin Kyuhyun memiliki makna sedangkan Henry gak ada maknanya. Walaupun ada maksud tertentu, tapi Henry gak ngasih tahu kamu,” sahut Jaehyun.

“Iya sih, eon,” jawab Hyejin. “Makasih ya, eon.”

“Sama-sama,” jawab Jaehyun.

Hyejin lalu menutup teleponnya dan memandangi cincin pemberian Kyuhyun sambil senyum-senyum sendiri sampai akhirnya ketiduran.

“Telat, telat, telat!” seru Hyejin sambil menyambar apapun yang dia pikir dibutuhkan untuk kuliah. Tidak lupa Hyejin menyambar salah satu cincin yang baru dia pandangi semalaman. “Eomma, Appa, Hyejin berangkat kuliah dulu ya!” seru Hyejin yang langsung ngacir dengan mobilnya.

Sesampai di kampus, Hyejin memarkir mobilnya dan berkaca sebentar sebelum turun dari mobil. Hyejin juga tidak lupa memasang cincin yang dia sambar tadi ke jari tengah kanannya. Hyejin langsung pergi ke kelas Kyuhyun begitu turun dari mobil. Di sana, Hyejin menemukan Kyuhyun sedang sendirian. Tanpa mengetuk tau meminta izin, Hyejin masuk ke dalam kelas tersebut.

“hai,” sapa Hyejin riang sambil sengaja memperlihatkan cincinnya agar Kyuhyun melihatnya.

“Hai,” jawab Kyuhyun tidak terlalu bersemangat. “Udah mulai bawa mobil sendiri ka kampus ya? Udah gede berarti.”

“Iya,” jawab Hyejin yang masih berusaha menarik perhatian Kyuhyun kepada cincinnya karena rupanya Kyuhyun tidak begitu menaruh perhatian pada cincin tersebut.

Kyuhyun lalu diam, sibuk dengan pekerjaannya. Hyejin mulai kesal karena Kyuhyun tidak menaruh perhatian sama sekali pada dirinya apalagi cincin yang dipakainya.

“Kyuhyun!” seru Hyejin sambil menggebrak meja belajar Kyuhyun keras. “Aku muak diperlakukan seenaknya. Tiba-tiba kamu baik, tiba-tiba kamu dingin! Bodohnya aku tidak tidur semalaman karena memikirkan kamu dan cincin sialan ini!” Hyejin lalu melepas cincin tersebut dan melemparkannya ke arah Kyuhyun.

“Aku juga muak dengan kelakuanmu yang seperti ini!” seru Kyuhyun tidak kalah keras. “Datang dengan memamerkan cincin dari laki-laki lain sambil tersenyum riang padahal aku sedang  menunggu jawabanmu! Tambah lagi, kamu marah-marah gak jelas padaku!”

“Siapa suruh kamu bersikap dingin padaku?!”

“Siapa suruh kamu pakai cincin sialan ini?! Kalau kamu memutuskan untuk kembali sama Henry, kamu gak perlu pamer ke aku apalagi melempar cincin ini padaku, bodoh!”

“Cincin dari Henry?” tanya Hyejin melunak. “Bukannya itu cincin dari kamu?”

“Jelas bukan!” jawab Kyuhyun. “Aku sangat mengenal cincin pemberianku tahu!” Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Hyejin sendirian di ruangan tersebut.

“Masa iya aku salah ngambil?” kata Hyejin pada dirinya sendiri sambil memperhatikan cincin tersebut. Hyejin lalu menelepon Siwon yang masih berada di rumah karena kuliah siang. “Oppa, nanti tolong bawain cincin yang ada di atas meja belajar aku ya. Jangan lupa!”

Setelah selesai kuliah pertama, Hyejin langsung mencari Siwon di dalam ruang kelasnya.  Hyejin melihat Siwon sudah ada di sana, sedang bicara dengan Jaehyun. “Mana cincinnya?” tanya Hyejin tidak sabar. Siwon menyerahkan cincin yang dia bawa sambil melihat Hyejin keheranan.

Tanpa mengucapkan terima kasih, Hyejin mengambil cincin tersebut dan membandingkannya dengan cincin yang dia bawa. Hyejin memperhatikan baik-baik cincin tersebut. Ternyata cincin pemberian dari Kyuhyun memiliki pinggiran yang diukir sesuai inisial nama Hyejin. Huruf K terukir kecil-kecil sekali di sepanjang pinggiran cincin tersebut dan ada tulisan “NO END” yang terukir tipis nyaris kasat mata. Sedangkan cincin dari Henry benar-benar polos, tidak ada hiasan apapun.

Begitu mengetahui mana cincin Kyuhyun dan mana cincin Henry, Hyejin segera memasang cincin pemberian Kyuhyun di jarinya. Sedangkan cincin Henry, ia masukkan ke dalam tas. Setelah itu, Hyejin masuk ke dalam kelas untuk menemui Kyuhyun. Tanpa basa-basi, Hyejin langsung memamerkan jarinya yang memakai cincin pemberian Kyuhyun. Kyuhyun hanya memandang Hyejin dingin.

“Maaf,” kata Hyejin memulai pembicaraan.

“Buat?” jawab Kyuhyun dingin.

“Maaf tadi pagi udah bentak-bentak kamu padahal aku yang salah. Aku gak tahu kalo aku salah ambil. Maaf ya, Kyuhyun,” kata Hyejin lagi dengan perasaan bersalah.

“Dasar bodoh,” sahut Kyuhyun yang lalu tertawa senang. “Hahahahaha. Mana cincin dari Henry?”

“Di tas,” jawab Hyejin.

Kyuhyun menjulurkan tangannya sebgai tanda kalo dia meminta cincin dari Henry tersebut. Hyejin pun tanpa protes, menyerahkan cincin tersebut kepada Kyuhyun.

“Tidak boleh ada cincin lain yang melingkar di jarimu selain cincinku,” kata Kyuhyun lalu menyimpan cincin pemberian Henry di ujung laci meja belajarnya. “Karena mulai hari ini, kamu resmi jadi pacarku. Hahahahaha.”

Hyejin tersenyum senang mendengar kata-kata Kyuhyun. Tanpa pemberitahuan Hyejin mencium Kyuhyun tepat di bibirnya. “Aku akan menunggu kau menepati janjimu dua tahun lagi. Saranghae,” ujar Hyejin sambil tersenyum malu-malu.

Kyuhyun tertawa geli melihat Hyejin. “Ternyata kau agresif juga ya. Baiklah kalau begitu,” kata Kyuhyun sambil tersenyum jahil. Ia mendorong Hyejin sampai menempel di lemari buku yang memang berada di ruangan itu. Tangannya merangkul pinggang Hyejin dengan erat. “Kau tenang saja. Dua tahun lagi kau pasti menjadi milikku. Saranghae,” ucap Kyuhyun lalu mengecup bibir Hyejin.

Semburat merah muncul di pipi Hyejin diiringi senyum senang sekaligus malu-malu dari bibirnya.

“Saranghae,” ucap Kyuhyun lagi lalu kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Hyejin, kali ini lebih intens dan dalam.

KKEUUT!!!

xoxo @gyumontic